Month: July 2014

Firefly In The Dark 2

New-Art-Anime-Love-Girl-Boy-HD-Wallpapers

Frisca Freshtie Present …

.

.

.

** Firefly In The Dark **

.

.

.

Pengumuman!

Cerita ini adalah buatan saya sendiri. Dan cerita ini sangat abal seperti orang yang menulisnya. Oleh karena itu, jika terdapat typo, alur berantakan, cerita yang amburadul, dan lain – lain tolong dimaafkan ne. Frisca manusia biasa, enggak luput dari yang namanya salah. Mohon bantuannya ne chingu-deul. ^^

.

.

.

Pairing : KyuWook/Slight HyoKris, KyuMin

Rate : K+

Genre : Hurts/Comfort, Angst, Romance, Genderswitch, Abal, Gaje, Failed

Author : Frisca Freshtie

Cast : Cho Kyuhyun (Namja) >< Kim Ryeowook (Yeoja) >< Kim Hyoyeon (Yeoja) >< Kris Wu (Namja) >< Lee Sungmin (Yeoja)

.

.

.

.

Summary :

Ryeowook “Aku sudah menjadi bagian dari kegelapan dan aku tak akan bisa keluar dari kegelapan.”

Kyuhyun “Biarkan aku menjadi kunang – kunangmu. Akan kuterangi kau dengan cahaya dariku walaupun sedikit, akan ku tunjukkan jalan untuk keluar dari kegelapan. Percaya padaku.”

~ Firefly In The Dark ~

.

.

.

.

Saat mataku terbuka, yang kulihat hanyalah kepalsuan.

Dunia begitu kejam dan memuakkan.

Aku seperti berada di tengah keramaian orang yang berlalu lalang.

Yang ku lakukan hanya diam dan diam.

Saat mataku terbuka harapanku sirna dan musnah dalam sekejap, tak ada yang tersisa.

 

Saat mataku tertutup, beribu – ribu harapan dan mimpi datang kembali.

Walaupun hanya sebuah imajinasi, namun saat mata tertutup kebahagiaan seperti memberiku kekuatan.

Namun, jika aku menutup mataku terus menerus aku takut aku akan terjebak dalam sebuah fatamorgana yang tak ada habisnya.

Bukankah tak baik hidup di dalam mimpi?

.

.

.

.

Dengan tertatih Ryeowook berjalan, kini wajahnya terdapat lebam – lebam hasil dari peristiwa tadi pagi dengan seorang yeoja yang lebih tua darinya yang ia yakini sebagai salah satu istri dari namja hidung belang yang ia layani yang Ryeowook sendiri tak tahu yang mana karena saking banyak dan seringnya namja yang dilayani bergonta – ganti. Di dalam hati yang paling dalam, Ryeowook mengakui bahwa pekerjaan yang ia geluti sungguh kotor dan hina, ia pantas di caci maki dan direndahkan, tapi ia sangat tak bisa mendengar saat orang tuanya dibawa – bawa dan juga dilecehkan. Semua orang tua tentu saja selalu mengajarkan yang terbaik untuk anak – anaknya dan begitu juga orang tuanya. Jadi tak ada alasan untuk mengolok – olok orang tuanya. Karena menekuni pekerjaan malam ini adalah kemauan Ryeowook sendiri.

Tanpa ia sadari dari kejauhan Kyuhyun mengikuti Ryeowook diam diam. Ia terus mengamati Ryeowook yang berjalan tertatih – tatih dan juga terseok – seok. Kyuhyun menghentikan langkahnya dengan raut wajah bingung ketika melihat Ryeowook berdiri dalam diam dengan waktu yang agak lama dan matanya membulat seketika saat tubuh mungil Ryeowook jatuh limbung ke trotoar. Dengan cepat Kyuhyun berlari menuju Ryeowook dan membopongnya. Banyak pasang mata yang memperhatikan dengan raut wajah bingung dan khawatir. Namun Kyuhyun menghiraukan mereka dan terus membopong Ryeowook.

“Bertahanlah ..” ucap Kyuhyun dengan nada khawatir sambil terus membopong Ryeowook.

Sebenarnya Ryeowook belum pingsan seutuhnya, masih ada sedikit kesadaran untuk mendengar ucapan Kyuhyun, hingga ia benar – benar pingsan dan semua berubah menjadi hitam.

***

Satu titik cahaya di kegelapan terlihat begitu redup, namun lama kelamaan cahaya itu bersinar dengan terang dan terang.

Ryeowook mengerjap – ngerjapkan matanya dengan perlahan, menyesuaikan matanya dengan sinar di ruangan. Ia bisa melihat ruangan serba putih, bau obat – obatan tercium indera penciumannya, dan selang infus di sampingnya. Tanpa pikir panjang, Ryeowook bangun dan melepas selang infus yang menancap di tangannya.

Dengan tertatih ia turun dari ranjang rumah sakit. Kebetulan di ruangannya tak ada orang, jadi tak ada yang melihatnya. Sekarang, yang ada di otak Ryeowook adalah keluar dari rumah sakit, ia benar – benar tak menyukai yang namanya rumah sakit. Dan berlama – lama di rumah sakit hanya menghabiskan uang yang sia – sia menurutnya.

Dengan keadaan tubuh Ryeowook yang masih lemah, berkali – kali ia hampir ambruk jika ia tak berpegangan pada ranjang. Namun ia masih tetap keukeuh berjalan dan mencoba keluar dari ruangan.

Sepertinya tubuh Ryeowook benar – benar tak bisa diajak kompromi sekarang. Saat sudah tak ada lagi benda yang bisa dijadikan pegangan dan hampir mendekati ambang pintu, tubuh Ryeowook terjatuh lagi. Namun, untungnya Kyuhyun datang tepat waktu, melihat itu dengan cepat Kyuhyun segera menangkap tubuh mungil Ryeowook. Tatapan mereka bertemu, untuk beberapa detik mereka masih saling menatap hingga beberapa detik kemudian Ryeowook menepis tangan Kyuhyun yang menopangnya dengan sedikit kasar.

“Lepaskan.” Ucapnya datar.

Kyuhyun dengan kaku segera sadar akan apa yang tengah terjadi. Ia segera membantu Ryeowook berdiri dan menuntunnya ke ranjang. Kali ini Ryeowook pasrah, ia tahu tubuhnya benar – benar butuh perawatan sekarang. Mungkin satu hari berada di rumah sakit akan memulihkan kesehatannya.

Dengan bantuan Kyuhyun, Ryeowook membaringkan tubuhnya di ranjang.

“Kenapa turun dari ranjang dan melepas infusmu? Kau belum pulih benar. Akan ku panggilkan doktor.” Tanya Kyuhyun ingin tahu sambil memencet tombol darurat. Ryeowook membuang mukanya lalu mendengus sebal. “Bukan urusanmu.” Jawabnya dengan nada dingin.

Kyuhyun menatap Ryeowook iba. “Baiklah, kalau begitu siapa namamu dan dimana kau tinggal?” tanya Kyuhyun mencoba memulai percakapan setelah diam cukup lama.

“Kau tak perlu tahu.” Jawab Ryeowook datar.

“Tapi aku membutuhkannya untuk menyelesaikan administrasimu.” Ujar Kyuhyun.

Ryeowook menatap Kyuhyun sebal. “Dengar tuan. Aku tak pernah memintamu untuk membawaku ke rumah sakit dan aku juga tak berharap kau yang membayar biaya rumah sakit ini. Aku tak suka berhutang. Biarkan aku yang menyelesaikannya. Aku tak membutuhkan rasa simpatimu itu. Kau tak perlu ikut campur, aku bisa menyelesaikan ini sendiri. Jadi, kau bisa pergi dari sini sekarang.” Ucapnya dengan nada ketus, lalu membuang muka lagi.

Kyuhyun menghembuskan nafasnya, lalu tersenyum manis pada Ryeowook.

“Baik. Arrasseo. Aku mengerti. Tapi .. jika kau membutuhkan aku, ini kartu namaku.” Ujar Kyuhyun sambil meletakkan kartu namanya di meja kecil di samping ranjang Ryeowook.

“Kalau begitu aku pulang dulu. Sampai jumpa.” Ujar Kyuhyun sambil membungkuk, lalu keluar dari ruangan Ryeowook.

.

.

.

.

Takdir itu seperti benang tipis yang tak terlihat.

Benang itu membelenggu kita.

Namun, jika kau jeli, kau akan bisa melihatnya.

Benang – benang itu menghubungkan kita dengan orang – orang, dan selagi kita belum bisa melihatnya, maka kita masih tak tahu kita akan terhubung dengan siapa.

.

.

.

.

Hyoyeon berjalan menuju kampusnya dengan tergesa – gesa. Ia hampir terlambat, ia menyesal karena telah menangis semalaman karena peristiwa tadi malam. Ia benar – benar merasa tak berguna, sebagai adik seharusnya ia bisa menghentikan eonnie-nya. Namun kenyataannya? Ia tak bisa. Hanya karena untuk menghidupi kehidupannya, eonnie-nya mau tenggelam dalam kehidupan yang begitu kotor dan rendah. Ia rela di cacimaki oleh orang – orang, ia rela diinjak – injak harga dirinya, ia rela mengorbankan kehormatannya. Ia benar – benar merasa adik yang sangat tak berguna sekarang. Namun ia sadar, seharusnya ia lebih giat lagi dalam mencari ilmu, agar ia menjadi sarjana secepatnya dan segera mencari pekerjaan yang bisa untuk menghidupinya dan eonnie-nya, sehingga eonni-nya bisa keluar dari kehidupan malam itu.

Karena terlalu tergesa – gesa, ia jadi tak melihat jalan dan akhirnya menumbruk seorang yeoja. Buku Hyoyeon jatuh berserakan, dan yeoja itu menatap sebal Hyoyeon bersama teman – temannya.

“Hei, apa kau tak punya mata huh?” tanya Tiffany dengan kasar.

“Mian. Aku terburu – buru sekarang.” Ujar Hyoyeon sambil memunguti buku – bukunya tanpa mendongakkan kepalanya, ia terlalu fokus dengan buku – bukunya yang berserakan.

“OMO ..!??!?! Dia benar – benar dungu dan tak sopan. Seharusnya ia menatap kita yang mengajaknya bicara.” Komentar Seohyun pedas.

Hyoyeon yang tersinggung tentu saja mendengus sebal, “Apa yang kau katakan?” ujar Hyoyeon dengan kesal sambil berdiri dan menatap ketiga yeoja itu dengan tajam.

“Kau dungu dan tak punya sopan santun.” Ucap Jessica dengan nada manis sambil merapikan kerah kemeja Hyoyeon.

“Singkirkan tanganmu dariku.” Ujar Hyoyeon galak.

“OMO ! OMO! OMO! Aku takut …” ujar Jessica, namun ekpressinya tak menampakkan ketakutan tapi malah kepuasan.

“Mian, tapi aku masih punya banyak urusan yang jauh lebih penting daripada berurusan dengan kalian bertiga.” Ujar Hyoyeon sambil menerobos ketiga yeoja itu. Yeoja itu menatap punggung Hyoyeon dengan kesal.

“Dasar adik seorang pelacur! Tak punya harga diri!” pekik Jessica emosi. Mendengar itu, Hyoyeon menghentikan langkah kakinya dan membalikkan tubuhnya.

“Kau bilang apa tadi?” ujar Hyoyeon.

“Kau adik seorang pelacur dan tak punya harga diri.” Teriak Seohyun dan berhasil membuat orang yang berlalu lalang melihat mereka. Hyoyeon menggertakan giginya dan mengepalkan tangannya kuat – kuat. Ia benar – benar emosi sekarang. Tak ada yang boleh memaki eonnie-nya, mereka tak tahu yang sebenarnya.

“Kim Hyoyeon adalah adik seorang pelacur dan dia tak punya harga diri sama sekali.” Teriak Tiffany memanas – manasi situasi. Tentu saja mendengar itu Hyoyeon langsung mendekati ketiga yeoja tersebut dengan kilat mata penuh dengan kemarahan.

“Apa? Kau mau apa adik seorang pelacur? Apa kakakmu juga menjualmu? Kau dibayar berapa heng .. ?” tanya Jessica dengan nada mengejek. Hyoyeon yang benar – benar sudah tak bisa mengontrol emosinya langsung mengangkat tangannya, berniat menampar pipi mulus di depannya. Namun belum sempat tangannya menyentuh pipi itu, tangan Hyoyeon ditahan oleh seseorang.

“Kau kira kau siapa sehingga seenaknya menamparnya?” tanya Kris.

Jessica tersenyum puas mendengarnya, nafas Hyoyeon naik turun, ia benar – benar tak bisa membendung air matanya lagi. Pasalnya yang berkata seperti itu adalah mantan pacarnya dulu. Air matanya turun, dengan kasar ia menyapu air matanya.

“Ah, kau benar. Aku bukan siapa – siapa. Gomawo telah mengingatkan aku.” Ucap Hyoyeon sambil tersenyum lalu berjalan pergi meninggalkan mereka. Kris memandangi punggung Hyoyeon yang mulai menjauh dengan tatapan yang tak bisa diartikan.

.

.

.

.

Semua orang telah digariskan oleh Tuhan kehidupannya.

Banyak dari mereka yang tidak menerimanya dan berusaha mengubah garis takdir milik mereka.

Banyak juga yang pasrah dan menerimanya karena mereka tahu garis takdir itu sangat susah untuk diubah.

Seperti aku.

Aku telah lelah berusaha mengubah garis takdirku.

Yang aku lakukan sekarang hanya diam dan mengikuti alur yang telah digariskan oleh Tuhan untukku.

.

.

.

.

Kyuhyun berjalan menuju ruangan Ryeowook dirawat dengan menyusuri lorong rumah sakit sambil membawa sebuket bunga mawar merah. Ia mencium bunga mawar itu dengan tersenyum.

“Aku harap ia menyukainya.” Ucap Kyuhyun sambil tersenyum.

Setelah sampai di depan ruangan Ryeowook dirawat, Kyuhyun menghembuskan nafasnya lalu meyakinkan dirinya untuk masuk. Ia membuka pintu dengan hati – hati, namun saat pintu benar – benar terbuka. Kamar itu sudah kosong dan rapi. Akhirnya Kyuhyun pergi ke resepsionis.

“Apa pasien yang berada di kamar itu sudah pulang?” tanya Kyuhyun sambil menunjuk ruangan Ryeowook.

“Ah yeoja itu, ia sudah pulang. Tadi pagi ia pulang Tuan.” Ucap perawat yang berjaga di resepsionis.

“Ah, begitu rupanya. Apa kau tahu alamat rumahnya?” tanya Kyuhyun.

“Yeoja itu berpesan agar tidak memberitahukan rumahnya pada orang – orang, mianhae ne Tuan.” Ucap perawat itu sambil tersenyum.

“Oh .. kalau begitu apakah aku boleh mengetahui namanya?” tanya Kyuhyun.

“Ah .. namanya Kim Ryeowook.”

“Kim Ryeowook.” Ulang Kyuhyun dengan tersenyum puas.

‘Kim Ryeowook .. Kim Ryeowook .. perasaanku mengatakan kalau kita akan bertemu lagi.’ inner Kyuhyun.

***

Ryeowook mendorong pintu rumahnya dengan lemah dan berhasil membuat decitan pintu. Rumahnya kosong, ia tersenyum miris. Hyoyeon pasti sudah berangkat ke kampus, pikirnya.

“Aku pulang ..” ucapnya pelan dengan masih tersenyum miris.

Ia memegangi kepalanya yang masih sedikit pusing sambil berjalan menuju dapur. Ia mengambil sebuah gelas dan menuangkan air ke dalamnya. Lalu, ia meminumnya dengan pandangan menerawang.

Flashback

Sebuah decitan ban mobil yang di rem bergesek dengan aspal berbunyi dengan nyaring di jalanan yang lenggang itu. Lalu …

CEEEKIIIIT … BRAAAAK

Mobil itu menabrak pembatas jalan dan akhirnya menimbulkan percikan api dan membakar bagian depan mobil. Kepulan asap hitam dimana – mana.

Seorang namja kekar tergeletak di kemudi mobil dengan darah segar bercucuran di kepalanya. Di sampingnya seorang yeoja cantik meringkukkan tubuhnya, melindungi seorang bayi kecil yang tak tahu apa – apa dan menggeliatkan tangannya dengan tatapan polos. Bayi itu selamat, sedangkan kepala yeoja cantik itu membentur dan mengeluarkan cairan merah yang cukup banyak, bahkan dari hidungnya juga keluar.

Seorang gadis kecil yang berada di bagian belakang mobil dengan darah segar di dahi mengerjapkan matanya.

“Uhuuuk .. uhuuuk ..” gadis kecil itu batuk karena tebalnya asap dan masuk ke pernafasannya.

Ia membelalakkan matanya ketika menyadari keadaan yang terjadi.

“APPAAA …” teriaknya penuh dengan ketakutan dan menangis ketika melihat ayahnya diam tak bergerak dengan darah segar terus mengalir dari kepalanya sambil mengguncang tubuh ayahnya. Ia semakin ketakutan ketika menyadari ayahnya sudah tak bernyawa. Ia memandang eommanya yang meringkuk.

“Eomma ..” kali ini suara gadis kecil itu memelan namun penuh dengan ketakutan bahkan bibirnya-pun bergetar menyebutkan kalimat pendek itu. Ia menarik kepala eommanya pelan dengan tangisan membanjiri pipi chubbynya.

“Eomma ..” panggilnya lagi ketika menyadari eommanya masih bernafas.

Ternyata yeoja cantik itu memang masih hidup. Yeoja cantik itu tersenyum dan menatap gadis kecil itu dengan tatapan sayu.

“Wookie. Bawa Hyoyeon keluar sekarang ne. Bawa Hyoyeon jauh – jauh dari sini.” Ucap eommanya dengan lemah.

Ryeowook menggeleng – gelengkan kepalanya dengan menangis sesenggukan.

“Anio eomma. Ryeowook akan disini bersama eomma. Ryeowook akan keluar jika eomma juga keluar.” Ujar gadis kecil itu sambil memeluk eommanya.

“Eomma akan menyusulmu nanti. Sekarang keluarlah bersama Hyoyeon. Hyoyeon tak suka asap. Arrachi?” ujar eomma-nya dengan tersenyum dan nada suara yang lemah sambil melepaskan pelukan Ryeowook dan mengelus – elus pipi chubby Ryeowook kecil.

Ryeowook menganggukan kepalanya. Lalu dengan sisa kekuatan yang ada, yeoja cantik itu memberikan bayi kecil yang berada di pangkuannya ke tangan Ryeowook. Seperti tak ingin berpisah dengan eommanya, bayi kecil itu mulai menangis keras.

“Eomma ..”

“Ppalli! Cepatlah keluar Wookie. Bawa Hyoyeon jauh – jauh dari sini dan jagalah dia untuk eomma dan appa.” Ujar eommanya mencoba tenang ketika melihat api semakin membesar.

“Tapi eomma ..” Ryeowook mencoba memprotes.

“Dengar Wookie, eomma sangat menyayangimu, appa juga sangat menyayangimu. Kau tak perlu takut. Kami semua menyayangimu dan juga Hyoyeon. Kau kuat, kau gadis yang kuat. Pergilah keluar dan bawa jauh – jauh Hyoyeon dari sini.” Ucap eommanya dengan lembut dan tetesan air mata.

Ryeowook menganggukan kepalanya, setelah itu Ryeowook segera membawanya keluar dan berlari menjauh dari mobil. Ia terus berlari dengan diiringi tangisan Hyoyeon kecil yang menangis dengan keras.

 

Di dalam mobil. Yeoja cantik itu tersenyum dengan menangis sambil mencoba meraih tangan suaminya.

Setelah bisa menggenggamnya, yeoja cantik itu menempelkan kepalanya ke bagian depan mobil sambil tersenyum dan menatap suaminya yang sudah tak bernyawa.

“Aku hidup untukmu dan aku mati-pun untukmu. Saranghae.” Ucapnya sambil memejamkan matanya dengan bulir – bulir air mata terus berjatuhan.

 

Ryeowook terus berlari tanpa menolehkan kepalanya ke belakang, yang ia tahu ia harus membawa adiknya jauh – jauh dari mobil.

DUUUUAAAR

Ryeowook tercekat mendengar suara ledakan itu. Ia langsung membalikkan tubuhnya.

“EOOOOOOOMMMMAAAAA …………. AAPPPPPAAAAA ….”

Flashback END

 

Ryeowook tersenyum miris mengingatnya. Ia meletakkan gelas yang masih ada seperempat air yang dipegangnya ke meja.

“Aku tak tahu apa aku bisa menjaganya eomma, menjaga diriku saja aku tak bisa.” Ucap Ryeowook miris. Setelah mengucapkan itu satu tetesan air mata jatuh dari pelupuk matanya. Melihatnya, ia tersenyum kecut dan segera menyapu satu tetes air mata itu.

“Ku pikir air mataku sudah habis, masih ada ya?” tanyanya dengan tertawa miris.

.

.

.

.

Aku mencoba untuk berlari dan terus berlari.

Namun, aku selalu tersandung dan akhirnya aku jatuh dan jatuh.

Setiap aku terjatuh, satu luka atau mungkin lebih mulai memakan harapan dan impianku.

Belum pulih benar lukaku, aku kembali tersandung dan jatuh.

Sekarang yang ku lakukan hanya menunggu.

Menunggu sebuah uluran tangan yang berbaik hati mau menolongku untuk berdiri dari keterpurukanku.

.

.

.

.

Kyuhyun tengah sibuk dengan berkas – berkas yang ada di depannya. Tiba – tiba pintu ruangannya terbuka dan menampakkan seorang namja berjas rapi dengan senyum mengembang masuk ke ruangannya, lalu duduk di depan Kyuhyun dengan kaki di meja Kyuhyun.

Kyuhyun menutup berkas yang dibacanya sambil memutar matanya.

“Sudah kubilang jangan taruh kakimu di mejaku.” Ucap Kyuhyun malas.

“Hhhehhehe .. minhae ne. Aku lupa.” Ujar Donghae lalu menurunkan kakinya.

“Jika kau berniat bermain, aku tak bisa. Aku masih punya banyak perkerjaan hyung.” Ujarnya sambil membuka berkas pekerjaannya lagi.

“Ah, kau sudah tahu ya?” ujar Donghae dengan cengengesan.

“Hn ..” Kyuhyun berdehem menjawab pertanyaan Donghae padanya.

“Dengar Kyu! Kau butuh istirahat. Jam 8 di Shappire Club, okay. Kita akan bersenang – senang.” Ujar Donghae dengan mengedipkan sebelah matanya, lalu berdiri.

“Aku jamin kau akan menikmatinya.” Ujarnya lagi, lalu keluar dari ruangan Kyuhyun. Kyuhyun menutup berkas pekerjaannya dan menatap pintu ruangannya yang tertutup kembali.

***

Di ruangan yang remang – remang dan penuh dengan orang – orang yang asyik menggerakkan badannya dibawah lampu warna – warni yang menyala remang dan juga orang – orang yang tengah minum dengan yeoja – yeoja sexy di samping mereka, Ryeowook duduk di bar dengan segelas wine di tangannya.

“Jadi, kau mendapatkannya lagi?” tanya seoarang namja bermata sipit yang bekerja sebagai bartender di bar itu.

“Hahahha .. jika kau sudah memutuskan untuk menjadi ini, kau juga harus menerima itu bukan?” ujar Ryeowook dengan tertawa masam.

“Ah, kau benar. Dunia benar – benar adil.” Ujar namja itu sambil menuangkan wine ke gelas Ryeowook.

“Bagaimana adikmu Wookie?” tanyanya sambil meletakkan botol wine.

“Dia masih belum bisa menerimanya. Jika aku jadi dia-pun aku tak akan bisa menerimanya.” Ujar Ryeowook sambil mengocok – ngocok gelas wine yang dipegangnya dengan ritme pelan.

“Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Dia akan mengerti.” Ucap namja itu menenangkan.

“Kau tahu Mochi? Aku sudah bosan dengan pekerjaan ini.” Ujar Ryeowook, lalu meminum wine-nya dengan sekali tegukan.

“Kalau begitu berhentilah.” Ujar Henry menyarankan.

“Seharusnya kau tahu? Jika kau sudah masuk ke sini, maka tak akan ada lagi jalan keluar untuk kembali.” Ucap Ryeowook dengan tersenyum miris dan menatap wine yang dipegangnya.

***

Kyuhyun mendecak kesal.

“Kau bilang hanya minum hyung.” Ujar Kyuhyun dengan kesal melihat Donghae dengan seoarng yeoja sexy yang bergelayut manja di lengannya.

“Hehehhe, minum tak akan sempurna tanpa yeoja sexy, kau tahu itu?” ujar Donghae sambil mencolek dagu yeoja sexy itu.

“Kyu .. aku tahu kau adalah anak pemilik Cho Corporation, tapi apakah pemilik perusahaan besar di Korea Selatan ini tak boleh bermain dengan yeoja?” tanya Shindong.

“Yang dikatakan Shindong itu benar. Bermainlah sedikit bersama seorang yeoja, lebih baik sekarang kau berkeliling untuk menemukan yeoja yang cocok untukmu. Ku sarankan yang isinya besar dan seukuran denganmu.” Ucap Eunhyuk dengan frontal.

Kyuhyun memutar matanya kesal.

“Lebih baik aku pulang saja hyung.” Ucap Kyuhyun memutuskan.

“Baru saja kau sampai, kau sudah mau kembali? Benar – benar kau ini.” Ujar Donghae tak habis pikir.

“Aku ing~” perkataan Kyuhyun berhenti ketika mendengar kegaduhan di depannya.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun ingin tahu.

“Ah, pasti perkelahian lagi.” ujar Shindong sambil menggeleng – gelengkan kepalanya tak habis pikir.

“Jadi secantik apa yeoja ini hingga diperebutkan? Apa yeoja yang sama seperti kemarin?” tanya Donghae penasaran.

“Kalau memang itu yeoja yang kemarin maka aku tak heran. Tubuhnya sangat sexy walaupun sudah banyak yang mencicipinya, punyanya berisi dan ia sangat pas dalam pelukan orang – orang. Namun sayang, harganya sungguh tinggi. Aku tak ingin mati kelaparan jika aku menidurinya.” Ucap Eunhyuk.

Kyuhyun menautkan alisnya bingung mendengar percakapan hyung – hyungnya. Ia kembali melihat kegaduhan di depannya lagi.

***

Ryeowook menatap datar perkelahian di depannya, lalu ia meminum wine-nya.

“Menyebalkan.” umpat Ryeowook sambil meletakkan gelas wine-nya dan pergi dari kerumunan.

“Ah .. ah .. ah .. kalian berhenti!” ujar pemilik bar.

Mendengar itu, keduanya menghentikan perkelahiannya.

“Daripada kalian memperebutkannya dengan cara ini, lebih baik kalian beradu harga tinggi saja.” Ujar pemilik bar itu dengan smirk di wajahnya.

“Baiklah, berapa yang kalian tawarkan?” tanya pemilik bar itu.

“Aku menawarnya 12 juta won.” Ucap namja bertubuh kekar sambil merapikan jas-nya.

“Hah, aku menawarnya 20 juta won.” Ujar namja yang satunya dengan smirk di wajahnya. Pemilik bar itu tersenyum. “Sepertinya kalian sudah tahu siapa yang mendapatkannya.” Ujar pemilik bar dengan nada mengejek.

“100 juta won!” ucap seseorang dengan tiba – tiba dan berhasil membuat semua pasang mata terbelalak kaget.

“Mwo?” tanya pemilik bar.

Kyuhyun maju ke depan.

“100 juta won. Aku menawarnya 100 juta won, ah bukan, maksudku aku membelinya. Apa itu harga yang pas?” ujar Kyuhyun dengan serius dan berhasil membuat semua orang semakin shock.

** TBC **

 

Hehehheheh :p #nyengirkuda

Mianhae baru update sekarang ye O:)

 

Eh … BTW 😉

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI CHINGU-DEUL #tereakpakektoa

Minal aidzin wal faidzin T^T

Maafin kesalahan saya ya chingu, tahu ajah pernah nyinggung kalian gituh 😥

 

Buat Vanya, saeng tercinta. Ini udah aku update. Maaf ya enggak panjang.

Yang penting janji ditepati 😉

 

Nah .. buat chingu-deul. Informasi ajah, ini ff mungkin bakalan berakhir cuma 5 chapter atau mungkin bisa lebih atau malah bisa kurang. Tergantung ya :p

 

Seperti biasa chingu.

Tolong tinggalkan komentar Anda semua. Jangan jadi silent reader yak 😉

Btw, haruskah next part aku ganti rate ???? #maininalis

Hahahhaha … otak yadong kumat 😀

 

Pai – Pai!

With LOVE! ~Frisca

Saranghae :* Chu ❤ ❤ ❤

LOVE Is CRAZY 11

lic m

Frisca Freshtie Present ….

~~~ @@@ ~~~

*

*

__ ><)))’> _ <’(((>< __

** .. LOVE Is CRAZY .. **

.

.

.

Pairing : KyuWook/Slight YeMin, SiBum

Rate : T

Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy, Abal – Abal, Gaje, Failed!

Author : Frisca Freshtie

Cast : Cho Kyuhyun (Namja) >< Kim Ryeowook (Yeoja) >< Kim Yesung (Namja) >< Lee Sungmin (Yeoja) >< Kim Kibum (Yeoja) >< Choi Siwon (Namja) >< Lee Donghae (Namja) >< Lee Taemin (Yeoja) >< Henry Lau (Namja) >< Shim Changmin (Namja) >< Kim Heechul (Yeoja)

.

.

.

.

WARNING !!!

Cast bertambah chingu-deul! Kim Heechul ikut meramaikan ff abal – abal ini mulai sekarang. Oh iya, Heechul oppa akan jadi yeoja yang seumuran sama Kyuppa. Ceritanya yeoja yang suka sama Kyuppa.

Peringatan juga. FF ini banyak jebakan typo, jadi dimohon pengertiannya dengan sangat bagi para pembaca. O:)

HAPPY READING CHINGU-DEUL 😀

.

.

.

.

[Di Ruangan Kyuhyun]

 

Ryeowook berada di ruangan sendirian tanpa ada Kyuhyun seperti biasanya. Ryeowook tengah sibuk dengan dokumen – dokumen yang ada di depannya, terkadang dahinya berkerut – kerut saat membaca dokumen itu, terkadang ia mengetuk – ngetukkan penanya ke dahinya, terkadang ia menggigit penanya dengan frustasi, terkadang juga ia melirik jam dinding besar yang terpasang di dinding ruangan itu dengan pandangan tak sabar, terkadang juga ia melirik kursi milik Kyuhyun yang kosong seperti sekarang ini.

Dia menatap jam dinding lagi, lalu menghembuskan nafasnya.

“Dia kemana? Dari tadi ia tak masuk – masuk ke ruangan ini. Apa ia sangat sibuk?” tanyanya pada dirinya sendiri sambil memanyunkan bibirnya. Ia benar – benar bosan berada di ruangan ini sendirian. Yang ia kerjakan dari pagi hanya membaca, merevisi, dan meneliti dokumen – dokumen perusahaan. Biasanya jika sekarang disini ada Kyuhyun, mungkin ia sedang mengerjakan hal – hal aneh yang diperintahkan oleh Kyuhyun, atau mungkin sekarang ia tengah mengumpat, memaki – maki, menyumpah – serapahi Kyuhyun atau mendo’akan Kyuhyun atas perbuatannya padanya.

Ryeowook meletakkan kepalanya ke meja dengan lesu dan wajah cemberut.

“Membosankan.” Gumamnya sambil menatap kursi Kyuhyun yang kosong.

Ia memejamkan matanya sambil menggigit bibir cherry-nya.

‘Tadi malam apa ia benar – benar mengatakannya?’ inner Ryeowook.

Flashback

Ryeowook dan Kyuhyun tengah berada di ranjang Kyuhyun, Kyuhyun tidur sedangkan Ryeowook duduk sambil menggigit bibirnya dan menatap Kyuhyun sebal.

‘Cepat sekali ia tidur.’ Innernya kecewa.

Ryeowook memanyunkan bibirnya kesal.

“Kyu …..” cicitnya pelan.

“Hn?” Kyuhyun menjawab dengan deheman singkat. Ryeowook membulatkan matanya bahagia. “Kau belum tidur Kyu?” tanya Ryeowook senang.

“Menurutmu?” tanya Kyuhyun balik dengan nada malas.

“Hahahha .. jawabannya adalah belum.” Ucap Ryeowook dengan tertawa senang dan mata berbinar – binar.

Kyuhyun membuka matanya dan melirik Ryeowook sekilas dengan tatapan jengah.

Ryeowook menggabungkan kedua tangannya dengan wajah berseri – seri. “Jangan tidur sampai pagi ya Kyu. Kita begadang saja.” Ujarnya tanpa berpikir.

“Cih! Yang benar saja?” tanya Kyuhyun tak percaya sambil mendecih.

Mendengar jawaban Kyuhyun, Ryeowook memanyunkan bibirnya kecewa. “Aku tak bisa tidur denganmu, rasanya aneh tidur disamping namja, apalagi namja yang lebih muda dariku. Aku juga tak terbiasa tidur dengan namja seumur hidupku, bahkan oppa-ku sering ku tendang dari ranjang jika ia tidur denganku. Aku benar – benar tak terbiasa tidur dengan namja. Aku terbiasa tidur sendiri. Pokoknya aku tak bisa tidur berdua, mau itu namja ataupun yeoja.” Ujar Ryeowook menjelaskan pajang kali lebar sama dengan luas.

“Aku sangat mengetahui fakta tentang itu. Sangat mengetahui malahan.” Jawab Kyuhyun sambil memutar matanya malas dan nada mengejek.

“Apa yang kau bicarakan Kyu?” tanya Ryeowook tak mengerti.

“Aku sudah tahu itu, apa kau tak ingat kejadian yang membuat kita sekamar sekarang, noonna?” ujar Kyuhyun sambil memutar matanya lagi dengan malas.

“Heheheh. Oh, iya. Kau pernah tidur denganku.” Ucap Ryeowook dengan terkekeh geli. Lalu, tiba – tiba ia menghentikan kekehannya. “Tapi kita tak tidur seranjang, kau kan tidur di sofa dulu?” ujar Ryeowook dengan memicingkan matanya pada Kyuhyun.

“Iya. Aku tidur di sofa itu karena ulahmu noonna yang sungguh di luar batas manusia normal. Lalu, saat kau bangun apa yang kau lakukan padaku huh? Padahal aku jelas – jelas tidur di sofa.” Ucap Kyuhyun sedikit emosi sambil bangun dan duduk berhadapan dengan Ryeowook.

Ryeowook langsung berlagak tak tahu apa – apa mendengar penuturan Kyuhyun padanya, mengingat ia melempar apapun saat ia bangun dulu, tentu saja ia malu mengakuinya.

“Apanya? Aku pikir kau sudah meniduriku. Yeoja mana yang tak khawatir saat mereka bangun, mereka berada di kamar yang tak ia kenal dan bersama seorang namja?” ucap Ryeowook mencoba membela diri.

“Cih! Terserah padamu saja.” Ucap Kyuhyun sambil kembali tidur.

“Hei .. hei … hei .. jangan tidur dulu!” pekik Ryeowook panik saat Kyuhyun merebahkan tubuhnya di kasur untuk tidur.

“Kyu! Jangan tidur! Hei … tak bisakah kau menemaniku! Jangan tidur dulu, pabbo!!!” ucap Ryeowook dengan panik sambil mengguncang – guncang tubuh Kyuhyun dengan brutal.

“Ck! Apa sih yang ada di pikiran eomma-mu sehingga bisa melahirkan aegya sepertimu noonna?” ujar Kyuhyun frustasi sambil mengacak rambutnya dan bangun dengan kesal.

“Kyu .. ku mohon .. jangan tidur dulu .. tunggu aku bisa tidur dulu, baru kau tidur ne ..” mohon Ryeowook sambil menggabungkan kedua tangannya dan menatap Kyuhyun dengan tatapan puppy eyes.

Kyuhyun langsung berdiri dan berjalan menuju sofa, lalu mengambil sebuah buku di meja dan membacanya.

Ryeowook mengulum senyum manisnya melihat apa yang dilakukan Kyuhyun, secara tak langsung Kyuhyun mengiyakan permohonan Ryeowook tadi.

“Gomawo ne Kyu, saranghae.” Ucap Ryeowook sambil membentuk love sign dengan tangannya.

“Ck! Berhenti melakukan hal – hal kekanakan noonna, kau itu sudah tua.” Ucap Kyuhyun sambil fokus pada bacaannya.

Mendengar itu, dahi Ryeowook berkerut – kerut aneh. “Jinjja?” tanyanya dengan heran, lalu ia segera berlari menuju cermin untuk berkaca.

Ia menolehkan kepalanya ke samping dan meneliti wajahnya. “Aneh. Tidak ada kerutan kok? Aku selalu menjaga kulitku. Kemarin aku juga sudah facial bersama Sungmin eonni, bahkan setiap mandi aku memakai lulur susu. Ah, tapi tadi aku mandi dengan sabunmu.” Ryeowook membalikkan tubuhnya menghadap Kyuhyun dengan pandangan shock.

“OMO .. jangan – jangan malam ini aku terlihat tua karena tadi aku memakai sabunmu Kyu, aaah .. ini efek sabunmu …” ucap Ryeowook dengan heboh dan shock.

Kyuhyun menatap Ryeowook dengan tatapan tak percaya.”Hei noonna, yang ku maksudkan tadi adalah tingkah kekanakanmu bukan wajahmu.” Ucap Kyuhyun tak terima.

Ryeowook mengembangkan senyumnya. “Jadi bukan wajahku kan? Ya Ampuun … lega sekali mendengarnya.” Ucap Ryeowook sambil mengelus – elus dadanya lega.

Kyuhyun hanya bisa memutar matanya melihat tingkah aneh Ryeowook.

 

Ryeowook berjalan mendekati Kyuhyun yang masih sibuk dengan bukunya, lalu ia duduk di samping Kyuhyun.

“Kamar sebesar ini, apa kau tak merasa kesepian?” tanya Ryeowook sambil memandang seluruh kamar.

Kyuhyun hanya diam.

“Pasti kau sangat kesepian Kyu.” Ucap Ryeowook dengan tatapan lurus menerawang.

Kyuhyun menurunkan bukunya, lalu menatap Ryeowook.

“Jika aku menjadi dirimu, aku akan membeli banyak boneka jerapah untuk menemaniku tidur di ruangan sebesar ini agar aku tak merasa kesepian. Karena aku tak suka sendirian. Itu membuatku merasa kesepian dan aku sangat tak menyukainya.” Ujar Ryeowook lagi.

Kyuhyun menatap Ryeowook dengan tatapan tak bisa diartikan dengan intens.

“Hoooooaaaaam ….” Ryeowook menguap, ia sekarang sudah sangat mengantuk. Matanya sedikit memerah dan sayu.

“Aku sudah mengantuk. Hoaaaam …” ucap Ryeowook sambil menutupi mulutnya yang menguap.

“Ayo tidur Kyu.” Ucap Ryeowook sambil menatap Kyuhyun dan membuat Kyuhyun salah tingkah sendiri.

Kyuhyun meneguk air liurnya dengan kelu.

“Aku sudah ingin tidur sekarang, aku tidur duluan ne .” ucapnya lagi sambil berdiri dan berjalan ke ranjang.

 

Ryeowook membaringkan tubuhnya di ranjang, lalu meyelimuti tubuhnya. “Selamat tidur Kyu.” Ucap Ryeowook sambil memejamkan matanya.

Tiba – tiba Kyuhyun menyingkap selimut Ryeowook dan berhasil membuat mata Ryeowook yang terpejam kembali terjaga.

“Apa yang kau lakukan disini huh?” tanya Kyuhyun.

“Aku mau tidur.” Ujar Ryeowook polos.

“Apa aku mengijinkanmu tidur di ranjangku?” tanya Kyuhyun.

Ryeowook memanyunkan bibirnya. “Jangan bilang kau tak membiarkan aku tidur di ranjangmu?” ujar Ryeowook dongkol.

“Ya, itu benar. Aku tak bisa membiarkanmu tidur di ranjangku mengingat kejadian dahulu.” Ucap Kyuhyun sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya.

“Aigooo .. tadi kelihatannya kau biasa – biasa saja saat aku berada di ranjangmu.” Ucap Ryeowook.

“Itu karena kau belum tidur, bangun! Jangan tidur disini! Tidur di sofa atau di bawah!” Ucap Kyuhyun tak berperasaan sambil menunjuk sofa yang tadi ia duduki dan lantai yang ia pijak sekarang.

Ryeowook membentangkan kakinya lebar – lebar sehingga memenuhi ranjang Kyuhyun.

“Shireo! Andwae! Aku tak mau! Aku tak mau tidur di sofa! Apalagi di lantai! Aku tak mau! Andwae! Bagaimana kau setega itu pada yeoja malang dan tak berdaya sepertiku?!!?!?” ujar Ryeowook keukeuh dan mendramatisir keadaan.

“Cih! Yeoja malang ?? Yeoja tak berdaya ?? Bangun sekarang noonna! Jangan berlebihan. Aku juga tak mau tidur di sofa! Padahal ini adalah kamarku! Lagipula jika kau tidur di bawah, aku akan mengambilkan kasur lipat!” ucap Kyuhyun keukeuh juga.

“Tidak bisa! Kau tidak boleh tidur di ranjang ini walaupun ini ranjangmu! Aku tak mau berbagi denganmu! Aku tidak bisa tidur dengan orang lain! Dan aku tak mau tidur selain di ranjang ini!” ucap Ryeowook terus keukeuh sambil melebarkan kakinya lagi.

“Bagaimana kau bisa bicara dengan seenak jidatmu huh? Ini ranjangku!” ucap Kyuhyun frustasi sambil menunjuk – nunjuk ranjangnya.

“Aku tak mau!” pekik Ryeowook lagi sambil berguling – guling di ranjang Kyuhyun.

“Baiklah kalau begitu! Kita tidur berdua!” ujar Kyuhyun sambil membaringkan tubuhnya di ranjang dengan memejamkan matanya, dan Ryeowook yang masih mengguling – gulingkan badannya harus berhenti saat tubuhnya bersentuhan dengan tubuh Kyuhyun. Ryeowook langsung menatap tubuh Kyuhyun dengan tatapan tak percaya, lalu sedetik kemudian ia menggulingkan tubuh mungilnya lagi menjauhi Kyuhyun, namun naas pergulingan tubuhnya melewati ranjang sehingga mau tak mau ia harus jatuh ke lantai.

BRUKK

“Aww …” ucap Ryeowook menggeram kesakitan saat ia mendarat di lantai dengan posisi terlentang.

Kyuhyun tersenyum geli masih dengan memejamkan matanya.

“Apa kau baik – baik saja noonna?” tanya Kyuhyun masih dengan memejamkan matanya dengan nada mengejek.

Bibir cherry Ryeowook maju lima cm, ia sungguh gondok dan dongkol, ia benar – benar sangat kesal, apalagi mendengar nada bicara Kyuhyun tadi. Rasanya ia ingin sekali mencekik leher Kyuhyun dengan semangat empat puluh lima.

“Ya! Aku baik – baik saja, sangat baik malahan.” Ucap Ryeowook dengan mata yang menyiratkan dendam kesumat sambil mencoba bangun dari posisi jatuhnya.

Sepertinya dewi fortuna tengah tak memihak Ryeowook malam ini, saat ia akan berdiri, naas ia terjatuh lagi.

“Aww ..” ringisnya kesakitan ketika punggungnya bersentuhan dengan sebuah benda keras yang membuat punggungnya nyeri.

“Noonna .. kau jatuh lagi eoh?” tanya Kyuhyun dengan nada mengejek dan masih memejamkan matanya.

Hening

Kyuhyun mengerutkan dahinya bingung.

“Noonna … apa kau baik – baik saja?”

“Hiks .. hiks .. “ suara isakan tangisan Ryeowook pecah di keheningan malam.

Raut wajah Kyuhyun jadi cemas mendengar isakan tangisan Ryeowook.

“Wae?” tanya Kyuhyun cemas sambil melihat keadaan Ryeowook.

“Hiks .. punggungku sakit … hiks … sepertinya punggungku ada yang mengganjal .. hiks … rasanya sakit sekali .. hiks ..” Ryeowook menangis sesenggukan layaknya anak kecil sambil memajukan bibirnya.

“Ayo, aku bantu noonna bangun.” Ucap Kyuhyun lembut sambil mengulurkan tangannya. Melihat itu Ryeowook berhenti menangis, ia melihat uluran tangan Kyuhyun lalu menatap Kyuhyun heran bergantian.

“Ppalli .. biarkan aku membantumu.” Ucap Kyuhyun sambil memutar matanya kesal.

Dengan ragu – ragu Ryeowook menerima uluran tangan Kyuhyun. Setelah tangan mungil Ryeowook berada di genggamannya, Kyuhyun menarik Ryeowook untuk bangun.

 

“AAAAAAH …. Kyu !!!” pekik Ryeowook kesakitan saat Kyuhyun menariknya untuk bangun. Mendengar pekikan Ryeowook, Kyuhyun melepaskan genggaman tangannya dan tentu saja perbuatannya ini membuat Ryeowook terjatuh kembali.

“Hati – hati pabbo. sakiiiit ….” ujar Ryeowook dengan keras dan merengek kesakitan dengan ekpressi dendam kesumat.

“Sepertinya aku sudah menarikmu dengan halus.” Ucap Kyuhyun sambil mendengus kesal.

“Apa kau tak tahu betapa sakitnya ini?” ujar Ryeowook kesal bukan main sambil mencoba bangun lagi.

“Uh …” Ryeowook mengelus – elus punggungnya tadi yang kesakitan, lalu ia memandang ke sekeliling lantai melihat benda apa yang membuat punggungnya sekarang nyeri.

“OMO!! Aiiigooo .. ternyata pena yang membuatku kesakitan tadi ?? kenapa ada pena disini?” ujarnya shock ketika melihat pena tergeletak manis di lantai tempat ia tadi terjatuh. Ia mengambil pena tadi dan menyentilnya kesal.

“Ini gara – gara kau! Dasar nakal!” ucapnya layaknya anak kecil yang sedang memarahi temannya. Kyuhyun mendengus geli melihat tingkah Ryeowook. Benar – benar kekanakan pikirnya.

Setelah menghukum pena tadi, Ryeowook kembali naik ke ranjang di samping Kyuhyun lalu merebahkan tubuh mungilnya terlentang dengan raut wajah aneh.

“Mungkin tulang punggungku patah.” Ujarnya sambil meniup poni rambutnya.

Kyuhyun menatap Ryeowook jengah. “Ya Ampuun .. itu hanya sebuah benda yang kecil.” Ujar Kyuhyun.

Mendengar penuturan Kyuhyun, Ryeowook membuka mulutnya lebar – lebar dengan raut tak percaya. “Hah? Kau bilang benda yang kecil eoh ??? Apa kau sudah gila?? Itu besar!” pekik Ryeowook dengan kesal dan nafas ngos – ngosan.

“Kau berlebihan! Cepat berbalik!” ujar Kyuhyun memerintah.

“Shireo! Aku tak mau! Ini sakit! Kau malah menyuruhku untuk berbalik!” ujar Ryeowook kesal sambil memanyunkan bibir kissablenya.

“Cepat berbalik! Atau aku yang membalikmu!” ancam Kyuhyun.

“Balik saja kalau kau bisa! Ini benar – benar sakit pabbo!” pekik Ryeowook sambil memejamkan matanya.

“Aku mau tidur, kau tidur di bawah atau di sofa. Arachi.” Ucap Ryeowook dengan seenak jidatnya.

 

“Aaaaaah Kyu …” Ryeowook memekik kaget dan langsung seketika membuka matanya ketika ia merasa tubuhnya di angkat.

“Kau berengsek! Sudah kubilang aku tak mau!” umpat Ryeowook keras – keras sambil melirik Kyuhyun tajam.

“Aku hanya ingin melihat lukanya.” Ucap Kyuhyun pelan dan lembut, Ryeowook menggigit bibirnya.

Kyuhyun menghembuskan nafas berat, lalu ia mulai menyingkap baju Ryeowook untuk melihat seberapa parah luka yang dibuat pena tadi. Belum Kyuhyun menyingkap, Ryeowook menahan tangan Kyuhyun.

“Jangan lihat yang lain! Jangan melihat yang atas! Matamu akan bintitan, kau mengerti Kyu!” ancam Ryeowook. Kyuhyun memutar matanya lalu menganggukan kepalanya.

Kyuhyun kembali mulai menyingkap baju Ryeowook. Kyuhyun menelisik punggung Ryeowook, lalu mendecih kesal. “Cih! Tak ada yang luka-pun. Bahkan tak ada yang memerah.” Ucap Kyuhyun tak percaya.

“Tapi sakit pabbo ..” ucap Ryeowook. Kyuhyun memutar matanya jengah. “Mana yang sakit .. heh?” tanya Kyuhyun malas sambil menyentuh punggung Ryeowook dan menjelajahi punggung Ryeowook.

“Ke kiri sedikit .. kiri sedikit Kyu …” Kyuhyun diam, ia menghentikan kegiatannya. ‘apa – apaan ini? Ini salah, tak seharusnya begini.’ Inner Kyuhyun sadar. Kyuhyun menggigit bibirnya lalu menggeleng – gelengkan kepalanya.

“Begini saja. Kau yang dibawah atau yang diatas?” tanya Kyuhyun berusaha mengenyahkan pemikiran yang tak semestinya.

“Tentu saja yang diatas!” jawab Ryeowook dengan semangat.

“Kalau begitu diam. Aku akan tidur di bawah.” Ujar Kyuhyun mengalah, lalu berjalan mengambil kasur lipat untuk tidur.

Ryeowook membalikkan tubuh mungilnya menatap punggung Kyuhyun. “Tadi sangat nyaman, aku ingin disentuhnya seperti itu lagi.” ucap Ryeowook kecewa, lalu ia mengambil selimut dan menyelimuti seluruh tubuhnya. Ia-pun memejamkan matanya.

 

Kyuhyun datang dengan kasur lipat berada di tangannya. Ia menggelar kasur lipat itu, lalu merebahkan tubuhnya di kasur lipat itu.

BUG

Sebuah bantal menghantam wajah tampan Kyuhyun.

“Itu bantal untukmu, pasti tak enak tidur tanpa bantal.” Ucap Ryeowook sambil menyembulkan kepalanya di atas kasur, lalu kembali ke posisinya semula dengan cepat. Kyuhyun tersenyum melihatnya.

“Mian telah tidur di ranjangmu ne Kyu. Mianhae ne.” Ujar Ryeowook tulus.

Hening

Kyuhyun sibuk dengan pemikirannya sendiri.

Kyuhyun mengganti posisi tidurnya menghadap ke ranjangnya. “Euung noonna…” Kyuhyun bersuara.

“Menikahlah denganku. Akan ku lunasi semua hutang orang tuamu.”

Ryeowook membuka matanya shock, lalu ia menggigit bibirnya dan memejamkan matanya lagi, mencoba untuk tidur kembali, ia tak tahu mau menjawab apa. Ia sungguh bingung.

Flashback END

Ryeowook membuka matanya.

“Darimana ia tahu tentang itu semua?” gumamnya heran.

.

.

.

.

Kyuhyun tengah berada di ruangan rapat sendirian, ah tidak lebh tepatnya berdua, ia duduk termenung di tempat duduknya yang berada di paling depan. Dan pelayan Shin berada di belakangnya berdiri dengan memandang Kyuhyun dengan tatapan heran.

Pelayan Shin mendekati Kyuhyun. “Apa tuan muda tak berniat untuk kembali ke ruangan Anda?” tanya pelayan Shin heran.

Kyuhyun menghembuskan nafasnya yang agak berat.

“Jika kau ingin pergi, pergilah paman. Aku masih ingin disini, katakan pada orang – orang agar tidak masuk sebelum aku keluar.” Ucap Kyuhyun.

“Apa Anda mempunyai masalah tuan muda? Rapat suda berakhir lebih dari satu jam yang lalu dan Anda masih disini. Apa yang Anda pikirkan tuan muda?” tanya pelayan Shin heran.

Kyuhyun diam. Ia terus memandang lurus dengan pandangan berpikir.

Melihat itu, pelayan Shin segera sadar. “Ah .. maafkan aku tuan muda. Aku telah lancang, maafkan aku tuan muda. Aku aka segera keluar. Aku pamit dulu.” Ucap pelayan Shin sambil membungkuk dalam lalu keluar ruangan.

Kyuhyun melonggarkan dasinya, lalu ia menyandarkan punggungnya pada kursi. Dan ia mulai berpikitr tentang kejadian semalam.

Flashback

Kyuhyun mengganti posisi tidurnya menghadap ke ranjangnya. “Euung noonna…” Kyuhyun bersuara.

“Menikahlah denganku. Akan ku lunasi semua hutang orang tuamu.” Ucap Kyuhyun serius.

Kyuhyun hanya mendengar deru nafasnya dan suara dengkuran halus milik Ryeowook.

Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi, lalu mengganti posisi tidurnya membelakangi ranjang yang tempat Ryeowook tidur.

‘Ya Ampun … apa yang nenek masukkan? Aku benar – benar gerah dan benar – benar sesak.’ Inner Kyuhyun sambil melonggarkan bajunya.

Lalu terlintas di pikirannya tentang bagaimana tangan mulus putih milik Ryeowook keluar dari kamar mandi tadi. Ia meneguk air liurnya kelu. Lalu sedetik kemudian ia segera menepis pikirannya itu dengan menggeleng – gelengkan kepalanya.

‘Jangan berpikir yang tidak – tidak.’ Inner Kyuhyun menasehati.

Tiba – tiba terlintas lagi pikiran saat Ryeowook memakai bajunya yang kebesaran dan saat Ryeowook menggulung celana trainingnya dan berhasil menampakkan perut rata Ryeowook secara tak sengaja. Ia kembali menggeleng – gelengkan kepalanya mencoba sadar.

‘Sadar Kyu.’

Lalu, terlintas lagi saat ia mengelus – elus punggung mulus milik Ryeowook tadi. Ia segera menepuk – nepuk pipinya.

“Jangan berpikir yang macam – macam. Ini waktunya tidur. Arachi.” Gumamnya, lalu ia menghirup udara dan membuangnya pelan.

Ia memejamkan matanya, namun sedetik kemudian ia kembali terjaga.

“Aiiiisss … nenek … kau sungguh licik!” umpat Kyuhyun.

“Shit! Sepertinya aku harus menyelesaikan ini di kamar mandi.” Gerutu Kyuhyun sambil bangun, lalu berjalan menuju kamar mandi.

[SKIP]

Kyuhyun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sangat segar dan rambut basah.

Ia berjalan menuju ruangan pakaiannya dan masuk ke dalam. Lalu beberapa menit kemudian, ia keluar sudah mengenakan kaos putih dan celana trainning.

Kyuhyun berjalan mendekati ranjang. Ia menatap Ryeowook yang sekarang sudah berubah posisi dari tidur lurus berselimut dan sekarang menjadi tidur membelah kasur dengan selimut berada di lantai. Kyuhyun memungut selimut itu, lalu menyelimuti Ryeowook. Ia menatap Ryeowook dengan lembut dan lama. Setelah puas memandangi Ryeowook, ia merebahkan dirinya di samping tubuh mungil Ryeowook yang terbalut selimut.

Ia memegang kepala Ryeowook dan memposisikan kepalanya agar menghadap dirinya sambil tersenyum.

‘Dia sangat cantik jika ia diam seperti ini. Tidak bergerak terus – menerus seperti kincir angin.’ Inner Kyuhyun.

‘Jika dilihat – lihat, ia tambah kelihatan sangat lugu dan polos saat tidur.’ Innernya lagi.

Kyuhyun merapikan anak rambut Ryeowook yang berserakan. Lalu ia menyentil dahi Ryeowook dengan halus dan pelan.

“Apa yang ada di otakmu huh? Terkadang kau sangat bodoh dan tak tahu apa – apa. Ah anio, bukan terkadang tapi biasanya.” Gumam Kyuhyun meralat perkataannya sambil tersenyum geli.

Lalu ia mulai menelisik hidung mungil Ryeowook dengan jari telunjuknya dengan lembut. “Hidungmu selalu kembang kempis jika berbicara, seperti anak kecil.”

Lalu, jari – jarinya mulai menjelajahi mata Ryeowook yang tertutup. “Di sini, di matamu. Aku selalu melihat keceriaan dan kehangatan yang tak pernah ku temui. Satu titik bagian wajahmu yang pertama kali ku lihat saat pertama kali kita bertemu dulu, mata caramelmu, sweet caramel eyes. Kelihatannya matamu sipit, namun jika kau sudah berbicara matamu akan melebar dengan sendirinya seperti anak kecil.”

Lalu, Kyuhyun mengelus – elus pipi Ryeowook yang sedikit chubby.

“Kau tak terlihat seperti berumur 27 tahun noonna. Aku jadi berpikir kau memalsukan identitasmu.” Lalu, jari – jari Kyuhyun mulai bergerak lagi menuju bibir kissable milik Ryeowook.

Jari – jari Kyuhyun mulai menari – nari di permukaan bibir Ryeowook yang lembut.

“Dan bibir cherry ini, ia selalu mengeluarkan banyak kalimat spontan yang sering membuat orang tertawa. Apalagi saat bibir cherry ini cemberut atau maju beberapa centi. Itu sungguh menggemaskan.”

Kyuhyun menghentikan aktivitasnya, ia menatap intens Ryeowook yang masih tertidur. Lama ia memandang wajah damai milik Ryeowook yang tengah tertidur. Lalu beberapa detik kemudian, Kyuhyun mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Ryeowook. Dan …

CHU ~

Bibir Kyuhyun bersentuhan dengan bibir Ryeowook yang lembut. Pertama hanya kecupan, namun kini Kyuhyun mengharapkan lebih. Ia memegang kepala Ryeowook dan mulai mencium bibir Ryeowook lebih dalam lagi. Kyuhyun terus mencium Ryeowook dengan dalam dan leluasa mencicipi bibir Ryeowook karena sang empunya bibir masih terlelap di alam mimpi. Lama Kyuhyun sibuk dengan kegiatannya, ia sungguh menikmati apa yang ia lakukan, setelah lama berciuman Kyuhyun melepaskan tautan bibirnya dari bibir Ryeowook hingga tersisa saliva – saliva yang menempel di bibir cherry Ryeowook. Kyuhyun mengusap saliva – saliva itu dengan ibu jarinya.

“Aku tak akan melakukan lebih. Ini lebih dari cukup.” Ucapnya sambil menarik tubuh mungil Ryeowook ke pelukannya dan tersenyum tulus. Lalu, Kyuhyun memejamkan matanya dan mulai masuk ke alam mimpinya.

Flashback END

Kyuhyun tersenyum simpul mengingat kejadian semalam. Ia benar – benar bersyukur dengan ide gila yang dibuat oleh neneknya itu. Namun tiba – tiba senyumnya hilang ketika mengingat perkataan Donghae tadi pagi padanya.

“Walaupun kau adalah atasanku, pemilik dari tempat aku bekerja. Namun untuk dia (Ryeowook), aku tak akan mengalah. Bersiap – siaplah.”

Kata – kata itu terus terngiang di pikiran Kyuhyun.

Kyuhyun langsung mengambil jas-nya yang diselemparkan di kursinya dan langsung keluar ruangan dengan raut wajah emosi.

.

.

.

.

Ryeowook masih berada di posisinya tadi. Ia masih menggeletakkan kepalanya di meja sambil memandang kursi Kyuhyun yang kosong sambil mengetuk – ngetukkan pena yang ia pegang ke kepalanya.

Lalu, Kyuhyun masuk ke ruangan masih dengan raut wajah sedikit emosi. Ryeowook yang kaget dengan kehadiran Kyuhyun yang tiba – tiba tentu saja reflek mendongakkan kepalanya untuk melihat Kyuhyun.

“Kau sudah kembali?” tanyanya pada Kyuhyun yang berdiri di depannya.

“Ikut aku!” Perintah Kyuhyun dengan nada dingin.

“Heh? Mwo?” tanya Ryeowook tak mengerti dengan maksud perkataan Kyuhyun padanya tadi.

Kyuhyun tak menjawab pertanyaan Ryeowook, ia malah membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju pintu ruangan untuk keluar.

Ryeowook langsung berdiri dari posisi duduknya. “Baiklah. Aku ikut.” Pekik Ryeowook, sedetik kemudian ia berlari kecil mengejar Kyuhyun.

Dengan mata besarnya ia bertanya. “Kau mau mengajakku kemana Kyu?” tanyanya.

Kyuhyun diam, ia malah membuka pintu dan berjalan keluar tanpa menjawab pertanyaan Ryeowook tadi. Melihat itu, Ryeowook mengerucutkan bibirnya sebal.

‘Ck! Dia menyebalkan, benar – benar menyebalkan!’ umpat Ryeowook sambil meremas tangannya gemas dan menghentak – hentakkan kakinya layaknya anak kecil yang tengah kesal, lalu ia berjalan mengikuti Kyuhyun dengan wajah cemberut.

 

Setelah berjalan cukup lama, akhirnya mereka sampai di tempat parkir mobil milik Kyuhyun. Kyuhyun langsung masuk ke dalam mobilnya dan Ryeowook hanya berdiri di samping mobil Kyuhyun, ia berpikir Kyuhyun akan membukakan pintu mobilnya untuknya jika Kyuhyun memang benar – benar mengajaknya pergi. Tapi setelah berdiri lama menunggu, Kyuhyun tetap tak keluar – keluar dari dalam mobil, ia hanya menghidupkan mesin mobil dan menunggu Ryeowook masuk. Akhirnya karena kesal menunggu, Kyuhyun membuka jendela.

“Masuk!” perintahnya dengan nada dingin.

“Ck! Kenapa tidak dari tadi?!!??!!?!?” ucap Ryeowook blak – blakan dengan dongkol sambil membuka pintu mobil dengan keras.

Akhirnya Ryeowook masuk ke dalam mobil, setelah masuk Kyuhyun segera melajukan mobilnya pergi dari gedung perusahaan. Ryeowook yang duduk di samping Kyuhyun terus – menerus menatap Kyuhyun dengan pandangan menyelidik yang tengah fokus dengan jalan, walaupun sebenarnya Kyuhyun tahu kalau Ryeowook dari tadi memandangnya terus dengan ekpressi itu. Karena jengah ditatap Ryeowook seperti itu, Kyuhyun menginjak gas sehingga mobil yang ia kendarai melaju dengan cepat, sontak saja Ryeowook yang dari tadi memang tak memakai sabuk pengaman langsung ambruk ke depan, untungnya ia bisa menahan tubuhnya dengan kedua tangannya.

“Kau GILA!” umpat Ryeowook keras – keras sambil menatap Kyuhyun dengan raut wajah super kesal.

“Pakai sabuk pengamanmu noonna.” Ujar Kyuhyun dengan nada dingin dan ekpressi datar tanpa menolehkan sedikitpun wajahnya pada Ryeowook.

“Kau namja yang punya kelainan jiwa. Kau harus berkonsultasi dengan doktor kejiwaan. Berengsek!” Ucap Ryeowook lagi mengumpat Kyuhyun terang – terangan.

Kyuhyun diam. Ia terus fokus dengan jalan yang ada di depannya. Karena tidak direspon oleh Kyuhyun, akhirnya Ryeowook menyerah. Ia mendecak kesal dan langsung menolehkan kepalanya ke jendela, menatap pemandangan kota Seoul lewat jendela sepertinya lebih normal daripada harus berbicara dengan namja yang super duper menyebalkan seperti Kyuhyun menurutnya.

.

.

.

.

Yesung berjalan menuju boutiqe milik Sungmin dengan senyuman sumringah terpampang di wajah tampannya. Matanya membentuk bulan sabit, sehingga membuat level ketampanannya bertambah.

‘Ku pikir inilah waktunya membalas perasaanku selama berabad – abad lamanya.’ Inner Yesung mendramatisir.

Ia membuka pintu dan segera menapakkan kakinya ke dalam boutiqe dengan senyuman sumringahnya.

“Selamat pagi oppa ..” sapa salah satu karyawan wanita.

“Selamat pagi Yesung oppa ..”

Yesung hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum manis pada mereka yang menyapanya dan terus berjalan ke ruangan milik Sungmin.

Ia masuk ke ruangan dengan senyuman terus merekah di wajahnya, namun seketika senyum wajahnya hilang ketika mendapati ruangan Sungmin kosong.

“Chagi …” panggilnya lembut sambil memandang sekeliling ruangan.

“Chagi ..” panggilnya lagi sambil mencari – cari keberadaan Sungmin.

Setelah sekian lama mencari, Yesung berkacak pinggang sambil mendesah. “Dia kemana?” tanyanya. Lalu, beberapa saat kemudian Yesung melirik meja kerja milik Sungmin.

.

.

.

.

[Cafe Moi Moi Bee]

Sungmin meminum kopi hangat miliknya dengan anggun.

“Eonnie … bagaimana perasaanmu sekarang?” tanya Kibum.

“Biasa saja.” Jawab Sungmin datar sambil meletakkan cangkir kopinya ke meja. Siwon menautkan alisnya. “Apakah itu benar?” tanya Siwon penasaran.

Mendengar itu, Sungmin menatap Siwon. Siwon segera sadar. “Ah, mianhae .. aku tak bermaksud mencampuri urusanmu.” Ucap Siwon tak enak hati.

“Tapi eonnie, aku pikir lebih baik eonni jujur saja.” Ujar Kibum mengutarakan pendapatnya.

Sungmin langsung menatap tajam Kibum. “Bu .. bu .. bukannya ju .. ju . jujur lebih baik eonnie?” tanya Kibum dengan takut – takut ditatap Sungmin seperti itu.

“Nde. Bukannya aku mau ikut campur, tapi kau sudah terlanjur tertangkap basah jika bisa dibilang. Untuk apa kau menutupinya lagi.” ujar Siwon dengan wajah serius dan bijaksana.

Mendengar itu semua, Sungmin langsung meminum kopinya malas.

Sungmin meletakkan cangkir kopinya ke meja. “Jika kalian bermaksud berceramah, ini bukan tempatnya.” Ujar Sungmin tanpa perasaan.

Kibum langsung menundukkan kepalanya merasa bersalah mendengar penuturan Sungmin barusan, “Mianhae eonnie …” ucap Kibum pelan.

“Ah, tak apa. Ngomong – ngomong bagaimana kabar dari radio rusak itu?” tanya Sungmin mencoba mengalihkan topik pembicaraan.

Kibum langsung mendongakkan kepalanya dan menatap Sungmin dengan tatapan rindu.

“Aku merindukan Wookie eonnie ..” ujarnya jujur.

“Dia pasti baik – baik saja. Kau tak perlu khawatir.” Ucap Siwon sambil mengelus – elus rambut halus hitam milik Kibum dengan senyuman khas-nya.

“Siwon benar. Yeoja itu pasti sekarang tengah bersenang – senang.” Ujar Sungmin.

.

.

.

.

Ryeowook menekuk wajahnya berlipat – lipat mendapati dirinya ternyata dibawa ke sebuah restoran mewah. Dan ia diabaikan oleh Kyuhyun yang kini tengah berbincang ria dengan yeoja berparas cantik dan anggun namun menurut Ryeowook penuh dengan aura mistis dan horor menyelimuti yeoja itu.

Ryeowook mencabik – cabik makanan yang menurutnya lebih pantas dimakan oleh kambing, sapi atau kerbau di depannya dengan garpu dan sendok.

Yeoja itu melirik sinis Ryeowook. “Apa yeoja seperti ini yang akan menjadi pendamping hidupmu oppa?” tanya yeoja itu.

Ryeowook yang akan memasukkan makanan ke mulutnya langsung menghentikan aktivitasnya dan menatap yeoja itu shock.

Kyuhyun hanya diam. “Sungguh melenceng dari perkiraanku.” Ejek yeoja itu.

Ryeowook yang mendengarnya langsung membuka dan menutup mulutnya layaknya ikan yang kehabisan air.

“Aku Kim Heechul, teman dekat Kyuhyun oppa dari kecil. Aku sangat dekat dengan Kyuhyun oppa. Aku menuntut ilmu di tempat yang sama dengan Kyuhyun oppa menuntut ilmu. Aku mengambil jurusan bisnis yang sama dengan Kyuhyun oppa juga. Kami sering melakukan apapun berdua. Aku anak tunggal pemilik Kim Corporation dan pewaris tunggal Kim Corporation.” Ucap Heechul memperkenalkan dirinya dengan angkuh sambil menjulurkan tangannya pada Ryeowook. Ryeowook yang tadinya menganga shock langsung bungkam. Ia melirik uluran tangan itu tak percaya.

Heechul menaikturunkan tangannya mencoba menyadarkan Ryeowook kalau ia tengah menunggu respon dari Ryeowook.

“Oh, maaf ..” ujar Ryeowook sadar lalu membalas uluran tangan Heechul. “Aku …” belum sempat Ryeowook melanjutkan kata – katanya Heechul memotong perkataannya sambil menarik jabatan tangannya.

“Tak perlu memperkenalkan diri, aku sudah tahu dirimu. Cukup berjabat tangan saja.” Ucap Heechul dengan tersenyum.

Melihat itu tentu saja Ryeowook dongkol bukan main. Ia tersenyum masam, lalu menyuapkan sesendok salad ke mulutnya dan mengunyahnya dengan dongkol.

 

“Ngomong – ngomong oppa, bagaimana kau bisa menemukan yeoja seperti ini? Bukankah banyak yeoja yang sebanding denganmu dan seumuran denganmu? Kenapa memilih yeoja seperti ini?” tanya Heechul tanpa perasaan dengan penekanan dalam setiap kata – katanya.

Ryeowook langsung meminum minumannya dengan kesal mendengar pertanyaan milik Heechul untuk Kyuhyun.

“Entahlah.” Jawab Kyuhyun sambil meminum minumannya tenang.

“Oppa, aku kira yeoja idamanmu itu yang seksi … tinggi … langsing … cantik … manis … sopan … dan berwawasan luas.” Ujar Heechul sambil melirik Ryeowook. Ryeowook meletakkan minumannya dengan keras dan berhasil menimbulkan suara.

“Ada apa?” tanya Heechul pura – pura kaget.

“Hahahha … sepertinya tanganku terlalu bertenaga tadi saat meletakkan ini.” Ucap Ryeowook dengan tertawa garing sambil menunjuk gelas yang tadi diletakkannya.

“Oh, aku kira kau tersinggung dengan perkataanku.” Ucap Heechul tanpa hati.

“Hahahha .. ah anio ….” ujar Ryeowook dengan tertawa garing lagi, setelah itu Ryeowook meremas – remas tangannya kesal bukan main.

“Oppa … apa kau suka yeoja yang lebih tua darimu?” tanya Heechul.

“Mungkin.” Jawab Kyuhyun santai.

“Hahahah, mungkin kau suka karena mereka punya pengalaman kehidupan yang lebih.” Ujar Heechul dengan tertawa.

Ryeowook mencoba tersenyum manis saat Heechul menatapnya, padahal sebenarnya di dalam hati Ryeowook dari paling luar sampai paling dalam ia berdo’a agar tiba – tiba ada beribu – ribu lalat yang masuk ke tenggorokan yeoja di depannya ini agar mati tersedak.

“Aku heran padamu oppa. Matamu pasti sedang bermasalah saat menemukannya oppa. Aku kasihan padamu.” Ujar Heechul dengan seenak jidatnya sambil menunjuk Ryeowook.

Ryeowook yang mendengarnya langsung membuka mulutnya lebar – lebar dan menatap Heechul.

Heechul yang melihatnya langsung menatap Ryeowook sok polos. “Ada apa?” tanya Heechul.

Ryeowook mengangkat dagunya mencoba angkuh. “Ani. Tak ada. Aku hanya merasa pasokan oksigen di restoran ini begitu sedikit. Aku butuh udara lebih. Sepertinya aku harus keluar. Aku keluar dulu ne.” Ujar Ryeowook dengan tersenyum dan mengibaskan rambutnya sok dan bangkit dari duduknya.

“Aku tunggu kau di mobil.” Ucap Ryeowook pada Kyuhyun sambil berlalu pergi.

Heechul menatap Ryeowook sebal, “Ada apa dengannya?” tanyanya tak percaya, sedangkan Kyuhyun meminum minumannya dengan senyum smirk di wajahnya.

.

.

.

.

Ryeowook melangkahkan kakinya dengan dihentak – hentakkan sepanjang perjalanan menuju area parkir. Mulutnya komat – kamit mengucapkan ucapan mantra – mantra yang entah itu mujarab ataupun tidak.

“Sialan! Berengsek!”

“Dia pikir dia siapa huh?”

“Dasar yeoja kegenitan! Sombong! Menyebalkan!”

“Aku harap dia akan keracunan saat makannya nanti!”

“Ku harap ada kendaraan besar yang berbaik hati menabraknya. Menyebalkan!”

Ryeowook menghentikan kegiatan melafalkan mantra – mantra dari mulut cherry-nya ketika menyadari sudah berada di depan mobil Kyuhyun yang terparkir dengan manis. Ia berjalan menuju pintu dengan wajah yang ditekuk – tekuk tak karuan.

“Dia juga menyebalkan! Sudah tahu aku diejek, tapi dia diam saja! Dasar namja pengecut!” umpatnya sambil mencoba membuka pintu mobil Kyuhyun.

Ryeowook menautkan alisnya bingung ketika mendapati pintu mobil milik Kyuhyun tak mau terbuka. “Apa – apaan ini?” tanyanya bingung sambil mencoba membuka pintu mobil itu lagi dengan sekuat tenaga.

“Aiiigooooo .. aku lupa kalau Kyuhyun mengunci mobilnya.” Ujar Ryeowook baru sadar dengan kebodohannya sambil menggaruk jendela mobil.

Ryeowook menyandarkan punggungnya di pintu mobil dengan ekpressi pasrah. “Ya Ampuun .. aku gegabah sekali.” Ujar Ryeowook sadar, namun kesadarannya menghilang lagi.

“Tapi … tapi … Yeoja itu memulai duluan … dia sungguh menyebalkan!” elak Ryeowook. “Tapi … namja paboo itu juga menyebalkan.” ucap Ryeowook menyalahkan.

“AAAAAAAA .. Yeoja itu saaangaaat meeeenyebaaaaalkaaaan !!!! Kyuhyun juga saaaangaaat meeeenyeeeebaaaalkaaaaan …………..” teriaknya dengan kesal sambil menghentak – hentakkan kakinya dan meremas – remas tangannya kesal layaknya anak kecil.

 

“Berhentilah berteriak noonna .. masuk!” ujar Kyuhyun yang tiba – tiba sudah melewati dirinya. Ryeowook membelalakkan matanya. “Hei .. hei .. hei … sejak kapan kau berada disana?” tanya Ryeowook heran.

Tanpa menggubris pertanyaan Ryeowook, Kyuhyun masuk ke mobil.

“Hei .. hei .. hei .. aku sedang berbicara padamu! Apa kau tahu? Hei …” teriak Ryeowook sambil menggedor – gedor jendela mobil Kyuhyun. Melihat itu Kyuhyun menurunkan jendelanya. “Masuklah .. aku akan telat.” Ujarnya dengan nada datar.

“Mwo? Yang benar saja? Apa kau mendengar tadi yang ku katakan?” tanya Ryeowook sambil mendecih sebal.

“Masuklah noonna!” ujar Kyuhyun sambil menghidupkan mesin mobil. Melihat itu, Ryeowook pasrah. Ia tahu ia tak akan merespon ucapannya. Akhirnya ia masuk ke dalam mobil dengan raut tambah kesal.

Setelah masuk dan duduk dengan manis, Kyuhyun melajukan mobilnya.

“Kita mau kemana lagi?” tanya Ryeowook memecah keheningan.

“Kau akan tahu. Bilang saja malam ini kau tak akan pulang ke rumah eonni-mu itu.”

.

.

.

.

[Cafe Moi Moi Bee]

Sungmin masih berada di cafe, bedanya sekarang sudah tak ada Kibum dan Siwon. Kibum dan Siwon pergi berkencan, dan Sungmin? Ia berkutat dengan laptopnya, mendesain gaun – gaun yang dipesan oleh para customernya.

Setelah lama berkutat dengan itu, ia menutup laptop sambil menghembuskan nafas lega.

“Akhirnya selesai.” Ujarnya sambil meminum kopinya yang entah sudah ke berapa. Inilah sisi buruk Sungmin, jika ia sudah bekerja, ia tak pernah membatasi kopi yang diminumnya.

Setelah meminum kopinya, ia melirik ponselnya lalu mengecek apakah ada pemberitahuan yang penting. Matanya membulat seketika melihat 15 panggilan dari Yesung dan beberapa pesan Yesung.

15.07

Chagi. Kau dimana? aku berada di kantormu, aku menunggumu. Saranghae :*

 

15. 15

Chagi .. cepatlah datang kemari. Aku sangat merindukanmu dan rasanya sampai ingin mati. Cepatlah …

 

15.28

Aku masih menunggumu. Aku akan terus menunggumu. I love you, Lee Sungmin.

 

15.39

Ada yang ingin ku sampaikan, cepatlah datang. Aku benar – benar tersiksa saat tak bisa melihatmu. Cepat datang ne 😉

 

15.43

Sebenarnya kau dimana chagi? Ada sesuatu yang penting. Cepatlah kemari. Jeongmal saranghae ❤ ❤ ❤

 

15.51

9 menit lagi boutiqe-mu akan ditutup. Cepatlah kemari. Ada sesuatu yang benar – benar penting dan mendesak. Kemarilah. Ppalli ppalli ppalli …. chu :*

Sungmin melirik jam yang melingkar dengan manis di pergelangan tangannya, di jam itu tertera pukul 16.19. Itu artinya ini sudah 19 menit setelah boutiqe-nya tutup. Ia menutup ponselnya dan bergegas memasukkan barang – barangnya yang berserakan di meja dengan cepat ke tasnya. Lalu bergegas pergi dari cafe dengan tergesa – gesa.

.

.

.

.

Kibum berjalan menyusuri jalanan Seoul yang ramai. Hari ini ia memang tak diantar pulang oleh Siwon setelah mereka berkencan, karena Siwon memilik urusan. Ia menghembuskan nafas panjangnya. Semenjak ia berhubungan dengan Siwon, namja yang ia sukai selama 1 tahun lebih itu ia selalu diantar dan dijemput dan sekarang ia berjalan kaki seperti saat dahulu ia belum berhubungan dengan Siwon, tapi kenapa rasanya berbeda? Padahal ia dulu selalu berjalan kaki.

Ia mengeratkan syal-nya, ini hampir berakhir musim dingin namun kenapa masih sangat dingin? Pikirnya.

Tak sengaja ia menolehkan kepalanya ke cafe yang dilewatinya, matanya membulat seketika. Disana, dibalik jendela bening itu terdapat dua orang, satu yeoja yang ia tak tahu identitasnya dan satu namja yang sangat dikenalnya. Yeoja itu mencium bibir namja itu yang tak lain adalah Siwon, namjachingunya. Matanya berkaca – kaca dan mulai memanas, rasanya ia sudah ingin sekali menumpahkan air mata yang terbendung di pelupuk matanya.

“Jadi ini yang kau sebut dengan urusan penting?” ujarnya lirih sambil membuang muka.

.

.

.

.

“KENAPA KESINI ???” pekik Ryeowook shock dan tak percaya melihat rumah keluarga Cho lagi di depan matanya.

Seperti tak mendengarkan pekikan cempreng Ryeowook. Kyuhyun dengan santainya menggandeng tangan mungil Ryeowook dan menariknya untuk masuk ke dalam rumah, padahal sang empunya tangan terus menatap Kyuhyun dengan horor.

“Shireo! Aku tak mau! Aku mau pulang!” pekik Ryeowook kesal dan terus mencoba melepaskan genggaman tangan Kyuhyun dari tangannya. Kyuhyun berhenti berjalan, lalu melepas genggaman tangannya dan menatap Ryeowook dengan ekpressi datar.

“Kyu .. aku tak mau masuk! Aku mau pulang! Antarkan aku pulang sekarang!” ujar Ryeowook memerintah layaknya seorang tuan putri.

Kyuhyun menaikkan alisnya.

“Apa kau tuli? Antarkan aku kembali ke tempat asalku sekarang!” ujar Ryeowook lagi.

“Kalau begitu pulanglah.” Ujar Kyuhyun datar. Mendengar itu, Ryeowook membulatkan matanya lucu. “MWO???” tanyanya tak percaya.

“Bagaimana kau bisa menelantarkan aku? Kau yang membawaku, kau juga yang mengembalikan aku.” Ucap Ryeowook ngotot.

“Aku memang membawamu, tapi aku tak ingin mengembalikanmu.” Ujar Kyuhyun dengan nada datar sambil berjalan masuk ke dalam rumah. Sedangkan Ryeowook yang mendengarnya hanya bisa membelalakkan matanya lagi dengan shock.

.

.

.

.

Sungmin masuk ke dalam ruangan kerjanya di boutiqe-nya yang gelap dengan raut wajah gusar dan khawatir. Ia menekan saklar dan teranglah ruangan itu. Ruangan itu sepi, semua seperti biasa. Matanya kini berkaca – kaca. Ia menggigit bibirnya, setitik air mata turun dari matanya.

“Mianhae.” Ujarnya lirih.

“Mencariku chagi?” tanya Yesung yang entah dari mana sudah berada di belakang Sungmin dengan senyum manis bertengger di wajah tampannya.

Sungmin berhenti menangis. Entah, sekarang ia tak tahu apa yang ia rasakan. Rasanya tubuhnya membeku mendengar suara berat namja bermata bulan sabit itu. Tiba – tiba ia merasakan sebuah tangan kekar merangkulnya dari belakang.

“Untuk apa menangis? Aku selalu berada disisimu Minnie chagi.” Ujar Yesung lembut sambil memeluk Sungmin erat.

“ ….. “

Yesung menghembuskan nafas, “Aku tahu ini bukan waktu yang tepat .., tapi ….” Yesung berhenti sebentar, lalu mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya. Ia memasang sebuah kalung dengan cincin sebagai hiasannya di leher jenjang Sungmin dengan lembut.

Setelah selesai memakaikannya, Yesung tersenyum, “Will you marry me, Lee Sungmin?” tanya Yesung. Sungmin hanya bisa membelalakkan matanya tak percaya mendengar ucapan Yesung barusan, entah mengapa ia merasa Yesung sangat lembut dan serius dalam pembawaannya.

.

.

.

.

Kyuhyun dan Ryeowook masuk ke dalam ruang keluarga, disana ada Tuan Cho yang sedang membaca koran, Nyonya Cho yang sedang menonton televisi bersama Nenek Cho, dan Ahra yang sedang membaca majalah fashion, dan juga ada beberapa pelayan yang melayani mereka.

“Anyeong ..” sapa Ryeowook dengan membungkuk dan ramah.

“Anyeong ..” jawab mereka semua yang ada disana hampir bersamaan.

“Ah … calon menantu …” ujar Nenek Cho dengan bahagia sambil berdiri dari posisi duduknya.

Nyonya Cho yang dari tadi fokus dengan televisi dan mendengar kata ‘calon menantu’ langsung memasang raut wajah shock.

“Apa ?!?!?!? Kenapa kau bisa kemari????” pekik Nyonya Cho tak percaya.

Pletak ….

Nenek Cho dengan ganas langsung memukul kepala nyonya Cho dengan gulungan majalah yang entah ia dapat darimana. Dengan geram nenek Cho berkata, “Bersikaplah sewajarnya.” Ujar nenek Cho dengan pelan.

Ahra menutup majalahnya dan menatap eommanya malas. “Kau berlebihan sekali eomma.” Cibir Ahra sambil menopang dagunya.

Ryeowook hanya bisa menggaruk kepalanya, ia bingung harus berbuat apa.

“Ada apa yang membuatmu kemari?” tanya Tuan Cho dengan tersenyum bijak.

Baru Ryeowook ingin menjawab, Kyuhyun sudah mendahuluinya. “Aku yang mengajaknya kemari.” Ujar Kyuhyun sambil berjalan menuju tangga untuk menuju kamarnya.

“Hei .. apa kau mau meninggalkan dia disini begitu saja?” protes nyonya Cho pada Kyuhyun, tapi Kyuhyun malah terus berjalan.

“Ah …. tak apa. Lebih baik kau ikut nenek saja calon menantu ..” ucap nenek Cho dengan gembira sambil menarik tubuh Ryeowook keluar dari ruangan keluarga.

[SKIP]

Nenek Cho ternyata mengajak Ryeowook menuju kamarnya. Ryeowook diam di depan kamar nenek Cho, ia bingung harus masuk atau tidak.

“Hei calon menantu, kenapa diluar? Masuklah, ppalli.” Ujar nenek Cho dengan tersenyum.

“Ah, nde.” Ujar Ryeowook kaku sambil mencoba tersenyum, lalu masuk ke kamar nenek Cho yang bernuansa tradisional.

“Aiiigooo … aku benar – benar sangat bersyukur kepada Tuhan karena telah mengirimkanmu pada keluarga ini.” Ujar nenek Cho dengan bahagia sambil memegang kedua tangan Ryeowook saat Ryeowook duduk di sampingnya.

Mendengar itu, Ryeowook hanya bisa mengeluarkan kata ‘Hah?’ dengan ekpressi bingung dan tak percaya.

“Ah .. aku benar – benar bahagia saat Kyuhyun mengumumkan kalau kalian bertunangan. Aku merasa saat itu adalah kau yeoja yang tepat untuknya, walaupun aku belum pernah melihatmu.” Ujar nenek Cho lagi dengan mata menerawang dan Ryeowook hanya bisa terdiam dan memasang muka tambah bingung.

“Kyuhyun adalah cucuku yang paling susah untuk ditebak jalan pikirannya. Ia tak pernah memperlihatkan rasa sayangnya secara langsung, apalagi lewat kata – kata. Ia lebih memilih memperlihatkan rasa sayangnya dengan perbuatan. Namun, saat aku mendengar dan melihatnya mengangkat tanganmu dan mempertontonkan cincin warisan keluarga Cho secara turun temurun di depan banyak media massa aku merasa kau benar – benar yeoja yang tepat.” Ucap nenek Cho lagi.

“Jadi ..” nenek Cho tiba – tiba mencengkram bahu Ryeowook dan menatapnya intens.

Ryeowook yang kaget tentu saja menarik tubuhnya ke belakang. “jadi ..?” ulang Ryeowook dengan takut – takut sambil meneguk ludahnya yang rasanya kelu.

“Aku harap kau mau menjadi pendamping hidupnya.” Ujar nenek Cho sambil menghembuskan nafas beratnya. Mendengar itu, Ryeowook menggigit bibirnya.

“Kau tahu, Kyuhyun adalah tipe orang yang menyenangkan, dulu ia sangat sering tertawa lepas, tapi sekarang tersenyum-pun tidak. Ia benar – benar berubah menjadi dingin dan lebih sering tersenyum palsu pada orang – orang. Ia juga sering melakukan orang – orang dengan semena – mena.”

Mendengarkan ucapan nenek Cho membuat Ryeowook antusias, sepertinya menarik, pikirnya.

“Kau pasti bertanya – tanya kenapa kan?” tanya nenek Cho sambil tersenyum masam. Ryeowook menganggukan kepalanya kaku sambil menggigit bibirnya, ia merasa bersalah juga karena nenek Cho tahu jalan pikirannya.

“Dia berubah sejak ia mengetahui kalau ia harus melanjutkan perusahaan, padahal ia sangat menyukai bidang musik. Ia ingin menjadi penyanyi atau pianis terkenal. Berkali – kali ia mencoba meyakinkan orang tuanya, namun tetap tak berhasil. Mereka tetap memaksanya melanjutkan perusahaan tanpa memikirkan perasaannya.”

“Tapi setelah melihatmu di televisi bersamanya, aku seperti melihat Kyuhyun-ku yang dulu, cucuku yang sangat ku sayangi. Aku melihat ketulusan disana, di dalam kata – katanya untuk melindungimu.”

“Jadi aku mohon padamu, tolong kembalikan Kyuhyun menjadi Kyuhyun yang dulu, kembalikan senyum dan tawa lepasnya, kembalikan kebahagiannya, karena aku tahu kau yeoja yang tepat.”

.

.

.

.

Kyuhyun memainkan pianonya dengan sangat indah. Jari – jarinya dengan lentik menari – nari di atas tuts piano. Ryeowook yang baru masuk ke kamarnya tentu saja terpukau mendengar alunan melodi dari piano itu.

Tiba – tiba Kyuhyun menghentikan permainannya.

“Kenapa berhenti?” tanya Ryeowook heran dan bingung.

“Sampai kapan kau akan berdiri disana? Kau mau masuk apa tidak?” tanya Kyuhyun sambil menaikkan alisnya.

Mendengar itu, Ryeowook langsung cengengesan. “heheheh, mianhae ne.” Ujarnya dengan kekehan geli menyadari kekonyolannya.

Setelah Ryeowook masuk, Kyuhyun menutup pianonya dan berjalan mengambil kasur lipat untuk tidur.

“Kau bisa mandi, aku sudah menyediakan baju tidur untuk yeoja di kamar mandi, jadi tak perlu meminjam punyaku lagi.” ucap Kyuhyun sambil mengambil bantal dan tidur di bawah.

“Oh ..” balas Ryeowook ber’oh’ria, lalu Ryeowook menggigit bibirnya memikirkan ucapan nenek Cho tadi.

“Kyu ..” panggilnya pelan.

“Hn?”

“Aku menerimanya.” Ucap Ryeowook sambil menggigit bibirnya dan menatap Kyuhyun yang tidur.

“Maksudku tawaranmu kemarin malam, aku menerimanya.” Mendengar penuturan Ryeowook, Kyuhyun yang tadi memejamkan matanya langsung membuka matanya tak percaya.

 

TBC

Whooooooaaaaaah ….. #ngerengganginotot

Anyeeeeoooong chingu-deul, udah berapa abad aku bertapa ye ????

Kekekekke :p

Mianhae ne chingu, baru bisa update sekarang T^T

Sebenernya jadwalnya itu hari rabu, minggu lalu. Eh tapi ternyata aku dapet musibah 😥

Mama aku kecelakaan dan harus dirawat di RS. Tapi alhamdulillahnya malem minggu kemaren udah pulang. yey ^^

Dan akhirnya aku update di zaman berapa ini sekarang? xD plak

Aku mengucapkan permohonan minta maaf yang sebesar – besarnya buat eonnie Tary yang aku PHP-in besar – besaran. T^T

Mianhae ne eonnie.

Udah deh, besok jadwalnya Firefly In The Dark yang bakalan aku post. Yang chapter 2-nya I Will Cure You bakalan aku next abis lebaran, soalnya ada something gituh :p ada kata-kata-nya itu lhoh xD plak

Ya udah deh, jangan kepanjangan. PAI PAI CHINGU 😀

Tinggalkan komentar Anda semua :p

With LOVE! ~Frisca

Find Your Personality!

doremi

Anyeeeeoong chingu-deul … ^^

 

Aduuuuh .. mianhae ne aku tadi malem enggak jadi update LIC 😥

Om aku yang dari Semarang pulang ke rumah, kalo aku dekem di kamar sama notebook takutnya dikira gimana gituuuh, jadi aku enggak bisa ngelanjutin proyek saya yang atuh itu T^^T #alasan.ditimpukreaderpakekkolor

 

Ya udah, daripada blog aku kosong dan banyak jaring laba – laba yang bergentayangan di blog, mending diisi ama apaan gituh #apainithor?

 

Heheheh :p #senyumgaje

Hari ini aku mau nge-share sama kalian semua tentang 4 kepribadian manusia. Selamat membaca dan semoga bermanfaat O:)

 

  1. Sanguinis (Yang Populer)

Kepribadian Sanguinis “Si Populer” ( Ekstrovert – Membicara – Optimis )

Naah .. ini sifat saya #kibasrambut

Kalo yang pengen tahu saya lebih dalem lagi, mending baca ini. Semuanya sama, mau itu postive dan negative-nya xD plak.

Ciri-ciri sifat Sanguinis :

–          Mereka seneng banget dan ngebet pingin populer dan disenangi sama orang – orang .

–          Hidupn mereka penuh dengan bunga warna – warni. Bunga kamboja, bunga melati, bunga mawar, bunga anggrek, bunga tulip sampek bunga bangke -_-

–          Mereka demen banget ngomong gak berhenti – henti.

–          Gejolak emosinya bergelombang dan transparan. Pada suatu saat dia teriak kegirangan kemudian beberapa saat kemudian dia bisa jadi menangis tersedu-sedu.

–          Seneng nolong orang lain tetapi dia enggak dapet jadi sandaran .

–          Umumnya sih enggak penakut, tapi kalau bermasalah suuliiit banget buat bertaubat, sampek ngeden – ngeden mereka pasti sulit banget tobatnya xD plak

–          Agak pelupa (Kalo gue suka amnesia dadakan), sulit berkonsentrasi cenderung berfikir pendek,dan hidupnya serba tak teratur dan amburadul.

–          Kemungkinan besar mereka kurang mampu berdisiplin dengan waktu, sering lupa pada janji apalagi bikin planning/rencana. Beuuuuh … jadi kalo janjian sama orang sanguinis yang sabar ajah.

–          Dia kalau disuruh ngelakuin sesuatu, dia bakalan cepet mengiyakan dan terlihat kayak bener – bener hal itu bakalan dikerjain. Dengan semangat 45 dia ingin buktikan bahwa ia bisa dan bakalan ngelakuinnya. Tapi percayalah, beberapa hari kemudian ia tak lakukan apapun juga. :p Sorot matanya sering berbinar dan tampak berkaca-kaca ceria, pupil matanya cenderung besar.

–          Dia banyak bicara dan ketawa, heboh, serta punya banyak guyonan, suka ngerjain orang juga.

–          Waktu dia bicara seluruh wajah dan kebanyakan anggota tubuhnya ikut gerak untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan.

–          Pada waktu duduk enggak bisa diem.

–          Ngga sungkan untuk nanya-nanya.

–          Suka pakai pakaian yang warnanya ngejreng bukan main, atau apapun yang bikin dia tampak mudah dibedakan dengan yang lain.

–          Minta dikomentari sama temen-temennya tentang apa aja yang dia punya.

–          Mikirnya cepat, dan itu karena dia tahu manakah alternatif yg paling atau lebih menyenangkan.

Kekuatan dan Kelemahan Sanguinis:

Kekuatan  :

–          Seneng ngomong.

–          Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstrative.

–          Antusias dan ekspresif.

–          Ceria dan penuh rasa ingin tahu.

–          Hidup di masa sekarang.

–          Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan), pokoknya banyak banget yang dipengenin.

–          Berhati tulus dan kekanak-kanakan.

–          Seneng kumpul buat ngrumpi biasanya -_-

–          Mudah berteman dan menyukai orang lain

–          Seneng banget sama pujian dan pingin jadi pusat perhatian.

–          Menyenangkan dan dicemburui orang lain.

–          Mudah maafin kesalahan orang (dan enggak nyimpen dendam).

–          Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan.

–          Menyukai hal-hal yang spontan.

Kelemahan :

–          Suara sama ketawanya keras kayak orang pakek toa xD plak

–          Suka banget besar – besarin suatu masalah atau kejadian.

–          Susah banget buat diem. #guebanget

–          Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka nge-Gank). #senyumgaje (yang ini gue enggak, tapi cuma ikut – ikutan doank :p)

–          Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele sekalipun.

–          RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek)

–          Kalo kerja lebih suka ngomong dan nglupain kewajiban (awalnya aja antusias).

–          Sebagian terlalu bahagia.

–          Mudah marah, tapi gampang banget ditenangin.

–          Suka nyela pembicaraan orang. (gue kalo enggak nyela, gatel rasanya tenggorokan gue)

–          Suka ngeluh terus mudah berubah-ubah.

–          Susah dateng tepat waktu, molor mulu kerjaannya alias telat.

–          Prioritas kegiatan kacau balau.

–          Mendominasi percakapan dan susah mendengarkan dengan tuntas.

–          Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya.

–          Egoistis.

–          Sering nge-les dan mengulangi cerita-cerita yang sama.

–          Konsentrasi ke “How to spend money” daripada “How to earn/save money”.

 

Naaah .. hayooo .. siapa yang sanguinis kayak aku ???? #maininalis

Okay, next …

 

  1. Melankolis (Yang sempurna)

Kepribadian Melankolis “Si Sempurna” ( Introvert – Pemikir – Pesimis )

Ciri – Ciri Sifat Melankolis :

–          Agak berseberangan dengan sang sanguinis. #nadasinis xD plak

–          Serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola.

–          Umumnya mereka ini demen banget sama yang namanya fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam.

–          Dalam sebuah pertemuan, orang sanguinis selalu saja mendominasi pembicaraan, namun orang melankolis cenderung menganalisa, memikirkan, mempertimbangkan, lalu kalau bicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang ia pikirkan secara  mendalam sekali.

–          Orang melankolis tuh pingin serba sempurna pokoknya.

–          Segala sesuatu ingin teratur. Jadi jangan heran kalo ada orang yang `melankolis’ gak `kan bisa tidur cuma gara-gara selimut yang membentangi tubuhnya belon  ketata rapi. Dan jangan pula coba-coba mengubah isi  lemari yang telah disusun orang `melankolis’, sebab betul-betul ia tata-apik sekali, sehingga warnanya, jenisnya, klasifikasi pemakaiannya sudah ia perhitungkan dengan rapi. (kalo gue .. #lirikalmari xD) Kalau perlu ia bakalan tulisin satu per satu tata letak setiap jenis pakaian tersebut. Dia bakalan dongkol dan dendam kesumat kalau susunan itu tiba-tiba jadi lain.

–          Sering pakek kata kayak “tergantung” atau apapun yg menunjukkan dia banyak banget yang dipertimbangin.

–          Kalo dengerin kalian ngomong dia sering banget pakek pose non verbal (tangan ke wajah/nopang dagu).

–          Sering banget bilang “minta maaf”.

–          Saat duduk sikap nonverbalnya tampak kayak orang yang sedang mengevaluasi (i.e. tangan di dagu, tangan di pipi).

–          Peka pada bagaimana orang lain memberi tanggapan.

–          Bisa sampe menangis kalau denger cerita orang lain.

–          Model pakaian dan style-nya konservatif (i.e. bukan motif berani, kemeja dimasukkan baju, dst

–          Mikirnya lama, dan banyak pertimbangan.

 

Kekuatan dan Kelemahan Melankolis :

Kekuatan :

–          Analitis, mendalam, dan penuh pikiran.

–          Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal, pokoknya serba teratur deh hidupnya oran ini.

–          Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis).

–          Sensitif.

–          Mau ngorbanin diri dan idealis.

–          Standar tinggi dan perfeksionis.

–          Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi) pakek bingit.

–          Hemat.

–          Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan.

–          Kreatif.

–          Kalau sudah mulai, dituntaskan.

–          Berteman dengan hati-hati.

–          Puas di belakang layar, menghindari perhatian.

–          Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi.

–          Sangat memperhatikan orang lain.

–          Menghindari perhatian.

Kelemahan :

–          Cenderung ngelihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan).

–          Mengingat yang negatif & pendendam.

–          Mudah ngerasa bersalah dan memiliki citra diri rendah.

–          Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan.

–          Tertekan pada situasi yang enggak sempurna dan berubah-ubah.

–          Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan (if..if..if..).

–          Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan.

–          Hidup berdasarkan definisi.

–          Sulit sosialisasi.

–          Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya. (eeeh … -_-)

–          Sulit ngungkapin perasaan yang lagi dirasain (cenderung menahan kasih sayang).

–          Rasa curiganya buuuuuuesar (skeptis terhadap pujian).

 

 

  1. Koleris (Yang kuat)

Kepribadian Koleris “Si Kuat” ( Ekstrovert – Pelaku – Optimis )

Ciri-ciri sifat Koleris :

–          Mereka ini seeeeneeng biiingiiit ngatur orang.

–          Suka nunjak – nunjuk atau merintah – merintahin orang lain. Bahkan tamu pun bisa saja ia `suruh’ melalukan sesuatu untuknya. (Ehhh .. orang ini -_-)

–          Dia enggak pingin ada penonton dalam aktivitasnya.

–          Akibat sifatnya yang `bossy’ itu membuat banyak orang koleris enggak punya banyak teman .

–          Orang-orang berusaha ngehindar, menjauh agar enggak jadi `korban’ karakternya yang suka `ngatur’ dan enggak mau kalah itu .

–          Orang koleris seneng banget sama tantangan dan petualangan.

–          Mereka punya pemikiran, “cuma gue yang bisa nyelesain segalanya, tanpa gue pokoknya berantakan semua”. (Eh .. siape elu? #ngupil)

–          Mereka sangat “goal oriented”, jadi pokoknya apapun yang dipinginin harus tercapai.

–          Tegas, kuat, cepat dan tangkas mengerjakan sesuatu.

–          Buat dia enggak ada istilah enggak mungkin dihidupnya.

–          Seorang cewek koleris, mau dan berani naik tebing, memanjat pohon, bertarung ataupun memimpin peperangan. #wajahshock

–          Kalau ia sudah kobarkan semangat “ya pasti jadi…” maka hampir dapat dipastikan apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia katakan. Sebab ia tak mudah menyerah, tak mudah pula mengalah .

–          Sorot matanya tajam, dan berani bertatap pandangan lama.

–          Duduk sikapnya tegak, gayanya defensif dan atau superior (tangan bersilang di depan dada, kedua tangan diletakkan di belakang tengkuk).

–          Tiba-tiba aja suka betulin kerah baju kalian yang melenceng.

–          Gigih banget ngebuat orang lain buat nerima pendapatnya dia.

–          Suka berdebat dan beda pendapat dengan orang lain.

–          Suka menjadi pemimpin

–          Orang lain harus ikut caranya, kalo ngga suka, ya udah, tinggalin ajah!

 

Kekuatan Dan Kelemahan Koleris :

Kekuatan :

–          Seneng mimpin, buat keputusan, dinamis dan aktif (Seorang Leader).

–          Pengambil Keputusan.

–          Dinamis dan Aktif.

–          Bener – bener butuhin perubahan dan harus ngoreksi kesalahan.

–          Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran.

–          Bebas dan mandiri.

–          Berani menghadapi tantangan dan masalah.

–          “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini”, prinsip mereka.

–          Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat.

–          Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus  pada produktivitas.

–          Membuat dan menentukan tujuan.

–          Terdorong oleh tantangan dan tantangan.

–          Enggak begitu perlu teman. (Ih, songong lu #sambilkorekkuping)

–          Mau mimpin dan mengorganisasi.

–          Biasanya bener dan punya visi ke depan.

–          Unggul dalam keadaan darurat.

Kelemahan :

–          Enggak sabaran dan cepat marah (kasar dan tidak taktis).

–          Seneng merintah orang – orang.

–          Terlalu bergairah dan susah buat santai.

–          Menyukai kontroversi dan pertengkaran.

–          Terlalu kaku dan kuat/ keras.

–          Engga suka air mata dan emosi enggak simpatik.

–          Enggak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci.

–          Sering ngebuat keputusan tergesa-gesa.

–          Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain.

–          Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuannya.

–          Workaholics (kerja adalah “tuhan”-nya).

–          Sulit gilaaak gaku salah dan minta maaf.

–          Mungkin selalu bener tapi enggak populer.

 

  1. Plegmatis (Yang Cinta Damai)

Kepribadian Phlegmatis “Si Cinta Damai” ( Introvert – Pengamat – Pesimis )

Ciri – Ciri Sifat Pleghmatis :

–          Kelompok ini enggak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau lakukan, sekalipun ia sendiri nggak suka.

–          Baginya kedamaian adalah segala-galanya .

–          Kalo timbul masalah atau pertengkaran, ia bakalan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran .

–          Ia mau merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya nggak terus berkepanjangan .

–          Kaum phlegmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin .

–          Cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan .

–          Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda .

–          Kalo kalian lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus, maka pastilah Para pendengar yang berkerumun itu orang-orang phlegmatis. Sedang yang bicara tentu saja sang Sanguinis.

–         Kadang sedikit serba salah berurusan dengan para phlegmatis ini. Ibarat keledai, “kalau didorong ngambek, tapi kalau dibiarin nggak jalan”.

–         Kalo ngomong pelan, lebih suka dengerin ketika ada yang cerita.

–         Orangnya nurut, nggak bisa nolak request orang lain.

–         Menghindari konflik. Easy going, enak diajak ngobrol.

–          Orangnya Santai

Kekuatan Dan Kelemahan Pleghmatis :

Kekuatan :

–          Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh.

–          Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik.

–          Enggak banyak bicara, tapi cenderung bijaksana.

–          Simpatik dan baik hati (sering nyembunyiin emosi mereka).

–          Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi.

–          Penengah masalah yang baik.

–          Cenderung berusaha menemukan cara termudah.

–          Baik di bawah tekanan.

–          Menyenangkan dan enggak suka nyinggung perasaan orang lain.

–          Rasa humor yang tajam.

–          Seneng ngelihat dan ngawasi. #lirikkanankiri

–          Berbelaskasihan dan peduli.

–          Mudah banget diajak rukun dan damai

Kelemahan :

–          Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru.

–          Takut dan khawatir.

–          Menghindari konflik dan tanggung jawab.

–          Keras kepala, sulit kompromi (karena ngerasa bener).

–          Terlalu pemalu dan pendiam.

–          Humor kering dan mengejek (Sarkatis).

–          Kurang berorientasi pada tujuan.

–          Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri.

–          Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat.

–          Enggak suka didesak-desak atau dipaksa – paksa.

–          Menunda-nunda / menggantungkan masalah.

 

Naaaaah !!! Hayooooo .. mana type kepribadian kalian chingu ???

Tanpa orang sanguinis, dunia ini akan terasa sepi.

Tanpa orang melankolis, mungkin enggak ada kemajuan  di bidang riset, keilmuan dan budaya.

Tanpa kaum koleris, dunia ini akan berantakan  tanpa arah dan tujuan.

Tanpa sang Phlegmatis, tiada orang bijak yang  mampu mendamaikan dunia.

Gomawo udah mau mampir #bungkuk

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect (Ending, Part 2)

juk

Frisca Freshtie Present …

…::: @ @ @ :::…

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect

.

.

.

.

Pairing : KyuWook/Slight KyuMin, SiWook, HaeHyuk

Rate : K+

Genre : Romance, Hurts/Comfort, Genderswitch, Abal, Gaje, Failed

Author : Frisca Freshtie

Cast :

  • Cho Kyuhyun (Namja)
  • Kim Ryeowook (Yeoja)
  • Lee Sungmin (Yeoja)
  • Choi Siwon (Namja)
  • Lee Donghae (Namja)
  • Lee Hyukjae (Yeoja)

.

.

~~~ ** ><)))’> . <’(((>< ** ~~~

.

.

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect

.

.

.

.

Meskipun raga ini terluka …
Tetapi rasa terus ingin bertahan.
Pada cinta dan keyakinan.
Akan keindahan, kebahagiaan.
Walau ku tahu .. Hanyalah fatamorgana.
Sebagai keinginan yang telah patah.

.

.

.

.

Ryeowook menatap pantulannya di cermin dengan raut wajah sambil meremas – remas tangannya.

“Waaaaah … chukkae Wookie-ah …” ujar Eunhyuk sambil memeluk Ryeowook dengan perut buncitnya, ya mengingat kehamilah Eunhyuk sudah menginjak bulan ke delapan.

“Chukkae ne Ryeowook-ah.” Ujar Donghae dari belakang Eunhyuk.

“Ah .. neomu gomawo eonnie, oppa.” Ujar Ryeowook dengan nada pelan dan seperti menyiratkan kegelisahan dan kekekhawatiran dalam nada suaranya.

“Ada apa dengan nada bicaramu itu? Apa yang terjadi?” tanya Eunhyuk bingung sambil melepas pelukannya dan memandang Ryeowook heran.

“Dari pagi, aku belum bertemu dengan Hyunkie sama sekali eonni. Saat aku ke kamarnya, kamarnya sudah rapi. Aku sangat khawatir sekarang.” Ujar Ryeowook menjelaskan.

“Ah wookie-ah, kau terlalu cemas dan gugup dengan pernikahanmu eoh? Sampai – sampai kau lupa bagaimana sifat aegya-mu itu.” Ucap Eunhyuk sambil mengerling menggoda.

“Tapi …” Donghae menyela perkataan Ryeowook. “Iya, itu benar. Bagaimana kau bisa lupa sifat aegya-mu itu? Dia benar – benar anak yang tak bisa ditebak. Ia berpikir seperti orang dewasa dan dia juga penuh kejutan. Mungkin saja ia menyiapkan kejutan untukmu sekarang.” Ujar Donghae dengan tersenyum lebar sambil merangkul istrinya.

“Kau terlalu gugup dan panik berlebihan dengan pernikahanmu nanti, sehingga mempengaruhi cara pikir otakmu itu Wookie-ah.” Ucap Eunhyuk lagi.

Ryeowook mencoba tersenyum. “Ah, mungkin kalian benar. Aku saja memang yang terlalu gugup dan panik berlebihan.”

***

Hyunkie, Kyuhyun, Sungmin dan Tuan Cho telah tiba di gereja tempat Ryeowook dan Siwon akan menikah. Jika kalian bertanya dimana Ahra sekarang, maka jawabannya adalah ia sekarang tengah menemani eommanya di rumah sakit dengan perasaan harap – harap cemas karena ia tak mungkin meninggalkan eommanya yang kondisi tubuhnya masih lemah sendirian.

Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat – kuat menahan emosi. Lalu Sungmin menyentuh pundak Kyuhyun lembut.

“Pergilah menemui Ryeowook. Aku, appa dan Hyunkie akan mencoba membujuk mempelai pria.” Ujar Sungmin sambil tersenyum tulus. Kyuhyun menghembuskan nafasnya. Lalu ia tersenyum dan memegang tangan Sungmin.

“Neomu gomawo chagi ..” ucap Kyuhyun tulus. Sungmin menganggukan kepalanya, lalu Kyuhyun menatap appanya.

“Pergilah nak. Aku merestuimu.” Ujar Tuan Cho, lalu Kyuhyun menganggukan kepalanya dan berlari menuju ruangan tempat Ryeowook berada.

Setelah kepergian Kyuhyun, Sungmin menghembuskan nafas berat sambil menunduk.

“Ahjumma .. neomu mianhae ne ahjumma.” Ucap Hyunkie prihatin sambil mengelus tangan Sungmin. Sungmin tersenyum. “Gwenchana Hyunkie. Ahjumma sudah berjanji.” Ujarnya dan disambut senyuman mengembang di wajah imut Hyunkie.

“Nah .. kajja kita pergi Hyunkie … ada sesuatu yang harus diselesaikan.” Ujar Sungmin sambil mengacak – acak rambut Hyunkie.

“Baiklah .. ayo pergi kakek.” Ucap Hyunkie sambil menarik tangan kakeknya yang berdiri dengan senyuman bijaksana dan wibawanya.

.

.

.

.

Seharusnya aku berdiri lebih awal, dan berlari mengejar sang waktu.
Yang semakin meninggalkanku …
Dan rasa penyesalan …
Karena diri masih di sini, mengenang langkah yang telah pergi.

.

.

.

.

Kyuhyun membuka pintu ruangan Ryeowook dengan keras.

BRAK

Ryeowook, Eunhyuk dan Donghae yang berada di dalam tentu saja kaget dengan kedatangan Kyuhyun yang tiba – tiba.

“Ryeowook ..” ujar Kyuhyun dengan keras.

“Kyu ..” lirihnya dengan tak percaya.

***

“Ahjumma, harabeoji .. ini ruangannya.” Ucap Hyunkie sambil menunjuk sebuah pintu tertutup berwarna coklat.

“Apa kau yakin?” tanya Sungmin memastikan.

“Nde ahjumma, aku sangat yakin. Kajja, kita masuk.” Ujar Hyunkie sambil memutar gagang pintu itu.

Saat pintu terbuka, nampaklah seorang namja yang tengah merapikan tuxedo putihnya sambil bercermin dan senyuman terus mengembang di wajah tampannya.

“Ah, Hyunkie ..” ujarnya dengan gembira melihat pantulan tubuh Hyunkie.

“Nugu?” tanya Siwon ketika melihat bayangan seorang yeoja berambut hitam lurus dengan seorang namja tua.

Sungmin dan Tuan Cho membungkuk hormat.

“Permisi. Kami telah lancang masuk ke ruanganmu.” Ucap Tuan Cho. Siwon membalas membungkuk.

“Anyeong … jo neun Cho Sungmin imnida dan ini adalah appaku.” Ucap Sungmin memperkenalkan diri. Siwon menautkan kedua alisnya bingung.

“Sebenarnya kami kesini …” belum sempat Sungmin mengutarakan maksud kedatangan mereka kesini, Hyunkie menyelanya.

“Ahjussi .. bisakah kau membatalkan pernikahan ini?” ujar Hyunkie dengan blak – blakan dan to the point.

“Mwo?” ujar Siwon kaget dan tak percaya dengan apa yang di dengarnya.

“Ahjussi … jebal … aku mohon … bisakah ahjussi membatalkan pernikahan ini?” ujar Hyunkie sambil mendekati Siwon dengan mata berkaca – kaca.

“Sebenarnya ada apa ini Hyunkie?” tanya Siwon bingung.

“Kami dari keluarga besar Cho dengan sangat meminta belas kasihmu agar mau membatalkan pernikahan ini. Kami mohon.” Ucap Tuan Cho sambil membungkuk dalam, mengindahkan rasa malunya.

“Kami mohon, tolong batalkan pernikahan ini.” Ujar Sungmin ikut membungkuk dalam juga.

“Atas dasar apa kalian memintaku untuk membatalkan pernikahan ini?” tanya Siwon mencoba tenang.

“Ahjussi .. appaku sudah kembali.” Jawab Hyunkie dengan menitikkan air matanya. Mendengar itu, mata Siwon membulat sempurna.

.

.

.

.

Cinta adalah kenyataan hati, yang akan terus ada selama kita meyakininya.
Dan selalu mempertahankan rasa.
Agar tak mati oleh keadaan.

.

.

.

.

“Aku ingin bicara denganmu.” Ujar Kyuhyun dengan tak sabaran sambil memegang tangan Ryeowook sedikit kasar.

“Hei, kau ini siapa? Tiba – tiba datang sambil menggebrak pintu dan berbicara kasar?” ujar Eunhyuk tak terima melihat sahabat dekatnya diperlakukan seperti itu oleh Kyuhyun.

“Ah eonnie, gwenchanayyo. Bi .. bisakah eonni dan .. dan oppa keluar sebentar. Ka … kami butuh privasi.” Ucap Ryeowook dengan gugup.

Mendengar itu Eunhyuk langsung mendecak kesal dan segera keluar bersama suaminya.

Setelah mereka benar – benar pergi, Ryeowook menundukkan kepalanya takut. Ia benar – benar takut dengan tatapan Kyuhyun padanya.

“Ba … bagaimana kau bisa disini?” tanya Ryeowook gugup.

“Kenapa kau berbohong padaku Wookie?” pekik Kyuhyun emosi.

“Ber .. berbohong ten .. tentang apa?” tanya Ryeowook masih menundukkan kepalanya sambil menarik tubuhnya ke belakang.

“SEMUANYA!” ujar Kyuhyun sambil mengguncang bahu Ryeowook kasar.

“Kenapa kau berbohong kalau Hyunkie adalah anak Siwon, bukan anakku huh?!?!?!?!!?!” tanya Kyuhyun emosi, mendengar itu Ryeowook membulatkan matanya sempurna.

“Angkat kepalamu dan tatap mataku Ryeowook!” perintah Kyuhyun sambil memegang dagu Ryeowook dan mengangkatnya.

Mata Ryeowook berkaca – kaca memandang Kyuhyun. “JAWAB AKU SEKARANG RYEOWOOK!” teriak Kyuhyun kasar, ia benar – benar dikuasai oleh emosi sekarang.

“Mianhae.” Ucap Ryeowook pelan dengan menitikkan air mata, lalu menundukkan kepalanya lagi.

“Katakan padaku kenapa?” ujar Kyuhyun dengan nada melemah dan mata berkaca – kaca sambil mengguncang bahu Ryeowook pelan. Ryeowook diam membisu. Kini yang terdengar hanyalan isakan kecil milik Ryeowook.

“Batalkan pernikahan ini!” ujar Kyuhyun dengan nada datar dan juga dingin.

Seketika mata Ryeowook membulat. “Mwo?” ujarnya pelan tak percaya sambil mendongakkan kepalanya menatap Kyuhyun tak mengerti.

“Batalkan pernikahan ini Ryeowook!” ucap Kyuhyun lagi sambil menangkup wajah Ryeowook.

Ryeowook menatap mata Kyuhyun, disana, di mata Kyuhyun ia melihat keseriusan, kemarahan, ketidakpercayaan, dan penyesalan.

“Mianhae, aku tak bisa.” Ucap Ryeowook pelan sambil mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun.

“Wae? Kenapa tak bisa?!?!?!!!” tanya Kyuhyun emosi.

“Aku akan menikah sebentar lagi.” Ucap Ryeowook dengan hati – hati dan masih tak memandang Kyuhyun.

“Apa namja itu sangat berharga bagimu huh? Lalu, apa maksud dari isi surat ini?” tanya Kyuhyun mulai emosi lagi sambil mengeluarkan surat Ryeowook dan melemparkannya ke wajah Ryeowook.

“Kau bilang perasaanmu akan tetap sama seperti dulu! Tapi kenapa kau tak mau membatalkan pernikahan ini?” cecar Kyuhyun.

“Hiks … Untuk apa bertanya seperti itu? Hiks .. kau .. tak bisa seenaknya memaksaku untuk membatalkan pernikahan ini .. hiks … lagipula kau hanya ingin mengambil Hyunkie kan? Ambillah, tapi kita harus lewat meja hijau terlebih dahulu.” Ujar Ryeowook dengan bercucuran air mata, ia sudah benar – benar tak bisa membendung air di pelupuk matanya. Ia pikir Kyuhyun memintanya untuk membatalkan pernikahan ini karena ingin mengambil Hyunkie dari sisinya.

“Hiks … aku juga tak berbohong … hiks .. isi surat itu tak bohong … hiks .. perasaanku masih tetap sama … hiks … seharusnya kau tak perlu menanyakannya? … hiks … apa kau tahu? … kau selalu membuat goresan luka dalam hatiku … hiks …. Ku coba tak menangis karena mu … hiiks … Setiap butir air mata ini hanya akan mengingatmu … hiks .. Betapa aku tak bisa melupakanmu. Hiks … kau menyebalkan … hiks … aku membencimu ….. hiks … dan aku juga membenci diriku sendiri … hiks .. karena tak mampu melupakan namja paboo sepertimu ….”

“Bertahun – tahun aku mencoba memulai hidup baru dengan cara menjauhimu … hiks … namun itu tetap tak berhasil .. perasaanku masih seperti dulu .. hiks … aku sampai lelah mencoba mengenyahkan dirimu dari pikiranku .. hiks … aku menahan rasa rinduku sampai rasanya aku tak bisa bernafas … hiks .. dan kau tiba – tiba datang dan menambah rasa perasaanku padamu .. hiks … aku benci diriku sendiri karena aku tak bisa berhenti mencintaimu. Dan sekarang, saat aku akan membelokkan arah, kau datang dan memaksaku untuk terus berjalan lurus? Hiks … kau kejam … kau jahat! Hiks …”

“Aku sangat membencimu .. hiks … apa kau tak tahu betapa sakitnya aku ketika kau tak mau mengucapkan selamat tinggal padaku sehingga membuat diriku terus memendam kenangan tentang dirimu disini selama bertahun – tahun …” isaknya sambil memegang bagian jantungnya.

“Kau jahat … hiks .. aku membencimu … sangat membencimu hiks … aku kira hidupku tanpamu akan lebih baik … hiks … tapi kenapa kau kembali lagi .. hiks .. dan membuka ruang kerinduan dan cinta padamu ???? hiks .. kau jahat … susah payah aku mengunci ruangan itu selama bertahun – tahun … hiks .. dan kau sekarang ??? hiks … sekarang kau membukanya dan membiarkan rindu dan cintaku terus keluar … hiks … betapa aku membencimu sekarang !!! hiks .. kau semakin membuatku untuk terus berharap dan berharap .. hiks … rasanya aku sudah kenyang akan harapanku yang sia – sia. Hiks .. aku benci padamu .. hiks … dan juga diriku ini…”

“Aku benci diriku sendiri karena mencintai namja yang tak mencintaiku. Hiks … aku benci … aku benci .. hiks …”

Ryeowook menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya sambil terus menangis. Ia benar – benar sudah lelah dengan sikap Kyuhyun yang seenaknya sendiri padanya, ia juga lelah dengan perasaannya pada Kyuhyun, ia lelah. Ia sudah tak sanggup lagi menanggung perasaan ini. Perasaan yang seharusnya sudah tak dimilikinya.

“Aku benci .. hiks … aku benci .. aku benci ..” ulangnya terus menerus.

Kyuhyun memandang Ryeowook iba dan juga menyesal.

“SARANGHAE …” satu kata yang tak pernah diucapkan Kyuhyun pada Ryeowook keluar begitu saja dari mulutnya.

Mendengar kata itu, mata Ryeowook membulat, ia berhenti menangis dan tercekat. Dengan pelan ia mendongakkan kepalanya menatap Kyuhyun.

“Apa yang kau katakan?” tanyanya pelan.

“Saranghae. Neomu saranghae Kim Ryeowook.” Ucap Kyuhyun dengan lembut dan terus menatap Ryeowook yang shock dengan apa yang dikatakannya barusan.

Bibir Ryeowook kembali bergetar.

“Wae ??? hiks … wae ???? hiks … wae ???” ujarnya dengan berlinangan air mata sambil berjalan mundur menjauhi Kyuhyun.

Kyuhyun mencoba mendekati dan menyentuh Ryeowook, tapi Ryeowook menepis tangannya.

“Jangan menyentuhku! Dan jangan mendekat!” pekiknya frustasi.

“Wae?” tanya Kyuhyun tak percaya sambil mencoba mendekati Ryeowook.

“Ku bilang jangan mendekat!” teriak Ryeowook lagi. “Berhenti disana! Berhenti! Jangan mendekat lagi!” Ryeowook berteriak frustasi.

Kyuhyun terus mendekati Ryeowook, ia mengabaikan Ryeowook yang terus berteriak memintanya untuk tak mendekatinya.

“Aku bilang jangan mendekat! Berhenti disana! Jangan melangkah lagi … hiks ..” Ryeowook merosot jatuh terduduk dengan lemas dan berlinangan air mata.

“Kenapa mendekat? Kenapa? Wae? Wae? Hiks …” ucap Ryeowook sambil memukul – mukul dadanya seperti kesakitan. Kyuhyun berjongkok di depan Ryeowook sambil memandangnya dengan tatapan menyesal.

“Appo … appo … hiks … eomma appo … hiks … rasanya sangat sakit eomma … hiks … appo … rasanya sesak sekali eomma … hiks … appo .. appo …” ucap Ryeowook sambil terus memukul – mukul dadanya sambil terisak.

“Mian ..” ucap Kyuhyun lembut dan menyesal.

“Appo … appo … appo … hiks ..” Ryeowook terus mengulang – ulang kata – kata itu sambil terus menepuk – nepuk dadanya.

“Apa sangat sakit?” tanya Kyuhyun pelan dan penuh penyesalan.

“Iya. Ini sangat sakit. Hiks … sungguh – sungguh sangat sakit … hiks ..” Ryeowook berhenti memukul – mukul dadanya, namun kini ia memegangi dadanya dan meremasnya seperti sangat kesakitan.

“Apa yang harus ku lakukan Ryeowook? Mianhae ..” ucap Kyuhyun menyesal.

“Pergilah.”

DEG

Mendengar ucapan Ryeowook, Kyuhyun membulatkan matanya bulat – bulat.

“Mwo?” tanyanya tak percaya.

“Pergilah oppa. Ku mohon, pergilah sekarang juga … ku mohon kau pergi dari sini oppa ..” ujarnya dengan nada pelan dan lemah.

“Aku mohon oppa .. jebal … pergilah oppa … pergilah …” ucap Ryeowook dengan nada lemah lagi.

Kyuhyun menitikkan air matanya. “Baiklah, oppa akan pergi.” Ucapnya, lalu berdiri dan berbalik meninggalkan Ryeowook yang masih memegangi dadanya.

“Maafkan aku dan aku harap kau bahagia.” Ujarnya dengan tulus sambil menitikkan air mata yang tak dilihat Ryeowook, karena Kyuhyun memunggungi Ryeowook. Setelah menucapkan kalimat itu, Kyuhyun-pun melangkah pergi.

Tanpa Kyuhyun sadari, Ryeowook mengeluarkan darah dari hidungnya. Darah segar mengalir dari lubang hidungnya. “Oppa … Saranghae ..” ucap Ryeowook pelan dengan nada sangat lemah.

“Maafkan aku …., aku tak bisa sempurna ….” ucapnya lagi.

Kyuhyun menghentikan langkah kakinya. Ia tercekat mendengar kalimat yang dilontarkan Ryeowook dengan nada pelan itu padanya.

BUG

Tubuh mungil Ryeowook tumbang ke lantai, namun ia masih mempunyai sedikit kesadaran. “Ja .. ja .. ngan .. ber .. ba … lik .. op .. pa ..” ucap Ryeowook dengan terbata – bata dan dengan nada sangat lemah, bahkan suara-nya seperti tak keluar.

Kyuhyun membalikkan badannya.

“Ryeowook ..!” pekiknya panik dan khawatir ketika melihat Ryeowook terbaring di lantai dengan darah segar yang masih mengalir dari hidungnya dan bahkan mengotori lantai putih.

Kyuhyun segera berlari menghampiri Ryeowook dan mengangkat tubuh mungil Ryeowook yang tak berdaya dan segera membawa Ryeowook keluar.

“Bertahanlah .. hiks .. kumohon .. bertahanlah … hiks …” ucap Kyuhyun panik dan juga khawatir sambil terus membopong Ryeowook keluar.

.

.

.

.

Buatlah semua yang tak sempurna …
Menjadi sempurna dengan rasa cintamu.
Agar tak pernah ada keraguan.
Yang sering ada, ketika cobaan datang.
Sehingga cinta akan tetap menyala.
Di dalam hati, di dalam kenyataan.

.

.

.

.

BUG

Siwon meninju pipi Kyuhyun dengan bogem mentahnya yang penuh emosi, sehingga Kyuhyun jatuh tersungkur ke lantai lorong rumah sakit yang sepi.

“Untuk apa kau kembali jika hanya membuat Ryeowook terluka huh ?!?!?!!!!!” pekik Siwon emosi sambil mendekati Kyuhyun yang jatuh sambil memegangi pipinya yang memerah, bahkan di sudut bibirnya keluar darah sedikit.

“Berengsek kau! Lebih baik kau mati saja!” pekik Siwon lagi sambil memberikan bogem mentah lagi pada Kyuhyun.

Siwon menyengkram kerah kemeja Kyuhyun lalu memaksanya berdiri.

“Kau benar – benar berengsek! Bisa – bisanya kau kembali dan membuat Ryeowook terluka lagi! Kau sungguh berengsek! Kau menyakitinya dulu dan sekarang kau menyakitinya lagi, sudah berapa banyak kau menyakitinya huh?!?!??!” Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari sorot mata Siwon yang penuh amarah. Ia tak bisa memungkiri jika ia sudah sangat sering membuat Ryeowook terluka.

“Dia selalu memikirkanmu, padahal ia sudah punya aku. Terkadang ia dengan tak sadar sering menyebutkan namamu, apa kesukaanmu dan bahkan ia sering bertanya – tanya apa yang kau lakukan sekarang. Kau benar – benar laki – laki berengsek. Kau menanamkan benihmu padanya, lalu kau menceraikannya dengan seenakmu. Mengatakan selamat tinggal saja kau tak mau! Dan sekarang kau kembali lagi ke kehidupannya dan mengacaukan semuanya!” cecar Siwon.

“Mian.” Ucap Kyuhyun pelan dengan penuh penyesalan.

Siwon mendengus kesal. “Dan kau hanya bisa meminta maaf huh???? Hanya kata maaf yang kau bisa berikan ????!!!” pekik Siwon geram.

“Berengsek kau! Kau benar – benar tak pantas hidup!” hardik Siwon sambil memberikan bogem mentah lagi pada Kyuhyun dan membuat Kyuhyun terjatuh tersungkur kembali ke lantai dengan wajah babak belur.

“Sudah ahjussi .. kumohon jangan lakukan lagi …” ucap Hyunkie yang tiba – tiba sudah memeluk Kyuhyun.

“Hyunkie menyingkirlah dari orang biadab itu. Aku tahu dia adalah appamu, tapi dia bersalah! Dia yang membuat eommamu terluka dan masuk kesini!” hardik Siwon emosi.

“Anio ahjussi. Aku tak mau. Aku tak mau!” ucap Hyunkie keukeuh.

“Hyunkie!” bentak Siwon geram dengan sikap keras kepala Hyunkie.

“Aku tak akan bergerak sedikitpun dari sini. Walaupun ahjussi akan menyeretku atau membunuhku sekalian, aku tak akan pergi dari sini. Dia memang bersalah, tapi dia appaku. Seburuk apapun perbuataannya, tak akan mengubah bahwa aku anaknya.” Ucap Hyunkie dan berhasil membuat semua orang yang melihat kejadian itu langsung tersentuh. Bahkan Kyuhyun tersenyum getir, padahal jika dilihat – lihat Kyuhyun memang sangat bersalah disini, dan bahkan ia juga menelantarkan Hyunkie secara tidak langsung, karena ia tak tahu Ryeowook hamil.

.

.

.

.

Biarlah gelap dan terang silih berganti, mewarnai hari dan kehidupan.
Namun keyakinan, tetap akan ada.
Bahwa suatu saat nanti …
Kebahagiaan yang tak letih,
Akan ada … Dan menaungi langkah perjalanan
Selamanya … Selamanya …

.

.

.

.

Sekarang suasana sudah tenang. Siwon berdiri di samping pintu ruangan Ryeowook yang tengah ditangani oleh tim medis. Tuan Cho duduk di tempat duduk tunggu di paling pojok. Sedangkan Kyuhyun, Sungmin duduk di samping dan di tengah mereka ada Hyunkie.

Ceklek

Semua orang yang mendengar pintu terbuka langsung berlari menuju depan pintu dengan raut wajaha harap – harap cemas, kecuali Sungmin dan Hyunkie yang masih menunggu duduk, karena Hyunkie masih kecil sehingga ia tak diperbolehkan ikut. Doktor yang menangani Ryeowook keluar dari ruangan.

“Bagaimana keadaannya dok?” tanya mereka hampir bersamaan.

Doktor tadi menatap mereka dengan pandangan iba dan prihatin, lalu ia menghembuskan nafas berat.

“Maafkan kami. Tapi jantung Ryeowook sangat lemah. Sepertinya ia menyembunyikan penyakit yang ia derita. Ini terlihat dari jantungnya yang sudah sangat rusak. Myocardium atau otot jantungnya sudah sangat rusak akibat kurangnya pasokan darah karena penyumbatan dan terganggunya aliran darah secara mendadak. Kami mendiagnosa ia sudah sangat lama menderita penyakit jantung, lalu ia mendapat kejutan emosional, kekacauan fiisiologis dan juga kelelahan mental sehingga penyakit jantungnya langsung bereaksi seperti ini.”

“Tunggu .. apa .. apa maksud doktor nyawa Ryeowook tak tertolong?” tanya Siwon tak percaya.

“Ani .. bukan. Untuk sementara ini ia masih hidup.” Sontak saja mendengar penuturan doktor semua orang langsung membelalakkan matanya.

“Doktor, apa maksud Anda huh?” ujar Kyuhyun sambil mencengkram kedua bahu doktor.

“Tenanglah Tuan. Kami sedang berusaha mencari donor jantung ke semua rumah sakit di Jeju, bahkan kami juga mencarinya ke Seoul juga.”

Kyuhyun melepas cengkramannya. “Donor jantung?” tanyanya tak percaya dengan kenyataan ini.

“Iya. Donor jantung. Jantungnya sudah sangat rusak, itu tak mungkin untuk bekerja lagi, kemungkinannya sangat kecil. Jika ingin ia tertolong, kita harus cepat – cepat mendapatkan donor jantung.” Ujar doktor menjelaskan.

“Sampai berapa lama itu (jantung Ryeowook) akan bertahan?” tanya Tuan Cho.

“Dengan alat – alat kami, jantungnya bisa bertahan selama kurang lebih dua jam saja. Setelah itu, kami tak bisa menolongnya lagi. Tapi masalahnya ….” doktor itu berhenti sebentar.

“Waktu operasi penggantian jantung pasien dengan jantung yang di donorkan akan memakan waktu kurang lebih satu jam setengah. Dan kami tak berjanji akan bisa menemukan donor jantung dengan waktu secepat itu, selain karena jangkauan tempat, kami takut kami tak berhasil mendapatkan donor.” Ujar doktor itu menjelaskan.

“Ambil saja jantungku.”

.

.

.

.

Jangan lagi kau teteskan air matamu …
Hanya untuk luka di masa lalu.
Aku di sini untukmu.
Membalut luka memadamkan bara.

Biarkan angin bertiup di atas pasir …
Ataupun hujan membasahi bumi.
Tetaplah disisiku.
Aku akan selalu menjagamu.

.

.

.

.

[ 2 Tahun Berlalu … ]

 

Di ruang keluarga Cho, Tuan dan Nyonya Cho tengah menonton televisi bersama Ahra dan suaminya dan …. seorang bayi mungil di gendongannya. Ya, bayi mungil itu adalah anak Ahra. Setelah bertahun – tahun menunggu, akhirnya tahun kemarin ia melahirkan seorang putri yang cantik.

Tiba – tiba Hyunkie berlari menuju halmeoni dan harabeojinya dengan tawa menggelegar.

“Hyuuuuunkieeee …… dimana alat pengering rambut eomma …!!!!” pekik Sungmin yang tiba – tiba datang dengan handuk yang digulung seperti es krim di rambutnya dengan raut wajah kesal.

“Ah .. Kakek .. nenek … lihatlah kepala Min-Min eomma, kepalanya seperti es krim rasa vanilla ….” ucap Hyunkie pura – pura tak tahu sambil bergelayut manja di tengah – tengah halmeoni dan harabeojinya.

Sungmin berkacak pinggang sambil mendecih kesal. “Jangan mengalihkan pembicaraan! Kembalikan sekarang! Atau kau tak boleh lagi tidur denganku.” Ancam Sungmin.

“Tak apa – apa, aku akan tidur bersama halmoeni atau haraboeji. Weeeek ….” Ujar Hyunkie cuek sambil memeletkan lidahnya.

“Awas kau! Dasar anak nakal!” ucap Sungmin geram.

“Ah .. halmeoni .. Min-Min eomma mengatakan aku anak nakal, padahal aku adalah anak baik …” rengek Hyunkie.

“Cih! Yang benar saja! Benar – benar mirip dengan appanya.” Ucap Ahra dan Sungmin hampir bersamaan.

“Ck! Ah-Ah ahjumma juga bersekongkol dengan Min-Min eomma.” Ucap Hyunkie merajuk.

“Hei anak kecil, jangan panggil aku Ah-Ah ahjumma, telingaku rasanya panas ketika kau memanggilku dengan panggilan seperti itu. Apa kau tak bisa memanggilku Ahra ahjumma ..” ucap Ahra kesal.

“Aiiigooo … sudah punya anak-pun Ah-Ah ahjumma begitu pemarah .. bagaimana nasib anaknya nanti .. aku sungguh kasihan dengan anaknya.” Ejek Hyunkie.

“Yak .. kau ..” ujar Ahra kesal bukan main.

Tiba – tiba ada yang mengelus rambut Hyunkie. Hyunkie menolehkan kepalanya ke belakang.

“Hyunkie, minta maaf pada Ahra ahjumma sekarang.” Ucap Ryeowook lembut dengan senyuman menghiasi wajah teduhnya.

“Aku tak mau. Dia menakutkan eomma …” ucap Hyunkie sambil berlari ke pelukan eommanya yang berada di belakang sofa yang diduduki tuan dan nyonya Cho.

“Kau bicara apa anak kecil ..” tanya Ahra dengan dongkol.

“Hyunkie, tak boleh berkata tak sopan begitu. Minta maaf sekarang.” Ujar Ryeowook menasehati.

“Tapi eomma ….” Hyunkie hendak memprotes kembali, namun tiba – tiba sebuah suara mengintrupsi.

“Cepat minta maaf pada Ahra ahjumma, nanti appa akan membelikan es krim coklat jumbo sepuasnya.” Ujar Kyuhyun tiba – tiba datang dengan pakaian kerja dan juga koper besar, ya Kyuhyun sudah pulang dari pekerjaannya yang mengharuskannya ke luar negeri.

“Yeeee .. appa puuuulaaaaaaang …..!!!!!!!” pekik Hyunkie senang sambil berlari ke pelukan Kyuhyun.

“Appa .. kenapa tak bilang padaku akan pulang sekarang? Kalau appa bilang nanti Hyunkie akan meminta eomma untuk memasak nasi goreng kimchi kesukaan appa dengan full daging tanpa sayur sama sekali. Dan kita akan makan bersama.” Ucap Hyunkie melebih – lebihkan.

Kyuhyun melepas pelukan Hyunkie dengan tiba – tiba. “Hei, kau masih tak menyukai sayur eoh? Padahal appa berpesan agar kau mau makan sayur walaupun sedikit.” Ucap Kyuhyun pura – pura marah.

“Cih! Mana mungkin anak nakal itu mau makan sayur, kau saja tak mau makan sayur?” celetuk Ahra.

“Hehehe, kau tahu aku dengan baik noonna ..” ujar Kyuhyun dengan terkekeh geli.

“Apa aku perlu menyiapkan air panas?” tanya Ryeowook.

Kyuhyun tersenyum, lalu berjalan mendekati Ryeowook dan memeluknya. “Tidak. Aku tak memerlukan itu sekarang. Bogoshippoyo Ryeowook.” Ujar Kyuhyun jujur dan lembut sambil membenamkan wajahnya di leher Ryeowook dan memejamkan matanya.

“Oppa .. jangan begini … aku malu ..” ucap Ryeowook pelan dan hati – hati karena risih sendiri dengan ulah suaminya.

“ Wae? Apa kau tak merindukan aku?” tanya Kyuhyun masih dengan posisinya tadi.

“Ani. Bukan begitu. Aku juga merindukanmu, tapi jangan begini. Aku malu oppa.” Ucap Ryeowook menjelaskan sambil mencoba menggeser tubuh Kyuhyun.

“Diamlah. Lagipula mereka juga tak merasa terusik dengan kegiatan kita.” Ujar Kyuhyun cuek.

“Tapi …” belum sempat Ryeowook melanjutkan ucapannya, Kyuhyun merubah posisinya menjadi menempelkan kepalanya ke dada Ryeowook.

“Huuuuwaaaa ….” pekik Hyunkie tercengang dan kaget dengan apa yang dilihatnya. Tentu saja dengan sigap Sungmin menutup mata Hyunkie sesegera mungkin.

“Oppa ..” ucap Ryeowook pelan dengan sangat aneh karena risih dengan apa yang Kyuhyun lakukan.

“Aku sedang mendengarkan detak jantungmu.” Ucap Kyuhyun sambil menikmati irama detak jantung Ryeowook yang berdetak cepat.

Ryeowook menundukkan kepalanya malu. Lalu Kyuhyun menegakkan badannya dan menatap Ryeowook intens.

“Aku sangat berterima kasih pada-nya (Siwon) karena mau mendonorkan jantungnya untukmu. Akan kujaga jantungnya dan juga dirimu semampuku. Teruslah berada di sampingku, agar aku bisa menjagamu. Saranghae.” Ucap Kyuhyun sambil mencium bibir Ryeowook.

“Ehm … ehm …” semua orang yang melihatnya langsung berdehem keras untuk mengintrupsi kegiatan mereka, mereka takut akan terjadi sesuatu jiak tak dihentikan sesegera mungkin.

Kyuhyun melepaskan ciumannya dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal. “Mianhae … itu sudah tak bisa ditahan lagi.” ujar Kyuhyun blak – blakan dengan cengengesan. Sedangkan Ryeowook hanya bisa menundukkan kepalanya menyembunyikan pipinya yang bersemu merah layaknya tomat yang baru dipetik.

“Jangan lakukan itu lagi! Apa kau tak tahu prevert-nya anakmu yang satu ini?” ujar Sungmin sambil menoel – noel kepala Hyunkie.

“Min-Min eomma .. “ rajuk Hyunkie kesal karena kepalanya ditoel – toel Sungmin.

“Apa? Adukan pada appamu, eommamu, nenek .. kakek .. semuanya! Adukan cepat tentang apa yang habis aku lakukan denganmu!” cecar Sungmin dan berhasil membuat Hyunkie tak berkutik.

“Tidak. Aku hanya ingin bilang Min-Min eomma sungguh cantik.” Ucap Hyunkie ngeles.

“Aaah .. aku tak akan termakan rayuanmu.” Ucap Sungmin sambil berkacak pinggang.

“Sudahlah chagi … daripada kau marah – marah seperti ini lebih baik kau bermain denganku. Kau habis mandi kan?” ucap Kyuhyun dengan seduktif sambil mencium aroma tubuh Sungmin.

Mendengar itu Sungmin dengan tak segan langsung menjitak kepala Kyuhyun. “Lihatlah betapa prevert dirimu!” hardik Sungmin.

“Ini apa?” tanya Hyunkie sambil mengambil test pack yang terjatuh di lantai.

Ahra yang penasaran langsung menghampiri Hyunkie dan mengambil test pack itu.

“Waaah … siapa yang hamil disini?” pekik Ahra kaget.

“MWO ?!?!?!!!!” pekik mereka semua bersamaan mendengar pekikan Ahra.

“Apa kau Ryeowook?” tanya Ahra dengan memicingkan matanya.

“Tidak … kemarin aku baru selesai kedatangan tamu …” ucap Ryeowook jujur. Setelah mendengar penuturan Ryeowook, semua orang langsung memandang Sungmin dengan pandangan ‘kau harus jelaskan ini!’.

Sungmin hanya bisa tersenyum aneh.

“Nah .. baiklah .. sepertinya cucuku bertambah ..” ucap nyonya Cho cuek dan disambut gelak tawa dari keluarga besar ini.

“Hah? Min-Min eomma hamil?” pekik Hyunkie melebih – lebihkan sambil menempelkan telinganya ke perut Sungmin.

“Aiiigooo .. anak ini ….” ucap Sungmin pura – pura jengah, padahal ia sebenarnya sekarang tengah sangat bahagia.

“Baiklah, karena Sungmin sudah.” Kyuhyun mendekati Ryeowook, lalu merangkulnya. “Bagaimana kalau setelah ini kau juga.” Ucap Kyuhyun tiba – tiba sambil membopong tubuh Ryeowook ke kamar.

“KYUUUUUUUUHYUUUUUUUUUUUN ……………………………………”

.

.

.

.

[ Suara Ryeowook ]

Bila kau memandangku
Mungkin aku tak selalu indah
Sehingga tak sanggup menghias harimu
Bahkan menjadikanmu gundah

Di setiap langkahku
Mungkin aku sering terjatuh
Sehingga tak sanggup menghibur dirimu
Bahkan membuatmu berkeluh

Kau adalah matahariku
Yang menyinari setiap jejak langkahku
Menyusuri waktuku
Hingga takdir yang membuat kita berpisah

Kau adalah darahku, yang mengaliri raga.
Bersatu, dalam naungan cintaNya

Kau adalah jantungku, yang terus berdetak
Mengiringi irama hidupku
Semoga kasih kita tak kan retak

Sungguh aku tak sempurna
Tanpa matahari dengan sinarnya
Tanpa darah dengan alirannya
Tanpa jantung dengan detaknya

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect

.

.

.

.

%%%% ** THE END ** %%%%

.

.

Hehehheh .. gimana chingu-deul endingnya ???

Aneh enggak?

Absurd enggak?

Ah, pasti endingnya abal – abal kayak muka yang nulis ep-ep amburadul ini. xD plak

Aduuuuh, beneran deh. Aneh enggak sih ???

Review ajah deh! Aku enggak tahu mau ngomong apa lagi ini. :p

By the way, besok aku full di sekolah buat latihan. Jadi kemungkinan buat post LIC-nya mungkin hari selasa malam atau rabu malam. Soalnya LIC-nya baru diproses belon ada setengah cerita. -_____-“

Alhamdulillah … kelar juga ini ep-ep O:)

Last! Pokoknya review. Jangan jadi silent reader. Oke 😉

With LOVE! ~Frisca Freshtie

Saranghae :* Chu ❤

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect (Ending, Part 1)

juk

Frisca Freshtie Present …

…::: @ @ @ :::…

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect

.

.

.

.

Pairing : KyuWook/Slight KyuMin, SiWook, HaeHyuk

Rate : K+

Genre : Romance, Hurts/Comfort, Genderswitch, Abal, Gaje, Failed

Author : Frisca Freshtie

Cast :

  • Cho Kyuhyun (Namja)
  • Kim Ryeowook (Yeoja)
  • Lee Sungmin (Yeoja)
  • Choi Siwon (Namja)
  • Lee Donghae (Namja)
  • Lee Hyukjae (Yeoja)

.

.

~~~ ** ><)))’> . <’(((>< ** ~~~

.

.

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect

.

.

.

.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.

Seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.

Seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.

.

.

.

.

Hyunkie menatap sendu pada luar jendela mobil yang membawanya ke hotel yang ia tempati nanti.

‘Dan sekarang aku semakin jauh darimu appa .. ’ inner Hyunkie sedih.

Hyunkie menatap eomma kesayangannya yang tengah tertawa riang bersama Siwon yang sedang mengemudi mobil.

‘Eomma .. aku menyesal telah merestui hubunganmu dengan Siwon ahjussi.’ Batin Hyunkie kesal.

“Ada apa Hyunkie?” tanya Ryeowook dengan heran karena terus ditatap aegya-nya seperti itu.

Hyunkie memalingkan wajahnya dari Ryeowook. “Tak ada apa – apa.” Ujar Hyunkie datar.

 

[Di Hotel]

 

Mobil Siwon berhenti tepat di depan hotel, setelah itu Ryeowook, Hyunkie dan Siwon keluar. Siwon membuka bagasi mobil untuk mengambil barang – barang bawaan mereka. Melihat itu, Ryeowook dengan tersenyum tulus ikut membantu Siwon mengangkat koper.

“Biar aku yang membawanya chagi …” ujar Siwon sambil mencium pipi Ryeowook cepat.

Dengan tersipu malu Ryeowook memegangi pipinya yang tadi dicium Siwon.

“Eomma .. ayo masuk.” Ajak Hyunkie dengan raut wajah kesal.

“Ah, nde.” Ujar Ryeowook.

Ryeowook mengikuti Hyunkie yang berjalan di depan, setelah sampai di bagian resepsionis. Hyunkie duduk di sofa yang tersedia, sedangkan Ryeowook berbicara dengan resepsionis.

Hyunkie menatap eommanya dengan sedih melihat eommanya yang sedang berbicara pada resepsionis dengan senyuman yang terus merekah pada wajah teduh Ryeowook.

‘Eomma .. aku benar – benar sangat membenci keadaan sekarang ini.’

‘Aku sangat menyayangimu eomma, sangat.’

‘Aku selalu bahagia melihatmu tersenyum atau tertawa.’

‘Dan aku sangat terluka dan marah jika kau disakiti oleh orang lain.’

‘Aku sangat menyayangimu eomma, tapi kenapa melihatmu bahagia seperti ini aku malah merasa benci seperti ini?’

.

.

.

.

Tak pernah aku hiraukan jalan yang berliku.

Tak pernah aku hiraukan esok yang masih temaram.

Selama engkau masih disini, semua terasa indah.

Tak ada gelap.

Tak ada pekat …

Karena kau adalah penerang jiwaku.

Yang membuat hidup tak pernah mati.

.

.

.

.

Sungmin melingkarkan lengannya pada tubuh Kyuhyun yang tertidur di sampingnya.

“Kyu ..” panggilnya dengan manis.

“Hn?” ujar Kyuhyun masih dengan menutup matanya.

“Apa ada yang membuatmu senang selain diriku chagi? Akhir – akhir ini kau kelihatan sangat bahagia. Kau selalu saja tersenyum sendiri.” Ujar Sungmin penasaran sambil merekatkan dirinya pada tubuh Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum simpul mendengar pertanyaan istrinya masih dengan menutup mata.

“Aku menemukannya.” Ujar Kyuhyun sambil memeluk Sungmin.

DEG

Sungmin membelalakkan matanya. Tanpa Kyuhyun jelaskan pun Sungmin sudah tahu yang Kyuhyun maksud adalah menemukan Ryeowook, Kim Ryeowook. Yeoja yang dulu pernah serumah dengannya, yang kini sedang sangat dirindukan oleh orang – orang terutama mertuanya, yeoja yang dulu juga pernah menyandang status istri suaminya.

“Apa kau sudah memberi tahu yang lain?” tanya Sungmin sambil melepaskan pelukan Kyuhyun.

“Belum .. masih belum waktunya.” Ujar Kyuhyun sambil memeluk lagi.

“Oh ..” lirih Sungmin. Entah kenapa Sungmin merasa kecewa dan menyesal, rasanya ia tak ingin menerima kenyataan ini walaupun ia sudah berjanji untuk berusaha menerima seorang Ryeowook kembali.

“Saranghae Kyu …” ujar Sungmin sambil membalas pelukan Kyuhyun lebih erat.

“Nado ..” jawab Kyuhyun sambil tersenyum.

‘Kau tak akan berpaling dariku kan Kyu?’ inner Sungmin sedih dan juga dilemma.

.

.

.

.

Saat bulan tak selalu purnama.
Dan mentaripun bergulir.
Menghadirkan terang, dan kegelapan.
Aku mulai mengerti langkah sang waktu.
Biarpun di kesurutan.
Namun suatu saat nanti.
Kebahagiaan pasti akan datang.

.

.

.

.

Hyunkie menatap datar ruangan kamar hotelnya dengan Siwon dan Ryeowook yang berdiri di belakangnya dengan tersenyum senang sambil berpegangan tangan.

“Hyunkie tak apa kan tidur disini sendirian?” tanya Siwon dengan tersenyum seperti biasa.

“Biasanya juga aku tidur sendirian.” Jawab Hyunkie dengan nada datar sambil menatap jendela kamarnya.

“Hyunkie …” ujar Ryeowook dengan pelan memperingati aegya-nya agar berlaku sopan pada Siwon.

“Oh iya, apa Hyunkie ingin sesuatu?” tanya Siwon lagi mencoba mengerti, Siwon berfikir Hyunkie merajuk karena tidak sekamar dengan eommanya.

“Aku ingin tidur, bisakah eomma dan ahjussi meninggalkan aku? Aku ingin istirahat. Aku sunggu lelah.” Ujar Hyunkie.

“Hyunkie …” Ryeowook memperingatkan kembali.

“Tak apa. Aku tahu. Dia belum bisa menerima ini. Biasanya kalian selalu berdua dan sekarang ku pisahkan, pasti rasanya sangat tak menyenangkan. Gwenchana. Aku bisa mengerti ini semua.” Ujar Siwon pada Ryeowook.

“Tapi ..” belum sempat Ryeowook berbicara, Siwon menyela. “Biarkan ia beristirahat chagi …” ujar Siwon sambil mencubit hidung mungil Ryeowook gemas.

“Dan kau jagoan! Selamat beristirahat.” Ujar Siwon sambil mengacak rambut Hyunkie gemas, dan Hyunkie hanya memasang muka datar.

Setelah Ryeowook dan Siwon keluar dari kamar Hyunkie. Hyunkie berjalan menuju jendela kamarnya sambil memasang smirk pada wajahnya.

“Jika aku tak melakukan sesuatu. Jangan panggil aku Hyunkie.” Ucap Hyunkie dengan seringaiannya.

.

.

.

.

Ketika malam tak lagi berbintang.

Ketika bulan tak lagi terlihat.

Disaat itulahhingga sampai sekarang aku menunggumu.

 

Selama bintang selalu dapat kulihat.

Selama bulan selalu menemaniku di malam yang gelap.

Aku selalu bercerita kepada mereka.

Tentang rinduku kepadamu.

.

.

.

.

Ryeowook keluar ke blakon kamarnya dengan pandangan sendu sambil menatap langit hitam pulau jeju yang dihiasi banyak bintang yang berkelap – kelip.

‘Apa pilihanku ini sudah benar?’ batin Ryeowook bimbang.

‘Apa yang akan terjadi setelah ini?’ batin Ryeowook lagi sambil memandang lurus ke depan.

Ia mendongakkan kepalanya lagi menatap langit. ‘Apa perasaan ini akan mati atau akan tetap sama?’ tanyanya dalam hati.

‘Apa yang sedang ia lakukan disana?’ inner Ryeowook sendu.

‘Aneh, walaupun aku sudah memutar haluanku kenapa aku masih memikirkannya?’ inner Ryeowook bertanya – tanya dengan senyum miris.

‘Aku harap ia baik – baik saja.’ Mata Ryeowook mulai memerah dan berkaca – kaca, rasanya ia ingin sekali menumpahkan air yang membendung di pelupuk matanya.

“Hei, apa yang kau lakukan diluar sini malam – malam begini?” tanya Siwon mengagetkan Ryeowook sambil bersandar di pintu dengan senyuman khas-nya.

Ryeowook segera menyeka air matanya yang turun dari pelupuk matanya.

“Ani … aku hanya ingin melihat langit malam saja.” Dusta Ryeowook sambil mencoba tersenyum pada Siwon.

“Hei .. matamu merah. Ada apa? Apa kau habis menangis?” tanya Siwon khawatir sambil menangkup wajah Ryeowook agar lebih jelas melihatnya. Ryeowook menggelengkan kepalanya. “Ani. Ini tadi kemasukan debu saja, jadi memerah seperti habis menangis.” Dusta Ryeowook lagi.

“Ah, sudah ku bilang jangan suka keluar malam. Kau benar – benar nakal sekarang eoh?” canda Siwon sambil mencubit gemas hidung mungil Ryeowook dan disambut dengan kekehan geli Ryeowook.

“Sepertinya malam ini tak begitu bersahabat, malam ini juga dingin.” Ujar Siwon sambil memeluk tubuh mungil Ryeowook.

“Ah .. lihatlah. Kau sangat pas dalam pelukanku. Hahahaha ..” canda Siwon sambil mengeratkan pelukannya.

Ryeowook terkekeh geli. “Karena pelukanmu terlalu pas, aku sampai tak bisa bernafas kau tahu Tuan Choi?” canda Ryeowook lagi sambil menatap Siwon.

“Hahahha .. aku tak sabar untuk besok. Apa kau sudah siap?” tanya Siwon dan berhasil membuat hati Ryeowook bertanya – tanya kembali, ia tak tahu dengan perasaannya sekarang. Ia benar – benar tak tahu apa yang sedang hatinya rasakan sekarang.

“Euuuuung … molla.” Lirih Ryeowook pelan sambil memalingkan wajahnya dan Siwon tak mendengar lirihannya saking pelannya.

“Aku harap besok adalah hari yang sangat istimewa.” Ujar Siwon dengan menggenggam tangan mungil Ryeowook, lalu mencium punggung tangan Ryeowook dengan lembut.

Ryeowook mencoba tersenyum, “Aku juga berharap begitu.” Ucap Ryeowook.

“Saranghae Kim Ryeowook.” Ucap Siwon lalu mengecup bibir Ryeowook.

Mula – mula Ryeowook ingin sekali menolak ciuman yang diberikan oleh Siwon, namun entah apa yang merasukinya sehingga ia malah terbuai dengan ciuman Siwon dan malah membalasnya.

‘Neomu mianhae.’ Inner Ryeowook sambil meneteskan air mata masih dengan berciuman.

.

.

.

.

Aku dan nafasku …..
Akan terus menyala, di dalam kehidupan.
Meskipun hati sering terluka. Tetapi jiwa tak kan meredup.
Karena bertahtakan semangat. Untuk terus bertahan.
Walau gelap ..
Ataupun pekat ..
Seperti udara yang terus mengalir. Tak tertahan oleh keadaan.

.

.

.

.

Hyunkie menatap sebal eomma-nya dan Siwon yang tengah berciuman, entah sudah berapa lama ia berdiri disana tanpa diketahui oleh kedua orang dewasa itu yang tengah asyik bercumbu.

“Sudah ku bilang aku akan melakukan sesuatu.” Ujarnya dengan mendengus kesal, lalu keluar dari kamar.

***

Ryeowook melepaskan bibirnya dari bibir Siwon dengan kasar sambil membelalakkan matanya.

“Wae?” tanya Siwon sambil menautkan kedua alisnya.

“Aku tiba – tiba saja memikirkan Hyunkie. Aku ingin melihatnya. Aku khawatir dengannya, perasaanku tak enak.” Jawab Ryeowook menjelaskan dengan raut wajah khawatir.

“Itu hanya perasaanmu saja, sekarang ia pasti tengah tidur pulas. Apa kau tak lihat jam berapa ini?” ujar Siwon sambil tersenyum manis dengan menunjuk jam tangan yang melingkat di pergelangan tangannya.

“Memangnya ini jam berapa?” tanya Ryeowook dengan resah.

“Ini sudah jam 9 malam, bukankah itu waktunya Hyunkie tidur?” ujar Siwon sambil mengerling pada Ryeowook.

“Ah, benarkah? Tapi bisakah kau mengantarkan aku ke kamarnya?”

***

Hyunkie sedang memasukkan banyak barang – barang ke tas punggungnya di kamarnya. Dari psp kesayangannya, banyak makanan ringan, permen, sebotol air putih, uang yang dimilikinya, foto Hyunkie dan Ryeowook, dan lain – lain.

“Ah selesai.” Ujar Hyunkie dengan senyuman lebar yang merekah di wajah imutnya sambil menepuk – nepuk tangannya.

“Apa ada yang kurang?” tanya Hyunkie sambil berkacak pinggang dan menatap tas punggungnya yang lumayan besar.

“Ah, kartu kemarin.” Ujar Hyunkie teringat dengan kartu yang diberikan Kyuhyun padanya kemarin.

“Dimana aku meletakkannya ya?” tanya Hyunkie dengan dirinya sendiri sambil menggeledah laci kamarnya.

“Akhirnya ketemu!” pekiknya dengan bahagia setelah sekian lama mencarinya.

Ia mengibas – ngibaskan kartu itu dengan senang. “Hahahahha, waktunya menjalankan sesuatu.” Ucapnya dengan tersenyum smirk.

Ceklek

Terdengar suara pintu dibuka. Dengan kaget Hyunkie menolehkan kepalanya ke arah pintu.

.

.

.

.

Butir-butir kehidupan yang terus terangkai, tak mengenal lelah.
Menajamkan keinginan, untuk selalu bertahan pada kesetiaan.
Karena keyakinan, suatu saat …
Hidup dan cinta dalam kebahagiaan.

.

.

.

.

Sungmin menatap sendu Kyuhyun yang tengah tertidur pulas di sampingnya. Lalu ia menghembuskan nafas berat, seperti banyak beban yang ditanggungnya. Setelah itu, ia beranjak bangun dan pergi membuka laci almari kecilnya.

Ia mengambil surat yang diberikan oleh Ryeowook dulu sebelum kepergiannya.

“Kau .. apa yang kau pikirkan dulu?” tanya Sungmin tak percaya sambil mendengus dan menatap surat yang dipegangnya.

“Apa kau tak membenciku karena perlakuanku padamu dulu?” tanyanya lagi memecahkan keheningan malam yang sunyi dalam ruangan kamar itu.

“Sebenarnya hatimu itu terbuat dari apa?” monolog Sungmin dengan berjalan menuju jendela kamarnya yang tak tertutup gorden.

“Jika aku menjadi dirimu, aku tak akan bertahan.” Ujar Sungmin dengan tersenyum miris, lalu menolehkan kepalanya ke belakang menatap Kyuhyun yang masih tertidur pulas.

“Seberapa besar perasaanmu padanya? Sehingga kau terus bertahan pada cinta bertepuk sebelah tanganmu?” tanyanya lagi sambil memandang surat yang dipegangnya.

“Aku tahu jawabannya. Perasaanmu pasti tak terbatas untuknya. Aku sampai iri padamu.” Ujarnya dengan memandang sendu lurus ke luar jendela.

“Walaupun dia terus menekanmu, bahkan aku juga. Kau tetap bertahan. Apa sampai sekarang kau masih bertahan?”

.

.

.

.

Waktu senja pergi.

Kaki bergetar merajai penjuru bumi.

Berlomba menuju tempat peristirahatan panjang.

Namun aku masih disini, sendiri.

Menunggu Rembulan keluar dari pintu langit.

Menunggu bintang – bintang kecil yang mengelilingi Rembulan.

.

.

.

.

Ryeowook dan Siwon masuk ke kamar Hyunkie, lalu Siwon tersenyum.

“Kau lihat? Ia tidur sekarang. Sudah ku bilang itu hanya perasaanmu saja.” Ucap Siwon sambil memeluk Ryeowook dari belakang.

Ryeowook memandang Hyunkie yang tengah berpura – pura tidur dengan pandangan yang tak bisa diartikan.

“Ayo, kembali. Kau juga perlu istirahat chagi.” Ujar Siwon sambil menempelkan dagunya ke bahu Ryeowook.

“Nde.” Ujar Ryeowook masih dengan pandangan yang tak bisa diartikan dan terus menatap Hyunkie, lalu keluar dari kamar Hyunkie dan menutup pintu kamar Hyunkie.

Setelah Ryeowook dan Siwon benar – benar keluar, Hyunkie bangun dan menghembuskan nafas lega sambil mengelus – elus dadanya.

“Sungguh menyusahkan.” Ujarnya dengan kesal.

“Baiklah jangan menyia – nyiakan waktu lagi Hyunkie, waktunya melakukan sesuatu.” Ucapnya lagi sambil menata kasur dengan rapi, setelah itu ia memakai jaket tebalnya dan memakai tasnya.

***

Ryeowook membaringkan tubuh mungilnya di kasur dengan resah dan gelisah.

“Aku merasa ada yang aneh, namun aku tak tahu apa.” Gumamnya.

“Apakah ini efek dari hari pernikahanku besok?” gumamnya lagi sambil memejamkan mata caramelnya.

“Ani. Bukan.” Ujarnya lagi sambil membuka matanya.

“Saat aku akan menikah dengannya dulu, bukan perasaan seperti ini yang aku rasakan.” Ujarnya lagi sambil memegang dadanya.

“Hei, kenapa aku malah membanding – bandingkannya? Tentu saja ini karena pernikahanku besok. Sungguh menggelikan menyamakan perasaanku padanya dengan Siwon.” Tiba – tiba Ryeowook tercekat dengan kalimat terakhir yang ia ucapkan barusan.

“Menyamakan perasaanku padanya (Kyuhyun) dengan Siwon?” lirihnya tak percaya. Setelah mengatakan itu, ia mulai menangis sesenggukan.

“Hiks … pabooo .. hiks .. paboo …pabooo … paboo .. kau benar – benar paboo Kim Ryeowook … hiks … benar – benar paboo …..”

.

.

.

.

Di dalam titian sang waktu …
Aku takkan berhenti berharap, meskipun langkah selalu terjatuh …
Tetapi asa …
Akan terus ku nyalakan.

.

.

.

.

Hyunkie berjalan dan terus berjalan di tengah sunyinya malam di pulau Jeju sendirian, mengabaikan bebapa orang yang berlalu lalang dan menatap Hyunkie aneh, kasihan, bingung, dan lain – lain.

Akhirnya Hyunkie berhenti di pelabuhan. Ia berniat kembali ke Seoul untuk menemui appanya dengan apapun caranya. Karena tinggal ini cara terakhir untuk bisa menyatukan kedua orang tuanya dan membatalkan pernikahan eomma-nya.

Ia menghembuskan nafas berat, lalu dengan menggigit bibirnya ia berjalan menuju tempat penjaga loket.

“Karcis Anda?” tanya ahjussi penjaga loket dengan cuek, lalu sontak ia membelalakkan matanya ketika melihat anak kecil sendirian berdiri di depannya.

“Hei … apa yang anak kecil sepertimu lakukan disini? Dimana appa dan eomma-mu?” tanya ahjussi itu khawatir sambil menolehkan kepalanya ke kanan dna ke kiri mencari kira – kira adakah orang dewasa di sekelilingnya dan hasilnya nihil.

“Ahjussi .. aku harus pergi ke Seoul.” Ucap Hyunkie.

“MWO ?!??!?!!!!!” pekik ahjussi itu kaget mendengar penuturan Hyunkie barusan.

“Apa yang kau katakan anak kecil?” tanya ahjussi itu mencoba memastikan.

“Aku harus pergi ke Seoul sekarang ahjussi, bisakah aku naik kapal?” tanya Hyunkie.

“Apa? Apa – apaan ini? Kau tak boleh pergi sendirian, lagipula kau juga tak punya karcis.” Ujar ahjussi itu dengan bingung dan panik.

“Tapi, aku punya uang.” Ujarnya sambil mengeluarkan semua uang yang dibawanya.

“Itu belum cukup, walaupun itu cukup kau juga tak akan boleh masuk. Kau harus bersama orang tuamu.” Ujar ahjussi itu menjelaskan.

“Tapi aku harus pergi ke Seoul sekarang.” Ujar Hyunkie lagi sambil menundukkan kepalanya dalam.

“Aiigooo … kau tak boleh pergi. Mengertilah.” Bujuk ahjussi itu.

“Ahjussi … ku mohon ijinkan aku naik .. jebaaal … aku harus pergi ke Seoul sekarang. Ku mohon bantu aku …” Ujar Hyunkie lagi.

“Kalau seandainya aku ijinkan-pun kau harus menunggu besok, apa kau mau? Kapal terakhir ke Seoul malam ini sudah berangkat 1 jam yang lalu.” ujar ahjussi itu.

Hyunkie mendongakkan kepalanya sambil menatap ahjussi itu dengan mata memerah berkaca – kaca.

“Tapi aku harus pergi malam ini.” Ujarnya dengan bibir bergetar. Ahjussi itu mulai panik melihat Hyunkie akan menangis atau mungkin sudah menangis di depannya.

“Aku harus pergi ke Seoul malam ini … hiks … Besok eomma-ku menikah dengan namja lain …. hiks .. Aku harus menghentikannya … hiks … aku .. hiks … aku … aku tak mau eommaku menikah dengan namja lain selain appaku .. hiks …” tangis Hyunkie mulai pecah.

“Ahjussi .. ku mohon bantu aku hiks… aku mohon bantu aku ahjussi .. hiks … aku harus pergi ke Seoul sekarang .. aku harus bertemu denga appaku ….” Ujar Hyunkie tiba – tiba sambil menangis sesenggukan.

Melihat itu, ahjussi itu langsung iba dan menganggukan kepalanya.

***

Hyunkie menatap ke lautan. Ia sekarang tengah menaiki perahu mesin dengan ahjussi tadi berdua.

“Appa .. tunggu aku.” Gumamnya sambil memeluk kedua lututnya sedikit kedinginan.

.

.

.

.

Semua yang pernah terjadi.
Anggaplah angin yang telah berlalu.
Seiring musim yang terus berganti.
Jangan kau bersedih.
Aku akan selalu menemanimu.
Seperti apapun dirimu …

.

.

.

.

“Apa benar ini tempatnya?” tanya ahjussi tadi sambil menatap gedung besar di depannya.

“Nde. Benar ahjussi. Ini tempatnya.” Ujar Hyunkie setelah menyamakan tulisan di gedung itu dengan di kartu yang ia bawa.

“Ayo masuk ahjussi ..” ujar Hyunkie tak sabaran sambil menggandeng ahjussi tadi.

***

Telepon rumah keluarga Cho berbunyi.

Kriiiiing kriiiing

Sungmin yang kebetulan memang belum tidur dan mendengarnya langsung keluar kamar untuk mengangkat panggilan itu.

“Siapa yang menelepon semalam ini?” tanya Ahra yang kebetulan tidur di rumah orang tuanya sambil menguap, karena suaminya kebetulan pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis jadi ia tidur di rumah orang tuanya.

Lalu, Sungmin datang. “Nugu eonnie?” tanyanya.

Ahra mengangkat bahunya, “Molla Minnie.” Jawabnya, lalu mengangkat panggilan.

“Yeoboseo. Ini kediaman keluarga Cho. Ada yang bisa kami bantu? Cho Ahra disini.” Ujarnya dengan sedikit malas kaena habis tidur.

Ahra membelalakkan matanya bulat – bulat sambil menjatuhkan gagang telepon shock setelah mendengarkan suara dari seberang sana yang hanya dia yang mendengar. Sungmin menatap bingung gagang telepon yang terjatuh yang masih mengeluarkan suara dan Ahra yang shock bergantian.

***

“Ku mohon kau tenang anak kecil.” Ujar sekretaris Kyuhyun yang kebetulan sedang lembur di kantor.

“Aku ingin berbicara dengan appaku.” Pekik Hyunkie sambil mencoba meraih telepon kantor yang sedang digunakan sekretaris itu.

“Hyunkie … tenang, diamlah.” Ujar ahjussi tadi menenangkan sambil mengangkat tubuh mungil Hyunkie dan menjauhkan dari sekretaris tadi.

“Tapi aku mau berbicara dengan appaku.” Ujar Hyunkie keukeuh.

 

“Cwe song hamndia nyonya Ahra. Saya menganggu Anda semalam ini. Tapi ada seorang anak kecil yang mengaku – ngaku sebagai anak Presdir Cho dan meminta saya untuk mempertemukannya dengan Presdir Cho sekarang. Ia berkata ia anak dari Kim Ryeowook.”

“Yeoboseo …. yeoboseo …”

Ahjussi tadi memperhatikan gerak – gerik sekretaris tadi bersama Hyunkie.

“Bagaimana?” tanya ahjussi tadi sambil mendekati sekretaris tadi.

“Mian, tapi mereka tak menjawab.” Ujar sekretaris itu menyesal.

Mendengar itu mata Hyunkie mulai berkaca – kaca.

“Hiks … tapi aku belum berbicara dengan appa … hiks … kalau begitu beri kami alamat rumahnya .. hiks ..” ujar Hyunkie dengan menangis sesenggukan.

“Iya. Tolong berikan kami alamat rumahnya.” Uja ahjussi tadi dengan lembut dan memelas. Sekretaris tadi yang melihatnya menjadi iba.

Kriiiing kriiiing

“Sebentar.” Ujar sekretaris tadi sambil mengangkat telepon.

Setelah mengangkat telepon tadi, ia menatap Hyunkie dan ahjussi tadi dengan tatapan yang tak bisa diartikan.

.

.

.

.

Jangan lagi kau resahkan, semua yang pernah terjadi.
Biarkan berlalu, terhempas oleh keyakinan.
Bahwa hidup akan terus berganti.
Takkan selamanya kesedihan bersemayam.
Pasti akan berganti …
Bila kita berusaha, tuk merubahnya …
Yakinlah … Tuhan selalu ada untuk kita.

.

.

.

.

Sekarang Hyunkie dan ahjussi tadi berada di sebuah mobil mewah menuju rumah sakit tempat eomma-nya bekerja, lebih tepatnya ia akan dibawa untuk bertemu dengan nyonya Cho dan keluarga besar Cho yang lain. Setelah mendapat panggilan itu, keluarga besar Cho langsung pergi menuju rumah sakit. Mereka ingin nyonya Cho melihat cucunya dari Ryeowook, yeoja yang selalu dicari – carinya.

Akhirnya mereka sampai di rumah sakit.

Beberapa pengawal mengawal Hyunkie dan ahjussi tadi, sebenarnya Hyunkie dan ahjussi tadi risih juga diperlakukan seperti ini oleh orang yang tak dikenal mereka.

“Silahkan masuk Tuan.” Ujar ahjussi tua pada mereka berdua sambil membungkuk hormat.

***

Semua orang yang ada di dalam kamar rawat inap VVIP itu merasa gelisah dan juga tak sabar melihat anak dari Ryeowook dengan Kyuhyun. Ahra duduk di sofa bersama Sungmin menenangkan Sungmin dengan menggenggam tangan Sungmin. Tuan Cho mendampingi istrinya yang masih terbaring di ranjang, namun bedanya sekarang ia sudah baikan dan bisa berbicara dengan lancar, bahkan ia juga sekarang bisa mengangkat tangannya walaupun maish belum bisa duduk. Mata nyonya Cho berbinar – binar, ia tak sabar menunggu cucunya. Da Kyuhyun?

Ia berdiri memandang ke luar jendela dengan pandangan menerawang.

“Mereka sudah sampai Tuan.” Ujar pelayan pribadi Yunho. Yunho menganggukan kepalanya, “Bawa mereka masuk.” ujar Yunho memerintah dengan nada tegas.

Ceklek

Pintu kamar rawat inap terbuka. Semua orang langsung mengarahkan matanya ke pintu guna melihat orang yang akan masuk. Kecuali Kyuhyun, ia tetap dengan posisinya.

“Appa …. “ panggil Hyunkie dengan mata berkaca – kaca, ia sungguh senang bisa melihat appanya.

“Appa …” panggilnya lagi sambil berlari menuju tempat Kyuhyun.

“Sejak kapan kau tahu tentang ini semua?” ujar Kyuhyun dengan datar membuat semua orang menatap Kyuhyun tak percaya, terutama Hyunkie sendiri.

“Appa ..” cicitnya.

Kyuhyun membalikkan tubuhnya menghadap Hyunkie.

“Kenapa kau baru bilang? Apa eomma-mu menyuruhmu untuk tutup mulut dan merahasiakan ini?” tuduh Kyuhyun.

“Kyuhyun!” ujar tuan Cho geram dengan ulah anaknya.

“Kyunnie! Jaga bicaramu. Dia anak kecil!” ujar Ahra menasehati sambil berlari memeluk Hyunkie.

“Jawab aku Hyunkie!” teriak Kyuhyun emosi.

Mendengar itu semua langsung bertambah bingung. “Hyunkie?” gumam mereka.

“Kau sudah tahu namanya?” tanya Sungmin heran dan bingung.

“Apa saat pertama kali kita bertemu, kau juga sudah tahu?” tanya Kyuhyun dengan tatapan tajam.

Hyunkie menggeleng – gelengkan kepalanya.

“Kapan kau baru tahu tentang ini semua? Apa eommamu merahasiakan ini padamu dan kau baru tahu?” tanya Kyuhyun dengan dingin. Hyunkie diam. Ia tak tahu harus menjawab apa, selain itu ia juga takut.

“Cih! Seharusnya aku tahu dari dulu. Eommamu sungguh licik merahasiakan ini.” Ujar Kyuhyun dikuasai emosi.

“Eommamu bilang kau anak Siwon. Apa yang harus ku lakukan? Pergilah! Eommamu tak menganggapku sebagai appamu!”

Hyunkie sudah tak sanggup lagi mendengar kata – kata pedas yang keluar dari mulut Kyuhyun.

“CUKUP !!!!” teriaknya dengan beruaraian air mata.

“Hiks .. Appa tak boleh menghakimi eomma seperti itu! Eomma memang salah karena telah merahasiakan ini. Hiks …. eomma juga salah karena berkata pada appa kalau aku anak Siwon ahjussi … hiks … tapi ….”

Hyunkie berhenti sebentar, lalu menatap Kyuhyun tajam namun tersirat kekecewaan dan kerapuhan.

“APPA JUGA BERSALAH ATAS PERLAKUAN APPA DULU PADA EOMMA!” teriak Hyunkie dengan berlinangan air mata.

“Setiap malam, hiks … eommaku menangis mengingat appa. Hiks … setiap aku bertanya kapan appa pulang … hiks … eomma selalu menjawab … hiks … appa akan datang … hiks … dan aku selalu mempercayainya … appa juga bersalah .. appa juga bersalah.” Ujar Hyunkie histeris sambil mencoba melepas pelukan Ahra dari tubuhnya.

“Aku menyesal telah kabur dari Jeju, hanya untuk kesini menemui appa dan berharap appa menghentikan pernikahan eomma dengan Siwon ahjussi. Aku menyesal! Aku benci appa dan eomma!” teriak Hyunkie frustasi dan menumpahkan segala rasa yang dipendamnya. Semua orang menatap Hyunkie prihatin, sedih dan juga iba. Kyuhyun hanya bisa mematung dan menatap Hyunkie dengan pandangan menyesal, sedih, tak percaya bercampur menjadi satu.

%%%%%%%

Mian harus dipotong dulu sampai ini.

Ternyata ending-nya jadinya panjang banget sampai melebihin 20 halaman di microsoft. -_-

Oh iya, mungkin hari minggu ending yang bagian 2-nya. Soalnya besok aku full ada di sekolah. Libur tapi tetep masuk -______-“

Chingu-deul, seharusnya setelah ini aku mau post yang “I Will Cure You” yang bagian ending, tapi karena ini bulan puasa. Aku tahan ajah dulu deh di notebook. Soalnya ada kata – kata yang begitu, nanti puasanya jadi gak khusyu’. Ratenya juga berubah, tapi enggak sampek rate begonoan -_-

Enggak apa – apa ya chingu-deul. Abis ISICBP selesai, aku mau post yang LIC.

Udah, itu ajah deh. Kebanyakan cing-cong nanti pada bosen. Pai – pai.

Jangan lupa meninggalkan jejak disini ^^

With LOVE! ~Frisca

Saranghae :* Chu ❤

LIBRARY

Gambar

Anyeeeooong chingu-deul ^^

Hehehehe … #ketawagaje

Aku buat library ini untuk semua reader-deul yang pasti kesusahan nyari ep-ep aku yang berserakan kayak kapal pecah T^T

Jadi … silahkan memilih yang kalian suka. 😀

*Chapter

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect : Chapter 1 // Chapter 2 // Chapter 3 // Chapter 4 // Chapter 5 // Chapter 6 // Chapter 7 // Chapter 8 // Chapter 9 // Ending (Part 1 || Part 2)

Love Is Crazy : Chapter 1 // Chapter 2 // Chapter 3 // Chapter 4 // Chapter 5 // Chapter 6 // Chapter 7 // Chapter 8 // Chapter 9 // Chapter 10

Firefly In The Dark : Chapter 1

*OneShot

Something In Our Heart

A-Z (The Way I Love You) Kim Ryeowook

GOD Always Loves Me!

My Secret Admirer

There Is Story

Last Letter

ADANTE (Sequel Last Letter)

*TwoShot

I Will Cure You : Chapter 1

Something In Our Heart

Gambar

Frisca Freshtie Present …

…::: @ @ @ :::…

“Something In Our Heart”

.

.

.

.

Pairing : KyuWook

Rate : T

Genre : Romance, Friendship, Genderswitch, Abal, Gaje, Failed

Author : Frisca Freshtie

Cast : Cho Kyuhyun (Namja) >< Kim Ryeowook (Yeoja)

.

.

~~~ ** ><)))’> . <’(((>< ** ~~~

.

.

WARNING !!!

Cerita ini sungguh abal dan banyak jebakan typo (maybe). Jadi dimohon pengertian Anda semuanya O:)

Happy Reading Chingu-deul 😉

.

.

.

.

** Something In Our Heart **

 

We laughed, we cried, but we’ll never say good-bye.

Kita tertawa, kita menangis, namun kita tak akan pernah berkata selamat tinggal.

 

Ya, seperti itulah kalimat yang menggambarkan hubungan persahabatan antara Cho Kyuhyun dengan Kim Ryeowook. Mereka bagaikan kopi dengan gula, saling melengkapi satu sama lain.

Kyuhyun yang jahil, cerewet, pemberani dan sangat menyukai bermain dan juga seenaknya sendiri. Ryeowook yang sifatnya 180 derajat berbalik dengan Kyuhyun. Ia pemalu, pendiam, lebih suka ketenangan. Namun, entah mengapa sifat mereka yang sangat berbeda itu tak mempengaruhi hubungan persahabatan mereka.

**

“Apa kau tak bosan membaca sekumpulan kertas – kertas tua itu anak kecil?” tanya Kyuhyun dengan cerewetnya sambil menyangga dagunya dan memandang Ryeowook dengan ekpressi heran.

Ryeowook meletakkan novelnya dengan senyuman mengembang di pipinya.

“Ini novel Kyu, bukan sekumpulan kertas – kertas tua.” Ujar Ryeowook menjelaskan sambil menyodorkan novelnya pada Kyuhyun.

“Ah .. jangan dekatkan aku dengan benda itu. Aku bisa gatal – gatal. Apa kau tak tahu kalau aku alergi dengan buku tebal seperti itu anak kecil?” ujar Kyuhyun melebih – lebihkan sambil menggaruk tangannya heboh.

Ryeowook memutar matanya, bagaimana sahabatnya dari kecil ini banyak sekali alasan untuk tak berdekatan dengan buku? Sungguh tak bisa di percaya.

“Sejak kapan ada alergi seperti itu? Dan jangan panggil aku sebutan itu Kyu, sekarang aku sudah dewasa.” Protes Ryeowook, karena ia merasa panggilannya itu sangat kekanak – kanakan dan memalukan.

“Sejak tadi, baru saja aku berbicara dan langsung ada alergi seperti itu. Memangnya kenapa? Aku sangat suka memanggilmu seperti itu. Kau kan memang masih kecil, lihat dirimu! Kau begitu mungil dan menggemaskan.” Ujar Kyuhyun sambil mencubit kedua sisi pipi chubby Ryeowook dengan gemas.

“Oh, jangan lakukan itu lagi Kyu. Kau tahu aku sangat tak menyukainya.” Ujar Ryeowook dengan tertawa geli.

Mereka berdua tertawa lepas hanya dengan percakapan seperti itu saja. Mereka sungguh menikmati waktu kebersamaan mereka.

“Kyuhyun. Cho Kyuhyun.” Panggil seseorang dari belakang Ryeowook.

Kyuhyun melambaikan tangannya dengan senyuman lebar yang terpampang di wajah tampannya. Ryeowook mengerutkan dahinya, ia ingin tahu siapa yang menyapa sahabatnya itu sampai Kyuhyun terlihat begitu bahagianya. Maka, ia memutuskan untuk menolehkan kepalanya untuk melihat siapa orang itu. Dan ternyata seorang yeoja cantik yang memanggilnya.

“Euung .. Wookie, neomu mianhae ne. Tapi, aku harus pergi sekarang.” Ujar Kyuhyun sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“Gwenchanayyo. Pergilah.” Ujar Ryeowook dengan senyum paksaan, sebenarnya ia tak rela, ia masih ingin menikmati kebersamaannya dengan Kyuhyun.

“Ah .. Terima kasih banyak ya anak kecil. Sampai bertemu kembali.” Ujar Kyuhyun sambil mencubit gemas pipi Ryeowook, lalu meninggalkan Ryeowook sendiri. Seulas senyum mengembang di bibir Ryeowook, namun seketika senyumnya hilang saat melihat Kyuhyun menggandeng yeoja tadi.

**

Ryeowook tengah membaca buku di teras rumah.

“Eonnie, bisakah kau ke dalam? Appa dan eomma memanggilmu, mereka ingin berbicara denganmu.” Ucap dongsaeng Ryeowook dari ambang pintu. Ryeowook menganggukan kepalanya tanda Iya. Ia menutup bukunya, lalu berjalan ke dalam rumah.

“Ada apa Appa?” tanyanya heran. Appanya menepuk – nepuk sofa yang ada di sampingnya, memberikan isyarat untuk Ryeowook agar duduk di sampingnya.

“Apa kau masih ingat dengan Donghae? Anak dari tuan Lee?” tanya appanya, ia menganggukan kepalanya tanda ia masih ingat.

“Bagaimana menurutmu?” tanya appanya lagi. Ia mengerutkan keningnya, namun sedetik kemudian ia menjawabnya. “Ia tampan, pintar, sopan dan suka membantu.” Ujar Ryeowook jujur.

Kedua orang tuanya yang mendengar jawaban Ryeowook mengembangkan senyumnya.

“Apa kau mau bertunangan dengannya?” tanya Appanya dan berhasil membuat bola mata Ryeowook membulat sempurna.

**

Ryeowook melangkahkan kakinya dengan cepat, senyumnya tak henti – hentinya mengembang di bibir mungilnya. Ia sangat senang, appanya tak memaksanya menikahi Donghae, bahkan appanya berkata bahwa jika Ryeowook menyukai orang lain, Ryeowook bisa memilihnya dan mengenalkannya pada appanya. Oleh karena itu, ia ingin menyatakan perasaannya pada Kyuhyun sekarang.

Kyuhyun melangkahkan kakinya dengan cepat, senyum lebar terpampang di wajahnya yang tampan itu, membuat wajahnya yang tampan itu menjadi semakin tampan.

Langkah mereka bertemu. Tatapan mereka bertemu. Nafas mereka tak teratur.

“Aku ingin berbicara.” Ujar mereka bersamaan. Mereka tertawa, bagaimana bisa bersamaan? Pikir mereka.

“A-“ ujar mereka bersamaan lagi. Mereka kembali tertawa.

“Kau dulu.” Ujar mereka bersamaan lagi.

“Baiklah, kau dulu.” Ujar Ryeowook.

“Euung … Sungmin eonnie menerimaku menjadi namjachingunya.” Ujar Kyuhyun dengan senangnya. Matanya berbinar – binar. Ia benar – benar sedang senang bukan kepalang.

Senyum Ryeowook yang dari tadi mengembang langsung hilang entah kemana. Mendengar pernyataan Kyuhyun tadi rasanya banyak sekali jarum yang menusuk hatinya. Ia benar – benar patah hati sekarang.

“Oh, kalau begitu selamat untuk kalian.” Ujar Ryeowook dengan senyum paksaan dan mencoba tegar. Sebenarnya, ia ingin sekali menangis. Namun, ia urungkan karena ia tak ingin Kyuhyun melihatnya.

“Ah, terima kasih Ryeowook. Lalu, kau?” tanyanya ingin tahu.

“Oh, uh .. itu … haha .. aku lupa ingin berbicara apa.” Ujar Ryeowook dengan tertawa garing.

“Ah, kau pasti terlalu banyak membaca buku sehingga penampungan otakmu semakin menipis. Cobalah untuk menemukan pasangan Ryeowook, agar otakmu itu bisa berkerja dengan lancar. Bukan hanya berpikir tentang buku saja” Ujar Kyuhyun sambil mengacak poni Ryeowook dengan gemas, lalu pergi meninggalkan Ryeowook.

Setetes air turun dari matanya.

“Aku sedang mencoba, namun kau mematahkannya.” Lirih Ryeowook.

**

Setelah kejadian itu, hubungan antara mereka berdua semakin merenggang. Bukan karena Ryeowook menjauhinya, namun karena Kyuhyun terlalu sibuk berkencan dengan yeojachingunya. Kini, Ryeowook jarang bertemu dengan Kyuhyun, apalagi berbincang – bincang dengannya. Menyapa saja terkadang Kyuhyun lupa.

 

Some people come into our lives and quickly go. Some stay for a while, leave footprints on our hearts, and we are never, ever the same.

Beberapa orang yang hadir di dalam hidup kita terkadang begitu cepat meninggalkan kita. Sebagian lainnya mungkin akan tinggal sejenak, kemudian pergi meninggalkan jejak kaki di hati, dan kita tidak akan pernah sama seperti dulu lagi.

 

Itulah kalimat yang menggambarkan perasaan Ryeowook sekarang. Setelah renggangnya hubungan antara Ryeowook dengan Kyuhyun. Ryeowook kini berubah, ia semakin pendiam, jarang tersenyum dan tak suka keluar kamar atau rumah. Ia lebih suka berdiam diri di kamar ditemani novel – novel yang dipinjamnya dari perpustakaan kota.

**

Good friends are hard to find, harder to leave, and impossible to forget.

Teman baik itu tak mudah dicari, sulit untuk ditinggalkan, dan tak mungkin dilupakan.

 

Inilah kalimat yang tepat untuk menggambarkan suasana hati Kyuhyun. Walaupun ada Sungmin yang menemaninya, namun ia merasa kosong dan hampa. Ia sering memikirkan Ryeowook saat ia berduaan dengan Sungmin. Ia sering bertanya apa yang tengah dilakukan sahabatnya itu disana.

Sungmin bergelayut manja di tangan kekar Kyuhyun. “Kyu … apa kau ingin melakukan sesuatu denganku chagi?” ujarnya dengan nada menggoda pada Kyuhyun.

Kyuhyun melepaskan rangkulan Sungmin dari tangannya.

Sungmin membulatkan matanya melihat perlakuan Kyuhyun padanya. “Wae?” tanyanya kaget.

“Neomu mianhae, Minnie. Ternyata aku salah. Maafkan aku, mian, tapi aku ingin ini semua berakhir.” Ujar Kyuhyun dengan lembut, lalu meniggalkan Sungmin yang tercengang dengan perkataan Kyuhyun tadi padanya.

**

Kyuhyun berlari dengan kencang menuju perpustakaan sambil memencet sederetan angka di ponselnya, ia mencoba menghubungi Ryeowook namun ponsel sahabatnya itu tak aktif. Perpustakaan adalah tempat biasa Ryeowook menghabiskan waktu luangnya jika tak ada pelajaran. Namun, setelah ia sampai disana, ia tak menemukan Ryeowook disana. Meja yang berada di dekat jendela itu kosong, Ryeowook tak duduk disana seperti dulu. Kini ia membayangkan Ryeowook tengah membaca buku dan tersenyum manis padanya.

Karena ia tak menemukan Ryeowook disana, ia mengarahkan kakinya ke taman dekat lapangan tennis sekolah, tempat ia dan Ryeowook biasa bermain dan bercanda. Namun, ia tak menemukan Ryeowook lagi disana. Ia mulai mengingat lagi kebersamaannya dengan Ryeowook disana, ia sering mencoret – coret pipi Ryeowook saat sahabatnya itu tertidur, ia sering sengaja menyembunyikan buku Ryeowook agar Ryeowook bermain dengannya, dan lain – lain.

Ia tersenyum masam. Ia baru menyadari, kalau ia sangat kehilangan Ryeowook sekarang. Setetes air mata turun dari matanya. Ia benar – benar merasa buruk karena telah mengabaikan Ryeowook untuk Sungmin.

“Neomu mianhae Ryeowook.” Gumamnya merasa bersalah.

**

Kyuhyun tengah meneguk jusnya dengan pandangan menerawang.

“Hai.” Sapa Yesung, teman dekatnya namun tak sedekat dengan Ryeowook.

“Oh, hai.” Balas Kyuhyun dengn tersenyum tipis.

“Apa kau sudah mendengarnya?” tanya Yesung sambil duduk di samping Kyuhyun dan mengambil jus milik Kyuhyun.

Kyuhyun memutar matanya kesal. “Tentang apa huh?” tanyanya kesal.

“Ryeowook akan bertunangan dengan Donghae hari ini.” Ujar Yesung dengan santai sambil meneguk jus.

Kyuhyun membelalakkan matanya, “MWO !!!??” pekik Kyuhyun tak percaya.

“Ku pikir kau tahu tentang itu. Bukankah kau sahabatnya?” tanya Yesung tak percaya.

“Aku harus pergi sekarang.” Ujar Kyuhyun dengan tergesa – gesa keluar cafe dan mengabaikan teriakan Yesung.

Ia segera mengendarai mobilnya dengan cepat. Ia tak ingin terlambat.

**

Akhirnya, Kyuhyu-pun tiba di rumah Ryeowook. Disana banyak sekali orang – orang.

Ia segera berlari masuk ke rumah.

“Ahjumma, apa kau tahu Ryeowook sekarang berada dimana?” tanya Kyuhyun pada eomma Ryeowook.

“Ia di atas Kyu, ia tengah bersiap – siap.” Ujar eomma Ryeowook dengan senyum lebar.

“Gomawo ne ahjumma.” Ujarnya, lalu naik ke atas.

**

“Ryeowook.” Panggilnya dengan keras sambil membuka pintu kamar Ryeowook dengan keras.

Sontak saja, Ryeowook yang tengah menatap pantulannya di cermin kaget bukan main. Ia menolehkan kepalanya ke tempat Kyuhyun berdiri.

“Kyuhyun ..” lirihnya dengan tatapan rindu, senang, tak percaya dan sedih bercampur satu.

Kyuhyun mendekati Ryeowook. Ia mencengkram bahu Ryeowook dengan memandang wajah Ryeowook intens.

“Kenapa kau tak pernah menghubungiku lagi? Kenapa kau sangat sulit dihubungi? Kenapa? Katakan padaku Windi! Katakan! Wae?” ujar Kyuhyun meminta penjelasan sambil mengguncangkan tubuh mungil Ryeowook.

Ryeowook hanya bisa menatap Kyuhyun dengan tatapan tak percaya. Kyuhyun segera melepaskan cengkramannya setelah melihat tatapan ketakutan milik Ryeowook.

“Mian.” Ujar Kyuhyun menyesal.

“Apa kau menyukainya?” tanya Kyuhyun dengan dingin.

“Apa maksudmu?” tanya Ryeowook berpura – pura tak tahu.

“Apa kau mencintainya?” tanya Kyuhyun lagi dengan tajam.

“Kau bicara apa Kyu?” ujar Ryeowook mengalihkan pembicaraan.

“Hanya, jawab aku Ryeowook!” teriak Kyuhyun frustasi, ia tak bisa mengontrol emosinya.

Mata Ryeowook mulai berkaca – kaca. Ia tak mengira Kyuhyun bisa melakukan itu padanya.

“Jawab aku Ryeowook.” Ujar Kyuhyun frustasi dengan suara pelan.

“Kenapa kau bertindak seperti ini Kyu? Apa masalahmu?” teriak Ryeowook dengan linangan air mata.

“KARENA AKU MENYUKAIMU.” Ujar Kyuhyun dengan keras dan jelas.

Mata Ryeowook membulat. “Mwo?” lirihnya.

“NEOMU SARANGHAE RYEOWOOK.” Ujarnya lagi dengan jelas. Kyuhyun mendekatkan wajahnya dengan wajah Ryeowook. Ia ingin mencium Ryeowook.

Namun, Ryeowook menolaknya. Ia mendorong tubuh Kyuhyun.

“Wae?” tanya Kyuhyun kecewa. “Kau tak tahu Kyu, ada sesuatu di hatiku, dan kau tak mengerti itu.” Ujarnya.

“Maafkan aku Kyu, neomu mianhae, tapi kau terlambat.” Ujarnya lagi, lalu meninggalkan Kyuhyun yang masih diam membisu. Kyuhyun benar – benar tak bisa berbuat apa – apa lagi.

“Dan kau juga tak tahu apa yang ada dalam hatiku Ryeowook. Kau tak tahu.” Lirih Kyuhyun dengan mata berkaca – kaca.

**

Kyuhyun berdiri dengan mata sembab merah. Ia menatap nanar Ryeowook yang tengah berdiri di atas tangga.

Ryeowook-pun menatap sendu Kyuhyun. Ia sangat mencintai Kyuhyun, namun sayangnya Kyuhyun terlambat. Ini hari pertunangannya dengan Donghae. Tak ada yang bisa dilakukan lagi.

Mereka berdua saling memandang dengan perasaan hancur mereka. Ryeowook tak kuasa menahan tangisnya, ia tak bisa melupakan Kyuhyun semudah membalikkan telapak tangan apalagi setelah pengakuannya tadi padanya. Ia tambah berat melakukan pertunangan ini. Sedangkan Kyuhyun, walaupun ia tak menangis, namun matanya dan wajahnya menggambarkan kerapuhan dan tersakiti.

Donghae memandang mereka berdua dengan tatapan masam.

Ryeowook-pun turun ke bawah. Segera, Donghae menyambutnya dengan uluran tangannya yang berwibawa. Ryeowook dengan berat hati membalas uluran tangan Donghae. Mereka berjalan menuju tempat mereka akan ditunangkan.

Melihat itu, Kyuhyun membalikkan badannya dan berjalan keluar. Ia ingin pergi dari sana. Ia tak ingin melihatnya lagi.

Namun, ternyata mereka berjalan melewati tempat pertunangan. Semua orang menatap bingung dengan mereka.

“Donghae.” Lirih Ryeowook bingung.

Donghae tersenyum pada Ryeowook. “Kejarlah.” Ujarnya.

“Ta-ta-tapi.” Belum sempat Ryeowook melanjutkan perkataannya, Donghae memotongnya. “Aku pernah berkata padamu bahwa aku ingin sekali melihat cinta di matamu. Dan sekarang aku melihatnya. Aku melihat cinta di matamu Ryeowook, namun cinta itu bukan untukku, melainkan untuknya. Pergilah.” Ujar Donghae.

“Lagipula, ini hanya sebuah pertunangan.” Ujar Donghae lagi.

Ryeowook mengembangkan senyumnya, walaupun air matanya masih turun.

Ryeowook segera berlari mengejar Kyuhyun.

**

Ryeowook menolehkan kepalanya ke kanan ke kiri mencari keberadaan Kyuhyun. Ia mengembangkan senyumnya, saat ia melihat Kyuhyun yang berjalan di trotoar.

Ia berlari mengejar Kyuhyun dengan sangat tergesa – gesa walaupun air mata masih bercucuran dan senyumannya mengembang manis di wajanya.

“Kyu ….” teriaknya sambil menghapus air matanya dengan tersenyum.

Kyuhyun membalikkan badannya, dan betapa kagetnya saat ia melihat Ryeowook berdiri di depannya dengan radiua jarak mereka yang cukup jauh dengan nafas tersengal – sengal.

“Sarangahe Kyu, neomu saranghae Cho Kyuhyun. Saranghae …..” Teriak Ryeowook dengan senyuman.

Kyuhyun mengembangkan senyumnya, lalu berlari memeluk Ryeowook dan Ryeowook membalasnya.

><)))’> <’(((><

To the world you may just be one person, but to one person you are the world.

“Bagi dunia mungkin kau hanyalah seseorang yang biasa saja. Tetapi bagi seseorag, kau bisa saja menjadi dunianya.”

 

I remember how to be a person by being around you.

“Aku selalu ingat bagaimana menjadi seseorang saat berada di sekitarmu.”

 

If you have to live a hundred years. Then i will live a hundred years minus one day. So i will never have to live without you.

“Jika kau sudah hidup seribu tahun lamanya. Maka aku ingin hidup sehari sebelum seribu tahun itu. Sehingga aku tak akan kehilangan kesempatan untuk tak bersamamu.”

 

Something in my heart and you should to know it.

“Ada sesuatu di dalam hatiku dan kau seharusnya mengetahuinya.”

 

Anyeeeeeoooooong #bungkuk

Hai, aku balik lagi bawa ep-ep gaje dan abalnya enggak ketulungan 😉

Gimana kabarnya chingu-deul???

Kayaknya blog aku ini udah banyak sarang laba – labanya. Mianhae ne aku ngaret.

Entah kenapa di bulan puasa ini kok kegiatan tambah banyak ya? :/ #mikirkeras

Kalo di bulan biasa, aku bisa menyelesaikan ff selama 1 hari. Tapi kok bulan puasa ini berhari – hari sih -_______-“

Oh iya, rencana besok mau update ending ISICBP kalau bisa. Do’ain ajah bisa, enggak ada halangan. O:)

Last! Review ne 😉

With LOVE! ~Frisca

Saranghae :* Chu

❤ ❤ ❤