I’m Sorry, I Can’t Be Perfect 9

Gambar

Frisca Freshtie Present …

…::: @ @ @ :::…

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect

.

.

.

.

Pairing : KyuWook/Slight KyuMin, SiWook, HaeHyuk

Rate : K+

Genre : Romance, Hurts/Comfort, Genderswitch, Abal, Gaje, Failed

Author : Frisca Freshtie

Cast :

  • Cho Kyuhyun (Namja)
  • Kim Ryeowook (Yeoja)
  • Lee Sungmin (Yeoja)
  • Choi Siwon (Namja)
  • Lee Donghae (Namja)
  • Lee Hyukjae (Yeoja)

.

.

.

.

Happy Reading Chingu-deul !! ^^

.

~~~ ** ><)))’> . <’(((>< ** ~~~

.

.

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect

.

.

.

.

Di danau yang tak ada jalan keluar bagi air ini.

Kupajang wajahmu di langit yang tampa awan ini.

Molekul – molekul udara menebarkan sinar birahi yang menjadikan wajahmu membiru.

Menorehkan kembali garis pandangku terhadapmu.

Entahlah, mengapa kubiarkan kau meluap di ketinggian langit.

Menyeret – nyeret ratusan kecemasan yang tersimpan di dalam tubuhku yang luka.

Dan angin yang sepoi – sepoi ini, ikut memeriahkan kerinduanku juga.

.

.

.

.

Ryeowook mengelus rambut aegya semata wayangnya dengan lembut dan penuh kasih sayang.

“Hyunkie .. appamu masih tampan seperti dulu ..” lirih Ryeowook sambil menatap lurus dengan tatapan menerawang.

“Apa kau menyukainya?” tanya Ryeowook pelan, hampir tak terdengar malah.

“Kau begitu senang bersamanya Hyunkie …” Ujar Ryeowook dengan mata berkaca – kaca sambil tersenyum miris.

“Eomma senang kau bisa bertemu dengannya, setidaknya eomma sudah menepati janji untuk mempertemukanmu dengan appamu. Kau juga sudah bermain banyak dengannya malam ini. Aku rasa itu cukup.” Ucap Ryeowook dengan bahu bergetar, ia mulai menangis dalam kesunyian.

“Bagaimana menurutmu tentang appamu?” isakan pelan terdengar nyaring di ruangan itu.

“Dia sangat tampan kan?”

“Dia sangat berkharisma kan?”

“Dia menarik kan?”

“Dan dia berubah.” Ryeowook semakin sesenggukan setelah mengucapkan kalimat itu.

Ryeowook membekap mulutnya, mencoba meredam suara isakan tangisnya yang semakin menjadi – jadi.

“Hiks .. wae? .. hiks .. wae? … hiks .. kenapa berubah? .. wae? .. kenapa semakin sulit melupakanmu? .. hiks .. wae? … kenapa tatapan matamu padaku berubah? .. hiks .. wae? … hiks … kenapa kau semakin lembut?” .. hiks .. wae? .. wae?”

“Kenapa kau muncul lagi dalam hidupku? .. hiks .. wae? .. hiks … wae? .. kenapa kembali? .. hiks .. mencoba menghindarimu saja sudah menyesakkan .. hiks .. apalagi bertemu kembali denganmu? .. hiks .. kau jahat Kyu .. hiks .. kau jahat!”

“Ah tidak .. aku harus kuat. Tak selamanya aku hidup dengan menghindarinya terus – menerus.” Ujar Ryeowook sambil mengusap air matanya, lalu keluar dari kamar aegya-nya.

Hyunkie membuka matanya dengan tatapan kecewa sambil menatap pintu kamarnya.

“Eomma, kau juga sama saja, jahat.” Ucap Hyunkie sambil membalikkan badannya ke samping.

.

.

.

.

Ada yang mengingat jalan pulang.

Ada yang berdo’a.

Ada juga yang berusaha menyalakan perapian di tubuhnya.

Sementara aku?

Berjalan dalam diam yang rapuh, menuju keramaian yang tanggung.

 

Di tanjung karang, musim apa yang belum kucecapi?

Aku terlampau mabuk dan menyangsikan malam beserta isinya.

Dan dadaku, seperti cawan tembaga yang penuh air.

Namun tak bisa menghilangkan dahaga.

Aku menghindari hujan, namun bulu – buluku tetap basah.

.

.

.

.

Ryeowook melangkahkan kakinya menuju ruang tengah sambil menenteng bekal untuk aegya semata wayangnya.

“Hyunkie .. ini bekalmu chagi ..” ujar Ryeowook dengan tersenyum senang.

“Nde eomma.” Ujar Hyunkie datar sambil memakai kaos kaki.

“Makan sayurnya ne, eomma harap kau menghabiskannya.” Ujar Ryeowook sambil menaruh bekal itu ke dalam tas Hyunkie.

“Hn.” Jawab Hyunkie datar sambil memakai kaos kaki yang satunya.

 

Ryeowook mengerutkan keningnya mendengar jawaban aegya semata wayangnya.

“Kau kenapa Hyunkie?” tanya Ryeowook heran.

“Gwenchanayyo eomma. Aku berangkat dulu ne.” Ujar Hyunkie dengan raut wajah dan muka datar sambil memakai tas gendongnya, lalu berjalan ke arah pintu dan mengambil sepatu hitam di rak, lalu memakainya tanpa berkata apa – apa dan ekpressi apapun.

Ryeowook mengikuti Hyunkie dari belakang sambil menatap aegya semata wayangnya khawatir.

“Apa benar tak apa chagi?” tanyanya memastikan.

“Ne. Aku berangkat dulu.” Ujar Hyunkie masih dengan muka dan nada datar sambil membungkukkan badannya pada Ryeowook.

 

Ryeowook menatap heran punggung Hyunkie yang hilang ditelan pintu sebentar. Lalu, ia membalikkan tubuh mungilnya untuk kembali ke dapur karena urusan dapur belum selesai.

Ting Tong

Suara bell apartemennya berbunyi. Ia mengulum senyum senangnya.

“Siwon oppa ..” gumamnya senang. Semenjak mengenal Siwon, setiap pagi tak pernah sepi seperti dulu. Ia sangat menyukai kehadiran Siwon dalam kehidupannya sekarang.

 

Dengan tergesa – gesa Ryeowook membuka pintu apartemennya.

“Si … Opp … pa ..!?!?!!” ujar Ryeowook kaget setengah mati sambil membelalakkan matanya tak percaya.

“Si ..?” ujar Kyuhyun dengan heran.

Ryeowook menundukkan kepalanya. “Mianhae .. aku kira kau Siwon oppa …” ujar Ryeowook pelan merasa bersalah.

Kyuhyun tersenyum miris mendengar penuturan Ryeowook yang pelan.

‘Sudah ada yang menggeserku dari posisiku eoh Wookie?’ batin Kyuhyun miris.

“Gwenchana .. aku mengerti.” Ujar Kyuhyun dengan tersenyum hambar.

“…” Ryeowook diam, ia mencoba mencerna perkataan Kyuhyun sambil terus menundukkan kepalanya.

 

“Boleh aku masuk?” tanya Kyuhyun membuyarkan lamunan Ryeowook.

“Ah .. ah .. ten .. tentu, ne masuklah.” Ujar Ryeowook sambil bergeser dari tempatnya dan mempersilahkan Kyuhyun masuk.

 

Kyuhyun masuk dengan pandangan tak percaya. Apartemen ini begitu kecil, walaupun sangat tertata rapi mengingat Ryeowook memang sangat menjaga kerapian dan kebersihan. Ruang tamu yang disekat dengan dapur, 2 kamar dan 1 kamar mandi.

“Kau tinggal disini?” tanya Kyuhyun tak percaya.

Ryeowook mencoba tersenyum menjawab pertanyaan Kyuhyun yang begitu seductive. “Ne. Aku tinggal disini. Aku tahu, ini kecil. Tapi aku dan Hyunkie nyaman tinggal disini.” Ujar Ryeowook jujur.

Kyuhyun membentuk mulutnya dengan bentuk “O” sambil melihat – lihat sekeliling ruangan.

 

Kyuhyun memincingkan matanya ketika melihat foto Ryeowook dan Hyunkie kecil yang masih berumur 1 tahun.

“Namja kecil ini dia kan?” tanya Kyuhyun mencoba memastikan.

“N .. ne ..” ujar Ryeowook tergagap.

“Siapa namanya? Aku lupa menanyakannya kemarin.” Ujar Kyuhyun sambil melihat – lihat foto yang lain.

Ryeowook meremas – remas tangannya gelisah. Ia sudah memikirkannya tadi malam, seiringnya waktu Kyuhyun pasti akan menanyakannya. Haruskah ia berbohong?

“Euuung .. na .. namanya .. Hyun .. Hyunkie.” Ujar Ryeowook dengan gagu.

“Kim?” tanya Kyuhyun seductive.

Mendengar itu Ryeowook dengan susah payah menelan air ludahnya. Tentu saja marga Hyunkie adalah Cho, karena Kyuhyun appanya. Walaupun sudah berpisah, anaknya tetap bermarga Cho karena memang seperti itu peraturannya.

Dengan susah payah Ryeowook mengiyakan pertanyaan Kyuhyun. “Euung .. N .. n .. ne.”

Kyuhyun membalikkan tubuhnya menghadap Ryeowook yang menundukkan kepalanya.

 

“Ryeowook, aku ingin berbicara.” Ujar Kyuhyun dengan serius sambil mecengkram kedua bahu Ryeowook lembut. Merasakan cengkraman Kyuhyun yang lembut pada kedua bahunya, Ryeowook tersentak. Ia menatap Kyuhyun dengan tatapan tak percaya sambil mendongakkan kepalanya menatap Kyuhyun.

Kriiiiing Kriiiing ..

Suara ponsel Ryeowook berbunyi nyaring.

“Sebentar.” Ujar Ryeowook dengan kaku sambil menyingkirkan kedua lengan kekar Kyuhyun dengan lembut dari pundaknya.

“Yeobboseo …”

“Jinjja? Nde oppa. Arrasseo…”

Ryeowook melirik Kyuhyun sebentar dengan takut – takut.

“Aku akan kesana secepatnya, sekali lagi mianhae ne oppa …” ujar Ryeowook, lalu mematikan hubungannya.

 

Dengan canggung Ryeowook berdiri di depan Kyuhyun. “Neomu mianhae ne oppa, aku harus pergi sekarang juga. Aku mempunyai janji dengan ….” belum sempat Ryeowook melanjutkan perkataannya. Kyuhyun mengacak – acak rambutnya lembut dan menyelanya.

“Namja itu kan?” ujar Kyuhyun sambil tersenyum lembut pada Ryeowook.

Entah kenapa mendengar Kyuhyun berkata seperti itu Ryeowook merasakan hatinya terluka, entahlah. Ia merasa bersalah. Hei, bukankah kau sekarang bukan istrinya? Kenapa kau merasa bersalah?

“Tak apa. Kita bisa membicarakannya lain kali. Kajja, ku antar.” Ujar Kyuhyun.

“Ja .. jangan oppa, aku masih lama.” Tolak Ryeowook dengan halus. Mendengar itu, Kyuhyun mendecih kesal. “Benar – benar sudah digantikan eoh?” gumam Kyuhyun tak percaya sambil menolehkan kepalanya ke samping.

“Wae oppa?” tanya Ryeowook bingung mendengar gumaman Kyuhyun yang tak jelas.

“Tak ada, kalau begitu aku pulang dulu ne.” Ujar Kyuhyun sambil tersenyum dan pergi keluar.

.

.

.

.

Aku bermalam dalam sajakmu, hanya bermalam.

Dan sungguh tak kunjung aku temukan dirimu utuh kecuali kepingan sajakmu yang berpencar, berpendar satu per satu menuju tatapku.

Dari sajakmu, aku masuk dalam tatapanmu lalu berlabuh.

Sebelum akhirnya aku tenggelam dalam dirimu, penuh.

.

.

.

.

Kyuhyun berjalan menuju mobilnya, namun saat di perjalanan matanya teralihkan pada anak kecil yang tengah duduk di halte dengan murung.

Dengan tersenyum Kyuhyun menghampiri anak kecil itu.

“Hyunkie ..” sapa Kyuhyun. Tiba – tiba saja Hyunkie memeluknya dengan erat sambil menangis sesenggukan.

“Hei .. hei .. hei .. kenapa? Ceritakan pada ahjussi.” tanya Kyuhyun dengan lembut sambil mengelus – elus rambut Hyunkie.

“Hiks .. Aku merindukan appa. Hiks …” isak Hyunkie semakin memeluk Kyuhyun erat.

“Gwenchana .. ahjussi disini. Kau bisa menganggap ahjussi appamu ne.” Ujar Kyuhyun lembut.

“Hiks .. hiks .. hiks …” isakan pelan masih terdengar.

“Jangan menangis. Uljima .. “ ujar Kyuhyun menenangkan.

“Ahjussi .. bisakah mengantarkan aku ke sekolah? Aku sudah terlambat.” pinta Hyunkie sambil menatap Kyuhyun dengan mata sembapnya.

“Tentu .. kajja. Ayo masuk ke mobil ahjussi.” Ujar Kyuhyun sambil menggendong Hyunkie.

“Ani ..” ujar Hyunkie sambil mengucek – ucek matanya.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun bingung.

“Kita berjalan.” Ujar Hyunkie sambil menatap Kyuhyun dengan tatapan polosnya.

“Eh?”

“Sekolahku berada 3 blok dari sini ahjussi, jadi naik mobil terlalu cepat. Aku ingin berjalan dengan ahjussi.” Ujar Hyunkie menjelaskan.

“Baiklah kalau begitu. Kajja, ayo berjalan.” Ujar Kyuhyun berjalan sambil menggendong Hyunkie.

“Ahjussi …” panggil Hyunkie pelan.

“Ne?” tanya Kyuhyun.

“Turunkan aku sekarang, aku ingin berjalan di sampingmu.” Ujar Hyunkie polos.

Kyuhyun tersenyum geli mendengar penuturan yang keluar dari mulut kecil Hyunkie. Sungguh aegya yang menggemaskan dan lucu.

“Baik .. ahjussi turunkan.” Ujar Kyuhyun dengan senang sambil menurunkan Hyunkie dengan hati – hati.

“Nah .. kajja ..” ujar Kyuhyun sambil berjalan mendahului Hyunkie. Hyunkie menatap Kyuhyun sebal sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya.

“Kenapa berhenti? Wae?” tanya Kyuhyun bingung sambil berjalan mendekati Hyunkie.

“Ahjussi, eomma selalu menggandengku. Bagaimana jika aku hilang?” ujar Hyunkie dengan kesal.

Mendengar penuturan Hyunkie, Kyuhyun tertawa geli. “Hehehhe, mian ne. Ahjussi tak tahu.” Ujar Kyuhyun.

“Kajja .. kau akan terlambat.” Ujar Kyuhyun sambil menggandeng tangan mungil Hyunkie.

“Ahjussi, jalannya jangan mendahuluiku!” bentak Hyunkie kesal saat langkah Kyuhyun mendahuluinya.

“Hhehehe .. ne .. ne.”

.

.

.

.

Dari matamu, aku membaca malam paling sunyi.

Dari dalam sunyi, kami mendengar nyanyian paling meriah sepanjang hidup kami.

Melebihi semua keramaian yang kerap bertandang membising di telingaku.

 

Dari matamu, pagi tiba lebih lama.

Selama aku kenang masa bersua dengan kenangan paling purba.

Dan di matamu, ku rasakan laju darahku berdegup kencang seolah ikan berloncatan dari pori – poriku membelah dalam ke jantung lautan.

.

.

.

.

“Gomawo ne ahjussi ..” ujar Ryeowook sambil memberikan uang pada supir taxi yang mengantarkannya ke apartemen Siwon.

Ryeowook menghembuskan nafas berat sambil memandang buah – buahan yang dibelinya tadi. Kemarin Siwon berkata ada hal yang serius yang ingin disampaikannya, tapi ternyata hari ini Siwon sakit dan ia meminta Ryeowook untuk menemaninya karena bibinya pulang ke desa sehingga tak ada yang merawatnya.

Dengan langkah pasti Ryeowook berjalan masuk ke apartemen. Dan akhirnya ia sampai di depan pintu apartemen nomor 287, tempat seorang Choi Siwon tinggal.

Dengan ragu Ryeowook mengetuk pintu apartemen.

Tok Tok ..

Tok Tok Tok …

Ryeowook mengernyitkan dahinya. Apa Siwon sakitnya sangat parah sehingga untuk membuka pintu saja kesusahan?

Lalu, tiba – tiba terdengar sesuatu yang pecah dari dalam apartemen Siwon.

Prang

Ryeowook membulatkan matanya. “Oppa ..” pekiknya langsung membuka pintu apartemen Siwon yang tak dikunci.

Dan betapa terkejutnya Ryeowook ketika melihat apartemen Siwon yang kini berubah dengan nuansa serba putih dan banyak karangan bunga – bunga mawar berbagai warna dan juga macam – macam ballon beserta lilin – lilin putih yang menyala dengan cantiknya.

“Kim Ryeowook, will you marry me?” ujar Siwon sambil berjongkok di depan Ryeowook yang terpaku dengan menyodorkan sebuah kotak berisi cincin berlian putih yang cantik.

 

[Kembali ke sekolah Hyunkie]

 

Dengan bahagia dan riangnya Hyunkie menyeret Kyuhyun masuk ke sekolahnya dan membuat teman – temannya bingun dan juga penasaran.

“Selamat pagi …” pekiknya senang.

“Siapa ahjussi ini, Hyunkie?” tanya salah satu temannya sambil menunjuk Kyuhyun.

“Kau bertanya siapa ini?” tanya Hyunkie dengan sombongnya.

“Memangnya siapa?” tanya teman – temannya ingin tahu.

Hyunkie melirik Kyuhyun sebentar dengan ekpressi memelas. Mengerti situasi ini, Kyuhyun mengedipkan sebelah matanya dengan tersenyum senang.

“Ini AP-PA-KU!” ujar Hyunkie dengan tegas.

“Whooooah … Jinjja???” tanya teman – temannya tak percaya.

“Nde. Itu benar.” Ujar Hyunkie sambil membersihkan kuku – kukunya sombong.

“Jadi ini appamu yang selalu kau ceritakan?” tanya salah satu temannya.

“Nde. Itu benar.” Ujar Hyunkie lagi dengan bangga.

 

“Ahjussi, kenapa baru pulang sekarang?” tanya salah satu temannya dengan wajah polosnya. Kyuhyun yang belum siap lahir batin langsung menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“Euung .. itu … itu karena ahjussi .. ahjussi pergi ke Aljazair.” Dusta Kyuhyun. Entahlah, tiba – tiba yang terlintas di otaknya negara ‘Aljazair’.

“Aljazair?” ujar semua anak – anak disana termasuk Hyunkie dengan kaget.

“Nde. Itu benar.” Ujar Kyuhyun sambil membersihkan kuku – kukunya seperti Hyunkie tadi. Benar – benar!

 

“Dimana itu Aljazair? Apa di Korea? Namanya aneh sekali ..”

“Mungkin Aljazair itu tempat rahasia .. semacam tempat para dedektif – dedektif.”

“Atau mungkin saja itu sebenarnya tempat yang ada di luar bumi.”

“Kalau begitu ahjussi ini maksudmu alien?”

“Apa dia punya antena?”

“Tapi kulitnya putih, tidak hijau seperti di tv-tv yang aku tonton.”

“Mungkin maksud kalian ini sebenarnya adalah ahjussi ini seorang gumiho …”

“Ahjussi ini tampan.”

“Tapi appa-ku jauh lebih tampan ..”

“….”

“….”

“….”

Mendengar percakapan anak – anak kecil yang sangat berimajinasi tinggi ini membuat Kyuhyun menggertakan giginya kesal. Inilah kenapa alasan ia belum ingin punya anak dari Sungmin. Mereka terkadang membuat Kyuhyun kesal.

Tet .. Tet ..

Akhirnya Kyuhyun menghembuskan nafas lega. Setelah mendengar percecokan antara anak – anak kecil ini, akhirnya ia bisa keluar dari forum percecokan itu.

“Anak – anak, ayo masuk …” ujar yeoja setengah baya sambil menggiring murid – murid masuk.

Segeralah berhamburan anak – anak berimajinasi tinggi tadi dalam forum perdebatan Aljazair. Dan tinggallah Hyunkie dan Kyuhyun.

“Ahjussi, neomu gomawo ne. Aku masuk dulu.” Ujar Hyunkie.

“Ini, ambillah.” Ujar Kyuhyun sambil memberikan uang jajan dan kartu alamat kantornya.

“Untuk apa ini?” tanya Hyunkie sambil mengambil uang jajan dan kartu tadi.

“Tentu saja untuk kau jajan dan jika kau ingin menemuiku untuk bermain, kau bisa kesana.” Ujar Kyuhyun.

“Oh .. neomu gomawo ne ahjussi. Pai – pai …” ujar Hyunkie sambil membungkuk dan berlari masuk ke kelasnya. Kyuhyun tersenyum bahagia melihat betapa riangnya Hyunkie.

.

.

.

.

Tak bisa kuingat kenapa namamu yang kupahat.

Menjelang malam kususuri kenangan – kenangan.

Mengaduk – aduk kantung mataku dengan sisa perih air hujan.

Namun wajahmu menyembul di antara tumpukan kisah yang beradu dengan waktu.

 

Kuhibur diriku dengan nyanyian – nyanyian hati dan jiwa.

Rasanya ingin terlelap tapi wajahmu masih hinggap dan membuka memoir dalam sunyi yang menambah getir.

Ketabahan yang marun rindu yang tebal cinta yang terhampar.

.

.

.

.

“Aku pulang …” ujar Hyunkie dengan ceria sambil melepas sepatunya.

“Eomma, kita mau kemana?” tanya Hyunkie dengan heran melihat Ryeowook berkemas – kemas dan mengepak baju – bajunya.

“Kita akan berlibur Hyunkie ….” ujar Siwon dengan senang yang tiba – tiba keluar dari kamar Ryeowook sambil memegang baju Ryeowook.

“Chagi .. kau ingin pakai baju yang warna kuning atau biru?” tanya Siwon.

“Terserah padamu, aku percaya pilihanmu.” Ujar Ryeowook dengan malu – malu.

“Kita mau berlibur kemana eomma?” tanya Hyunkie semakin bingung.

“Kita akan ke pulau Jeju Hyunkie sayang.” Ujar Ryeowook dengan lembut sambil berjalan menuju kamarnya.

“Untuk apa kita ke pulau Jeju? Bahkan ini belum waktunya liburan sekolah.” Ujar Hyunkie bingung sambil membuntuti Ryeowook ke kamarnya.

Ryeowook tersenyum lembut pada Hyunkie.

“Eommamu ini akan menikah dengan ahjussi.” Ujar Siwon dengan bahagia sambil memeluk Ryeowook dari belakang.

DEG

Mendengar penuturan Siwon, Hyunkie membelalakkan matanya tak percaya.

“Appa ..” gumamnya dengan mata berkaca – kaca.

‘TBC’

Anyeeeeoooong chingu-deul .. ini kok rasanya udah seabad saya ngenelantarin ff saya yang ini T^T

Neomu mianhae ne chingu-deul 😥

Kalau ada typo kasih tahu ne 😉

Otthe ??? Gimana ???

Adakah yang galau dalam part ini selain Hyunkie dan Kyuhyun?

Part besok adalah part terakhir alias ending!

Review ne ^^

Pai – pai. With LOVE! ~Frisca

Advertisements

30 comments

  1. Aigooo… Ryeowook… Dimana nyalimu ? Knapa ga bs ngomong kalo Hyunkie itu anak Kyuhyun… Huh sebal 😦
    jadinya gini deh, mana nrima lamaran siwon lg, huft.
    Ayo hyunkie, skarang tugasmu mmpersatukan umma dan appamu 😀

    1. Aduuuh .. aku baca komenan kamu yang pertama kok bikin ketawa xD
      Nyalinya di … Wkwkwkwk 😀
      Kayak agen ajah, tugas segala xD Plak LOL
      Thank you ne buat reviewnya ^^

  2. Knp Kyu cpet pasrah gt sh??
    Masa dy ga cri tau gt,ttg Hyunkie..aish
    mwo??
    Aljazair?? Ahahaha knp bz th yg trpkir ma Qm Kyu?? Ngpain k Aljazair? Angon Onta? Hahaha
    yaaah tmbh brat z neh usaha Kyu.Hyunkie satukanlah appa n umma mu..

  3. Aishh wookie knpa nerima lamaran siwon sih??
    Huhuhu hyunkie juga knpa ga lgsg bilang aja sih kalau dia udah tau bhwa kyu itu appa nya .
    Wookie ga mkirin perasaan hyunkie.kasian kan hyunkie 😦 hiks aku jadi ikut sedih.kkk
    Lanjutkaaaan.makin seru crta nya 😀

    1. Aku juga sedih baca komenan kamu … #MasangMukaPolos
      YES! Nde, harus itu malahan! Tungguin endingnya ne ^^\
      Bakalan aku porak – porandakan perasaan kalian. #KetawaEvil
      Ah, neomu gomawo ne udah mau nyempetin buat komen :’)

  4. andwe wook ga boleh nikah ma siwon. ya kim ryeowook knp kau ga bilang yg sbnarnya klo hyunkie tuh ank nya kyu. akh….kau pabbo gatun.

    hyunkie come on cari cara buat satukan appa dan umma mu kmbli. kau pasti bisa mnyatukan appa dan umma mu lagi. fighting.

  5. kenapa hyunkie gak bilang ajasi? wookie juga kenapa gak ditolak aja lamarannya. oiya sungmin gimana? aaaa cepet lanjut ne:3

    1. Mau bilang tapi takut ditabok author xD
      Mau nolak tapi takut dilemparin mercon sama author 😀
      Sungmin buat aku-lah ….. #KibasRambut
      Yeeeeeaaaah .. neomu gomawo ne ^^

  6. hoaaa q nggk rela klau siwook bersatuuu….ayo hyunkie satukan eomma dan appa mu ne….nggk sbrn ni chingu lihat end nya…

    1. Wwkkwkwk, pada enggak rela eoh xD
      Ini juga .. pada nyuruh Hyunkie buat jadi agen pemersatu appa dan eommanya 😀
      Kekkekek, udah aku proses kok. Neomu gomawo ne ^^

  7. Eonni, apa-apaan? 😦
    Baru muncul lagi setelah lama banget aku nunggu ff hebat ini, dan setelah lama nunggu dikasih tau chap selanjutnya endingnya? Eonni bikin galau *galau bareng kyu+hyunkie*
    Gak mau tau pokoknya satuin Kyuwook dan ubah marga hyunkie jadi cho *pout bareng wook*
    Peace ya eonni^^

    1. Apa? #MasangMukaSokPolos
      Omo .. omo … kamu bikin aku terbang :’)
      Neomu gomawo ne T.T
      Wkkwkkwkkw :p
      Tunggu endingnya ne 😉
      Makasih banyak udah nyempetin review ^^

  8. Nde bener… Ney ff rasa’a udah seabad aja g muncul2.. sekali’ a muncul malah mw ending apaan cobaaaa !!!!,!, #mendadakemosi
    Itu juga yg dsna, napa sich wookppa nerima lamaran wonppa ckckckck napa g bilang ma kyuppa klo hyunkie itu anak dy aigooo oppa #keseltingkatdewa#garuk2kiki
    Hmmm ayo hyunkie pikir kan cara supaya appa n umma mu bisa bersatu kembali, lah tpi minppa mw d kmana kan ya ?? Ahh~ gwaencana. minppa mah utk hyun aja #dlemparsandalsamaminppa
    Ok fris hyun tunggu chap ending’a ne. please bwt ending yg happy ne jngan ngegalau bisa2 hyun pingsan berdiri nti #lah -_-”
    Paipai

    1. Hehehhe .. aku membatasi semua ff-ku paling mentok 10 part, soalnya aku takut nge-stuck T^T. Soalnya udah pernah kejadian gituh 😥
      Waaaah .. jangan garuk – garuk Kiki!!! Mending kamu garuk Ddangkoma ajah 😦
      Wkwkkwkkw, cuma author sama yang diatas yang tahu #NunjukGenteng
      Hahhahahah … pingsan berdiri lagi xD Plak, itu juga .. masuk ke kendi segala .. jangan – jangan kamu ini keturunannya jin -_-
      Ah .. neomu gomawo ne ^^

  9. oh iya aku mau nanyak apa hunkie udah tau kalo kyu itu appa nya sebelumkepasar malam ato waktu wook bilang gitu?
    kyu ke aljazair sepertinya menarik aku ikutan yak #tarikkyuwook # hiraukan..
    aku bingung dengan perasaan wook sebenarnya dia cinta siwon ya ato hanya sula aja karena siwon baik.. siwon nikah ama wook andwaeeeeee..

    1. Oh, belon. Hyunkie baru tahu pas Wook bilang gituh, ceritanya dia belon tidur itu. 🙂
      Hahahahha :p
      Ah, sebenernya suka ajah soalnya Siwon oppa malaikat O:)
      #dibakarkyuppa

  10. nah, br nyambung dech, kau tau aq melewatkan chap ini td..
    jd pas baca chap ending rada ga ngeh, abis tau2 udh mo nikah aja siwook’a..
    pdhl kan sebelum’a wook masih ma kyu..
    tp skrg udh jelas.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s