Month: June 2014

A – Z (The Way I Love You) Kim Ryeowook

Gambar

Frisca Freshtie Present …..

.

.

~~~~ ** A – Z (The Way I Love You) Kim Ryeowook ** ~~~~

.

.

Pairing : KyuWook

Author : Frisca Freshtie

Genre : Romance, Genderswitch

Rate : T

Cast : Kim Ryeowook >< Cho Kyuhyun

.

.

“Ini hanyalah sebuah alasan dari A sampai Z kenapa Kyuhyun mencintai Ryeowook. <3”

So, happy reading chingu and find the reason! 😉

Dan ini aku persembahkan untuk ulang tahun Ryeowook oppa pada tanggal 21 juni kemarin, mian baru bisa buat sekarang. Walaupun saya sudah membuat ff yang kemarin, tapi rasanya enggak afdol kalau enggak ada hadiah penutup. Sebenernya pengen yang ff kemaren yang endingnya, tapi ternyata aku lebih suka penutupnya yang ini.

Sekali lagi neomu mianhe ne. Dan selamat menikmati chingu-deul 😀

.

.

.

.

.

Di sebuah atap rumah pada malam hari yang penuh bintang bertaburan di langit hitam Seoul.

“Kyu, bantu aku naik.” Ujar seorang yeoja mungil yang memakai piyama bermotif jerapah dengan kesusahan untuk naik ke atap rumahnya dengan tangga.

“Tanpa kau minta pun aku tetap akan membantumu noonna.” Ujar seorang namja dengan tersenyum sambil membantu yeoja mungil itu naik.

“Gomawo.” Ujar yeoja mungil itu dengan malu – malu sambil menunduk saat sudah berada di atas atap. Namja berambut ikal tadi menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis menanggapi yeoja itu, lalu ikut naik ke atas atap.

“Kyu, apa ini aman? Aku takut.” Ujar yeoja mungil itu pada Kyuhyun yang berada di sampingnya.

“Ini aman. Tenang saja, selama ada aku pasti aman.” Ujar Kyuhyun sambil tersenyum dan merangkul pundak yeoja mungil itu erat. Yeoja mungil itu memejamkan matanya mencoba menikmati suasana yang menurutnya begitu hangat dan nyaman dari pelukan namja ini sambil mendekatkan dirinya.

“Aku tahu. I’ll save in your side.” Ujar yeoja mungil itu.

“Noonna .. jangan seperti ini.” Ujar Kyuhyun tiba – tiba. Mendengar itu yeoja mungil itu langsung menatap Kyuhyun bingung dan juga kecewa.

“Wae?” tanya yeoja mungil itu sendu.

“Apa kau lupa dengan ini?” tanya namja itu dengan tersenyum jahil sambil mengeluarkan cup cake kecil dari balik punggungnya.

Yeoja mungil itu membelalakkan matanya.

“Tapi ulang tahunku sudah kemarin Kyu. Ini untuk apa?” tanya yeoja mungil itu bingung.

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya sebal. “Ck! Noonna .. apa kau tak mengharapkan hadiah dariku? Saat ulang tahun kau pergi ke Amerika, dan aku hanya bisa memberimu ucapan selamat ulang tahun dari Korea. Apa kau pikir itu tak membuatku tersiksa? Rasanya aku tak bisa bernafas saat kau tak berada dalam jangkauan mataku. Apa kau tahu itu? Rasanya saat makan, semua makanan tak ada rasanya lagi, semuanya hambar saat aku tak mendengar suaramu. Hidup tak mau, mati juga tak mau. Itulah keadaanku saat kau pergi ke Amerika. Apa kau tak kasihan?” Ujar Kyuhyun panjang lebar dan berhasil membuat yeoja mungil itu tertawa geli mendengar penjelasan namjachingunya beberapa tahun terakhir ini.

“Walaupun hanya sebuah ucapan selamat ulang tahun darimu, aku sangat bahagia mendengarnya. Walaupun orang lain menganggapnya hadiah yang sangat sederhana, tapi aku tetap bahagia. Jadi kau tak perlu memberiku hadiah lagi. Karena Kim Ryeowook sangat mencintai seorang Cho Kyuhyun.” Ujar yeoja mungil itu dengan tersenyum tulus.

“Tapi aku ingin sekali memberimu hadiah. Apa kau tak mengerti itu noonna?” Ujar Kyuhyun berpura – pura merajuk.

“Baik .. baik … arrasseo Kyu. Aku paham. Baiklah, nyalakan lilinnya.” Ujar Ryeowook mengalah.

“Lilin? Untuk apa lilin?” tanya Kyuhyun.

“Tentu saja untuk meniup lilin di atas cup cake yang kau bawa Kyu.” Ujar Ryeowook dengan malas sambil memutar bola matanya.

“Noonna .. tidak ada yang namanya tiup lilin, arrachi? Malam ini ulang tahun ala Cho Kyuhyun, itulah hadiah seorang Cho Kyuhyun untuk yeojachingu yang paling tercinta dan tersayang, Kim Ryeowook.” Ujar Kyuhyun sambil memposisikan tubuh mungil Ryeowook agar berhadapan dengannya.

“Baiklah. Terserah padamu saja. Baiklah, tunjukkan padaku ulang tahun ala Cho Kyuhyun-mu itu.” Ujar Ryeowook sambil tersenyum geli.

“Aigoo .. noonnaku ini sungguh tak sabar eoh?” ujar Kyuhyun sambil mencubit hidung Ryeowook gemas.

“Kya .. jangan cubit – cubit hidungku Kyu. Aku bukan anak kecil lagi.” Ucap Ryeowook tak terima diperlakukan seperti itu.

“Kau memang bukan anak kecil? Tapi fisikmu menggambarkan kau anak kecil noonna. Bagaimana bisa sekarang kau sudah kuliah huh? Ku pikir dulu saat pertama kali bertemu denganmu, kau memalsukan identitasmu agar para namja tak mendekatimu.” Ujar Kyuhyun dengan terkekeh geli.

“Yang benar saja? Ppalli, mana hadiahku?” ujar Ryeowook mengalihkan pembicaraan.

“Kau mengalihkan pembicaraan eoh?” tanya Kyuhyun sambil tersenyum smirk.

“Jangan pasang tampang dan bicara seperti itu Kyu! Kau menyebalkan.” ujar Ryeowook sambil mengerucutkan bibir kissablenya sebal.

“Aiss .. noonnaku ini merajuk sekarang eoh? Baiklah, akan kutunjukkan hadiahku untukmu noonna.” Ujar Kyuhyun sambil mengedipkan sebelah matanya pada Ryeowook.

“Tutup matamu.” Ujar Kyuhyun sambil menutup mata Ryeowook dengan salah satu telapak tangannya.

“Tapi aku sudah melihatnya Kyu.” Ujar Ryeowook sambil menurunkan tangan Kyuhyun.

“Belum.” Ujar Kyuhyun dengan kesal sambil memutar matanya.

“Sudah, itu cup cake itu.” Ujar Ryeowook sambil menunjuk cup cake di sebelah Kyuhyun.

“Apa? Ini? Cih! Yang benar saja. Bagaimana bisa seorang Cho Kyuhyun hanya memberikan sebuah cup cake untuk hadiah bagi orang yang sangat di sayanginya? Ck! Kau pabbo noonna! Percuma kau kemarin dapat beasiswa untuk praktek di Amerika.” Ujar Kyuhyun.

“Jangan bilang aku pabbo!” ujar Ryeowook tak terima.

“Kalau begitu tutup matamu sekarang noonna.” Ujar Kyuhyun sambil memutar matanya.

Melihat itu Ryeowook mengerucutkan bibirnya sebal, lalu dengan perasaan tak ikhlas ia memejamkan mata caramelnya.

“Kau akan merasakan sesuatu nantinya, dan saat itu terjadi jangan membuka matamu sedikitpun, terus pejamkan dan rasakan semuanya, lalu mintalah sesuatu pada Tuhan apa yang kau inginkan, yang ada di lubuk hatimu yang paling dalam. Aku jamin kau pasti akan mendapatkannya.” Perintah Kyuhyun sambil memegang kepala Ryeowook lembut. Ryeowook menganggukan kepalanya patuh dengan tersenyum manis.

“Saenggil chukkae hamnida Kim Ryeowook.” Ucap Kyuhyun pelan dan juga lembut.

Ryeowook rasanya ingin membelalakkan matanya saat benda kenyal, lembut dan basah menempel di bibir tipis nan ranumnya itu. Rasanya Ryeowook ingin memberontak namun ciuman Kyuhyun benar-benar lembut dan membuatnya terhanyut. Ia terus memejamkan mata caramelnya dan menikmati setiap pergerakan bibir Kyuhyun di atas bibirnya, ia mematuhi perintah Kyuhyun.

‘Tuhan, ini hanya sebuah permintaan kecil dariku. Bisakah kau memberikanku namja ini sebagai malaikatku untuk seterusnya? Aku benar – benar sudah tertancap panah cintanya dan aku tak berniat melepas panah cintanya karena dia sangat memabukkan. Aku hanya ingin bersamanya melewati semua kehidupan. Bukankah itu sebuah permintaan yang tak berlebihan kan Tuhan? Jadi aku mohon dengan sangat, tolong kabulkan permintaan kecilku ini Tuhan. Tidak ada permintaan lain. Terima kasih.’

Ciuman lembut yang Kyuhyun sungguh candu bagi Ryeowook walaupun hanya sekedar menyalurkan rasa cintanya yang besar pada Ryeowook. Ryeowook semakin menikmati ciuman Kyuhyun yang sangat lembut. Ryeowook hanya bisa tersenyum manis karena hanya dilumat sebentar sampai akhirnya Kyuhyun melepas ciuman yang cukup basah itu dengan tersenyum smirk padanya.

“Apa kau sudah meminta sesuatu?” tanya Kyuhyun dengan tersenyum smirk.

“Sudah. Neomu gomawo.” Ujar Ryeowook sambil mengecup pipi Kyuhyun.

“Apa ini?” tanya Kyuhyun pura – pura tak mengerti.

“Hadiahmu, aku sangat menyukainya.” Ujar Ryeowook.

“Hahhaha, aku tahu itu.” Ujar Kyuhyun bangga.

“Kyu .. apa aku boleh bertanya sesuatu?” tanya Ryeowook dengan menatap intens mata Kyuhyun.

“Kau ingin bertanya apa hung?” tanya Kyuhyun.

“Anggap saja jawabanmu itu sebagai hadiah penutup untukku. Jadi aku mohon jawab sejujur – jujurnya ne. Aku mohon, jebal.” Ujar Ryeowook.

“Baiklah.” Ujar Kyuhyun cuek.

“Janji?” ujar Ryeowook sambil mengangkat jari kelingkingnya.

Kyuhyun memutar matanya, lalu tersenyum jahil. “Janji.” Ujar Kyuhyun sambil menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Ryeowook.

“Kau sudah berjanji dan kau tak boleh mengingkari Kyu.” Ujar Ryeowook mengantisipasi.

“Cho Kyuhyun tak akan mengingkari janjinya, apalagi untuk noonna satu ini. Cho Kyuhyun tak akan berani.” Ujar Kyuhyun.

Ryeowook tersenyum manis.

“Tell me the reason why you love me?” tanya Ryeowook dengan menatap manik mata hitam milik Kyuhyun.

Mendengar pertanyaan yeojachingunya, Kyuhyun tersenyum lalu memandang langit kota Seoul yang penuh dengan gemerlap bintang.

“Itu simple.”

Ryeowook menautkan kedua alisnya bingung dan juga penasaran, lalu Kyuhyun menatapnya dengan lembut.

“Hanya A sampai Z the way i love you Kim Ryeowook.”

Ryeowook semakin bingung mendengar jawaban Kyuhyun. “A – Z the way you love me?” tanya Ryeowook bingung.

Kyuhyun tersenyum lalu menganggukan kepalanya manis.

“A : Air (Udara). Karena Kim Ryeowook adalah udara, jadi aku tak akan bisa hidup tanpamu.” Ujar Kyuhyun sambil mencium bau Ryeowook dengan tersenyum manis dan berhasil membuat pipi Ryeowook bersemu merah.

“B : Bone (Tulang). Saat salah satu tulang hilang karena terluka, maka tubuh tak akan sempurna. Seperti dirimu, jika kau terluka maka aku juga ikut merasakannya karena kau adalah bagian dari tubuhku.” Ujarnya dengan menggenggam tangan mungil Ryeowook.

“C : Colour (Warna). Hidupku akan gelap jika tak ada dirimu. Oleh karena itu aku membutuhkanmu untuk mewarnai hidupku ini.” Kyuhyun menempelkan tangan mungil Ryeowook ke pipinya.

“D : Destiny (Tujuan). Apapun akan ku lakukan karena tujuan hidupku adalah Kim Ryeowook.” Ucap Kyuhyun sambil tersenyum jahil dan mencubit hidung Ryeowook.

“E : Ecstasy (Ekstasi). Kim Ryeowook adalah ekstasi, sehingga aku selalu ketergantungan denganmu, karena kau membuatku candu. Semua tentang dirimu membuatku kecanduan. Entah itu senyum, tawa, pandanganmu, wajahmu, dan terutama bibirmu.” Ujar Kyuhyun sambil mendekatkan dirinya pada Ryeowook seperti ingin menciumnya, namun saat bibir mereka akan bersentuhan. Kyuhyun menarik kepalanya lagi dengan senyuman jahilnya.

“F : Fate (Takdir). Kim Ryeowook is my fate dan itu tak bisa dirubah.”

Ryeowook hanya bisa tersipu malu mendengar penuturan – penuturan Kyuhyun diiringi hembusan angin yang lembut menerpa kulitnya yang mulus yang tertutup oleh piyama. Sungguh, ia baru tahu Kyuhyun bisa seromantis ini. Walaupun romantisnya tetap mengarah ke keposesivan.

“G : Gift (Hadiah). Kau adalah hadiah paling terindah dari Tuhan sepanjang hidupku, jadi aku akan terus menjagamu dan tak akan kubiarkan orang lain mengambilmu.” Ucap Kyuhyun sambil membenarkan piyama Ryeowook.

“H : Happiness (Kebahagiaan). Walaupun aku tertawa atau tersenyum karena sesuatu, tapi kebahagiaan sejati adalah dirimu. Karena Kim Ryeowook adalah kebahagianku.”

“I : Immune (Imun). Jika kau tak ada, aku akan sakit – sakitan, lemah, tak berdaya, dan lain – lain. Jadi teruslah menjadi imun Cho Kyuhyun ne.” Kyuhyun tersenyum manis pada Ryeowook dan mendapat anggukan malu – malu milik Ryeowook.

“J : Jewel (Permata). Karena kau adalah permata, aku akan selalu menjagamu. Karena keindahanmu diperuntukkan hanya untukku seorang. Jadi jangan berdandan cantik jika bukan untukku.”

“K : Key (Kunci). Kim Ryeowook adalah kunci hati milik Cho Kyuhyun. Jadi hati milik Cho Kyuhyun hanya bisa dibuka oleh Kim Ryeowook.”

Ryeowook semakin tersipu malu mendengar celotehan – celotehan Kyuhyun yang mungkin bisa dikatakan begitu posesiv terhadapnya, namun dia sangat menyukainya.

“L : Light (Cahaya). Ryeowook adalah cahayaku, jadi tanpa dirimu duniaku menjadi gelap. Jadi aku mohon teruslah bersamaku dan terangilah jalan hidupku.”

“M : Magnet. Karena kau adalah magnet, jadi mau seberapa jauh aku darimu, aku pasti akan tertarik denganmu. Aku akan selalu berada di dekatmu apapun yang terjadi.” Ujar Kyuhyun sambil menangkup wajah Ryeowook yang bersemu merah dengan lembut dan senyuman tulus.

“N : Necessary (Kebutuhan). Kau adalah kebutuhanku, jadi jangan pernah pergi meninggalkan aku ne.” Ryeowook menganggukan kepalanya dalam tangkupan kedua tangan Kyuhyun dengan tersipu malu.

“O : Oxygen (Oksigen). Tanpa dirimu aku akan mati. Karena tanpa dirimu aku tak bisa bernafas.”

“P : Part (Bagian). Kim Ryeowook adalah bagian dari hidupku, jadi kau tak bisa terpisah dariku.”

“Q : Queen (Ratu). Tentu saja Kim Ryeowook adalah Ratu dalam kerajaan hatiku. Dan tak akan ada ratu selain dirimu, apalagi selir, aku pastikan hanya dirimu seorang yang ada dalam kerajaan hatiku.”

“R : Regard (Kehormatan). Dirimu adalah suatu kehormatan bagiku. Jadi aku tak akan melecehkanmu. Aku akan selalu menjagamu. Dan bunuh aku jika aku tak membuktikan itu.” Ujar Kyuhyun sambil melepas jaketnya dan memasangkannya pada tubuh Ryeowook.

“S : Stimulus (Perangsang). Kau selalu menjadi stimulus dimanapun dan apapun yang terjadi. Sehingga hidupku selalu bergairah.”

“T : Target. Kau adalah targetku, walaupun aku sudah mendapatkanmu, tapi kau tetap akan menjadi target utamaku.” Ujar Kyuhyun sambil mengerling jahil pada Ryeowook yang membuat Ryeowook terkekeh geli.

“U : Umbrella (Payung). Kau yang akan melindungiku dari hujan kehidupan, jadi aku mohon dengan sangat teruslah berada disisiku, jadi saat hujan kehidupan turun menerpaku aku tak akan kehujanan.”

“V : Voice (Suara). Kau adalah suaraku ketika aku tak dapat bicara.”

“W : Wish (Keinginan). Kim Ryeowook is my wish in every step of my way.”

“X : eeeeeuuung … apa ya? Sepertinya aku tak mendapatkan alasan dalam kata X, tapi setidaknya aku mempunyai X-tra LOVE for Kim Ryeowook. Hihihihi.”

Mendengar itu Ryeowook terkekeh geli. “Bukankah itu seharusnya menggunakan ‘E’ Kyu?” ujar Ryeowook dengan geli.

“Sepertinya aku tak bisa membohongimu noonna, kekekke.”

“Y : Yogurt. Walaupun rasanya sedikit masam, tapi bukankah itu sangat menyehatkan bagi tubuh dan juga sangat enak? Apalagi teksturnya yang lembut. Dan itu sama seperti dirimu. Kau sepertinya sedikit susah untuk ditaklukan tapi sebenarnya kau sangat lembut dan membuat orang akan terus menginginkanmu seperti aku.”

“Z : Zip (Semangat). Kau adalah semangat bagiku, jadi teruslah berada di sampingku dan berikan aku dirimu sebagai penyemangat dalam hidupku. Jadilah pendamping dalam hidupku untuk seterusnya, dan berikan aku semua yang kau punya. Teruslah berjalan bersamaku melewati hari – hari dan biarkan aku terus menjagamu sampai esok, lusa dan seterusnya sampai Tuhan yang memisahkan kita.”

Kyuhyun berhenti sebentar memandang Ryeowook yang menatapnya bingung dan juga heran.

Ia menghela nafas. “So, will you marry me Kim Ryeowook?” tanya Kyuhyun sambil mengangkat cup cake tadi di hadapan Ryeowook.

Mendengar pernyataan Kyuhyun, mata Ryeowook berkaca – kaca. Ia sungguh benar – benar bahagia sekarang. Ini adalah perayaan ulang tahun terbaiknya. Dia benar – benar sangat terharu dilamar sedemikian rupa oleh Kyuhyun, namjachingunya yang lebih muda darinya yang sudah menjalin hubungan dengannya beberapa tahun ini.

“Aku mau .. aku mau .. aku mau Kyu …” ujar Ryeowook dengan linangan air mata kebahagiaan sambil bergegas memeluk Kyuhyun.

“Aku mau …. aku mau .. aku mau …” ulang Ryeowook terus menerus dalam pelukan Kyuhyun.

“Aku tahu. Kalau begitu buka ini.” Ujar Kyuhyun sambil melepas pelukan Ryeowook dan menjulurkan cup cake tadi.

“Apanya yang dibuka Kyu?” tanya Ryeowook heran sambil mengambil cup cake itu.

“Tentu saja ini noonna.” Ujar Kyuhyun sambil menunjuk cup cake yang sekarang di pegang Ryeowook.

“Tapi ini cup cake? Apa yang dibuka? Bungkus alasnya ini atau apa?” tanya Ryeowook semakin bingung sambil memandag cup cake itu heran.

“Ani. Sini, biarkan aku yang membukanya.” Ujar Kyuhyun sambil mengambil cup cake itu dari tangan mungil Ryeowook.

Ryeowook membulatkan matanya ketika melihat cup cake itu dibuka, ternyata itu bukanlah cup cake asli melainkan kotak cincin yang bentuknya memang sengaja dibuat menyerupai cup cake asli.

Kyuhyun mengambil cincin berbalut berlian kecil sederhana dari dalam cup cake itu dengan tersenyum manis.

“Biarkan aku memakaikannya di jari manismu.” Ujar Kyuhyun.

Ryeowook menganggukan kepalanya dengan bersemu merah.

“Berikan tanganmu noonna.” Perintah Kyuhyun.

Mendengar perintah Kyuhyun, Ryeowook segera mengulurkan tangannya pada Kyuhyun.

“Nah, selesai. Bukankah itu sangat manis?” tanya Kyuhyun setelah selesai memasangkan cincin itu ke jari manis Ryeowook.

“Ne. Itu sangat manis. Neomu saranghae Kyu ….” ujar Ryeowook dengan gembira sambil meloncat ke pelukan Kyuhyun sehingga mereka jatuh ke atap.

“Kekkeke, kau sangat bernafsu noonna.” Ujar Kyuhyun dengan smirk dan pikiran prevert-nya.

Ryeowook meninju pelan bahu Kyuhyun. “Jangan bercanda. Aku tak akan mau melakukannya sekarang, apalagi di tempat seperti ini.” Ujarnya dengan malu – malu dalam dekapan Kyuhyun yang ada di bawahnya.

“Ini siapa lagi yang membawa tangga kesini? Menghalangi pemandangan.” Terdengar sayup – sayup suara Heechul, kakak perempuan Ryeowook sedang menggerutu dari dalam kamar Ryeowook, tentu saja karena Ryeowook dan Heechul masih satu kamar jadi tak heran Heechul berada di situ.

“Eonnie ..” gumam Ryeowook.

BRAK !!!

Suara tangga jatuh bergema nyaring.

Ryeowook membulatkan matanya bulat – bulat.

“Andwae ..” gumamnya lagi dengan shock.

“Ini sudah sangat larut, sepertinya aku harus tidur. Angin malam tak bagus untuk kesehatanku dan juga kulitku ini.” Suara sayup – sayup Heechul lagi – lagi terdengar.

Klek

Suara jendela geser kamar Ryeowook tertutup. Ryeowook membuka mulutnya shock.

“Jangan …” gumamnya lagi dengan panik.

Ryeowook segera berdiri, namun belum sempat Ryeowook berdiri Kyuhyun menariknya kembali ke pelukannya.

“Kamarmu sudah dikunci. Tangga-pun sudah jatuh, kita tak bisa turun.” Ujar Kyuhyun santai sambil memejamkan matanya.

“Kyu, bagaimana kau bisa sesantai ini? Kita tak bisa turun!” ujar Ryeowook panik sambil mencoba berdiri kembali. Namun Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil Ryeowook sehingga Ryeowook tak bisa berdiri.

“Kyu ..” cicit Ryeowook.

“Biarkan seperti ini. Aku ingin bersamamu malam ini.” Ujar Kyuhyun ditemani hembusan angin yang lembut dan menerpa rambut Kyuhyun dan Ryeowook sehingga rambut mereka bergoyang pelan.

Ryeowook tercekat dengan perkataan Kyuhyun.

“Tapi kau akan kedinginan Kyu.” Ujar Ryeowook pelan sambil memandang jaket yang sekarang dikenakannya oleh Kyuhyun tadi.

“Itu tak akan menjadi masalah yang besar untukku asalkan kau ada di sisihku. Karena berada di sisihmu aku tahu aku akan hangat dan nyaman.” Ujar Kyuhyun masih dengan memejamkan matanya sambil tersenyum.

“Apa tak apa seperti ini?” tanya Ryeowook pelan, ia khawatir dengan posisi mereka sekarang.

“Tak apa.” Jawab Kyuhyun santai.

“Apa aku tak berat? Biarkan aku di sampingmu saja Kyu.” Ujar Ryeowook khawatir.

“Jangan bicara lagi. Nikmati saja malam ini.” Ujar Kyuhyun sambil membenamkan kepala Ryeowook di ceruk lehernya.

Ryeowook mengulum senyum malunya, ia sungguh malu walaupun Kyuhyun sudah sering melakukan ini padanya, namun ini berbeda menurutnya. Kyuhyun lebih lembut dan sangat membuat Ryeowook nyaman.

“Neomu saranghae Kyu.”

** FIN **

 

Hehhehe .. :p Anyeeeoooong chingu-deul ^^

Aku baliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiik ….

Aiiiiigooooo … bogoshippoyo :’)

(Peluk, cium reader satu – satu)

 

Mian baru bisa update sekarang. Kemarin seharusnya aku update, eh ternyata saya dipanggil buat siaran. -__-

Ya udah, akhirnya aku update hari ini. Ceritanya mau update tadi malem, tapi wifi di matiin sama bokap -__-

Okay, ff yang ‘I will cure you’ bakalan aku lanjut besok mungkin. Karena hari ini aku rencana mau menyelesaikan yang ISICBP dulu. Kasihan … tinggal ending kan.

Udah, itu ajah-lah, jangan banyak – banyak.

 

Seperti biasa. Tinggalkan jejak chingu-deul ne 😉

Jangan jadi silent reader, tapi kalau emang gak mau ya udah sih xD plak

Last! Review ne ^^

With LOVE! ~Frisca

Saranghae :* Chu

❤ ❤ ❤

I Will Cure You

Gambar

Frisca Freshtie Present ….

.

.. |(^.^)/\(^.^)| ..

….

** I Will Cure You **

.

.

.

Pairing : KyuWook

Rate : T

Genre : Romance, Comedy, Genderswitch, Friendship, TwoShot, Abal – Abal, Gaje, Failed!

Author : Frisca Freshtie

Cast : Kim Ryeowook (Yeoja) >< Cho Kyuhyun (Namja) >< Lee Hyukjae (Yeoja) >< Lee Sungmin (Yeoja) >< Henry Lau (Namja)

.

.

.

.

Warning !!!

Cerita ini ada unsur BL-nya, tapi nyempil dikit doank kok.

Banyak typo berhamburan! Jadi mohon pengertiannya ne ^^

Happy Reading Chingu-deul 🙂

.

.

.

.

Di sebuah rumah pada zaman joseon.

Seorang yeoja mungil tengah mengepel lantai rumahnya dengan mengenakan hanbok lusuh. Ia menyeka keringatnya yang jatuh. Lalu datang dua orang yeoja yang seumurannya dengan mengenakan hanbok yang lebih berwarna dan rapi masuk ke dalam rumah dengan seenak jidatnya, mengabaikan lantai yang masih sedikit basah. Tentu saja yeoja mungil itu geram karena hasil jerih payahnya diinjak – injak tanpa berperasaan dan berperikeadilan. Tapi ia tak bisa melakukan apapun. Ia hanya bisa meremas kain pel dengan penuh emosi.

Yeoja mungil itu mencoba sabar, ia kembali mengulangi kegiatan mengepel lantai. Tiba – tiba segerombolan pasukan istana menuju rumahnya. Ia yang heran dan juga penasaran tentu saja berdiri dari posisi jongkoknya.

“Masuk!” ujar seorang yeoja separuh baya padanya sambil menjambak rambut panjang milik yeoja mungil itu tanpa perasaan.

“Aww .. appo ahjumma ..” ringisnya kesakitan.

“Hei! Bawa ember dan lap-nya juga!” bentak yeoja itu dengan kasar.

“Ba .. baik ahjumma.” Ujarnya dengan takut – takut. Dengan segera yeoja mungil itu mengambil lap dan ember itu dan masuk ke dalam.

 

“Masuk ke dalam dan jangan keluar jika aku tak memintamu untuk keluar!” ujar yeoja separuh baya itu mengancam. Yeoja mungil itu menganggukan kepalanya, lalu masuk ke dalam ruangan.

Ternyata alasan yeoja separuh baya itu mengurung yeoja mungil itu di dalam karena pangeran dan pegawai istana sedang berkunjung ke rumahnya. Karena suaminya adalah menteri kerajaan.

Dengan genit, kedua aegya-nya yang tadi menginjak – injak karya yeoja mungil itu, maksudku lantai yang dipel yeoja mungil itu menatap pangeran yang datang. Mereka tak henti – hentinya tersenyum pada pangeran.

“Pangeran, apa yang Anda lakukan di rumah kami yang jelek ini?” tanya yeoja separuh baya itu dengan mencoba merendahkan diri agar terlihat baik.

“Aku tadi habis berburu bersama menteri Kim.” Jawab pangeran itu.

Setelah itu mereka berbincang – bincang. Lalu tak sengaja pangeran menangkap sosok yeoja mungil itu yang sedang mengintipnya. Ketahuan ia sedang mengintip, yeoja mungil itu kembali ke dalam dan mengurung dirinya lagi.

“Ah .. menteri Kim. Maafkan aku, tapi bolehkah aku ke belakang?” tanya pangeran itu.

“Oh tentu saja pangeran. Biarkan kedua putriku mengantarkanmu.” Jawab yeoja separuh baya itu dengan senang.

“Tak perlu. Biar aku sendiri saja.” Ujar pangeran, lalu berdiri dan melangkah masuk ke belakang.

Dengan langkah tenang, pangeran menjelajahi setiap inci ruangan di rumah itu. Hingga akhirnya ia menemukan yeoja mungil itu dengan tatapan sendu sedang menatap ke luar jendela.

“Hei!” ujar pangeran itu.

Ryeowook yang tak mengetahui keberadaan pangeran langsung kaget mendengar suaranya.

“Ah .. ah .. maafkan aku pangeran. Aku tak tahu kalau …” belum sempat Ryeowook meneruskan kalimatnya, jari telunjuk pangeran menempel di bibir kissablenya.

“Sssst … gwenchana. Ayo keluar.” seperti terhipnotis, yeoja mungil menuruti ajakan pangeran dan ikut pangeran keluar dari ruangan itu menuju ruang tamu.

 

“Menteri Kim, bisakah aku membawa putrimu ini?” ujar pangeran saat kembali ke ruang tamu. Tentu saja semua orang yang mendengar dan melihatnya langsung menatap mereka dengan heran, bingung dan tak percaya.

“Maksud Anda?” tanya menteri Kim.

“Maksudku aku akan membawa putri Anda diboyong ke istana, karena aku ingin menjadikannya sebagai permaisuriku.” Ujar pangeran itu. Tentu saja yeoja mungil itu langsung membelalakkan matanya karena kaget.

“MWO!?!??!!” pekik mereka tak percaya.

“Menteri Kim, aku mohon izin untuk membawa putri Anda.” Ujar pangeran sambil membungkuk.

Menteri Kim hanya bisa menganggukan kepalanya kaku, karena shock.

“Terima kasih menteri Kim.” Ujar pangeran lalu menggandeng tangan yeoja mungil itu keluar dari rumah.

 

Dengan tersipu malu Ryeowook keluar dari rumahnya.

“Cepat naik.” Ujar pangeran dengan tersenyum.

Dengan mengangguk kikuk, Ryeowook naik ke atas kuda. Pangeran juga ikut membantu Ryeowook agar dapat naik. Lalu pangeran ikut naik di belakang Ryeowook.

Mereka menunggang kuda ke istana. Sepanjang perjalanan, pemandahan indah membentang dengan luas.

“Jadi, siapa namamu nona?” tanya pangeran.

“Jeo neun Kim Ryeowook imnida.” Jawab yeoja mungil itu dengan menunduk malu.

“Nama yang sangat cantik, secantik orang yang mempunyai nama.” Ucap pangeran memuji, tentu saja pujian pangeran ini membuat pipi Ryeowook memerah seperti kepiting rebus.

“Pangeran, bolehkan aku bertanya sesuatu?” tanya Ryeowook sambil menolehkan kepalanya ke belakang menatap pangeran.

“Bertanyalah.” Jawab pangeran dengan tersenyum manis.

“Kenapa Anda memboyongku ke istana? Kenapa pangeran memilih saya?” tanya Ryeowook heran dan juga penasaran.

“Karena aku menyukaimu saat pertama kali aku melihatmu.” Jawab pangeran jujur.

Ryeowook langsung menundukkan kepalanya tersipu malu. Lalu, tiba – tiba pangeran mengangkat dagunya, lalu ia mengecup bibir kissable Ryeowook. Tentu saja ini membuat Ryeowook semakin bersemu merah pipinya layaknya tomat yang matang.

“Awas! Menunduk!” ujar pangeran dengan panik. Tentu saja Ryeowook langsung mengalihkan pandangannya ke depan dan …

PLUK

Tiba – tiba ada penghapus papan tulis yang mendarat di dahi Ryeowook tepat.

Hah? Penghapus papan tulis? Ini tidak salah kan?

Ya itu benar, sekarang tempat berganti menjadi sebuah ruangan kelas yang elite dengan murid – murid yang sedang menatap salah satu temannya yang dilempari penghapus papan tulis oleh Jung seongsangnim. Tentu saja, ada alasan kenapa Jung seongsangnim melempari Ryeowook dengan penghapus papan tulis, karena ternyata dari tadi Ryeowook sedang berimajinasi di tengah pelajaran seongsangnim berambut panjang dan cantik namun killernya bukan main yang sedang mengajar matematika.

“Aww ..” ringisnya sambil mengelus dahinya yang memerah karena bekas benturan dengan penghapus papan tulis yang dilempar oleh seongsangnimnya.

“Kim Ryeowook, maju ke depan sekarang juga!” perintah Jung seongsangnim dengan nada datar namun penuh dengan nuansa horor dan juga mistis yang menyelimuti suaranya.

Dengan kesal dan panik Ryeowook menyikut tangan teman sebangkunya.

“Aku tadi sudah memberitahumu, bahkan kau kusuruh untuk menunduk tadi.” Ujar yeoja di samping Ryeowook menjelaskan.

“Apa disini tak ada yang bernama Kim Ryeowook?” tanya Jung seongsangnim dengan horornya. Ryeowook meneguk air ludahnya yang rasanya sangat sulit untuk ditelan.

“S .. S.. Sa .. Saya Kim Ryeowook, seongsangnim.” Ujar Ryeowook dengan takut – takut sambil mengacungkan tangannya setengah.

“Kalau begitu, maju ke depan sekarang.” Ujar Jung seongsangnim dengan nada datar mistis. Dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal Ryeowook maju ke depan.

“Sa .. saya sudah ke depan seongsangnim.” Ucap Ryeowook dengan takut – takut.

“Kalau begitu pergi ke pojok, angkat kakimu lalu pegang kedua telingamu.” Ujar Jung seongsangnim. Dengan berat hati Ryeowook melangkahkan kakinya ke pojok ruangan dan segera melaksanakan perintah Jung seongsangnim dengan sangat tidak ikhlas sambil memanyunkan bibirnya sebal.

“Kita lanjutkan pelajaran selanjutnya, buka buku kalian halaman 98!”

***

“Jadi, imajinasi apa lagi yang ada di otakmu tadi Wookie? Sehingga Jung seongsangnim menghukummu?” goda temannya yang berambut blonde atau lebih dikenal dengan panggilan Eunhyuk.

Dengan semangat Ryeowook menjawab. “Seorang pangeran tampan dari dinasti joseon memintaku untuk menjadi permaisurinya.”

“Ck! Imajinasimu berlebihan.” Ujar Heechul.

“Anio. Aku yakin suatu saat nanti pangeran berkuda putih akan menjemputku dan menyelamatkan aku dari status single lady yang terhina dan terpojokkan ini.” Ujar Ryeowook semakin menjadi – jadi.

“Terserah apa katamu-lah. Aku sudah bosan mendengarnya.” Ujar Sungmin sambil meminum jus labunya.

“Ya Ampun .. kalian harus mempercayaiku. Bahkan tadi kami juga melakukan adegan kissu … kissu …” ujar Ryeowook sambil memonyong – monyongkan bibirnya.

“OMO !?!??!!!!!” pekik mereka bertiga kaget sambil membelalakkan matanya kagum.

“Hah! Itu benar.” Ujar Ryeowook percaya diri, padahal sebenarnya ketiga sahabatnya bukan kaget dengan cerita Ryeowook, melainkan karena hal lain.

“Itu Kyuhyunnie …” ujar Sungmin dengan sangat bahagia dan dengan diiringi menggigiti sedotan jus labunya.

“Dia sangat tampan.” Ujar Heechul sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya terpesona.

“Dia sempurna.” Ujar Eunhyuk sambil menggigiti sendok.

Ryeowook yang penasaran langsung membalikkan tubuh mungilnya ke arah tatapan tiga sahabatnya. Dia melihat Kyuhyun, namja yang paling populer seangkatannya dan juga paling populer di sekolahnya sedang berjalan dengan sangat elegan dan berwibawa menuju kantin dan diikuti oleh banyak yeoja – yeoja di belakangnya. Yeoja – yeoja itu banyak yang membawa hadiah, meneriakkan namanya, memuji – muji Kyuhyun, dan lain – lain layaknya fangirl. Kantin yang memang sudah ramai menjadi riuh dengan suara yeoja – yeoja yang heboh melihat Kyuhyun.

Ryeowook terus mengikuti pergerakan Kyuhyun sampai Kyuhyun melewati tempat duduknya dengan cuek seperti biasa menuju salah satu tempat duduk di kantin yang sedikit jauh dari tempat duduk Ryeowook dan teman – temannya.

Ryeowook membalikkan tubuhnya menghadap sambil memutar bola matanya kesal pada teman – temannya yang masih memandang Kyuhyun dengan tatapan terpesona dan kagum.

“Ck! Apa yang kalian suka dari Kyuhyun sih?” tanya Ryeowook tak percaya.

Mendengar pertanyaan Ryeowook yang begitu sensitive di telinga mereka, mereka bertiga langsung menatap cengo Ryeowook.

“Hei! Dia itu sangat tampan.” Ujar Eunhyuk dengan tersenyum manis.

“Apanya yang tampan? Masih tampan Kim Yesung, penyanyi tampan dengan suara emas yang menggelegar.” Ujar Ryeowook dengan sinis.

“Dia itu keren.” Ujar Heechul.

“Masih keren Choi Siwon, artis papan atas yang tubuhnya berbentuk kotak – kotak.” Saing Ryeowook.

“Kyuhyun itu pintar.” Ujar Sungmin.

“Masih pintar Soo Man ahjussi, pemilik SM High School ini.” Ujar Ryeowook lagi. Mendengar ucapan – ucapan Ryeowook, ketiga temannya langsung mendecak kesal.

“Ck! Kau itu memang yeoja aneh! Apa matamu itu kelilipan batu bata atau semacamnya huh? Bagaimana kau bisa bilang Kyuhyun tak tampan, tak keren dan tak pintar? Periksakan matamu ke dokter mata, jangan – jangan ada batu bata yang masuk ke matamu.” Ujar Eunhyuk dongkol.

Mendengar itu, Ryeowook langsung menarik matanya lebar – lebar dengan kedua tangannya sambil memperlihatkannya pada ketiga temannya.

“Apa kalian melihat aku kelilipan? Kalau iya, aku akan memeriksakannya ke toko material terdekat dengan segera.” Ujar Ryeowook.

***

Ryeowook berjalan sambil meloncat – loncat kecil dan bersenandung pelan sepanjang jalan menuju kedai es-krim. Ia memang penggila es-krim, setiap pulang sekolah ia akan pergi ke kedai es-krim langganannya untuk membelia es-krim coklat jumbo.

“Ahjumma, aku pesan seperti biasa ne.” Ujarnya dengan senyuman khas-nya saat sampai di kedai.

Ia duduk di tempat favoritnya, di pojok kedai dekat dengan jendela sehingga ia bisa melihat keadaan diluar kedai dengan leluasa.

Ia mengeluarkan ponselnya, lalu mulai berselfie ria menunggu es-krim yang ia pesan datang. Inilah seorang Kim Ryeowook. Yeoja yang level otaknya pas – pasan, tidak tahu malu, berlebihan, cuek dan sangat narsis. Bahkan orang yang melihatnya, pasti berpikir kalau Ryeowook sangatlah norak. Tapi semua itu tak masalah bagi seorang Kim Ryeowook, selagi itu menjadi kesenangannya.

“Ini es-krimmu Wookie.” Ujar ahjumma tadi sambil memberikan es-krim pesanan Ryeowook ke meja. Mendengar itu Ryeowook langsung menghentikan kegiatan ber-selfie rianya.

“Neomu gomawo ne ahjumma.” Ujar Ryeowook.

Ryeowook segera melahap es-krim di depannya dengan sangat rakus, ia memakan es-krim itu layaknya anak kecil, belepotan dimana – mana. Sungguh mencengangkan untuk ukuran seorang remaja tingkat SMA.

Tiba – tiba matanya fokus pada seorang namja yang masuk ke kedai dengan memakai seragam yang sama dengannya, berkulit putih pucat dan berambut ikal. Ia mengerutkan dahinya heran sambil mengikuti pergerakan namja itu.

“Aku baru tahu kalau dia juga suka es-krim sepertiku.” Gumam Ryeowook sambil menyendok es-krim dan memasukkan ke mulutnya sambil terus memandang Kyuhyun.

Ia terus mengamati Kyuhyun dengan heran dan juga penasaran. Namja itu duduk di tempat yang paling sepi. Lalu, ia mengeluarkan buku dan membacanya.

“Ini dia. Bagaimana semua orang bisa menyukainya? Padahal ia hanya membaca buku dan membaca buku dimana – mana.” Cibir Ryeowook.

“Yang pantas menjadi yeojachingunya itu cuma buku, buku, buku dan buku.” Cibir Ryeowook lagi sambil menyendok es-krimnya sambil menunduk.

“Eiiiiih … OMO!” Ryeowook membungkam mulutnya ketika melihat seorang namja berambut blonde mencium pipi Kyuhyun singkat.

‘Apa itu yang kulihat?’ inner Ryeowook tak percaya.

Namja berambut blonde itu duduk di samping Kyuhyun, lalu ia mulai memanggil pelayan untuk memesan. Ryeowook terus mengamati dari tempat duduknya dengan pikiran yang aneh – aneh.

“Apa mungkin …” gumamnya menyelidik, lalu ia menggelengkan kepalanya. “Itu tidak mungkin.”

“Itu mungkin sahabat karibnya. Jadi tak apa jika mereka melakukannya. Aku juga sering melakukannya dengan Heechul, Sungmin dan Eunhyuk. Hahahha. Yang benar saja, dugaanku tadi pasti salah.” Ujar Ryeowook mencoba berpikir positive thinking.

Ryeowook dengan tenang melanjutkan kegiatan memakan es-krimnya lagi. Tak sengaja ia melihat fenomena yang tak biasa lagi.

“OMO! Apa yang namja itu lakukan?” tanya Ryeowook kaget dan tak percaya melihat namja berambut blonde itu menyendokkan es-krim ke mulut Kyuhyun.

“Apa mereka ..” lagi – lagi Ryeowook menggelengkan kepalanya. “Aku pasti salah. Mungkin namja itu dongsaeng atau hyungnya. Aku juga sering melakukan itu dengan eonniku.” Setelah berpikir positive seperti itu, Ryeowook kembali melanjutkan kegiatannya tadi.

Ryeowook membelalakkan mata caramelnya lucu ketika melihat Kyuhyun membersihkan es-krim yang ada di sudut bibir namja berambut blonde tadi dengan ibu jarinya dengan pandangan lembut yang tak pernah Ryeowook lihat sebelumnya.

Dan Ryeowook semakin tercengang dan shock, matanya tambah membulat sempurna, mengangakan mulutnya lebar yang berpotensi banyak lalat yang bisa masuk, ia seperti bergumam sesuatu tapi tak ada suara yang keluar dari mulutnya dan menjatuhkan sendok es-krimnya shock ketika melihat namja berambut blonde tadi mencium bibir Kyuhyun singkat.

***

Dengan gusar Ryeowook membolak – balikkan tubuh mungilnya di ranjangnya. Lalu ia memandang langit – langit kamarnya.

‘Ini tidak mungkin!’ inner Ryeowook sambil mengigit selimut jerapahnya.

‘Aku pasti tadi siang hanya berhalusinasi saja!’ inner Ryeowook membantah.

‘Kyuhyun tak mungkin …’

“Aaaaaaaah! Ini membuatku frustasi ….!!!!” teriak Ryeowook sambil menyepak guling dan selimut sampai jatuh ke lantai. Setelah berteriak layaknya orang stress, Ryeowook langsung mengambil ponselnya dan mulai bergerilya di google. Dengan serius ia membaca dan menampakkan raut wajah yang aneh – aneh saat membaca.

“Apa ini? Kenapa aku membuka situs seperti ini?” tanya Ryeowook dengan kesal sambil membanting ponselnya di ranjang. Lalu ia kembali mengguling – gulingkan tubuh mungilnya. Setelah cukup lama, ia berhenti dengan aktivitasnya.

“Ini membuatku ingin tahu setengah mati. Aku harus mencari tahu.” Ujar Ryeowook dengan serius.

“Fighting Wookie!” ujarnya menyemangati dirinya sendiri. Lalu ia menggulingkan tubuhnya lagi, karena ia sudah berada di posisi tepi ranjang, alhasil …

BRUK

Ryeowook jatuh dengan tak elite di lantai kamarnya dengan menungging.

“Aww ..”

***

Di kelas Ryeowook begitu gaduh, ada yang sedang bermain gadget, ada yang sedang berbincang – bincang, ada yang sedang membaca buku, ada yang sedang menyalin pekerjaan temannya dan ada yang mengorat – oret papan tulis.

BRAK

Ryeowook masuk ke kelas sambil menggebrak pintu yang sudah terbuka. Tentu, semua orang langsung mengalihkan perhatiannya ke Ryeowook kecuali Kyuhyun yang masih sibuk membaca bukunya.

Semua orang menatap aneh dan bingung pada Ryeowook, pasalnya Ryeowook datang dengan mata hitam panda, rambut kusut, seragam yang urak – urakan, kaos kaki yang panjang pendek dan sepatu yang tak berpasangan. Ia benar – benar seperti orang gila.

Ryeowook dengan raut wajah menyelidik mendekati Kyuhyun. Semua orang yang melihatnya menatapnya heran.

Ryeowook mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun, ia mengamati wajah Kyuhyun yang masih fokus pada bahan bacaannya. Padahal Ryeowook sedekat itu dengannya, tapi kenapa Kyuhyun biasa – biasa saja? Pikirnya.

‘Benar – benar kronis keadaannya, ternyata dugaanku benar.’ Inner Ryeowook.

“Apa yang dia lakukan?” bisik teman – temannya.

Setelah merasa puas, Ryeowook duduk ke tempat duduknya namun pandangan matanya masih tak lepas dari Kyuhyun dengan tatapan menyelidik.

Sungmin sebagai teman sebangkunya tentu saja heran dengan tingkah laku Ryeowook.

“Kau kenapa Wookie?” tanya Sungmin.

“Aku frustasi.” Jawab Ryeowook cuek.

“Kau frustasi?” tanya Sungmin tak percaya.

“Aku tak bisa tidur semalaman karena berpikir yang aneh – aneh.”

“Apa?” tanya Sungmin penasaran.

Ryeowook menatap Sungmin intens, “Apa yang kau lakukan jika temanmu seorang gay?”

***

Ryeowook terus mengamati kegiatan – kegiatan Kyuhyun. Sungmin yang melihatnya tentu berpikir macam – macam.

“Wookie-ah, apa kau sekarang menyukai Kyuhyun?” tanya Sungmin to the point.

“Ani.” Jawab Ryeowook tanpa menolehkan pandangannya dari Kyuhyun.

“Lalu, kenapa kau dari tadi terus mengamatinya?” tanya Sungmin heran.

“Aku sedang survey.” Jawab Ryeowook lagi masih fokus pada Kyuhyun.

“Sur-vey?” tanya Sungmin bingung. Ryeowook menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan Sungmin.

Ryeowook menghembuskan nafasnya menyemangati dirinya.

“Ini waktunya pembuktian.” Ujar Ryeowook sambil mengepalkan tangannya, lalu ia mengeluarkan ponselnya dari saku seragamnya.

“Apanya yang dibuktikan?” tanya Sungmin dengan heran.

“Ssssst … Hanya orang – orang yang beriman yang bisa tahu.” Jawab Ryeowook aneh pada Sungmin.

Ryeowook mengalihkan pandangannya ke ponselnya.

‘Ciri – ciri orang gay, yang pertama adalah ‘Jarak’, jika seorang namja tidak merespon atau biasa saja bahkan bisa dikatakan datar saat didekati seorang yeoja, itu bisa jadi tanda yang jelas bahwa dia memiliki kelainan. Apalagi, setiap kali didekati, ia biasa saja saat tubuh mereka bersentuhan. Untuk menguji apakah dia gay atau bukan, coba dekati lebih rapat, jika ia tak merespon Anda walaupun tubuh Anda menempel pada tubuhnya, bisa jadi si dia gay.’ Inner Ryeowook membaca apa yang ada di tulisan ponselnya.

Ryeowook menganggukan kepalanya yakin, lalu ia berdiri dan berjalan mendekati Kyuhyun yang tengah membaca buku seperti biasa.

“Hae-ah! Minggir!” ujar Ryeowook sambil menarik Donghae teman sebangku Kyuhyun yang sedang duduk.

“Ck! Kasar sekali kau Wookie-ah.” Gerutu Donghae, lalu duduk di tempat lain.

“Ini untuk kelangsungan sebuah kesehatan dan kenormalan seseorang.” Jawab Ryeowook aneh.

Ryeowook menghembuskan nafas mencoba meyakinkan dirinya. Lalu, ia mulai mendekati Kyuhyun yang masih sibuk dengan buku bacaannya dengan perlahan. Lalu, tangan Ryeowook menempel di lengan Kyuhyun.

Hening, yang terdengar malah suara jantung Ryeowook yang berdetak tak karuan.

‘Apa memang tak ada reaksi? Kenapa malah aku yang bereaksi?’ inner Ryeowook bingung.

Karena masih ragu dengan hasil yang ia peroleh, akhirnya Ryeowook memutuskan cara yang lain. Ryeowook menggeser – geserkan duduknya mendekati Kyuhyun lalu menjauhi Kyuhyun berulang – ulang dari pelan sampai cepat. Tentu saja kegiatan Ryeowook ini mengusik kegiatan Kyuhyun.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Kyuhyun datar.

Tentu saja mendengar ucapan Kyuhyun, Ryeowook langsung memasang raut wajah aneh sambil membekap mulutnya cengo dan jatuh dari tempat duduknya ke lantai.

BRAK … Tuuuuiiing

Suara Ryeowook jatuh dari kursi. Lalu sepatu Ryeowook terlempar ke atas.

***

‘Ciri – ciri yang kedua, mereka tidak tertarik melihat yeoja seksi. Cobalah untuk menguji seksualitas dengan membawa beberapa teman yeoja Anda yang seksi ke hadapannya atau gambar – gambar yeoja seksi padanya. Jika ia tidak memandangnya atau tidak memujinya,  maka Anda harus waspada. Jika si dia tidak menunjukkan minat pada yeoja seksi  sama sekali, maka  kemungkinan dia adalah namja gay.’ Inner Ryeowook sambil membaca ponselnya.

Ryeowook melirik sekeliling kelasnya yang sepi. Dengan perlahan ia mendekati Kyuhyun lagi sambil membawa majalah orang dewasa di tangannya.

Ia duduk di sebelah Kyuhyun, lalu ia menoel – noel kepala Kyuhyun.

“Kyu ..” panggilnya dengan takut – takut.

“Hn?” ujar Kyuhyun tanpa menolehkan kepalanya dari buku. Ryeowook menghela nafasnya melihat reaksi yang diberikan Kyuhyun padanya. Lalu dengan hati – hati Ryeowook meletakkan majalah dewasa yang dipegangnya ke atas buku Kyuhyun.

Kyuhyun menatap aneh dan bingung pada Ryeowook.

“Buka.” Ujar Ryeowook dengan memohon. Kyuhyun membuka majalah itu, lalu ia melihat gambar – gambar yeoja yang berpose dengan seksi dan berpakaian serba minim. Ia membuka lembaran demi lembaran majalah itu. Di sisi lain, Ryeowook melihatnya dengan H2C (Harap – Harap Cemas) pada Kyuhyun.

“Ini.” Ujar Kyuhyun datar tanpa ekpressi apapun sambil memberikan Ryeowook majalah dewasa tadi.

Ryeowook meneguk air ludahnya dengan susah payah, lalu ia mengambil majalah dewasa itu.

“OMO! TERNYATA RYEOWOOK BERLANGGANAN MAJALAH DEWASAAAAA …!!!!” pekik Donghae ketika melihat Ryeowook memegang majalah dewasa itu dengan tak percaya.

***

‘Ciri – ciri yang ketiga, yaitu mereka tidak tertarik pada film – film dewasa. Ketika seorang namja tidak suka menonton film dewasa maka Anda harus mengujinya. Cobalah untuk menonton film dewasa. Jika dia tidur atau tidak menunjukkan minat apapun, Anda harus mulai mencari tahu alasan di balik ini. Kemungkinan mereka gay.’ Inner Ryeowook lagi. setelah itu, Ryeowook meneguk air ludahnya dengan susah payah.

“Blue film ..” gumamya dengan shock.

 

Ryeowook melirik ke kanan dan ke kiri dari tempat persembunyiannya, mencoba mengamati apakah keadaan aman atau tidak.

Lalu, dari kejauhan Ryeowook melihat Kyuhyun yang sedang berjalan sendirian di lorong. Ia menyembunyikan dirinya lagi sambil menyenderkan tubuhnya ke tembok, lalu menghembuskan nafasnya.

“Harus dilakukan.” Ujar Ryeowook meyakinkan dirinya sendiri, lalu ia keluar dari tempat persembunyiannya dan segera menarik tangan Kyuhyun untuk mengikutinya.

Akhirnya mereka berada di sebuah tempat kosong yang kotor dan berdebu, itu adalah gudang sekolah yang sudah tak ditempati yang letaknya jauh dari kelas.

“Untuk apa membawaku kemari?” tanya Kyuhyun dengan nada datar.

Ryeowook langsung membuka ponselnya dan menunjukkan blue film yang di downloadnya tadi pada Kyuhyun. Kyuhyun menatap layar ponsel Ryeowook biasa – biasa saja. Sedangkan Ryeowook? Ia grogi bukan main, apalagi saat mendengar suara – suara yang keluar dari ponselnya yang berhasil membuatnya bergidik ngeri dan bereaksi, bukannya Kyuhyun.

Ryeowook langsung mematikan ponselnya dan memasukkannya ke saku bajunya lagi.

“Sepertinya aku pipis. Kau download sendiri ya film-nya.” Ujar Ryeowook dengan raut wajah aneh sambil memegangi organ kewanitaannya yang basah karena cairan kewanitaannya keluar, lalu ia segera berlari keluar dari gudang itu meninggalkan Kyuhyun yang menatapnya dengan tatapan yang tak bisa diartikan.

***

Ryeowook menggigiti kuku – kukunya gusar di ranjangnya.

‘Bagaimana ini? Dia benar – benar seorang gay.’ Inner Ryeowook sambil menatap artikel – artikel tentang gay yang berserakan di tempat tidurnya.

‘Apa yang harus ku lakukan?’ inner Ryeowook bingung sambil mengangkat salah satu artikel itu.

‘Ini benar – benar mengejutkan. Pantas saja, ia tak pernah tertarik dengan semua yeoja yang mendekatinya.’ Inner Ryeowook sambil menghembuskan nafas berat.

‘Ternyata di balik wajahnya yang tampan itu dia menyembunyikan sesuatu yang mengerikan.’

‘Ya Ampun … aku masih tak percaya kalau dia begitu. Sungguh tak pernah aku memikirkannya apalagi membayangkannya. Itu sungguh diluar dugaan akal sehatku.’

‘Tapi, kasihan juga dengan keadaannya yang seperti itu. Dia pasti tertekan.’ Inner Ryeowook iba.

‘Sepertinya aku harus membantunya. Harus! Harus membantunya!’ Innernya sambil mengepalkan tangannya yakin.

***

“Selamat pagi ….” pekik Ryeowook dengan heboh saat masuk ke kelas. Kelas yang asalnya gaduh langsung hening seketika ketika melihat penampilan Ryeowook yang berubah. Sekarang Ryeowook memakai seragamnya dengan sangat rapi, bahkan ia juga sekarang menggunakan make-up, rambutnya juga sekarang sudah tidak urak – urakan lagi, rambutnya kini tersisir rapi dengan pita manis yang bertengger di rambutnya menambah kecantikan Ryeowook. Semua teman – temannya menatap Ryeowook dengan tak percaya.

“A .. ap .. apa kau Kim Ryeowook?” tanya salah satu temannya.

“Tentu, memangnya siapa lagi?” tanya Ryeowook sambil mengibaskan rambutnya bangga, lalu duduk di samping Kyuhyun.

“Hae-ah, untuk sekarang dan selanjutnya dan seterusnya kau duduk dengan Sungmin ne.” Ujar Ryeowook dengan seenak jidatnya mengusir Donghae yang akan duduk.

Ryeowook mengalihkan pandangannya ke Kyuhyun. “Kyu, tenang saja. Aku akan membantumu. Tak usah khawatir, aku akan membantumu.” Ujar Ryeowook dengan berbisik lucu sambil meletakkan bukunya di meja.

Mendengar bisikan Ryeowook, Kyuhyun melirik sekilas Ryeowook lalu kembali fokus dengan buku yang dibacanya.

** TBC **

 

AAAAAMPUUUUUUUUN …. Aku berpikir ini akan menjadi OS, tapi mengingat ini baru setengah jalan cerita, itu ajah masih kurang. -_-

Aku jadinya buat ini sebagai TwoShot sajalah. Nanti kepanjangan dan enggak selesai – selesai. Kan udah janji hari ini updatenya. Neomu mianhae ne T^T

Jangan timpuk saya dengan clurit, pisau, kembang pasir, batu atau semacamnya. Mending kalian timpuk aku pakek uang ajah, sekalian buat uang saku study tour besok xD plak

Ya Ampuun, suer! Ini itu masih panjang, masih ada adegan – adegan Ryeowook mencoba mengobati Kyuhyun, puncak masalah, penyelesaian masalah, dan lain – lain.

Adegan mengobati Kyuhyun tuh yang paling puuuuuaaanjaaang.

 

MasyaOwwwooooh …. enggak apa – apa kan chingu-deul kalau TwoShot?

Tunggu kelanjutannya setelah saya kembali dari study tour. ^^

 

Ya udah itu ajah, aku bener – bener minta maaf ne. 😥

Last! Review ne 😉

With LOVE! ~Frisca

Chu :* Saranghae. ❤ ❤ ❤

LOVE Is CRAZY 10

Gambar

Frisca Freshtie Present ….

~~~ @@@ ~~~

*

*

__ ><)))’> _ <’(((>< __

** .. LOVE Is CRAZY .. **

.

.

.

Pairing : KyuWook/Slight YeMin, SiBum

Rate : T

Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy, Abal – Abal, Gaje, Failed!

Author : Frisca Freshtie

Cast : Cho Kyuhyun (Namja) >< Kim Ryeowook (Yeoja) >< Kim Yesung (Namja) >< Lee Sungmin (Yeoja) >< Kim Kibum (Yeoja) >< Choi Siwon (Namja) >< Lee Donghae (Namja) >< Lee Taemin (Yeoja) >< Henry Lau (Namja) >< Shim Changmin (Namja)

.

.

.

.

WARNING !!!

Cerita ini sungguh abal dan banyak typo yang berhamburan. Jadi mohon pengertiannya ne ^^

HAPPY READING CHINGU-DEUL 😀

.

.

.

.

Sungmin berjalan menuju rumahnya sambil sesekali sesenggukan karena tangisannya tadi, walaupun sudah tidak ada air mata yang keluar dari matanya.

‘Pabbo, untuk apa aku tadi mengikutinya?’ inner Sungmin kesal juga dengan keputusan yang diambilnya tadi.

‘Yesung menyebalkan!’

‘Yeoja kecil itu juga menyebalkan, sangat menyebalkan!’

‘Aku tak akan lagi melakukan hal bodoh seperti tadi. Memalukan!’ inner Sungmin sambil membuka gerbang rumahnya.

Dengan lesu Sungmin masuk ke rumahnya.

“Wookie-ah ….” panggil Sungmin berharap dongsaeng aneh kesayangannya ada di rumah. Sungmin menghela nafas berat. “Ia masih belum pulang juga.” Ujar Sungmin lesu.

Sungmin dengan langkah gontai masuk ke kamarnya, lalu ia menghidupkan lampu kamarnya. Dan betapa terkejutnya Sungmin ketika melihat Yesung tengah tidur di kasurnya.

“Kyaaaaaaa ..!” teriak Sungmin kaget.

Yesung yang mendengar teriakan Sungmin langsung bangun dari tidurnya. “Chagi .. kau sudah pulang eoh?” tanya Yesung dengan setengah sadar.

“Apa yang kau lakukan di kamarku?” tanya Sungmin dengan kesal sambil berkacak pinggang.

“Apa? Aku tidur.” Ujar Yesung polos.

“Bangun! Keluar sekarang dari kamarku! Turun dari ranjangku sekarang!” pekik Sungmin dengan kesal dalam nada dingin sambil menunjuk Yesung dan pintu kamarnya bergantian.

“Baiklah .. baiklah .. aku akan keluar.” Ujar Yesung.

“Cepatlah keluar!” ujar Sungmin dengan nada dingin dan kesal.

“Arrasseo ..” ujar Yesung sambil berdiri dan berjalan menuju Sungmin.

“Pergi sekarang!” ujar Sungmin dengan nada dingin lagi.

“Aku pergi .. aku pergi .. setelah aku melakukan ini.” Ujar Yesung sambil mencium pipi kiri Sungmin dan segera keluar dari kamar Sungmin.

“Kyaaaaa …. Yeeeesuuuuung …..” pekik Sungmin dengan kesal.

Namun sebelum Yesung keluar, Yesung berkata “Untuk masalah tadi siang, jangan kau pikirkan ne chagi, kami hanya berteman.” Ujar Yesung menjelaskan, lalu setelah mengatakan seperti itu ia segera menutup pintu kamar Sungmin.

Setelah Yesung benar – benar keluar dari kamarnya, Sungmin membalikkan tubuhnya menghadap pintu kamarnya sambil tersipu malu dengan memegang bekas ciuman Yesung di pipi kirinya.

.

.

.

.

Ryeowook dengan raut wajah super sedih dengan menangis berlebihan duduk di tengah – tengah ranjang Kyuhyun sambil memegangi perutnya.

“Berhentilah menangis seperti itu noonna!” ujar Kyuhyun jengah juga melihat kelakuan aneh Ryeowook, pasalnya Kyuhyun dari tadi tak melakukan apapun pada Ryeowook dan sebenarnya Ryeowook menangis karena perutnya lapar.

“Tuhan, aku akan lebih rajin lagi datang ke gereja jika kau memberikanku makanan.” Ujar Ryeowook dengan lebay. Lalu Ryeowook memandang Kyuhyun yang berada di tepi ranjang dengan ekpressi memelas. “Kyu .. aku lapar … berikan aku makanan.”

“Noonna .. sudah ku bilang aku tak punya makanan.” Ujar Kyuhyun frustasi juga.

“Ck! Kau kan kaya, kita pesan delivery, kau yang membayar, aku yang makan.” Ujar Ryeowook blak – blakan.

“Kau bicara apa sih noonna?” ujar Kyuhyun tambah stress dikurung bersama Ryeowook dalam 1 kamar.

Dengan merangkak, Ryeowook mendekati Kyuhyun lalu menatapnya intens.

“Kyu! Berikan aku makanan! Noonnamu ini benar – benar ingin makanan.” Ujar Ryeowook dengan nada horor sambil mengguncang – guncangkan tubuh Kyuhyun.

“Noonna berhenti ….!!!!” pekik Kyuhyun emosi.

“Kyu, ayoolaaah .. bujuk para pelayanmu, atau nenek Cho atau noonnamu itu, atau siapa untuk memberikan makanan pada kita. Apa kau ingin kita berdua mati disini? Ayooolah Kyu … noonna sangat lapar! Cacing – cacing di perut noonna juga sudah demo di dalam sini. Mereka berkata:”Turunkan makanan! Turunkan makanan!” ayoolaaah Kyu .. jebaaal … kau tak ingin melihatku mati kelaparan disini kan? Aku mohon … jebal Kyu ….” Ujar Ryeowook dengan memohon.

“Ck! Baiklah, akan ku lakukan.” Ujar Kyuhyun sambil mengeluarkan ponselnya dan menekan sederetan angka.

Dengan tersenyum lebar Ryeowook berkata dengan bahagia, “Kyu .. Saranghae …” ujar Ryeowook sambil membentuk tangannya love.

Kyuhyun yang melihatnya hanya bisa mendengus kesal, benar – benar seperti anak kecil pikirnya.

“Nenek .. aku tahu kau yang melakukan ini semua. Bisakah nenek memberi kami makanan, kami lapar. Dan jangan masukkan apapun dalam makanan kami! Kami tak akan keluar.” ujar Kyuhyun.

Beep

Hubunganpun dimatikan oleh Kyuhyun.

“Kau puas sekarang?” tanya Kyuhyun dengan kesal.

“Hehhehe, aku sangat menyayangimu dongsaeng ….” ujar Ryeowook dengan tertawa.

“Kau memalukan.” Cibir Kyuhyun.

“Kyu … aku ingin jujur padamu.” Ujar Ryeowook dengan ekpressi serius.

Kyuhyun yang melihatnya langsung menautkan kedua alisnya bingung.

“Apa?” tanya Kyuhyun.

“Aku ingin poop.” Ujar Ryeowook dengan frontal pada Kyuhyun.

.

.

.

.

“Eomma benar – benar sudah gila yeobo ..” ujar nyonya Cho pada tuan Cho yang sedang membaca buku.

Tuan Cho yang mendengar penuturan istrinya langsung meletakkan bukunya dan melepas kacamatanya.

“Ada apa?” tanya tuan Cho dengan nada bijaksana.

“Ia mengurung Kyunnie dengan yeoja urak – urakan itu yeobo.” Ujar nyonya Cho dengan rengekan manja.

Tuan Cho mengembangkan senyum bijaksananya.

“Kau tak menyukai yeoja itu eoh?” tanya tuan Cho tepat sasaran.

“Ya, aku tak menyukainya. Ia lebih tua dari Kyunnie, wajahnya pas – pasan, bahkan ia pendek. Ia juga sangat norak dan tak tahu apa – apa.” Ujar nyonya Cho jujur.

“Aku rasa yeoja itu spesial. Wajahnya natural tak seperti yeoja – yeoja sekarang yang suka memakai make-up untuk mempercantik diri mereka. Ia juga sederhana. Dan ia juga yeoja yang jujur. Ku rasa ia akan cocok dengan Kyuhyun.” Ujar tuan Cho.

Tok tok tok ..

Tiba – tiba pintu kamar diketuk, lalu tampak Ahra dengan berlari kecil menuju ranjang orang tuanya dengan raut wajah panik dan gusar.

“Eomma .. appa … nenek benar – benar sudah gila! Ia memasukkan obat kuat ke minuman Kyunnie.” Ujar Ahra dengan ngos – ngosan dan juga panik pada kedua orang tuanya.

.

.

.

.

Nenek Cho dengan memainkan alisnya memasukkan obat kuat ke minuman Kyuhyun.

‘Mian ne Kyunnie, nenek tidak bisa mematuhi perkataanmu, rasanya tanganku gatal untuk tidak memasukkan sesuatu ke makananmu.’ Inner nenek Cho dengan tersenyum evil.

Pelayan Shin yang melihatnya hanya bisa menggeleng – gelengkan kepalanya.

“Nah, sudah. Cepat kalian antar semua makanan ini dan ingat! Kalian harus tutup mulut!” ujar nenek Cho.

“Baik nyonya.” Ujar para pelayan mematuhi perintah nenek Cho.

“Pelayan Shin.” Panggil nenek Cho ketika melihat pelayan Shin akan pergi.

“Nde nyonya. Ada apa?” tanya pelayan Shin.

“Kau tahu apa yang ku pikirkan kan?” ujar nenek Cho sambil tersenyum evil sambil mengangkat kunci cadangan kamar Kyuhyun pada pelayan Shin.

.

.

.

.

“Kyu … kau masih diluar kan?” tanya Ryeowook dari dalam kamar mandi Kyuhyun.

“Hn.” Ujar Kyuhyun dengan nada datar sambil menyandarkan tubuhnya di tembok.

“Kyu .. apapun yang kau dengar jangan dengarkan ne. Anggap saja itu hanya angin berlalu.” Ujar Ryeowook dari dalam kamar mandi lagi.

“Hn.” Jawab Kyuhyun sambil menguap, ia sungguh sudah bosan menunggu Ryeowook dari tadi.

“Twinkle twinkle little star .. How i wonder what you are .. Up above the world so high … euuung .. bagaimana kelanjutannya?” sayup – sayup Kyuhyun mendengar Ryeowook bernyanyi lagu twinkle dari dalam kamar mandi dengan suara cemprengnya seperti anak kecil.

“Kyu .. kau masih diluar kan?” tanya Ryeowook dari dalam kamar mandi.

“Hn.” Jawab Kyuhyun cuek.

“Kau tahu lanjutan lagu tadi Kyu?” tanya Ryeowook.

“Apa?” tanya Kyuhyun pura – pura tak tahu.

“Oh, benar. Tadi aku menyuruhmu untuk tidak mendengarkan apapun yang kau dengar. Huh, baiklah.” Ujar Ryeowook dengan lesu. Ryeowook memainkan tissu toilet yang ada di sampingnya. “Kupikir lanjutannya adalah .. euuung .. like .. ? like … ? like … ? baby .. baby .. baby .. oh like … hahahha .. bukankah itu lagu Justin Bieber .. lucu sekali .. yang kuingat malah JB.” Ujar Ryeowook dengan terkekeh geli.

“Baiklah .. mari berpikir kembali …. like? Euuung .. like … like a diamond … sunbright like a diamond … kekekke, itu bukannya lagu Rihanna? Pabbo ..” ujar Ryeowook dengan terkekeh geli lagi.

“Like a diamond in the sky.” Ryeowook tercengang ketika mendengar suara Kyuhyun. Kyuhyun melanjutkan nyanyian lagu twinkle dengan suara yang sangat merdu, sangat jauh berbeda dengan suaranya yang cempreng.

“When the blazing sun is gone .. when he nothing shines upon .. then you show your little light .. twinkle, twinkle, all the night … then the traveler in the dark, thank you for your tiny spark … he could not see wich way to go .. if you did not twinkle so …”

“In the dark blue sky you keep … and often through my curtains peep, for you never shut your eye .. till the sun is in the sky … as your bright and tiny spark .. lights the traveler in the dark .. though i know not what you are … twinkle, twinkle little star…”

“Star light … Star bright … the first star i see tonight .. i wish i may, i wish i might .. have the wish i wish tonight … twinkle twinkle little star … how i wonder what you are .. i have so many wishes to make .. but most of all is what i state … so just wonder … that i’ve been dreaming of … i wish that i can have owe her eonugh … i wish i might .. have the dream i dream tonight …”

Ryeowook terus mendengarkan Kyuhyun bernyanyi dengan suara merdu-nya.

“Twinkle twinkle little star .. how i wonder what you are .. i want a girl who’ll be all mine … and wants to say that i’m her guy .. someones sweet that’s for sure … i want to be the one she’s looking for .. i wish i may, i wish i might .. have the girl i wish tonight.”

“Twinkle twinkle little star … how i wonder what you are .. up above the world so high .. like a diamond in the sky .. star light, star bright .. the first star i see tonight … i wish i may, i wish i might .. have the wish i wish tonight ..”

“Twinkle, twinkle little star .. how i wonder what you are …” Kyuhyun mengakhiri nyanyiannya dengan sangat bagus dan juga indah.

Braaak …

Ryeowook membuka pintu kamar mandi dengan kasar dan raut wajah marah imut.

Kyuhyun memandangnya bingung.

Lalu, tiba – tiba Ryeowook menangis dengan keras. Kyuhyun semakin bingung dibuatnya.

“Huuuuueeeeee …. Kenapa suaramu lebih bagus dariku … huaaaaaaa !!!! itu tidak boleh ! tidak boleh! Andwaeee ..” rengek Ryeowook sambil mengacung – acungkan sikat gigi Kyuhyun yang dibawanya dari kamar mandi.

Kyuhyun membelalakkan matanya melihat sikat giginya.

“hei noonna. Itu sikat gigiku! Apa kau menggunakannya?” ujar Kyuhyun sambil mengambil sikat giginya dari tangan mungil Ryeowook.

“Belum. Tapi rencana aku akan memakainya. Memangnya kenapa kalau itu sikat gigimu? Tak bisakah aku meminjamnya? Aku mau mandi. Aku juga mau pinjam shampoomu, sabun mandimu, pinjam penggosok tubuhmu, aku pinjam handukmu juga dan tolong pinjami aku bajumu juga!” ujar Ryeowook dengan blak – blakan. Kyuhyun membelalakkan matanya. Bagaimana yeoja di depannya dengan seenak jidatnya berkata seperti itu pada Kyuhyun. Itu namanya berbagi, dan Kyuhyun tak suka berbagi.

Ryeowook yang melihat Kyuhyun tengah cengo langsung menyambar sikat gigi Kyuhyun, lalu berjalan menuju almari Kyuhyun dengan santai.

“Whooooaaah .. jinjja??? OMO .. ini almari atau toko baju?” ujar Ryeowook dengan tak percaya melihat baju – baju yang bergantung dengan rapi di dalam sebuah ruangan yang ia kira tadi adalah almari.

Kyuhyun bertambah panik ketika melihat Ryeowook masuk ke ruangan pakaiannya.

“Ini kemeja .. ini jas … hung? Itu tempat apa?” ujar Ryeowook heran melihat almari kecil di pojok ruangan.

“Noonna tidak boleh membukanya!” ujar Kyuhyun panik sambil membentangkan kedua tangannya menghalangi Ryeowook untuk membuka almari itu, pasalnya almari kecil itu isinya adalah pakaian dalam Kyuhyun.

“Memangnya kenapa kalau aku membukanya?” tanya Ryeowook penasaran sambil mencoba membuka almari kecil itu.

“Pokoknya noonna tidak boleh membukanya!” ujar Kyuhyun frustasi sambil menghalangi tangan Ryeowook yang nakal.

“Tapi aku ingin tahu.” Ujar Ryeowook layaknya anak kecil yang ingin tahu.

“Ayo keluar noonna!! Kau tidak boleh masuk kesini. Aku yang akan mengambilkan pakaianku untukmu.” Ujar Kyuhyun sambil membalikkan tubuh mungil Ryeowook dan mendorongnya keluar dari ruangan pakaiannya.

“Tapi aku ingin memilih pakaianku sendiri! Kyaaaaa …..” ujar Ryeowook sambil membalikkan tubuh mungilnya menghadap Kyuhyun. Namun karena kaki Ryeowook kurang sempurna dalam berputar akhirnya Ryeowookpun jatuh dan refleks Ryeowook menarik pakaian Kyuhyun, alhasil mereka terjatuh bersama di kasur.

Posisi jatuh, Ryeowook berada di bawah dan Kyuhyun menindihnya namun Kyuhyun bertumpu pada tangannya agar tak menimpa Ryeowook. Tatapan mereka bertemu. Caramel eyes dengan black eyes.

Tiba – tiba masuk pelayan Shin beserta pelayan – pelayan yang lain membawa makanan ke dalam kamar. Pelayan – pelayan wanita yang melihatnya langsung menutupi mata mereka dan memekik kecil melihat kejadian itu. Pelayan Shin yang melihatnya hanya bisa bersikap mencoba tenang. Tentu saja semua orang berpikir yang macam – macam melihat posisi mereka.

“Ehm .. ehm .. permisi Tuan Muda. Ini makanannya.” Ujar pelayan Shin mencoba bersikap biasa saja.

Dengan panik mereka berdua mencoba berdiri.

“Letakkan disana!” ujar Kyuhyun dengan nada datar mencoba bersikap biasa saja setelah berdiri. Mendengar perintah tuan muda mereka, para pelayan segera meletakkan makanan – makanan yang mereka bawa ke meja yang ditunjuk Kyuhyun.

“Apa ada yang lain?” tanya Kyuhyun heran melihat pelayan Shin dan pelayan – pelayan yang lain tidak keluar dari kamarnya padahal makanan sudah diletakkan disana semua.

“Ini teh herbal milik Anda.” Ujar pelayan Shin sambil mengambil secangkir teh dari pelayan yang lain dan meletakkannya di meja.

“Hanya itu?” tanya Kyuhyun heran.

“Nde. Benar tuan muda. Kalau begitu, kami permisi dulu.” Ujar pelayan Shin sambil membungkuk, lalu keluar dari kamar Kyuhyun dengan para pelayan yang lain.

Kyuhyun menatap heran dan menyelidik ketika pelayan Shin keluar.

.

.

.

.

Kibum keluar dari mobil.

“Bummie ..” panggil Siwon dengan lembut.

“N .. ne oppa. Wae?” tanya Kibum dengan gugup.

Siwon menunjuk pipinya.

“Apa?” tanya Kibum bingung.

Lagi – lagi Siwon menunjuk pipinya.

“A .. apa? Ap .. apa ada kotoran di pipiku?” tanya Kibum semakin bingung. Siwon menggelengkan kepalanya, lalu kembali menunjuk pipinya.

“Apa?” tanya Kibum semakin bingung dan penasaran.

“I want a sweet kiss.” Ujar Siwon.

Kibum meremas – remas tangannya gusar ketika mendengar perkataan Siwon. Ia benar – benar malu jika harus memulai duluan. Apa tak bisa Siwon saja yang menciumnya duluan? Pikirnya.

Melihat gelagat Kibum seperti itu, Siwon mencoba tersenyum. “Tak apa, kita bisa melakukannya lain waktu.”ujar Siwon lembut.

“Baiklah. Ini sudah malam, aku pulang dulu ne Bummie …” ujar Siwon sambil menghidupkan mesin mobilnya kembali.

“O .. oppa …” Siwon menolehkan kepalanya ketika Kibum memanggilnya.

Cup ..

Kibum mencium bibir Siwon sekilas dengan cepat, lalu berlari masuk ke rumahnya.

Siwon mengembangkan senyuman lebarnya, itu adalah ciuman pertama mereka.

.

.

.

.

[Di Kamar Kyuhyun]

Ryeowook tengah menyantap makanan yang disediakan oleh pelayan tadi dengan lahap-nya.

“Nyam .. nyam .. nyam ..” Ryeowook dengan lahap memakan kimchi, kimbap, bulgogi, dan jjangmyeon secara bergantian. Kyuhyun yang melihatnya hanya bisa menatap tak percaya, bagaimana yeoja sekecil dan semungil itu bisa makan sebanyak itu? Apa perut yeoja mungil di depannya ini sebenarnya adalah waduk? Itulah pikiran Kyuhyun.

“Nyam .. Apa yang kau lihat?” tanya Ryeowook karena risih dilihat oleh Kyuhyun terus – terusan.

Kyuhyun hanya diam. “Kau tidak ingin makan Kyu?” tanya Ryeowook sambil meletakkan sumpitnya dengan memandang Kyuhyun.

“Aku tak ingin makan, teruskan saja makanmu noonna dan habiskan juga.” Ujar Kyuhyun sambil memalingkan wajahnya dari Ryeowook.

Tiba – tiba Ryeowook membawa kursinya mendekati kursi Kyuhyun, lalu ia menangkup wajah Kyuhyun dan mendekatkannya pada wajahnya.

“Biar noonna menyuapimu ne ..” ujar Ryeowook.

“Aaaak ….” ujar Ryeowook sambil mengambil kimbap dengan ukuran paling besar dan memasukkan ke mulut Kyuhyun.

Dengan kesusahan Kyuhyun mengunyahnya, mengingat Ryeowook memasukkannya secara penuh dan mau tak mau Kyuhyun harus memakannya.

“Ayo lagi …. aaaak …..” ujar Ryeowook dengan seenak jidatnya mengambil bulgogi dengan banyak sayur.

Kyuhyun menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

“Ayo makan Kyu!” ujar Ryeowook berusaha membuka tangan Kyuhyun.

“Lepaskan tanganmu ini Kyu!” ujar Ryeowook mulai emosi.

“Aku ..” belum sempat Kyuhyun melanjutkan perkataannya, mulut Kyuhyun disumpal dengan bulgogi itu.

Dengan tersenyum manis Ryeowook menatap Kyuhyun senang.

“Itu harus ditelan.” Ujar Ryeowook sambil mengacungkan sumpitnya ke mulut Kyuhyun.

Kyuhyun memejamkan matanya mencoba menelan bulgogi yang banyak sayurnya itu mengingat Kyuhyun sangat tak menyukai yang namanya sayur.

“Bukankah noonnamu ini sangat baik Kyu? Makan saja, kau ku suapi. Kau sangat beruntung bisa mengenalku.” ujar Ryeowook bangga sambil menepuk – nepuk pundak Kyuhyun.

Kyuhyun membuka matanya sebal.

“Yang benar saja?!?!?!?!? Kau sangat buruk! Aku merasa sangat sial bisa mengenalmu. Aku tak menyukai sayur, kau tahu!” ujar Kyuhyun emosi.

“Whoaah??? OMO .. Jinjja !!! Kau tak suka sayur???” ujar Ryeowook dengan membelalakkan matanya tak percaya.

“Kalau begitu kau harus makan banyak sayur! Pantas saja perutmu sedikit buncit, Ya Ampuun .. aku baru tahu.” Ujar Ryeowook dengan seenak jidatnya sambil memasukkan banyak sayur ke piring kecil dan berniat menyuapi Kyuhyun lagi.

Kyuhyun menepuk jidatnya kesal.

‘Sebenarnya yeoja di depanku ini cara berfikirnya itu seperti apa sih?’ inner Kyuhyun gondok dan juga dongkol.

“Nah .. ayo buka mulutmu Kyu …” ujar Ryeowook sambil menyumpit sayur.

“Aku akan makan sendiri.” Ujar Kyuhyun dengan kesal sambil mengambil piring lalu memasukkan bulgogi ke piring tadi.

“Kenapa hanya dagingnya saja?” tanya Ryeowook.

“Sudah kubilang aku tak suka sayur.” Ujar Kyuhyun dengan kesal.

“Tapi kau harus makan sayur.” Ujar Ryeowook.

“Noonna berhentilah menyuruhku makan sayur! Sebenarnya siapa yang berkuasa disini?” tanya Kyuhyun memojokkan Ryeowook. Mendengar itu, Ryeowook mengerucutkan bibirnya sebal sambil mengambil teh herbal untuk Kyuhyun. Melihat itu Kyuhyun langsung panik.

“Jangan diminum!” pekik Kyuhyun dengan panik.

Ryeowook mengerutkan dahinya bingung. “Wae?” tanya Ryeowook dengan polos.

Kyuhyun menggaruk tengkuknya yang tak gatal, ia bingung harus menjelaskan bagaimana pada Ryeowook. Tentu saja Kyuhyun tahu neneknya itu pasti memasukkan sesuatu ke teh herbal itu mengingat pelayan Shin berkata kalau teh herbal itu untuk Kyuhyun.

“Aku tahu .. aku tahu .. ini teh untukmu. Tapi apa aku tak boleh meminumnya sedikit .. sedikit saja ..” ujar Ryeowook dengan memelas.

“Kyu, aku akan minum sedikit saja, aku tak akan menghabiskannya. Aku minum ne …” ujar Ryeowook, lalu menempelkan bibirnya ke bibir cangkir teh herbal itu.

Dengan panik Kyuhyun mengambil cangkit teh herbal itu. Ryeowook mengerucutkan bibirnya kesal.

“Aku bahkan belum meminumnya. Kau pelit sekali sih Kyu!” gerutu Ryeowook kesal.

Kyuhyun hanya diam. Ia meletakkan teh herbal itu ke meja.

Ryeowook tambah kesal melihat apa yang dilakukan Kyuhyun.

“Kenapa kau memintanya jika kau saja tak mau meminumnya. Sini! Biar aku minum saja!” ujar Ryeowook sambil mencoba menggapai cangkir teh herbal itu. Melihat itu, Kyuhyun langsung meminum teh herbal itu sampai habis dengan cepat.

“Kyuhyun pelit!” ujar Ryeowook dengan kesal sambil berlari ke kamar mandi.

Kyuhyun menghembuskan nafas berat, lalu ia menatap cangkir teh herbal yang sudah kosong.

‘Aku harap tak terjadi sesuatu.’ Inner Kyuhyun.

.

.

.

.

Donghae tengah duduk merenung di kamar gelapnya dengan pandangan sayu.

‘Aku pikir dia tak akan berbelok?’

‘Ku pikir itu hanyalah fatamorgana saja.’

‘Dia spesial.’

‘Dan dia istimewa.’

Donghae menatap ke jendela.

‘Aku harap aku tak terlambat.’ Innernya sambil berdiri dari duduknya dan pergi entah kemana.

.

.

.

.

Kyuhyun sedang membaca buku. Tiba – tiba ia merasa ada yang aneh pada tubuhnya.

Ia benar – benar merasa gerah padahal AC di kamarnya termasuk pada suhu yang lumayan tinggi. Ia mengambil remote AC dan meninggikan suhu kamar.

“KYU ….” teriak Ryeowook dari dalam kamar mandi dengan suara cemprengnya.

“Hn??” jawab Kyuhyun sambil melepas kancing pakaiannya yang paling atas karena merasa kegerahan.

“Mana pakaianku?” teriak Ryeowook.

Dengan segera Kyuhyun mengambil pakaiannya dengan asal, yaitu kaos dan celana training.

“KYU … Ppalli!!!” teriak Ryeowook lagi.

Dengan langkah malas Kyuhyun berjalan ke depan pintu kamar mandi.

Tok tok

Kyuhyun mengetuk pintu kamar mandi.

Ceklek

Tangan putih susu Ryeowook yang lurus keluar dari pintu yang terbuka sedikit.

Glek

Dengan susah payah Kyuhyun menelan air ludah-nya. Namja mana yang tak akan berpikir macam – macam melihat tangan mulus dan putih milik Ryeowook keluar dari kamar mandi dan di balik pintu itu Ryeowook tengah telanjang.

“Kyu ??? Mana bajuku???” tanya Ryeowook bingung sambil mengulurkan tangannya.

Kyuhyun menggeleng – gelengkan kepalanya mencoba mengenyahkan pikiran yadong Kyuhyun.

“Berpikir yang baik.” Ujar Kyuhyun dengan pelan, lalu Kyuhyun memberikan pakaian yang ia bawa ke tangan mungil Ryeowook. Setelah mendapatkan pakaianya Ryeowook-pun menutup pintu kembali.

“Sial! Sepertinya nenek memasukkan sesuatu ke dalam teh itu.” Desis Kyuhyun dengan kesal sambil membalikkan tubuhnya dengan melonggar – longgarkan bajunya karena kegerahan.

 

Ceklek

Kamar mandi-pun terbuka. Ryeowook dengan raut wajah aneh keluar dari kamar mandi dan menghampiri Kyuhyun yang tengah membaca buku di ranjangnya.

“Kyu ….” panggil Ryeowook.

“Hn?” jawab Kyuhyun dengan cuek sambil membalikkan lembar buku.

“Apa kau tak punya celana yang lebih kecil lagi?” tanya Ryeowook dengan pelan.

“Huh?” Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari buku ke Ryeowook. Dan betapa Kyuhyun ingin tertawa melihat Ryeowook sekarang, namun karena ingin menjaga image tentu saja Kyuhyun menahannya.

Dengan rambut dicepol tinggi, kaos kebesaran dan lihatlah celana olahraga yang dipakainya? Ia memakai celana olahraga itu sampai perutnya, bukan dipinggang layaknya jojon.

“Wae?” tanya Kyuhyun dengan datar.

“Wae??!! Apa kau tak lihat ini?” ujar Ryeowook sambil memajukan perutnya layaknya teletubbies.

“Ini celanamu kebesaran! Apa kau tak punya yang kecil lagi?” tanya Ryeowook dengan kesal.

“Aku tak punya.” Ujar Kyuhyun mencoba cuek sambil mengalihkan pandangannya ke buku lagi.

Mendengar jawaban Kyuhyun, Ryeowook tertunduk lesu.

“Baiklah … tak apa. I’m strong! Gwenchanayyo.” Ujar Ryeowook menyemangati dirinya sendiri.

“Mungkin digulung jadi lebih baik.” Ujar Ryeowook sambil menggulung celananya ke bawah layaknya memakai sarung. Kyuhyun melirik sekilas Ryeowook, dan betapa susahnya Kyuhyun meneguk air liurnya ketika Ryeowook menyingkap kaosnya dan berhasil mempertontonkan perut datar mulus miliknya yang tak sengaja dilihat Kyuhyun.

“Nah .. sudah selesai.” Ujar Ryeowook dengan gembira sambil menutupi gulungan celananya dengan kaos.

“Tapi, aku jadi terlihat buncit seperti ini?” ujar Ryeowook dengan kesal.

“Hah, tak apa. Yang penting nyaman!” ujar Ryeowook lagi dengan ceria.

“Kyu … geser!!!” ujar Ryeowook sambil naik ke kasur.

Dengan mendecak kesal Kyuhyun menggeser tubuhnya.

“Kyu … kau tak akan melakukan sesuatu padaku kan?” tanya Ryeowook dengan pelan sambil menatap Kyuhyun.

Kyuhyun melirik Ryeowook sekilas. “Malah sepertinya kau yang akan melakukan sesuatu.” Ujar Kyuhyun sambil berdiri dan meninggalkan Ryeowook dengan pandangan bingung.

.

.

.

.

“EOMMAAA .. Apa kau benar – benar sudah tak waras?!?!?!?!!! Bagaimana kau bisa memasukkan obat seperti itu ke minuman Kyunnie? Bagaimana kalau ia meminumnya???” teriak nyonya Cho dengan frustasi.

“Hussh! Diamlah! Malah bagus kalau Kyuhyun meminumnya.” Ujar nenek Cho dengan cuek sambil meminum kopi hangatnya.

“Nenek .. bagaimana kalau mereka melakukannya?” tanya Ahra dengan polos.

“Oh! Itu malah sangat bagus!” ujar nenek Cho dengan sangat bahagia sambil menaruh cangkir kopi di meja.

“Eomma, berpikirlah yang jernih.” Ujar tuan Cho menasehati eommanya.

“Oh, tentu. Aku sudah memikirkannya dengan sangat jernih. Sejernih – jernihnya.” Ujar nenek Cho dengan raut wajah serius.

“Eomma! Bagaimana itu kau sebut dengan pikiran jernih???? Itu benar – benar pikiran keruh!” pekik nyonya Cho frustasi.

“Diamlah … kau itu cerewet dan berisik sekali.” Ujar nenek Cho bersikap dengan sebal.

“Bagaimana aku tak cerewet kalau aegyaku berada di dalam kamarnya bersama yeoja yang lebih tua darinya dan kau !!!! eomma .. malah memasukkan obat terkutuk itu ke minumannya????? Bagaimana kalau Kyunnie tak tahan dan melakukannya?????!!!!” teriak nyonya Cho melontarkan semua pikirannya pada nenek Cho dengan berapi – api.

“Waah .. sepertinya ini sudah saatnya.” Pekik nenek Cho melihat jam dinding lalu berjalan meninggalkan mereka.

“Heh? Mwo?” ujar nyonya Cho tak percaya dicuekin oleh nenek Cho padahal ia sedang berbicara.

“Nenek .. kau mau kemana?” tanya Ahra penasaran.

“Aku mau mendengarkan siaran langsung, kau mau ikut?” ujar nenek Cho dengan seenak jidatnya.

Semua orang yang mendengarnya langsung menganga, tentu mereka tahu apa yang dimaksud oleh nenek Cho.

“Aku iiiikuuuut nenek …” teriak Ahra dengan semangat 45, lalu berlari menyusul neneknya.

“Ahra!” pekik nyonya Cho dengan kesal.

“Wae eomma? Aku ini sudah dewasa, tak apa jika aku mendengarkan siaran langsung. Jika eomma ingin mendengarkan bersama kami, kajja kita pergi ke kamar Kyunnie.” Ujar Ahra.

“Aku pikir eommamu tak akan mau, kajja kita tinggalkan dia, aku sudah tak sabar mendengarkannya. Pasti sangat menarik.” Ucap nenek Cho.

Dengan ekpressi aneh tercengangnya nyonya Cho memandang mereka.

“Yeobo … eomma benar – benar sudah tak waras! Dan anak kita juga ikut – ikutan tak waras! Keluarga ini sungguh tak waras!” ujar nyonya Cho sambil memijat pelipisnya frustasi dan stress.

.

.

.

.

Nenek Cho dan Ahra menempelkan telinganya ke pintu kamar Kyuhyun.

“Sepertinya mereka belum memulainya nek.” Ujar Ahra sambil mencoba mendengarkan apa yang terjadi di dalam kamar.

“Kita tunggu sebentar, seharusnya obatnya sudah bereaksi sekarang.” Ujar nenek Cho.

“Apa yang sedang Anda lakukan nyonya?” tanya pelayan Shin dengan heran melihat Ahra dan nenek Cho berjongkok di depan kamar Kyuhyun sambil menempelkan telinga mereka.

“Ah .. pelayan Shin .. kami akan mendengarkan siaran langsung. Apa kau juga ingin mendengarnya? Ayo kita mendengarkan sama – sama.” Ajak Ahra.

Pelayan Shin yang mengerti maksud Ahra langsung membekap mulutnya tak percaya.

“Apa tak apa?” tanya pelayan Shin.

“Tak apa – apa, ayo kita dengarkan.” Jawab nenek Cho masih mencoba mendengarkan apa yang terjadi di dalam. Akhirnya pelayan Shin ikut – ikutan menguping bersama nenek Cho dan Ahra.

 

Sudah hampir beberapa menit mereka mencoba mendengarkan, namun tak ada tanda – tanda kalau mereka melakukannya. Akhirnya dengan nafas kesal, Ahra berkata “Kapan mereka akan melakukannya?” tanya Ahra tak sabaran.

“Bersabarlah Ahra, mereka pasti akan melakukannya …” ujar nenek Cho menenangkan.

“Tapi nek …” belum sempat Ahra melanjutkan perkataannya, sebuah suara dari dalam kamar Kyuhyun membuat ia langsung memekik kecil dengan senang.

“Aaaaaaaaah Kyu …” pekik Ryeowook dari dalam.

“Hah, benar kan apa yang ku katakan tadi? Mereka melakukannya.” Ujar nenek Cho dengan bangga .

“Hati – hati pabbo. sakiiiit ….” suara Ryeowook merengek kesakitan.

Nenek Cho bersorak kecil mendengar suara Ryeowook.

“Ya Ampuun .. itu hanya sebuah benda yang kecil.” Ujar Kyuhyun.

“Hah? Kau bilang benda yang kecil eoh ??? Apa kau sudah gila?? Itu besar!” pekik Ryeowook dengan kesal dan nafas ngos – ngosan.

“Sepertinya Kyunnie sangat bernafsu.” Ujar Ahra menyimpulkan.

“Kau berlebihan! Cepat berbalik!” ujar Kyuhyun memerintah.

“Sepertinya obat yang Anda masukkan sangat manjur.” Ujar pelayan Shin.

“Shireo! Aku tak mau! Ini sakit! Kau malah menyuruhku untuk berbalik!” ujar Ryeowook kesal.

“Aku mendengar suara bayi sebentar lagi.” ujar nenek Cho.

“Cepat berbalik! Atau aku yang membalikmu!” ancam Kyuhyun.

“Kyunnie sepertinya sangat mengerikan di ranjang.” Ujar Ahra dengan bergidik ngeri.

“Balik saja kalau kau bisa! Ini benar – benar sakit pabbo!”

“Aaaaaah Kyu …”

“Kau berengsek! Sudah kubilang aku tak mau!”

“Pergulatan mereka pasti sangat menarik. Aku jadi ingin melihatnya.” Ujar nenek Cho dengan frontalnya.

“Begini saja. Kau yang dibawah atau yang diatas?” tanya Kyuhyun.

“Sepertinya tuan muda mulai melunak.” Ujar pelayan Shin.

“Tentu saja yang diatas!” jawab Ryeowook dengan semangat.

“OMO! Tak kusangka yeoja itu berani juga. Kupikir ia yeoja yang polos.” Ujar Ahra tak habis pikir.

“Aku mendengar suara bayi dimana – mana. Sepertinya aku akan bermimpi indah malam ini dan malam – malam yang akan datang.” Ujar nenek Cho dengan sangat senang.

“Kalau begitu diam. Aku akan tidur di bawah.” Ujar Kyuhyun mengalah.

Mendengar kalimat Kyuhyun, mereka langsung tercengang. Jadi mereka salah paham? Pikir mereka.

Ketiga – tiganya menghembuskan nafas lesu.

“Mereka tak melakukannya.” Ucap Ahra kecewa.

“Lebih baik kita tidur saja.” Ujar nenek Cho sambil berdiri dan berjalan menuju kamarnya.

.

.

.

.

Ryeowook dengan raut wajah dongkol dan gondok berjalan di belakang Kyuhyun menuju ruangan mereka di divisi pemasaran.

Sepanjang perjalanan, Ryeowook selalu digunjingkan oleh para karyawan terutama makhluk yang berjenis kelamin perempuan. Mereka selalu mencibir Ryeowook. Mereka bilang Ryeowook tak pantaslah, beginilah, begitulah membuat rasanya Ryeowook ingin mengebom perusahaan ini agar semua orang mati.

Ryeowook menghentikan langkahnya ketika sudah mulai emosi, apalagi daritadi Kyuhyun hanya diam dan tak membantunya sama sekali. Bahkan sekarang Kyuhyun sudah berada jauh di depannya.

Tiba – tiba sebuah tangan kekar mencekal tangan mungil Ryeowook. Tentu saja refleks Ryeowook memekik kaget.

“Kyaaaa ..” pekik Ryeowook kaget.

“Ssssst .. ini aku.” Ujar Donghae dengan tersenyum manis.

“Op .. oppa ..” ujar Ryeowook dengan kaget, senang, gugup bercampur menjadi satu.

“Pasang ini. Mereka hanya iri padamu.” Ujar Donghae sambil memasang earphone ke telinga Ryeowook.

Dengan tersipu malu Ryeowook mengatakan terima kasih pada Donghae. “Neomu gomawo oppa ..”

“Nah! Tersenyumlah seperti itu, aku menyukainya.” Ujar Donghae jujur sambil menggandeng tangan mungil Ryeowook.

“Op .. oppa menyukainya?” tanya Ryeowook dengan tak percaya.

“Ne. Oppa sangat menyukainya.” Jawab Donghae tulus.

Mendengar jawaban Donghae, Ryeowook semakin tersipu malu dan pipinya bersemu merah.

“Nah .. kajja .. ayo bekerja.” Ujar Donghae sambil berjalan memegang tangan mungil Ryeowook. Mereka bergandengan tangan selama perjalanan.

.

.

.

.

Ryeowook masuk ke ruangan bersama Donghae masih berpegangan tangan.

Tentu saja orang yang melihat semakin membenci Ryeowook dan menggunjingkannya.

Kyuhyun yang baru saja keluar dari ruangannya langsung memandang mereka dengan tatapan yang tak bisa diartikan.

“Oppa .. aku masuk dulu ne.” Ujar Ryeowook sambil melepas genggaman tangan Donghae dan masuk ke ruangannya. Donghae tersenyum manis menanggapinya.

Lalu, Kyuhyun berjalan keluar dari ruangan devisi pemasaran, namun saat Kyuhyun berpapasan dengan Donghae. Donghae mengatakan sesuatu.

“Walaupun kau adalah atasanku, pemilik dari tempat aku bekerja. Namun untuk dia (Ryeowook), aku tak akan mengalah. Bersiap – siaplah. Karena aku akan mengambilnya dari sisihmu.” Ujar Donghae dengan datar, lalu berjalan meninggalkan Kyuhyun yang tengah mengepalkan tangannya emosi.

 

** TBC **

 

Ayyyeeeey .. aku kembali lagi …

Mianhae baru post sekarang. Kemaren aku sibuk membersihkan kamar saya yang berantakannya enggak ketulungan karena mau puasa dan liburan.

 

Okay, chapter ini sudah aku bilang kalau full of KyuWook momen. Gimana chingu-deul? Kalian suka?

Donghae oppa juga udah muncul kembali dan langsung membuat Kyuhyun emosi. Plak xD

Untuk yang penasaran apa yang KyuWook lakukan semalam bisa mengunjungi blog saya setelah saya pulang dari study tour xD plak.

Hadeeeh, besok saya rencana mau nonton drama jepang sama temen – temen saya, jadi kemungkinan membuat kelanjutan dari ep-ep ini mungkin kecil. Soalnya saya mau buat ep-ep OS yang untuk tanggal 19.

 

Okay, segitu ajah deh cuap – cuapnya.

Sampai bertemu tanggal 19.

Last! Review ne ^^

With LOVE! ~Frisca

Chu :* Saranghae chingu-deul

GOD Always Loves Me!

Frisca Freshtie Present ….

~ GOD Always Loves Me! ~

.

.

.

.

Pairing : KyuWook

Rate : T

Genre : Hurts/Comfort, Angst, Family, Romance, Genderswitch, Friendship, OneShot, Abal – Abal, Gaje, Failed!

Author : Hanik Khomisiyah Ulfah

Cast : Kim Ryeowook (Yeoja) >< Cho Kyuhyun (Namja) >< Kim Heechul (Yeoja) >< Choi Siwon as Kim Siwon (Namja) >< Lee Hyukjae (Yeoja)

.

.

.

.

Warning !!!

Cerita ini atau cerpen ini buatan kakak kelas saya yang tersayang bernama Hanik Khomisiyah Ulfah.

Saya suka bangat sama ceritanya. Pokoknya cerita genre menye – menye gue suka xD plak. Angst, hurt, comfort~ :p

Makanya aku jadiin cerpen ini ke fanfic. Ya main cast gue rubah jadi KyuWook dums :v #KWSForever

Happy reading everyone ❤

.

.

.

.

Di sebuah rumah yang megah dan mewah, sepasang suami istri tengah bertengkar hebat.

“Apa?!?!!! Jangan bicara apapun!” bentak yeoja bernama Kim Heechul.

“Hei! Kau ini bicara apa huh? Kau yang bermain di belakangku!” bentak namja yang dibentak Heechul tak terima.

“Kurang ajar! Berengsek kau! Kau pikir aku yeoja murahan huh?!?!!!! Dasar namja berengsek! Kau yang berselingkuh dengan yeoja lain! Sialan!” pekik Heechul tak terima.

“Dia hanya rekan bisnis!” sangkal Siwon.

“Bagaimana bisa kau bilang rekan bisnis jika kalian juga pergi ke hotel?!!!?!? Apa yang dilakukan rekan bisnis di sebuah kamar hotel berduaan?!?!!?”

“Sudah !!! Cukup!! Aku lelah, aku ingin tidur eomma .. appa!” pekik seorang yeoja kecil yang tiba – tiba keluar dari kamarnya, lalu ia masuk ke dalam kamar lagi dan dengan keras menutup pintu hingga terdengar suara yang begitu keras.

“Lihat! Itu salahmu!” ujar Heechul dengan sinis.

“Kau bilang apa? Salahku eoh? Apa kau tak bercermin huh? Itu salahmu!” ujar Siwon tak terima.

Yeoja kecil itu menyandarkan punggungnya ke pintu kamarnya dengan menangis pelan dalam diam. Sayup – sayup ia masih bisa mendengar suara pertengkaran orang tuanya. Ia menekuk lututnya dan memeluk lututnya, ia sungguh rapuh.

Setiap malam ia selalu mendengar orang tuanya bertengkar dan selalu saling menyalahkan. Ia benar – benar muak dan lelah. Malam seperti inilah yang selalu dihadapi yeoja kecil itu. Pertengkaran – pertengkaran orang tuanya hanya karena masalah sepele dan berakhir dengan appanya yang akan keluar dari rumah. Selalu saja seperti itu.

Yeoja kecil itu bernama Kim Ryeowook, anak tunggal keluarga Kim. Eommanya bernama Kim Heechul, seorang desainer terkenal di Korea Selatan dan appanya bernama Kim Siwon yang bekerja sebagai CEO di perusahaan yang ternama di Korea Selatan. Sungguh, mereka sangat berlimpah harta.

***

Ia berusia 17 tahun, namun di usia yang terbilang muda itu ia sudah mengetahui kapan usianya akan berakhir. Ia menderita penyakit kanker otak. Sungguh miris.

Ia menyebut penyakit itu adalah sebuah kelebihan, karena ia yakin Tuhan sangat menyayanginya.

Saat itu, ia merasa ada yang aneh pada dirinya. Akhirnya, dia memberanikan diri datang ke rumah sakit untuk berkonsultasi dengan doktor bersama namjachingunya, Cho Kyuhyun. Mereka sudah berpacaran selama kurang lebih 1 tahun. Tak pernah ia sangka dan ia bayangkan, ternyata ia mengidap penyakit kanker otak. Bahkan namjachingu-nya-pun kaget bukan main dan uring – uringan dengan dirinya sendiri karena bingung akan melakukan apa untuk Ryeowook, yeojachingu-nya yang sangat ia sayangi.

Sejak saat itu, ia dan namjachingu-nya bersama doktor yang menanganinya merahasiakan penyakitnya dari siapapun.

“Kamu harus memberitahukan tentang keadaanmu kepada orang tuamu Wookie. Mereka harus tahu.” Ujar Kyuhyun sambil menatap yeojachingu-nya dengan sayang.

“Ani oppa .. anio. Aku mohon oppa, rahasiakan ini pada siapapun, termasuk orang tuaku. Jebal .. aku mohon ..” Pinta Ryeowook dengan memelas. Kyuhyun hanya bisa menghela nafas dan mencium kening Ryeowook sayang. Ia tak bisa menolak permintaan yeojachingu-nya yang sangat ia sayangi ini.

***

“Bagaimana kondisimu Wookie-ah? Apa kamu sekarang sudah baikan?” tanya sahabat karibnya, Lee Hyukjae atau lebih dikenal dengan panggilan Eunhyuk. Ryeowook hanya bisa menganggukan kepalanya dengan lemah sambl berbaring di ranjang UKS.

Sudah sekalian kalinya Ryeowook membuat heboh saat jam pelajaran. Dia jatuh pingsan, dan bahkan bukan hanya saat jam pelajaran saja, saat jam istirahatpun ia terkadang jatuh pingsan. Dia tak bisa memprediksi kapan ia akan jatuh pingsan.

Dengan tergesa – gesa Kyuhyun masuk ke ruangan UKS.

“Wookie .. apa kau baik – baik saja?” tanya Kyuhyun dengan raut wajah sangat khawatir melihat yeojachingu-nya terbaring lemah di ranjang UKS.

“Gwenchanayyo oppa.” Jawa Ryeowook dengan diiringi anggukan kepala lemah.

“Kenapa kau selalu membuatku khawatir? Lebih baik kau berkata yang sesungguhnya.” Ujar Kyuhyun dengan tatapan sendu dan khawatir.

Ryeowook menggelengkan kepalanya lemah. “Anio oppa, kau tahu apa yang sesungguhnya, jadi aku tak perlu membicarakannya.” Ujar Ryeowook dengan tatapan sayu sambil tersenyum pada Kyuhyun.

Kyuhyun hanya bisa menghembuskan nafas berat dan memalingkan wajahnya dari tatapan sayu Ryeowook, sungguh ia tak bisa melihat orang yang ia sayangi tengah berusaha melawan penyakit yang bisa dikatakan sangat ganas itu.

“Wookie-ah, tadi orang tuamu sudah dihubungi oleh Jung seongsangnim, tapi kenapa sampai sekarang mereka tak kunjung datang menjemputmu?” tanya Eunhyuk heran.

Ryeowook memalingkan wajahnya menghadap jendela UKS. “Molla.” Ujarnya lemah.

‘Mungkin mereka terlalu bosan dengan kabar pingsannya diriku di sekolah, atau mungkin mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan masing – masing.’ Inner Ryeowook sedih sambil meneteskan air mata.

“Mungkin mereka sibuk Eunhyuk, tak apa .. aku yang akan mengantarkan Wookie pulang.” Ujar Kyuhyun.

***

“Appa .. appa mau kemana? Kenapa barang bawaan appa banyak sekali?” tanyanya saat ia baru saja pulang bersama Kyuhyun dari sekolah dan mendapati appa-nya dengan membawa barang bawaannya di depan rumah.

“Besok, surat cerainya akan di antar oleh pengacaraku ke kantormu!” ujar eomma-nya yang tiba – tiba keluar dari dalam rumah.

“Su .. su .. surat cerai?” tanya Ryeowook dengan tatapan tak percaya dan juga kaget.

“Appamu lebih memilih yeoja lain daripada eomma, Ryeowook. Untuk apa eomma mempertahankan rumah tangga ini?” ujar eomma-nya menjelaskan.

“Cukup!!! Jangan bawa – bawa Ryeowook dalam permasalahan ini! Jangan katakan kesalahpahaman ini pada Ryeowook!” sergah appanya dengan cepat.

“Mwo? Kau bilang apa? Salah paham? Salah paham?” ujar eomma-nya tak percaya sambil mendengus kesal.

“Aku tak ingin lagi bertengkar denganmu Heechul! Apalagi di hadapan anak kita. Aku akan melakukan apa yang kau inginkan jika kamu bahagia.” Ujar Siwon, lalu ia menghela nafas dan mulai mendekati Ryeowook yang berada di samping Kyuhyun untuk membelai rambut lurus hitam miliknya.

“Jaga dirimu baik – baik ne Wookie. Jaga eomma-mu juga. Appa minta maaf belum bisa membuat Ryeowook bahagia. Appa sangat menyayangi Ryeowook. Tidak ada yeoja lain yang akan menggantikan rasa sayang appa pada Ryeowook.” Siwon mengecup kening Ryeowook.

“Dan untuk kau, jaga Wookie dengan baik ne. Ahjussi percaya padamu.” Ujar Siwon sembari tersenyum pada Kyuhyun dan bergegas pergi meninggalkan mereka.

“Appa .. appa … jangan pergi .. jangan pergi … appa …” rengek Ryeowook mencoba mengejar Siwon. Namun, tangan Heechul dengan kuat menahan pergelangan tangan Ryeowook. Setelah mobil Siwon mulai menjauh, Heechul melepaskan cengkraman tangannya dari Ryeowook dan pergi masuk ke dalam rumah tanpa berkata apapun padaku.

Tiba – tiba kepalanya terasa sangat pusing, sangat pusing.

“Oppa, bawa aku ke rumah-Nya. Bawa aku.” Ujarnya pada Kyuhyun yang sedang menahan tubuh mungil Ryeowook agar tak limbung.

***

‘Tuhan .. hari ini aku kembali lagi kesini untuk mengadu pada-Mu.’ Inner Ryeowook sambil menyatukan kedua tangannya dan menutup matanya. Kyuhyun yang berada di sampingnya hanya bisa diam dengan tatapan sedih menatapnya.

‘Tuhan, aku sangat menyayangi appa dan eomma-ku. Aku mohon satukan mereka kembali. Aku sangat menyayangi mereka.’ Inner Ryeowook berdo’a pada Tuhan yang Maha Kuasa sambil menitikkan air mata.

‘Aku ingin Engkau mengembalikan cinta kasih di antara mereka berdua. Aku mohon Tuhan, aku memohon pada Engkau dengan sangat.’

‘Hanya itu permintaan kecilku Tuhan, aku mohon pada-Mu. Aku tahu kau pasti mendengar semua do’a – do’a hamba-Mu. Jadi ku mohon Tuhan, sekali ini saja, tolong kabulkan permintaan kecilku ini Tuhan.’

Tak terasa darah merah segar mengalir di hidungnya. Ia tak perduli berapa banyak darah yang akan keluar dari hidungnya, yang inginkan hanya ingin khusyu’ berdo’a pada Tuhan.

***

Ryeowook membuka matanya dengan perlahan.

“Syukurlah .. kau sadar Wookie …” ujar Kyuhyun sambil memeluk Ryeowook erat.

“Jangan seperti itu lagi. Jangan seperti ini lagi. Aku takut. Aku takut kehilanganmu Wookie ..” ujar Kyuhyun dengan beruraian air mata.

“Oppa.. jangan menangis seperti ini. Kenapa kau jadi cengeng begini sih?” tanya Ryeowook mencoba bergurau.

“Neomu saranghae Kim Ryeowook, neomu saranghae.” Ujar Kyuhyun sambil terus memeluk dengan erat Ryeowook.

“Nado.” Ujar Ryeowook pelan sambil menitikkan air mata.

***

Sudah 2 hari Ryeowook terbaring lemah di rumah sakit, sekali lagi tak ada yang tahu tentang keadaannya ini kecuali namjachingu-nya, Cho Kyuhyun. Ia menggenakan selang pembantu pernafasan, selang infus di tangannya dan rambutnya kini mulai rontok.

“Kondisinya semakin memburuk.” Ujar doktor yang menangani Ryeowook pada Kyuhyun yang setia menjaga Ryeowook.

Kyuhyun hanya bisa menitikkan air mata mendengar penjelasan doktor. Ia sungguh tak ingin kehilangan yeojachingu-nya.

Kini Ryeowook benar – benar merasa tak berdaya sama sekali. Berbicara, mengedipkan mata, bernafas dan menggerakkan tubuhnya terasa begitu sulit seakan – akan Ryeowook telah kehilangan separuh nyawanya. Bahkan sekarang kepalanya terasa begitu ringan, ia berpikir mahkotanya telah hilang karena kanker otak yang menyerangnya.

“O .. op .. oppa .. a .. ak .. aku ii … ingin ke .. ke .. ru .. ru .. mah-Nya .. a .. ak .. aku ii .. i .. ingin ber .. temu .. de .. dengan .. Tu .. Tuhan ..” ujar Ryeowook dengan terbata – bata dan lemah mengingat bagaimana sulitnya Ryeowook berbicara dan bergerak.

“Wookie ..”

“Op .. oppa .. a .. aku .. ii .. i .. ingin .. ke .. kesana .. op .. oppa, je .. jebal ..” ujar Ryeowook dengan terbata – bata lagi dengan menitikkan air mata.

Kyuhyun yang melihatnya hanya bisa menatap sedih dengan menangis dalam diam.

“Op .. oppa .. a .. aku .. mo .. hon .. pada .. mu …” ujar Ryeowook lagi.

“Wookie .. orang tuamu akan datang sebentar lagi. Oppa minta maaf ne, oppa tak bisa mengantarkanmu. Tunggu sebentar ne, sebentar lagi orang tuamu akan datang.” Ujar Kyuhyun dengan terseok – seok , mungkin karena menahan tangisannya.

“Lebih baik kamu menunggu orang tuamu datang ne.” Ujar doktor yang menanganinya.

“A .. ak .. aku tak .. ma .. u … mem .. bu .. at .. Tu … han .. me .. nunggu. Ak … aku mo .. hon .. an .. tar .. kan ak .. aku .. kesa … na.” Ujar Ryeowook dengan kesusahan.

***

“Ryeowook ….” teriak Heechul melihat aegya satu – satunya duduk tergeletak sambil menyatukan kedua tangannya berdo’a dengan tak bernyawa di hadapan Tuhan.

“Wookie .. ireona wookie .. ini eomma .. eomma pulang …” teriak Heechul sambil memeluk Ryeowook.

“Ryeowook .. maafkan appa Ryeowook … maafkan appa ..” ujar Siwon menyesal sambil merangkul tubuh mungil Ryeowook.

Kyuhyun yang memang berada di sisi Ryeowook ketika saat – saat terakhirnya hanya bisa menangis dalam diam.

“Sudah ahjumma .. ahjussi .. biarkan Ryeowook pergi dengan tenang.” Ujar Kyuhyun menyampaikan wasiiat terakhir dari Ryeowook.

Rasa kehilangan bercampur penyesalan tak dapat dipungkiri sangat mencambuk hati mereka masing – masing. Tangis tak henti – hentinya terdengar dari dalam gereja kecil itu.

Kebisuan gereja mengantarkan Ryeowook ke alam yang berbeda.

Dengan para malaikat – malaikat Tuhan, Tuhan menjemputnya lebih awal.

Tak ada lagi sakit di kepalanya.

Tak ada lagi darah merah segar yang keluar dari hidungnya.

Tangis kehilangan dan penyesalan tak akan pernah mampu menarik waktu kembali.

Kini Ryeowook telah tenang bersama dengan Tuhan.

Tuhan yang selama ini menjadi eomma dan appanya.

Tuhan yang selalu setia mendengar celotehan dan aduan-nya.

Dan, Tuhan yang selalu menyanyangi dirinya melebihi siapapun.

Tuhan selalu menyayanginya.

~ END ~

.

.

.

.

T^T #lapingus

Malem minggu begini ditemani cerita genre menye – menye yang sukses bikin ingus naik turun :’v. Ini udah cukup buat gue siap sedia menjomblo dirumah xD plak

Gimana ceritanya?? sukses menye menye kalian semua :p wkwkwk

 Review ajah.

Mau ngerjain tugas yang lain.

Pai – pai chingu-deul.

With LOVE! ~Frisca Freshtie

Saranghae :* Chu

LOVE Is CRAZY 9

Gambar

Frisca Freshtie Present ….

~~~ MMM ~~~

__ ><)))’> _ <’(((>< __

^^ .. LOVE Is CRAZY .. ^^

.

.

.

.

Pairing : KyuWook/Slight YeMin, SiBum

Rate : T

Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy, Abal – Abal, Gaje, Failed!

Author : Frisca Freshtie

Cast : Cho Kyuhyun (Namja) >< Kim Ryeowook (Yeoja) >< Kim Yesung (Namja) >< Lee Sungmin (Yeoja) >< Kim Kibum (Yeoja) >< Choi Siwon (Namja) >< Lee Donghae (Namja) >< Lee Taemin (Yeoja) >< Henry Lau (Namja) >< Shim Changmin (Namja)

.

.

.

.

WARNING !!!

Cerita ini sungguh abal dan banyak typo yang berhamburan. Jadi mohon pengertiannya ne ^^

HAPPY READING CHINGU-DEUL 😀

.

.

.

.

Kibum dengan pelan memencet bell di samping pagar rumah Sungmin dengan Siwon berada di sampingnya.

Kibum meremas tangannya gelisah. “Aku harap eonni membukanya.” Ujar Kibum dengan gelisah.

Kibum menekan bell kembali setelah menunggu lama Sungmin untuk membuka gerbangnya.

“Sepertinya eonni-mu tak ada.” Ujar Siwon.

“Apa Sungmin eonnie berada di boutiqe-nya?” pikir Kibum.

“Tapi ini hari sabtu, biasanya eonni akan lebih sering dirumah karena hari sabtu adalah hari beristirahatnya.” Ujar Kibum.

Kriiing Kriiing ..

“Yeobboseo.” Ujar Kibum.

“Sungmin eonnie …” ujar Kibum dengan bahagia.

“Hah? Kemana?” tanya Kibum bingung.

“Untuk apa kesana?” tanya Kibum bingung lagi.

“Nde, aku akan kesana eonnie. Tunggulah sebentar ne.” Ujar Kibum, lalu hubungan dimatikan oleh Sungmin.

Kibum menatap Siwon gusar.

“Ada apa?” tanya Siwon bingung.

“Bi … bisakah oppa mengantarkan aku ke suatu tempat?” tanya Kibum gugup.

.

.

.

.

Sungmin membuntuti Yesung dan Sunny yang turun dari bis. Yesung dan Sunny terus bersenda gurau saat berjalan dan berhasil membuat Sungmin kesal bukan main.

“Mau kemana mereka? Ku pikir disini tak ada apartemen atau perumahan.” Ujar Sungmin bingung.

Dengan memakai mantel yang panjangnya sampai lutut berwarna coklat dan celana jeans ketat panjang dan juga kacamata hitam yang bertengger manis di hidungnya membuat Sungmin sedikit mencolok karena kemodisannya.

“Apa ini? Ku pikir Yesung akan mengantarkannya pulang, tapi kenapa malah masuk ke kedai? Cih! Pembohong!” ujar Sungmin gondok melihat Yesung dan Sunny masuk ke kedai.

“Whooah! Jangan – jangan mereka berkencan?!!??!! OMO ..” ujar Sungmin kaget sendiri dengan pemikirannya.

Dengan berlari kecil Sungmin mendekati kedai itu, mengingat ia memakai high-heels yang tingginya mungkin sekitar 8 atau 9 cm.

“Hah, mereka benar – benar berkencan?” ujar Sungmin dengan kesal dan gusar melihat Yesung dan Sunny duduk di salah satu meja sambil bersenda gurau.

“Aku sudah menduganya, mereka pasti menyembunyikan sesuatu. Awas kau Yesuuuung .. setelah ini tamatlah riwayatmu!” ujar Sungmin gondok.

“Aku harus melakukan sesuatu.” Ujar Sungmin sambil berpikir.

Setelah beberapa detik, Sungmin menjentikkan jarinya.

.

.

.

.

Ryeowook menggaruk kepalanya frustasi.

“Nyonya Cho … apa ini tak berlebihan?” tanya Ryeowook frustasi melihat ia tengah memakai hanbok dengan ukuran sedikit besar dan berhasil menenggelamkan tubuh mungilnya, dan dari tadi ia terus berlatih untuk upacara pernikahan yang ia tak tahu kapan akan dilaksanakannya.

Dengan kesal nyonya Cho menggeplak kepala Ryeowook dengan tongkat kayu kecil.

“Lakukan terus, keluarga Cho harus bisa. Jika kau ingin menjadi bagian dari keluarga Cho kau harus bisa melakukan ini!” Perintah nyonya Cho tegas.

“Eomma dan aegya sama saja.” Cibir Ryeowook dongkol.

Dari kejauhan Kyuhyun duduk sambil membaca koran dan meminum kopi hangatnya dengan datar bersama nenek Cho dan Ahra beserta beberapa pelayan yang memperhatikan jalannya Ryeowook berlatih untuk upacara pernikahan.

“Ulangi lagi dengan benar.” Perintah nyonya Cho.

Dengan kesal Ryeowook berdiri dan mulai memberi hormat lagi dengan pelan.

“Jangan tempelkan kepalamu ke tanganmu! Kau ini mau tidur atau memberi hormat? Ulangi lagi!” ujar nyonya Cho sambil menggeplak kepala Ryeowook. Ryeowook mempout bibirnya kesal.

Akhirnya dengan ketidak-ikhlasannya Ryeowook kembali memberi hormat.

“Jangan menunggingkan pantatmu seperti itu! Itu terlalu tinggi! Ulangi lagi!” ujar nyonya Cho sambil menggeplak pantat Ryeowook dengan tongkat kayu.

“Aww ..” ringis Ryeowook kesakitan.

Ryeowook mengelus – elus pantatnya yang sakit dengan raut wajah dongkol sambil mencoba berdiri.

“Hei .. hei .. hei .. jangan mengelus pantatmu di hadapan orang tua! Bagaimana suamiku bisa merestui kalian!” ujar nyonya Cho tak habis pikir sambil menggeplak kepala Ryeowook.

Dengan perasaan gondok dan tak ikhlas Ryeowook meminta maaf. “Cwe song hamnida. Mianhamnida ..” ucap Ryeowook mencoba berbicara formal.

“Lakukan lagi!” perintah nyonya Cho dengan kesal.

Ryeowook kembali melakukan penghormatan.

“Itu namanya sujud bukan memberi penghormatan! Bodoh sekali kau ini! Ck! Sini biar aku memberi contoh!” ujar nyonya Cho kesal karena dari tadi Ryeowook tak bisa – bisa.

Ryeowook dengan kesusahan berdiri karena hanbok-nya yang besar, yang katanya adalah hanbok turun temurun keluarga Cho.

“Begini caranya.” Ujar nyonya Cho sambil mencontohkan pemberian hormat yang benar.

Ryeowook mengangguk – anggukan kepalanya paham. “Oh begitu .. jadi seperti orang yang sedang menahan buang air besar eoh??” ujar Ryeowook dengan blak – blakannya dan polosnya.

Mendengar itu, semua orang langsung tertawa terbahak – bahak, kecuali Kyuhyun.

“Hahahhaha .. anak itu sungguh mengagumkan, aku menyukainya. Bwahahhah …” ujar nenek Cho dengan tertawa terbahak – bahak.

“Kau benar nenek! Dia sungguh mengagumkan.” Ujar Ahra menyetujui pendapat neneknya.

“Tunggu! Kau bilang apa?” tanya nyonya Cho dengan kesal dan berdiri.

“Aku tadi bilang kalau itu seperti orang yang sedang menahan uang air besar, melihat Anda seperti itu, aku jadi ingat saat aku sakit perut karena menahan buang air besar. Aku menungging seperti itu di kasur.” Ujar Ryeowook dengan blak – blakannya lagi dan berhasil membuat orang tertawa terbahak – bahak lagi.

“Kau!!!!” ujar nyonya Cho dengan kesal dan geram sambil mencoba mencekik Ryeowook. Ryeowook yang melihat aura mistis yang mengelilingi nyonya Cho langsung berlari menjauhi nyonya Cho.

“Aaaaaaah … maafkan aku Nyonya. Maafkan aku.” Ujar Ryeowook dengan berlari – lari mengelilingi ruangan.

“Berhenti kau! Berhenti! Dasar yeoja kurang ajar! Berhenti kau!” pekik nyonya Cho geram sambil terus berlari mengejar Ryeowook.

“Hhahahaha .. aku menyukai yeoja pilihanmu Kyu. Dia mengagumkan.” Ujar nenek Cho sambil tertawa terbahak – bahak dan menepuk – nepuk punggung Kyuhyun tanpa menolehkan kepalanya ke Kyuhyun saking fokusnya pada kejadian yang tengah berlangsung.

.

.

.

.

Dengan mencoba santai, Sungmin berjalan mendekati Yesung dan Sunny yang masih bersenda gurau.

“Ehm .. ehm ..” Sungmin berdehem di hadapan mereka dengan mencoba santai.

“Minnie ..” ujar Yesung kaget melihat Sungmin berada di kedai.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Yesung tak percaya.

“Oh, aku lupa memberitahumu. Aku ada janji dengan Kibum makan disini.” Ujar Sungmin sambil mengibaskan rambutnya dengan sok.

“Lalu, apa yang kau lakukan disini?” tanya Sungmin dengan ketus sambil melirik Sunny sinis.

“Aku ..” belum sempat Yesung menjawab pertanyaan Sungmin, tiba – tiba Kibum datang bersama Siwon.

“Eonnie ..” panggil Kibum dengan ceria.

“Ah .. itu mereka datang ..” ujar Sungmin sambil tersenyum lebar pada Yesung dan Sunny.

“Kami duduk disini ne ..” ujar Sungmin sambil duduk di samping Sunny.

“Bummie .. duduk disini.” Ujar Sungmin sambil menunjuk bangku di sebelah Sunny.

 

“Eonnie .. ada apa mengajak ..” belum sempat Kibum mengatakan apa pertanyaannya, Sungmin menyelanya.

“Ah .. ani. Aku tak mengajak Yesung dan orang ini. Kebetulan kita bertemu tadi secara tidak sengaja.” Ujar Sungmin sambil tersenyum. Kibum hanya menganggukan kepalanya paham padahal ia tadi bukan menanyakan itu melainkan kenapa ia diajak ke kedai ini.

“Oh, begitu. Oppa, kenalkan ini Siwon.” Ujar Kibum memperkenalkan namjachingu-nya.

“Oh, Yesung imnida.” Ujar Yesung sambil menjulurkan tangannya. Siwon menerima juluran tangan Yesung dengan tersenyum khasnya. “Siwon imnida. Bangapta.”

“Oppa, siapa temanmu ini?” tanya Kibum.

Yesung tersenyum. “Kenalkan, dia Sunny.” Jawab Yesung dengan ceria. Sungmin yang melihatnya langsung menekuk wajahnya dongkol.

‘Cih! Baru memperkenalkannya saja sudah sebahagia itu!’ inner Sungmin dongkol.

“Ahjumma, aku ingin pesan makanan.” Pekik Sungmin sambil berdiri.

Semua orang yang melihatnya hanya bisa memandang Sungmin cengo. Biasanya Sungmin dikenal sebagai yeoja yang berwibawa dan sangat anggun, tapi kenapa hari ini berbeda? Itulah yang ada di pikiran mereka semua, kecuali Sunny tentunya.

“Apa yang kalian lihat?” tanya Sungmin pura – pura tak mengerti.

“Oh, ani eonnie.” Ujar Kibum dengan kikuk.

“Kalian ingin pesan apa?” tanya ahjumma pemilik kedai.

“Aku kimchi ahjumma, o .. oppa .. ingin apa?” tanya Kibum dengan gugup pada Siwon. Dengan tersenyum Siwon menjawab, “Aku memesan apa yang kau pesan.”

Dan kalimat ini berhasil membuat pipi Kibum bersemu merah.

“Oppa, kau seperti biasa kan?” tanya Sunny pada Yesung dan Yesung menganggukan kepalanya ceria.

“Baiklah karena tak ada yang bertanya padaku, aku yang akan bertanya pada diriku sendiri. Kau ingin apa Sungmin?” tanyanya pada dirinya sendiri dan berhasil membuat mereka menatap Sungmin cengo.

“Aku ingin salad.” Ujar Sungmin dengan cuek. Ahjumma tadi hanya bisa cengo mendengar pesanan Sungmin.

“Eon .. eonnie … ini bukan cafe.” Ujar Kibum mengingatkan Sungmin dengan takut – takut.

“Oh iya, aku lupa. Aku pesan kimbimbab saja kalau begitu.”

“Baiklah .. tunggu sebentar ne.” Ujar ahjumma tadi sambil pergi meninggalkan mereka ke dapur.

“Eonnie, tak biasanya eonni pergi ke kedai? Ada apa?” tanya Kibum heran.

“Euung .. aku … aku aku hanya ingin mencoba hal yang baru saja.” Dusta Sungmin.

“Oh, begitu. Lalu, bagaimana dengan Ryeowook eonnie?” tanya Kibum.

“Dia dibawa namja kecil itu.” Ujar Yesung dengan dongkol.

“Namja kecil? Nugu?” tanya Kibum bingung.

“Siapa lagi kalau bukan namja yang mengaku – ngaku menjadi tunangan dongsaengku itu?” ujar Yesung kesal mengingat kejadian tadi pagi.

“Apa maksud oppa anak dari pemilik Cho Corporation itu eoh?” tanya Sunny.

“Cih! Siapa lagi kalau bukan dia?!!!” ujar Sungmin dengan ketus dan sinis pada Sunny, Sunny hanya bisa menundukkan kepalanya sedih. Yesung yang melihatnya hanya bisa menghembuskan nafas prihatin.

“Pesanan datang …” ujar ahjumma tadi sambil membawa pesanan mereka semua.

Ahjumma tadi dan ditemai Sunny membagikan makanan – makanan pesanan mereka.

“Oppa, ini punyamu.” Ujar Sunny dengan senang sambil memberikan makanan yang dipesan Yesung ke depan Yesung. Sungmin yang melihatnya langsung membuka suara. “Baiklah. Selamat makan …!!!!” pekik Sungmin dengan keras dan berhasil membuat Yesung yang tadi ingin berterima kasih pada Sunny menatap Sungmin tak percaya.

.

.

.

.

Ryeowook sekarang tengah belajar menjadi bagian keluarga Cho. Lagi – lagi yang mengajarinya adalah nyonya Cho. Mereka kini tengah belajar minum wine yang baik dengan adat dan sopan santun. Mengingat keluarga Cho adalah keluarga terpandang, maka keluarga Cho sering menghabiskan waktu bersama kalangan – kalangan terpandang yang lain.

Ryeowook memandangi gelas kaca dan berisi wine.

“Ini apa nyonya Cho?” tanya Ryeowook penasaran sambil mengguncang – guncangkan gelas kaca itu sehingga air wine yang ada di dalamnya ikut bergerak dengan brutal.

“Hei .. hei .. hei, jangan lakukan itu!” ujar nyonya Cho kesal.

“Memangnya kenapa? Apa kalau digoncangkan seperti ini bisa membuat banyak busa atau hal – hal yang mengejutkan?” tanya Ryeowook heran sambil tambah mengguncangkan gelas kaca itu dengan bahagia dan semangat layaknya anak kecil yang tengah bermain.

Dengan panik nyonya Cho langsung mengambil gelas kaca itu dari tangan mungil Ryeowook.

“Sudah! Ayo kita mulai lagi dengan benar.” Ujar nyonya Cho mencoba sabar.

“Tuangkan lagi red wine-nya!” perintah nyonya Cho pada pelayan.

Dengan membungkukkan tubuhnya, pelayan yang diperintah langsung mengambil botol red wine dan menuangkannya ke gelas kecil yang lain.

“Yang dituangkan ini adalah Red Wine dengan karakteristik utama berkilau, ringan dengan kandungan alkohol yang rendah.” Ujar nyonya Cho menjelaskan pada Ryeowook. Ryeowook terus memandang pelayan yang sedang menuangkan Red Wine ke gelas dengan tatapan ingin tahu layaknya anak kecil.

“Ada karakteristiknya eoh? Menarik. Apa minuman Red Wine itu mirip Soju?” tanya Ryeowook ingin tahu.

“OMO! Bagaimana kau menyamakan Red Wine ini dengan minuman rendahan seperti itu?” tanya nyonya Cho dengan berlebihan dan tak percaya mendengar pertanyaan Ryeowook.

“Wine ini ketika dituangkan akan meninggalkan cincin samar putih di sekitar tepi gelas kaca. Jadi tidak sama dengan Soju!” ujar nyonya Cho menjelaskan.

“Oh … Jadi berbeda ya. Ku pikir sama.” Ujar Ryeowook blak – blakan.

“Red Wine bersifat ringan karena tidak terlalu banyak tanin. Red Wine ini sangat  sempurna, ringan, beraroma dan rendah alkohol, sangat cocok dinikmati diwaktu sore yang hangat seperti sekarang ini.” Ujar nyonya Cho sambil memberikan salah satu gelas kaca yang sudah berisi Red Wine pada Ryeowook.

“Red Wine itu menyenangkan, menyegarkan dengan rasa buah yang nikmat. Karena relatif asam, cocok disajikan dengan makanan yang berminyak atau mengandung mayones, seperti sosis panggang, salad kentang, dan lain – lain.” Ujar nyonya Chho lagi.

Ryeowook hanya mengangguk – anggukan kepalanya mendengar penjelasan nyonya Cho.

“Sekarang akan ku ajarkan bagaimana meminum wine yang baik dan benar. Yang pertama cara memegang gelas.” Ujar nyonya Cho sambil mengambil salah satu gelas kaca yang sudah berisi Red Wine.

“Gelas wine pada umumnya terdiri tiga bagian yaitu wadah atau bowl, tangkai atau stem, dan kaki atau foot.” Ujar nyonya Cho sambil menunjukkan bagian – bagian gelas yang dipegangnya. Ryeowook hanya menganggukan kepalanya layaknya anak kecil sambil mengikuti pergerakan tangan nyonya Cho di gelas kaca yang dipegangnya.

“Dari cara memegang gelas saja, bisa terlihat apakah seseorang itu amatir atau profesional. Mereka yang canggung biasanya memegang gelas di wadahnya, seperti memegang gelas biasa. Tangannya menutupi wadah gelas, seperti memastikan bahwa gelas tersebut tak akan jatuh.” Ujar nyonya Cho sambil mempraktekan.

Ryeowook yang memegang gelas kacanya seperti yang dijelaskan nyonya Cho langsung melepaskan tangannya dengan malu.

“Sementara itu, mereka yang profesional memegang gelas wine di tangkainya, sengaja tak menempelkan tangan dengan wadah. Pasalnya, panas tubuh yang ditransfer dari tangan ke gelas lalu ke wine dapat merusak kualitas wine itu sendiri. Nah, seperti ini.” Ujar nyonya Cho sambil mencontohkan cara memegang gelas wine dengan baik dan benar.

“Eih? Panas tubuh bisa ditransfer juga ke gelas?” ujar Ryeowook tak percaya.

Nyonya Cho memutar matanya kesal mendengar perkataan Ryeowook. “Yang kedua adalah cara memutar-mutar gelas. Salah satu cara menikmati wine adalah dengan memutar-mutar gelas agar aroma wine lebih keluar. Dengan cara ini kita juga bisa melihat apakah bodi wine full dimana cairan turun dengan lambat/ kental atau light dimana cairan turun dengan cepat/ encer. Cairan wine atau wine leg yang turun dengan lambat menandakan kandungan alkoholnya tinggi dan rasa wine-nya lebih kering. Memutar wine yang baik yaitu dengan bertumpu pada tangkai gelas.” Ujar nyonya Cho sambil mempraktekan cara memutar – mutar gelas wine.

“Oh, jadi memutar – mutar gelas itu untuk aromanya lebih keluar eoh? Sepertinya itu mudah.” Ujar Ryeowook.

Ryeowook ikut mempraktekan cara memutar – mutar gelas kaca-nya yang menurutnya sudah benar. Tapi yang terjadi wine-nya malah tumpah dan mengotori dress-nya yang berwarna putih.

“Huuuuaah!?!??! OMO!!!” pekik Ryeowook pelan dengan kaget dan mencoba membersihkan noda wine itu. Tapi yang terjadi noda di dress Ryeowook malah semakin menjadi – jadi.

‘Apa yang harus ku lakukan?’ inner Ryeowook bingung. Ryeowook melirik nyonya Cho yang masih sibuk menjelaskan cara memutar – mutar gelas wine dengan baik dan benar.

‘Ah .. akan kujadikan motif saja. Biar terlihat alami.’ Inner Ryeowook senang.

Ia menyembunyikan gelas wine-nya ke bawah meja, lalu ia mencelupkan jari telunjuknya ke dalam gelas. Dengan mata melirik nyonya Cho ia mulai melukis di dress-nya. Namun memang dasar Ryeowook yang tak tahu apa itu seni, yang terjadi dress-nya semakin memburuk. Banyak sekali noda – noda yang tak beraturan yang terlukis di dress-nya.

“Hei!?! Kau mendengarkan aku atau tidak?!?!?! Apa yang kau lakukan?” tanya nyonya Cho dengan kesal pada Ryeowook yang tak memperhatikannya.

“Ah .. ani .. anio … aku tak melakukan apapun nyonya!” ujar Ryeowook dengan kaget dan spontan berdiri dari duduknya.

“Hei ?!?!?! Apa yang terjadi dengan bajumu?” tanya nyonya Cho heran.

“I .. ini motif bajuku.” Ujar Ryeowook dengan gugup.

“Bagaimana bisa motif baju berbentuk seperti itu?” tanya nyonya Cho heran bukan main.

Ryeowook menundukkan kepalanya. “Sebenarnya air wine tadi tumpah nyonya.” Ujar Ryeowook jujur.

“Bagaimana bisa tumpah dan membentuk noda seperti itu?” tanya nyonya Cho tak habis pikir.

“Euuung .. aku .. aku aku sebenarnya tadi .. euuung .. aku tadi yang melukisnya seperti ini agar terlihat seperti motif.” Ujar Ryeowook dengan gugup dan juga takut – takut.

Nyonya Cho dengan frustasi menepuk jidatnya kesal.

‘Aku akan gila.’ Innernya dongkol.

“Lalu, yang selanjutnya adalah cara menghirup aroma wine. Hirup aroma wine dengan memasukkan hidung ke dalam gelas. Terutama gelas red wine, biasanya berukuran besar seperti ini, sengaja dirancang agar kita dapat menghirup aromanya. Aroma sangat menentukan persepsi rasa. Makanya, menghirup aroma wine terlebih dahulu sebelum menyesapnya akan membuat citarasa wine terasa optimal.” Ujar nyonya Cho menjelaskan lagi, lalu mempraktekan ucapannya.

Ryeowook mencoba menirukan apa yang dipraktekan nyonya Cho padanya.

‘Masukkan hidung ke dalam gelas.’ Inner Ryeowook mematuhi aturan yang dijelaskan nyonya Cho padanya sambil memasukkan hidung mungilnya ke dalam gelas.

‘Hirup aroma wine.’ Inner Ryeowook lagi sambil menghirup aroma wine, namun karena terlalu bersemangat untuk menghirup aroma wine, air wine tersedot ke dalam hidung Ryeowook.

“OMO!!” pekik Ryeowook ketika merasakan air wine masuk ke dalam lubang hidungnya.

Pelayan yang mellihat kejadian itu langsung memekik histeris. “Nona Ryeowook …” pekik mereka dengan panik. Nyonya Cho hanya bisa memegang kepalanya yang terasa pening melihat tingkah laku Ryeowook yang aneh dan norak.

.

.

.

.

Sungmin keluar dari kedai tadi dengan wajah yang super ditekuk – tekuk.

Lalu, dari belakang Yesung dengan berlari mengejar Sungmin yang hendak pergi.

“Minnie chagi ….” panggil Yesung sambil memegang pundak Sungmin.

“Apa sih? Jangan panggil aku chagi! Aku bukan yeojachingu-mu!” ujar Sungmin dengan kesal dan dongkol.

“Kau itu kenapa sih?” tanya Yesung sambil membalikkan tubuh Sungmin.

“Apanya yang kenapa?” tanya Sungmin ketus sambil memalingkan wajahnya dari Yesung.

“Kenapa kau bersikap tak biasa? Kenapa kau memperlakukan Sunny seperti itu?” tanya Yesung dengan heran.

“Karena aku cemburu!” ucap Sungmin dengan mata berkaca – kaca dan menepis tangan Yesung yang memegang pundaknya, lalu ia berlari meninggalkan Yesung yang membelalakkan matanya dengan tak percaya.

.

.

.

.

Ryeowook duduk di kasur Kyuhyun dengan hidung memerah layaknya orang yang tengah terkena influenza akut dengan raut wajah dongkol.

“Aku tak mau melanjutkannya!” pekik Ryeowook frustasi pada Kyuhyun yang sedang membaca buku.

“Melanjutkan apa?” tanya Kyuhyun cuek masih dengan fokus membaca buku.

Dengan kesal Ryeowook mengambil buku itu dari tangan Kyuhyun.

“Apa kau tak melihat ini?” tanya Ryeowook dengan kesal dan emosi sambil menunjuk hidungnya yang memerah.

“Apa?” tanya Kyuhyun cuek.

“Ck! Pokoknya aku tak mau melanjutkannya, aku mau pulang! Aku tak mau menikah denganmu! Aku tak mau!” ujar Ryeowook dengan merajuk.

“Ini! Aku kembalikan cincin yang katanya cincin milik keluarga Cho turun temurun! Aku tak mau menikah denganmu!” ujar Ryeowook dengan nada mengejek sambil melepas cincin itu dari jari manisnya.

Kyuhyun hanya memandang Ryeowook dengan tatapan yang tak bisa diartikan.

“Ini. Ku kembalikan! Aku tak ingin menikah denganmu! Kau itu masih kecil! Lagipula aku menyukai seseorang yang jauh darimu!” ujar Ryeowook sambil berjalan menuju pintu.

Kyuhyun hanya diam. Ia terus memperhatikan Ryeowook dengan pandangan yang tak bisa diartikan.

“Aku pulang dulu.” Ujar Ryeowook sambil memutar kenop pintu.

“Eh … OMO!?!!?” pekik Ryeowook ketika pintu kamar Kyuhyun tak bisa dibuka.

Ryeowook terus mencoba membuka pintu itu dengan sekuat tenaga. Ryeowook menolehkan kepalanya melihat Kyuhyun. “Kyu .. pintunya terkunci …..” ujar Ryeowook dengan memasang muka memelas.

.

.

.

.

[Di Halaman Belakang Rumah Keluarga Cho]

“EOOOOOMMMAAAAAA …” pekik nyonya Cho dengan kesal dan frustasi pada nenek Cho.

“Hhahahah .. biarkan saja. Mereka akan cepat memberikan aku cucu setelah ini.” Ujar nenek Cho dengan tertawa senang sambil memainkan kunci kamar Kyuhyun.

“Eomma, bagaimana kau bisa melakukan ini pada Kyunnie?” tanya nyonya Cho dengan kesal.

“Iya nenek. Mereka belum menikah nenek.” Ujar Ahra ikut nimbrung juga.

“Kalian ini kenapa? Diamlah dan tidurlah, ini sudah malam!” ujar nenek Cho cuek sambil berjalan di tepi kolam.

“Eomma! Kau harus membuka kamar Kyunnie sekarang juga!” ujar nyonya Cho ngotot.

“Ck! Kalian berisik sekali! Baiklah, ini ambillah.” Ujar nenek Cho sambil menjatuhkan kunci itu ke kolam renang.

Pluung ..

Kunci kamar Kyuhyun jatuh ke dasar kolam renang.

“OMO!!!” pekik Ahra kaget melihat apa yang dilakukan neneknya.

Bruuk ..

Seketika nyonya Cho langsung pingsan ditempat melihat kunci kamar Kyuhyun dibuang.

 

** TBC **

 

Anyeeeoooong .. aku datang lagi chingu-deul ^^

Ini kayaknya masih kurang panjang deh? Mianhae ne T^T

Ide udah mentok sampek segitu, besok dilanjut lagi.

 

Oh iya, untuk yang OS yang menang yang OS nomor 1. Mian buat yang milih OS nomor 2, tapi jangan sedih. Setelah dari Bali aku buat yang OS nomor 2 kok. 😀

 

Last! Review ne 😉

With LOVE! ~Frisca Freshtie

Chu :* Saranghae

ADANTE

Gambar

Frisca Freshtie Present ….

.

.. |(^.^)/\(^.^)| ..

….

** ADANTE **

.

.

.

Pairing : KyuWook

Rate : T

Genre : Hurts/Comfort, Angst, Romance, Genderswitch, Friendship, OneShot, Abal – Abal, Gaje, Failed!

Author : Frisca Freshtie

Cast : Kim Ryeowook (Yeoja) >< Cho Kyuhyun/Lee Marcus (Namja) >< Lee Sungmin (Namja) >< Lee Hyukjae (Yeoja) >< Lee Donghae (Namja)

.

.

.

.

WARNING !!!

Ini adalah sequel dari OS “Last Letter”.

Jadi aku saranin yang belum membaca OS ini lebih baik kalian membaca OS “Last Letter” dulu. 🙂

 

Okay, saya akan menjelaskan sedikit sinopsis OS ini.

Seperti judul OS ini, yaitu “ADANTE” yang terinspirasi oleh lagu ciptaan dari Leeteuk oppa dan Henry oppa (kalau enggak salah) yang dinyanyikan oleh SuJu.

Adante sendiri artinya sebuah lagu yang bertempo sedang, jadi tidak cepat dan tidak lambat juga.

Jadi, kesimpulannya OS ini menceritakan Ryeowook yang akan mencoba melupakan kenangan – kenangan bersama Kyuhyun secara perlahan seperti tempo adante yang tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.

 

Dan seperti biasa, dalam cerita ini banyak typo yang berhamburan. Jadi, mohon bantuannya ne ^^

Thank you so much and happy reading chingu-deul! 😀

.

.

.

.

_..:* ADANTE *:.._

.

.

“Aku tertidur, tertidur.

Seperti air mata yang mengalir dengan deras ini berakhir, akhirnya berakhir.

Di luar jendela kamarku, di luar keinginanku, malam telah berlalu.

Kenangan tentang dirimu telah berlalu, dari hari pertama hujan, untuk terakhir kalinya basah kuyup.”

 

Hujan gerimis membasahi bumi. Rintik – rintik hujan dengan pelan mengalun lembut membasahi tanah. Angin mulai berhembus dengan sepoi – sepoi. Orang – orang berlarian mencari tempat untuk berteduh. Tapi yeoja mungil itu? Ia berhenti. Yeoja itu adalah Ryeowook.

Ryeowook menghentikan langkahnya sambil mendongakkan kepalanya menatap langit hitam Seoul.

“Langit sedang menangis Kyu. Apa kau sedang bersedih sekarang?”

“Apa yang kau lakukan disana?”

“Apa kau disana kesepian Kyu?”

“Apa kau bahagia disana?”

“Apa disana sangat menyenangkan?”

Mata Ryeowook mulai memerah ketika menyadari sesuatu dengan tersenyum masam. “Aku belum bisa menepati janjiku untuk hidup lebih baik Kyu.” Ujar Ryeowook dengan menghembuskan nafas kesal dan mengalihkan pandangannya dari langit hitam Seoul menuju seberang jalan.

Ryeowook membelalakkan matanya ketika melihat seorang namja yang sangat tak asing baginya sedang berjalan di seberang jalan. “Kyu …” gumamnya tak percaya.

Dengan berlari tergesa – gesa dan air mata yang beruraian di wajah cantik Ryeowook, Ryeowook berlari menuju namja itu tanpa menghiraukan kendaraan – kendaraan yang berlalu lalang dan hampir menabraknya. Ia terus berlari menghiraukan amarah – amarah para pengguna jalan. Ia terus berlari mengejar namja itu.

Ia menarik tubuh namja itu dari belakang lalu membalikkan tubuhnya dan memeluknya dengan sangat sangat erat.

Namja itu hanya bisa memandang bingung yeoja mungil yang sedang memeluknya dengan erat. Bahkan para pengguna jalan yang berlalu lalang juga menatap mereka dengan bingung.

“Maaf, Anda ini ..” belum sempat namja itu melanjutkan perkataannya, yeoja mungil itu menyelanya dan tambah memeluknya dengan erat.

“Hiks .. Jangan berkata apapun!” ujar yeoja mungil itu dengan sesenggukan.

“Aku kesepian .. hiks .. aku sendirian, aku merindukanmu … hiks …”

“Apa kau tahu? Rasanya aku tak bisa bernafas saat kau pergi .. hiks .. rasanya aku ingin mati saja!”

“Aku selalu menunggumu di tempat biasa. Tapi kau tak kunjung datang .. hiks!”

“Aku menunggumu, aku selalu menunggumu … hiks ..!”

“Kau jahat! Hiks … kau jahat .. hiks … aku merindukanmu ….” ujar Ryeowook dengan terus memeluk namja itu dan menangis sesenggukan. Namja itu hanya bisa menatap Ryeowook dengan iba sambil mencoba mengelus punggung Ryeowook.

 

“Kegelapan yang seperti terowongan tak berujung.

Secara bertahap masuk ke dalam mimpiku.

Tidak peduli bagaimanapun aku mencoba melihat kembali pada kenangan tentang dirimu.”

 

Ryeowook membuka matanya dengan perlahan – lahan.

“Aku dimana?” tanya Ryeowook dengan suara serak lirih sambil memegangi kepalanya yang sedikit pening.

“Wookie .. kau bangun?” ujar Eunhyuk tak percaya dan bahagia sambil memegang erat tangan mungil Ryeowook ketika melihat dongsaeng kesayangannya sudah sadar.

“Panggil dokter sekarang!” perintah Donghae pada Sungmin, lalu Sungmin segera memencet tombol.

“Eonnie ..” ujar Ryeowook dengan lemah sambil melirik Eunhyuk yang berada di sampingnya.

“Nde .. ini eonnie .. ini eonnie.” Ujar Eunhyuk dengan menangis dan mengelus – elus kepala Ryeowook.

“Aku dimana?” tanya Ryeowook dengan lemah lagi.

“Sekarang kau ada di rumah sakit Wookie, kau tadi pingsan.” Ujar Eunhyuk menjelaskan.

Setelah itu datanglah seorang dokter bersama 2 perawat.

“Maaf, permisi nona. Biarkan saya melihat keadaannya dahulu.” Ujar dokter yang menangani.

“Oh nde.” Ujar Eunhyuk mempersilahkan doktor menangani Ryeowook.

“Bagaimana kondisinya dok?” tanya Sungmin dengan khawatir.

Doktor itu melepaskan stetoskopnya dan membalikkan tubuhnya menghadap Sungmin lalu menggeleng – gelengkan kepalanya prihatin.

“Ia benar – benar lemah, ia berada dibawah tekanan yang amat sangat, dia sudah sangat stress. Apa ia mempunyai masalah yang serius?” tanya doktor itu.

Eunhyuk, Donghae dan Sungmin yang mendengar hanya bisa memasang muka sedih. Tanpa Ryeowook berkata apa masalahnya, semuanya sudah tahu. Masalahnya adalah Kyuhyun.

“Begini. Jika ia meminum obat dengan teratur, makan dengan teratur, ia mungkin akan bisa sembuh dengan cepat. Ku sarankan kalian mengikuti apa yang ia inginkan.” Ujar doktor itu ikut prihatin sambil menepuk pundak Sungmin dan keluar dari ruangan diikuti kedua perawat yang tadi juga ikut membantu menangani Ryeowook.

Eunhyuk mendekati Ryeowook yang tengah terbaring lemah.

“Apa masih sakit?” tanya Eunhyuk dengan lembut.

Ryeowook menggelengkan kepalanya lemah menjawab pertanyaan eonni-nya.

“Apa kau ingin makan?” tanya Eunhyuk sambil mengambil sepiring bubur dari rumah sakit. Ryeowook menggelengkan kepalanya.

“Apa kau ingin minum?” tanya Eunhyuk lagi dan Ryeowook lagi – lagi menggelengkan kepalanya dengan lemah.

“Apa ada yang kau inginkan Wookie?” tanya Eunhyuk dengan sabar.

“Aku ingin menyusul Kyuhyun oppa.” Ujar Ryeowook dengan lemah dan mata sayu.

Semua yang mendengarnya hanya bisa menatap Ryeowook miris.

 

“Kata – kata aku belum bisa melupakanmu.

Sampai mencapai akhir perpisahan kami.

Aku berbalik kemudian berbalik.”

 

Ryeowook memandang halte yang dulu adalah tempat pertemuan Kyuhyun dan Ryeowook pertama kali dengan pandangan kerinduan dan kesedihan.

‘Aku sudah berjanji padamu, namun aku masih belum bisa menepatinya oppa.’ Inner Ryeowook dengan sedih, lalu membalikkan tubuh mungilnya entah kemana.

[Di Rumah Sakit]

“Bagaimana bisa kalian membiarkan pasien keluar?” bentak Sungmin dengan emosi pada perawat yang menjaga Ryeowook.

“Bagaimana kalian bekerja huh? Menjaganya saja kalian tak bisa!” bentak Sungmin lagi.

“Tenang Min, tenang. Ini rumah sakit, jangan berteriak – teriak seperti itu.” Ujar Donghae menenangkan.

“Bagaimana aku bisa tenang? Ryeowook hilang dan ia keadaannya masih belum stabil!” ujar Sungmin dengan emosi.

“Jika terjadi apa – apa dengan Ryeowook, kalian yang akan mendapatkan ganjarannya!” ancam Sungmin lagi dengan emosi, lalu berlari pergi meninggalkan mereka.

“Sungmin ..” panggil Donghae khawatir.

“Ck! Bocah itu ..” gerutu Donghae kesal.

“Neomu mianhae ne … maafkan temanku tadi.” Ujar Donghae sambil membungkuk dalam pada kedua perawat tadi.

“Chagi .. aku akan menyusulnya. Kau tunggulah disini.” Ujar Donghae pada Eunhyuk.

“Nde. Hati – hati.” Ujar Eunhyuk.

Namja berkulit putih pucat dan rambut warna sedikit pirang yang melihat kejadian tadi hanya bisa diam memandang kejadian itu dengan mebawa sebuket bunga dari kejauhan.

 

“Bahkan banyak perasaan yang perlahan – lahan muncul.

Bahkan kenangan – kenangan yang perlahan – laha kembali.

Perlahan – lahan aku akan melupakanmu sedikit demi sedikit.

Adante.”

 

Ryeowook berjalan menabraki banyak pejalan kaki dengan pandangan kosong layaknya orang linglung. Ia masih memakai baju pasien dan tanpa memakai alas kaki.

Ia terus berjalan dan berjalan. Sampai akhirnya ia berhenti di jembatan sungai Han dan memandang lurus sungai Han dengan tatapan kosong.

‘Ketika aku berada dalam kegelapan, saat itu aku melihat dirimu.’

‘Ketika aku berada dalam titik terendah, saat itulah aku melihatmu.’

‘Ketika bintang – bintang di langit berhenti menyinariku, saat itulah aku melihatmu.’

‘Dan sekarang, aku benar – benar ingin melihatmu.’

Ryeowook melangkahkan kakinya menaiki pembatas jembatan.

‘Aku ingin melihatmu selamanya.’

Setelah itu, Ryeowook menjatuhkan dirinya ke sungai Han.

BYUUUUUUR …

Suara tubuh Ryeowook masuk ke dalam air.

Orang – orang yang melihat langsung panik dan berteriak histeris sambil mendekati pembatas jembatan.

“Dia jatuh!”

“OMO .. Yeoja itu jatuh.”

“Dia bunuh diri!”

“Tolong seseorang menolongnya!”

“Aku mohon, seseorang menolongnya sekarang!”

“Panggil polisi sekarang!”

“Dia menceburkan dirinya sendiri!”

“Tolong yeoja itu!”

Suara – suara pekikan histeris dari orang – orang yang melihat kejadian itu menggema di jembatan itu. Banyak kendaraan – kendaraan yang berhenti karena penasaran dengan apa yang terjadi. Termasuk namja yang tadi membawa sebuket bunga.

Ryeowook terus tenggelam menuju dasar sungai Han yang sangat dalam.

‘Aku mulai melihatmu.’ Inner Ryeowook dengan tersenyum.

‘Aku melihat wajahmu.’

‘Aku melihat senyummu.’

Namja tadi tanpa ba-bi-bu langsung meloncat ke sungai Han.

BYUUUR ..

Ia terus berenang ke dasar sungai Han yang gelap. Setelah menemukan Ryeowook, ia langsung mengulurkan tangannya untuk menggapai Ryeowook.

‘Aneh. Aku melihat tangan hangatmu dengan jelas.’

‘Aku melihat dirimu.’ Inner Ryeowook dengan suara yang melemah dan menutup matanya.

 

“Dalam mimpi, aku sudah terbiasa untuk tenang, aku siap untuk perpisahan kami.

Bahkan dalam mimpiku, hatiku tidak bisa sepenuhnya menggantikanmu.

Kapan aku bisa melupakanmu?”

 

Ryeowook memandang bingung sekelilingnya. Sekarang ia tengah berada di tempat yang penuh dengan lilin.

“Dimana ini?” tanya Ryeowook bingung.

Tiba – tiba ada yang menutup mata Ryeowook.

“Ini dihatimu.” Ujar seseorang yang menutup mata Ryeowook. Ryeowook yang mendengar langsung tercekat.

“Kyu …” ujar Ryeowook tak percaya dan langsung membalikkan tubuh mungilnya dan memeluk Kyuhyun.

“Kenapa kau pergi .. hiks?” tanya Ryeowook dengan menangis sesenggukan.

“Aku tak pernah pergi. Aku selalu disini.” Ujar Kyuhyun dengan tersenyum dan melepas pelukan Ryeowook dengan pelan.

“Kau meninggalkan aku.” Ujar Ryeowook.

“Tidak. Aku tak pernah meninggalkanmu. Aku selalu disini.” Ujar Kyuhyun lagi dengan tersenyum.

“Kau berbohong!” pekik Ryeowook dengan masih menangis.

“Tidak. Aku tak berbohong. Hanya tepati janjimu.” Ujar Kyuhyun dengan tersenyum dan tubuh yang mulai memudar. Ryeowook yang melihatnya langsung membelalakkan matanya tak percaya dan panik sambil menangis.

“Kyu ..”

“Andwaeee .. Kyu ..” pekik Ryeowook ketika melihat tubuh Kyuhyun semakin memudar.

“Andwae .. Kyu .. jangan pergi lagi … jebal … jangan tinggalkan aku …” pekik Ryeowook lagi.

“KYU ………” pekik Ryeowook saat melihat tubuh Kyuhyun yang menghilang.

 

“Uhuuuk … uhuuuuuk …” Ryeowook terbatuk – batuk disertai air yang keluar dari mulutnya. Namja yang dari tadi menekan dada Ryeowook langsung menatap Ryeowook.

“Uhuk uuuhuuuk ..”

Ketika tatapan mata mereka bertemu, dengan tersenyum Ryeowook berkata dengan lemah “Kau tak berbohong.” Lalu, Ryeowook menutup matanya.

 

“Ketika aku membuka mataku, tidak terlalu lama itu adalah hari kamis, berganti hari selasa.

Bahkan sekarang waktu berjalan lebih cepat.

Aku ingin menjagamu sedikit lebih banyak.

Meskipun tidak peduli bagaimana aku mencoba melihat kembali pada kenangan hari itu.”

 

Ryeowook memandang ke jendela rumah sakit dengan terus tersenyum dan terus bergumam pelan “Kau tak berbohong.”

“Ada apa dengannya?” tanya Donghae heran.

“Molla. Setelah kejadian itu, ia terus tersenyum dan terus berkata “Kau tak berbohong.” Berkali – kali.” Ujar Eunhyuk menjelaskan.

“Apa dia benar – benar sudah sangat stress? Apa perlu kita membawanya ke psikiater? Kita tak boleh membiarkannya seperti ini. Bahkan keadaannya saat ini lebih mengkhawatirkan daripada wajah murungnya dulu.” Ujar Donghae.

“Jangan berkata seperti itu oppa.” Ujar Eunhyuk dengan gelisah.

Sungmin hanya bisa memandangi Ryeowook yang terus tersenyum daripada ikut berargumen dengan sahabat – sahabatnya.

[Di ruang tunggu]

Namja yang kemarin menolong Ryeowook berjalan ke ruangan Ryeowook sambil membawa sebuket bunga.

“Anyeong …” ujarnya menyapa semua orang di ruang tunggu itu dengan membungkuk.

“Oh .. anyeong ..” jawab mereka hampir bersamaan.

“Bukankah kau yang membawa Ryeowook ke rumah sakit dulu?” tanya Donghae dengan heran.

“Nde.” Jawab namja itu.

“Jangan seperti itu oppa, dia juga yang menolong Ryeowook kemarin saat tenggelam.” Ujar Eunhyuk dengan tersenyum.

“Apa kau ingin menjenguknya lagi?” tanya Eunhyuk sambil tersenyum.

“Nde noonna.” Ujar namja tadi dengan tersenyum.

“Masuklah. Ia di dalam.” Ujar Eunhyuk. Namja tadi menganggukan kepalanya dengan tersenyum lalu masuk ke ruangan Ryeowook.

“Siapa namanya?” tanya Donghae penasaran.

“Lee .. Lee .. Lee Ma … Lee Marcus.” Ujar Eunhyuk dengan mengingat – ingat.

Sungmin yang dari tadi terus memandangi namja tadi dari berdiri, berbicara dan masuk ke ruangan Ryeowook akhirnya membuka suara. “Apa kalian merasa tak asing dengan wajah bocah itu?” tanya Sungmin.

“Maksudmu apa Min?” tanya Donghae bingung.

“Aku merasa tak asing dengan wajah itu.” Ujar Sungmin sambil mengingat – ingat.

[Di ruangan Ryeowook]

Marcus masuk ke dalam ruangan dengan hati – hati. Ia tak ingin mengganggu Ryeowook jika ia sedang istirahat atau tidur.

Mendengar pintu terbuka, Ryeowook dengan tersenyum menolehkan kepalanya.

“Kau datang?” tanya Ryeowook dengan bahagia dan senyum yang merekah di wajah Ryeowook.

 

“Tempat itu aku belum bisa melupakanmu.

Sampai aku berada di depan rumahmu.

Aku berbalik kemudian berbalik.”

 

Ryeowook dengan mengendap – endap keluar dari rumah sakit. Ia masih menggunakan pakaian rumah sakit dan lagi – lagi tak memakai alas kaki.

Akhirnya ia berhasil keluar dari rumah sakit, dengan segera ia menyetop taxi dan masuk ke taxi yang membawanya entah kemana.

 

Ryeowook memandang rumah Kyuhyun yang sekarang kosong, bahkan banyak sekali daun – daun kering yang menyelimuti halaman rumah itu.

Dengan langkah ragu – ragu ia berjalan menuju rumah itu, namun baru beberapa langkah ia membalikkan tubuhnya dan berjalan menjauhi rumah itu. Namun beberapa langkah, ia lagi – lagi membalikkan tubuhnya lagi untuk mendekati rumah itu. Hampir lima kali ia terus mengulang kegiatannya itu. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk benar – benar menjauhi rumah itu. Dan betapa terkejutnya Ryeowook, ketika ia melihat namja yang menolongnya tengah berdiri di hadapannya.

“Kau mengikutiku.” Ujar Ryeowook dengan kaget.

 

“Bahkan saat perpisahan yang secara perlahan mendekat.

Bahkan hatimu perlahan mulai menjauh.

Perlahan – lahan aku akan percaya mereka sedikit lebih banyak.

Adante.”

 

Eunhyuk membereskan barang – barang Ryeowook ke tas besar.

“Lebih baik kau tinggal bersama eonni saja.” Ujar Eunhyuk sambil memasukkan pakaian – pakaian Ryeowook.

Ryeowook hanya bisa memainkan makanannya mendengar perkataan Eunhyuk.

“Kau jual saja apartemenmu itu.” Ujar Eunhyuk lagi.

“Dan buang semua kenanganmu bersama Kyuhyun. Kau tak bisa hidup dibawah bayang – bayangnya terus menerus Ryeowook. Kau harus mencari penggantinya.” Ujar Eunhyuk dengan tegas sambil menatap Ryeowook. Ryeowook hanya bisa memalingkan mukanya.

“Aku akan mencoba.” Ujar Ryeowook dengan lirih disertai air mata yang menetes dari pipinya.

 

“Meskipun aku mencoba untuk menahannya.

Tanpa membantuku sama sekali, muncul sesuatu di depan mataku yang mempesona.

Seperti air mata yang tertahan, dan kemudian jatuh secara perlahan.”

 

“Huh? Semua biaya perawatan Ryeowook sudah dibayar?” tanya Donghae heran dan juga kaget.

“Nde.” Ujar pegawai resepsionis.

“Siapa yang membayarnya?” tanya Sungmin ingin tahu.

“Tuan Lee Marcus, baru saja ia keluar.” Ujar pegawai tadi sambil menunjuk jalan keluar.

Semua yang mendengarnya membelalakkan matanya tak percaya.

Entah apa yang merasuki Ryeowook, ia langsung berlari keluar mencoba mencari keberadaan Marcus.

Ia terus berlari dan berlari, tak menghiraukan orang – orang yang melihatnya dengan tatapan bingung dan juga kesehatannya yang belum pulih benar.

Akhirnya Ryeowook menemukan Marcus yang akan memasuki taxi untuk pergi dengan membawa koper besar. Dengan langkah seribu Ryeowook menghadang Marcus.

“Kau mau kemana?” tanya Ryeowook dengan nafas ngos – ngosan.

“Aku mau pulang.” Ujar Marcus dengan tersenyum.

“Pulang kemana? Kenapa membawa koper besar segala?” tanya Ryeowook heran dan masih dengan nafas ngos – ngosan.

“Aku mau pulang ke Amerika.” Ujar Marcus dengan tersenyum khasnya.

DEG

Mendengar itu, entah kenapa rasanya Ryeowook tak rela. Hatinya sakit mendengarnya.

“Ke .. kenapa pulang kesana?” tanya Ryeowook dengan sedikit gugup.

“Aku sudah tak mempunyai urusan di Korea.” Jawab Marcus dengan tersenyum.

“Lalu .. lalu kenapa kau membayar semua biaya pengobatanku?” tanya Ryeowook mencoba menahan Marcus lebih lama lagi.

“Because I Love You.” Kata – kata itu keluar dari mulut Marcus.

Ryeowook membelalakkan matanya tak percaya.

“Aku menyukaimu saat pertama kali aku melihatmu di taman, aku menyukaimu saat kau tiba – tiba memelukku di jalan, tapi aku membencimu ketika kau mencoba bunuh diri, namun aku tak bisa membencimu walaupun kau menganggapku orang lain di matamu, karena aku menyukaimu, aku menyukai Kim Ryeowook.” Ujar Marcus jujur.

 

“Tidak peduli bagaimana aku mencoba melihat kembali pada kenangan tentang dirimu.

Kata – kata aku belum bisa melupakanmu.

Sampai mencapai akhir perpisahan kami.

Aku berbalik kemudian berbalik.

Bahkan banyak perasaan yang perlahan – lahan muncul.

Bahkan kenangan – kenangan yang perlahan kembali.

Perlahan – lahan aku akan melupakanmu sedikit demi sedikit.

Adante.”

 

Ryeowook menghela nafas, lalu tersenyum.

“Saatnya menepati janjiku Kyu.”

Ryeowook memasukkan semua barang – barang kenangannya bersama Kyuhyun ke kardus.

Ia memasukkan foto – fotonya bersama Kyuhyun yang digantung di dinding kamarnya.

Ia memasukkan hadiah – hadia Kyuhyun untuknya, dan barang – barang lainnya.

Lalu, sampai ke buku albumnya bersama Kyuhyun.

Ia memandang buku album itu dengan tatapan yang tak bisa diartikan.

 

[Di pemakaman]

 

Ryeowook dan Marcus berdiri di depan makam Kyuhyun.

“Oppa … bagaimana kabarmu?” tanya Ryeowook dengan tersenyum.

“Aku datang lagi oppa … “ Ryeowook melirik Marcus yang ada di sampingnya.

“Tapi aku tak sendiri lagi.” Ujar Ryeowook dengan tersenyum.

“Aku kesini membawa janjiku padamu oppa.”

“Aku akan hidup lebih baik lagi. Aku tak akan bersedih lagi, karena aku tahu kau akan selalu menjagaku dan selalu berada disampingku.”

“Oppa, seperti yang kau minta. Aku sudah menemukan penggantimu, dan ia lebih keren darimu, ia lebih mengerti diriku dan ia lebih tampa darimu oppa. Dia tak sepertimu walaupun wajahmu dengan wajahnya hampir sama, kau itu terlalu narsis. Kekekeke.” Ujar Ryeowook dengan kekehan dan mata berkaca – kaca.

“Dia bermarga Lee. Namanya Lee Marcus. Dia campuran Amerika-Korea, bukankah itu sangat mengejutkan? Dan ia ternyata lebih muda dariku 1 tahun. Dia berumur 26 tahun. Sungguh aku tak pernah menduganya, kau pasti juga kan oppa?” tanya Ryeowook dengan suara bergetar.

Marcus menggenggam tangan mungil Ryeowook dengan erat.

“Cho Kyuhyun, aku meminta izin padamu untuk selalu menjaga Kim Ryeowook. Aku akan selalu menjaganya. Walaupun cintaku tak sebesar cintamu padanya, namun aku akan selalu menjaganya untukmu.” Ujar Marcus dengan tegas.

Ryeowook memghapus air matanya dengan tersenyum. “Padahal aku sudah berjanji padamu agar tak bersedih lagi oppa, tapi aku menangis di hadapanmu.”

“Tentang apa yang akan dilakukan Cho Kyuhyun dan Kim Ryeowook aku akan melakukannya dengan namja lain oppa, dan kau pasti tahu siapa namja itu. Tentu saja namja disampingku ini.” Ujar Ryeowook disertai kekehan kecil.

“Oppa, aku sudah menepati semua permintaanmu. Aku rasa ini sudah cukup, aku pulang dulu ne oppa. Neomu gomawo untuk semuanya. Pai – pai oppa.” Ujar Ryeowook berpamitan.

Marcus menggenggam tangan Ryeowook dan menuntunnya pergi. Ryeowook tersenyum sambil menolehkan kepalanya ke belakang. Menatap gundukan tanah yang sudah dilapisi ubin – ubin.

‘Oppa, aku belum bisa benar – benar melupakanmu.’

‘Tapi aku yakin aku pasti bisa melakukannya.’

‘Perlahan – lahan aku akan melupakanmu sedikit demi sedikit.’

‘Adante.’ Innernya dengan tersenyum.

 

~ FIN ~

 

Eotte ??? :/

Gimana chingu-deul sequelnya?

Apakah kalian suka? Kecewa enggak sama sequelnya?

Dapet feel-nya enggak?

 

Oh iya, kemaren kan aku nawarin kalian OS yang untuk tanggal 19 yang buat ultahnya Ryeowook oppa yang aku majuin xD plak.

Untuk sementara OS yang dipilih paling banyak OS yang pertama, yang Kyuhyun suka sama cowok dan Ryeowook (yeoja) mencoba menyembuhkan Kyuhyun.

Dan untuk yang ep-ep aku udha mutusin buat nerusin yang Love Is Crazy 9 atas permintaan banyak orang, tunggu ajah ne.

Untuk OS tanggal 19 masih bisa di nego. Pilih lagi ya, soalnya kemaren yang komentar cuma sedikit, nanti aku takut ada yang telat komen.

1. Kyuhyun suka cowok, Ryeowook (yeoja) mencoba menyembuhkan Kyuhyun ke jalan yang benar.

2. Ryeowook enggak kenal Kyuhyun, tapi Kyuhyun ngajakin nikah.

Naaah .. berikan pendapat kalian chingu-deul.

With LOVE! ~Frisca :* Chu

LOVE Is CRAZY 8

Gambar

Frisca Freshtie Present ….

~~~ MMM ~~~

__ ><)))’> _ <’(((>< __

^^ .. LOVE Is CRAZY .. ^^

.

.

.

.

Pairing : KyuWook/Slight YeMin, SiBum

Rate : T

Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy, Abal – Abal, Gaje, Failed!

Author : Frisca Freshtie

Cast : Cho Kyuhyun (Namja) >< Kim Ryeowook (Yeoja) >< Kim Yesung (Namja) >< Lee Sungmin (Yeoja) >< Kim Kibum (Yeoja) >< Choi Siwon (Namja) >< Lee Donghae (Namja) >< Lee Taemin (Yeoja) >< Henry Lau (Namja) >< Shim Changmin (Namja)

.

.

.

.

WARNING !!!

Cerita ini sungguh abal dan banyak typo yang berhamburan. Jadi mohon pengertiannya ne ^^

HAPPY READING CHINGU-DEUL 😀

.

.

.

.

Kyuhyun menghentikan jalannya, lalu mengangkat tangan kanan Ryeowook yang entah darimana sudah ada cincin yang melingkar di jari manisnya.

“Kami bertunangan.” Ujar Kyuhyun tegas sambil menunjukkan cincin yang sama di tangan kanannya juga.

Mendengar itu mata dan mulut Ryeowook membulat seketika.

‘Bertunangan?’ inner Ryeowook tak percaya.

“Kapan Anda bertunangan?”

“Sejak kapan kalian berdua bertunangan?”

“Apakah selama ini kalian merahasiakan hubungan kalian dari publik?”

“….”

“….”

“….”

Banyak sekali pertanyaan – pertanyaan yang dilontarkan oleh para wartawan pada Kyuhyun dan juga Ryeowook. Namun, Kyuhyun hanya diam dan terus berjalan menggandeng tangan Ryeowook dengan erat.

Ryeowook hanya bisa menundukkan kepalanya malu dan juga bingung dengan apa yang menimpa pada dirinya sekarang.

Kilatan – kilatan blitz dari kamera dan suara riuh pertanyaan – pertanyaan dari para wartawan terus menggema di sekeliling Ryeowook, namun entah kenapa yang didengar Ryeowook hanyalah sebuah suara yang samar – samar, ia terlalu larut dalam memandangi seorang Cho Kyuhyun.

‘Sejak kapan Kyu memakaikan cincin padaku?’ inner Ryeowook bingung.

‘Kenapa dia mengatakan kami bertunangan?” inner Ryeowook sambil terus memandang Kyuhyun.

‘Apa ini? Perasaan apa ini?” inner Ryeowook sambil memegang dadanya.

‘Kenapa jantungku berdetak dengan kencang?” inner Ryeowook lagi.

‘Dan walaupun seperti itu, kenapa aku sangat merasa nyaman berada di genggaman tangannya?’ inner Ryeowook sambil memandang genggaman tangan Kyuhyun pada tangan mungilnya.

“Noonna .. cepat masuk.” Perintah Kyuhyun sambil membuka pintu mobil.

Akhirnya Ryeowook tersadar, “Eh .. eh .. nde.” Ujar Ryeowook dengan gugup, lalu masuk ke mobil.

Ryeowook menolehkan kepalanya mengikuti pergerakan Kyuhyun yang tengah mengelilingi mobil untuk masuk ke mobil.

“Apa ada yang terluka noonna?” tanya Kyuhyun sedikit khawatir melihat Ryeowook yang dari tadi hanya diam.

“Ah, ani.” Jawab Ryeowook dengan tersenyum.

Mendengar jawaban Ryeowook, Kyuhyun langsung menghidupkan mesin mobil dan segera pergi dari sana.

.

.

.

.

Pelayan Shin masuk ke ruangan pribadi Tuan Cho dengan raut muka khawatir.

Dengan langkah takut – takut pelayan Shin mendekati Tuan Cho yang tengah memandang lurus ke luar jendela.

Setelah itu, pelayan Shin membungkuk memberi hormat.

“Tuan besar … tuan muda telah ..” belum sempat pelayan Shin mengemukakan apa yang ingin dikatakannya Tuan Cho menyelanya.

“Biarkan. Aku ingin melihatnya dewasa.” Ujar Tuan Cho dengan senyuman mengembang di wajahnya.

Pelayan Shin yang mendengar jawaban Tuan Cho langsung tersenyum senang, ia tahu apa yang dipikirkan oleh Tuan Besarnya ini sekarang.

.

.

.

.

Yesung terus berjalan bolak – balik dengan gusar di ruang tengah bersama Sungmin yang tengah sibuk menatap layar laptopnya.

“Memangnya siapa dia? Berani – beraninya membawa dongsaeng-ku yang tercinta bersamanya?” tanya Yesung dengan sebal, khawatir dan emosi bercampur menjadi satu.

“Dia kesini melarikan adikku bersamanya, menggenggam tangannya dan mengaku menjadi tunangannya! Siapa dia? Cih!” gerutu Yesung tak terima dengan apa yang dilakukan Kyuhyun pada dongsaengnya.

“Bisakah kau diam! Aku sedang mencarinya!” bentak Sungmin frustasi pada Yesung.

Yesung yang melihat Sungmin begitu langsung menciut nyalinya dan seketika diam. Dengan susah payah ia meneguk air ludahnya.

“Jadi .. siapa dia?” tanya Yesung dengan lembut sambil mendekatkan dirinya pada tubuh Sungmin.

“Is …. jangan dekat – dekat seperti ini! Beri jarak 1 langkah!” bentak Sungmin dengan kesal.

“Baiklah .. anything for you Sungmin chagi.” Ujar Yesung dengan tersenyum dan mulai melangkah ke kiri.

‘Berada di dekatnya sungguh membuatku gila.’ Inner Sungmin sambil menetralisir degupan jantungnya yang tak beraturan.

“Dia bernama Cho Kyuhyun, anak dari pemilik Cho Corporation, perusahaan terbesar kedua di Korea. Keluarganya sangat terkenal, bahkan di mancanegara. Dia menimba ilmu di universitas Kyunghee jurusan bisnis dan dia termasuk dalam kategori murid jenius. Dia kelahiran februari tahun 1993, sekarang dia berumur 21 tahun.” Ujar Sungmin menjelaskan pada Yesung yang memasang muka tak percaya dengan mulut menganga.

“OMO …. dia sangat muda dari Wookie.” Ujar Sungmin sambil bersandar di sofa.

“Kenapa dongsaeng-ku yang tercinta Kim Ryeowook menyukai seseorang yang lebih muda darinya?!?!!?!” tanya Yesung dengan tak terima dan menggebu – gebu.

“OMO!! Aku benar – benar tak bisa menerima semua ini! Apa yang Ryeowook suka dari namja kecil itu??? Aku benar – benar tak merestui hubungan mereka!” ujar Yesung lagi sambil mempoutkan bibirnya layaknya anak kecil yang tengah merajuk dan menempelkan kepalanya ke pundak Sungmin.

Merasa sebuah kepala bersandar di pundaknya, Sungmin melirik sekilas Yesung lalu tersenyum sedikit, namun sayang Yesung tak melihatnya.

Sungmin menutup matanya mencoba menikmati semua perasaan yang tengah melandanya.

‘Biarkan seperti ini .. lebih lama lagi. Aku tak keberatan jika aku akan terserang penyakit jantung nantinya.’ innernya dengan tersenyum.

.

.

.

.

Para pegawai cafe Moi Moi Bee menatap tak percaya pada televisi besar yang tengah ditonton mereka.

“Ryeowook eonni bertunangan? Sejak kapan?” tanya Kibum pada dirinya sendiri.

“Euung … jadi itu eonni-mu?” tanya Siwon pada Kibum.

“Ah .. n … nde. I .. itu eonni-ku o .. oppa.” Jawab Kibum dengan sedikit gugup.

Kibum menautkan kedua jari telunjuknya dengan kikuk.

“Eng .. o .. oppa .. bolehkah aku .. euung .. meminta bantuanmu?” tanya Kibum dengan gugup dan kikuk. Siwon tersenyum melihatnya. “Nde. Kau ingin meminta bantuan apa dariku Bummie?” tanya Siwon dengan lembut.

“Bisakah oppa mengantarkan aku ke rumah Sungmin eonnie pulang nanti? Aku khawatir pada keadaan eonniku.” ujar Kibum dengan jelas dan tanpa kegagapan yang melandanya sambil menatap mata Siwon dengan memelas.

Siwon yang mendengar penuturan Kibum yang sangat jelas itu hanya bisa menampakkan raut wajah tak percayanya.

‘Dia sangat menyayangi eonni – eonninya.’ Inner Siwon sambil menganggukan kepalanya tersenyum dan mengacak – acak rambur Kibum gemas.

.

.

.

.

“Eonnie, apa kau baik – baik saja?” tanya Taemin memecah kesunyian dalam mobil itu.

“Eh .. Taemin .. sejak kapan kau ada disana?” tanya Ryeowook dengan kaget.

“Aku sudah ada disini dari tadi, saat eonnie masuk, aku juga ikut masuk.” Jawab Taemin dengan polos.

“Kenapa kau bisa disini?” tanya Ryeowook heran.

“Heheheh, sebenarnya aku yang menunjukkan rumah Sungmin eonnie pada Tuan Muda Cho.” Ujar Taemin dengan cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

Ryeowook mempout bibirnya dengan kesal.

“Ku pikir kau sudah janji untuk merahasiakannya, Taemin.” Cibir Ryeowook dengan kesal sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya.

“Mianhae eonnie.” Ujar Taemin dengan memelas.

Ryeowook memalingkan wajahnya pada jendela, layaknya anak kecil yang tengah merajuk.

“Eonnie .. noemu mianhae ne .. eonnie ..” melas Taemin.

Ryeowook hanya diam dan terus merajuk pada Taemin.

 

Kyuhyun menghentikan mobilnya di depan perusahaan Cho Corporation.

“Kau bisa keluar sekarang.” Ujar Kyuhyun pada Taemin. Taemin menghembuskan nafas beratnya. “Gamsahamnida Tuan Muda Cho.” Ujar Taemin sambil membungkukkan tubuhnya sedikit, memberikan rasa hormat pada Kyuhyun dan keluar dari mobil Kyuhyun.

Setelah Taemin keluar, Taemin mengetuk jendela Ryeowook.

“Neomu mianhae ne eonnie ..” ujarnya dengan memelas pada Ryeowook. Namun Ryeowook malah memalingkan wajahnya lagi.

Kyuhyun yang melihatnya hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan sedikit kesal lalu melajukan mobilnya.

Sepanjang perjalanan Ryeowook terus memanyunkan bibirnya. Kyuhyun yang melihatnya lama kelamaan jengah juga dengan sikap merajuk Ryeowook.

“Mulutmu seperti bebek noonna! Jangan seperti itu!” ujar Kyuhyun sambil menepuk bibir Ryeowook yang manyun.

Menerima perlakuan seperti itu, Ryeowook tambah memanyunkan bibirnya sambil bernafas dengan tak beraturan.

“Habisnya Taemin membeberkannya, dasar mulut ember!” gerutu Ryeowook dengan bibir manyunya.

Kyuhyun yang melihatnya langsung tertawa geli, benar – benar seperti anak kecil pikirnya.

.

.

.

.

“Aiiiigoooo .. kenapa Kyunnie bisa berkata seperti itu pada media massa?” tanya Nyonya Cho dengan frustasi sambil berkipas – kipas panik.

“Molla eomma.” Jawab Ahra tak mengerti juga dengan jalan pikir dongsaengnya.

“Apa dia sudah gila?”

“Kenapa memilih yeoja yang seperti itu?”

“Yeoja itu tak cantik, bahkan wajahnya pas – pasan, apalagi tingginya? Yeoja itu benar – benar pendek! Benar – benar bukan kriteria menantu yang bagus.” Gerutu Nyonya Cho frustasi.

“Eomma .. jangan mengatai orang! Eomma sendiri juga pendek.” Ujar Ahra dengan polosnya.

Mendengar penuturan aegya-nya, Nyonya Cho langsung menggeplak kepala Ahra dengan kesal. “Diam!” perintah Nyonya Cho dengan kesal.

“Iya. Dengarkan aegya-mu itu!” ujar Nenek Cho dengan santai sambil berlalu lewat begitu saja di depan Ahra dan Nyonya Cho yang cengo melihat kedatatangannya yang secara tiba – tiba.

“Is .. nenek tua bangka itu sungguh menyebalkan. Kapan dia mati?” ujar Nyonya Cho dengan dongkol saat nenek Cho sudah tak kelihatan dari ruangan itu.

Ahra yang mendengarkan Nyonya Cho cuma bisa menahan tawa gelinya.

.

.

.

.

“Ini dimana?” tanya Ryeowook setelah keluar dari mobil.

“Rumahku.” Jawab Kyuhyun datar.

“Rumahmu ??? Whoooah .. kau kaya sekali. OMO .. rumah seperti ini bisa untuk bermain bola orang satu komplek!?!?! Besar sekali.” Ujar Ryeowook dengan blak – blakannya sambil memandang sekeliling rumah keluarga Cho dengan tatapan kagum.

“Ayo masuk noonna, terus genggam tanganku ne.” Ujar Kyuhyun sambil menggenggam tangan mungil Ryeowook dan menariknya ke dalam rumah.

‘Genggam terus tak apa – apa, aku sangat nyaman berada di genggaman tanganmu Kyu.’ Inner Ryeowook denagn tersenyum.

Saat masuk ke dalam rumah, banyak sekali pegawai – pegawai yang membungkuk memberi hormat pada mereka berdua. Kyuhyun terus berjalan dengan penuh wibawa dan Ryeowook? Ia terus membungkukkan badannya membalas semua orang yang membungkuk padanya.

“Appa dimana?” tanya Kyuhyun pada pelayan Shin.

“Anda diminta untuk ke ruang keluarga.” Ujar pelayan Shin sembil membungkukkan badannya dan lagi – lagi Ryeowook membungkukkan tubuh mungilnya.

Lama Ryeowook membungkukkan badannya membuat Kyuhyun mendecak kesal.

“Tegakkan badanmu noonna.” Ujar Kyuhyun dengan sebal sambil menarik punggung Ryeowook.

“Wae?” tanya Ryeowook heran.

Kyuhyun menunjuk pelayan Shin yang baru menegakkan tubuhnya setelah Ryeowook menegakkan tubuhnya.

“Hehhehe, neomu mianhae ne ahjussi. Aku pikir aku yang seharusnya menunggu Anda menegakkan badan, soalnya Anda kan lebih tua dariku.” Ujar Ryeowook dengan blak – blakannya.

“Ayooo .. cepaaaat ..” ujar Kyuhyun dengan kesal sambil menarik Ryeowook pergi dari sana.

Pelayan Shin yang melihat kejadian itu hanya bisa mengembangkan senyum bahagianya.

“Neomu mianhae ne ahjussi .. pai – pai …” ujar Ryeowook sambil melambaikan tangannya pada pelayan Shin.

“Aaaah … jangan tarik – tarik tanganku terus!!” ujar Ryeowook tak terima ditarik – tarik Kyuhyun terus.

 

“Sepertinya keluarga Cho akan mendapat banyak kejutan.” Ujar pelayan Shin dengan bahagia melihat punggung Kyuhyun dan Ryeowook yang semakin menjauh dari hadapannya.

.

.

.

.

Ting Tong …

Suara bell rumah Sungmin berbunyi.

Yesung yang tengah bersandar pada bahu Sungmin langsung menegakkan tubuhnya.

“Siapa itu?” tanya Yesung dengan heran. Sungmin yang mendengar itu langsung mendecak dengan kesal dan membuka matanya. “Mana ku tahu! Cepat buka! Aku ingin ke kamar mandi!” ujar Sungmin sambil pergi meninggalkan Yesung.

“Baiklah chagi ..” ujar Yesung sambil berjalan membuka pintu.

Sungmin melangkahkan kakinya menuju kamar mandi yang ada di belakang, namun belum sempat ia ke kamar mandi, ia menghentikan langkah kakinya.

“Anyeong Yesung oppa.” Suara seorang yeoja terdengar di telinga Sungmin.

Sungmin langsung membalikkan badannya untuk melihat siapa pemilik suara itu.

 

“Oh .. anyeong Sunny-ah .. Kenapa bisa disini?” tanya Yesung heran kenapa Sunny bisa kesini.

“Oh … eung .. ano .. itu ..” belum sempat Sunny melanjutkan kalimatnya, Sungmin tiba – tiba datang dan berdiri di samping Yesung.

“Nugu?” tanya Sungmin heran dengan pandangan menyelidik Sunny.

“Lee Sunny imnida.” Ujar Sunny memperkenalkan diri sambil menjulrkan tangannya untuk bersalaman.

“Aku tak kenal, ada apa kemari?” tanya Sungmin dengan tak berperasaannya dan tanpa menerima uluran tangan Sunny. Sunny yang melihatnya hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“Minnie .. kau harus lebih lembut lagi dengan seseorang.” Ujar Yesung menasehati.

“Ah, gwenchanayyo oppa, aku hanya ingin memberikan ini pada oppa.” Ujar Sunny sambil menjulurkan ponsel Yesung.

“Huuua .. noemu gomawo ne Sunny-ah. Aku baru tahu kalau ponselku tertinggal ditempatmu.” Ujar Yesung sambil mengambil ponselnya dari tangan Sunny.

‘Tempatnya?’ inner Sungmin sambil membelalakkan matanya tak percaya.

“Cheonma oppa, tadi kau pergi terlalu terburu – buru. Aku tadi sudah memanggilmu berkali – kali, tapi kau tak mendengar. Jadi, aku mengikutimu sampai disini.” Ujar Sunny jujur.

‘Mengikutinya sampai kemari?’

“OMO .. jinjja .. kau pasti lelah. Sudah berapa lama kau diluar kalau begitu? Kau pasti juga berada di sekeliling para wartawan itu.” Tanya Yesung dengan nada sedikit khawatir.

“Aku berada di luar sudah 2 jam oppa, hehehhe … aku menunggu sampai waktu mereka semua benar – benar pergi.” Ujar Sunny jujur.

“Aiiigoo .. Sunny .. kenapa kau melakukannya? Kau sudah minta izin ahjumma kan?” tanya Yesung dengan khawatir. Sunny menganggukan kepalanya sambil mengembangkan senyumnya.

“Oppa akan mengantarkanmu pulang dengan selamat, tunggu sebentar ne.” Ujar Yesung.

‘Mengantarkannya pulang dengan selamat?’ inner Sungmin tambah tercengang lagi.

“Minnie .. aku pergi mengantarkan Sunny dulu ne.” Pamit Yesung pada Sungmin yang masih cengo.

“Antarkan saja, bukan urusanku!” ujar Sungmin dengan ketus sambil masuk ke dalam rumah.

 

Sungmin mendengus kesal.

‘Memangnya siapa yeoja itu? Sampai – sampai Yesung tak memanggilku chagi?’ inner Sungmin gondok.

‘Itu apa juga? Kenapa bisa Yesung ada di tempatnya? Apa yang Yesung lakukan disana?’ inner Sungmin kesal dan juga khawatir

‘Yesung juga kenapa harus mengantarkannya pulang? Dia kemari juga sendirian!’ gerutu Sungmin.

“Oppa .. besok kau datang lagi kan?” samar – samar Sungmin mendengar suara Sunny.

“Oh, nde. Aku akan selalu datang, kau tahu kan? Jadi siapkan yang seenak – enaknya ne.” Ujar Yesung dengan ceria.

Sungmin yang mendengarnya langsung menghentikan langkahnya dengan tatapan tak percaya lagi.

‘Besok datang lagi?’

‘Akan selalu datang?’

‘Siapkan yang seenak – enaknya?’

‘AAAAAAANDWAAAAAEEEEEEEE ….!!!!!’

.

.

.

.

Semua keluarga besar Cho duduk di ruang keluarga, dan jangan lupa seorang Ryeowook yang duduk dengan tegang disamping Kyuhyun karena terus ditatap Nyonya Cho dengan tatapan tak suka.

“Jadi, sudah berapa lama kalian berhubungan?” tanya nenek Cho dengan nada wibawa.

“…” Ryeowook diam sebentar, ia bingung ingin menjawab apa kalau yang sebenarnya ia tak mempunyai hubungan apapun dengan Kyuhyun.

“Ka … kami tak …” belum sempat Ryeowook meneruskan jawabannya, Kyuhyun menyelanya.

“Kami tak lama berhubungan, maksudku kami baru berhubungan beberapa bulan yang lalu.” Ujar Kyuhyun dengan tegas.

‘Dia pintar sekali berbohong.’ Inner Ryeowook sambil melirik Kyuhyun.

“Siapa namamu nak?” tanya Tuan Cho dengan nada wibawa dan juga lembut pada Ryeowook.

“Saya .. saya … Kim Ryeowook imnida ahjussi … eh Tuan Cho ..” jawab Ryeowook dengan gugup.

“Tak apa. Panggil saja ahjussi, arrasseo?” ujar Tuan Cho dengan tersenyum.

“Nde .. nde ahjussi.” Jawab Ryeowook.

“Tak sopan.” Cibir Nyonya Cho dengan memalingkan mukanya.

“Dimana kau bekerja?” tanya nenek Cho ingin tahu.

“Di perusahaan Cho Corporation nenek.” Jawab Ryeowook.

“OMO ?!?!?!!!” ujar nenek Cho, Ahra dan juga nyonya Cho kaget bukan main.

“Jinjja …. Aiiigooo .. cobaan apa lagi ini?” ujar Nyonya Cho dengan berlebihan sambil memijat pelipisnya.

“Sebagai apa?” tanya Ahra.

“Aku …” belum sempat Ryeowook menjawabnya, Kyuhyun yang menjawabnya. “Dia sekretarisku sekarang.” Jawab Kyuhyun dengan raut wajah datar dan tegas.

“OMO!?!?!?!??!!!!” ujar nyonya Cho, nenek Cho dan Ahra denga kaget mendengar kenyataan ini, pasalnya keluarga Cho adalah keluarga terpandang, bagaimana bisa anaknya nanti yang akan mengambil alih perusahaan mempunyai hubungan dengan bawahannya?

“Jadi, berapa usiamu nak?” tanya tuan Cho mencoba menetralkan keadaan yang mulai buruk.

“Euuung … aku .. aku …”

“Dia noonnaku, dia 5 tahun lebih tua dariku.” Jawab Kyuhyun.

“OMO….?!?!?!?!?!?!!?!!!!” pekik mereka bersamaan lagi. tuan Cho yang melihat hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“Omoooonaaa … dosa apa yang telah aku perbuat Tuhan !!!” ujar nyonya Cho dengan berlebihan.

“Ya Ampuun, dongsaengku suka orang yang tua – tua.” Ujarnya dengan tak percayanya.

“Aaaah .. menurutku tak masalah berapapun umurnya, lagipula wajahnya tak mencerminkan ia sudah berumur tua dan wajahnya jauh lebih muda dari Kyuhyun, jadi tak ada yang tahu.” Ujar nenek Cho mencoba santai.

“Eomma!!!!!!” pekik nyonya Cho tak terima.

“Bagaimana kau bisa berkata seperti itu? Itu tentu saja masalah! Ia lebih tua dari Kyunnie!” ujar nyonya Cho tak habis pikir.

“Kau ini berlebihan sekali? Yang penting ia menghasilkan cucu! Aku ingin sekali menimang cucu.” Ujar nenek Cho.

Ryeowook yang mendengarnya langsung meneguk air liurnya yang rasanya susah untuk ditelan.

‘Cucu?’ inner Ryeowook bergidik ngeri.

“Eomma!?!!?!!!?!” pekik nyonya Cho tak terima lagi.

“Bagaimana eomma bisa berpikir seperti itu? Kyunnie itu masih kuliah!!! Bahkan ia belum lulus!” ujar nyonya Cho sambil menunjuk Kyuhyun.

“Bagaimana kau bisa menyuruhnya untuk menghasilkan cucu bersama yeoja yang bahkan lebih tua darinya?!??!?!” ujar nyonya Cho lagi sambil menunjuk Ryeowook. Ryeowook langsung tersenyum masam melihatnya.

‘Seharusnya ahjumma tak perlu berkata begitu dalam.’ Inner Ryeowook gondok.

“Memangnya kenapa kalau dia lebih tua? Dia yeoja kan? Daripada aku menyuruh Kyuhyun menghasilkan cucu bersama namja? Lagipula tak apa jika Kyuhyun masih kuliah, Kyuhyun sudah cukup umur!” ujar nenek Cho bersikukuh dengan pendapatnya.

“Tapi eomma …”

“Tak ada tapi – tapian, kau diam!” ujar nenek Cho memerintah.

Nenek Cho menatap Ryeowook dengan senyuman bahagianya.

“Jadi .. tadi malam … apakah kalian sudah melakukannya?” tanya nenek Cho dengan seductive.

Ryeowook yang mendengarnya langsung menutup mulutnya yang menganga.

“OMO!” ujar Ryeowook tak percaya.

“Kami tak melakukan apapun kecuali tidur, dan kami tak satu ranjang!” ujar Kyuhyun.

“Ah .. belum ya? Ah, gwenchana. Kapan – kapan kalian bisa melakukannya. Jadi kau bisa memberiku berapa cucu?” tanya nenek Cho dengan seenak jidatnya.

Semua orang yang mendengar pertanyaan nenek Cho langsung cengo, apalagi Ryeowook yang ditanya, ia rasanya ingin pingsan saja mendengar pertanyaan seductive dari nenek Cho.

‘Ini benar – benar keluarga gila.’ Inner Ryeowook.

 

TBC

 

Heheheh, anyeeoong chingu-deul.

Mianhae ne karena update saya enggak kilat kayak kemaren.

 

Oh iya, sequel Last Letter baru saya proses.

Mungkin besok atau sabtu saya update.

 

Euuung .. tanggal 21 Ryeowook oppa ulang tahun 😦

Tapi aku enggak bisa ngasih hadiah tepat waktu 😥

Aku mau umumin, aku bakalan hiatus selama kurang lebih 1 minggu karena saya akan ke Bali buat study tour. Jadi saat tanggal itu saya enggak bisa update. Saya berangkat tanggal 20, jadi kemungkinan saya akan kembali tanggal 26 atau 27. Neomu mianhae ne chingu-deul.

Tapi sebagai gantinya, saya akan memberikan 2 persembahan.

  1. Buat OS lagi untuk tanggal 19, kan tanggal 20 saya udah pergi.

Buat OS ini, ada pilihannya :

– Kyuhyun suka sama cowok dan Ryeowook (yeoja) mencoba menyembuhkan Kyuhyun.

– Ryeowook enggak kenal Kyuhyun tapi Kyuhyun ngajakin nikah.

2. Nah yang kedua, kalian pengen aku nerusin ep-ep yang mana dulu nih? Dalam jangka waktu dekat ini?

– LOVE Is CRAZY 9

– I’m Sorry, I Can’t Be Perfect (Ending)

– Firefly In The Dark 2

 

Naaaah … begitu chingu-deul.

Last! Review ne ^^

With LOVE! ~Frisca :* Chu