Month: April 2014

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect 6

<a href="https://friscabayumelati.files.wordpress.com/2014/04/sad-alone-lonely-girl-cute“>Gambar

Pairing : KyuWook/Slight KyuMin, SiWook, SiMin, HaeHyuk
Rate : K+, Romance, Genderswitch, Hurts/Comfort, Abal, Gaje, Failed
Author : Frisca Freshtie
Cast :
1. Cho Kyuhyun (Namja)
2. Kim Ryeowook (Yeoja)
3. Lee Sungmin (Yeoja)
4. Choi Siwon (Namja)
5. Lee Hyukjae (Yeoja)
6. Lee Donghae (Namja)

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect

.
.
.
.
Selain sunyi yang terpantul dari sketsa hidupmu, adakah gemercik daun bersembunyi di antara belaian embun?
Menyimpan selaksa luka yang beku.
Atau tangis kian mengalun mengikuti debur waktu..
Langit masih kelabu mengeram hujan, sayang.
Berhentilah memintal duka yang kusam.

Mungkin tak akan sampai selembar salam dari mimpiku.
Pada sedihmu yang mencoreng warna pagi.
Karena di awal pertemuan kau lempar segumpal kebencian.
Sementara senja mulai mengetuk ruang sesalku.
Aku ingin menyulam robekan rindu yang melambai kumal dalam matamu.

.
.
.
.

Kyuhyun menatap eomma-nya yang sedang beristirahat dengan tatapan sendu. Lalu, ia mengelus pucuk kepala eomma-nya dengan penuh kasih sayang.
“Eomma .. akan ku pastikan kau akan baik – baik saja.” Gumam Kyuhyun.
Tiba – tiba, dengan lembut Sungmin memeluk Kyuhyun dari belakang dengan lembut. “Chagia .. ayo pulang ..” bisiknya lembut.
Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Anio, aku masih ingin disini, menemani eomma. Jika kau ingin pulang, pulanglah. Kau pasti lelah.” Ujar Kyuhyun lembut.
“Anio. Jika suamiku disini, maka aku akan berada disini bersama suamiku, karena tempatku berada di sampingmu.” Ucap Sungmin tulus. Mendengar pernyataan Sungmin, Kyuhyun mengembangkan senyumnya.
“Gomawo.” Ujar Kyuhyun.
Sungmin mengeratkan pelukannya. “Ne.” bisiknya lagi.

.
.
.
.
Inginku berlari menjauh.
Dari wajah – wajah semu setengah tengadah.
Kemudian berbaring, di antara senyum – senyum kuncup bunga.
Membawakanmu, seikat kasih sayang dan seuntai senyuman.
Dan kita akan datang pada bulan merah jambu.
Untuk menopangkan semua rasa yang tak bertepi ini.
.
.
.
.

 

Tit Tit Tit Tit Tit
Suara mesin itu, bergerak dengan cepat, naik turun dengan drastis.
Suara panik terdengar dimana – mana.
Suara gesekan roda dengan lantai putih.
Lalu, berakhir di sebuah ruangan serba putih dan dilingkari banyak orang – orang berpakaian serba putih dengan alat – alat medis mereka.

“Ada apa lagi ini Tuhan?” pekik Ahra meratapi keadaan yang terjadi pada eomma-nya. Tiba – tiba saja, eomma-nya kambuh lagi.
Yunho menggertakan giginya, lalu meninju dinding keras rumah sakit. Melihat kegaduhan seperti itu, Kyuhyun membuka suara.
“Aku akan membawa Ryeowook kembali.” Ujarnya tegas dan tanpa keraguan di matanya.
Semua orang menatapnya tak percaya. Sebenarnya mereka sudah tahu tentang permintaan kecil Kibum, namun mereka tak akan menyangka Kyuhyun mau melakukannya mengingat rasa bencinya pada Ryeowook dulu.
“Aku akan membawanya pulang. Aku akan mencarinya.” Ulangnya lagi dengan serius.
Sungmin mengembangkan senyumnya tulus, ia sudah tahu tentang ini. Bahkan ia sangat mendukung permintaan eomma-nya itu. Seetelah perceraian itu, Sungmin sangat merasa bersalah pada Ryeowook, apalagi setelah mendapat surat dari Ryeowook dulu. Ia semakin menjadi merasa bersalah. Ia ingin menebus kesalahannya yang ia buat dulu.
Kyuhyun menatap Sungmin.
“Pergilah ..” ujar Sungmin dengan lembut.
“Bawa dia kembali.” Ujarnya lagi. Kyuhyun mengangguk, lalu mulai berjalan meninggalkan mereka untuk mencari Ryeowook.

.
.
.
.
Sinarmu kini redup.
Cahayamu keluhkan kesedihan.
Gelapmu menambah getir hidup.
Angin pun berhenti berhembus.
Menyeka nafas dalam derita.
Tanah ini kini kelam.
Mentari perlahan pergi.
Menjauh dari kebisingan.
Surya kini menyepi.
.
.
.
.

Kyuhyun mengemudikan mobilnya ke rumah keluarga Kim dengan cepat. Mobilnya membelah jalanan yang sepi itu. Namun, ada yang aneh disini. Apakah itu sorot MATA KERINDUAN-kah itu Kyu? Atau itu sorot mata KESEDIHAN Kyu? Apa sekarang kau MENYESAL Kyu?
Ia tepikan mobilnya di depan rumah itu. Lampunya meyala dengan terang, pintunya juga terbuka. Itu artinya ada orang di dalam. Ia menghembuskan nafasnya, mencoba menguatkan dirinya. Lalu, ia keluar dari mobil.
Dengan ragu, ia memencet bel rumah.
Ting Tong
Sura itu menggema di telinga Kyuhyun. Ia meremas – remas tangannya, mencoba menetralkan getaran dalam jantungnya.
Suara gerbang dibuka terdengar, lalu keluarlah seorang gadis muda dari balik pagar itu.
“Mian, mencari siapa ahjussi?” tanyanya sopan.
“Oh, euung itu .. aku mencari Kim Ryeowook, apakah dia ada?” Tanya Kyuhyun.
“Kim Ryeowook?” tanya gadis itu dengan bingung.
“Ne.” ujar Kyuhyun mantap.
“Mungkin kau salah rumah ahjussi, disini tak ada yang bernama Kim yeowook. Ini kediaman keluarga Jung.” Ujar gadis itu menjelaskan.
“Hah? Okay, gomawo ne.” ujar Kyuhyun sambil membungkuk, lalu membalikkan badannya.
“Kau dimana Ryeowook?” lirihnya kalut.

Kyuhyun berjalan menuju rumah yang berada di samping rumah kediaman keluarga Kim dulu. Ia ingin mencari tahu, apakah mungkin tetangganya itu tahu Ryeowook pergi kemana.
Ia tekan bel, dengan harap – harap cemas ia menunggu sang empu-nya rumah keluar.
“Sedang mencari siapa nak?” Tanya seorang perempuan paruh baya.
“Ah, anyeong ahjumma.” Ujar kyuhyun sambil membungkuk.
“Nugu?” tanya bibi itu bingung.
“Kyuhun imnida.” Ujar Kyuhyun.
“Kyuhyun?” tanyanya bingung.
“Ahjumma, aku ingin bertanya sesuatu.” Ujar Kyuhyun.
“Ah, ne. Kau ingin bertanya tentang apa anak muda?” tanya bibi itu penasaran.
“Apakah ahjumma tahu orang yang dulu mendiami rumah itu?” ujar Kyuhyun sambil menunjuk rumah disamping rumah ahjumma itu.
“Oh, apa yang kau maksud Kim Ryeowook?” tanya ahjumma itu tepat sasaran.
“Nde ahjumma.” Ujar Kyuhyun dengan sorot mata kebahagiaan.
“Aku tak tahu ia pergi kemana.” Ujar bibi itu sambil mengingat – ingat mungkin.
Senyum Kyuhyun sirna entah kemana.
“Yang aku tahu dulu, ia pulang ke rumah ini dengan menangis. Entah, tak ada yang tahu kenapa. Ia lebih memilih berdiam diri di rumah, jika keluar-pun ia hanya bekerja dan berbelanja sesuatu yang ia perlukan saja. Ia tak pernah membaur lagi dengan kami, padahal dulu ia sangat sering bermain ke sini, bahkan ia suka sekali memberikan makanannya pada kami. Mungkin ia frustasi, karena ternyata ia hamil, dari desas – desus yang beredar ia dihamili oleh pemuda tak bertanggung jawab. Setelah itu, kami tak pernah melihatnya lagi. Ia seperti hilang ditelan bumi, tak ada yang tahu kemana ia pergi, yang kami tahu rumah itu sudah dibeli oleh keluarga Jung.” Ujar bibi itu panjang lebar menjelaskan.
“Itu saja yang ku tahu nak.” Ujar bibi itu.
“Ah, gomawo ahjumma atas info-nya ne.” ujar Kyuhyun sambil membungkuk, lalu pergi meninggalkan bibi itu.
Kyuhyun memasuki mobilnya, lalu ia menatap lurus jalan. Mesin mobilnya belum dihidupkan, yang ada hanya suara nafas Kyuhyun yang terdengar berat. Apa sekarang kau menyesal Kyu? Kenapa sorot matamu sekarang berubah menjadi sendu? Kenapa tersirat kekecewaan di matamu itu?

.
.
.
.
Ketika kau serupa rindu.
Ku hirup ruap kopi senikmat harum tubuhmu.
Seteguk kafein sekental ludahmu.
Deraskan darahku di sungai – sungai waktu.

Jantungku berdegup dengan kencang.
Memompa badai dari lubuk lautan.
Tempat paling tenang mengendapkan kesenangan.

Serbuk kenangan teraduk jadi mimpi, sepekat dan sepahit kopi.
Tenggelam aku bagai tersesat dalam lebat gerai rambutmu yang hitam dan lembut.
Mengurai hitam semesta, melupa segala warna sampai terbit inti cahaya di ufuk jiwa.
Dan karena kau serupa rindu.
Kala di dasar cangkir tinggal ampas kelam membeku yang tersisa tetap saja ingin meregukmu tak dingin – dingin.
.
.
.
.

Hyunkie tengah bermain dengan namja berlesung pipi di rumahnya, sedangkan Ryeowook tengah memasak di dapur untuk makan malam.
“Hyunkie .. apa kau tak lelah?” tanya namja itu.
“Anio ahjussi, aku tak lelah.” Ujar Hyunkie sambil terus bergulat dengan namja itu.
“Eh, kau lupa lagi eoh? Kenapa memanggil ahjussi lagi?” tanya namja itu dengan cemberut layaknya anak kecil.
“Heheheh, mian ne. aku belum terbiasa appa, hari ini mungkin aku ingat, besoknya aku tak ingat.” Ujar Hyunkie blak – blakan.
Namja itu mendudukkan Hyunki di karpet. “Kau harus terus mengingatnya Hyunkie.” Ujar namja itu.
“Kenapa harus begitu?” tanya Hyunkie tak mengerti.
“Appa ingin melamar eomma-mu secepatnya.” Bisik namja itu di telinga Hyunkie.
“MWO ?????” jerit Hyunkie melengking di telinga namja itu.
“Kalau begitu aku akan berganti marga Choi?” tanyanya blak – blakan.
“Hahah, tentu saja Hyunkie. Tapi kau jangan bilang – bilang pada eomma-mu itu, appa ingin memberikan kejutan untuknya.” Bisik namja itu lagi.
“Hhoohoh, tentu saja Siwon ahjussi.” Ujar Hyunkie sambil mengedipkan matanya nakal.
“Eh? Kau memanggilku ahjussi lagi?” tanya Siwon.
“Tak apa, yang ini memang aku sengaja ahjussi. Karena kau belum melamar eommaku, maka ku putuskan sekarang kau kupanggil ahjussi saja.” Ujar Hyunkie sambil berdiri tegap.
“Eh, sekarang kau mulai nakal eoh?” ujar Siwon gemas.
“Selama ahjussi belum berani melamarnya, aku tak ingin memanggil ahjussi dengan sebutan appa. Cepatlah, lamar eommaku. Ia begitu kesepian menunggu appaku.” Ujar Hyunkie polos.
“Eh? Jika eomma menikah dengan ahjussi, lau appaku?” Tanya Hyunkie bingung.
“Bagaimana kalau kau mempunyai appa 2?” tanya Siwon.
“Huaaaa .. aku tak pernah memikirkannya sebelumnya. Tapi, sepertinya akan menarik! Aku merestuimu ahjussi, ayo membahagiakan eommaku bersamaku dan juga appaku yang tak pulang – pulang.” Ujar Hyunkie dengan puitis.
Mendengar penuturan Hyunkie, Siwon jadi gemas. Ia mencubit hidung Hyunkie dengan lembut. “Baik. Ayo, membahagiakannya bersama – sama.” Ujar Siwon.

“Membahagiakan siapa?” Tanya Ryeowook yang tiba – tiba sudah berada di samping mereka.
“Euung .. itu .. apa .. anu .. eung …” Siwon jadi gugup sendiri berada di dekat Ryeowook.
Hyunkie menghambur ke eomma-nya. “Siwon ahjussi ingin membahagiakan eomma.” Teriak Hyunkie dengan kerasnya dan berhasil membuat pipi Siwon seperti kepiting rebus. Dan Ryeowook? Ia tersipu malu. Apa kau sudah melupakan Kyuhyun? Tapi, bukankah itu lebih baik?

Siwon menatap tajam Hyunkie dan Hyunkie? Ia malah cengengesan tak karuan tanpa dosa membebaninya. “Heheh, mian ahjussi.” Ujar Hyunkie dengan nyengir kuda.
“Ayo makan, kajja.” Ajak Ryeowook.
“Hahah, ayo makan eomma. Yang terlambat ke meja makan yang mencuci piring.” Ujar Hyunkie sambil melirik Siwon, melihat itu Siwon hanya bisa terkekeh geli. Anak itu mempunyai banyak kejutan.

.
.
.
.
Berabad jemari mengemis pelangi, yang terukir di bibir senja.
Bagai keras ombak yang menabrak karang.
Aku akan tetap teguh berpegang.

Kamu adalah kabut dalam hembusanku.
Menyelimuti ruang sunyi hatiku.
Dalam gemerlap cakrawala fana.
Bersenandung mengikuti jejak awan.

Andai aku mampu ..
Membuka pintu waktu.
Aku akan melangkah menuju cahaya.
Lewati penantianku yang tak pasti, akan sekeping hati.
Yang telah menyulam erat jiwaku.
.
.
.
.

Kyuhyun menatap gundukan tanah di depannya, lalu ia berjongkok dan meletakkan rangkaian bunga indah di atas gundukan itu. Ia menghembuskan nafas beratnya. Lalu, ia membuka kacamata hitamnya.
“Ahjumma, mianhae .. aku tak menemukan putrimu itu. Mian ..” ujarnya sedih.
“Maaf, aku membuat anakmu kesusahan dan jatuh dalam kesedihan dan kepahitan kehidupan. Mian ..” ujarnya lagi dengan mata berkaca – kaca.
“Namun, kau tak perlu khawatir ahjumma, aku berjanji. Aku akan membawanya pulang.” Ujar Kyuhyun mantap.
***
Kyuhyun berjalan menuju mobilnya, lalu ia membuka pintu mobilnya.
Tiba – tiba saja ada yang memanggilnya. “Ahjussi ..” teriak seorang bocah berambut mangkok.
“Eh, kau disini?” uajr Kyuhyun tak percaya.
“heheh, kita bertemu lagi ahjussi. Sepertinya kita berjodoh. Heehhe .” ujar Hyunkie.
“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Kyuhyun.
“Aku sedang menunggu eomma-ku yang tengah menjenguk halmoniku.” Ujar Hyunkie.
“Oh ..” ujar Kyuhyun manggut – manggut.
“Ahjussi sendiri, kenapa ada disini?” Tanya Hyunkie polos.
“Hanya sedang menemui seseorang.” Ujar Kyuhyun.
“Eh ??? Mwo ?? Apa ahjussi sudah mulai gila? Ahjussi bertemu dengan seseorang di makam seperti ini?” tanyanya tak percaya.
Kyuhyun terkekeh mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut kecil itu.
“Kau belum dewasa.” Ujar Kyuhyun lembut sambil mengacak poni Hyunkie. Hyunkie mem-pout bibirnya kesal. Ia sangat tak suka jika dibilang belum dewasa oleh seseorang, apalagi yang tak dikenalnya dekat.
“Aku sudah dewasa ahjussi, bahkan aku tak pernah diantar dan dijemput jika berangkat dan pulang sekolah. Aku juga bisa membersihkan kotoranku sendiri, dan aku makan tak disuapi seperti anak – anak yang lain.” Ujarnya ketus.
“Hehhe .. mian ne.” ujar Kyuhyun.
“Tiada maaf untukmu ahjussi.” Ujar Hyunkie sambil membuang muka. Melihat itu, Kyuhyun semakin tertawa geli.
“Apa yang harus ku lakukan agar kau mau memaafkan ahjussi, huh?” tanya Kyuhyun.
“Ahjussi, bisakah kau membelikan aku es krim coklat jumbo?” tanay Hyunkie dengan mata besarnya.
“Oh, tentu. Tapi, ahjussi tak bisa membelikannya. Apa kau mau ahjussi berikan uang untuk membelinya sendiri? Ahjussi sangat sibuk.” Ujar Kyuhyun.
“Euuung ….” Hyunkie mengetuk – ngetukkan jari manisnya di dagunya, ia bingung.

Beep beep
Suara dering ponsel Kyuhyun bordering.
“Yeoboseo …” ujar Kyuhyun menjawab pangggilan.
Kyuhyun menatap Hyunkie sebentar, lalu mengeluarkan dompetnya dan mengambil uang.
Lalu, ia berikan pada Hyunkie dan masuk ke mobilnya. Hyunkie manatap tak percaya pada uang yang ada di tangannya, ini uang yang sangat banyak. Uang ini bahkan bisa dibuat untuk membeli banyak es krim coklat jumbo.
Mobil Kyuhuyun sudah bergerak jauh. Hyunkie berlari ke tengah jalan.
“Gooomaaawoooo ahjussi …” teriaknya keras – keras.

“Apa yang kau lakukan di tengah jalan Hyunkie?” tanya Ryeowook.
“Berterima kasih eomma.” Ujar Hyunkie polos.
“Berterima kasih pada siapa?” Tanya Ryeowook lagi.
“Pada ahjussi yang memberiku uang ini.” Ujar Hyunkie dengan memperlihatkan uang yang ia dapat.
“Eh ?? Siapa ahjussi itu?” Tanya Ryeowook penasaran.
“Entahlah, aku tak tahu.” Ujar Hyunkie sambil menegdikkan bahunya.
“Eh ?? Kau tak tahu? Lalu, kenapa kau diebri uang?” Tanya Ryeowook bingung.
“Untuk minta maaf.” Ujar Hyunkie blak – blakan.
“Minta maaf?” ulang Ryeowook bingung.
“Eomma, kau sangat cerewet.” Ujar Hyunkie, lalu berjalan di depan Ryeowook.
Mendengar penuturan aegya-nya, Ryeowook tertawa geli. Lalu, ia mengikuti jalan Hyunkie.

 

…………………………………………….
……………………………….
………………….

Huuuuaaah .. Ini aku buat dengan ilham yang mentok T^T
Masih pendekkah??? Apa kalian masih bingung dengan cerita saya yang abal ini??

Baiklah, kemarin yang bertanya ini itu apakah sudah terjawab semuanya chingu-deul ???

Gomawo ne, buat yang udah mau meninggalkan jejak di cerita saya.
Saya sampai terhura, terhenyak dan tercengang membaca komenan – komenan kalian ^^
Gomawo 😀
#TebarPetasan

Last. Review ne 😉
With Love! ~ Frisca

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect 5

Gambar

Pairing : KyuWook/Slight KyuMin, SiWook, SiMin

Rated : K+, Failed, Gaje, Hurts/Comfort, Abal – Abal, Romance, GS

Author : Frisca Freshtie

Cast :

  1. Cho Kyuhyun (Namja)
  2. Kim Ryeowook (Yeoja)
  3. Lee Sungmin (Yeoja)
  4. Choi Siwon (Namja)

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect

.

.

.

.

Aku akan memikirkanmu

Hanya sekali dalam sehari, merindukanmu

Aku mencoba untuk melupakanmu hanya sekali dalam sehari

Bisakah aku?

Jika aku bisa, lalu apa yang akan kulakukan?

(CN Blue – Can’t Stop)

.

.

.

.

 

[5 Tahun Berlalu]

Ryeowook menutup bukunya dengan helaan nafas yang sangat berat. Ia menutup matanya, membayangkan semua yang telah terjadi pada hidupnya, ia biarkan angin – angin dingin musim gugur menerpa kulit putihnya itu, menggerakkan rambutnya yang tergelung dengan rapi.

Ia membuka matanya dengan perlahan – lahan, lalu ia menghembuskan nafas beratnya lagi. Ia menatap lurus taman yang ada di depannya, anak – anak saling berkejaran, tukang sapu membersihkan daun – daun kering yang jatuh ke tanah, daun – daun yang menguning, para pasangan muda – mudi, dewasa yang saling berpegangan tangan untuk menghangatkan diri mereka dari angin musim gugur yang terkenal begitu jahatnya dengan dinginnya.

“Ini musim gugur yang ke-empat kan?” gumamnya.

Ia eratkan syalnya yang tergantung manis di lehernya, lalu ia menggosok – gosok tangannya, mencoba mengusir angin musim gugur.

Tiba – tiba semua menjadi gelap.

“Eomma …” suara anak kecil yang sedang mengagetkan ibunya.

Ryeowook tersenyum manis. “Hyunkie?” ujar Ryeowook dengan gembira.

“Ah, daebak eomma. Hihihi ..” ujar anak laki – laki kecil itu dengan senang, menunjukkan deretan giginya yang tak lengkap sambil melepas tangannya dari kedua mata Ryeowook.

Anak kecil yang dipanggil ‘Hyunkie’ itu-pun dengan langkah cepat menghampiri Ryeowook dan duduk di pangkuan Ryeowook dengan manja.

Ryeowook mengulum senyum manisnya. “Ada apa Hyunkie?” Tanya Ryeowook sambil mengelus rambut aegya-nya yang lembut dan hitam itu.

Anak berkepala jamur itu mendongakkan kepalanya menatap eommanya, menatap mata caramel Ryeowook.

“Eomma ..” cicitnya manja.

“Iya Hyunkie?” Tanya Ryeowook penasaran.

“Eomma, kapan Appa pulang?” Tanya Hyunkie dengan wajah polosnya.

DEG

Senyum Ryeowook langsung hilang mendengar pertanyaan aegya-nya itu.

Pertanyaan itu. Pertanyaan yang sangat menohok relung hatinya. Pertanyaan yang sangat ia ingin tak dengarkan. Itu pertanyaan yang akan membawanya untuk mengingat masa lalu yang susah payah ia rapikan dari kehidupannya.

“Kapan eomma? Kapan appa pulang? Aku ingin bermain dengannya, eomma.” Ujar Hyunkie dengan rasa penasarannya yang membeludak.

Ryeowook mengembangkan senyumnya dengan terpaksa mendengar penuturan aegya-nya yang belum mengerti apa – apa, Ayoolaah .. Hyunki baru berumur 4 tahun, itu saja belum genap, masih kurang 3 bulan lagi.

Ryeowook mengacak poni mangkok Hyunkie dengan gemas.

“Appa akan pulang, akan pulang secepatnya.” Ujar Ryeowook berdusta.

Hyunkie menatap Ryeowook dengan terkejut. “Jinja? Benarkah itu eomma?” tanay Hyunkie antusias. Ryeowook tersenyum getir, lalu menganggukan kepalanya pertanda iya.

“Yeeeeeeeee .. Appa-ku akan pulang. Jadi, teman – temanku tak akan menertawaiku jika bermain dengan mereka. Aku akan mengajak appa mengambil raporku, menemaniku bermain di taman, piknik bersama – sama eomma dan aku, membeli mobil – mobilan dan robot di toko mainan, membeli es krim jumbo rasa coklat untuk kita bertiga, dan .. euuung .. apalgi ya???” ujarnya dengan riang gembira.

Sedangka Aegya-nya tengah mempersiapkan semuanya dengan riang gembira, Ryeowook hanya bisa menatap sayu anaknya itu.

“Ah, eomma. Apa appa itu tampan sepertiku?” tanyanya dengan kenarsisannya.

“Appa? Tentu saja appa tampan, appa sangat tampan.” Ujar ryeowook dengan menatap langit sore dengan pandangan mata kerinduan, kesedihan.

“Uwaaaah .. Jinja?? Tampan mana appa dengan aku, eomma?” tanyanya lagi dengan kenarsisannya.

Ryeowook terkekeh geli dengan sikap anaknya ini. Ryeowook menaruh jari telunjuknya ke dagunya, lalu mengetuk – ngetukkannya. “Tampanan mana ya???” goda Ryeowook.

“Aiss .. cepatlah eomma! Cepat jawab Hyunkie!” desak anaknya dengan tak sabaran.

“Heheh, mian ne. Euung, tentu saja Hyunkie dan appa sama tampannya.” Ujar Ryeowook blak – blakan.

“Hah??? Tidak boleh, harus ada yang lebih tampan!” ujar Hyunkie ngotot.

Mendegar penuturan aegya-nya, Ryeowook tertawa geli.

“Ayo pulang Hyunkie, sudah hampir gelap.” Ujar Ryeowook sambil menurunkan Hyunkie dari pangkuannya.

“Ah .. eomma. Aku masih ingin disini. Lebih lama lagi, ne?” tawar Hyunkie.

Ryeowook berjongkok di depan Hyunkie, lalu merapikan ikatan tali sepatu Hyunkie. “Andwae, angin malam musim gugur bisa membuatmu sakit.” Ujarnya dengan lembut.

“Aku kuat, aku tak akan sakit eomma.” Alibinya.

“Bagaimana kalau saat appa pulang, kau sakit? Hah .. pasti rencanamu berantakan.” Bujuk Ryeowook.

“ANDWAE …. AKU TAK INGIN SAKIT !!” pekiknya dengan keras. “Heheh, ayo pulang eomma. Jangan terlalu lama disini, nanti kau sakit.” Ujar Hyunkie dengan semangat sambil menggandeng tangan Ryeowook.

Ryeowook tersenyum tipis melihat kelakuan anaknya.

‘Maafkan eomma chagi .. maaf, eomma harus berbohong.’ Innernya sedih.

.

.

.

.

Dari kepala hingga ujung kaki semuanya basah

Air mata yang mengalir karenamu

Apa yang harus kulakukan mulai sekarang, hatiku sudah merasa sakit,
seperti tusukan dalam kenangan

(G.Na – Without You)

.

.

.

.

“Eomma .. eomma … ireona eomma … eomma ..” suara itu terus bergema sepanjang perjalanan Kibum dibawa ke rumah sakit.

“Kalian disini, biar dokter yang menanganinya.” Ujar perawat memerintah, lalu menutup pintu.

Yunho terduduk lemas di bangku. Ahra menangis di pelukan suaminya, dan Kyuhyun? Ia hanya bias menatap pintu dengan sayu.

“Hah .. hah .. hah ..” suara hembusan nafas tersengal – sengal milik Sungmin karena kelelahan berlari.

“Mian .. mian baru sampai sekarang. Bagaimana keadaan eomma? Apa ia baik – baik saja?” tanya Sungmin dengan nada khawatir.

Yunho menundukkan kepalanya.

“Bagaimana keadaannya Kyu?” tanyanya sambil mengguncangkan badan suaminya. Kyuhyun hanya diam seribu bahasa.

“Eonnie, apa yang sebenarnya terjadi disini? Bagaimana keadaan eomma?” Tanya Sungmin semakin panik.

Ahra menatap sayu Sungmin.

Setalah beberapa lama menunggu. Terbukalah pintu kamar rumah sakit yang ditempati Kibum. Dan keluarlah dokter setengah baya.

Mereka semua langsung menghambur ke dokter itu.

“Bagaimana keadaannya?” Tanya mereka serempak.

“Siapa disini yang bernama Kyuhyun?” Tanya dokter itu dengan serius.

“A..aku Kyuhyun, ada apa dok?” Tanya Kyuhyun bingung.

“Ia terus memanggilmu, ia ingin bicara denganmu. Masuklah!” Ujar dokter itu menjelaskan.

“Dan cukup Kyuhyun saja yang masuk, lainnya diluar saja. Terlalu banyak orang, mungkin bisa membuatnya semakin memburuk.” Ujar dokter itu menasehati.

.

.

.

.

Terkadang saat hujan mengguyur

Seseorang yang kembali aku pikirkan

Kerinduan hati terdalam tidak pernah berhenti

Berdiri dalam guyuran hujan yang lebat

Jika air mata akan berhenti

Aku mungkin satu-satunya yang merasa sakit

(Melody Day feat Ravi of VIXX – When It Rains)

.

.

.

.

Kyuhyun membuka pintu dengan hati – hati, lalu ia menatap eomma-nya yang terbaring lemah diranjang.

“Kyu ..” cicit eomma-nya dengan lemah.

“Kemarilah Kyu ..” lanjutnya lagi dengan lemah. Kyuhyun mengangguk, lalu segera duduk di samping ranjnag eomma-nya.

“Ada apa eomma? Apa kau baik – baik saja?” Tanya Kyuhyun.

Eommanya mengangguk lemah sambil mencoba tersenyum. “Gwenchana.” Ujarnya lemah. Lalu, ia mengambil tangan Kyuhyun, lalu dipegangnya dengan erat.

“Kyu ..” cicitnya.

“Ne, eomma?” jawab Kyuhyun.

“Apa kau mau mengabulkan permintaan kecil eomma?” tanyanya.

Kyuhyun mengangguk.

“Apakah benar itu?” tanyanya memastikan kembali.

“Ne eomma. Aku akan mengabulkannya.” Jawab Kyuhyun tegas.

Kibum tersenyum mendengar jawaban putranya.

“Bawa Ryeowook kembali! Cari dia Kyuhyun!” ujar eommanya dengan maat berkaca – kaca.

DEG

Kyuhyun membelalakkan matanya. Sudah lama ia tak pernah mendengar nama itu. Sudah sangat lama. Entahlah.

“Eomma mohon, cari dia Kyuhyun! Cari ryeowook. Eomma sangat merasa bersalah pada Kangin dan juga Leeteuk, terutama dengan Ryeowook. Eomma mohon, bawa dia pulang. Ini permintaan eomma yang terakhir, setelah ini eomma tak akan meminta apa – apa lagi padamu Kyuhyun.” Ujar eommanya dengan linangan air mata.

“Eomma ..” cicit Kyuhyun.

“Eomma memohon padamu Kyu. Setiap malam eomma tak bisa tidur dengan nyenyak, eomma selalu memimpikannya. Eomma mohon padamu Kyu!” pintanya lagi dengan linangan air mata.

“Eomma mohon Kyu.”

“Eomma mohon Kyu.”

“Bawa Ryeowook kembali. Eomma ingin melihatnya.”

“Eomma mohon ..”

Kibum menangis dengan menggenggam tanagn Kyuhyun erat, sedangkan Kyuhyun hanya bisa menatap lurus kamar itu dengan pandangan yang sulit diartikan.

.

.

.

.

Sekarang aku tak bisa memutar balik segalanya tapi hanya kenangan yang tersisa

Akan ada baiknya jika aku dapat mendekatimu seiring berjalannya waktu

(Ailee – Ice Flower)

.

.

.

.

Kyuhyun keluar dari kamar dengan ekpressi yang sulit untuk dibaca, antara sedih atau kecewa atau mungkin dan tertekan. Entahlah.

“Bagaimana keadaannya?” Tanya Sungmin.

Kyuhyun hanya tersenyum simpul.

“Masuklah, aku harus menyendiri dahulu.” Ujar Kyuhyun lembut, lalu meninggalkan mereka dengan beribu pertanyaan berkecamuk di pikiran mereka.

.

.

.

.

Diam-diam satu hari berakhir lagi, seperti itulah kehidupanku

Aku tak bisa berbuat apa-apa, yang tersisa hanyalah kenangan

Akan ada baiknya jika aku bisa mencinta lagi seiring berjalannya waktu

(Ailee – Ice Flower)

.

.

.

.

Kyuhyun duduk termenung di bangku taman rumah sakit.

Ia memikirkan permintaan eomma-nya yang menurutnya sangat sulit.

“Ahjussi, mau ini?” Tanya seorang anak laki – laki yang dengan tiba – tiba sudah berada di sampingnya dan menjulurkan sebuah coklat batang padanya.

Kyuhyun menolehkan kepalanya, melihat siapa yang menawarinya. Ia tersenyum simpul.

“Gomawo. Tapi, tak perlu, untukmu saja.” Ujar Kyuhuyun menolak dengan lembut.

“Anio ahjussi, kau terlihat begitu tertekan.” Ucap anak itu dengan polosnya.

Kyuhyun terkekeh, “apa begitu terlihat?” tanyanya.

“Sangat terlihat ahjussi! Makanlah ini, eommaku bilang coklat bisa menetralkan pikiran.” Ujar anak itu lagi.

“Gomawo, ne.” ujar Kyuhyun sambil mengacak – acak rambut anak kecil itu, lalu mengambil coklat batang itu dari tanagn anak kecil itu.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Kyuhyun.

“Oh, itu. Aku sedang menunggu eommaku ahjussi.” Ujarnya polos.

“Eommamu sakit?” tanya Kyuhyun mencoba menebak.

“Anio, kau salah ahjussi. Eommaku bekerja disini ahjussi.” Ujarnya dengan riang gembira.

“Oh, apa dia dokter atau perawat disini?” tanya Kyuhyun lagi.

“Hhihihi, anio. Kau salah lagi ahjussi.” Ujarnya sambil tertawa manis.

“Lalu?” Tanya Kyuhyun penasaran.

“Ahjussi, apa kau lihat lantai yang bersih ini?” tanyanya sambil menunjuk lantai.

“Ne?”

“Itu pekerjaan ibuku dan juga kawan – kawannya. Dia bekerja sebagai cleaning service di rumah sakit ini.” Ujarnya bangga.

Kyuhyun menatap tak percaya pada bocah di sampingnya ini, biasanya bocah seperti ini akan malu atau minder. Namun, bocah ini malah bangga.

“Eh? Kau sangat bangga dengannya?” Tanya Kyuhyun penasaran.

Mendengar penuturan Kyuhyun, bocah itu langsung mem-pout bibirnya kesal.

“Ahjussi, jangan memandang rendah pekerjaan eommaku ini! jika tak ada ibuku, rumah sakit ini akan kotor dan pasien yang sakit disini akan semakin sakit!” ujar bocah itu dengan kesal karena menganggap Kyuhyun merendahkan pekerjaan ibunya.

Kyuhyun tertawa geli mendengar penjelasan bocah cilik di sampingnya ini.

“Ah, ne. kau sangat pintar dan menggemaskan.” Ujar Kyuhyun sambil mencubit pipi bocah itu.

“Hyunkie …” panggil seseorang dengan berteriak dari kejauhan.

“Appa ..” gumam anak itu. Bocah itu menoleh ke asal suara dengan bahagia.

“Appa ..” teriaknya.

“Itu appamu?” Tanya Kyuhyun memastikan.

“Ne ahjussi.” Ujar bocah itu sambil menganggukan kepalanya.

Laki – laki berbadan tegap dengan lesung pipi dan senyum yang menawan.

“Hyunkie, ayo pulang. Eommamu sudah menunggumu dibawah.” Uajr laki – laki itu dengan lembut.

“Ah, ne appa.” Ucapnya dengan riang lalu langsung berlari keluar rumah sakit.

“Gomawo, telah menjaga Hyunkie.” Ujar laki – laki itu pada Kyuhyun.

“Oh, ne. Dia anak yang baik dan menggemaskan dan juga pintar.” ujar Kyuhyun jujur.

Tiba – tiba saja Hyunkie kembali lagi.

“Hosh .. hossh .. aku lupa ..” ujarnya dengan nafas tersengal – sengal.

“Gomawo ne ahjussi sudah menemaniku. Aku pulang dulu ne, eommaku sudah menungguku.” Ujarnya sambil membungkuk di hadapan Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum melihat kelakuan bocah itu. Ia sangat gemas dengannya.

“Ayo pulang Hyunkie.” Ujar laki – laki itu.

“Gendong ya?” pinta Hyunkie.

“Oh, ne. kemarilah.” Ujar laki – laki itu sambil berjongkok.

“YEEEE ……….. ” ujarnya dengan riang gembira.

“Eomma aku datang …” teriaknya dengan keras setelah berada di punggung laki – laki itu.

“Ahjussi .. selamat tinggal .. pai – pai ..” ujar Hyunkie sambil melambaikan tangannya pada Kyuhyun.

Kyuhyun membalas lambaian tangan Hyunkie dengan tersenyum.

Kyuhyun tersenyum manis sambil menatap kepergian 2 orang itu sampai bayangan mereka hilang ditelan lift.

“Bocah itu mengingatkan aku dengan seseorang.” Gumamnya.

~ TBC~

Yes! Akhirnya selesai. Apakah ini masih pendek cingu-deul? Kayaknya iya deh.

Aku ini mengerjakannya dengan diiringi badai sepanjang malam dan juga radio petir yang super cetar membahana xD wkwkkww

Oh iya, berhubung notebook saya masuk rumah sakit. Jadilah ff ini mungkin akan aku update seminggu sekali mungkin. Karena aku buatnya di computer, sedangkan jadwalku itu padet! #LemparAuthorUpil5Kg

Kalau notebook masih bisa dibawa ke sekolah, lha computer?? Mau ditaroh dimana???

Okay, iyu ajah dari saya.

Terima kasih buat semua yang udah review ^^

Review ne 😉

With Love! ~ Frisca

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect 4

Gambar

Pairing : KyuWook/Slight KyuMin, SiWook, SiMin

Genre : Romance, GS, Abal, Gaje, Failed, Hurt/Comfort, K+

Author : Frisca Freshtie

Cast :

  • Cho Kyuhyun (Namja)
  • Kim Ryeowook (Yeoja)
  • Lee Sungmin (Yeoja)
  • Choi Siwon (Namja)

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect

.

.

.

Saat aku memikirkan tentang waktu kita bersama yang tampak sangat indah untuk menjadi kenyataan

Aku menangis karena itulah satu-satunya cara untuk menemukanmu

Jika kamu akan menyakitiku, mengapa kamu datang sejak awal?

Aku merasa kamu tidak akan pernah kembali

Tapi aku ingin melihatmu sebentar lagi

(Kim Joo Na – I Can’t Live Without You)

.

.

.

Ryeowook mendekati gundukan tanah di bukit itu dengan mata berkaca – kaca. Lalu, ia meletakkan rangkaian bunga yang ia beli di jalan tadi di atas gundukan tanah itu.

“Eomma .. aku datang menjengukmu. Mian, aku baru menjengukmu sekarang eomma.” ujarnya dengan bibir bergetar sambil mengelus gundukan tanah itu.

“Eomma .. ternyata semua yang kau katakan salah eomma. Semuanya salah! Salah!” ujarnya dengan histeris.

“Ia tak pernah mencintaiku eomma! Tak pernah!”

“Melihatku saja ia jijik, mendengar suaraku saja ia tak suka, bahkan menyentuhnya-pun tabu bagiku eomma!”

“Eomma bilang, cinta akan tumbuh dengan seiringnya waktu! Eomma bilang cinta yang akan menuntunnya untuk mencintaiku. Eomma bilang, kasih sayang yang akan membawanya kepadaku! Tapi mana? Mana eomma yang benar???”

“8 bulan aku menikah dengannya, ia tak pernah melihatku. Aku ini hanya batu di tengah jalan yang perlu disingkirkan! Aku ini tak ada baginya! Aku hanya benalu dalam kehidupannya!”

“Eomma bilang dengan bertahan, benteng yang membatasi kami akan runtuh! Eomma bilang, jika kita sabar orang itu akan mengerti kita. Eomma bilang biarkan cinta mengalir apa adanya agar ia merasakannya! Tapi, semua ucapan eomma salah! Salah! Tak ada yang benar!” teriaknya histeris.

Kali ini hanya terdengar suara isakan – isakan kecil. Ia menatap langit sore itu.

“Eomma, aku ingin bertahan karena aku mencintainya. Namun, kini aku berada di titik paling bawah eomma. Ia memintaku untuk pergi dari kehidupannya.”

“Apa yang harus ku lakukan eomma?”

“Aku benar – benar mencintainya, walaupun ia tak mencintaiku. Aku hanya ingin berada di dekatnya. Apa yang harus ku lakukan eomma? Aku mohon, bantu aku eomma. Bantu aku.”

***

Ryeowook melepas sandalnya dan masuk ke rumah. Dan betapa kagetnya ryeowook ketika melihat Sungmin dan Kyuhyun duduk di sofa sambil menatapnya dengan tatapan serius (kyuhyun) dan seringaian licik (sungmin).

“Darimana saja kau?” tanya Sungmin.

“Euung, aku hanya keluar untuk menghirup udara segar eonni.” ucapnya pelan sambil menunduk, ia takut menatap mata Sungmin dna juga Kyuhyun.

“Mian. Maaf ne.” ujarnya takut – takut.

“Tanda tangani ini!” ujar Kyuhyun dengan ketus sambil melempar map biru berisi surat perceraian mereka.

Ryeowook membelalakkan matanya. Ia belum siap untuk berpisah dengan Kyuhyun, sangat belum siap.

“Cepat! Tanda tangani!” perintah Sungmin.

Ryeowook melangkahkan kakinya yang terasa berat untuk digunakan. Dengan menunduk, ia berjongkok dan mulai membaca surat itu. Matanya berkaca – kaca, ia benar – benar tak kuat membaca surat perceraian itu. Haruskah ia menandatangani surat ini? innernya.

Dengan linangan air mata, namun tak ada isakan Ryeowook menandatangani surat itu. Setelah selesai, ia langsung berlari ke kamarnya dan menutup pintunya.

Malam itu. Malam paling menyakitkan dan begitu pahit untuk Ryeowook. Ia menangis sejadi – jadinya di kamar. Bahkan ia menangis dengan tengkurap di kasur agar suara tangisannya tak terdengar oleh penghuni rumah.

.

.

.

Apa yang harus aku lakukan?

Apakah hanya kita yang tidak melakukannya?

Mungkin ada yang tidak beres dari awal

Bagaimana bisa mencintai seperti ini?

Ini sangat sulit, hari-hariku tanpamu

Sepanjang hari, aku merasa seperti aku bisa mati karena hatiku sakit

(Kim Joo Na – I Can’t Live Without You)

.

.

.

“Apa kau sudah gila, huh?” teriak Yunho kesal dengan keputusan anaknya.

“Anio appa. Tekadku sudah bulat.” ujar Kyuhyun mantap.

“Wae kyunnie? Dia gadis yang baik.” tanya eomma Kyuhyun.

“Ne. Dia gadis yang baik, tapi aku tak bisa bersamanya eomma.” ujar Kyuhyun.

“Keterlaluan! Lalu 8 bulan untukmu itu apa huh?” tanya Yunho dengan kesal.

Kyuhyun menunduk.

“Kenapa kau selalu bersikap semaumu Kyu?” tanya Ahra nonna dengan emosi.

Kyuhyun menatap nonna-nya tak percaya. Ahra membela Ryeowook?

“Nonna ..” cicit Kyuhyun.

“Aku tak bisa menolerir perbuatanmu yang ini Kyu!” ujar Ahra tegas.

“Pikirkan lagi Kyunnie, mungkin kau hanya terbawa emosi saja.” ujar eomma Kyuhyun menyadarkan aegya-nya.

“Anio eomma. Aku sudah memikirkannya dari dulu eomma.” ujar Kyuhyun mantap.

“Mwo?” ujar Ahra tak percaya.

“Kyuhyun! Jangan bertindak bodoh!” bentak appanya.

“Kalian ini kenapa? Dia bahkan sudah menandatangani surat perceraian kami!” ujar Kyuhyun sambil memperlihatkan suratnya.

“OMO !!!” ujar Ahra tak percaya lagi.

Appa Kyuhyun hanya bisa memijat pelipisnya. Ia tak habis pikir dengan pola pikir anaknya ini.

“Aiiigooo …. kau membuat eomma pusing Kyu.” ujar eomma Kyuhyun sambil memegangi kepalanya yang pusing.

“Chagia .. antarkan aku ke kamar sekarang.” pinta eomma Kyuhyun pada suaminya.

Appa Kyuhyun memapah eomma Kyuhyun ke kamarnya. Dan Ahra menatap tajam adiknya.

“Apa kau sudah puas sekarang Kyu?” tanya Ahra dengan kilatan mata amarah.

“Akan ku pastikan kau akan menyesal Kyu! Kau akan menyesal dengan keputusan yang kau pilih ini!” ujar Ahra dengan menatap tajam Kyuhyun, lalu berlalu pergi meninggalkan Kyuhyun sendiri dengan surat perceraian itu.

.

.

.

Aku menutup mataku tapi kamu masih di kepalaku

Aku tidak tahan lagi

Aku tidak tahu jika aku tidak pernah bisa bertemu kamu lagi

(Kim Joo Na – I Can’t Live Without You)

.

.

.

“Maka, dengan ini secara hukum kalian diresmikan berpisah.” ujar Hakim dengan tegas sambil memukul palu kayunya.

Sungmin tersenyum senang, sedangkan Kyuhyun .. entahlah aku tak bisa membaca ekpressinya.

Ryeowook menatap Kyuhyun, ia berharap Kyuhyun mengatakan selamat tinggal atau apapun itu. Namun harapan hanyalah harapan, Kyuhyun langsung pergi tanpa berkata apapun.

“Maafkan ahjussi, ne.” ujar appa Kyuhyun.

“Oh, ne ahjussi. Aku sudah memaafkannya.” ujar Ryeowook dengan kikuk.

“Tinggallah bersama kami saja Wookie, kau sudah ku anggap anakku sendiri.” ujar eomma Kyuhyun dengan berlinangan air mata.

“Anio ahjumma. Aku harus pergi. Aku ingin melanjutkan hidupku ini.” ujar Ryeowook mencoba tersenyum.

“Wae? Jebal Wookie, tinggallah bersama kami.” paksa eomma Kyuhyun.

“Eomma, jangan begini. Eomma tak boleh memaksanya, biarkan ia menjalani hidupnya sendiri. Sekarang ia sudah menjadi gadis dewasa eomma.” ujar Ahra menasehati eomma-nya.

“Gomawo eonni.” ujar Ryeowook.

“Gomawo ahjussi, kau membimbingku dengan baik dari kecil. Kau sudah ku anggap menjadi appa-ku sendiri.” ujar Ryeowook dengan mata berkaca – kaca sambil membungkuk.

“Gomawo ahjumma, kau eomma yang baik. Aku menyanyangimu seperti aku menyayangi diriku sendiri. Gamsahamnida.” ujar Ryeowook dengan berlinangan air mata.

“Ne, ne. Kemarilah ..” ujar eomma Kyuhyun menyuruh Ryeowook untuk memeluknya. Dengan segera Ryeowook memeluk eomma Kyuhyun dengan erat.

“Aku akan merindukanmu ahjumma.” lirih Ryeowook disela – sela pelukannya.

.

.

.

Awan ini tak kemana – mana. Hujan terus turun.

Aku pikir aku akan mencoba menghubungimu.

Dan aku berharap bahwa kau mendapatkan pesan ini.

Bahwa aku meninggalkan untukmu.

Karena aku benci bahwa kau pergi tanpa mendengar kata – kata yang ingin aku sampaikan padamu.

Dan aku berharap kau menemukannya, apa yang kau cari.

Dan semua yang kau impikan.

Aku berharap kau senang dimanapun kau berada. Hidupmu harus lebih baik.

Dan tidak ada yang berubah. Juga perasaanku.

Apakah aku harus menggantung di sekitar dan menunggu selamanya?

Kata – kata terakhir yang akan ku katakan.

Aku akan pergi untukmu.

(Miley Cyrus – I Hope You Find It)

.

.

.

Kyuhyun meremas surat yang ditinggalkan Ryeowook padanya dengan ekpressi yang .. entahlah, aku tak bisa membacanya.

.

.

.

Tidak peduli apa yang membuat kita terpisah

Tidak ada yang bisa menghentikanku

Apa yang harus aku lakukan?

Apa yang akan menjadi seperti apa diriku jika aku hidup tanpamu?

Jika kita memulainya lagi, aku akan lebih baik

(Kim Joo Na – I Can’t Live Without You)

.

.

.

Kyuhyun membuka pintu kamarnya, lalu menatap pintu kamar disebelahnya yang tertutup. Lalu, ia berdiri di depan pintu itu. Ia diam, ia hanya menatap pintu itu dengan nanar. Apa kau menyesal Kyu?

Kyuhyun menghembuskan nafas, lalu memutar gagang pintu kamar itu, kemudian terbukalah isi kamar itu. Kamar itu rapi seperti biasanya, bedanya sekarang sudah tak ada lagi penghuni yang menghuni kamar itu lagi. Lagi – lagi Kyuhyun menghembuskan nafasnya, lalu menutup pintu kamar itu.

Lalu, ia menatap dapur yang terhubung langsung dengan kamarnya. Biasanya pagi – pagi sekali Kyuhyun akan terbangun karena suara bising orang sibuk memasak di dapur. Lalu, setelah ia keluar kamar, ia akan disambut oleh gadis mungil yang masih memakai celemek dan menawarinya untuk mandi air panas. Lagi – lagi, Kyuhyun menghembuskan nafasnya.

~ TBC ~

Hai, chingu-deul. Mian ne ^^

Aku tahu ini pendek, tapi aku pengen nge-post ini. hehehe :p

Coment ne 😉

Gomawoyo

With Love! ~ Frisca

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect 3

Gambar

Pairing : KyuWook/Slight KyuMin, SiWook, SiMin

Genre : Romance, GS, Abal, Gaje, Failed, Hurt/Comfort, K+

Cast :

  • Cho Kyuhyun (Namja)
  • Kim Ryeowook (Yeoja)
  • Lee Sungmin (Yeoja)
  • Choi Siwon (Namja)

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect

.

.

.

Bahkan setelah waktu berlalu, masih tetap dirimu

Aku mencarimu, seseorang yang tersembunyi

Aku kembali memejamkan mataku hari ini

Tapi aku masih melihatmu

(Kim Na Young – What If It Was Going)

.

.

.

Ryeowook tengah menatap rintikan hujan dari jendela. Ia menatap kosong jalanan yang basah di luar jendela yang mengembun. Ia tengah menunggu kedatangan suaminya. Semenjak Sungmin pergi ke Paris, Kyuhyun seperti memberikan batas tembok yang sangat tinggi, walaupun sebenarnya setiap hari Kyuhyun selalu membatasi hubungan antara dia dan juga Ryeowook. Jangan bertanya kenapa, karena kalian akan menemukan alasannya setelah ini. Mari, ku ceritakan bagaimana semua ini dimulai.

Flashback

Keadaan rumah ini seperti rumah – rumah biasanya, namun ketegangan menyelimuti rumah ini.

“Anio Appa! Aku tak menerima perjodohan ini! Aku tak menerimanya!” bantah Kyuhyun dengan tegas.

“Wae?” tanya eomma-nya dengan lembut.

“Aku tak bisa menerima perjodohan ini eomma, aku mempunya gadis yang kucintai sendiri.” ujar Kyuhyun memelas.

“YAK … Dengar! Mau tak mau kau harus tetap menerima perjodohan ini! Appa dan eomma sudah berjanji pada keluarga Kim, dna kau tahu bahwa keluarga Cho tak pernah mengingkari janjinya! Apa kau mengerti itu?” jelas Tuan Cho dengan membentak.

“Kalian hanya tinggal membatalkannya dan bicara baik – baik pada mereka. Aku mohon batalkan acara perjodohan ini appa.” pinta Kyuhyun.

“Tidak bisa. Ini sudah menjadi keputusan appa dan eomma dna kau tak bisa merubahnya Kyuhyun!” ujar Tuan Cho dengan tegas.

“Tapi aku mencintai gadis lain appa!” bentak Kyuhyun.

“Cih! Persetan dengan itu! Appa dan eomma menikah juga karena orang tua dan kami baik – baik saja.” ujar Tuan Cho tetap bersikeras dengan apa yang dipegangnya.

“Appa!” bentak Kyuhyun frustasi.

“Chagia, haluslah sedikit.” ujar Nyonya Cho menenangkan.

“Anak seperti ini tak bisa dihalusi, kau jangan memanjakannya terus! Dengar Kyuhyun, putuskan gadismu itu dna menikahlah dengan anak semata wayang keluarga Kim!” ujar Tuan Cho.

“Aku tak bisa memutuskannya appa.” ujar Kyuhyun.

“Wae Kyunnie?” tanya eomma tak mengerti.

Kyuhyun mengambil nafas sebentar. “Aku sudah menikah dengannya appa.” ujar Kyuhyun pelan.

“MWO ????” ujar Tuan Cho tak percaya dan juga geram.

“Wae? Kenapa kau tak memberi tahu kami Kyunnie?” tanya eomma-nya kecewa dengan apa yang sudah dilakukan aegya-nya.

“Mian. Aku tahu kalian tak akan merestui hubungan kami, jadi kami menikah tanpa persetujuan kalian.” ujar Kyuhyun lagi.

Tanpa basa – basi lagi, Tuan Cho melemparkan bogem mentah pada Kyuhyun. Ia sangat emosi dengan apa yang telah dilakukan anaknya itu.

“Yeobo ..” teriak Nyonya Cho lalu menghampiri Kyuhyun yang tersungkur di lantai.

“Walaupun appa membunuhku, aku tak akan melepaskan Sungmin.” ujar Kyuhyun tegas.

“Kyunnie ..” lirih eomma-nya sedih.

“Dasar anak tak tahu diri!” ujar Tuan Cho geram dan bersiap memberi Kyuhyun bogem mentah lagi.

“Appa, kenapa kau memaksakan kehendakmu seperti ini? Lebih baik, tenang dulu ne. Aku akan berbicara dengannya.” ujar Ahra, kakak Kyuhyun dengan lembut sambil melemaskan tangan appa-nya itu.

Akhirnya terjadilah perbincangan antara kakak adik ini.

“Kyuhyun, apa kau benar – benar tak mau melepaskan Sungmin?” tanya Ahra serius.

“Ne, nonna.” ujarnya mantap.

“Apa kau tak mau membahagiakan eomma dan juga appa yang telah membesarkanmu ini dengan menikahi anak keluarga Kim itu?” tanya Ahra.

“Anio nonna, aku ingin membahagiakan eomma dan juga appa. Hanya saja bukan seperti ini caranya.” ujar Kyuhyun.

“Ah, ne. Nonna tahu itu. Namun, cobalah.” pinta Ahra.

“Anio nonna, aku tak mau.” ujar Kyuhyun mempertahankan pendapatnya.

“Begini saja, terimalah perjodohan ini.” ujar Ahra.

“Anio nonna, aku akan kehilangan Sungmin, gadis yang kucintai.” ujar Kyuhyun sedih.

“Anio. Kau akan menikah dengan anak keluarga Kim itu tanpa melepas Sungmin.” ujar Ahra mantap.

“Mwo?” tanya Kyuhyun tak percaya.

“Jadikan anak keluarga Kim itu istri keduamu.” jawab Ahra mantap, tanpa keraguan di suaranya.

.

.

.

Rasanya seperti musim semi tidak akan muncul

Tapi bahkan setelah musim semi tiba, saat dinginku telah membeku

Kamu seperti itu, kamu seperti angin

Semakin aku mencoba untuk menangkapmu, semakin kamu menyebar jauh

(Eun Ga Eun – Sad Wind)

.

.

.

[ Di rumah keluarga Kim ]

Rumah itu terlihat sederhana. Namun rumah itu sangat bersih dan rapi.

“Eomma, kenapa harus memakai ini?” tanya Ryeowook heran yang tengah disisir rambutnya oleh eomma-nya.

“Akan ada tamu spesial malam ini chagi ..” ujar eomma-nya lembut.

“Oh begitu.” ujar Ryeowook dengan manggut – manggut.

Ting tong

“Nah, itu mereka datang.” ucap eomma-nya senang.

“Nugu?” tanya Ryeowook heran.

“Ayo, keluar sekarang.” ujar eomma-nya tak memperdulikan kebingungan Ryeowook.

***

“Ah, kalian sudah sampai?” ujar eomma Ryeowook heran.

“Hahahah, tentu saja. Kami sudah tak sabar.” ujar eomma Kyuhyun dengan antusias.

“Anyeong Kim ahjumma.” ujar Ahra dengan sopan.

“Anyeong. Ini?”

“Ah, Ahra imnida.” ujar Ahra dengan membungkuk.

“Oh, sekarang kau sudah menjadi gadis dewasa yang sangat cantik.” puji eomma Ryeowook.

“Jangan terlalu memuji ahjumma.” ujar Ahra rendah diri.

“Anio, kau sangat cantik.” ucap eomma Ryeowook.

“Kyuhyun perkenalkan dirimu.” perintah appa Kyuhyun.

“An, ne appa.” Kyuhyun menatap eomma Ryeowook. “Kyuhyun imnida.” ujar Kyuhyun dengan membungkuk.

“Omo .. kau sekarang sangat tampan Kyunnie. Ahjumma masih ingat saat kau merengek minta dibelikan balon yang sama dengan Wookie dulu.” ujar eomma Ryeowook gembira.

“Wookie?” gumam Kyuhyun tak mengerti.

“Apa kita boleh masuk?” tanya appa Kyuhyun dengan nada bercanda.

“Hahhahaah .. mian ne. Aku sampai lupa untuk mempersilahkan kalian masuk. Ayo masuk ke dalam semuanya.” ajak eomma Ryeowook.

Akhirnya mereka duduk.

“Sebentar ne. Aku akan membuatkan minuman.” ujar eomma Ryeowook.

“Ah Teukkie, aku ingin membantumu.” ujar eomma Kyuhyun.

“Oh, tentu Bummie. Ayo ke dapur.” ujar eomma Ryeowook dengan riang.

Sepeninggal mereka berdua, Ahra sibuk menatap interior rumah ini. Ia sangat mengagumi interior-nya.

“Sangat bagus, eoh?” tanya appa-nya.

“Eh, ne appa.” ujar Ahra kikuk.

“Kangin adalah arsitek paling baik .. dan sahabat yang bisa mengerti keadaan orang lain.” ujar appa-nya dengan mata menerawang.

“Kyuhyun, kau harus melakukannya dengan baik. Jangan mengecawakan appa ne? Ini permintaan Kangin ahjussi dulu.” ujar appa-nya dengan serius pada Kyuhyun yang sibuk dengan psp-nya.

“Ne appa.” ujar Kyuhyun.

“Eomma .. ” panggil seseorang dengan suara tenor-nya.

“Eh ..” ujar Ryeowook dengan kaget saat melihat tamunya sudah duduk manis di ruang tamu.

Ahra dan appa-nya sampai terkekeh geli melihat kelakuan Ryeowook.

Melndengar kegaduhan, Kyuhyun mendongakkan kepalanya dan tatapan matanya bertemu dengan mata caramel Ryeowook. Ryeowook terpaku, mata hitam Kyuhyun seperti menghipnotisnya. Kyuhyun mengalihkan perhatiannya ke psp-nay lagi, sedangkan Ryeowook masih memandang Kyuhyun dengan tatapan kagum.

“Ryeowook?” panggil appa Kyuhyun.

“Ah, eh .. ne ahjussi?” ucap Ryeowook tersadar dari lamunannya.

“Kemarilah. Duduk di samping ahjussi.” ujar appa Kyuhyun sambil menepuk – nepuk sofa di sampingnya.

“Eh .. oh ne ahjussi.” ujarnya patuh, lalu duduk di samping appa Kyuhyun.

Ryeowook melirik Kyuhyun yang masih khusyu’ memainkan psp-nya.

“Kau masih ingat ahjussi?” tanya appa Kyuhyun.

“Eh .. euung ..” Ryeowook menggelengkan kepalanya tanda tak tahu.

“Kau tak ingat? Jinjja? Aku Yunho ahjussi yang dulu sering menggendongmu jika kau rindu appa-mu.” ujar appa Kyuhyun mengingatkan.

Ryeowook memutar matanya, tanda berpikir. “Oh .. ahjussi yang sering menjemputku sepulang sekolah dan sering membelikanku es krim.” ujar Ryeowook dengan riang.

“Kau ingat, eoh?” ucap appa Kyuhyun dengan terkekeh geli.

“Tentu aku ingat ahjussi. Kau suka sekali membelikan aku es krim coklat lebih dari satu sampai – sampai eomma memarahi ahjussi. Hehe.” ucap Ryeowook.

“Minuman datang ..” ucap eomma Kyuhyun dan Ryeowook bersama – sama.

“Eh, Wookie kau sudah disini?” tanya eomma-nya heran.

“Hehe, ne eomma.” ujar Ryeowook dengan deretan gigi putihnya.

SKIP

Setelah perbincangan yang sangat lama. Akhirnya inti dari semua itu-pun terucapkan.

“Jadi begini Leeteuk. Beberapa tahun yang lalu, aku mempunyai sebuah janji kecil dengan Kangin, suamimu. Dan hari ini aku akan menepatinya. Aku ingin melamar anakmu dengan anakku, Cho Kyuhyun. Apa kau menerimanya?” tanya Yunho dengan serius.

“Aku tak tahu Yunho. Biarkan Ryeowook yang menjawab.” ujar Leeteuk bijaksana.

“Bagaimana Ryeowook, apa kau menerimanya?” tanya Yunho. Ryeowook meremas tangannya.

“Euung .. anu .. itu .. eung .. karena itu adalah janji. Maka aku .. aku .. eung .. aku .. itu .. eung … menerimanya.” ujar Ryeowook dengan gugup.

.

.

.

Aku terus memikirkan alasan kenapa aku tidak bisa membiarkanmu pergi

Hatiku yang keras tidak akan membiarkanmu pergi

Aku tidak bisa meninggalkanmu, aku tidak bisa menghapusmu

Sekarang aku hanya memiliki tangis yang mudah

(Eun Ga Eun – Sad Wind)

.

.

.

Ryeowook melirik Kyuhyun yang berada di sampingnya yang mengenakan tuxedo putih yang sangat pas dengan tubh proporsionalnya. Ryeowook mengulum senyum manisnya, ia sangat senang bisa menjadi Nyonya Cho.

“Apakah Anda, Kim Ryeowook bersedia untuk mengambil dia, Cho Kyuhyun sebagai suami yang sah, selama masa hidup Anda berdua? Bersediakah Anda nona Kim Ryeowook?” tanya sang pendeta pada Ryeowook.

“Nde. Aku bersedia.” ujar Ryeowook

***

“Jadi, gadis ini yang diminta menjadi istrimu?” tanya Sungmin dengan sarkastik.

“Aku ingin tidur.” ujar Kyuhyun dingin, lalu masuk ke kamarnya.

“Kyu ..” cicit Ryeowook.

“Kenapa kau mengikutiku?” tanya Kyuhyun ketus.

“Kau bilang kau ingin tidur.” ujar Ryeowook dengan sedikit takut.

“Dengar! Aku tak mencintaimu. Pernikahan ini hanya karena janji bodoh orang tua kita. Dan jangan berharap lebih padaku. Aku tak akan menyentuhmu!” ujar Kyuhyun tanpa perasaan dan masuk ke kamarnya.

Mata Ryeowook berkaca – kaca, ia tak akan menyangka diperlakukan oleh suaminya seperti ini.

“Hah, kau lihat itu? Jangan berharap lebih pada Kyuhyun Oppa, karena cintanya hanya untuk aku seorang!” ucap Sungmin lalu ikut masuk ke kamar dan menutup pintu dengan keras.

Ryeowook jatuh terduduk karena tak kuat. Ia benar – benar tak menyangka akan seperti ini jadinya.

Flashback End

.

.

.

Setiap air mataku, setiap rasa rindu

Aku tidak memiliki tempat untuk menempatkannya, mereka mengalir dari mataku

Bahkan ketika aku tahu aku tidak bisa dimiliki olehmu

Aku menunggu seperti kesedihan kemarin

(Eun Ga Eun – Sad Wind)

.

.

.

Ryeowook menatap jam dinding dengan tatapan tak tenang. Ini sudah jam 1 pagi, namun suaminya masih belum juga pulang. Ia sangat gelisah.

Terdengar pintu terbuka. Ryeowook mengembangkan senyumnya, akhirnya suaminya pulang.

“Oppa sudah pulang, eoh. Oppa …” ujarnya kaget melihat keadaan suaminya yang berantakan. Bahkan di kemejanya terdapat kecupan bibir yang dipoles dengan lipstik merah darah.

“Oppa .. wae?” tanyanya kecewa sambil memegang lengan Kyuhyun.

“Singkirkan tanganmu itu dariku!” ujarnya kasar dengan menyibakkan tangannya.

“Oppa ..” cicit Ryeowook lemah.

“Wae oppa?” cicitnya lagi.

“Ck! Menyebalkan. Lebih baik aku pergi lagi saja.” ujarnya ketus lalu membalikkan badannya. Mendengar itu Ryeowook membelalakkan matanya.

“Anio oppa, jangan pergi oppa. Jangan .. ku mohon padamu oppa. Jangan pergi ..” ucap Ryeowook sambil memeluk Kyuhyun dari belakang.

“Lepaskan tanganmu ini!” ujar Kyuhyun dingin.

“Anio oppa. Aku tak akan melepaskannya jika oppa tak jadi untuk pergi lagi. Jangan pergi oppa. Jangan ..” ujar Ryeowook.

“Menyebalkan. Dengar! Apa kau tak tahu betapa tak sukanya aku berada di sampingmu?” ujar Kyuhyun tanpa perasaan.

Tangan Ryeowook melemas. Yang dikatakan Kyuhyun tadi sungguh menyakitinya.

.

.

.

 

Kata-kata yang tidak bisa kuungkapkan, kata-kata yang ku sembunyikan di dalam bibirku

Aku menelannya dan mereka hidup sebagai tangisan

Meskipun aku hidup seperti itu, meskipun aku sakit seperti itu

Tolong tersenyum, bagiku juga

(Eun Ga Eun – Sad Wind)

.

.

.

Ryeowook memandang ruangan yang remang – remang ini dengan sedikit was – was. Walaupun banyak orang, namun ia tahu bahwa orang yang ada disini semuanya tak baik. Dengan tarian erotis mereka, apakah itu yang disebut baik?

Ryeowook membelalakkan matanya saat melihat Kyuhyun tengah bermesraan dengan 2 yeoja yang berdandan seksi.

“Oppa ..” panggilnya.

Mendengar itu Kyuhyun mendecak kesal.

“Apa yang kau lakukan disini huh?” tanya Kyuhyun kesal.

“Ini sudah jam 2 oppa, ayo pulang.” ucap Ryeowook dengan bibir bergetar.

“Shireo! Aku tak mau!” ucap Kyuhyun tegas.

“Oppa, aku mohon padamu oppa. Oppa sudah menjadi kepala rumah tangga. Tak baik jika oppa bermain disini dan jika Sungmin eonnie tahu ini, bagaimana? Dia pasti sangat sedih oppa, dan juga aku.” ujarnya dengan menahan tangisannya agar tak keluar.

“Apa perdulimu? Pulanglah! Jangan ganggu aku!” bentak Kyuhyun.

“Oppa, aku mohon oppa. Jangan bermain dengan mereka. Jangan sentuh mereka. Oppa ini sudah mempunyai istri.” ujar Ryeowook dengan bibir bergetar.

“Memangnya kenapa jika aku menyentuh mereka?” ujar Kyuhyun.

Ryeowook menundukkan kepalanya, air matanya keluar. “Oppa, jebal … bahkan kau tak pernah menyentuhku.” ucap Ryeowook pelan, namun masih bisa didengar oleh Kyuhyun.

“Oh begitu. Kau minta disentuh, eoh?”

.

.

.

Kalau saja

Kalau saja aku melangkah pergi

Maukah kamu ada di sisiku?

Kalau saja aku melakukannya, bagaimana jadinya?

(Kim Na Young – What If It Was Going)

.

.

.

“Ah .. appo oppa .. ah … ah .. ah .. oppa .. appo .. sakiiiit …. aaah …” jerit Ryeowook karena kesakitan.

Kyuhyun menindihnya, namun kedua tangannya bertumpu, sedangkan Ryeowook di bawah.

Kyuhyun menyeringai. “Kau bilang ingin disentuh, eoh?”

“Saaakiiit oppa … appo … ah ….. berhenti oppa …” jeritnya.

Walaupun Kyuhyun nyata – nyata melihat Ryeowook kesakitan dan bahkan mendengarnya juga. Kyuhyun malah semakin cepat dan bernafsu memasukan juniornya pada tubuh Ryeowook.

***

Ryeowook keluar dari kamarnya dengan jalan yang bisa kalian bayangkan. Sedikit demi sedikit ia melangkah, ia meringis menahan sakit di bagian bawahnya.

“Aku sudah memikirkannya.” ucap Kyuhyun yang duduk di kursi diterangi lampu remang – remang.

Ryeowook menatap Kyuhyun. “Kita akan bercerai secepatnya.” ujar Kyuhyun mantap.

~ TBC ~

Fiuuuuuh #NgelapKeringet

Akhirnya kelar juga. Gimana chingu-deul ???

Adakah yang nangis gulung – gulung dengan part ini ????  Wkwkkwkkw

Comment ne ^^

Gamsahamnida

With love ! ~ Frisca

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect 2

Gambar

Pairing : KyuWook/Slight KyuMin, SiWook, SiMin

Genre : Romance, GS, Abal, Gaje, Failed, Hurt/Comfort, K+

Cast :

  • Cho Kyuhyun (Namja)
  • Kim Ryeowook (Yeoja)
  • Lee Sungmin (Yeoja)
  • Choi Siwon (Namja)

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect

.

.

.

Bisakah kamu mendengar suaraku sekarang

Hatiku selalu mencarimu

Jika aku memanggil, akankah itu dirimu?

Jika seseorang menoleh ke belakang, aku bertanya-tanya apakah itu kamu

Aku memanggilmu setiap hari karena segala sesuatu di dunia terlihat seperti dirimu

(Jooyoung – Can You Hear Me)

.

.

.

“Wookie ..” panggil Sungmin dengan membentak.

“Ne eonnie. Mwo?” tanya Wookie dengan lembut.

Sungmin menarik lengan Wookie kasar dan membawanya ke kamar mandi. Lalu, ia menghidupkan air begitu saja. “Ada apa eonnie?” tanyanya bingung. Sungmin menjambak rambut panjang Wookie dengan kasar.

“Agh .. ah .. appo eonnie.” jerit Wookie kesakitan.

“Dengar! Besok aku berangkat ke Paris untuk bekerja selama seminggu disana. Dan kau, jangan pernah dekati Kyuhyun Oppa. Perlakukan dia seperti biasa, seperti saat aku di rumah ini. Arachi?” tanyanya dengan membentak.

“Ah, ne .. ne eonnie. Arachi eonnie. Ne.” ujarnya dengan menahan sakit.

“Jika kau melanggarnya, kau akan tahu akibatnya!” ujarnya kasar lalu pergi meninggalkan Wookie begitu saja.

Air masih mengalir dengan derasnya. Layaknya air itu, air mata Wookie membasahi pipinya yang sedikit chubby itu. Isakan demi isakan lolos begitu saja dari mulutnya. Dan sepertinya hanya air itu saja yang menjadi saksi bisu betapa Wookie bertahan untuk cinta bertepuk sebelah tangannya.

.

.

.

Kamu dapat melihat air mataku sekarang

Air mata di hatiku

Bercucuran ketika menatap, menetes ketika berpikir

Rasa sakitku terpancar dalam setiap napas

(Jooyoung – Can You Hear Me)

.

.

.

“Yeobo, aku akan berangkat ke Paris besok.” ujar Sungmin memecah keheningan makan malam di ruang makan itu. Kyuhyun menatap Sungmin dengan tak percaya, sedangkan Wookie hanya menunduk, menyembunyikan segala rasa yang ditanggungnya.

“Wae? Berapa lama?” tanya Kyuhyun yang menyiratkan bagaimana perhatiannya Kyuhyun pada istri pertamanya itu.

‘Oppa, kau begitu khawatir. Kau pasti sangat mencintai Sungmin eonnie. Apa kau pernah mengkhawatirkan aku walaupun hanya 1% dari 100%?’ inner Wookie sedih.

“Seminggu yeobo. Kenapa kau begitu khawatir? Bukankah ada Wookie? Dia kan istrimu juga.” ujar Sungmin sambil tersenyum palsu. Mendengar penuturan Sungmin, Wookie mendongakkan kepalanya. Ia begitu terkejut.

“Bagaimana Wookie, kau mau menjaga Kyuhyun oppa untuk eonnie-mu yang cantik ini kan?” tanya Sungmin dengan siratan mata meremehkan.

“Ah, itu .. eung, ne eonnie.” ujar Wookie gugup.

“Anak pintar.” ujar Sungmin.

“Aku selesai makan.” ujar Kyuhyun dingin, lalu meninggalkan ruang makan dan masuk ke kamarnya.

Dan betapa hancurnya hati Ryeowook melihat sikap yang ditunjukkan padanya oleh suaminya itu. Ia sangat hancur. Sangat.

“Hah! Kau lihat itu? Bahkan Kyuhyun oppa tak mengharapkanmu! Jadi, jangan berharap lebih padanya!” ujar Sungmin ketus dan segera menyusul suaminya.

1 bulir tetesan air mata jatuh dari pelupuk matanya.

‘Benar. Sungmin eonnie benar. Bahkan Kyuhyun oppa tak mengharapkanku, jadi aku tak boleh berharap lebih kan?” ujarnya sambil menyeka air matanya kasar.

.

.

.

Kamu tidak tahu, tidak tahu hatiku

Cintaku yang menyakitkan melukai hati

Hatiku patah

Hari demi hari, tahunku, menit, detik

Tampaknya terhenti

Rasanya seperti akulah yang menahanmu

(Jooyoung – Can You Hear Me)

.

.

.

Sungmin telah berangkat ke Paris, Kyuhyun yang mengantarnya sementara Ryeowook hanya diam dirumah, membersihkan rumah dan mengerjakan aktivitasnya seperti biasa. Bukannya ia tak menghargai Sungmin, hanya saja ia tahu kehadirannya disana tak di inginkan oleh keduanya. Ia cukup sadar diri.

Kyuhyun masuk ke dapur tanpa berkata apapun. Dari wajahnya bisa ditebak kalau ia sangat tak menginginkan Ryeowook berada di dapur. Ia melangkah dengan tanpa ekpressi.

“Ah, oppa sudah pulang?” tanya Wookie terkejut melihat Kyuhyun sudah berada di dapur. Kyuhyun hanya diam, ia terus berjalan menuju almari es.

“Oppa ingin apa? Oppa ingin minum?” tanya Wookie sambil membuntuti Kyuhyun dari belakang.

Kyuhyun diam, ia mengambil minuman botol dari kulkas dan meminumnya langsung.

“Bagaiman Sungmin eonnie tadi? Apakah ia baik – baik saja?” tanya Wookie.

Kyuhyun membalikkan badannya menatap Ryeowook, lalu ia memejamkan matanya sebentar.

“Dengar! Aku tak bisa mencintaimu sampai kapanpun! Jadi, jangan berharap lebih dariku!” ujar Kyuhyun dingin, lalu pergi meninggalkan Ryeowook dengan kehancuran hatinya.

“Aku tahu oppa, aku tahu. Kau tak akan bisa, tak akan bisa. Namun, aku hanya ingin mencoba.” lirih Ryeowook.

.

.

.

Maukah kamu kembali

Atau haruskah aku mengungkapkan hatiku yang berpura-pura bahwa aku gila

Jika aku bisa mendengar suara atau napasmu

Mungkin aku tidak bisa mengatakan apapun

(Jooyoung – Can You Hear Me)

.

.

.

Pagi itu hujan mengguyur bumi dengan pelannya. Ryeowook sedang memasak untuk suaminya. Ia tahu hari ini suaminya akan ada jadwal padat, jadi ia ingin membuatkan bekal untuk suaminya itu.
Kyuhyun baru bangun dari tidurnya. Ia keluar dari kamar sambil meregangkan tubuhnya.
“Ah .. oppa sudah bangun. Mandilah, aku sudah menyiapkan air panas untuk oppa mandi.” ujar Ryeowook ceria, sedangkan Kyuhyun hanya melenggang pergi ke kamar mandi tanpa menghiraukan Ryeowook.
Ryeowook menatap sayu punggung Kyuhyun yang hilang di balik pintu kamar mandi.
‘Aku bisa bertahan. Kata eomma, cinta bisa tumbuh dengan seiringnya waktu. Setidaknya aku harus mempercayainya.’ inner Ryeowook.
~ I’m Sorry, I Can’t Be Perfect ~
Kyuhyun keluar dari kamarnya dengan dasi yang berada dalam genggamannya.
“Chagia …” panggil Kyuhyun.
Ryeowook terkejut mendengar panggilan Kyuhyun, ‘Sungmin eonnie pergi, yang berada di rumah hanya dia seorang. Apakah panggilan itu untuknya?’ inner Ryeowook.
“Minnie ….” panggil Kyuhyun lagi.
Ryeowook tersenyum masam. “Seharusnya aku sadar diri.” lirihnya.
Ryeowook menghampiri Kyuhyun yang kebingungan dengan dasinya.
“Minnie ..” panggilnya lagi, namun maish fokus dengan dasinya.
“Oppa, Sungmin eonnie tak ada.” ujar Ryeowook dengan pelan. Kyuhyun menatap Ryeowook. “Ah, benar. Sial!” umpatnya karena kebodohannya.
“Mungkin aku bisa membantu oppa dengan dasi oppa.” ujar Ryeowook menawarkan bantuannya dengan menunduk.
“Ah, tak perlu. Aku bisa sendiri, sekretarisku juga bisa.” ujar Kyuhyun tak berperasaan, lalu melenggang pergi.
“Oppa, makan dulu ne.” ujar Ryeowook sambil mencekal lengan Kyuhyun. Kyuhyun melirik lengannya yang dipegang Ryeowook.
“Ah .. mian oppa. Aku tak bermaksud.” ujarnya menyadari kesalahannya karena memegang lengan Kyuhyun.
“Aku harus berangkat sekarang.” ujar Kyuhyun dingin.
“Kalau begitu, bawalah bekal ne? Aku sudah memasaknya untukmu.” pinta Ryeowook.
“Tak perlu, nanti aku makan dengan klienku.” ujar Kyuhyun dingin dan pergi meninggalkan Ryeowook.
Mata Ryeowook berkaca – kaca.
Ia menatap sayu punggung Kyuhyun yang mulai menjauh.
“Oppa, sebegitu bencinya kah kau padaku? pada perjodohan ini? pada pernikahan ini?” lirih Wookie.

~ TBC ~

Bagaimana chingu-deul? Apa membosankan? Atau apa?
Comment ne. ^^
Thank you so much.

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect

Gambar

(Foto ini aku dapet dari Google) #TakeABow

Gambar

Pairing : KyuWook/Slight KyuMin, Siwook, Simin

Genre : Romance, GS, Abal, Gaje, Failed, Hurt/Comfort, K+

Cast :

  • Cho Kyuhyun (Namja)
  • Kim Ryeowook (Yeoja)
  • Lee Sungmin (Yeoja)
  • Choi Siwon (Namja)

~@@@~

Aku tidak bisa melakukannya, melupakanmu

Aku tidak bisa melakukannya, tidak dapat melihatmu

Cinta ini lebih sulit dibanding kematian bagiku

Aku bahkan bahagia dengan penantian yang panjang

(K.Will – Until I Can Not Love)

.

.

.

.

“Ah .. ah .. oppa .. ne .. ne .. right there oppa. ah ..” suara desahan itu terus berputar dari sebelah ruangan gadis mungil yang tengah menatap sayu cincin pernikahannya. Matanya berkaca – kaca, namun tak ada cairan bening yang keluar.

“Aku harus kuat.” ujarnya meyakinkan sambil memegang erat jarinya manisnya.

.

.

.

Aku tidak bisa melakukannya, meski begitu jauh aku berlari

Aku hanya terus berputar-putar

Meskipun kamu tidak ada dan kamu tidak tersenyum padaku

Aku tidak pernah merasa sebahagia ini sebelumnya

(K.Will – Until I Can Not Love)

.

.

.

Tok tok

Gadis mungil itu segera membukakan pintu dengan tergesa – gesa walaupun sebenarnya ia baru tidur sebentar.

“Ah, eonnie? Wae?” ujarnya tak percaya.

“Buatkan aku 2 gelas kopi hangat, lalu bawakan ke kamarku!” ujarnya sedikit membentak.

“Ah, ne eonnie.” ujarnya dengan menundukkan kepalanya.

Gadis mungil itu segera berjalan menuju dapur dan membuatkan 2 kopi hangat. Setelah selesai membuatnya, ia segera menuju kamar sang wanita tadi yang menyuruhnya membuat kopi. Ia mengetuk pintu dengan lembut berharap sang pemilik kamar tak begitu terganggu.

“Eonnie, kopinya sudah siap.” ujarnya lembut.

“Masuklah.” ujar seseorang yang dipanggil ‘Eonnie’ oleh gadis mungil ini.

Dengan hati – hati, gadis mungil ini memutar gagang pintu dan membukanya secara perlahan.

Ia menatap sayu pemandangan yang ada di depannya. Matanya menyiratkan kesedihan, kekecewaan dan kerapuhan. Ia melihat suaminya tengah memeluk mesra wanita yang dipanggil ‘Eonnie’ yang tak lain adalah istri pertama suaminya. Iya, gadis mungil itu adalah istri kedua. Dan mereka berpelukan dengan keadaan telanjang, hanya dibalut 1 selimut besar.

“Apa yang kau lihat?” tanya eonnie-nay dengan ketus.

“Ah, anio eonnie.” ujarnya berbohong.

“Letakkan kopi itu di meja!” perintah eonni-nya.

“Ne, Sungmin eonnie.” ujarnya patuh.

.

.

.

Tidak begitu jauh cintaku, tidak begitu jauh hatiku

Perasaan sakitku, suatu hari nanti kamu akan melihat, juga

Meskipun menyakitkan dan cinta ini seperti racun bagiku

Lubuk hatiku dan pikiranku akan mengingatmu

Dan menunggumu

(K.Will – Until I Can Not Love)

.

.

.

Gadis mungil itu kini tengah menyiapkan sarapan pagi untuk yeobo dan eonnie-nya.

“Ah, chagi .. sini biarkan aku merapikan dasimu.” ujar Sungmin dengan gembira sambil menarik lengan Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum manis, lalu mengangguk menandakan bahwa ia mau.

Gadis itu menatap sedih pemandangan itu, walaupun setiap pagi ia selalu melihatnya. Namun, tak bisa dipungkiri kalau hatinya sangat sakit melihat itu. Ia sangat ingin melakukannya, sangat ingin.

“Nah, selesai yeobo.” ujar Sungmin ceria.

“Euung .. itu .. uhm .. euung .. sarapannya sudah siap.” ujar gadis itu dengan canggung, jika dilihat – lihat, ia seperti pembantu bukan seperti istri seorang presdir terkenal se-Korea Selatan.

.

.

.

Aku ingin mencintai, aku ingin memberikan segenap hatiku untukmu

Aku ingin hidup untukmu, waktu yang diberikan padaku

Jika itu cinta, aku tidak bisa membiarkan hal itu berakhir

Aku akan menunggu di sini seperti ini

Tidak peduli kapan, selama kamu datang kembali

(K.Will – Until I Can Not Love)

.

.

.

Gadis itu mencuci piring dan perlatan makan yang lain dengan berlinangan air mata. Isakannya begitu terdengar mengingat hanya ada dia di rumah, jadi ia tak akan takut untuk menumpahkan segalanya. Ia sakit, ia sangat sakit. Apakah ia tak bisa dilihat?

Flashback

“Wookie, kenalkan ini Kyuhyun, Cho Kyuhyun, calon suamimu.”

“Kami, kami sebenarnya kesini ingin meminang Ryeowook, apa kau bersedia untuk menjadi pasangan hidup anak kami ini, Cho Kyuhyun?”

“Apakah Anda bersedia untuk mengambil dia, Cho Kyuhyun sebagai suami yang sah, selama masa hidup Anda berdua? Bersediakah Anda nona Kim Ryeowook?” 

“Aku tak akan menyentuhmu! Jangan berharap lebih dengan pernikahan ini! Aku tak mencintaimu!”

“Sudah ku bilang aku tak mencintaimu, jadi apapun yang aku lakukan jangan pernah ikut campur!”

“Dengar! Kau hanya istri kedua Kyuhyun oppa. Jangan berharap lebih padanya, karena cintanya hanya untuk aku seorang.”

“Kyuhyun oppa tak mencintaimu, jadi lebih baik kau terima itu.”

“Jika bukan karena paksaan ayahnya, kau pasti sekarang bukan Nyonya Cho!”

Perkataan – perkataan itu terus berputar dalam otaknya. Memori – memorinya bermunculan, dari bagaimana pertama kali ia bertemu dengan Kyuhyun, bagaimana ia dilamar oleh keluarga Kyuhyun, bagaimana saat ia dan Kyuhyun mengucapkan janji suci di gereja, bagaimana Kyuhyun menolaknya, bagaimana cacian – cacian yang dikeluarkan oleh Sungmin atas cintanya yang bertepuk sebelah tangan.

“Eomma .. hiks .. aku akan .. hiks .. bertahan. Aku akan bertahan eomma .. hiks. Aku mencintainya ..”

~TBC~

Ah, cingu-deul. Ini ff kyuwook pertama Frisca. ^^ Mohon bantuannya. Comment ne 😉