Month: August 2014

I Will Cure You (END)

iwi

Frisca Freshtie Present ….

.

.. |(^.^)/\(^.^)| ..

….

** I Will Cure You **

(End Part)

.

.

.

Pairing : KyuWook

Rate : T

Genre : Romance, Comedy, Genderswitch, Friendship, TwoShot, Abal – Abal, Gaje, Failed!

Author : Frisca Freshtie

Cast : Kim Ryeowook (Yeoja) >< Cho Kyuhyun (Namja) >< Lee Hyukjae (Yeoja) >< Lee Sungmin (Yeoja) >< Henry Lau (Namja) >< Yang lain cari sendiri saja-lah :p

.

.

.

.

Warning !!!

Oh iya, aku sarankan agar kalian yang membaca ini harap membaca yang chapter pertama dulu. Ini kan twoshoot, kemaren baru nyadar kalo banyak yang enggak baca chapter pertamanya. 🙂

Cerita ini ada unsur BL-nya, tapi nyempil dikit doank kok.

Banyak typo berhamburan! Jadi mohon pengertiannya ne ^^

Happy Reading Chingu-deul 🙂

.

.

.

.

“Selamat pagi ….” pekik Ryeowook dengan heboh saat masuk ke kelas dan senyuman lebar yang tak pernah ia tunjukkan sebelumnya. Kelas yang asalnya gaduh langsung hening seketika ketika melihat penampilan Ryeowook yang sangat berubah dengan drastis dari Ryeowook si yeoja jadi – jadian yang tak karuan urak – urakannya menjadi yeoja yang sangat feminim dan manis.

Sekarang Ryeowook memakai seragamnya dengan sangat rapi, bahkan ia juga sekarang menggunakan make-up, rambutnya juga sekarang sudah tidak urak – urakan lagi, rambutnya kini tersisir rapi dengan pita berwarna merah muda manis yang bertengger di rambutnya dan bahkan bibirnya kini diolesi dengan lipgloss dan berhasil menambah kecantikan alami Ryeowook. Semua teman – temannya menatap Ryeowook dengan tak percaya saking terkejutnya dan terpesonanya.

“A .. ap .. apa kau benar – benar Kim Ryeowook?” tanya salah satu temannya dengan tampang muka shock.

“Tentu, memangnya siapa lagi huh?” tanya Ryeowook sambil mengibaskan rambutnya bangga, lalu duduk di samping Kyuhyun dengan manis.

“Hae-ah, untuk sekarang dan selanjutnya dan seterusnya kau duduk dengan Sungmin ne.” Ujar Ryeowook dengan seenak jidatnya mengusir Donghae yang akan duduk.

Ryeowook mengalihkan pandangannya ke Kyuhyun. “Kyu, tenang saja. Aku akan membantumu. Tak usah khawatir, aku akan membantumu keluar dari masalahmu.” Ujar Ryeowook dengan berbisik lucu sambil meletakkan bukunya di meja dan mengerlingkan matanya namun gagal, sehingga seperti orang kelilipan.

Mendengar bisikan Ryeowook, Kyuhyun melirik sekilas Ryeowook lalu kembali fokus dengan buku yang dibacanya. Lalu terdengar bel masuk berbunyi.

***

“Apa kau sudah melihatnya?”

“Mwo?”

“Ryeowook, yeoja jadi – jadian yang urak – urakannya tak ketulungan itu sekarang sudah berubah.”

“Hah? OMO!!! Apa benar itu?”

“Ku pikir dia berubah karena sedang menyukai si pangeran.”

“Siapa yang kau sebut dengan pangeran itu?”

“Tentu saja Cho Kyuhyun.”

“Cih! Ku pikir yeoja seperti itu tak akan suka namja seperti Kyuhyun.”

Banyak sekali gunjingan – gunjingan, gosip – gosip yang beredar tentang berubahnya penampilan seorang Kim Ryeowook dan kedekatannya bersama sang pangeran sekolah akhir – akhir ini, siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun?

Ketiga sahabat Ryeowook yang mendengarnya langsung membalikkan tubuh mereka dari kantin sekolah sambil menghembuskan nafas super duper berat.

“Mereka sungguh keterlaluan.” Ujar Heechul prihatin.

“Iya, itu benar. Sungguh keterlaluan!” balas Eunhyuk tak terima juga.

“Tapi, ku pikir semua yang mereka katakan ada benarnya. Wookie sepertinya ….” Ujar Sungmin dengan sambil memelankan suaranya.

“Maksudmu apa Ming? Jangan berbicara yang aneh – aneh. Kau tahu Ryeowook kan bagaimana?” ujar Heechul memperingatkan.

“Tapi chullie, aku juga sependapat dengan Ming. Akhir – akhir ini Wookie jadi aneh begitu.” Ujar Eunhyuk sambil menggosok – gosokkan dagunya berpikir.

“Sekarang dia merubah penampilannya menjadi feminim begitu dan ia sekarang juga sangat suka sekali mengikuti Kyuhyun, sampai – sampai ia pindah tempat duduk dariku. Bahkan kemarin, yang kudengar ia bahkan mau ikut Kyuhyun ke kamar kecil jika Kyuhyun tak berhenti lama di depan pintu kamar kecil menunggu Wookie sadar, Wookie akan ikut masuk.” ujar Sungmin menjelaskan.

“Apa kalian berpikiran yang sama denganku?” tanya Eunhyuk dengan wajah shock-nya. Lalu mereka bertiga menganggukan kepala mereka dengan wajah shock.

***

Ryeowook melirik Kyuhyun yang sedang membaca buku dengan sangat khusyu’ dengan pandangan menyelidik dan intens terus menerus.

Apa yang sedang kau pikirkan Kyu?

Apa yang sedang kau pikirkan sekarang adalah namjachingumu?

Apa kau sedang memikirkan si namja kepala mangkok berwarna pirang itu?

Apa sekarang kau sedang membayangkan sesuatu dan berhubungan dengan namja itu?

Apa kau benar – benar waras?

Apa kau punya trauma dengan yeoja?

Apa yang membuatmu menjadi gay?

Kau misterius sekali, bahkan lebih misterius dari Ddangkoma milik Yesung oppa.

Aku berani menjamin kau pasti sedang berpikir macam – macam tentang namjachingumu itu, apa dia sudah makan, apa dia sudah .. sudaaah .. sudaaah .. sudaaah …

Pikiran Ryeowook berhenti ketika Kyuhyun menatapnya. Ryeowook menggaruk – garuk pipinya salah tingkah.

“Aku tak melirikmu kok. Aku hanya memastikan saja kau masih hidup.” Ujar Ryeowook aneh sambil meregangkan otot tangannya. Kyuhyun hanya bisa memutar matanya, ia tak habis pikir dengan tingkah yeoja di sampingnya ini yang super duper aneh.

“Kau aneh.” Cibir Kyuhyun sambil mengalihkan matanya lagi ke buku. Ryeowook yang tak terima dirinya dibilang aneh padahal memang aneh langsung memelototkan matanya tajam.

“Jangan pelototkan matamu seperti itu. Tak baik untuk kesehatan mata.” Ujar Kyuhyun sambil membalik lembaran bukunya. Mendengar itu Ryeowook langsung mengedipkan matanya lucu. “Oh, nde. Kau benar juga.”

“Hei, Kyu …” panggil Ryeowook sambil meletakkan kepalanya ke atas meja dan memandang Kyuhyun dari bawah.

“Hn?”

“Euuung .. ano .. itu .. apa itu? Eeuung … ano … Sudah berapa lama kau begini?” tanya Ryeowook dengan cengiran aneh.

“Dari tadi.” Jawab Kyuhyun.

“Hah? Maksudmu? Kau pendusta besar Kyu!” cibir Ryeowook.

“Bukankah maksud dari pertanyaanmu itu apa yang ku lakukan sejak tadi? Aku sudah membaca buku dari tadi, sekitar lima belas menit yang lalu.” ujar Kyuhyun cuek. Mendengar jawaban Kyuhyun, Ryeowook langsung mengelus – elus rambutnya aneh karena sebenarnya bukan seperti itu jawaban yang Ryeowook inginkan dan ia juga tak nyaman dengan geraian rambutnya tak seperti biasanya yang biasanya dicepol asal, itu membuatnya kegerahan dan tidak nyaman.

‘Ya Ampuuun .. menjadi yeoja feminim menyusahkan sekali. Aku kegerahan dan juga membuatku gatal. Apalagi jawaban Kyuhyun sungguh membuatku frustasi dan ingin membenturkan kepalaku ke tembok secepat mungkin.’ Inner Ryeowook gondok.

Kyuhyun yang melihatnya hanya memasang muka datar, lalu berkata “Gunakan ini.” Ujar Kyuhyun sambil mengeluarkan botol kecil berwarna biru dari tasnya.

“Apa ini?” tanya Ryeowook bingung.

“Obat kutu rambut.”

***

Jaejoong menuangkan obat kutu rambut ke rambut dongsaengnya, Kim Ryeowook dengan sangat telaten.

“Ku pikir kau tak mempunyai kutu Wookie? Untuk apa menggunakan ini?” tanya Jaejoong dengan bingung.

“Seseorang menyarankan aku menggunakan ini.” Ujar Ryeowook dengan tampang super gondok dan dongkol.

“AAAAAAAAH !!!! Cho Kyuhyun ….. kau meeeenyeeeebaaaaaalkaaaaan …” pekik Ryeowook.

“Siapa itu Cho Kyuhyun? Namjachingu-mu ne?” tanya Jaejoong dengan mengerling menggoda.

“Ani.” Jawab Ryeowook kasar.

“Pasti orang yang kau sukai eoh?” ujar Jaejoong lagi.

“Ani.”

“Lalu?”

“Dia pasienku.”

“Hah? Pa-si-en?” Jaejoong berhenti mengobrak – barik rambut Ryeowook dengan obat kutu rambut tadi.

“Kau jadi doktor kecil di sekolahmu Wookie?” tanya Jaejoong.

“Ani.”

“Lalu?”

“Aku mengajukan diriku secara sukarela. Oh iya eonnie, menurutmu semua penyakit pasti ada sebabnya kan eonnie? Termasuk penyakit kejiwaan?” tanya Ryeowook.

“Tentu saja pasti ada sebabnya. Tak akan ada asap jika tak ada api.” Jawab Jaejoong dengan bijaksana.

“Naaah .. sebagai doktor yang baik, aku harus mencari sebabnya dahulu.” Ujar Ryeowook dengan tersenyum smirk sambil menggosok – gosokkan tangannya.

“Tapi sepertinya tak akan berhasil.” Ujar Jaejoong.

“Memangnya kenapa eonni?” tanya Ryeowook penasaran.

“Kau kan mengobati pasien kejiwaan, mereka pasti yang akan menyebutmu gila. Mereka bicara seenak jidat shindong oppa yang seperti incheon airport. Kau pasti kesusahan menanyai mereka. Ku sarankan kau mengundurkan diri saja. Lagipula tak ada sejarahnya pasien kejiwaan menanyai pasien kejiwaan.” Ujar Jaejoong jahil sambil meninggalkan Ryeowook ke kamarnya

“Eonniiiiiiiiiiiiiieeee ……………….. akan kubunuh kau eonnie !!!! Menyebalkaaaaaaaaaaan ………………….”

***

Suasana kelas Ryeowook begitu hening, pasalnya Park seongsangnim tengah mengajar di kelas.

Suara goresan spidol yang bergesekan dengan papan tulis begitu terdengar dengan jelas. Murid – murid mencatat apa yang dituliskan Park seongsangnim dengan khusyu’, kecuali satu orang. Siapa lagi kalau bukan yeoja mungil yang bernama Kim Ryeowook yang duduk di depan sebelah kanan bersama Cho Kyuhyun, murid terpintar dan juga tertampan di SM High School.

Ia terus saja mengamati Kyuhyun dengan pandangan aneh. Kyuhyun yang merasa terganggu hanya menatapnya sebal dan Ryeowook akan bersikap pura – pura tak tahu dengan menghadap Park seongsangnim.

Kyuhyun kembali menulis apa yang ditulis oleh Park seongsangnim lagi, namun lagi – lagi Ryeowook memandangnya aneh.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun dengan nada datar saking kesalnya dengan kelakuan Ryeowook.

“Jadi .. apa ada yang ingin ditanyakan?” tanya Park seongsangnim sambil memandang semua murid.

“Ani, aku hanya ingin bertanya padamu tadi. Tapi karena Park seongsangnim sudah bilang begitu, aku bertanya pada seongsangnim saja.” Dusta Ryeowook, padahal sedari tadi ia ingin bertanya pada Kyuhyun asal – usul bagaimana bisa Kyuhyun bisa jadi gay.

Kyuhyun memutar matanya sebal, lalu melanjutkan kegiatan menulisnya lagi.

“Apa ada yang ingin bertanya?” tanya Park seongsangnim lagi. Kyuhyun melirik Ryeowook, Ryeowook yang melihatnya langsung berpura – pura memasang wajah serius dengan aneh.

“Seongsangnim ..” panggil Ryeowook sambil mengacungkan tangannya.

“Ne?”

“Aku ingin bertanya.”

“Bertanyalah.”

“Jadi … euuung … itu …. ano … apa …. huuung …. “ sebenarnya Ryeowook tak tahu ingin bertanya tentang apa karena sedari tadi Ryeowook sibuk sendiri dengan kegiatan memandangi Cho Kyuhyun. Ryeowook mencoba berpikir.

Semua murid dan Park seongsangnim menatap Ryeowook bingung dan juga penasaran, tentu saja ini semua malah membuat Ryeowook semakin gugup dan panik. Apa yang ingin ia tanyakan? Bahkan ia tak tahu apa yang bisa ia tanyakan pada Park seongsangnim, apalagi ia tak menyukai Fisika dan sangat tak memahami Fisika itu seperti apa.

“Euuung … itu … ano … apa itu ???”

“Sebenarnya kau ingin bertanya apa?” tanya Park seongsangnim heran.

“Aku ingin bertanya …. euuuung .. aduuuuuuh seongsangnim .. aiiigoooo … jangan pandang aku seperti itu. Aku jadi lupa ingin bertanya apa. Kau membuatku grogi seongsangnim.” Alibi Ryeowook untuk mengulur waktu.

“Cepatlah bertanya!” celetuk salah satu temannya karena sudah tak sabar.

“Euuung … itu …. Jadi begini seongsangnim … kau tahu sungai di samping sekolah kita kan? Itu kan setiap hari terkadang banyak kotoran yang hanyut, kotoran manusia juga ada. Kira – kira kapan kotoran itu tiba di tempat pembersih kotoran sungai? Jadi para pekerja tidak selalu stand bye, kasihan mereka sampai bercucuran keringat hanya untuk menunggu kotoran – kotoran itu. Apa ada rumusnya?” Tanya Ryeowook. Tentu saja pertanyaan konyol Ryeowook ini membuat seisi kelas tertawa keras. Park seongsangnim hanya bisa memasang muka cengo mendengar pertanyaan aneh Ryeowook.

Tiba – tiba Kyuhyun mengangkat tangannya dengan muka datar serius.

“Itu tergantung bentuk kotorannya, cair atau padat. Jika cair, kotoran itu akan larut dalam air dengan mudah. Jika itu padat, mungkin saja sebelum sampai ke tempat pembersihan, kotoran itu sudah lenyap karena dimakan binatang yang hidup disana. Arus juga mempengaruhi kecepatannya, arus yang deras tentu saja akan mempercepat jalannya, dan juga medan yang ditempuh, jika sungai itu banyak batu – batuannya tentu saja menghambat jalannya.” Ujar Kyuhyun menjelaskan.

Ryeowook langsung cengo mendengar penjelasan Kyuhyun yang detail.

“Ehm .. wookie … apa kau sudah paham sekarang dengan apa yang telah dijelaskan Kyuhyun?” tanya Park seongsangnim dengan berdehem aneh.

“Ah … sangat paham seongsangnim.” Jawab Ryeowook dengan raut wajah aneh, antara jijik dan malu.

***

Kriiiing kriiiing

Suara bell istirahat berdenting.

Kyuhyun berjalan keluar kelas.

“Kyu, kau mau kemana?” tanya Ryeowook dengan heboh, tentu saja dengan suara cemprengnya.

“Aku ingin makan.” Jawab Kyuhyun singkat dengan muka dan nada datar seperti biasa.

“Kalau begitu aku ikut.” Ujar Ryeowook sambil menyeimbangkan langkahnya dengan langkah Kyuhyun yang lebar.

 

Sepanjang perjalanan Kyuhyun rasanya ingin membakar Ryeowook habis – habisan, pasalnya Ryeowook benar – benar membuat malu dirinya.

Ryeowook menghalang – halangi namja yang melewati Kyuhyun, Ryeowook seperti anjing yang menjaga pemiliknya. Ryeowook berpikir dengan menjauhkan namja dari sekeliling Kyuhyun maka Kyuhyun akan cepat sembuh, sungguh pemikiran yang sangat kreatif. -_-

“Jangan mendekat!” ujar Ryeowook galak sambil memblokade segerombolan namja yang tak sengaja lewat di samping Kyuhyun.

“Ah Kyu .. cepatlah berjalan. Apa kau pikir aku melakukan ini dengan mudah!” pekik Ryeowook kesal ketika Kyuhyun malah berjalan santai.

Tentu saja sikap Ryeowook ini membuahkan tatapan bingung dari orang – orang yang melihatnya dan berhasil membuat Ryeowook di cap sebagai gadis gila yang tergila – gila dengan Kyuhyun.

“AAAAAAAAH … KAU!!! JANGAN DEKAT – DEKAT DENGAN KYUHYUN!!!” teriak Ryeowook galak ketika ada seoarang namja berkacamata pantat botol yang melewati Kyuhyun dengan posisi sangat dekat. Tentu saja namja itu berhenti dan menatap Ryeowook bingung.

“Aku hanya lewat.” Ujar namja itu polos.

“KALAU BEGITU JANGAN MELEWATINYA!” teriak Ryeowook lagi dan berhasil membuat namja itu tambah menatap Ryeowook bingung.

“Kyu … tunggu aku!” teriaknya lagi ketika menyadari Kyuhyun sudah jauh di depan dan berlari mengejarnya.

 

Kyuhyun memutar matanya kesal. Sungguh bodoh, pikirnya melihat tingkah aneh Ryeowook. Ryeowook bertindak layaknya bodyguard Kyuhyun. Semua namja yang melewati Kyuhyun tak diperbolehkan, namun jika itu yeoja ia malah dengan senang hati menyuruh mereka melewati Kyuhyun. Bahkan ia menyuruh yeoja – yeoja itu menyentuh Kyuhyun. Tentu saja yeoja – yeoja itu senang, namun melihat tatapan tajam Kyuhyun mereka jadi mengurungkan niatnya untuk menyentuh Kyuhyun.

 

Akhirnya mereka sampai di kantin. Mereka duduk di paling pojok, tempat biasa Kyuhyun duduk.

“Ah .. Aiiigoooo .. kenapa dengan namja – namja itu? Mereka sungguh menyusahkan aku.” Ujar Ryeowook mencurahkan isi hatinya pada Kyuhyun yang sedang makan.

“….”

“Kau tahu? Ini sungguh menyusahkan.” Ujarnya lagi sambil meminum jus strawberry-nya.

“….” Kyuhyun tetap makan dengan santai.

“Mereka benar – benar susah untuk diatasi, untungnya aku pernah belajar wushu saat aku TK dulu walaupun itu hanya 1 minggu.” Ucap Ryeowook dengan bangga.

“….” Kyuhyun melirik sebentar Ryeowook lalu melanjutkan makannya lagi.

“Dengar Kyu, selagi kau bersamaku. Kau aman. Jadi kau tenang saja.” Ucap Ryeowook sambil memandang Kyuhyun yang masih makan.

***

Kriiing Kriiing

Bel pulang sekolah berbunyi. Murid – murid berhamburan ke luar sekolah dengan bersorak senang dan juga bersenda gurau bersama teman. Ryeowook dan Kyuhyun masih berada di kelas, sebenarnya murid yang lain juga masih ada sekitar 2 atau 3 anak di dalam kelas, tapi kita fokus saja dengan 2 orang ini.

Kyuhyun memakai tas punggungnya lalu mulai berjalan keluar kelas. Melihat itu, Ryeowook yang sedang asyik mengemasi barang – barangnya langsung panik.

“Kyu .. tungguuuu aku ….!!!” pekiknya dengan suara cemprengnya sambil berlari mengejar Kyuhyun tanpa membawa tas dan barang – barangnya yang masih berserekan. Ia menghadang jalan Kyuhyun dengan merentangkan ke dua tangannya.

Kyuhyun memutar matanya kesal.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun dengan nada datar seperti biasa.

“Tunggu aku, kita pulang bersama. Lagipula rumah kita kan satu arah, benar kan?” ujar Ryeowook sambil mengedip – ngedipkan matanya lucu.

“Kyuhyun.” Panggil seseorang. Tentu saja Kyuhyun dan Ryeowook langsung menoleh ke asal suara, dan ternyata suara itu berasal dari Park seongsangnim yang sedang berjalan menuju posisi mereka. Ryeowook menaikkan alisnya melihat Park seongsangnim menghampiri mereka.

“Ada apa seongsangnim?” tanya Ryeowook penasaran.

Park seongsangnim tersenyum. “Aku ada urusan dengan Kyuhyun.” Jawab Park seongsangnim dan berhasil membuat alarm di otak Ryeowook berbunyi.

‘Park seongsangnim ada urusan apa dengan Kyuhyun? Jangan – jangan ….’ Ryeowook membulatkan matanya seketika memikirkan kemungkinan – kemungkinan yang akan terjadi.

“Urusan apa seongsangnim? Apa aku boleh ikut?” tanya Ryeowook.

Park seongsangnim mengelus – elus dagunya berpikir sejenak. “Ah, baiklah. Lagipula tambah banyak orang malah semakin baik.” Ucap Park seongsangnim, lalu berjalan meninggalkan mereka.

Ryeowook tersenyum dengan lebar. “Kalau begitu … kajja !!” pekik Ryeowook senang sambil mengikuti Park seongsangnim. Namun, belum satu langkah kerah baju Ryeowook ditarik Kyuhyun.

Ryeowook membalikkan badannya menatap Kyuhyun bingung. Kyuhyun hanya diam dan melirik kelas mereka. Melihat itu, Ryeowook makin curiga kalau Kyuhyun ada hubungan dengan park seongsangnim. Ia berpikir Kyuhyun mencoba menghalangi Ryeowook agar tak ikut mereka sehingga Kyuhyun bisa berhubungan dengan Park seongsangnim.

“Kau mencoba menghalangi aku eoh? Itu tak mungkin, dalam mimpimu Tuan Cho Kyuhyun yang sangat menyebalkan. Itu sangat tak mungkin. Aku sangat tak mudah untuk kau bohongi.” Ucap Ryeowook sambil berkacak pinggang.

“Barang – barangmu masih di dalam.” Ucap Kyuhyun dengan nada bosan sambil melirik kelas mereka.

GUUUBRAAAK

Ryeowook langsung tersenyum aneh menyadari kekonyolannya.

***

Ryeowook menggaruk – garuk kepalanya pusing dan juga bingung memandangi kumpulan buku – buku tebal di depannya yang menyekatnya dengan Kyuhyun. Park seongsangnim tersenyum lebar.

“Baiklah. Aku mohon bantuan dari kalian berdua ya. Aku akan ke kantor kepala sekolah dulu, aku ada keperluan dengannya. Aku harap kalian bisa menyelesaikannya dengan cepat.” Ujar Park seongsangnim dengan terus tersenyum lebar lalu pergi meninggalkan mereka berdua di perpustakaan.

Ryeowook menghembuskan nafas kesalnya.

“Kupikir tak akan begini jadinya.” Gerutu Ryeowook sambil mengambil salah satu buku tebal dengan kasar.

“Ck! Menyebalkan.” gerutu Ryeowook lagi sambil membuka buku tebal itu.

“Jangan berisik. Kerjakan saja.” Ujar Kyuhyun menasehati sambil mengambil buku tebal di depannya dan segera mengerjakan apa yang diperintahkan Park seongsangnim pada mereka berdua.

“Kau itu tak tahu aku, sebaiknya kau yang diam. Aku sangat alergi dengan buku – buku tebal seperti ini. Rasanya kulitku gatal – gatal melihat buku – buku tebal ini. Menyebalkan sekali. Kenapa tadi aku mengajukan diri secara sukarela? Benar – benar menyebalkan. Aku lebih suka diperintah untuk membelikan eomma-ku sayur ke supermarket daripada harus mengerjakan ini.” gerutu Ryeowook lagi.

Kyuhyun memutar matanya jengah, Ryeowook tak bisa melihat ekpressi Kyuhyun karena terhalang buku – buku tebal yang tersusun rapi di depannya dan menyekat antara mereka berdua.

“…” Kyuhyun diam, ia malas membalas perkataan Ryeowook. Ia lebih suka mengerjakan dengan ketenangan. Sedangkan Ryeowook terus berbicara dan berbicara, entah itu penting atau sebenarnya sangat tak penting untuk dibicarakan.

“Apa ini? Isi buku ini hanya tulisan, tulisan, tulisan dan tulisan saja. Kenapa tak ada gambar sama sekali? Minimal harusnya ada fotoku?” ucap Ryeowook sambil membolak – balikkan halaman buku itu dengan brutal.

Kyuhyun menatap tumpukan buku di depannya dengan tatapan jengah. ‘Sungguh gadis idiot.’ Pikirnya.

“Aku tak ada chemistry dengan buku ini. Lebih baik aku mengerjakan yang lain. Biarlah Kyuhyun saja yang mengerjakannya. Dia kan pintar.” Kyuhyun bisa mendengar suara khas Ryeowook dari balik tumpukan buku tebal di depannya.

Ryeowook mengambil buku tebal yang lain dan membukanya.

“WHOOOOOOAAAAAH …. !!!!!!!” pekik Ryeowook shock dan tak percaya.

Kyuhyun menatap bingung tumpukan buku di depannya. Setelah itu Kyuhyun mendengar suara tawa Ryeowook yang menggelegar.

“Hahahhaha … Apakah ini benar – benar Park seongsangnim? Hahahah … rambutnya seperti helm … Hahahah .. lihatlah kacamata pantat botol itu … Hahahah … sungguh lucu … Hahahhaha …”

Kyuhyun memutar matanya jengah, ia kira ada apa, ternyata …

Kyuhyun kembali fokus dengan apa yang ia kerjakan.

“OMO … OMO … OMO … ternyata Lee seongsangnim baru berumur 29 tahun? Kenapa wajahnya sudah sangat tua? Aiiigooooo .. ia pasti banyak mengkonsumsi makanan – makanan cepat saji. Ck ck ck .. seharusnya Lee seongsangnim mengkonsumsi banyak formalin saja agar wajahnya tetap awet muda.” Suara Ryeowook lagi – lagi terdengar di telinga Kyuhyun, Kyuhyun melirik sekilas tumpukan buku di depannya lalu kembali fokus lagi.

Tiba – tiba muncul suara yang aneh …

Krucuk kruuucuuuuk kruuucuuuk …

Kyuhyun berhenti sebentar dari kegiatan menulisnya, “Uh. Cacing – cacing di perutku sudah berdemo. Ah sabar .. sabar cacing – cacing di perut, sebentar lagi akan ku turunkan makanan jika sudah sampai di rumah, jadi bersabarlah, okay.” Lagi – lagi suara Ryeowook terdengar. Setelah mendengar perkataan Ryeowook, Kyuhyun kembali menulis.

“Panas sekali. Aku ingin es krim.” Ucap Ryeowook.

Hening.

Setelah kalimat itu, tak ada yang membuka mulut. Yang terdengar hanyalah suara orang membalikkan halaman buku dan suara goresan pena di kertas. Keadaan ini berlangsung lama, sampai akhirnya tinggal dua buku yang tersisa dan Kyuhyun menyadari kalau Ryeowook ternyata sudah tertidur pulas.

Kyuhyun menatap Ryeowook yang tertidur dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Lalu, beberapa detik kemudian ia kembali menyelesaikan pekerjaannya.

***

Ryeowook dan Kyuhyun berjalan beriringan di trotoar, keadaan langit Seoul sudah berubah menjadi oranye kemerahan menandakan bahwa waktu sudah akan malam.

“Apa kau tak apa pulang sore Kyu?” tanya Ryeowook.

“Hn ..” Kyuhyun berdehem malas menjawab pertanyaan Ryeowook.

“Kalau aku sih tak apa – apa, sebagai adik yang baik aku membiarkan eonnie-ku yang membersihkan rumah agar ia menjadi yeoja yang rajin, sehingga disayang namjachingu-nya. Jadi tak apa kalau aku pulang sore. Hahahhaha …” Ujar Ryeowook sambil tertawa. Kyuhyun memutar matanya mendengar perkataan Ryeowook barusan.

“…” hening, mereka berdua diam, mereka menikmati indahnya pergantian sore ke malam di jalan dalam diam.

Lampu – lampu di pinggir jalan mulai hidup dan menambah keindahan jalanan Seoul yang mulai ramai dengan mobil – mobil dan orang – orang yang berlalu lalang.

Ryeowook berhenti menatap lampu yang hidup. Kyuhyun yang sudah berjalan dahulu terpaksa menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya untuk melihat apa yang dilakukan Ryeowook. “Ini sungguh indah, aku merasa seperti putri kerajaan yang tengah disambut oleh banyak orang.” Ujar Ryeowook dengan senang. Kyuhyun tersenyum tipis mendengar penuturan Ryeowook lalu kembali berjalan.

Menyadari Kyuhyun yang mulai berjalan jauh darinya, Ryeowook segera berlari kecil mengejar Kyuhyun.

“Kyu .. tunggu aku …” ujar Ryeowook sambil mencoba menyamakan langkah kaki Kyuhyun dengannya.

“Berjalanlah dengan pelan, langkah kakimu sungguh lebar. Apa kau tak tahu itu?” Gerutu Ryeowook dengan terus mencoba menyamakan langkah lebar Kyuhyun.

Setelah langkah mereka sudah sama, Kyuhyun berbelok ke sebuah kedai ramen.

“Kyu, kau mau kemana?” tanya Ryeowook panik karena ia sebenarnya sungguh takut jika harus berjalan sendiri di keramaian seperti ini. Dan ia juga sebenarnya tak pernah pulang selarut ini, ia jadi parno sendiri memikirkan resiko – resiko yang akan ia dapatkan jika ia harus pulang tanpa Kyuhyun disampingnya.

“Masuklah. Aku yang membayar.” Ujar Kyuhyun. Ryeowook menggigit bibirnya, ia bingung. Tapi daripada memikirkan resiko – resiko pulang tanpa Kyuhyun di sampingnya, sepertinya Ryeowook lebih memilih makan bersama Kyuhyun saja, lagipula ia memang sudah sangat lapar.

Akhirnya mereka berdua masuk ke kedai.

“Kau ingin apa?” tanya Kyuhyun.

“Aku .. euung .. terserah padamu saja, lagipula kau yang membayar. Aku ikut denganmu.” Ucap Ryeowook jujur, walaupun sebenarnya ia tak begitu menyukai ramen.

“Ahjumma, aku pesan seperti biasa, tapi untuk dua orang.” Ujar Kyuhyun memesan makanan pada ahjumma yang mendatangi meja mereka.

“Baiklah Kyu, ini yeojachingumu ne? Cantik sekali. Sering – seringlah membawanya kemari.” Ujar ahjumma itu dengan tersenyum jahil.

Ryeowook membuka matanya lebar – lebar mendengar ucapan ahjumma itu, sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum menanggapi perkataan ahjumma barusan.

“Ah … anio ahjumma, aku bukan yeojachingu-nya !!!” bantah Ryeowook keras – keras.

“Hahahha .. tak perlu malu gadis cantik. Bukankah Kyuhyun sangat tampan? Kau sungguh beruntung bisa mendapatkannya. Pasti banyak teman yeoja-mu yang iri padamu eoh? Tentu saja ahjumma tahu itu mengingat Kyuhyun termasuk kategori pria tampan.” ujar ahjumma lagi dengan jahil lalu melenggang pergi meninggalkan mereka. Ryeowook langsung menutup wajahnya frustasi dengan tangannya.

“Ahjumma … tunggu …” ujar Kyuhyun.

“Ada apa Kyu?” tanya ahjumma tadi sambil menghampiri mereka lagi.

“Apa ada es krim disini?” tanya Kyuhyun. Ryeowook yang mendengar kata ‘es krim’ langsung menatap Kyuhyun.

“Oh ada, tapi bukannya kau tak begitu suka es krim?” tanya ahjumma tadi dengan dahi berkerut.

“Ryeowook, kau suka rasa apa?” tanya Kyuhyun dan berhasil membuat Ryeowook shock.

“Untukku?” tanya Ryeowook tak percaya.

“Kau suka rasa apa?” tanya Kyuhyun lagi.

“Coklat.” Jawab Ryeowook dengan senang.

“Aaaah .. lihatlah pasangan remaja ini .. mengingatkan aku saat muda dulu. Aku jadi ingin kembali ke waktu saat aku masih muda.” Ujar ahjumma tadi, lalu meninggalkan mereka berdua.

Ryeowook hanya bisa menggigit bibirnya salah tingkah sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum simpul.

“Seandainya saja dia tak gay.” Gumam Ryeowook hampir tak terdengar sambil memalingkan muka dari Kyuhyun.

“Sejak kapan kau tahu tentang ini?” tanya Kyuhyun tiba – tiba yang membuat Ryeowook kaget.

“Hah? Mwo?” tanya Ryeowook secara refleks.

“Itu, tentang masalahku.” Ujar Kyuhyun dengan pandangan serius.

“Masalah apa?” tanya Ryeowook bingung. Kyuhyun memutar matanya malas, “haruskah aku menjelaskannya untukmu Kim Ryeowook?” ujarnya dengan nada malas.

Ryeowook diam, dan beberapa detik kemudian ia baru sadar dan langsung tertawa keras.

“Hahahahhah .. OMO .. OMO .. Aiigooo … Mianhae ne, aku baru sadar … Hahaah ..” ujarnya dengan tertawa dan menepuk jidatnya menyadari apa yang dimaksud Kyuhyun. Kyuhyun memutar matanya malas lagi, kesal juga berbicara dengan seorang Kim Ryeowook yang di cap aneh oleh kawan – kawannya yang ternyata bukan isapan jempol belaka. Seharusnya Kyuhyun harus lebih sering – sering berinteraksi dengan teman – temannya.

“Baiklah, berhenti tertawa Ryeowook, waktunya serius.” Ujarnya menenangkan dirinya sambil memegang dadanya, lalu sedetik kemudian Ryeowook menatap Kyuhyun dengan senyuman manisnya.

“Tentu saja aku tahu.” Ucapnya dengan bangga sambil memainkan alisnya pada Kyuhyun.

“Darimana kau tahu?” tanya Kyuhyun.

“Aku-“

“Ini pesanan kalian ..” ujar ahjumma tadi yang tiba – tiba sudah berada di meja mereka dengan membawa pesanan mereka dan senyum merekah di wajahnya yang sudah agak tua.

“Waaaaah … neomu gomawo ne ahjumma !!!! kelihatannya sangat enak.” Ucap Ryeowook dengan mata berbinar – binar melihat makanan yang dibawa ahjumma tadi. Melihat itu, Kyuhyun menghembuskan nafas beratnya. Lebih baik membicarakannya di lain waktu saja, mengingat dari tadi Ryeowook memang lapar.

***

“Aku puuulaaaaaaang …..” pekik Ryeowook sambil memakai sandal rumah dan mulai berjalan ke dapur.

Setelah sampai di dapur ia segera mengambil gelas dan menuangkan air ke dalam gelas, lalu meminumnya.

“Haah ..” ucapnya menghela nafas lega, saat ia merasakan tenggorokannya tersiram air.

“Ngomong – ngomong dimana semua orang?” tanya Ryeowook menyadari dari tadi tak ada eonnienya, eommanya dan juga appanya. Biasanya sekarang, eonnienya ada di dapur sedang memasak untuk makan malam dan eommanya akan sibuk membaca resep – resep makanan baru yang ia dapat dari majalah langganan eommanya, lalu appanya pasti sekarang tengah berada di ruang keluarga dan bisa dipastikan appanya akan menonton pertandingan sepak bola atau baseball karena appanya sangat menyukai olahraga, tak seperti Ryeowook yang sangat anti dengan kegiatan fisik, karena menurutnya olahraga membuat tubuhnya pegal – pegal.

“Kemana perginya semua orang?” tanyanya lagi sambil celingukan mencari keberadaan keluarganya.

“Aku pulang ..” sayup – sayup Ryeowook mendengar suara eonnie-nya dari depan.

“Ah .. dia habis jalan – jalan dengan namjachingu-nya pasti. Matilah kau eonnie, akan ku adukan pada appa dan eomma.” Ujarnya dengan penuh dendam kesumat. Dengan segera, tanpa berpikir panjang ia meletakkan gelas yang dipegangnya ke meja terdekat dan segera berlari ke depan untuk menemui eonnie-nya.

 

“Hah .. kau habis darimana huh eonnie-ku tersayang?” tanya Ryeowook sambil memainkan alisnya dan tersenyum evil.

Jaejoong yang sedang membuka sepatu highheelsnya langsung menolehkan wajahnya ke Ryeowook.

“Aku dari luar.” Jawab Jaejoong dengan santai sambil memakai sandal rumah dan berdiri, lalu ia menyilangkan kedua tangannya ke dadanya dengan ekpressi mengejek. “Lalu? Kau sendiri bagaimana? Kenapa baru pulang huh? Apa sekarang adikku yang cantik ini mengikuti kegiatan ekstrakurikuler?” tanya Jaejoong memojokkan Ryeowook.

Ryeowook langsung gugup menjawab pertanyaan eonnie-nya. “Aku .. aku .. aku .. ah untuk apa eonnie bertanya? Tak ada untungnya untuk eonnie jika mengetahuinya.” Ujar Ryeowook dengan kesal karena tak mendapat alasan yang tepat. Mana mungkin ia berkata yang sebenarnya pada orang di depannya sekarang yang notebene adalah eonnie-nya sendiri, ia yakin pasti eonnie-nya tak akan percaya dan menganggapnya aneh.

“Hahahah .. skakmat.” Ujar Jaejoong dengan tertawa puas dan juga bangga sambil melewati Ryeowook begitu saja.

“Ck! Bagaimana ada manusia semacam dirimu yang hidup di muka bumi ini?” gerutu Ryeowook dengan kesal.

“Hahahha .. berhentilah mempertanyakan seperti itu. Lebih baik sekarang kau diam dan berkenalan dengan namjachingu eonnie. Suruhlah ia masuk.” Ujar Jaejoong dari dapur.

“Hah ???? Namjachingu ???? Eonnie membawanya kemari ???” pekik Ryeowook dengan shock akut.

“Berhentilah berteriak Ryeowook! Suruhlah ia masuk sekarang! Ia ada di luar sedang menunggu!” pekik Jaejoong kesal.

Ryeowook menghembuskan nafas kesalnya. “Huh … baik – baik. Aku akan menyuruhnya masuk sekarang eonnie.” Ujar Ryeowook dengan nada agak sedikit kesal sambil berjalan menuju pintu. Ryeowook memutar gagang pintu rumahnya dan membukanya.

“Masuklah! Eonnie menyu…. IGE MWOOOOYAAAAAA ?!?!?!?!??? KAU !!!!!!!!” pekiknya shock sambil menunjuk ketika melihat namja di depannya yang dikenalinya sebagai namjachingu Cho Kyuhyun.

Henry menautkan alisnya bingung melihat reaksi Ryeowook padanya. “Wae?” nada suara Henry menurun ketika Ryeowook dengan seketika kembali menutup pintu rumahnya dengan kasar. Melihat itu Henry hanya bisa cengo dan bertambah bingung dengan perlakuan Ryeowook padanya.

 

Ryeowook menyandarkan tubuhnya ke pintu dengan pandangan tak percaya. “Ya Ampuun .. tak mungkin .. tak mungkin .. tak mungkin … aku salah lihat pasti.” Ujarnya tak percaya meyakinkan diri. Ia menghembuskan nafas beratnya, lalu ia membuka pintu kembali dan memandang Henry yang masih dengan ekpressi cengo dan bingungnya.

“Ap ..” belum sempat Henry kembali mengutarakan apa yang ia pikirkan, Ryeowook kembali menutup pintu rumah kembali.

“WAAAAAAAAAAAAAAAAH !!!!! INI MUSTAAAAHIIIIIIIIL ……………” teriaknya shock berat sambil memegang kedua pipinya.

***

Ryeowook dengan malas memutar matanya.

“Dunia begitu sempit ya?” gumam Ryeowook dengan agak ketus sambil menopang dagunya. Sekarang Ryeowook, Henry dan Jaejoong berada di ruang tamu. Suasana di ruangan itu benar – benar awkward. Ryeowook duduk di sofa paling ujung kanan dan Henry duduk di sofa paling ujung kiri, dan Jaejoong berada di tengah – tengah mereka.

“Kau bilang apa Wookie?” tanya Jaejoong penasaran.

“Ah ani eonnie, aku merasa di rumah ini begitu panas.” Dusta Ryeowook sambil mengipasi wajahnya dengan tangannya.

“Oh iya, kau benar. Aku ke belakang dulu ya, akan kubuatkan minuman. Kau berkenalan-lah dengannya.” Ujar Jaejoong dengan tersenyum dan menunjuk Henry yang tersenyum pada Ryeowook. Ryeowook mengalihkan pandangannya dari Henry dengan pandangan jijik dan malas.

“Baiklah kalau begitu. Aku ke belakang dulu ne. Baik – baiklah dengan adikku ya.” Ujar Jaejoong sambil mencium pipi Henry. Ryeowook yang melihatnya langsung membuka dan menutup mulutnya layaknya ikan kekurangan air.

“Jangan kau apa – apakan namjachingu eonnie, arrachi.” Ujar Jaejoong sambil mengacak rambut Ryeowook. Ryeowook memutar matanya kesal. Lalu, Jaejoong pergi ke dapur.

Setelah sepeninggal Jaejoong. Mereka berdua hanya diam. Ryeowook malas berbicara dan Henry bingung ingin memulai dengan apa, mengingat sepertinya Ryeowook tak begitu menyukainya dari gestur dan cara tingkah lakunya.

“Euuung .. kenalkan … Henry imnida.” Ucap Henry memulai percakapan dengan mengenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya pada Ryeowook yang masih menopang dagunya. Ryeowook menghembuskan nafas beratnya. Ia membalas uluran tangan Henry dengan agak malas. “Kim Ryeowook imnida.” Ujar Ryeowook dengan agak ketus.

“Euung ..” belum sempat Henry berbicara, Ryeowook menyelanya. “Ternyata kau bukan sekedar tak lurus saja, kau juga bercabang – cabang. Bagaimana kau bisa melakukan hubungan seperti itu?” ujar Ryeowook dengan nada ketus.

“Maksudmu?” tanya Henry bingung.

“Bagaimana kau bisa berserong – serong ria? Apa sangat menyenangkan memiliki hubungan seperti itu?” ujar Ryeowook lagi.

“Sebenarnya apa maksudmu?” tanya Henry tambah bingung dengan pertanyaan – pertanyaan yang dilontarkan Ryeowook padanya.

Ryeowook berdiri dari duduknya dan berkata, “Cho Kyuhyun.” Ujar Ryeowook dengan tersenyum, lalu pergi meninggalkan Henry yang memasang muka cengo ke kamarnya.

***

Ryeowook menghempaskan dirinya ke bangkunya dan menatap bangku Kyuhyun yang masih kosong dengan pandangan kasihan karena Ryeowook kebetulan berangkat sangat pagi, bahkan di kelas-pun belum ada orang sama sekali.

“Euh .. kenapa kau begitu menyedihkan Kyu?” gumamnya masih dengan pandangan kasihan dan terus memandang bangku Kyuhyun yang kosong.

“Kau sungguh menyedihkan. Apa yang harus ku lakukan untuk membantumu?”

“Bagaimana kau bisa mempunyai hubungan serumit itu?”

“Kau benar – benar malang, sudah gay, ternyata namjachingumu mempunyai yeojachingu dan parahnya adalah ternyata yeojachingu-nya adalah eonnie-ku sendiri???? Kita benar – benar bertakdir dalam benang yang sangat kusut .. ck ck ck ..” ujar Ryeowook dengan menggeleng – gelengkan kepalanya prihatin.

“Aku sangat kasihan padamu sekarang.” Ryeowook menghembuskan nafas beratnya, dan setelan Ryeowook mengatakan itu, sang empunya kursi yang dari tadi di pandang Kyuhyun datang dan duduk di bangku tersebut dengan ekpressi seperti biasa yaitu datar. Sontak saja Ryeowook berjengkit kaget dengan kedatangan Kyuhyun yang menurutnya tiba – tiba.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun bingung yang melihat Ryeowook yang kaget.

“Hahahha .. anio. Tak ada apa – apa.” Dusta Ryeowook dengan tertawa garing dan di balas Kyuhyun dengan memutar matanya jengah.

Setelah itu, hening. Kyuhyun seperti biasa langsung mengeluarkan buku dan membacanya, sedangkan Ryeowook hanya bisa berpikir dan berpikir dengan gelisah sambil menyembunyikan wajahnya ke kedua tangannya yang dilipat.

‘Kenapa begitu rumit?’

‘Kenapa aku merasa sedih melihat kenyataan ini?’

‘Namjachingu-nya selingkuh, dan ia …’ Ryeowook melirik Kyuhyun dengan pandangan prihatin, lalu kembali menelungkupkan wajahnya ke lipatan tangannya.

‘Jika ia tahu, apa ia akan tersakiti?’

‘Apa aku berani mengatakan yang sebenarnya padanya?’

‘Dia akan tersakiti. Dia akan sedih.’

‘Aku tak akan tega melihatnya seperti itu. Sebenarnya dia begitu rapuh walaupun kelihatan begitu kokoh dan kuat dari luar.’

‘Bagaimana ini?’

‘Ya Ampuuun … rasanya sangat menyedihkan melihatnya sedih walaupun itu baru dibayanganku saja. Kenapa seperti ini?’

Kyuhyun yang melihat tingkah laku Ryeowook yang tak seperti biasanya memandang Ryeowook bingung.

“Apa kau sakit?” tanya Kyuhyun membuyarkan lamunan Ryeowook, Ryeowook mendongakkan wajahnya kaget.

“Hah? Mwo? Kau bilang apa tadi?” tanya Ryeowook.

“Apa kau baik – baik saja?” tanya Kyuhyun sambil meletakkan buku yang ia baca dan menatap Ryeowook intens.

“Hah? Anio. Aku baik – baik saja. Aku sangat baik malahan.” Ujar Ryeowook dengan tersenyum lebar dan tertawa yang dipaksakan.

“Tapi matamu mengatakan tidak.” Ujar Kyuhyun dengan nada datar dan kembali membaca bukunya lagi. Ryeowook hanya bisa menggigit bibirnya kelu.

“Apa sangat kelihatan?” tanya Ryeowook dengan hati – hati.

“Jadi begini .. ah tidak – tidak .. itu .. mungkin kau … ah .. tidak jadi.” Ujar Ryeowook tidak jadi mengutarakan apa yang mengganjal dalam pikirannya dari tadi malam.

“Aku tidak punya masalah. YOOOOSSSH !!!” pekiknya meyakinkan diri dengan semangat.

Kyuhyun memandang Ryeowook tak percaya sebentar lalu kembali fokus membaca buku lagi, pasalnya tadi ia tak bersemangat dan sekarang? Lihat ??? ia kembali membunyikan suara toa-nya.

“Eh, Kyu. Apa kau sudah makan?” tanya Ryeowook dengan pandangan mata berbinar – binar ke Kyuhyun.

“Belum.” Jawab Kyuhyun dengan nada datar seperti biasa sambil terus membaca buku.

Ryeowook mengembangkan senyum lebarnya, lalu menurunkan buku yang dibaca Kyuhyun dan menarik tangan Kyuhyun agar mengikutinya.

“Ayo, ikut aku. Hanya ikuti aku saja Kyu.” Ujar Ryeowook dengan nada senang dan senyum mengembang di wajahnya.

Kyuhyun dengan ekpressi datar dan tanpa kata – kata hanya mengikuti Ryeowook, dengan tangan kanannya ditarik – tarik Ryeowook.

***

“Untuk apa kemari?” tanya Kyuhyun bingung karena Ryeowook mengajaknya ke tempat tukang kebun sekolah.

“Ssssssst … diamlah. Jangan berisik.” Ujar Ryeowook, lalu masuk ke dalam dan diikuti Kyuhyun dengan wajah datarnya.

“Ahjussi .. mianhae. Tapi bolehkah aku meminta bekalku sedikit untuk ku makan?” ujar Ryeowook to the point dengan mata besarnya.

“Hahhahha .. tak apa – apa Wookie, ambillah. Bahkan jika kau mengambil semuanya-pun aku tak apa. Itu kan bekalmu.” Ucap ahjussi tukang kebun itu.

Ryeowook memainkan jari – jarinya sambil menggigit bibirnya. “Tapi kan sudah kuberikan padamu ahjussi.”

“Aku sangat berterimakasih padamu. Kau setiap hari selalu memberikan bekal makanmu padaku. Jadi jika hari ini kau mengambilnya tak apa. Lagipula aku bisa membeli sendiri. Ambillah.” Ujar ahjussi itu sambil memberikan bekal makanan Ryeowook.

Ryeowook tersenyum senang. “Ah, gomawo ahjussi. Besok akan kubawakan kimbap kesukaanmu. Aku janji.” Ujar Ryeowook sambil membungkuk senang. Kyuhyun hanya bisa memandang tak percaya.

***

Ryeowook dan Kyuhyun sekarang duduk di bangku taman belakang sekolah. Karena masih pagi, jadi hanya ada tukang bersih – bersih saja. Angin semilir mengiringi mereka. Ryeowook membuka bekal makanannya dengan mata senang.

“Kenapa memberikan bekalmu setiap hari pada ahjussi itu?” tanya Kyuhyun ingin tahu.

“Ingin saja. Lagipula dia jauh dari istrinya, istrinya ada di Mokpo. Aku kasihan padanya. Setiap pagi tak ada yang memasakkannya makanan. Anggap saja, dia adalah appaku dan aku aegya-nya. Lagipula, aku juga punya banyak uang. Jadi aku tak akan mati kelaparan kalau aku memberikan bekalku. Dan satu lagi, sebenarnya aku agak bosan dengan makanan yang di masak eonnie-ku. Hehehehhe.” Ujar Ryeowook santai sambil membuka bekalnya. Kyuhyun memandang Ryeowook dengan pandangan yang tak bisa diartikan setelah Ryeowook menjawab pertanyaan Kyuhyun tadi.

“Nah .. Kyu. Buka mulutmu dan makanlah.” Ujar Ryeowook sambil menyumpit kimchi.

Kyuhyun dengan ekpressi datar membuka mulutnya sedikit. Ryeowook yang melihatnya tertawa geli. “Ternyata kau namja yang sangat penurut. Hhiihihihi.”

Kyuhyun memejamkan matanya lalu mendecak kesal pelan. Ryeowook tersenyum jahil melihat apa yang dilakukan Kyuhyun.

“Aaaaaaaak …………” ucap Ryeowook sambil mengarahkan kimchi ke mulut Kyuhyun. Kyuhyun membuka mulutnya sedikit masih dengan ekpressi datarnya.

Namun ternyata Ryeowook membelokkannya dan malah memasukkan kimchinya ke mulutnya sendiri.

“Ahm .. nyam nyam nyam ..” Ryeowook tanpa rasa bersalah memakan kimchi itu dengan senang.

Kyuhyun tersenyum melihat tingkah Ryeowook yang ia pikir seperti anak kecil. Ryeowook yang melihat senyuman Kyuhyun yang sangat jelas itu tentu saja menatap Kyuhyun tak percaya.

“Jinjja ???? kau tersenyum barusan ??? tersenyum ???? OMO !!! sulit di percaya !!!!” pekik Ryeowook.

Mendengar itu, Kyuhyun langsung berwajah datar seperti biasa. Ryeowook menyunggingkan smirk-nya. “Aaaah .. kau tak perlu menutupi – nutupinya lagi. aku sudah melihatnya Kyu.” Ujar Ryeowook sambil mencolek dagu Kyuhyun jahil.

“Jika kau ingin tertawa, tertawalah. Aku juga ingin melihat Kyuhyun tertawa.” Ujar Ryeowook dengan senang.

“Kau tak perlu malu – malu.” Ujar Ryeowook menggoda Kyuhyun, namun Kyuhyun tetap datar seperti biasa menanggapinya.

“Mwo ??? Kenapa kau tak tertawa atau tersenyum seperti tadi !!!!” pekik Ryeowook kesal. Akhirnya Ryeowook memelototkan matanya pada Kyuhyun.

“Ayo tertawa atau tersenyum sekarang!” ujar Ryeowook dengan nada horor namun lucu dan berhasil membuat Kyuhyun tersenyum geli.

“Waaaaaah .. kau tersenyum lagi !!!! Eotthokke ??? itu membuatku senang ….” pekik Ryeowook kegirangan. Dan Kyuhyun hanya bisa memandang Ryeowook dengan senyuman mengembang di wajahnya.

***

[Perpustakaan, di meja paling ujung]

Jika kau ingin menyembuhkan seorang gay, cara yang paling mujarab adalah dengan mengajaknya berhubungan dengan Anda, seperti berciuman, atau sex dengannya. Biasanya sentuhan – sentuhan intim yang Anda berikan bisa merangsang hormonnya untuk bekerja, sehingga secara perlahan ia bisa sembuh. Namun selain itu, berikan dia kasih sayang dan perhatian Anda. Ini juga bisa membantu menyembuhkannya.

Jika ingin informasi yang lebih. Konsultasikan dengan psikiater terdekat.

Ryeowook meletakkan i-phone-nya ke meja dengan menggigit bibirnya dramatis dan raut wajah panik.

‘Haruskah aku melakukannya?’ jeritnya dalam hati sambil menutupi wajahnya frustasi.

‘Itu sungguh gila! Aku tak bisa melakukannya!’ protesnya dalam hati sambil membuka tangan dengan frustasi.

‘Lebih baik ia berkonsultasi dengan psikiater saja!’

‘Tapi …’

‘Cara itu katanya mujarab.’

Ryeowook sungguh frustasi dengan cara yang ditulis dalam blog yang ia baca tadi.

‘Aku tak berani melakukannya. Bagaimana kalau setelah aku melakukan itu, dia malah membenciku? Andwaeeeeeeeeeee !!!!!!!’ ia menggeleng – gelengkan kepalanya histeris.

‘Aku tak mau ia membenciku. Tak akan. Aku tak akan mau.’ Ryeowook membenturkan kepalanya berkali – kali ke meja dengan frustasi dan berhasil menimbulkan orang – orang yang tengah sibuk membaca atau mencari buku di perpustakaan melihat Ryeowook dengan pandangan bingung dan aneh.

***

Bel pulang sekolah berbunyi nyaring.

Ryeowook dan Kyuhyun pulang bersama dengan berjalan kaki seperti biasa. Namun kali ini berbeda, Ryeowook terus menundukkan kepalanya sepanjang perjalanan, bahkan ia berjalan di belakang Kyuhyun tak seperti biasanya. Biasanya Ryeowook akan protes jika ia berjalan di belakang, alasannya simple, Ryeowook tak ingin dirinya diculik dan Kyuhyun tak mengetahuinya. Bahkan dalam perjalanan pulang ini sungguh hening. Ryeowook tak membuka percakapan sama sekali seperti biasanya. Dan Kyuhyun? Ia tahu perbedaan sifat yang ditunjukkan Ryeowook hari ini, namun ia menghiraukan saja walaupun sebenarnya ia ingin tahu apa penyebab perubahan Ryeowook.

Mereka terus berjalan dalam diam diiringi semilir angin yang lembut menerpa mereka.

Kyuhyun berhenti berjalan dan Ryeowook yang dari tadi berjalan menunduk tentu saja menabrak punggung Kyuhyun.

“Aww ..” ringis Ryeowook kesakitan dengan pelan sambil menyentuh dahinya.

“Ke .. ke .. kenapa berhenti tiba – tiba?” pekik Ryeowook tak terima.

“Sudah sampai di rumahmu.” Jawab Kyuhyun datar.

Ryeowook menolehkan kepalanya ke pinggir jalan dan benar saja mereka telah sampai di rumah Ryeowook. Ryeowook menggigit bibirnya.

Kyuhyun melangkahkan kakinya untuk pulang. Ryeowook yang melihatnya langsung sedikit panik.

“Kyuhyun! Tunggu! Tunggu sebentar!” pekik Ryeowook panik dan mencoba menahan Kyuhyun.

Kyuhyun membalikkan tubuhnya dan menatap Ryeowook dengan ekpressi datar.

“Ada apa?” tanya datar. Dan Ryeowook lagi – lagi menggigit bibirnya kelu.

“Menurutmu apa salah mencintai seseorang?” tanya Ryeowook dengan pandangan berharap.

Kyuhyun diam, ia tak menyangka Ryeowook menanyakan ini padanya.

Ryeowook menundukkan kepalanya lalu bersuara, “Aku sedang mencintai seseorang, dan itu lawan jenisku. Aku merasakan jantungku terus berdegup dengan kencang jika berdekatan dengannya. Melihatnya tersenyum atau tertawa bahkan walaupun hanya melihat wajahnya dan mendengar suaranya-pun aku sangat senang. Jantungku terus berdetak dengan cepat dan kadang membuat diriku rasanya terbang hanya dengan sentuhannya dan perlakuannya padaku. Ini sungguh menyiksaku ketika mengetahui ia bukan milikku dan ia ….” Ryeowook diam sebentar lalu memandang Kyuhyun dengan tatapan yang tak bisa diartikan. “Dia berbeda dari yang lain. Dan aku ingin perbedaan itu aku benahi agar ia seperti orang yang lain, ia bisa menikmati apa itu jatuh cinta dalam arti yang sebenarnya dan hidup secara normal.” Lanjut Ryeowook.

Kyuhyun hanya diam, ia hanya bisa memandang Ryeowook dengan tatapan agak bingung karena bahasa Ryeowook yang menurutnya berbelit – belit.

“Oleh karena itu …” Ryeowook menggantung perkataannya, dan dengan gerakan cepat Ryeowook mencium bibir Kyuhyun dan berhasil membuat Kyuhyun membelalakkan matanya shock dengan apa yang dilakukan Ryeowook padanya.

Ryeowook melepaskan ciumannya dan menatap Kyuhyun.

“Aku ingin kau sembuh. Saranghae Cho Kyuhyun.” Ujar Ryeowook dengan lembut dalam perkataannya. Kyuhyun diam membisu dan menatap Ryeowook dengan pandangan datar seperti biasa.

“Tapi aku tak mencintaimu.” Ujar Kyuhyun setelah beberapa lama diam.

DEG

Rasanya mendengar perkataan Kyuhyun barusan, membuat tubuhnya lemas dan ia merasakan sakit yang teramat sakit di hatinya. Mata Ryeowook mulai memerah dan berkaca – kaca.

“Aku tahu dan seharusnya aku tak mengatakan ini padamu.” Ujar Ryeowook dengan memaksakan senyuman di wajahnya walaupun sudah ada air mata yang keluar dari pelupuk matanya.

“Maafkan aku.” Ujarnya sambil membungkuk dan segera berlari menuju rumahnya.

Kyuhyun menatap tubuh mungil Ryeowook yang hilang ditelan pintu dengan pandangan kecewa, sedih, merasa bersalah dan bingung bercampur menjadi satu.

“Aku juga ingin sembuh.” Ujarnya, lalu ia memegang dadanya. “Dan aku juga ingin merasakan apa yang kau rasakan.”

***

[Kamar Ryeowook]

“Hiks .. eonnie … aku patah hati .. hiks .. ” ujar Ryeowook dengan sesenggukan sambil memeluk Jaejoong.

Jaejoong membelai surai rambut Ryeowook prihatin dan mencoba menenangkan. “Sssst .. jangan menangis Wookie.”

“Hiks .. tak bisa .. hiks .. air mata ini tak mau berhenti eonnie .. hiks .. sungguh sakit … sakit sekali .. hiks.”

“Tenanglah. Untuk apa menangisi seseorang yang tak mencintaimu?”

“Hiks .. molla .. hiks .. aku baru mencintainya .. dan aku sudah ditolaknya .. hiks … tapi aku tak bisa membencinya .. hiks .. apa yang harus kulakukan ?? hiks”

“Lupakan dia.”

DEG

Ryeowook menatap eonnie-nya tak percaya.

“Aku tak akan tega melakukannya.”

***

Ryeowook masuk ke kelas dengan penampilan urakan seperti dulu lagi, bahkan ia sekarang hanya mencepol rambutnya asal – asalan dan tak memakain make-up tipis lagi. ia kembali lagi ke dirinya yang dulu. Tentu saja semua orang yang melihatnya terkejut dan bingung, apalagi saat Ryeowook melewati bangku Kyuhyun tanpa ekpressi dan langsung duduk di bangkunya yang dulu, yaitu di samping Sungmin. Bahkan Kyuhyun sampai berhenti membaca dan memandang Ryeowook bingung.

“Jangan bertanya minnie, aku sedang di keadaan yang buruk.” Ujar Ryeowook to the point dengan nada perkataan yang ketus saat duduk di samping Sungmin yang bingung. Sungmin menganggukkan kepalanya, ia tahu jika Ryeowook sudah begini, maka bisa dipastikan orang yang mengganggunya pasti akan takut, karena jika Ryeowook marah ia hanya diam dan memandang orang itu dengan pandangan yang menakutkan.

“Apa yang terjadi dengannya?”

“Kenapa berubah seperti dulu lagi?”

“Ada apa dengannya?”

“Kenapa ia tak sebangku dengan Kyuhyun lagi?”

“Apa ia sedang marah dengan Kyuhyun?”

“Apa dia berhenti menyukai Kyuhyun?”

Teman – temannya mulai menggunjing dan bergosip ria, tapi Ryeowook hanya diam dan bersikap seolah – olah ia tak mendengar perkataan – perkataan itu.

Kriiing Kriiiing

Pelajaran-pun di mulai.

***

“Hei Wookie, ada apa denganmu?” tanya Eunhyuk ingin tahu.

Ryeowook memutar matanya lalu mengeluarkan komik dari laci mejanya.

“Tak ada apa – apa.” Jawab Ryeowook cuek.

“Aiigooo .. lihatlah. Ia kembali lagi ke sifat aslinya yang dulu.” Ujar Heechul tak habis pikir.

Sungmin menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya dan memandangi Heechul dan Eunhyuk agar diam dan tak bertanya masalah apapun dengan Ryeowook, namun sepertinya mereka berdua tak mengerti maksud Sungmin.

“Apa yang kau lakukan Min?” tanya Heechul heran.

“Nde. Apa yang kau lakukan huh? Seperti ini?” ujar Eunhyuk sambil mempraktekan apa yang Sungmin lakukan tadi. Tentu saja Sungmin yang melihatnya langsung menepuk jidatnya kesal dan frustasi.

Ryeowook dengan pandangan malas langsung berdiri dan meninggalkan mereka bertiga. Eunhyuk dan Heechul menatap Ryeowook bingung. “Ada apa dengan anak itu?” tanya mereka berdua bingung.

Sungmin memutar matanya frustasi. “Apa kalian tak mengerti? Ia sedang marah. Dan aku tadi menyuruh kalian untuk diam bukannya bicara terus menerus.” Ujar Sungmin dongkol dan gondok.

***

Ryeowook berjalan dengan ekpressi kesal.

“Menyebalkan.” umpatnya dengan pelan.

Tiba – tiba Kyuhyun berada di depannya. “Aku ingin berbicara.” Ujarnya dengan serius. Ryeowook memutar matanya, mencoba menetralisir jantungnya yang masih berdegup dengan kencang.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Ryeowook secuek mungkin sambil mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun, karena ia takut jika ia lebih lama lagi memandang Kyuhyun, ia tak bisa mengontrol perasaannya pada Kyuhyun.

“Tapi tak disini.” Ujar Kyuhyun lalu menarik tangan Ryeowook agar mengikutinya.

Setelah berjalan agak lama, akhirnya mereka tiba di gudang yang dulu digunakan Ryeowook untuk menunjukkan blue film pada Kyuhyun. Ryeowook memandang Kyuhyun bingung.

“Kenapa bicaranya harus disini? Apa tak ada tempat yang lebih baik lagi?” tanya Ryeowook kesal juga dibawa ke tempat seperti ini dengan Kyuhyun.

“Aku tak suka caramu mengabaikan aku.” Ujar Kyuhyun dengan memandang Ryeowook intens.

“Lalu kenapa? Apa tak boleh?” tanya Ryeowook frustasi.

“Aku tak suka saat kau menghilang dari edaranku.”

“Aku tak suka saat kau melewatiku begitu saja tanpa berkata apa – apa atau tersenyum padaku.”

“Aku tak suka saat kau tak mau menatapku.”

“Dan aku sangat tak suka mengakui kalau aku mulai merasakan apa yang kau rasakan.”

Ryeowook memandang tak percaya pada Kyuhyun. “Apa maksudmu?” cicit Ryeowook pelan saking tak percayanya mendengar apa yang dikatakan Kyuhyun barusan padanya.

“Saranghae Kim Ryeowook. Jeongmal saranghae.” Ujar Kyuhyun dengan lembut.

“Saranghae.”

“Hah?” ucap Ryeowook tak percaya.

BRUUUKK

Mendengar Kyuhyun mengatakan itu barusan membuat Ryeowook langsung pingsan seketika.

“Ryeowook …” panggil Kyuhyun khawatir.

“Uh, jangan ucapkan itu lagi. Kau bisa membuatku masuk rumah sakit jika mengatakannya lagi.” ucap Ryeowook masih dengan menutup matanya.

Kyuhyun tertawa geli mendengar perkataan Ryeowook, sungguh lucu dan aneh yeoja satu ini pikirnya.

“Jeongmal saranghae Kim Ryeowook. Sungguh sungguh mencintaimu Kim Ryeowook.” Ujar Kyuhyun dengan jahil.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH !!!!!!!!” pekik Ryeowook dengan frustasi dan tak percaya menggema di gudang itu dan membuat Kyuhyun semakin tertawa geli.

^^ FIN ^^

 

Hehehehe .. #senyum2jari

Mian kalo lama. Aku sekarang udah kelas 3, jadi enggak bisa upload rajin kayak dulu – dulu lagi. yah .. namanya juga kelas 3 iye kan ??? -____-“

Rasanya enggak pengen ujian deh, langsung ajah masuk ke tahap selanjutnya :p

Setelah ini kalian mau aku ngelanjutin yang mana? LIC ? Firefly In The Dark? Atau OS yang dulu? OS yang Kyuhyun enggak kenal Ryeowook tapi ngajakin nikah Ryeowook?

Yah .. komentar ajah deh. Okay. 😀

With LOVE! ~Frisca

Chu :* Saranghae ❤ ❤ ❤

Advertisements

ALWAYS (Versi 2) “Spesial KyuWook Day”

00a

Frisca Freshtie Present ….

.

.. |(^.^)/\(^.^)| ..

….

** A L W A Y S **

.

.

.

Pairing : KyuWook

Rate : K+

Genre : Romance, Genderswitch, Friendship, OneShot, Abal – Abal, Gaje, Failed!

Author : Frisca Freshtie

Main Cast : Kim Ryeowook (Yeoja) >< Cho Kyuhyun (Namja)

.

.

.

.

Warning !!!

OS ini aku persembahkan untuk anniversary-nya pasangan kita yang cetar membahana !!!!! Yeeeeeeyyyyyy

Selamat berulang tahun atas hubungan kalian yang ke delapan, KyuWook couple ❤ ❤ ❤

Semoga tambah langgeng dan hubungan kalian dipenuhi cinta, cinta dan cinta xD LOL , walaupun aku telat sehari , tolong dimaafkan yak kawan T^T

Oh iya, ini Always yang versi enggak ada rate M-nya :p

Cuma beda endingnya doank. Jadi kalo yang mau baca ulang ya enggak apa – apa 🙂

OS ini terinspirasi dari lagunya Kana Nishino yang berjudul “Always”, lirik lagunya sudah di translate kok ^^

Selamat membaca!

.

.

.

.

~Maafkan aku.
Aku bahkan tak bisa mengatakannya.
Kau yang menyambutku dengan baik.
“Selamat datang”, berkata seperti tak ada apa-apa.
Dan tersenyum lembut padaku.~

Di sebuah taman bermain, anak – anak saling berkejaran dan bermain satu sama lain. Mereka terlihat sangat menikmati permainan mereka, bahkan mereka tertawa lepas tanpa memperdulikan orang – orang. Beberapa detik kemudian seorang yeoja kecil dengan membawa setangkai bunga rumput liar dan dengan langkah ragu mulai mendekati sekumpulan anak – anak yang sedang bermain itu. Mereka terus bermain dengan senangnya, sampai – sampai mereka tak menyadari kedatangan yeoja kecil itu.

“Bolehkah aku ikut bermain?” tanya yeoja kecil itu dengan mencoba tersenyum.

Semua anak – anak langsung menolehkan kepalanya menatap yeoja kecil itu dengan pandangan takut dan jijik.

“Ah tidak! Kami tidak mau bermain denganmu! Kau anak seorang pembunuh!” ujar seorang anak pada yeoja kecil itu tanpa perasaan. Mendengar itu, yeoja kecil itu menundukkan kepalanya dengan air mata yang ia coba untuk tahan agar tak keluar sambil menggigit bibirnya sehingga isakan tangisnya-pun tak keluar.

“Lebih baik kau pergi dari sini. Tak ada yang mau bermain denganmu.” Ucap salah satu anak lagi mengusir yeoja mungil itu.

“Benar. Kami tak mau bermain denganmu. Pergilah dari sini!”

”Ayo teman – teman kita tinggalkan anak pembunuh ini. Kita bermain di tempat lain saja.” Ajak salah satu anak dan dituruti oleh semua teman – temannya.

“Iya, ayo. Untuk apa bermain dengannya?”

“Eomma-ku melarangku bermain dengannya.”

“Eomma-ku juga, aku juga takut bermain dengannya.”

Setetes air mata jatuh membasahi pipi chubby yeoja kecil itu walaupun tak ada isakan yang lolos dari bibir cherry-nya mendengar sayup – sayup suara itu. Ia menangis dalam diam, ia meremas tangkai bunga rumput liar seakan menyalurkan kemarahan dan kesedihannya pada bunga itu.

“Selamat datang.” Ujar seseorang dengan ceria. Mendengar itu tentu saja yeoja kecil itu mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang berbicara dengannya.

“Kau bisa bermain denganku mulai sekarang sampai seterusnya. Kyuhyun imnida.” Mata yeoja kecil itu membulat senang seketika saat melihat seorang namja kecil yang lebih tinggi darinya dan tersenyum lembut padanya.

~Setiap hari kau melindungiku.
Selalu tersenyum dan memberiku banyak kata.
Entah bagaimana kita telah habiskan hari sampai sekarang.
Dan kusadari aku memilikimu.~

5 tahun kemudian.

Sorak anak – anak ramai yang berkerumun menggema di lorong kelas sekolah menengah itu. Mereka berteriak dan bersorak menyemangati sebuah keributan. Seorang yeoja mungil dengan pandangan takut dan cemas meremas tangannya di luar kerumunan anak – anak itu. Ternyata keributan yang terjadi adalah sebuah perkelahian.

Kyuhyun mendorong namja di depannya dengan kesal dan penuh kebencian sehingga namja di depannya jatuh ke lantai sekolah.

“Apa – apaan kau?” pekik namja itu tak terima lalu berdiri dan membalas Kyuhyun dengan mendorong Kyuhyun balik. Kyuhyun meremas tangannya kesal dan mulai memberikan namja di depannya sebuah pukulan, dan akhirnya mereka saling berkelahi dengan diiringi suara sorai ramai dari teman – teman mereka.

“Dengar! Jangan pernah berkata seperti itu lagi! Ku peringatkan kau!” ujar Kyuhyun sambil menjatuhkan namja di depannya dengan kilat mata marah.

Kyuhyun mencengkram kerah seragam namja di bawahnya dengan penuh kemarahan. Dengan penuh lebam di wajahnya, namja itu tersenyum smirk. “Untuk apa kau melindunginya? Kau menyukainya eoh? Cho Kyuhyun menyukai anak seorang pembunuh?” tanyanya dengan mengejek. Kyuhyun diam dengan tatapan yang tak bisa diartikan mendengar pertanyaan itu. Melihatnya namja itu tersenyum mengejek.

“Iya, aku menyukainya. Jadi jangan panggil dia seperti itu.” Ujar Kyuhyun sambil memukul namja di depannya.

“Berhenti!!!!!” pekik seongsangnim yang tiba – tiba sudah ada di kerumunan siswa – siswa itu bersama seorang yeoja mungil yang tadi ada di luar kerumunan.

Mau tak mau Kyuhyun dan namja tadi menghentikan perkelahian mereka.

“Kalian berdua, ikut aku ke kantor sekarang juga!” perintah seongsangnim tadi, lalu pergi dari kerumunan siswa – siswa tadi diikuti Kyuhyun dan namja tadi.

“Kyunnie, mianhae.” Ucap yeoja mungil tadi dengan mata berkaca – kaca saat Kyu melewatinya, Kyuhyun yang mendengarnya menghentikan langkahnya lalu berhadapan dengan yeoja mungil itu.

“Gwenchana Wookie. Aku akan baik – baik saja. Percayalah.” Ujarnya dengan tersenyum lembut lalu pergi mengikuti seongsangnim tadi. Ryeowook menggigit bibirnya bimbang melihat punggung Kyuhyun yang semakin menjauh.

***

Kyuhyun dan namja tadi berdiri di depan tiang bendera dengan posisi saling menjewer telinga dan mengangkat salah satu kaki mereka. Siswa – siswa yang berlalu lalang tentu saja menertawakan mereka karena kebetulan waktu sekolah sudah berakhir dan alhasil mereka berdua menjadi bahan tontonan mereka. Kyuhyun hanya tersenyum dan memasang muka santai menanggapi mereka dan namja disebelahnya menekuk wajahnya dengan kesal menahan malu.

Ryeowook berdiri dari kejauhan memandang Kyuhyun dengan khawatir dan cemas sambil membawa tas Kyuhyun. Ia terus berdiri memandang Kyuhyun. Ia benar – benar merasa khawatir dan merasa bersalah, menurutnya Kyuhyun dihukum karena dirinya.

“Apa kalian sudah mengerti sekarang? Jangan ulangi lagi. Hukuman kalian selesai.” ujar seongsangnim tadi yang menghukum mereka yang entah darimana datangnya, membuat Kyuhyun dan namja tadi menurunkan tangan dan kakinya menghentikan hukuman yang mereka dapat.

Kyuhyun dengan santai menganggukan kepalanya tanpa beban. Dan namja di sebelahnya menundukkan kepalanya malu.

“Saling minta maaf sekarang.” Perintah seongsangnim tadi.

“Maafkan aku ya.” Ujar Kyuhyun santai sambil membungkuk sedikit. Namja tadi yang melihatnya memutar matanya kesal, lalu membalas membungkuk. “Maafkan aku juga.” Ujarnya sedikit ketus.

“Kalian boleh pulang sekarang. Jangan sekali – kali mengulanginya lagi, arasseo? Jika kalian mengulanginya lagi, aku tak akan segan – segan memanggil orang tua kalian berdua.”

“Nde seongsangnim. Kami mengerti.” Ujar Kyuhyun dan namja di sebelahnya dengan membungkuk lalu seongsangnim itu pergi meninggalkan mereka berdua.

Ryeowook kecil dari kejauhan melihat seongsangnim yang menghukum Kyuhyun dan namja yang mengejeknya bersama mereka, entah apa yang mereka bicarakan Ryeowook-pun tak mengerti. Ryeowook hanya memandangi dari kejauhan, ia takut mendekat jika teman – temannya benar – benar belum pulang sepenuhnya, karena ia tidak ingin Kyuhyun juga dijauhi karena berteman dengannya.

Ryeowook melihat Kyuhyun dan namja tadi membungkukkan badannya pada seongsangnim, lalu seongsangnim pergi meninggalkan mereka, lalu diikuti namja tadi meninggalkan Kyuhyun dengan pandangan kesal. Ryeowook menggigit bibirnya sambil menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri memastikan keadaan sudah sepi. Setelah merasa keadaan aman, ia melangkahkan kakinya mendekati Kyuhyun dengan menunduk.

Kyuhyun membalikkan tubuhnya sambil tersenyum, ia tahu Ryeowook sedari tadi menunggunya. Ia memasukkan kedua tangannya ke saku celananya dengan senyum smirknya melihat Ryeowook berjalan menunduk keposisinya. Lalu, ia berjalan lurus ke arah Ryeowook dengan santai.

Ryeowook terus menundukkan kepalanya saat berjalan. Ia menghentikan langkah kakinya ketika melihat sepasang sepatu berada di depannya. Ia mengarahkan pandangannya ke atas, mencoba melihat wajah dari pemilik sepatu di depannya. Dan betapa shock-nya Ryeowook ketika menatap wajah pemilik sepasang sepatu tadi.

“Sudah ku bilang aku akan baik – baik saja kan?” ujar Kyuhyun dengan tersenyum.

~Cinta adalah sesuatu yang tak berbentuk.
Tapi begitu besar sehingga membungkus segalanya.
Benar di sini.
Karena selalu disampingku.
Aku dipenuhi dengan perasaan hangat.~

3 tahun kemudian. [Di SM High School]

“Kumpulkan tugas kalian sekarang!” perintah Park seongsangnim pada murid – murid di kelas yang diajarnya.

“Baik seongsangnim.” Jawab mereka hampir serempak sambil mengeluarkan buku tugas mereka dari tas masing – masing.

Ryeowook mencari buku tugasnya dengan dahi berkerut – kerut, pasalnya seingatnya ia sudah membawa buku tugas tersebut, namun tak ada di dalam tas-nya. Ia terus mencari buku tugasnya. Dari belakang, Kyuhyun yang duduk di paling pojok belakang mengawasi Ryeowook. Ia menaikkan alisnya bingung dan ingin tahu melihat kelakuan Ryeowook, lalu ia memandang buku tugasnya.

“Yang tak mengumpulkan bisa maju ke depan dan berdiri di depan kelas sampai jadwal pelajaran saya berakhir.” Ujar seongsangnim lagi dengan tegas. Mendengar itu, Ryeowook menggigit bibirnya dan mulai berjalan ke depan kelas.

“Apa ada yang tak mengumpulkan lagi?” tanya Park seongsangnim sambil membuka buku.

Kyuhyun mengangkat tangannya santai. “Saya seongsangnim.” Ujar Kyuhyun dengan nada tak bersalah sama sekali.

“Saya lupa membawanya.” Ujarnya lagi sambil berdiri.

“Kalau begitu berdiri ke depan kelas sekarang juga.” Ujar Park seongsangnim sambil memakai kacamatanya dan mulai memulai pelajarannya. Dengan santai Kyuhyun berjalan ke depan kelas dan berdiri di samping Ryeowook dengan senyum mengembang. Ryeowook dengan bingung melirik Kyuhyun, pasalnya Kyuhyun bukan tipe orang yang pelupa.

‘Apa Kyunnie benar – benar lupa membawanya?’ tanya Ryeowook dalam hati. Seperti bisa mendengar suara hati Ryeowook, Kyuhyun berkata, “Aku tak lupa membawanya. Aku hanya ingin dihukum bersamamu.” Bisik Kyuhyun dengan tersenyum jahil membuat Ryeowook membelalakkan matanya tak percaya.

~Cinta adalah sesuatu yang tak berujung.
Bahkan setelah hari ini, esok, dan beberapa puluh tahun.
Hatiku dipenuhi dengan cinta.~

Ryeowook dan Kyuhyun pulang bersama dengan berjalan, seperti biasa Ryeowook akan menundukkan kepalanya saat berjalan.

Kyuhyun menghentikan langkah kakinya lalu mendecak kesal. “Ck! Aku heran padamu, apa kau tak lelah terus menerus menundukkan kepalamu Wookie-ah?” tanya Kyuhyun kesal juga dengan kebiasaan Ryeowook ini.

Ryeowook berhenti berjalan dan mendongakkan kepalanya menatap Kyuhyun sebentar, lalu menundukkan kepalanya lagi. “Ah, mianhae ne Kyunnie. Aku malu, bukankah kau tahu itu dari dulu?” ujar Ryeowook pelan sambil memainkan tangannya. Mendengar jawaban Ryeowook, Kyuhyun menghembuskan nafas kesalnya.

Dengan tiba – tiba Kyuhyun mengangkat dagu Ryeowook dan menangkup wajahnya denga kedua tangannya dan berhasil membuat wajah Ryeowook memanas.

Tatapan mata mereka bertemu, Kyuhyun tersenyum manis pada Ryeowook sedangkan Ryeowook membeku dalam posisinya.

“Dengarkan aku Kim Ryeowook.” Ujar Kyuhyun dengan serius.

“Mulai sekarang, kau tak boleh malu lagi. Jangan tundukkan kepalamu saat berjalan.” Seperti terhipnotis, Ryeowook menganggukan kepalanya menuruti Kyuhyun.

“Jika mereka terus berkata dan membuatmu berkecil hati, cukup tutup telingamu dan ingat – ingat kataku ini.” Ucap Kyuhyun sambil menutup kedua telinga Ryeowook dengan tersenyum.

“Apa kau mengerti?” tanya Kyuhyun. Lagi – lagi Ryeowook menganggukan kepalanya seperti terhipnotis.

CHU~

Kyuhyun mencium hidung mungil Ryeowook dan berhasil membuat jantung Ryeowook berdetak dengan cepat dan membuat alirah darahnya mengalir dengan deras dan tentu saja membuat Ryeowook terkejut.

“Ini karena kau sudah mengerti, jadi kau pantas mendapatkannya.” Ujar Kyuhyun dengan santai sambil menarik tangan Ryeowook dan berjalan sambil menggandeng tangan Ryeowook, tak menghiraukan wajah shock Ryeowook.

~Bahkan setelah berkata “Aku mencintaimu” jutaan kali.
Seseorang (aku) ingin mengatakannya lagi.
Meskipun sedikit memalukan, tapi terima kasih.
Aku sungguh-sungguh ingin memberitahumu dari hatiku.~

Ryeowook meremas – remas tangannya cemas, pasalnya ia sekarang tengah menunggu Kyuhyun dan langit Seoul begitu hitam karena tertutup langit mendung. Hari ini ia berencana untuk mengungkapkan isi hatinya pada Kyuhyun, oleh karena itu ia meminta Kyuhyun menemuinya di bawah pohon maple yanga ada di taman belakang sekolah setelah pulang sekolah. Sudah hampir 1 jam ia menunggu Kyuhyun, namun Kyuhyun belum datang – datang juga.

Langit mulai menjatuhkan tetesan – tetesan air sedikit demi sedikit. Ryeowook menggigit bibirnya.

“Kyu, kau tak datang?” ujarnya pelan dengan nada kecewa sambil menundukkan kepalanya.

“Apa kau sudah lama menungguku?” tanya Kyuhyun dengan khawatir dan nafas yang ngos-ngosan.

Ryeowook mendongakkan kepalanya dengan ekpressi senang.

“Kyu, kau sudah datang?” tanyanya tak percaya dengan senang.

“Nde. Aku sudah datang. Jadi apa yang ingin kau katakan padaku? Ppalli. Sebantar lagi hujan akan turun.” ujar Kyuhyun menasehati dengan tersenyum.

Mendengar pertanyaan Kyuhyun, Ryeowook seketika gugup, ia benar – benar gugup.

“A-a-a-a-aku .. aku .. aku ..”

“Iya?” Kyuhyun menautkan kedua alisnya heran.

“Aku …” Ryeowook menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang sekarang pasti memerah saking gugupnya.

“Iya Wookie?”

“Saranghae.” Ucap Ryeowook sangat pelan, hampir seperti bisikan yang sangat lembut.

“Hah? Mwo? Kau bilang apa tadi Wookie? Aku tak dengar.” Ujar Kyuhyun jujur saking pelannya suara Ryeowook.

“Saranghae.” Ujar Ryeowook lebih keras lagi, namun masih tetap pelan.

“Hah? Aku tak dengar Wookie kau bicara apa?” ujar Kyuhyun sambil mendekatkan wajahnya ke Ryeowook.

“Aku bilang aku mencintaimu.” Ujar Ryeowook dengan agak keras sambil mendongakkan kepalanya, kesal juga perkataannya tak didengar Kyuhyun. Tatapan mata mereka bertemu, Kyuhyun dengan mata membelalak tak percaya sedangkan Ryeowook terpaku melihat wajah Kyuhyun. Sedetik kemudian, senyum Kyuhyun menghilang. Melihat itu Ryeowook langsung menundukkan kepalanya lagi dengan kecewa dan sedih. “Mianhae. Seharusnya aku tak mengatakannya.” Ujarnya merasa tak enak hati.

Suara petir mengiringi suasana awkward mereka. Gerimis sekarang berubah menjadi hujan yang agak deras.

“Bisakah kau mengatakannya lagi Wookie?”

Ryeowook mengangkat wajahnya dengan ekpressi bingung sambil menatap Kyuhyun.

“Apa kau bisa mengulangi kalimat tadi?” tanya Kyuhyun lagi.

“Aku mohon, ulangi kalimat tadi.” Ujar Kyuhyun.

“Aku mencin…” belum selesai Ryeowook berkata, Kyuhyun mencium bibir cherry Ryeowook dengan lembut. Ia melumat bibir Ryeowook dengan sangat lembut membuat Ryeowook sangat menikmati lumatan demi lumatan yang diberikan Kyuhyun padanya. Mereka berciuman ditengah guyuran hujan yang deras, mereka tak menghiraukan tubuh mereka yang basah kuyup. Ryeowook memukul dada Kyuhyun ketika pasogan oksigen di paru – parunya mulai habis. Kyuhyun melepas ciuman mereka. Deru nafas mereka beriringan. Kyuhyun menempelkan dahinya ke dahi Ryeowook diiringi deru nafas mereka dan aliran air hujan yang membasahi mereka.

“Dengarkan aku. Apapun yang terjadi, kumohon tunggulah aku disini dan jangan menangis. Apa kau mau berjanji?” ujar Kyuhyun. Ryeowook mengangguk – anggukan kepalanya dengan pelan karena masih lemas.

~Dalam dunia yang luas.
Kita bisa bertemu.
Selalu banyak kenangan untuk masa depan.
Entah kenapa sekarang aku pikir aku mengerti.
Karena aku memilikimu.~

Ryeowook masuk ke kelasnya dengan senyuman mengembang di wajahnya, tak seperti biasanya ia sekarang berjalan tanpa menunduk lagi. Dengan wajah berseri – seri Ryeowook duduk di tempat duduknya.

“Apa kau sudah dengar?” ujar yeoja di depannya berbicara dengan yeoja di sampingnya.

Ryeowook mengeluarkan buku pelajarannya, ia tak begitu menyukai bergosip, selain itu alasan yang lain adalah ia tak mempunyai teman di kelas kecuali Kyuhyun jadi tak ada tempat bergosip karena Kyuhyun juga tak suka bergosip dan ia juga harus menjaga jarak dengan Kyuhyun karena ia takut Kyuhyun akan dikucilkan juga jika terang – terangan berteman dengannya, mereka takut mempunyai teman yang ayahnya adalah seorang pembunuh.

“Kyuhyun pindah dari sekolah ini.” Mendengar itu, mata Ryeowook membulat. ‘Itu pasti tak mungkin kan?’ innernya membantah.

“Apa yang kau maksud itu Kyuhyun, Cho Kyuhyun teman sekelas kita?”

“Tentu. Memangnya siapa lagi?”

DEG

Ryeowook semakin terguncang mendengarnya.

“Yang ku dengar ia pindah ke luar kota karena appanya dipindahtugaskan oleh boss-nya.” Sudah, cukup. Ryeowook tak ingin mendengarnya lagi. Ia berlari keluar kelas menuju pohon maple di taman belakang sekolahnya dengan lelehan air mata dan isakan tangisan yang terus keluar dan menghiraukan tatapan para siswa – siswa yang melihatnya dengan pandangan aneh dan bingung.

‘Kenapa kau pergi tanpa pesan sama sekali Kyunnie?’ isaknya sambil menatap pohon maple itu dengan air mata yang terus membanjiri wajahnya.

‘Kenapa kau begitu jahat?’ Ryeowook jatuh terduduk saking terguncangnya, ia benar – benar belum siap untuk menjalani hidupnya tanpa kehadiran Kyuhyun.

‘Kenapa? Wae?’

‘Apa kau tahu? Rasanya sakit sekali.’ Isaknya sambil menepuk – nepuk dadanya.

‘Sekarang aku harus bagaimana? Aku tak bisa apa – apa tanpamu Kyunnie.’

Ryeowook menangis sejadi – jadinya di bawah pohon maple itu menumpahkan segala kesedihannya disana sendirian. Tanpa ada siapapun, hanya suara angin dan gesekan daun – daun dan daun – daun kering yang gugur dan diterbangkan oleh angin yang menemani kesedihan Ryeowook.

Ryeowook tiba – tiba menghentikan isakan tangisannya ketika mengingat saat Kyuhyun mengatakan padanya bahwa ia harus menunggunya disini dan berjanji agar ia tak menangis lagi.

“Aku akan menunggumu. Aku sudah berjanji padamu disini. Aku akan menunggumu Kyu.” Ujarnya sambil menyapu air matanya dengan kasar dan memaksakan senyumnya.

~Mengapa, bagi seseorang (aku).
Aku tertawa, menangis atau apapun itu.
Untuk dirimu, untuk diriku.
Aku ingin memegang keajaiban agar kita tetap bersama.~

3 tahun berlalu.

Ryeowook tersenyum masam menyadari waktu sudah berlalu dengan lamanya tanpa ada Kyuhyun disampingnya. 3 tahun berlalu dan perasaannya sama sekali tak berubah, bertambah hari perasaannya malah semakin kuat. Kini Ryeowook tumbuh menjadi yeoja dewasa, ia semakin cantik dan sekarang ia sudah bekerja di Seoul Bank.

Ia sekarang berada di bawah pohon maple belakang sekolah tempat dulu ia berjanji pada Kyuhyun untuk menunggunya. Walaupun ia sudah lulus dari sana dan sudah bekerja, tapi setiap pulang dari bekerja ia tak pernah absen mengunjungi tempat ini, ia selalu mampir ke tempat ini untuk menepati janjinya, selalu menunggunya di tempat ini menanti Kyuhyun untuk datang karena ia yakin Kyuhyun akan datang entah kapan namun ia tetap yakin Kyuhyun akan datang untuknya.

“Waktu begitu lambat berlalu. Aku merindukanmu Kyunnie.” Ujarnya dengan setetes air mata jatuh dari pipinya sambil menyentuh kulit pohon maple itu.

“Dulu kau sering sekali makan bekal disini bersamaku. Sekarang kau makan dengan siapa dan dengan apa?” ujarnya lagi sambil berjongkok dan menyentuh rumput – rumput yang dulu selalu didudukinya dengan Kyuhyun saat waktu istirahat.

Ryeowook menyapu dengan kasar air matanya yang jatuh.

“Ah, air mata ini jatuh kembali.” Ujarnya dengan tersenyum masam.

“Mianhae Kyuhyun, air mata ini begitu nakal padahal aku sudah berusaha untuk terus membendungnya namun air mata ini keluar juga. Maafkan aku.”

Ryeowook berdiri dan memandang ke arah langit dengan pandangan menerawang.

“Besok aku akan kembali lagi Kyunnie, aku sudah berjanji padamu. Aku akan terus menunggumu. Aku akan terus menunggumu.” Ucapnya dengan tersenyum, lalu berjalan pergi meninggalkan pohon maple yang daun – daunnya terus bergoyang ditiup angin.

***

Ryeowook keluar dari kamar mandi dengan baju piyama, ia bersiap – siap untuk tidur. Ia melirik jam dinding yang tergantung manis di dinding kamarnya. Jam menunjukkan pukul 10 malam. Ia menghembuskan nafas beratnya.

“Sudah sangat malam, tapi kenapa aku masih belum bisa tidur?” gumamnya dengan sedikit kesal sambil mem-pout bibirnya.

Ia melangkahkan kakinya menuju jendela kamar apartemennya. Ia membuka gordennya dan mulai menatap ke luar jendela menyaksikan langit hitam Seoul tanpa bintang dan bulan yang menghiasi langit malam Seoul.

“Kyunnie .. apa kau sudah tidur sekarang?” tanyanya dengan pandangan menerawang.

“Aku tak bisa tidur, Kyunnie. Aku juga tak tahu kenapa.” Ujarnya dengan pandangan kosong, lalu sedetik kemudian ia mendecak pelan dan melirik kalender kecil yang ada di meja belajarnya. Pandangannya terfokus dengan tanggal 15 agustus, tepatnya tanggal hari ini.

~Cinta adalah sesuatu yang tak berbentuk.
Tapi begitu besar sehingga membungkus segalanya.
Benar di sini.
Karena selalu disampingku.
Perasaan kuat pun mengalir.~

Ryeowook menatap jam tangannya, lalu menggigit bibirnya. Ryeowook merutuki dirinya yang malam – malam begini datang ke sekolah, tepatnya di bawah pohon maple tempat biasa Ryeowook menunggu Kyuhyun dengan baju piyamanya. Padahal tadi sore ia sudah mampir kesini, dan sekarang? Jam menunjukkan pukul 11 malam.

Dengan membawa senter, ia berjongkok di bawah pohon maple itu dengan pandangan bingung.

“Untuk apa aku kemari malam – malam begini?” tanyanya bingung dan frustasi pada dirinya sendiri.

“Tak ada yang menarik. Langit-pun sedang mendung, tak ada bintang atau bulan yang bersinar. Benar – benar menyedihkan.” Ujarnya kesal sendiri.

“Tapi aku ingin sekali berada disini.” Ujarnya membantah dirinya sendiri.

Ia menatap ke atas langit, lalu ia memejamkan matanya merasakan tiupan angin malam yang semilir yang menerpa wajahnya.

‘Andaikan kau ada disini, Kyunnie. Aku sangat merindukanmu. Benar – benar merindukanmu.’

CHU~

Senter kecil milik Ryeowook jatuh ke tanah. Ryeowook merasakan bibirnya dibungkam dengan daging kenyal. Ia membuka matanya lebar – lebar shock dengan apa yang terjadi. Ia mencoba melepaskan ciuman itu, ia tak tahu siapa yang menciumnya dengan kondisi sinar yang gelap. Ia memberontak mencoba untuk melepaskan ciuman sepihak itu. Akhirnya dengan sekuat tenaga ia bisa melepaskan ciuman itu, ia berdiri dengan marah.

“Kau !!! Ap ..” ia membelalak kaget saat melihat wajah teduh itu, wajah yang ia nanti – nantikan, wajah yang selama ini ia rindukan. Walaupun sudah banyak tahun ia lalui tanpa Kyuhyun, namun ia tahu wajah di depannya ini adalah Kyuhyun bukan orang lain. Ia ingat betul bagaimana bentuk wajah Kyuhyun bahkan sampai suaranya-pun tersimpan permanen dalam otaknya.

“Kyunnie ..” gumamnya tak percaya dengan mata berkaca – kaac senang dan penuh dengan kerinduan yang membuncah. Kyuhyun tersenyum. “Aku tahu kau selalu menungguku.” Ujar Kyuhyun dengan tersenyum. Setelah mengatakan itu, Ryeowook yang memang sudah ingin melepas rasa rindunya langsung memeluk tubuh kekar Kyuhyun dengan linangan air mata kebahagiaan.

“Aku sangat merindukanmu Kyunnie .. hiks .. sangat merindukanmu ..” ujarnya dengan memeluk Kyuhyun dengan sangat erat, seperti tak ingin Kyuhyun pergi dari pelukannya.

“Ssssst .. aku tahu .. aku tahu ..” ujar Kyuhyun menenangkan sambil mengelus surai hitam Ryeowook yang lembut.

“Ini benar – benar bukan mimpi kan?” gumam Ryeowook namun masih bisa di dengar Kyuhyun. Mendengar itu Kyuhyun langsung melepas pelukan Ryeowook dan menatap yeoja yang sangat dicintainya itu dengan tatapan lembut.

“Ani. Tentu saja tidak. Kau tak bermimpi. Maafkan aku. Jeongmal mianhae Wookie telah meninggalkanmu dengan sangat lama. Maafkan aku.” Ujarnya sambil menangkup wajah Ryeowook.

“Kau tak akan pergi meninggalkan aku lagi kan Kyu?” tanya Ryeowook sambil menggigit bibirnya.

“Tidak. I will always by your side. Always.” Jawab Kyuhyun dengan lembut dan sungguh – sungguh, lalu ia kembali mencium bibir Ryeowook. Ia mengecup lembut bibir Ryeowook dan mulai melumatnya. Ryeowook menutup matanya mencoba merasakan sensasi yang diberikan oleh Kyuhyun padanya. Kyuhyun mendorong tubuh Ryeowook agar bersandar di pohon maple besar itu, lalu ia mengunci tubuh mungil Ryeowook dengan kedua tangannya. Ia terus melumat bibir cherry Ryeowook, entah kenapa gairahnya begitu besar malam ini. Mungkin karena sudah lama tak berjumpa dengan Ryeowook?

Kyuhyun melepas ciumannya dan beralih ke leher putih halus Ryeowook. Ia mulai mengecup leher ryeowook dengan penuh gairah namun lembut. Ryeowook menggigit bibir bawahnya saat merasakan sensai aneh yang menghantamnya ketika Kyuhyun menciumi lehernya. Tak ada bekas gigitan disana, yang ada hanya jilatan dan ciuman panas Kyuhyun.

“Ngggggh ….” Begitu menyadari desahan keluar dari mulut Ryeowook, Kyuhyun langsung sadar dan berhenti menciumi leher Ryeowook. Ryeowook membuka matanya dengan pandangan bingung.

“Maafkan aku. Aku sudah melewati batas.” Ujar Kyuhyun merasa bersalah.

Ryeowook menggeleng – gelengkan kepalanya, lalu tersenyum pada Kyuhyun dan mencium Kyuhyun dengan penuh gairah. Biarkan hari ini, hanya hari ini. Dia menjadi pendosa. Ia benar – benar tak bisa menahan hasrat yang membuncah ini.

~Cinta adalah sesuatu yang tak berujung.
Bahkan setelah hari ini, esok, dan beberapa puluh tahun.
Hatiku dipenuhi dengan cinta.~

Ryeowook dan Kyuhyun mencoba mengatur nafasnya. Apartemen Ryeowook yang semula rapi kini seperti kapal pecah. Rambut mereka berantakan, dan selimut berwarna krem itu menyelimuti mereka berdua yang bertelanjang. Dan jangan lupa pakaian mereka yang berserakan di lantai.

“Hosh hosh hosh ..” suara nafas Ryeowook yang tak beraturan begitu terdengar sangat jelas dalam apartemen itu.

“Apa kau menyesal?” tanya Kyuhyun sambil menatap Ryeowook yang masih mengatur nafas.

Ryeowook menolehkan kepalanya ke Kyuhyun, lalu menggeleng pelan.

“Ani. Aku tak menyesal, karena aku melakukannya denganmu.” Jawab Ryeowook sambil tersenyum.

Setelah mendengar itu, Kyuhyun memeluk Ryeowook. “Dengar. Aku akan bertanggung jawab Wookie-ah.” Ujar Kyuhyun dengan serius dan lembut.

Ryeowook tersenyum. “Aku tahu Kyunnie.” Ujarnya pelan membalas perkataan Kyuhyun.

“Terima kasih telah bersedia menungguku.” Ucap Kyuhyun lagi.

“Aku sudah berjanji.” Jawab Ryeowook lagi dengan lembut.

“Jeongmal saranghae.” Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke Ryeowook.

“I love you too and Always.” Jawab Ryeowook, lalu mereka berciuman tanpa ada gairah disana namun hanya menyalurkan rasa cinta mereka.

FIN

 

Waaaaaaksssss :v

Gajean yang mana nih yang udah baca 2 versinya 😉

Tinggalkan komentar kalian yak ^^

SELAMAT HARI KYUWOOK ❤ ❤ ❤

With LOVE ~Frisca

Password!!!

b65ab7-horz

Anyeeeeeeoooong #senyumunyuk

Jadi karena ada yang saya protect, jadi minta pw-nya ke pin bb saya atau nomor saya atau message di fb saya.

Pin BB : 25AB7C79

Nomor : 08990114833

FB : Frisca Bayu Melati

Saya protect bukan karena alasan biar kalian mau komentar atau gimana yak, tapi ini beneran aku protect  karena ada unsur dewasa-nya. Aku enggak akan sejahat itu kok chingu :’)

Jadi mohon dimaklumi jika ada cerita saya yang saya protect. Itu bukan karena saya ingin kalian komentar dan silent reader saya bumi hanguskan -.-

Itu murni karena ada begonoannya xD plak

Ya udah, selamat bertemu di cerita – cerita saya ^^