Month: September 2014

D E B T !!!!!!

tumblr_me8l3eArdf1rkxo3ko1_500_large

Hai hai hai hai chingu-deul ….

Selamat malam .. pagi .. siang .. sore … pokoknya seterah saat kalian baca ini xD plak

Pasti kalian bingung saya ini sebenernya update apaan kan? ‘.\

Jadi, begini lhoh chingu-deul tercinta. #pasangmukaserius

Ehm ehm .. #dehemunyuk

Frisca yang unyuk dan menggemaskan ini ingin membahas D E B T alias hutang ep-ep saya xD plak

Aduuuh, skaing banyaknya utangnya, saya sampek lupa. Jadi mohon bagi para pembaca berkenang untuk mengomentari ep-ep apa ajah yang belon clear. #deepbow

Seingat saya, utang saya ini – ini, kalo ada yang kurang, langsung komentar, oce !

1. Firefly In The Dark chapter 2

2. Love Is Crazy chapter 13

3. Sequel I Will Cure You, buat jelasin kenapa Kyuhyun bisa sembuh cepet dan hubungan Henry dan Kyuhyun sebenarnya, dll.

4. Everytime chapter 1

5. FF pilihan yang Ryeowook enggak kenal Kyuhyun, tapi Kyuhyun ngajakin nikah Ryeowook.

Terus apa lagi chingu??? :/

Komentar ya 😀

Udah ah, saranghae ❤ ❤ ❤

Frisca Freshtie

EVERYTIME

3fb6e879752474742250e6c44bdd0ac0

Frisca Freshtie Present ….

….:: *** ::….

*

*

** E V E R Y T I M E **

*

*

….:: *** ::….

Pairing : KyuWook/Slight KyuSeo

Rate : T

Genre : Romance, Hurts/Angst, Family, Friendship, Abal – Abal, Gaje, Failed!

Author : Frisca Freshtie

Cast :

  • Cho Kyuhyun (Namja)
  • Kim Ryeowook (Yeoja)
  • Seo Joo Hyun (Yeoja)

(Yang lain cari sendiri ya :p Saya males nulis sebenernya.)

.

.

.

.

WARNING !!!

FF ini terinspirasi lagunya Britney Spears yang berjudul “Everytime”. Entah kenapa aku suka banget sama lagunya, ya selain karena Britney Spears adalah idola saya juga. Tapi tapi tapi saya suka banget sama lirik lagunya juga, berasa sampek di ati O:)

Yang bercetak miring tebal adalah lyric lagu-nya. Dan karena ini bagian prolognya, ini hanya berisi cuplikan – cuplikan yang akan ada dalam cerita.

Ah, FF ini terlalu gaje, abal, absurd dan ya banyak jebakan typo. Jadi ya mohon pengertiannya ajah dari kalian semua.

Yang enggak suka, jangan baca ajah ya.

HAPPY READING CHINGU-DEUL 😀

.

.

.

.

~Notice me.~

“Perhatikan aku.” Ujar Ryeowook dengan suara parau keras karena menangis sesenggukan, matanya menyiratkan kerapuhan, kesedihan, kekecewaan dan pengharapan.

 

~Take my hand.~

“Genggam tanganku.” Ucap Kyuhyun dengan penuh keseriusan dan keyakinan pada Ryeowook sambil mengulurkan tangannya.

 

~Why are we strangers when, our love is strong?~

“Kenapa kita seperti saling tak mengenal saat cinta kita begitu kuat?” ujar Kyuhyun dengan emosi.

 

~Why carry on without me?~

“Kenapa melanjutkan tanpa diriku?” tanya Ryeowook dengan menunduk serta suara yang sangat pelan dan diiringi setetes air mata yang turun dari pelupuk matanya.

 

~Everytime i try to fly, i fall.~

“Setiap kali aku mencoba untuk terbang, aku jatuh.” Ujar Ryeowook dengan menggigit bibirnya dan mengalihkan pandangannya mencoba menahan atau setidaknya menyembunyikan kesedihan dan tangisannya agar tak diketahui sahabatnya yang ada di depannya.

 

~Without my wings, i feel so small. I guess i need you, baby.~

“Tanpa sayap – sayapku, aku merasa begitu kecil. Aku pikir aku membutuhkanmu.” Ujar Kyuhyun dengan tersenyum miris sambil memandang sebuah kalung berhias huruf R.

 

~And everytime i see you in my dreams. I see your face, it’s haunting me. I guess i need you, baby.~

“Dan setiap waktu aku melihat dirimu dalam mimpi – mimpiku. Aku melihat wajahmu, itu menghantui diriku. Aku membutuhkanmu.” Ujar Ryeowook dengan menangis sesenggukan dan memukul – mukul dada seseorang laki – laki, hingga akhirnya tubuhnya merosot dalam pelukan tubuh laki – laki itu.

 

~I make believe that you are here.~

“Aku membuat diriku percaya bahwa kau ada disini.” Ucap Ryeowook dengan tersenyum masam.

 

~It’s the only way i see clear.~

“Hanya itulah caraku untuk melihat dengan jelas.” Ujar Kyuhyun dengan tersenyum.

 

~What have i done? You seem to move on easy.~

“Apa yang telah aku lakukan? Kau pergi dengan mudahnya.” Ujar Ryeowook dengan pelan dan dengan mata yang berkaca – kaca.

 

~I may have made it rain.~

“Mungkin aku telah menyebabkan hujan (menangis).” Ujar Kyuhyun sambil memandang sendu ke luar jendela yang basah karena disiram air hujan yang tak kunjung berhenti.

 

~Please forgive me. My weakness caused you pain. And this song’s my sorry.~

“Kumohon maafkan aku. Kelemahanku menyebabkan dirimu tersakiti. Dan lagu ini adalah permintaan maafku.” Ujar Ryeowook sambil mencoba tersenyum pada kamera dan mulai memetik gitar.

 

~At night i pray. That soon your face will fade away.~

“Di malam hari aku berdo’a. Agar wajahmu segera berlalu.”

 

***

TBC

***

 

Okay, gimana? Pasti kalian bingung :3

Ya mau gimana lagi, ini kan cuma cuplikan, jadi gak perlu detail banget kan?

Itu lyric lagunya urutannya seperti itu, tapi dalam cerita saya, cuplikan itu akan berubah, maksudnya urutan ceritanya enggak berdasar urutan lirik lagunya. Jadi mungkin cuplikannya itu alur campuran gituh xD plak

Okay, mungkin kalian berpikir yang jadi peran tersakiti disini adalah Ryeowook, tapi sebenarnya Ryeowook tersakiti karena kesalahannya sendiri. Ya mungki next part kalian akan tahu. Bosen juga, masak Kyuhyun terus yang nyakitin perasaan Ryeowook, mending sekarang dibalik ajah. :p

 

Baiklah. Akhir kata.

Mind to review chingu?

Frisca Freshtie

Chu :* Saranghae ❤ ❤ ❤

Love Is Crazy 12

00b

Frisca Freshtie Present ….

….:: *** ::….

*

*

__ ><)))’> _ <’(((>< __

** .. LOVE Is CRAZY .. **

.

.

.

Pairing : KyuWook/Slight YeMin, SiBum

Rate : T

Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy, Abal – Abal, Gaje, Failed!

Author : Frisca Freshtie

Cast : Cho Kyuhyun (Namja) >< Kim Ryeowook (Yeoja) >< Kim Yesung (Namja) >< Lee Sungmin (Yeoja) >< Kim Kibum (Yeoja) >< Choi Siwon (Namja) >< Lee Donghae (Namja) >< Lee Taemin (Yeoja) >< Henry Lau (Namja) >< Shim Changmin (Namja) >< Kim Heechul (Yeoja)

.

.

.

.

WARNING !!!

Ah, FF ini terlalu gaje, abal, absurd dan ya banyak jebakan typo. Jadi ya mohon pengertiannya ajah dari kalian semua.

HAPPY READING CHINGU-DEUL 😀

.

.

.

.

Summary :

Cinta itu Gila! Sebuah pertemuan yang akan menaikturunkan dan menjungkirbalikkan dunia mereka dan perasaan mereka. Sebuah pertemuan yang akan membawa banyak sekali bunga – bunga yang berduri sampai berbau harum. Sekali lagi, Cinta itu Gila!

 

Ryeowook menggigit bibirnya memikirkan ucapan nenek Cho, lalu menatap Kyuhyun sebentar dan menundukkan kepalanya.

“Kyu ..” panggilnya pelan sambil memainkan jari – jari mungilnya.

“Hn?” jawab Kyuhyun dengan deheman cuek.

“Aku menerimanya.” Ucap Ryeowook sambil menggigit bibirnya dan menatap Kyuhyun lagi.

“Maksudku tawaranmu kemarin malam, aku menerimanya.” Sambung Ryeowook sambil menatap Kyuhyun. Mendengar penuturan Ryeowook, Kyuhyun yang tadi memejamkan matanya langsung membuka matanya tak percaya.

“Mwo?” ujar Kyuhyun pelan dengan tak percaya bahkan hampir tak terdengar.

“Kau tahu, ku pikir – pikir tak ada salahnya menerima tawaranmu. Lagipula gajiku tak mencukupi untuk membayar hutang – hutang orang tuaku. Oppa-ku juga tak bekerja, jadi ku pikir … masalahku akan selesai jika … kau tahu maksudku kan? Maksudku dengan … ya dengan menerima tawaranmu, Kyu. Kau tahu maksudku kan?” Ucap Ryeowook menjelaskan dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ia jadi bingung sendiri menjelaskannya pada Kyuhyun.

Kyuhyun diam tak menjawab. Ia bingung harus berbicara apa pada Ryeowook.

Ryeowook mulai berjalan mendekati Kyuhyun, lalu duduk di pinggir ranjang membelakangi Kyuhyun yang tidur di bawah di samping ranjang yang ia duduki.

“Lagipula … kau tahu Kyu?” Ryeowook berhenti sejenak. Ia menerawang ke langit – langit kamar Kyuhyun. “Aku pikir menikah denganmu tak ada yang salah. Cinta akan tumbuh dengan seiringnya waktu kan? Banyak orang – orang yang berkata seperti itu. Jadi mungkin pernikahan tak berdasarkan cinta-pun tak apa – apa. Kita akan mencobanya.”

“ …. “

“Aku tahu, kau sebenarnya terpaksa ne? Ini untuk memperbaiki image dan kehormatanmu. Aku minta maaf telah membuat masalah ini untukmu, hingga kau terjebak denganku.”

“Seharusnya kau bisa mencari yeoja yang lebih baik, lebih cantik, lebih pintar dan lebih tinggi dariku. Tapi karena masalah itu, kita jadi terjebak dalam permainan seperti ini dan menyangkut-pautkan dengan perasaan kita. Aku minta maaf, aku benar – benar minta maaf padamu.”

Ryeowook tersenyum. “Jangan khawatir, aku tak akan menghalangimu untuk mencari yeoja lain. Bahkan aku tak keberatan jika kau mencari wanita yang lain di belakangku. Aku tahu ini pasti berat untukmu. Kau lebih muda dariku. Jadi aku tahu bagaimana rasanya. Ini hanya sebuah kerjasama yang saling menguntungkan, kau mendapatkan image baikmu kembali dan aku terbebas dari hutang orang tuaku. Itu setimpal kan?”

“ …. “

Hening, Kyuhyun hanya bisa diam seribu bahasa. Dia hanya mendengarkan semua celotehan Ryeowook dengan pandangan yang tak bisa diartikan.

.

.

.

.

Kibum masuk ke kamarnya yang gelap dengan berlinangan air mata dan isakan tangisan tanpa menghidupkan lampu kamar, ia langsung menjatuhkan tubuhnya di ranjangnya.

“Hiks … hiks … hiks … ini menyakitkan .. hiks ..”

“Ku pikir kau menyukaiku? Tapi kenapa ini yang ku dapatkan? Kenapa Tuhan? Wae?” ujarnya masih dengan linangan air mata yang membanjiri wajahnya.

“Kau jahat oppa .. kau jahat .. kau jahat … aku membencimu .. hiks .. aku membencimu .. hiks”

***

Setelah Yuri mencium bibir Siwon, ia tersenyum pada Siwon.

“Ini yang terakhir. Terima kasih telah mengijinkan aku melakukannya.” Ujar Yuri dengan tulus, Siwon tersenyum. “Tak apa. Terima kasih juga telah mau melepaskanku Yuri-ah.” Ujar Siwon.

Yuri meneteskan air matanya, lalu dengan tersenyum masam ia menyapu air matanya yang turun.

“Walaupun berat. Aku harus melepasmu. Sekarang kau bukan milikku lagi, kau milik yeoja lain.” Ujar Yuri dengan masih tersenyum masam dan mencoba berlapang dada.

“Aku tahu kau bisa Yuri, masih banyak namja yang lebih baik lagi dariku.” Ujar Siwon sambil mengacak – acak rambut Yuri dengan tersenyum.

“Haha. Terima kasih, tapi sepertinya aku harus pergi sekarang.” Ucap Yuri sambil menepis tangan Siwon yang ada di kepalanya dengan lembut.

“Secepat ini?” tanya Siwon tak percaya.

“Tentu saja. Sudah tak ada lagi yang bisa kita lanjutkan, bukan?” ujar Yuri dengan tertawa dan berdiri dari posisi duduknya.

“Terima kasih untuk segalanya, sampai jumpa.” Ucap Yuri dengan membungkuk, lalu pergi meninggalkan Siwon.

Siwon menatap punggung Yuri yang mulai menghilang. Ia menghembuskan nafas beratnya, lalu ia mengeluarkan ponselnya dan memencet sederetan angka dan mulai menelpon seseorang.

“Maaf, nomor yang Anda tuju sekarang berada di luar jangkauan. Cobalah beberapa saat lagi. Tut .. tut .. tut …”

Siwon menatap heran ponselnya. “Kau baik – baik saja kan?” gumamnya gelisah.

.

.

.

.

Suara shower yang hidup dari dalam kamar mandi begitu terdengar di kamar Kyuhyun. Ryeowook sekarang tengah menatap pantulan dirinya yang mengenakan pakaian kerjanya yang err …. mungkin bisa dikatakan termasuk sexy, ah sebenarnya itu bukan pakaiannya, itu adalah pakaian kerja milik Ahra, Ahra meminjaminya karena Nyonya Cho tak mengijinkan Ryeowook memakai pakaian kerjanya yang kemarin. Karena menurutnya itu sungguh jorok dan sebagai calon keluarga Cho, Ryeowook tak boleh bersikap seperti itu, sungguh memalukan. Ia memakai rok mini dan blus agak ketat milik Ahra.

“Ya Ampuuun .. aku memang cantik.” Ujarnya narsis sendiri sambil bergaya ala model – model sexy namun lucu.

“Seharusnya aku mendaftarkan diri sebagai miss universe sejak dulu.” Ujarnya sambil masih berpose lucu.

Tanpa ia sadari karena saking sibuknya berpose dan bergaya di depan cermin, ia tak menyadari kalau Kyuhyun keluar dari kamar mandi dengan pandangan bingung dan mengenakan baju kaos dan celana training.

“Ah .. Ya Ampuun .. bukankah aku sungguh cantik? Ah, aku memang cantik.” ujarnya sambil terus berkaca.

“Im Yoona? Uh … lewat ..” ujarnya sambil mengibas – ngibaskan tangannya.

“Kim Tae Hee? Maaf ya, dia sama sekali bukan levelku.” Ujarnya sambil mengibaskan rambutnya.

“Park Shin Hye? Apa aku mengenalnya?” ujarnya sambil membersihkan kukunya.

“Yoon Eun Hye? Nothing important.”

“Goo Ha Ra? Apa? Apa dia sangat terkenal?”

“Lee Hyorin? Bukankah masih sexy aku ya?”

Kyuhyun mati – matian menahan tawanya melihat tingkah laku Ryeowook yang sungguh lucu dan konyol.

 

“Apa yang kau lakukan noona?” tanya Kyuhyun denga tiba – tiba dengan nada menggoda setelah mencoba menahan tawanya mati – matian agar tak keluar.

“Kyaaaaaaa!” Ryeowook memekik kaget mendengar suara Kyuhyun dari belakangnya. Melihat itu Kyuhyun tambah tersenyum geli. Ryeowook memegangi jantungnya sebentar, lalu memukul tangan Kyuhyun kesal.

“Paboo! Kau mengagetkan aku. Bagaimana jika jantungku benar – benar lepas dari tempatnya?” ujar Ryeowook tak terima.

“Dan sejak kapan kau berada disini?” ujar Ryeowook sambil berkacak pinggang sebal.

Kyuhyun tersenyum evil. “Sejak kau berpose dan berkata seperti ini.” Ryeowook membelalakkan matanya tak percaya dan kesal setengah mati.

“Ah .. Ya Ampuun .. bukankah aku sungguh cantik? Ah, aku memang cantik.” Ujar Kyuhyun menirukan gaya bicara dan berpose seperti Ryeowook tadi bahkan suara Kyuhyun-pun dibuat seperti Ryeowook.

“Aaaaaaaaah! Berhenti! Jangan menirunya!” pekik Ryeowook malu setengah mati karena ternyata Kyuhyun melihatnya dari awal.

“Wae? Itu sungguh menarik dan menggemaskan.” Ucap Kyuhyun dengan tersenyum smirk.

“Apanya yang menarik dan yang menggemaskan???? Kau menyebalkan Cho Kyuhyun!!!!” pekik Ryeowook tambah dongkol mendengar perkataan Kyuhyun.

“Wae? Apa kau malu hn?” tanya Kyuhyun dengan tersenyum evil.

“Seharusnya aku mendaftarkan diri sebagai miss universe sejak dulu.” Tiru Kyuhyun lagi dan berhasil membuat Ryeowook diam sebentar sambil memainkan bibirnya kesal, pasalnya dirinya memang benar – benar malu.

“Kau benar – benar menyebalkan!” Umpat Ryeowook sambil berjalan menuju Kyuhyun, ia berniat menyenggol Kyuhyun sampai jatuh dan setelah itu ia baru pergi.

“Im Yoona? Uh … lewat .. hahahahhah …” goda Kyuhyun lagi dengan ekpressi mengejek anak kecil, Kyuhyun benar – benar senang sekali menggoda Ryeowook.

“Minggir! Aku mau mengambil ponselku yang ada di kasur!” ujarnya dengan ketus sambil menyenggol bahu Kyuhyun dengan keras dan alhasil …

“Kyaaaaaaaaaaaaa …..”

Mereka berdua jatuh di atas tempat tidur dengan Kyuhyun berada di bawah dan Ryeowook berada di atas Kyuhyun.

DEG

Ryeowook mencium bau sabun yang di pakai Kyuhyun, padahal Kyuhyun sudah memakai baju kaos namun aromanya tetap saja sangat tercium di indera pembau Ryeowook. Aromanya sungguh memabukkan bagi Ryeowook, ia benar – benar terlena. Ia menghirup aroma itu semampunya dengan gerakan pelan dan lembut. Ia benar – benar menyukai bau sabun yang dipakai Kyuhyun, sampai – sampai ia mendekatkan wajahnya ke dada Kyuhyun.

“Kau menyukainya?” tanya Kyuhyun dan berhasil menyadarkan Ryeowook yang hampir membenamkan dirinya di ceruk leher Kyuhyun.

“Hah? Mwo?” ujarnya dengan membelalakkan matanya tak percaya.

“Ah andwae !!!” pekiknya seperti orang kesetanan dan langsung berdiri dan meninggalkan Kyuhyun keluar kamar. Kyuhyun bangun dari posisinya dan menatap pintu kamarnya dengan tersenyum.

“Akan ku buat kau menyukaiku noonna.”

Drrrrrt Drrrttt ..

Ponsel Ryeowook yang tertinggal di ranjang bergetar, Kyuhyun menaikkan satu alisnya lalu mengambil ponsel itu dan melihatnya.

Kyuhyun memejamkan matanya kesal dan marah melihat sebuah pesan dari Donghae yang berisi :

Hai. Selamat pagi Wookie. Ku harap kau sudah bangun sekarang. Dan ku harap kau sudah mandi sekarang. Jangan datang telat bekerja lagi. Perlukah aku menjemputmu setiap hari? Kekekekke, ataukah aku harus ke rumahmu setiap saat? Jadi jangan datang terlambat. Arachi 😀

Kyuhyun membuang ponsel Ryeowook ke tembok hingga jatuh dan menjadi kepingan – kepingan.

“Dan aku akan melakukan cara apapun untuk mendapatkanmu.” Ujarnya dengan pandangan penuh kilat marah, tekad, ambisi dan rasa cemburu menjadi satu.

.

.

.

.

Ryeowook keluar ke taman belakang rumah keluarga Cho yang ada kolam renangnya dengan pandangan bingung, gelisah, dan tak percaya.

“Aiiiiigooo … itu sungguh tak mungkin !!!!” gumamnya dengan raut wajah tak percaya sambil mengguncang – guncang tanaman yang ada di sampingnya dengan brutal hingga daun – daunnya jatuh berguguran.

Ia menghentikan kegiatannya saat para pelayan yang tak sengaja lewat melihatnya.

“Hahahaha .. pohonnya kuat ya? Aku hanya memastikannya saja.” Ujarnya dengan cengengesan dan fake smile. Para pelayan itu hanya bisa tersenyum palsu balik lalu pergi meninggalkan Ryeowook dengan pandangan aneh.

“Urrrrgh … menyebalkan ….!!!” Ryeowook mengepalkan kedua tangannya dan meloncat – loncat kesal layaknya anak kecil yang sedang marah.

“Bagaimana bisa aku semesum itu?” tanyanya tak percaya.

“Aku bahkan tak bisa mempercayainya, aku mendekatkan diriku dengannya!” ujarnya lagi dengan keheranan yang sungguh besar di benak Ryeowook.

“Itu benar – benar bukan aku, itu aku tak sadar, benar – benar tak sadar. Ya Ampuun … sungguh memalukan. Aku kerasukan apa?” Ujarnya lagi sambil menatap kolam renang keluarga Cho yang sangat bersih dan tenang.

“Tapi aroooomaaaanya … uuuh .. aku benar – benar menyukainya.” Ujarnya lagi dengan tersenyum dan mengingat – ingat kejadian tadi.

“Dan dadanya sangat hangat dan nyaman.”

“Aku menyukainya.”

1 detik

2 detik

3 detik

Dan beberapa detik kemudian. Ia tersadar dengan apa yang dikatakannya, senyumnya langsung menghilang dan langsung berganti dengan raut wajah panik.

“AAAAAAAAAAAAAH !!!! ANDWAEEEEEEEEEE !!!!!” jeritnya histeris.

.

.

.

.

Sungmin tengah bekerja di butiknya mengurus beberapa berkas pekerjaannya dengan ekpressi serius namun santai seperti biasa. Setelah lama sibuk dengan pekerjaannya ia menghentikan pekerjaannya menatap kosong lurus ke depan.

“Aku sudah mengambil keputusan yang benar kan?” tanyanya dengan pandangan kosong.

Ia menghela nafasnya. “Aku harap.” Ujarnya dengan pandangan yang tak bisa diartikan, antara ragu dan kecewa atau menyesal.

Ia berdiri dari duduknya dan keluar dari ruangannya masih dengan pandangan tadi. Ia diam membisu di ambang pintu ketika melihat sepasang kekasih yang sedang memilih gaun – gaun pengantin dengan gelak tawa canda.

Melihat itu, Sungmin meneteskan air matanya. Menyadari itu, Sungmin langsung memejamkan matanya dan menyapu air matanya yang keluar dari pelupuk matanya.

“Aku akan menunggu. Akan selalu menunggu.”

.

.

.

.

Keluarga Cho tengah sarapan pagi bersama dan tentu saja Ryeowook-pun ikut juga. Ia duduk di samping Kyuhyun. Mereka makan dengan biasa, ya walaupun Ryeowook agak kesusahan makan dengan meniru cara makan Nyonya Cho yang ada di depannya.

Ryeowook sepertinya benar – benar kesusahan dengan cara makan yang baik, di meja makan itu yang paling berisik adalah Ryeowook. Bunyi denting – denting yang tak karuan suaranya begitu terdengar dengan jelas, bahkan semua yang ada di meja makan mengalihkan pandangannya ke Ryeowook dengan pandangan shock dan tak percaya, selain itu para pelayan juga sampai menggeleng – gelengkan kepalanya tak percaya. Terkecuali Kyuhyun, Kyuhyun tetap makan dengan biasa seperti tak terjadi apa – apa.

Nyonya Cho mengangakan mulutnya tak percaya dan heran bagaimana bisa ia mendapatkan calon menantu yang sangat tak memenuhi kriterianya, sama sekali tak ada yang masuk di diri Ryeowook walaupun itu hanya 0,1 persen. Ia benar – benar tak percaya aegya kesayangannya akan mendapat istri yang seperti ini bentuknya.

Sedangkan Ahra menatap Ryeowook seakan – akan mengisyaratkan : apa ini yeoja ini yang akan menjadi istri dongsaengku?

Nenek Cho hanya bisa tersenyum paksa melihat kelakuan Ryeowook. Dan Tuan Cho hanya bisa mengulum senyum mirisnya melihat cara Ryeowook makan.

Ryeowook yang masih sibuk mengiris – iris steak yang ada di depannya tak menyadari semua orang yang memandangnya aneh dan tak percaya.

“Apa sangat susah? Perlukah aku menyuapimu?” ujar Kyuhyun dengan tiba – tiba dan membuat Ryeowook berhenti dengan kegiatannya. Ryeowook memandang Kyuhyun bingung.

“Ah lihat? Di sudut bibirmu ada nodanya. Biar ku bersihkan.” Ujar Kyuhyun sambil mengambil tissue dan mengelap sudut bibir Ryeowook dengan lembut. Ryeowook terpaku melihat apa yang dilakukan Kyuhyun untuknya.

“Kau benar – benar pintar mencari perhatianku. Apa yang tadi malam masih kurang?” ujar Kyuhyun sambil mengambil piring Ryeowook dan mengiriskan steak Ryeowook, lalu memasukkannya ke mulut Ryeowook.

Mendengar perkataan Kyuhyun barusan, semua orang yang ada di meja makan tentu saja kaget.

‘Apa maksudnya yang tadi malam masih kurang?’ pikir mereka curiga dan ingin tahu. Bahkan Ryeowook-pun berpikiran yang sama dengan mereka.

“Tunggu! Tunggu! Apa maksudmu yang tadi malam?” tanya Ryeowook dengan menelan makanannya susah payah karena besarnya potongan daging yang dimasukkan Kyuhyun ke mulutnya.

Kyuhyun memasang raut wajah pura – pura tak percaya. “Bagaimana kau bisa melupakannya? Apa kita perlu mengulanginya? Tapi memang tadi malam aku pikir kita melakukannya masih kurang. Tapi sepertinya kau menikmati sekali tadi malam. Apa benar masih kurang? Aku juga merasakan sepertimu. Mungkin kita bisa mengulanginya.” ujar Kyuhyun sambil meletakkan pisau dan garpu yang ia pegang.

“Apanya yang aku lupakan? Apanya yang perlu kita ulangi? Apanya yang masih kurang? Apanya yang aku nikmati tadi malam? Apa yang kau rasakan? Apa yang mungkin kita ulangi?” tanya Ryeowook tambah bingung.

“Aiiiisss .. jinjja ??? Ah, kau benar – benar ingin mengulanginya? Apa kau yakin? Tapi ini masih pagi dan kita juga harus bekerja. Tapi apa kau benar – benar ingin? Tapi sebenarnya aku juga ingin melakukannya lagi denganmu.” ujar Kyuhyun dengan serius.

“Sebenarnya kau bicara apa sih? Aku tak mengerti sama sekali.” ujar Ryeowook makin bingung.

“Bagaimana kalau hari ini kita tak berangkat bekerja saja? Kita habiskan waktu kita berdua di kamar sepanjang hari ini?” ujar Kyuhyun sambil bersandar ke kursi.

“KYUHYUN !!!!!” pekik semua yang ada di meja makan terkecuali Tuan Cho yang hanya bisa cengo menatap Kyuhyun dan Ryeowook.

“Mwo?” tanya Kyuhyun santai.

“Apa kalian sudah melakukannya?” tuduh Ahra sambil menunjuk Kyuhyun dan Ryeowook bergantian histeris.

“Aiiiiigoooo!!! Bagaimana kalian bisa melakukannya? Kalian belum menikah .. Ya Ampuun .. apa salahku Tuhan ???? Kenapa ini bisa terjadi? Bagaimana bisa? Aku benar – benar tak bisa mempercayai ini.” Ujar Nyonya Cho dengan ekpressi sedih yang berlebihan.

“OMO !!! Kalian sudah melakukannya???? OMO! OMO! OMO! Pelayan Shin! Pelayan Shin! Pelayan Shin!” ujar nenek Cho dengan senang kepalang. Pelayan Shin yang merasa dirinya dipanggil langsung bergegas menghampiri nenek Cho dengan membungkuk.

“Ada apa nyonya besar?”

“Tolong cepat sewa gedung hotel paling berkelas di Seoul, siapkan acara pernikahan mereka dengan sangat megah. Pokoknya semua harus yang terbaik dan terbaik, kalau perlu kita menyewa stasiun televisi untuk menyiarkan pernikahannya. Berikan aku yang terbaik! Dan dan dan cepat beli perlengkapan kebutuhan bayi. Ppalli ppalli !!!!” perintah nenek Cho tanpa melihat ekpressi semua orang yang mendegarnya. Nyonya Cho rasanya ingin sekali pinsang, bahkan ia sampai menutup membuka mulutnya layaknya ikan yang kehabisan air. Sedangkan Tuan Cho hanya bisa menopang dahinya karena frustasi. Ryeowook bahkan membenturkan dahinya ke meja makan saking frustasinya dan kesalnya. Dan Kyuhyun hanya bisa memasang ekpressi seperti tak terjadi apa – apa.

“Ya Ampun .. aku benar – benar bahagia mendengar kalian sudah melakukannya. Bahkan tanpa obat perangsang. Ini sungguh menyenangkan. Akhirnya impianku untuk mempunyai cucu akan terkabul.” Ujar nenek Cho senang bukan kepalang sambil menggabungkan kedua tangannya.

“Hei kalian berdua! Kenapa kalian tadi malam tidak memberitahuku kalau kalian akan melakukannya? Setidaknya kalian itu harusnya memberitahuku dahulu, baru melakukannya! Aku kan jadi tak bisa melihat siaran langsung! Kalian menyebalkan.” bentak Ahra sambil menggebrak meja kuat – kuat dan berhasil membuat semua orang tambah jantungan.

Ryeowook membuka mata dan mulutnya lebar – lebar mendengar perkataan Ahra barusan.

“Pernikahan kalian akan dipercepat! Dan pernikahan ini tak bisa dibatalkan. Dan aku ingin perbuatan kalian tadi malam bisa diproses dengan cepat dan membuahkan hasil.” Ujar nenek Cho tanpa rasa berdosa sedikitpun.

“IGE MWOYA ?!?!??!?!?!?!! Apa salahku Tuhan??? Rasanya aku mau pingsan saja mendengarnya! Keluarga ini benar – benar gila !!!!!” pekik Nyonya Cho sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi dengan ekpressi seperti orang yang sedang sangat lemah.

“Aku harap aku bisa menghilang dari muka bumi ini.” Gumam Ryeowook dengan gondok dan dongkol sambil menundukkan kepalanya, sedangkan Kyuhyun tersenyum puas disampingnya.

.

.

.

.

[At Cho Corporation]

 

Donghae memutar – mutar ponselnya frustasi, bingung dan khawatir menjadi satu, pasalnya dari tadi ponsel Ryeowook tidak bisa dihubungi dan Ryeowook juga belum menampakkan batang hidungnya di kantor dan keadaan ini membuat Donghae benar – benar galau.

“Kau ada dimana?” gumamnya khawatir dan bingung.

Karena tak merasa tenang, akhirnya Donghae memutuskan untuk pergi ke Taemin, mengingat Taemin adalah teman baik Ryeowook dan tentu saja Taemin bisa memberikan sebuah atau beberapa informasi untuknya tentang keberadaan Ryeowook.

“Ehm ..” dehemnya untuk menarik perhatian Taemin yang sibuk dengan pekerjaannya.

Taemin menolehkan kepalanya agak kaget melihat Donghae berdiri di biliknya.

“Ah, ma-manajer Lee. A-ada apa?” tanya Taemin agak gugup.

“Euuung … Apa kau masih sibuk? Aku ingin bertanya sesuatu padamu.” Ujar Donghae sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

Taemin menatap Donghae tak percaya, pasalnya ia benar – benar jarang sekali berinteraksi dengan Donghae. Jika-pun mereka berbicara, itu hanya masalah pekerjaan dan biasanya saat di rapat saja. Bahkan saling menyapa-pun agak jarang, mengingat Donghae agak susah untuk ditemukan. Dan jika-pun bertemu ia enggan untuk berbicara walaupun sebenarnya ia sangat ingin berbicara dengan Donghae, namun mengingat Ryeowook sangat menyukai Donghae ia sering sekali mengurungkan niatnya.

“Manajer Lee ingin bertanya apa padaku?” tanya Taemin dengan senyum malu – malu.

Donghae tersenyum. “Aku ingin bertanya tentang Ryeowook.”

Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Donghae padanya, senyumnya sedikit demi sedikit menghilang.

“Oh .. Wookie eonnie ya?” ujarnya pelan dengan memaksakan senyuman di wajahnya.

“Apa yang ingin kau tanyakan manajer Lee?” tanya Taemin berubah memasang ekpressi seperti biasa dengan tersenyum seperti biasa.

“Apa hari ini ia berangkat? Dari tadi pagi aku belum melihatnya sama sekali.” Jelas Donghae.

“Molla manajer Lee. Wookie eonnie agak susah untuk dihubungi sekarang. Ia juga jarang berkumpul denganku sekarang. Sepertinya ia mulai sibuk. Hehehhe ..” ujar Taemin bergurau.

“Hahhaha. Iya, sepertinya sekarang ia tambah sibuk ya? Biasanya dulu sebelum ia menjadi sekretaris, ia akan bergurau dengan kau dan Henry saat ruangan benar – benar sepi karena semua orang sibuk bekerja, lalu ia akan tertawa paling keras sampai – sampai seisi ruangan mengancamnya dan memarahinya. Aku benar – benar merindukan suaranya dan tingkah konyolnya. Apa kau juga?” ujar Donghae dengan tertawa lepas.

“Hahahha. Aku juga.” Jawab Taemin dengan tawa paksaan.

“Hahah, kalau begitu lanjutkan pekerjaanmu. Maaf telah mengganggumu sebentar Taemin. Gomawo ne.” Ujar Donghae lalu pergi meninggalkan Taemin yang tersenyum masam menatap punggung Donghae.

“Andaikan wookie eonnie tahu yang sebenarnya. Maafkan aku eonnie.” Ujar Taemin pelan dengan raut wajah menyesal.

***

Mobil Kyuhyun berhenti di depan gedung Cho Corporation. Semua petugas langsung bergegas membukakan pintu mobil dan melayani Kyuhyun dan Ryeowook yang keluar dari mobil.

Semua bawahan yang melihatnya, langsung membungkukkan badannya 90 derajat pada Kyuhyun dan Ryeowook, Ryeowook yang masih belum terbiasa jadi salah tingkah sendiri, karena menurutnya ini tidak benar, bahkan yang membungkuk banyak yang lebih tua darinya, ia jadi tidak enak sendiri.

Kyuhyun menggandeng tangan mungil Ryeowook seperti menyalurkan kehangatan bagi Ryeowook dan seperti pesan untuknya bahwa semua akan baik – baik saja.

Ryeowook menggigit bibirnya, “Aku tak terbiasa dengan semua ini.” Gumamnya.

Kyuhyun mendecak pelan, lalu mempererat gandengan tangannya pada tangan mungil Ryeowook. “Ketika aku bilang baik – baik saja, maka semuanya akan baik – baik saja noonna. Kau hanya perlu percaya padaku.” Ujarnya mantap dan Ryeowook hanya bisa terpaku mendengar perkataan Kyuhyun barusan.

Akhirnya mereka berjalan dengan bergandengan tangan dan dengan diiringi tatapan kagum, sebal dan banyak lagi dari orang – orang yang melihatnya. Banyak juga yang bergosip ria tentang hubungannya dengan Kyuhyun, dan Ryeowook hanya bisa menundukkan kepalanya malu. Ya walaupun ada tanggapan positif yang ia dengar, namun banyak juga yang menanggapinya negatif, terutama dari para kaum yeoja yang tak terima karena Ryeowook yang menjadi tunangan Kyuhyun karena menurut mereka Ryeowook tak pantas berdampingan dengan Kyuhyun. Selain membicarakan hubungan mereka, banyak juga para namja yang melihat Ryeowook dengan tatapan intens padanya dan benar – benar membuat Ryeowook semakin tak nyaman dan salah tingkah sendiri.

Mereka masuk ke lift bersama masih saling berpegangan tangan, dan saat lift benar – benar tertutup Kyuhyun dengan agak kesal melepas pegangan tangannya dan berhasil membuat Ryeowook menatap Kyuhyun dengan bingung dan sedih.

“Wae? Kau marah Kyu?” tanyanya kalut.

“Ya. Aku marah.” Ujarnya sambil mendorong tubuh Ryeowook ke belakang lift dan mengunci tubuh Ryeowook yang mungil dengan kedua tangannya.

“W-w-wae?” tanya Ryeowook dengan takut – takut sambil menghindari tatapan tajam Kyuhyun.

“Aku tak menyukainya.” Ucap Kyuhyun sambil memejamkan matanya.

“A-a-apa yang kau tak sukai?” tanya Ryeowook lagi – lagi dengan nada agak ketakutan.

Kyuhyun menghembuskan nafas beratnya menyadari kemarahannya membuat Ryeowook takut. Ia berjongkok dan melepas jas pakaiannya dan memakainya ke pinggang Ryeowook, sehingga menutupi paha mulus putih milik Ryeowook yang terekspos bebas di bawah rok mini itu.

Ryeowook yang merasakan gerakan tangan Kyuhyun langsung terpaku dengan perbuatan Kyuhyun padanya.

“Bagaimana kau bisa memilih pakaian yang seperti ini noonna?” ujar Kyuhyun masih dengan memakaikan jasnya dengan gerakan gentle.

“A-a-aku tidak memilih. Ah-ah-ahra eonnie yang memilihkannya untukku.” Jawab Ryeowook dengan tergagap saking nervous-nya.

“Seharusnya kau menolaknya saja, kau minta pakaian yang lain.” Ujar Kyuhyun sambil mendongakkan kepalanya dan menatap Ryeowook.

“Ma-ma-mana bisa seperti itu? Aku kan meminjam, jadi .. jadi … jadi aku harus menerima apa adanya.” elak Ryeowook tak terima juga.

“Jangan pakai pakaian yang seperti ini lagi.” ucap Kyuhyun dengan serius dalam nada bicaranya. Ryeowook menelan ludahnya susah payah mendengar ucapan Kyuhyun yang terkesan mistis menurut Ryeowook.

“Me-me-memangnya kenapa? Yang me-memakai kan aku!” ujar Ryeowook mencoba menggertak.

Kyuhyun berdiri dan langsung mengunci tubuh Ryeowook kembali dengan pandangan tak suka. Ryeowook langsung ketakutan dengan perubahan sikap Kyuhyun yang tiba – tiba.

“Ketika aku ingin sesuatu, maka aku akan mendapatkannya. Arachi?” ujarnya dengan berbisik di telinga Ryeowook dan tersenyum smirk setelah mengatakan itu. Ryeowook semakin susah menelan air ludahnya sendiri. Ia menganggukan kepalanya takut.

“Bagus. Anak pintar.” Ujar Kyuhyun sambil tersenyum dan mengacak – acak kepalanya dengan lembut dan membuat ketakutan Ryeowook agak menghilang dan digantikan perasaan nyaman dan aneh pada hatinya.

Setelah melakukan itu, pintu lift terbuka dan Kyuhyun keluar dengan berjalan seperti biasa seperti tak ada yang terjadi apa – apa. Bahkan ia memasang ekpressi datar berwibawa seperti biasa lagi dan meninggalkan Ryeowook yang masih terpaku di dalam lift dengan posisi tidak berubah sama sekali seperti tadi.

‘Jantungku terus berdetak dengan cepat saat ia melakukan itu.’ Inner Ryeowook dengan memandang punggung Kyuhyun yang semakin menghilang ditelan lorong.

‘Sebenarnya ada apa denganku? Perasaan ini membuatku bingung.” innernya lagi saat pintu lift sedikit demi sedikit tertutup. Dan saat lift benar – benar tertutup, barulah Ryeowook sadar dan membelalakkan matanya.

“AAAAAAAAAAAH !!! MEEEEENYEEEEEBAAAAAALKAAAAAAAN !!!!” pekik Ryeowook kesal karena dirinya di tinggal Kyuhyun dan lift terlanjur naik ke atas.

.

.

.

.

[At Cafe Moi – Moi Bee]

 

Kibum membersihkan meja – meja bekas pelanggan yang makan di cafe dengan ekpressi datar. Seharian ini memang ia jarang sekali tersenyum, bahkan Sooyoung sampai tak habis pikir bagaimana bisa Kibum yang biasanya ramah menjadi sedatar itu seperti tak ada hasrat untuk hidup lagi.

“Hei bummie, apa kau baik – baik saja?” tanya Sooyoung saat Kibum akan masuk ke dapur cafe dan tak sengaja melewati dirinya.

Ia menganggukan kepalanya sedikit, lalu masuk ke dapur. Sooyoung yang melihatnya semakin tak percaya. “Sebenarnya ada apa dengannya?” gumam Sooyoung ingin tahu sambil menggeleng – gelengkan kepalanya tak percaya.

“Hei sooyoung-gie.” Panggil Siwon yang tiba – tiba sudah ada disana.

“Ah! Aiiigooo .. kau membuatku kaget oppa.” Ucap Sooyoung sambil memegangi jantungnya.

“Mianhae ne.” ujar Siwon sambil tersenyum.

“Ngomong – ngomong …. euuung .. dimana Bummie?” tanya Siwon sambil celingukan mencoba mencari keberadaan yeoja kesayangannya.

“Dia ada di dalam.” Jawab Sooyoung sambil menunjuk pintu dapur cafe cuek dan di balas Siwon dengan senyuman seperti biasa.

“Kau tahu oppa? Seharian ini ia bertingkah aneh.” Ujar Sooyoung.

“Mwo? Maksudmu? Apanya yang aneh?” tanya Siwon ingin tahu.

“Dia seharian ini hanya diam dan diam, bahkan tersenyum-pun tidak. Benar – benar menyedihkan sekali keadaannya.” Jelas Sooyoung sambil menggeleng – gelengkan kepalanya tak habis pikir.

“Bukankah Kibum memang orangnya pendiam? Jadi wajar saja jika dia diam bukan?” ujar Siwon mencoba berpikir positif.

“Nde. Dia memang pendiam, tapi bukan pendiam suram seperti itu. Dia itu pendiam pemalu.” Ujar Sooyoung. Siwon menautkan kedua alisnya merespon perkataan Sooyoung barusan.

“Lebih baik oppa melihatnya, mungkin saja dengan melihatmu dia akan senang. Aku akan memanggilnya. Tunggulah ne, oppa.” Ujar Sooyoung dengan tersenyum lalu masuk ke dalam dapur cafe.

***

“Hei Bummie! Siwon oppa datang!” pekik Sooyoung dengan girang sambil menghampiri Kibum yang tengah mencuci piring dan gelas kotor.

“Katakan saja aku sedang sibuk.” Ucap Kibum dengan datar.

“Wae? Kau temui Siwon oppa, aku yang menggantikanmu. Gwenchanayyo. Cepatlah, jangan biarkan ia menunggu lama.” Ujar Sooyoung dengan tersenyum lebar.

Dengan kasar Kibum meletakkan gelas yang telah selesai ia bilas.

“Katakan saja aku sibuk.” Ujar Kibum dengan ketus. Sooyoung menatap Kibum tak percaya, lalu menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“Eung .. baiklah kalau begitu.” Ujar Sooyoung sambil menjauhi Kibum sedikit demi sedikit karena merasa tak nyaman dengan keadaan Kibum.

 

Siwon menatap keadaan dan suasana cafe yang agak ramai sambil meminum kopi hangatnya.

“Sebaiknya oppa kembali bekerja saja, keadaan Bummie benar – benar buruk. Ia bahkan menyuruhku untuk mengatakan padamu kalau ia sedang sibuk.” Ucap Sooyoung sambil menggaruk tengkuknya, lalu langsung pergi meninggalkan Siwon untuk kembali bekerja.

“Wae?” gumam Siwon sambil menatap pintu dapur cafe Moi – Moi Bee dengan pandangan bingung dan khawatir.

.

.

.

.

Ryeowook memasuki ruangan bagian divisi marketing dengan raut wajah gondok dan dongkol. Ia menekuk – nekuk wajahnya, lalu masuk ke bilik milik Taemin.

“Taemiiiiin ………” panggilnya seperti anak kecil yang tengah merajuk dan mencoba mencari perhatian eommanya.

“Eonnie, ada apa kemari?” tanya Taemin layaknya eomma yang sedang khawatir dengan keadaan aegya-nya.

“Aku sedang sebal.” Ujarnya sambil duduk berdesakan dengan Taemin.

“Wae eonnie?” tanya Taemin.

“Lift-nya rusak, jadi aku harus turun dari lantai 13 kesini dengan tangga darurat. Sungguh menyebalkan.” ujar Ryeowook mencurahkan isi hatinya sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Taemin.

“Kenapa bisa noonna dari lantai 13? Apa yang kau lakukan disana?” tanya Henry yang tiba – tiba keluar dari biliknya.

“Hei! Hei! Hei! Kau tak sopan sekali! Bagaimana bisa kau menguping pembicaraan orang lain?” ujar Ryeowook dengan agak kesal.

“Bagaimana bisa aku tidak menguping pembicaraan kalian? Eonnie bicara dengan volume yang keras dan bilikku bersebalahan dengan bilik Taemin, jadi mau tak mau aku mendengar pembicaraan kalian.” Jelas Henry dengan polos. Mendengar penjelasan Ryeowook, seketika Ryeowook cengo menyadari kebodohannya.

“Oh iya, kau benar.” Ucap Ryeowook setuju.

“Lalu noonna? Milik siapa itu jas yang kau pakai di pinggangmu?” tanya Henry ingin tahu.

“Oh? Jas ini?” Ryeowook menunjuk jas yang ditanyakan Henry dengan pandangan polos. Henry menganggukan kepalanya mengiyakan. “Ini milik Kyuhyun.” Jawab Ryeowook polos.

“Mwo? OMO!” ujar Henry kaget shock dengan membekap mulutnya dramatis.

“Milik dari anak presdir Cho.” Ujar Henry lagi tambah mendramatisir.

“Dan noonna hanya memanggilnya dengan nama tanpa memberikan embel – embel oppa atau apapun?” tanya Henry tak percaya.

“Apa kau sudah gila noonna?” tanya Henry. Mendengar pertanyaan Henry benar – benar membuat Ryeowook kesal dan berhasil membuat Ryeowook berdiri dan menjitak kepala Henry dengan sebal.

“Kau berisik sekali.” Ujar Ryeowook dongkol.

“Ah, appo noonna.” Ujarnya sambil mengusap – usap bekas jitakan Ryeowook dengan kesal.

“Kenapa kau memakainya eonnie?” tanya Taemin ingin tahu.

“Ani. Aku tidak memakainya. Dia yang memakaikannya.” Jawab Ryeowook enteng sambil duduk kembali.

“Dia? Apa dia yang kau maksud itu adalah Tuan Muda Cho, eonnie?” tanya Taemin memastikan.

“Nde. Tentu saja. Memangnya siapa lagi kalau bukan dia?” tanya Ryeowook.

“Aigoooo … kau benar – benar beruntung noonna bisa bertunangan dengan anak dari Presdir Cho. Tuan Muda Cho itu tampan, digilai banyak yeoja, pintar, kaya dan ehm … masih muda.” Ujar Henry jujur tanpa bermaksud menyindir Ryeowook.

“Tanpa kau bilang begitu-pun, semua orang juga tahu.” ujar Ryeowook gondok dan Henry hanay bisa tertawa cengengesan.

 

“Hei noonna. Kau tahu tidak? Seharian ini Donghae oppa selalu menanyakanmu.” Ujar Henry kelepasan bicara setelah beberapa detik mereka diam.

“Hah? JIIIIINJJJAAAA ?!??!?!!” pekik Ryeowook senang. Menyadari kelepasan bicaranya, Henry membekap mulutnya dan mengutuk dirinya sendiri.

“OMO! Ya Ampuuun .. aku kelepasan. Seharusnya aku tak bicara.” Ujarnya merutuki kesalahannya dan Taemin hanya bisa memutar bola matanya.

“Dia bertanya apa? Dia bertanya apa?” tanya Ryeowook dengan girang antusias.

Henry membekap mulutnya tambah kuat – kuat. “Ani. Aku tidak akan mengatakannya!” ujar Henry dengan menggeleng – gelengkan kepalanya kuat – kuat.

“Eonnie, kau kan sudah bertunangan dengan orang lain, kenapa kau masih menyukainya?” tanya Taemin kehabisan kesabarannya juga.

“Iya noonna. Lupakan saja. Noonna milik orang lain sekarang.” Tambah Henry lagi.

“Memangnya kenapa? Bukannya kalian tahu yang sebenarnya? Apa aku salah?” ujar Ryeowook sebal bukan main. Ia merasa kedua sahabatnya yang lebih muda darinya terlalu mencampuri masalah kehidupannya.

“Tapi eonnie, ini tidak benar.” Ujar Taemin dengan pelan namun masih bisa di dengar Ryeowook. Taemin benar – benar kecewa dengan jawaban Ryeowook, namun ia juga tak bisa menyalahkan Ryeowook. Karena ia tahu yang tak ada yang salah disini. Hanya takdir saja yang sedang bermain dengan mereka.

Ryeowook mendecak kesal dan memuat matanya jengah. “Menyebalkan. Lebih baik aku pergi saja.” Ujar Ryeowook dengan ketus sambil berdiri dan berlalu pergi meninggalkan mereka.

“Eonnie, mianhae.” Ujar Taemin sambil menatap punggung Ryeowook yang mulai menjauh dan Henry hanya bisa menggeleng – gelengkan kepalanya tak habis pikir dengan pola pikir noonnanya yang satu itu.

.

.

.

.

Ryeowook menghempaskan tubuh mungilnya ke kursi miliknya di ruangan Kyuhyun dengan kesal.

“Mereka pikir mereka siapa huh?” ujarnya tak terima.

“Mau aku suka dengan siapa itu bukan urusan mereka.” Gerutunya lagi. Lalu ia diam sebentar dan mulai memandangi isi ruangan Kyuhyun. Ruangan begitu sunyi, hanya ada dirinya seorang.

“Ngomong – ngomong dimana dia?” tanyanya entah pada siapa.

“Di saat – saat seperti inilah, aku akan sangat sering merasa kesepian dan bertanya – tanya dimana dia.” Ucapnya dengan pandangan menerawang. Ia menghembuskan nafas beratnya, lalu berdiri dari duduknya. “Lebih baik aku keluar saja sebentar.” Ucap Ryeowook dan keluar dari ruangan.

Ia memutar gagang pintu dan membuka pintu.

“Ah, oppa. Apa yang oppa lakukan di depan pintu?” tanya Ryeowook dengan kaget melihat Donghae yang seperti akan masuk ke ruangan. Dan jarak mereka benar – benar dekat. Donghae menggaruk tengkuknya.

“A-a-aku, apa kau sibuk?” tanya Donghae dengan agak kaku.

“Ah, ani. Ini aku berniat untuk pergi, karena Kyuhyun sepertinya sedang rapat dengan para direktur. Jadi aku free.” Ujarnya dengan tersenyum tanpa beban.

“Bagus. Mau ku ajak ke suatu tempat?” ajak Donghae dengan tersenyum senang.

“Euuung … “ Ryeowook berpikir sebentar.

“Baiklah. Kajja!” ujar Ryeowook dengan menganggukan kepalanya antusias. Setelah menyetujuinya, Donghae langsung menarik tangan Ryeowook dan mengandengnya.

 

Tanpa disadari kedua anak manusia itu, Kyuhyun melihat mereka dari kejauhan dengan senyum mengejek.

“Kau bilang kita akan mencobanya. Tapi sepertinya hanya aku yang mencoba.” Ujarnya dengan kesal sambil mengepalkan kedua tangannya kuat – kuat mnegingat perkataan Ryeowook tadi malam padanya saat ia menerima tawaran Kyuhyun, lalu ia meninju dinding tembok dengan keras sampai darah segar mengalir dari tangannya.

“Kita akan memulainya. Kau dengan caramu, dan aku dengan caraku.” Ujar Kyuhyun dengan senyum smirk melekat di wajahnya.

 

TBC

Mian .-.v aku nge-stuck sama selanjutnya. Mungkin setelah ini saya akan jarang dan jarang update. Kalian tahu kan kesibukan kelas 12 buat ujian? Masyaoooowoooooooh !! pengen masuk ke empang ajah atau ke jamban sekalian. -.-“

Nah, chapter ini aku dedikasikan untuk Laila eonnie, yang kemarin, tepatnya pada tanggal 14 September berulang tahun yang ke berapa eon? #lirikLailaeonnie

Mian ye eon, sekarang baru bisa di post. Ane tadi malem ngantuk berat :p

Ini hadiah buat eonnie, kayak yang eonnie minta. Saenggil chukka hamnida ye eon 😀

 

Okay. Leave a comment please 😉

With LOVE! ~Frisca

Chu :* Saranghae ❤ ❤ ❤