There Is Story

Gambar

Pairing : KyuWook
Rate : T
Genre : Oneshot, Romance, Hurts/Comfort, Genderswitch, Friendship, Abal, Gaje, Failed
Author : Frisca Freshtie
Cast :
• Cho Kyuhyun (Namja)
• Kim Ryeowook (Yeoja)
• Lee Sungmin (Yeoja)

H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
.
There Is A Story
.
.
.
.

Ingin aku ungkapkan, tapi aku tak bisa!
Ingin aku nyatakan, tapi aku tak sanggup!
Ingin aku jujur, namun terlalu sulit untukku!
Ingin aku berhenti, tapi ada sesuatu yang menahanku!
Bohong? Itu hanya membuat diriku tersiksa!
Apa yang harus aku lakukan?
Hanya memandanginya dari kejauhan seperti ini terus?
Tapi sampai kapan?
Aku juga terlalu takut jika suatu saat nanti ia mengetahui yang sebenarnya tentang aku yang selalu memperhatikannya.
Bahkan, aku tak berani menyapanya, apalagi mendekatinya.
Itu sungguh tak mungkin, apalagi aku berharap ia melihatku.
Sungguh angan – angan yang terlewat tingginya.
Dia seperti bintang.
Kita tak bisa meraihnya. Namun kita terus berusaha dan berusaha untuk mencobanya.
Tapi bukankah bintang bisa jatuh ?
Perasaan ini menyiksaku.
Ini sungguh melelahkan.
Aku tak ingin mengaguminya dengan cara seperti ini. Sungguh pengecut!
.
.
.
.

“Berhentilah memandanginya Ryeowook. Kenapa kau tak menghampirinya, lalu kau bilang padanya jika kau menyukainya? Mudah kan?” tanya Sungmin yang duduk disampingku sambil menatapku dengan heran yang tak bergerak sama sekali. Aku terus memandang ke luar jendela. Melihat reaksiku, dia mendengus kesal. Segera dia merapikan buku – buku yang berserakan di meja kami. Aku mendesah putus asa. “Memangnya semudah kau buang air kecil? Huh! Tidak! Tidak semudah itu Minnie! Aku juga ingin seperti itu, tapi aku tak bisa. Jika sudah berada di dekatnya, rasanya jantungku berhenti berdegup. Dan aku sulit sekali untuk memalingkan wajahku dari wajahnya. Tak ada namja yang seperti dia.” Keluhku sambil menopang dagu dan menatap keluar kejendela, maksudku lebih tepatnya memandanginya.Aku terus memandanginya yang sedang membaca buku di koridor dekat kelasku. Dia memang selalu melakukannya setiap pulang sekolah dan saat istirahat sekolah.
Dia. Cho Kyuhyun, anak kelas XI IPA A yang begitu pendiam dan misterius. Dan aku tak tahu apa yang membuatku selalu memperhatikannya. Sungmin selalu mengatai diriku gila karena katanya semenjak aku menyukai Kyuhyun. Aku selalu memandanginya dan aku bisa bertahan sampai berjam – jam saat istirahat hanya untuk melihatnya tak melakukan apapun, maksudku hanya melihatnya membolak – balikkan lembar – lembar buku yang ia baca. Sepertinya aku memang sudah sinting atau mungkin tak waras! Kyuhyun tidak seperti remaja laki – laki lainnya yang sangat senang bermain basket atau permainan lainnya untuk dipamerkan pada seluruh anak perempuan di sekolah. Kyuhyun lebih tenang dan berwibawa, menurutku. Dan tentunya tampan dan juga keren.
“Kim Ryeowook? Kau mau pulang bersamaku atau tinggal menetap di sekolah untuk terus menatap Kyuhyun dari sini?” teriakan Sungmin menyadarkan aku. Ah! Sial. Sungmin terlalu kencang bicara, sampai – sampai Kyuhyun menoleh ke arah kelasku dari tempatnya membaca. Dengan secepat kilat aku segera menggeser tubuhku, agar tidak terlihat Kyuhyun. Lalu, kubekap mulut Sungmin sambil bersembunyi di balik tembok dekat pintu.
“Aaaah, kau ini! Jangan keras – keras, nanti Kyuhyun tahu, Minnie!” bisikku geram. Aku bisa mendengar Sungmin menggumamkan sesuatu. Dari pancaran matanya, aku bisa melihat ia meminta untuk dilepaskan bekapannya. “Asal kau tak mengulanginya lagi Minnie!” ancamku padanya. Ia mengangguk – anggukkan kepalanya pertanda setuju. Ku lepas bekapanku. “Kena kau! Akan ku beritahu si namja aneh itu tentang semuanya! Semuanya! Bleeeee …..” Ujar Sungmin sambil berlari meninggalkan aku sambil tertawa dan tak lupa menjulurkan lidahnya padaku. “Miiiinnniiieeeee …..” umpatku geram. Aku segera merapikan buku – buku yang masih berserakan di meja dan memasukkannya ke tasku secepat mungkin. Lalu, segera kususul Sungmin keluar kelas. Aku takut ia benar – benar memberitahukannya pada Kyuhyun.
Saat aku keluar kelas, aku melihat Kyuhyun masih dalam posisi yang sama seperti tadi. Syukurlah, Sungmin tak jadi memberitahunya tentang perasaanku yang sebenarnya pada Kyuhyun. Aku segera melewati Kyuhyun seperti tak terjadi apa – apa, aku melewatinya begitu saja.
Akhirnya aku tiba di tempat parkir siswa. Ku tolehkan kepalaku ke kanan ke kiri untuk mencari keberadaan Sungmin, sahabatku dari kecil. Aku masih mencarinya, hingga akhirnya aku mendengar suara tawa yang sangat ku kenal, siapa lagi kalau bukan Sungmin. Ia meninggalkan aku begitu saja sambil melajukan motornya. Aku memanyunkan bibirku saking kesalnya karena telah ditinggalkan Sungmin, dan dengan seenak jidatnya yang seperti lapangan penerbangan di bandara Seoul itu malah tertawa senang melihat sahabatnya ini kesal.

.
.
.
.
Ketika takdir mulai bermain dengan kehidupanmu, kamu tak akan tahu apa saja yang akan mengejutkanmu.
Sekarang, takdir tengah memainkanmu.
Dan ia akan memberikanmu kejutan – kejutan yang akan menuntunmu menemukan sesuatu yang hilang dari dirimu.
.
.
.
.

Kerikil, batu, bahkan daun keringpun aku tendang saat berjalan pulang kerumah. Perjalanan yang begitu panas dan melelahkan. Dalam hatiku aku terus merutuki dan berkata sumpah serapah pada Sungmin. Aku sungguh kesal dengan sikapnya tadi yang sungguh kekanak – kanakan.
“Sial! Ini untuk kau Sungmin, yeoja yang menyebalkan!” ku tendang sebuah kerikil dengan penuh tenaga. Lalu kutendang lagi kerikil yang lain. “Ini untuk diriku yang begitu pengecut!” pekikku. Lalu kuambil 1 kaleng minuman yang tergeletak di jalan dan ku taruh di depanku. Lalu kutendang kaleng itu dengan sekuat tenaga. “Ini untuk …. eeeeeeh .. sepatuku …..!!!!” Sepatuku terbang melayang ke udara. Ya ampun, memalukan sekali. Aku memukul – mukul kepalaku sendiri karena saking kesalnya dengan kecerobohanku.
Pluk ….
“Awwww.” Ku dengar sepatuku mendarat dan aku juga mendengar suara ringisan seseorang di belakangku. Aku langsung menutup mulutku dengan tanganku. Aku langsung panik, aku takut jika orang yang terkena sepatuku marah. Tanpa pikir panjang, aku segera berlari kencang. “Aaaaah … kabuuuur ..!”

.
.
.
.
Kami tersenyum, kami menangis, kami tertawa.
Dan kami selalu bersama.
Sebuah hubungan tanpa ikatan yang membelenggu di hati kami.
TEMAN
.
.
.
.

Keesokan harinya, aku menceritakan semuanya pada Sungmin dengan serinci – rincinya tentang kejadian kemarin. “Waahahhaahhahaha, kau sangat konyol dan ceroboh! Kekekekkek .. kau sunggun bodoh Ryeowook!” tawa Sungmin menggelegar tak karuan setelah mendengar tentang kejadian kemarin di kelas. Tapi ini bukan saatnya tertawa terbahak – bahak seperti itu. Sungmin benar – benar tidak sadar jika sekarang masih dalam pelajaran guru Park yang terkenal akan killernya. Aduh bodohnya kau Sungmin! Aku lebih bangga menjadi gadis yang ceroboh daripada gadis yang bodoh sepertimu. Aku biarkan Sungmin tertawa dan ku sembunyikan wajahku pada lenganku yang terlipat.
“Lee Sungmin !!!!” panggil guru Park dengan aura mistis yang menyelimuti suaranya. Sungmin langsung berhenti tertawa. “Aduh … ampun guru Park!” Sungmin meringis saat telinganya ditarik seperti karet keluar kelas.
“Pelajaranku bukan pelajaran tertawa. Jadi jika kau ingin belajar tertawa, kau boleh tertawa di kamar mandi sekolah sambil menyikati kerak – kerak yang ada disana!” ujar guru Park datar. Semua temanku dan termasuk aku langsung seperti robot, tak berani menentang apalagi menatap guru Park, kami menyibukkan diri sendiri dengan membaca buku pelajaran.

.
.
.
.
Aku terus berjalan mengarungi kehidupanku.
Banyak wajah yang ku temui di setiap langkahku.
Tapi hanya 1 yang spesial untuk diriku.
KAMU
.
.
.
.

Akhirnya bell pulang sekolah terdengar. Namun, Sungmin masih belum kelihatan batang hidungnya. Aku merutuki diriku sendiri karena kesalahanku menceritakan kejadian kemarin saat pelajaran guru Park berlangsung sehingga Sungmin dihukum gurur Park. Ku bawa tas Sungmin sambil mencari – cari keberadaan sahabat karibku itu.
“Hei! Hei! Hey, yeoja berjaket biru! Berhenti!” panggil seseorang dari belakang. Aku mengedarkan pandanganku ke sekelilingku, disini yang berjaket biru hanya aku seorang. Aku segera membalikkan badanku untuk melihat siapa yang memanggilku tadi.
Aku membulatkan mataku saat melihat Kyuhyun yang memanggilku. Aku langsung menelan ludahku. Aku sangat gugup. Aku belum siap berada di dekatnya. Tanpa pikir panjang aku segera berlari dan menghiraukan panggilannya.

.
.
.
.
Terlalu rumit jika kau mempertanyakan ‘Mengapa’
Karena banyak sekali alasan yang akan datang.
Dan aku tak akan mempertanyakan garis kehidupan dan takdir yang telah ditulis apik oleh Yang Maha Kuasa.
.
.
.
.

Akhirnya aku tiba dirumah. “Eomma, aku pulang!” ucapku senang sambil menghempaskan tubuhku ke sofa. Aku melihat kardus sepatu di meja, aku langsung mengulum senyum lebar. “Eomma, apa kau membelikan aku sepatu?” tanyaku senang. “Aah .. tidak! Itu sepatu dari temanmu tadi, katanya itu milikmu!” teriak mama dari dapur. Aku mengerutkan dahiku. Siapa yang mau dengan cuma – cuma membelikan aku sepatu. Tanpa pikir panjang aku langsung membuka kardus sepatu itu dengan tergesa – gesa. Aku membelalakkan mataku tak percaya. “Bukankah ini sepatuku yang kemarin hilang?” gumamku masih tak percaya.

.
.
.
.
Suatu hari nanti.
Aku yakin. Pangeran berkuda putihku akan datang menjemput diriku.
Suatu hari nanti.
Aku akan mendapatkan sebuah bintang jatuh dari hamparan langit malam yang indah.
Suatu hari nanti.
Aku akan menjadi seorang putri yang pemberani.
Dan suatu hari nanti.
Takdir akan mempertemukanku pada pemilik hatiku.
.
.
.
.

Hari ini aku berangkat sekolah seperti biasa, aku berangkat bersama Sungmin. Selama perjalanan aku menceritakan tentang kembalinya sepatuku yang hilang kemarin padanya. Akhirnya, kami tiba di kelas. Tak seperti biasa, pagi ini Kyuhyun tak kelihatan batang hidungnya di koridor kelasku. Bahkan sampai jam istirahat-pun, aku masih belum melihatnya. Akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya pada Donghae, teman sekelas Kyuhyun. Donghae bilang, Kyuhyun tidak masuk hari ini tanpa keterangan. Teman sekelasnya tak ada yang tahu. Aku tak bisa tersenyum, aku sungguh khawatir. Aku tak bisa memungkiri jika aku menyukainya dan aku sangat memperhatikannya.
Siangnya, selepas pulang sekolah aku dan eommaku pergi menjenguk halmeoniku di rumah sakit. Setelah menjenguk halmonie, eomma menyuruhku untuk pulang dulu karena eomma ingin menginap. Akhirnya, aku keluar dari rumah sakit. Saat aku keluar dari ruangan tempat halmeoniku di rawat, aku melihat seseorang yang sangat aku rindukan. Iya, dia! Dia! Dia Kyuhyun. Ia tengah duduk di kursi roda dan memandang taman rumah sakit. Entah mengapa, aku meneteskan air mataku dengan mengulum senyum senang. Entahlah, aku tak tahu apa yang terjadi dengan diriku.
“Kyuhyun ..” panggilku.

.
.
.
.
Ketika takdir mulai menampakkan bentuknya.
Semua jawaban – jawaban yang kau pertanyakan mulai bermunculan.
Dan disaat itulah, kau akan mendapatkan sesuatu yang hilang dari dirimu.
.
.
.
.

Sekarang, kami berdua tengah duduk di bangku taman rumah sakit.
“Kamu sakit apa, Kyu?” tanyaku memberanikan diri memulai percakapan kami, karena sedari tadi kami hanya diam menatap taman. Ia menatap lurus taman dengan mata yang tak bisa aku artikan.
“Saat aku memanggilmu, kenapa kamu berlari?” tanyanya dengan kecewa. Aku menggigit bibir bawahku, aku harus jujur atau bohong padanya. Akhirnya, aku putuskan untuk jujur. Sekarang adalah waktunya untuk jujur tentang semuanya, termasuk perasaanku padanya.
“Euung .. aku sangat gugup berada di dekatmu dan aku belum siap.” Ucapku jujur.
“Kenapa seorang Kim Ryeowook yang ceria dan ceroboh bisa gugup berada di dekatku?” tanyanya sambil mengulum senyumnya.
“Kau mengenalku? Ku kira kau hanya tahu tentang bukumu itu.” Tanyaku tak percaya. Aku segera membekap mulutku karena kebodohanku, kenapa aku bisa mengeluarkan kalimat itu. Pasti dia marah.
“Oh, buku itu. Aku hanya senang membaca buku, tapi aku tetap memperhatikan orang – orang di sekitarku.” Ucapnya tenang. Apa dia juga tahu kalau selama ini aku memperhatikannya ? Sungguh menyedihkan, jika ia mengetahuinya. Rasanya aku tak sanggup lagi untuk bertemu dnegannya.
“Jadi kenapa kau gugup berada di dekatku? Apa yeoja sepertimu menyukai namja aneh sepertiku yang hobinya hanya membaca buku?” tanyanya sambil memandangku lekat – lekat. Aku menelah ludah keringku. “Euung … euuung .. aku .. aku .. bagaimana menjelaskannya?” ucapku kikuk sambil menggaruk – garuk tengkukku yang sama sekali tidak terasa gatal.
“Haha, tidak usah kau jelaskan juga tidak apa – apa. Aku hanya bercanda.” Kyuhyun kembali menunjukkan senyum manisnya padaku, bahkan ia lebih ceria dari yang tadi. Sungguh luar biasa, aku tak pernah melihatnya tersenyum senang seperti ini sebelumnya.
“Lalu, apa yang kau lakukan disini? Maksudku kau sakit apa?” tanyaku ingin tahu.
“Ehm .., bagaimana ya menceritakannya?” ujarnya sambil memandang langit yang biru.
“Tak apa jika kau tak ingin mengatakannya. Itu bukan suatu masalah yang besar bagiku.” Ucapku berbohong, sebenarnya aku ingin sekali mengetahuinya.
“Ehm .., 2 tahun yang lalu aku kecelakaan. Saat mataku terbuka, aku tak sendiri. Sunny sahabatku juga terluka saat kejadian itu. Tapi Sunny terluka lebih parah dariku dan pada akhirnya ia tak bisa diselamatkan. Ia meninggal .” ujarnya sambil menunduk. Aku tahu itu pasti berat, entah mengapa aku mengelus – elus pundak Kyuhyun mencoba menegarkannya. “Kyuhyun.” Lirihku menyesal karena bertanya seperti itu tadi.
“Setelah kecelakaan itu, aku terkena penyakit jantung. Bahkan untuk berlari saja aku tak bisa, apalagi bermain basket? Aku juga tidak bisa makan di kantin karena aku hanya makan makanan khusus, bubur yang tidak ada rasanya. Haha, menyedihkan bukan? Tapi itulah kenyataannya. Aku mencoba menikmati keadaanku yang seperti ini, walaupun sangat sulit.” Lanjut Kyuhyun sangat tegar.
“Lalu, bagaimana dengan Kim Ryeowook? Apakah ia masih suka dengan hmmmmm .. Cho Kyuhyun anak kelas XI IPA A yang pendiam dan misterius itu?” ujar Kyuhyun sambil menahan tawanya. Aku langsung panik. Bagaimana bisa ia tahu tentang itu!
“Ba ba ba ba bagaimana kau bisa tahu?” tanyaku tergagap – gagap.
“Sungmin yang memberitahuku.” Ucapnya dengan santai. Aku langsung bergumam sendiri menggerutu dan juga menyumpah serapah untuk Sungmin karena sudah ember.
“Berhentilah menyukaiku.” Ujarnya datar.
Aku yang sibuk bergumam sendiri langsung membelalakkan mataku. “Kenapa?” tanyaku kecewa dan sedih.
“Lebih baik kau berhentik menyukaiku, karena aku tak pantas untuk disukai oleh Ryeowook yang selalu ceria. Keceriaanmu akan hilang hanya karena menyukai namja sepertiku.” Jelasnya.
“Aku tak bisa.” Lirihku sambil meneteskan air mata.
“Mungkin ini terdengar terlalu aneh. Tapi jujur, aku tidak bisa berhenti menyukainya. Tidak perduli ia tak sekalipun menyukaiku. Tapi aku Kim Ryeowook dari kelas XI IPA B yang ceroboh dan bodoh akan tetap menyukai Cho Kyuhyun anak kelas XI IPA A yang tidak melakukan apapun saat istirahat. Cho Kyuhyun yang selalu membaca buku di koridor dekat kelasku. Cho Kyuhyun yang tak seperti namja lainnya yang lebih suka membaca buku daripada bermain basket. Cho Kyuhyun yang membuat seorang Kim Ryeowook merasa hari – harinya hampa karena tak melihat seorang Cho Kyuhyun duduk di dekat kelasnya. Kim Ryeowook akan tetap menyukai Cho Kyuhyun yang seperti itu.” Ucapku jujur, entah mengapa setelah aku mengatakan itu, aku meneteskan banyak butiran air mata. Aku menangis tanpa suara.
“Kenapa harus menyukai seseorang seperti itu?” lirih Kyuhyun.
“Sungguh Kyuhyun, aku tak memintamu untuk membalas perasaanku. Aku hanya ingin kau tahu.” Ujarku masih dengan bercucuran air mata sambil mengulum senyumku walau terlihat aneh.

.
.
.
.
Dalam diam ini, aku sangat menikmatinya.
Walau itu hanya 1 jam, 1 menit dan bahkan itu hanya 1 detik-pun.
Aku akan tetap menikmatinya.
Karena bersamamu adalah bagian dari kehidupanku.
.
.
.
.

Sejak saat itu, setiap pulang sekolah selalu menyempatkan diri untuk menjenguk Kyuhyun. Sebenarnya aku tak ingin terlalu sering menjenguknya. Bukan karena aku tak ingin, justru aku sangat senang berada di dekatnya. Aku hanya tak ingin Kyuhyun berpikir jika aku begitu memintanya untuk membalas perasaanku. Tapi, karena Kyuhyun yang memintaku untuk menemaninya, dan inilah alasan kenapa aku selalu menjenguknya setiap hari.
Belakangan, aku tahu. Bahwa orang yang terkena sepatuku adalah Kyuhyun dan Kyuhyun juga yang mengembalikan sepatuku. Sebenarnya Kyuhyun ingin mengembalikan sendiri padaku, tapi saat dia memanggilku aku malah berlari. Kekekkeke :p
Sudah aku putuskan! Aku tak bisa berhenti menyukainya. Aku akan menyukai Kyuhyun sampai kapanpun. Meskipun aku tak tahu sampai kapan. Aku juga tak akan memaksanya untuk menyukaiku. Aku hanya ingin mengikuti kata hatiku.

.
.
.
.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tak mencintaimu.
Tapi, lebih menyakitkan jika mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan padanya.
Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang, bukan dia sebelumnya.
Kisah silam tak perlu diungkit. Kiranya kamu benar – benar mencintainya, cintailah dirinya dengan sepenuh hati.
Tak perlu menjadi sempurna hanya karena ingin dicinta. Yang kamu butuh hanya seseorang yang tahu kekuranganmu, tapi tetap ingin bersamamu.
.
.
.
.

E N D
.
.
.
.

Hehehehhe .. gimana chingu-deul ????
Kalian suka enggak sama Oneshot aku yang abal ini? Mian, kalau ada yang kecewa dengan endingnya. Dan aku gak mau buat sequel-nya ah. –“
FF yang sonoh belon kelar xD
Tiba – tiba ajah aku pengen buat oneshot kayak gini malem ini. Kekekkekke :p

Oneshot ini terinspirasi sama FF Justin Bieber di wattpad. Aku kan belieber xD keekkek, kalo disini maennya sama FF korea, disana maennya sama FF Justin 😀

Oh iya, FF yang ‘I’m Sorry, I Can’t Be Perfect’ udah mau tamat. Mungkin tinggal 2 chapter lagi bakalan selesai. :’)

Last!
Review ne 😉
With Love! ~ Frisca
Pai – pai

Advertisements

16 comments

  1. Huwaa kyuwook oneshoot yeayy ;D itu ending nya agak gantung friss,, mungkin kalau kyuwook nya jadian awww sweet ehhehe etapi gapapa dehh klau gak ada sequel nya walaupun pengen huhu ;;
    Oh iyaaa yang I’m Sorry, I Can’t Be Perfect aku tunggu yahhh sma yg love crazy(?)..fighting friss 😀

  2. kentang chingu alias kenyang tapi nanggung. gmn akhrnya kyu sm wook??? apa kyu trima wook??? tp krna ini one shot, jd ya trima aj. slbhnya bagus kok. d tunggu ff i’m sorry, i can’t be perfect nya. 🙂

    1. Kekekkek, baru denger istilah kayak gitu xD wkwkkkw
      Heheheh, gantung banget yak? Kan udeh bilang kalau ceritanya abal banget T^T
      Ne. Gomawo chingu :’)

  3. Ini bagus tapi sayang sekali gantung 😦 sequel dong chingu kasian wook nya di gantung kkk :3
    Itu sungmin kapan ngasih tau nya ke kyuhyun nya yak??
    Tpi ini bgus kok chingu. Aku tggu ff kyuwook lain nya .ah iya yg sorry I cant be perfect lanjut yah sama yg love crazy .semua ff mu seru 🙂 fighting

    1. Kekekek, gomawo and mian ne #Bungkuk
      Aku tahu ini gantung sekaleeeeh –” tapi mau gimana lagi chingu. Ide aku udeh mentok dan kalo buat sequel, kyu udeh komplikasi tuh penyakit jantungnya #DirajamSparKyu
      Wkwkkwkwk, kapan – kapan :p
      Uh, gomawo :’)

  4. ending nya ngegantung chingu…hubngan kyuwook jdnya rada nggk jlas…tp scra kselurahan bagus ni ff bgus chingu…lnjutkan!!!

    1. Hehehe, emang dibuat gantung :p
      Pengennya buat sad ending, tapi kok kasian, kyu kan udah kena penyakit masa aku kasih cobaan lagi T^T plak xD LOL
      Mau buat happy ending, nanti para KWS pada ngadain hajatan besar2an xD plak
      Gomawo ne :’)

    1. Kekekek, mian ne #BungkukDalem
      Emang gantung banget itu, mau gimana lagi ide mentok banget. Sampai ngeden – ngeden buat ngeluarinnya tetep susah –”
      Aduuuuh, mian banget ne chingu. Bener-bener usaha mentok itu T^T
      Kalo punya ide lagi, mungkin iya mungkin enggak. Tunggu ajah ya, liat reader yang laen. Gomawo ne

  5. Hue.. kata” terakhirnya itu menggambarkan perasaanku bgt.. :’) tapi suka dengan ffnya.. Kyu dan Ryeong.. its perfect couple.. 😉

  6. duuh,,sedih..kyunya sakit trnyata… 😥 ya untungnya sih msih tetep hdup,,wlopun gantung y endingnya… 😀 btw,,sungmiin embeerrr,,wkwkwkwkw…ksian jg nasibnya dy yg dsuru bersihin toilet..hahaha.. >.<

  7. Mwo.? Kehidupa kyuhyun bgtu…. ;(
    aku setuju dng ryeowook, terus mencintainya walau dia blm mencintaimu skrg tapi nnti….. Hehehehe

    —–1315—–

    1. hah??? O.o aku samepk baca lagi ini cerita gegara lupa gimana ceritanya xD plak
      heheheh, makasih banyak yak udah mauu komentar di setiap ff yang aku buat ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s