I’m Sorry, I Can’t Be Perfect 7

Gambar\

Pairing : KyuWook/Slight KyuMin, SiWook, SiMin, HaeHyuk

Rate : K+ Genre : Romance, Genderswitch, Hurts/Comfort, Abal, Gaje, Failed

Author : Frisca Freshtie

Cast :

  1. Cho Kyuhyun (Namja)
  2. Kim Ryeowook (Yeoja)
  3. Lee Sungmin (Yeoja)
  4. Choi Siwon (Namja)
  5. Lee Hyukjae (Yeoja)
  6. Lee Donghae (Namja)

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect

.

.

.

.

Hati yang hampa.

Menulis rindu pada sehelai daun.

Adakah kau menungguku, dengan seribu lagu ragu?

 

Angin berharap membelai batu.

Hingga gerimis membalut malam.

Lusuh tertunduk, mengiringi sisa – sisa do’a.

Pada goresan di batu itu, yang kini tertanam kokoh di dasar laut ..

Membiru, sepanjang jalan.

.

.

.

.

Kyuhyun melajukan mobilnya ke sebuah kafe di pusat kota. Setelah sampai, ia langsung masuk ke kafe dengan tergesa – gesa.

“Bisakah aku menemui pemilik kafe ini?” Tanya Kyuhyun dengan tak sabaran pada penjaga kasir kafe.

“Ahjussi, tenanglah. Apa ahjussi sudah membuat janji dengan tuan Tan?” Tanya penjaga kasir itu setenang mungkin.

“Ppalli .. dimana pemilik kafe ini?” Tanya Kyuhyun dengan emosi memuncak sambil mencengkram kerah penjaga kasir itu. Entahlah, apa yang ia pikirkan. Setelah kembali bertamu ke rumah tetangga Ryeowook yang dulu untuk bertanya Ryeowook dulu bekerja dimana, Kyuhyun seperti kesetanan mengetahui Ryeowook bekerja di sebuah kafe sebagai penyanyi malam, dan kerap kali dilecehkan oleh banyak namja berhidung belang.

“Aku Tan Hanggeng! Pemilik kafe ini!” ucap seorang namja berbadan tegap dengan tegasnya dari belakang Kyuhyun.

Entah kerasukan apa, Kyuhyun segera mencengkram kerah namja itu tanpa basa – basi.

“Dimana Ryeowook? Katakan dimana kau sembunyikan dia?” teriak Kyuhyun kesetanan.

“Lepaskan tanganmu ini Tuan!” ujar namja itu dengan tegas.

Kyuhyun segera melepas cengkramannya dengan kesal. Namja itu merapikan bajunya yang kusut karena kelakuan Kyuhyun tadi.

“Dimana Ryeowook?” Tanya Kyuhyun lagi.

Namja itu menatap Kyuhyun dengan seringaian.

“Ada apa kau mencari gadis jalang itu, maksudku wanita jalang itu?” tanyanya dengan tatapan picik.

Kyuhyun melemparkan bogem mentahnya pada pipi mulus namja itu.

“Jangan pernah memanggil Ryeowook’ku dengan sebutan hina itu!” ancam Kyuhyun. Ryeowook’mu Kyu??? Sejak kapan kau mengakui Ryeowook sebagai milikmu? Padahal Ryeowook sekarang bukan milikmu lagi Kyu? Kau melepaskannya!

Namja itu mengelus pipinya dengan senyuman meremehkan. “Cih! Ryeowookmu? Siapa kau ini?” ujar namja itu.

“Aku .. aku ..” nada suara mulai ragu. Hah! Apa kau baru sadar kalau Ryeowook bukan milikmu lagi Kyu?

“Aku tak menyangka, wanita jalang itu bisa menjeratmu seperti ini! Dengar, lupakan dia! Lagipula disini masih banyak penyanyi yang lebih baik darinya, bahkan lebih sexy.” Ujar namja itu tanpa dosa sama sekali.

Lagi – lagi, Kyuhyun memberikan bogem mentah gratis pada namja itu.

“Berengsek kau! Sudah ku bilang jangan memanggilnya dengan sebutan hina itu!” ujar Kyuhyun emosi.

“Apa yang salah? Dia memang wanita jalang! Ia wanita yang tak punya harga diri! Dia hamil di luar nikah!” ujar namja itu enteng. Kyuhyun membelalakkan matanya, apa benar yang ia dengar itu?

“Dia bekerja untukku selama 3 bulan dulu, setelah itu ia ku pecat! Untuk apa aku memelihara gadis yang berbadan dua? Tak akan laku disini! Walaupun suaranya bagus, namun fisiknya. Ck! Sungguh disayangkan, gadis sepolos dia harus terenggut mahkotanya oleh pemuda yang berhasrat tinggi di luar sana.” ujar namja itu tanpa perasaan.

Kyuhyun menggertakan giginya, ia meremas tangannya dengan erat. Rasanya ia ingin sekali memukul mulut kotor itu.

“Ia memang cantik, dan eeer .. sexy tentunya. Bahkan, aku pernah sangat bernafsu untuk menidurinya. Namun, sayang. Ternyata bukan aku laki – laki beruntung yang bisa mendapatkan mahkotanya itu. Ternyata orang lain, sungguh sangat disayangkan. Aku tak tahu dibalik wajah polosnya, ia begitu nakal.” Ujar namja itu enteng.

Dengan emosi memuncak, Kyuhyun meninju perut namja itu dengan keras sampai namja itu jatuh tersungkur dan di sudut bibirnya keluar darah.

Namja itu menggertakan giginya. Ia sangat kesal dengan Kyuhyun.

“Tutup mulut kotormu itu, berengsek. Dimana Ryeowook?” ujar Kyuhyun sambil mencengkram kerah baju namja itu.

“Aku tak tahu!” ujar namja itu tegas.

“Dimana Ryeowook?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Aku tak tahu!” ujar namja itu lagi.

“Aku bertanya sekali lagi, dimana Ryeowook?” Tanya Kyuhyun mencoba tenang.

“Sudah kubilang, aku tak tahu!” ujar namja itu dengan keras.

“Setelah ku pecat, ia tak pernah kesini lagi! Bahkan, aku tak pernah lagi bertemu dengannya!” ujar namja itu.

Kyuhyun menatap mata namja itu, mencoba mencari kebohongan di sorot matanya, namun Kyuhyun tak menemukannya. Kyuhyun mendecih kesal. Ia lepaskan cengkraman tangannya.

Lalu, ia meninju namja itu lagi.

“Itu untuk panggilan hina yang kau buat untuk Ryeowook.” Ujar Kyuhyun.

Lalu, Kyuhyun kembali memberikan bogem mentahnya pada namja itu.

“Dan yang ini untuk pikiranmu yang mesum itu!” ujar Kyuhyun, lalu meninggalkan namja itu dengan tatapan bingung dan ketakutan milik mata para pengunjung.

.

.

.

.

Bercermin di malam hari.

Merajut sepi dalam hati.

Melihat diri dan debu, bercampur menjadi satu.

Bersetubuh dengan waktu.

 

Diriku masih terpaku di cermin.

Ketika bayang wajahku dulu hadir di sampingku.

Tersenyum lalu menangis, selalu begitu.

 

Benang biru akan kusulam satu persatu.

Untuk membuat langit baru yang lebih biru

.

.

.

.

Kyuhyun memberhentikan mobilnya di tengah jalan yang sepi, mengingat ini sudah menginjak jam 1 dini hari waktu setempat.

Kyuhyun keluar dari mobilnya, lalu berdiri di depan mobilnya. Ia memukul angin dengan kesal, lalu berteriak dengan keras.

“Aaaaaaaaaaaah …………..” teriak Kyuhyun.

“Ryeowook .. Kau ada dimana ???” tanyanya dengan teriakan keras.

Mata Kyuhyun mulai berkaca – kaca dan mulai meneteskan butiran – butiran tangisan yang membasahi pipinya.

Kyuhyun jatuh terduduk di jalan. Hujan mulai turun, seperti mengiringi kesedihan hati Kyuhyun.

“Ryeowook .. mianhae .. mianhae .. neomu mianhae ….” Ujarnya dengan diiringi isakan tangisan.

“Jebal .. Ryeowook, kembalilah .. kembalilah .. mianhae ..”

“Mian .. aku tak pernah melihat perasaanmu! Mian telah membuat banyak goresan luka di hatimu itu. Mian …”

Hah? Kau baru menyadarinya Kyu? Setelah sekian lama?

“Aku sangat bodoh! Sungguh bodoh! Kenapa aku melepaskanmu hanya karena emosi sementaraku itu?”

“Ryeowook .. bogoshippoyo ryeowook ..”

“Mian ..” lirih Kyuhyun.

Ia mendongakkan kepalanya, merasakan tetesan air dari Tuhan yang semakin deras.

“Ryeowook, apa tak ada sedikitpun petunjuk tentang keberadaanmu sekarang?”

“Tuhan, aku mohon padamu. Pertemukan kami, aku ingin membenahi semuanya. Kabulkanlah Tuhan … aku merindukannya … aku merindukan senyumnya yang tulus .. aku merindukan suaranya .. aku merindukannya Tuhan …”

.

.

.

.

Izinkan aku menepi sejenak.

Melupakan rencana tentang rumah dan tawa bocah – bocah.

Terlalu lelah ku lewati jalan yang kau bentangkan, sementara tanganku pun kerap kali kau lepaskan.

 

Aku ingin singgah di antara lenggang jalan.

Di sebuah rumah sederhana berdinding buram, lalu sejenak melupakanmu.

Sudut sajak yang selalu membuatku gemetar.

Membuka pintu lain yang mungkin akan membuka ruang baru di dadaku yang sesak.

.

.

.

.

“Eomma, dimana kaos kakiku?” teriak Hyunkie dengan suara cemprengnya.

“Eih, di sofa tak adakah chagi?” Tanya eomma-nya dengan berteriak dari dapur.

“Tak ada eomma!” teriak Hyunkie sambil mengobrak – abrikan sofa yang sudah tertata rapi.

“Tunggu sebentar ne! eomma akan mencarinya setelah ini. Sebentar saja!” teriak Ryeowook.

Hyunkie mem-pout bibirnya kesal. Lalu menyilangkan tangannya di dadanya dengan kesal dan duduk di sofa itu.

“Hyunkie ..” sapa Siwon lembut.

“Ahjussi … kalau masuk ke rumah seseorang harus mengetuk pintu dulu atau memencet bel dulu, lalu setelah pemilik rumah mengijinkan , ahjussi bisa masuk.” Cibir Hyunkie kesal.

Mendengar itu, Siwon tak bisa menahan tawa gelinya. Ia diajari oleh anak berumur 4 tahun? Sungguh memalukan dan menggelikan. Seorang Choi Siwon diajari tata krama oleh seorang anak kecil berumur 4 tahun yang belum genap?

“Mian, maafkan ahjussi okay. Ahjussi akan mengulanginya lagi.” Tawar Siwon.

“Tak usah diulang ahjussi! Sudah melewati batas waktu, atau lebih tepatnya sudah expayred (Baca expired)!” ujar Hyunkie ketus.

Siwon terkekeh mendengar penjelasan bocah itu.

“Eih, kenapa wajahmu kau tekuk begitu Hyunkie?” Tanya Siwon penasaran.

“Kaos kakiku hilang!” ujar Hyunkie ketus.

“Aiss, jinja?” Tanya Siwon.

“Jangan cerewet ahjussi! Aku sangat kesal!” ujar Hyunkie tak berperasaan.

Siwon mengelus rambut Hyunkie lembut.

“Kesal kenapa Hyunkie?” Tanya Siwon.

“Eomma menyebalkan ahjussi, dia sangat sibuk. Sampai lupa untuk mempersiapkan kaos kakiku untuk sekolah!” jelas Hyunkie dengan cemberut.

Siwon mengulum senyumnya, ia tahu jalan pikiran bocah ini.

“Bukankah Hyunkie sekarang sudah dewasa?” tanya Siwon.

“Tentu saja ahjussi. Aku sudah dewasa!” ucap Hyunkie bangga.

“Kalau begitu, karena Hyunkie adalah namja dewasa. Mulai hari ini Hyunkie yang akan mempersiapkan kaos kakinya sendiri untuk sekolah.” Ujar Siwon.

“Eh?” ujar Hyunkie kaget.

“Itu benar. Semua namja dewasa mempersiapkan kaos kakinya sendiri. Ahjussi juga begitu, karena ahjussi adalah namja dewasa dan ahjussi tak ingin menyulitkan orang lain terutama eommamu!” jelas Siwon.

Mendengar itu, mata Hyunkie berbinar – binar. Ia menganggukkan kepalanya mantap.

***

“Hyunkie .. ini kaos kakimu ..” ujar Ryeowook.

“Tak perlu eomma, aku sudah menemukannya. Aku pergi dulu ne.” ujar Hyunkie sambil mengikat sepatu hitamnya.

“Eh? Itu ..” belum sempat Ryeowook mengutarakan kalimatnya, Hyunkie menyelanya.

“Aku hampir terlambat eomma. Aku pergi dulu ne.” ucap Hyunkie sambil mencium pipi Ryeowook, lalu mencium pipi Siwon.

“Pai – pai eomma, pai – pai ahjussi ..” ujarnya riang, lalu keluar rumah. Ia tak pernah diantar atau dijemput, karena jarak sekolah dengan apartemen eommanya dekat, hanya beberapa blok.

Ryeowook menatap Siwon bingung. “Itu ..” ucap Ryeowook ragu.

“Kaos kakiku.” Ujar Siwon dengan tersenyum.

Ryeowook menahan tawanya melihat Siwon yang tak mengenakan kaos kaki.

“Kau berhutang kaos kaki denganku nona Kim.” Ujar Siwon sambil mengecup pipi Ryeowook.

Ryeowook memegang pipinya yang tadi dicium Siwon dengan tersipu malu. Apa kau mulai jatuh cinta pada namja ini Wookie?

.

.

.

.

Di beranda ini aku melihat daun – daun berguguran yang berserakan di halaman.

Dan nampak begitu ringan dalam buaian angin pagi.

Aku menyaksikan hujan dan cahaya yang berbeda.

Luruh bagaikan air mata para dewa.

Juga bunga – bunga yang tetap tumbuh, bahkan lebih kukuh dari candi yang kerap runtuh.

 

Seperti halnya perjalanan yang telah menempa kita dalam getir dan bahagia.

Melintasi sebentang jurang dan curam perbukitan.

Persinggahan ini pun menggemakan peristiwa lain yang berjalinan pula.

Dengan peristiwa yang berpusar dalam lingkaran panjang.

.

.

.

.

Sungmin menatap kertas di tangannya dengan tatapan sendu. Lalu, ia menatap eomma-nya yang terbaring lemah di ranjang dengan tatapan sendu lagi.

“Kali ini aku akan mengalah!” gumamnya.

Lalu, ia mulai berjalan menuju jendela kamar rawat inap itu. Ia buka gorden biru itu dengan hati – hati. Ia menatap lurus.

“Kembalilah .. mereka semua merindukanmu ..” innernya.

Tiba – tiba ia membelalakkan matanya, ia terkejut setengah mati.

“Ryeowook ..” gumamnya.

Kakinya terasa kaku melihat Ryeowook yang tengah berjalan sendiri dengan senyum mengembang di wajah manis itu.

“Kau-kah itu Ryeowook?” ujar Sungmin lagi dengan tak percaya.

Angin mulai mengelus jendela kaca, sedikit memburamkan jendela itu. Awan hitam mulai menampakkan sosoknya. Dan tetesan – tetesan air mulai berjatuhan mengguyur bumi.

Ryeowook diam menatap awan mendung itu, lalu mulai menjulurkan tangannya untuk menyentuh tetesan – tetesan air hujan dengan tangan menengadah.

Sungmin semakin kaku melihat Ryeowook sedekat itu.

Seperti memori – memori yang terlepas dengan sendirinya. Surat Ryeowook untuk Sungmin menggema di kepala Sungmin, seperti pengiring pertemuan tak terduga mereka.

 

Untuk Sungmin eonnie.

 

Maafkan aku eonnie. Maafkan aku. Aku mempunyai dosa besar denganmu.

Maafkan aku, karena terlalu egois dengan perasaanku ini.

Maafkan aku, mencoba mencari celah pada hubungan kalian berdua.

Aku tahu beribu – ribu aku meminta maaf, dosaku tak akan terampuni.

Walaupun aku membunuh diriku, dosaku tak akan terhapus.

Eonnie, aku akan sangat berterima kasih padamu jika kau mau memaafkan aku.

Aku memang batu dalam hubungan kalian. Aku tahu itu.

Tapi eonnie, jangan menyalahkan dirimu. Sikapmu padaku itu memang sudah sepantasnya kau berikan padaku! Gadis murahan yang rela merusak hubungan sepasang kekasih hanya karena ego tingginya.

Jika aku ada di posisi eonnie, mungkin aku juga akan melakukannya. Aku sadar itu eonnie.

Rasa bencimu padaku patut dibenarkan. Gadis mana yang rela untuk dibagi cintanya? Tentu saja tak ada!

Maafkan aku atas keegoisanku eonnie.

Aku tahu Kyuhyun oppa tak pernah menyukaiku, tapi aku sangat menyukainya eonnie, bahkan mencintainya. Aku harus apa? Aku haus atas rasa cintanya padamu eonnie. Aku cemburu padamu eonnie.

Aku ingin sekali memakaikan dasi setiap pagi padanya, seperti yang kau lakukan eonnie.

Aku sangat ingin dipangil dengan kata ‘Chagi’ olehnya seperti caranya memanggilmu eonnie.

Aku ingin sekali merasakan pelukan hangatnya. Aku ingin sekali menatap wajahnya lama dan memegang tangannya erat. Namun itu, hanya angan – angan belaka.

Entah sudah berapa banyak usaha yang telah kulakukan untuk membuat Kyuhyun oppa melihatku, tapi semuanya gagal eonnie. Dan aku sadar, cintanya hanya untukmu seorang eonnie. Posisimu tak bisa digeser dari hatinya yang kokoh itu eonnie.

Eonnie, sekali lagi maafkan aku ne.

Sebagai pesan terakhirku, apakah aku boleh meminta sesuatu padamu eonnie? Hanya sebuah permintaan kecil dariku.

Eonnie, cintailah Kyuhyun oppa hari ini, besok lusa dan seterusnya.

Aku tahu eonnie akan melakukannya, walaupun tak kuminta sekalipun. Hidup yang lebih baik ne eonnie.

Gomawo eonnie.

Akan kupastikan kau tak akan melihatku lagi.

Saranghae eonnie.

 

Ryeowook membalikkan badannya, lalu mulai berjalan. Sungmin menatap gusar Ryeowook yang hilang ditelan lorong rumah sakit. Ia ingin mengejarnya, tapi kakinya rasanya tak bisa digerakkan sama sekali. Yang ia lakukan hanya bisa menangis menatap kepergian ryeowook.

.

.

.

.

Ya, aku ingin sejenak melupakanmu.

Menepi dari jalan yang telah kau bentangkan.

Singgah di sebuah rumah berdinding buram, lalu bersunyi dan mempertanyakan :

“Mengapa kita selalu butuh alasan untuk terus berjalan?”

 

Di persinggahan yang sunyi ini.

Hari – hari menjadi biru dan abu – abu.

Sebilah pintu yang juga menatap ragu.

Menawan bayanganku hingga berdarah.

Percikan darah itu, lalu ia kekalkan sebagai penawar luka bagi tubuhnya yang berniat ku masuki.

.

.

.

.

Hyunkie tengah sibuk bermain dengan psp terbarunya yang dibelikan oleh Siwon kemarin.

“kau sedang bermain apa?” Tanya namja bertubuh tegap dengan warna kulit putih pucat yang tiba – tiba duduk di samping Hyunkie.

“Eih .. ahjussi? Kau mengagetkan aku.” Ujar Hyunkie sambil menatap Kyuhyun riang.

“Sekarang, apa yang kau lakukan disini? Apa menunggu eommamu lagi?” tanya Kyuhyun penasaran.

“Ah, daebak ahjussi. Kau memang pintar!” ujar Hyunkie sambil menunjukkan kedua ibu jarinya pada Kyuhyun.

“Kau pasti sangat menyayangi eomma-mu eoh?” ujar Kyuhyun.

“Jangan ditanyakan lagi ahjussi, aku sangat menyayanginya. Oleh karena itu, aku ingin di masa yang akan datang, saat dewasa nanti aku akan mencari pendamping hidup yang seperti eomma.” Ujar Hyunkie dengan mata berbinar – binar.

“Jinja? Memangnya bagaimana eommamu itu?” tanya Kyuhyun penasaran.

“Ia sangat cantik dengan mata caramelnya, hidung mungilnya, tubuh mungilnya yang penuh dengan kehangatan dari kasih sayangnya, kecantikannya, kehalusannya, kesabarannya, dan senyumnya ahjussi … megalihkan duniaku.” Ujar Hyunkie puitis.

“Darimana kau mendapat kata – kata seperti itu, huh? Kau mencontek, eoh?” Tanya Kyuhyun tak percaya bocah sekecil itu bisa membuat rangkaian kata yang begitu puitis.

“Aku tak mencontek! Aku ini namja dewasa, tentu saja aku bisa mendapatkan kata – kata itu dengan mudah.” Ujar Hyunkie bangga.

Kyuhyun tertawa geli mendengar penjelasan Hyunkie.

“Aigooo .. kau tak percaya ahjussi?” Tanya Hyunkie kesal.

“Ahjussi, lihatlah mataku ahjussi. Apa aku terlihat sedang ebrbohong ahjussi?” Tanya Hyunkie pada Kyuhyun.

Kyuhyun dengan menahan tawa, mencoba menatap mata Hyunkie.

“Apa kau sudah melihatnya ahjussi? Apa kau melihat kebohongan disana?” Tanya Hyunkie.

“Tidak, lalu?” tanya Kyuhyun bingung.

“Namja dewasa tak akan berbohong, eommaku selalu bilang begitu. Dan satu lagi ahjussi, mataku berwarna almond, campuran warna mata eommaku dan appaku. Caramel dan hitam.” Jelas Hyunkie.

“Lalu?” Tanya Kyuhyun masih bingung.

“Aiigoo .. kau sangat menyusahkan ahjussi. Appaku adalah namja yang dewasa, dan kedewasaannya menurun padaku dari sorot matanya. Appaku juga tak pernah berbohong, oleh karena itu aku susah untuk berbohong!” jelas Hyunkie, entah dari mana ia mendapatkan alibi serumit itu.

Kyuhyun menatap mata Hyunkie lagi. Lama ia memandangnya.

“Aku seperti melihat seseorang pada anak kecil ini, tapi siapa?” inner Kyuhyun.

.

.

.

.

Ada yang memahatkan kata – kata.

Dalam susunan yang hampir tak terbaca.

Dadaku kian sesak, atap rumah kian jauh.

Tawa bocah – bocah dan kamu mewaktu di dada dan kepalaku.

Bunga mawar di luar pagar.

Aku seperti memulai perjalanan yang lain lagi.

.

.

.

.

“Hyunkie …” teriak Ryeowook dengan tersenyum manis sambil melambaikan tangannya.

Hyunkie menolehkan kepalanya pada Ryeowook dengan riang. “Eomma …” teriaknya tak kalah senang.

Beep beep

Ponsel Ryeowook berdering dari tasnya.

Ia segera mengangkat dan membalikkan badannya.

 

“Eommamu?” Tanya Kyuhyun.

“Ne, ahjussi. Mau bêrtemu dengannya? Ia wanita yang ramah, kau pasti menyukainya ahjussi.” Ujar Hyunkie sambil mengandeng tangan Kyuhyun.

“Anio.” Ujar Kyuhyun.

“Ayolah ahjussi, hanya berkenalan saja. Tak akan lebih.” Ujar Hyunkie meyakinkan.

Kyuhyun mengembangkan senyumnya. “Lakukan sesukamu.” Ujar Kyuhyun pasrah.

Hyunkie menggandeng tangan Kyuhyun dan menyeretnya menuju tempat eommanya berdiri.

 

Kyuhyun memasukkan tangannya ke sakunya, sedangkan Hyunkie menarik – narik mantel eomma-nya tanpa perasaan agar eomma-nya mau membalikkan badannya.

“Eomma ..” panggil Hyunkie.

Ryeowook membalikkan badannya karena merasa terganggu dengan tingkah Hyunkie. Setelah membalikkan badannya, ia membelalakkan matanya melihat namja yang ada di hadapannya.

Dengan gerakan slow motion, ponsel yang dipegang Ryeowook terjatuh. Ponsel itu jatuh berkeping – keping terbentur lantai rumah sakit. Mulutnya sedikit menganga, entah apa yang ingin ia bicarakan.

“Kyu ..” cicitnya hampir tak terdengar.

 

Sedangkan namja di depannya tak kalah terkejut melihat Ryeowook.

“Ryeowook ..” ujar Kyuhyun pelan.

Sorot mata Kyuhyun menyiratkan akan kerinduan, kebahagiaan, dan keterkejutan.

 

Lama, mereka masih menatap satu sama lain. Sampai akhirnya, Ryeowook bersuara.

“Ayo pulang Hyunkie, ini sudah malam.” Ujar Ryeowook sambil menarik Hyunkie dari sisi Kyuhyun.

Ia membalikkan tubuhnya, lalu melangkahkan kakinya sebisa mungkin.

Baru beberapa langkah ia berjalan, tangannya dicekal oleh Kyuhyun.

Ia menoleh pada Kyuhyun. “Aku mempunyai hutang es krim coklat jumbo pada anakmu.” Ujar Kyuhyun.

 

…………………………………………….

……………………………….

………………….

 

 

TBC

Fiuuuh #NgelapKeinget

Masih pendekkah ini?

Aku membuat ini dengan ditemani secangkir kopi yang sudah tak hangat lagi. Plak xD

 

Chingu-deuul, gimana pertemuan mereka ??? jedeer enggak ?? #GigitKuku

Buat yang ngebet pengen mereka ketemu, nih udeh aku kabulin! Dan yang kepo akut buat surat ryeowook buat sungmin, udeh aku paparin di chapter ini.

 

Masih membingungkan kah chingu-deul?

Terima kasih banyak buat semua yang udah review. Aku sangat menghargainya.

Last. Review ne 😉

With Love! ~ Frisca

Advertisements

42 comments

  1. mian baru ikut coment, comentnya juga langsung dichap ini..
    kereen ceritanya.. ini happy endingkan..?? lanjuuut yaa..!! ditunggu next chapnya..^^
    keep writing..!!

  2. lanjuuuuuuutttttt……………..!!!!! akhrnya kyu ktmu ma wook juga. apa yang trjadi brikutnya??? makin pnasaran. ga sabar nunggu next chapnya.

    ok dh, d tunggu next chapnya. smoga cpt update lagi kaya gini. annyeong. 🙂

  3. Ahhhhh akhirnya ketemu juga mereka *standing applause*
    Daebak daebak daebak…
    Buruan di lanjutin eonni. Gak sabar liat kyuwook yg bertemu. Apa wook bakal bilang hyunkie anaknya kyuhyun? Jeballlll eonni yang cantik, manis, imut cepat lanjutin ne *aegyo failed*
    Fighting eonni^^ selalu makin seru 😉

    1. Hehehe ….. Jadi terhura baca review kamu :’)
      Aah .. Noemu gomawo ne 🙂
      wkwkwkwkwk ….
      Baca next chapter yak buat jawaban pertanyaan kamu.
      Gomawo ne

  4. Akhirnya di pertemukan juga sama wook .ughh apa wook bakal bilang sama kyu klo itu anak nya??
    Ahhh dan lagi .ini apakah nanti sungmim bkal bercerai sama kyu dan kyu sama wook bersatu?? Kkk aku harap sih bgitu 😀
    Aaa cpet apdet kaya gini lagi yak .ga sabar nggu kelanjutan nya 😉
    Fighting lanjut nya chingu ^^9

  5. annyeong chingu.. aku reader baru… mian baru bisa komen di part ini. hehwehe
    cepet dilanjut ne chingu aku super duper penasaran nih sama lanjutannya. kamu hrs tanggung jawab loh udh bikin aku kecanduan ff mu ini. kkkk
    seneng deh akhirny kyuwook ketemu.. sempet gemes karna mereka ga ketemu2 tp akhirny dipertemukan juga. 🙂
    aigoo, hyunkie apa bener usianya 4 thn?? gaya bicaranya dewasa pake bgt. hahaha bener2 11/12 sama sama kyuhyun XD

    oke lah, jangan lama2 yah dilanjutnya. #Kedip2Mata ^^

  6. Kalo d sinetron dah Q remes” dah th tipi.hahaha
    bis gemes ma kyuwook yg ga ktmu” pdhl mrk trhubung ma anax’y Hyunkie..
    Aigoo,krain Kyu mo ngmong apa? Mlah es krim lg..#nepokjidat

  7. eonni ~~ qw ketinggalan ceritanya .
    qw baru baca chap ini 😦
    pantas aja pas pertama baca ko rada gimana gitu . ternyata ini chap 7 . tadi pas tak buka qw bacanya chap 1 . ternyata qw salah baca 😀 #edisicurhat

    kalo ryeowook udah ada rasa sama siwon . kenapa dia terkejut pas ketemu kyuhyun . n terkesan kalo dia ngehindar .

    apa ryeowook cuman males buat ketemu sama kyu lagi? atau ada sesuatu yang laen??? #molla

    1. wkwkkw, iye. enggak ape2. xD
      curcol juga enggak apa2, siap nerima kok 😉

      sedikit. ne. emang wookie oppa ngehindar, belon siap lahir batin buat ketemu kyu lagi ^^

      aiis, cari di next chapter okay, full kyuwook moment 😀

  8. Setelah sekian lama, akhirnya ketemu juga yeeey #saltobarengeonni 😀
    sungmin ngalah ? Memang harus begitu! Ciye otak cerdik kyuhyun bekerja, ada aja akalnya buat ngedeketin ryeowook dengan alibi hyunkie

    1. wkwkk, eih ngajak salto orang ini. awas, lantai licin
      ! plak xD LOL

      wkwk, gemes baca komenan kamu yang sungmin ngalah!! wkwkwk, harus itu xD sueer

      hyunkie kan penghubung mereka chingu
      gomawo ne

  9. hai anisa imnida^^
    Duh tbc nya bkin gemesss>< akhirnya kyuwook berjumpa juga huaah nangis;;; kira-kira gmna hubungan kyuwook selanjutnya? bkin penasaran;; kyuuuu..hyunkie anakmu juga euy ;;u;;

  10. hai anisa imnida^^
    Duh tbc nya bkin gemesss>< akhirnya kyuwook berjumpa juga huaah nangis;;; kira-kira gmna hubungan kyuwook selanjutnya? bkin penasaran;; kyuuu..hyunkie anakmu juga euy ;;u;;

  11. hai anisa imnida^^
    Duh tbc nya bkin gemesss>< akhirnya kyuwook berjumpa juga huaah nangis;;; kira-kira gmna hubungan kyuwook selanjutnya? bkin penasaran;; kyuuu..hyunkie anakmu juga euy ;u;

  12. chap sblumnya lom bca…… akirnya kyuwooknya ktmuuu…pa kyu g criga low tu anknya…pnsran dm hbngannya siwook…???pa wookie akn ju2r low tu anknya kyu…dtnghu lnjutannya…

  13. hai frisca hehehe…
    Kok review aku sampe kepost 3 buah gtu dan isinya sama yaampun .mian ne aku jd menuhin review kamu hehe ;;((

  14. annyeong ane baru disini.. ^_^
    dan aku langsung koment dichap ini.. sebelumnya mianhae aku pernah baca chap 1 dan itu wook nya sedih jadi aku gak lanjut baca dan tidak tinggalkan jejak.. terus pas aku liat lagi udah banyak chap jadi iseng baca chap ini mianhae ne..
    oh iya ak suka dengan ff mu.. dan aku mau koment semuanya jadi lagi cari waktu yg tepat..
    aku sedih baca surat wook aku gak tega meski aku udah tau end nya but ini benar menyentuh smpai #tunjukhati..
    #alaykumat..

    1. hahahah .. nde. Makanya aku gak pernah liat kamu nongol sebelum – sebelumnya xD
      ah enggak apa – apa. itu hak kamu kok 😀
      gwenchanayyo ^^
      hahahahha, ini berarti waktu yang tepat ye 😉
      hahahah .. pada kena panyekit : “sakitnya tuh disini” ya ??? xD plak

  15. aigo kyu, kau ga ada alasan yg lebih baik apa??
    lagian bukan’a waktu tu kau udh ngasih uang banyak ke hyunkie bwt bl es krim??
    jd gimana bisa kau masih ngutang??
    ohya dy juga anakmu kyu..
    ok, aq penasaran sama ending’a..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s