Month: October 2014

Love Is Crazy 13

lic m

Frisca Freshtie Present ….

….:: *** ::….

*

*

__ ><)))’> _ <’(((>< __

** .. LOVE Is CRAZY .. **

.

.

.

Pairing : KyuWook/Slight YeMin, SiBum

Rate : T

Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy, Abal – Abal, Gaje, Failed!

Author : Frisca Freshtie

Cast : Cho Kyuhyun (Namja) >< Kim Ryeowook (Yeoja) >< Kim Yesung (Namja) >< Lee Sungmin (Yeoja) >< Kim Kibum (Yeoja) >< Choi Siwon (Namja) >< Lee Donghae (Namja) >< Lee Taemin (Yeoja) >< Henry Lau (Namja) >< Shim Changmin (Namja) >< Kim Heechul (Yeoja)

.

.

.

.

WARNING !!!

Ah, FF ini terlalu gaje, abal, absurd dan ya banyak jebakan typo. Jadi ya mohon pengertiannya ajah dari kalian semua.

HAPPY READING CHINGU-DEUL 😀

.

.

.

.

Summary :

Cinta itu Gila! Sebuah pertemuan yang akan menaikturunkan dan menjungkirbalikkan dunia mereka dan perasaan mereka. Sebuah pertemuan yang akan membawa banyak sekali bunga – bunga yang berduri sampai berbau harum. Sekali lagi, Cinta itu Gila!

[At Cho Corporation]

Donghae menggandeng tangan Ryeowook menuju lantai paling atas, atau lebih tepatnya Donghae membawa Ryeowook ke atap gedung Cho Corporation. Sedangkan orang yang digandeng terus saja tersenyum malu – malu sambil menunduk saking senangnya.

“Ta-Da …” ujar Donghae dengan suara pelan gentle sambil membuka pintu dan tampaklah atap gedung yang agak tertutupi salju – salju putih yang turun dari langit yang agak cerah.

Ryeowook yang melihat pemandangan itu langsung terpana. “Ini cantik.” Gumamnya terpana sambil melangkahkan kakinya dengan pelan sambil mendongakkan kepalanya dan menjulurkan tangannya mencoba menangkap salju yang jatuh dengan pelannya.

“Ya. Ini sangat cantik.” Ujar Donghae menyetujui pendapat Ryeowook sambil menarik tangannya sendiri ke belakang dengan tersenyum. Lalu ia memandang Ryeowook. “Seperti dirimu.” Lanjutnya dengan pelan, bahkan Ryeowook tak mendengarnya dan melihat ekpressi Donghae karena posisi Ryeowook yang membelakangi Donghae sekarang.

“Aku tak pernah tahu bahwa di atap gedung ini begitu indah saat musim dingin.” Ujar Ryeowook sambil melangkahkan kakinya lagi sambil terus mencoba menangkap salju yang turun.

Donghae hanya tersenyum, lalu mendekat ke Ryeowook dengan langkah pelan. “Aku pikir akan sangat dingin di luar gedung, jadi aku tak keluar dari ruangan.” Ujar Ryeowook lagi.

“Bagaimana kau bisa menemukan tempat ini?” tanya Ryeowook sambil menolehkan kepalanya ke belakang menghadap Donghae.

“Euung .. molla. Aku hanya tak sengaja berjalan dan melihat ini, lalu aku ingin mengajakmu untuk melihatnya.” Jawab Donghae sambil mengangkat bahu dengan tersenyum. Ryeowook mengangkat kedua alisnya bingung.

“Mengajakku untuk melihatnya?” tanya Ryeowook memastikan.

Donghae menggaruk tengkuknya yang tak gatal. “Apa kau tak suka?” tanya Donghae ragu. Ryeowook yang mendengarnya langsung menggelengkan kepalanya kuat – kuat. “Ani ani anio oppa .. aku menyukainya. Sangat menyukainya malahan. Aku benar – benar menyukainya.” Ujar Ryeowook.

“Jinjja?” tanya Donghae.

“Nde. Itu benar. Perkataanku tadi benar. Aku bersungguh – sungguh. Kau harus percaya padaku oppa.” Jawab Ryeowook sambil mendekati Donghae.

“Aku benar – benar bersungguh – sungguh. Apa kau tak percaya padaku oppa?” tanya Ryeowook sambil memegang kedua lengan Donghae. Donghae melirik kedua tangan mungil yang memegangi kedua lengannya. Melihat itu, Ryeowook langsung sadar. “Hehehhe, mianhae oppa. Itu tadi gerakan refleks. Maaf ya.” Ujar Ryeowook dengan cengengesan dan langsung melepaskan genggamannya dengan salah tingkah.

“Hahah, gwenchanayyo. Pegang saja sesukamu.” Ucap Donghae sambil mengacak – acak rambut Ryeowook gemas.

“Hah?” mendengar pernyataan Donghae benar – benar membuat Ryeowook cengo bukan main.

“Apa?” tanya Ryeowook tak percaya.

“Hahha. Tak apa. Oh iya, jangan terlalu lama disini. Aku baru menyadari kalau kau .. ehm …” Donghae mengalihkan pandangannya ke samping. Ryeowook menautkan kedua alisnya bingung. “Ada apa, oppa?” tanya Ryeowook polos.

Tanpa menolehkan kepalanya, Donghae menunjuk diri Ryeowook. “Kau memakai rok yang euuung … agak minim.” Ujar Donghae. Tentu saja perkataan Donghae ini membuat Ryeowook malu dan senang bercampur satu.

“Kau akan masuk angin jika pakaianmu seminim itu. Lebih baik kita masuk saja. Jangan berlama – lama disini.” Ujar Donghae menyarankan sambil membalikkan badannya dan berniat pergi. Melihat itu, Ryeowook langsung menarik tubuh Donghae karena ia masih ingin berduaan dengan Donghae lebih lama lagi. Karena terlalu terburu buru dan kuatnya Ryeowook yang menarik tubuh Donghae membuat mereka akhirnya jatuh.

“Kyaaaaaaa ……” pekik Ryeowook.

DEG

DEG

DEG

DEG

Jantung Ryeowook memompa dengan cepat saat tatapan mereka saling bertemu. Mereka saling bertatapan dalam diam, dalam posisi Ryeowook berada di bawah dan Donghae berada di atas dengan menahan tubuhnya dengan kedua tangan kekarnya di samping tubuh mungil Ryeowook.

Salju turun dengan pelan, entah apa yang merasukinya. Donghae mendekatkan dirinya ke wajah Ryeowook.

‘Apa?’ inner Ryeowook shock.

‘Dia tak berniat menciumku kan?’ tanya Ryeowook pada dirinya sendiri.

Melihat wajah Donghae yang semakin mendekat, Ryeowook memejamkan matanya, ia sangat berharap Donghae benar – benar berniat menciumnya sekarang.

‘Ini saatnya Wookie, rasakan dan nikmati.’ Innernya dengan tersenyum.

Saat bibir mereka akan bertemu, hanya tinggal beberapa centi saja tiba – tiba wajah Kyuhyun trelewat dalam benaknya. Dan sekejap saja Ryeowook langsung membuka matanya dan segera mendorong tubuh Donghae, lalu berdiri.

“Mi .. mianhae oppa. Kyuhyun .. eh maksudku … Aku masih banyak pekerjaan. Kyuhyun akan mencariku jika aku tak segera kembali.” Ujarnya mencoba menjelaskan lalu pergi meninggalkan Donghae yang hanya bisa tersenyum miris.

“Kyuhyun ya?” tanyanya miris sambil mendongakkan wajahnya menatap langit Seoul yang menjatuhkan butiran – butiran putih halus ke bumi.

***

Ryeowook bersandar di pintu kamar mandi dengan menghembuskan nafas berat.

“Huuuuuftt …” ia menundukkan kepalanya dengan galaunya.

“Membingungkan.” Ujarnya dengan lesu.

“Kenapa aku malah pergi tadi? Kenapa aku mendorong tubuhnya tadi?” ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya frustasi.

“Apa yang ada di pikiran Donghae oppa sekarang? Aku pasti sangat buruk di pikirannya.”

“Padahal tadi nyata – nyata Donghae oppa akan menciumku, tapi aku malah meninggalkannya. Sungguh bodoh kau Kim Ryeowook, benar – benar bodoh. Sangat bodoh. Bukankah kau menyukainya?” Gerutunya pada diri sendiri sambil menggeleng – gelengkan kepalanya frustasi dan sebal pada dirinya sendiri.

“Bukankah itu kesempatan yang sangat baik tadi?”

“Aku mengacaukannya, aku mengacaukannya.”

“Kau benar – benar bodoh Ryeowook.”

Ia membuka kedua tangannya dan memandang langit – langit kamar mandi. “Bagaimana bisa ada bayangan namja menyebalkan tadi?” tanyanya entah pada siapa.

Lagi – lagi ia menghembuskan nafas beratnya. “Menyebalkan. sangat menyebalkan.” decaknya.

Setelah beberapa detik mengatakan itu, ia keluar dari kamar mandi dan pergi ke wastafel dengan lesu, lalu bercermin sebentar memandang penampilannya.

Pertama ia melihat pantulan penampilannya yang agak berantakan, efek dari kejadian jatuh tadi dan ia belum sempat membenahkannya. Dengan gerakan pelan ia membenahkan pakaiannya agar lebih rapi. Lalu ia merapikan rambutnya, namun saat merapikan rambutnya matanya malah fokus ke bibir mungilnya, lalu ia menyentuh pelan permukaan bibirnya dengan pandangan menerawang sedih.

“Bibir ini seharusnya bersentuhan dengan bibir milik Donghae oppa kan?” ujarnya dengan sedih mencoba membayangkan kejadian tadi dengan Donghae, namun apa yang di dapatnya? Ia malah membayangkan kejadian tadi pagi sebelum berangkat kerja saat Ryeowook jatuh dengan Kyuhyun di kasur.

Dengan segera ia menggelengkan kepalanya kuat – kuat mencoba menghilangkan bayangan itu dari pikirannya.

“Tidak. Tidak. Tidak.” Ujarnya sambil memejamkan matanya mencoba meyakinkan dirinya.

“Bagaimana bisa Kyuhyun lagi yang ada di bayanganku?” tanyanya dengan kesal sambil menggigit bibirnya.

“Jangan masuki pikiranku Kyu, lebih baik kau masuk ke sumur saja. Itu lebih baik.” Ujarnya lagi mencoba menghilangkan bayangan Kyuhyun.

Drrrrrrttttt

Ryeowook membuka matanya merasakan ponselnya bergetar. Ia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya di waktu kerja seperti ini. Ia mengerutkan keningnya ketika membaca nama yang tertera di layar ponselnya.

“Paboo oppa .. mau apa?” gumamnya bingung.

Dengan gerakan agak ragu ia menekan tombol hijau di ponselnya dan mendekatkan ponselnya ke telinganya.

“Yeoboseo oppa.” Jawabnya dengan agak malas.

Ia berhenti sebentar, mencoba mendengarkan perkataan seseorang yang menurutnya sungguh bodoh yang entah dimana keberadaannya sekarang. Setelah beberapa detik mendengarkan, tiba – tiba ia membelalakkan matanya tak percaya.

“MWOOOOOOOO !?!??!?!?!?”

“Oppa ada di kantor sekarang !?!?!?!!!!!!!!!” pekiknya dengan ekpressi shock.

[Di lain tempat, tepatnya di depan perusahaan Cho Corporation]

Yesung dengan santai berdiri dan menelepon di tengah jalan masuk ke perusahaan Cho Corporation dengan seenaknya tanpa mempedulikan tatapan geram orang – orang yang lewat karena terhalangi tubuh Yesung, apalagi gerakan Yesung yang mondar – mandir. Benar – benar mengganggu orang yang sedang lewat.

“Ah itu benar sekali Wookie. Aku sudah ada di kantormu, aku ada di depan lebih tepatnya. Cepatlah kemari. Apa kau tak tahu, kakakmu yang tampan ini hampir mati kedinginan di luar sini. Cepatlah turun dan jemput kakakmu ini. Perusahaan sebesar ini, mana bisa aku mencarimu? Kau yang harus mencariku dan menjemputku sebagai dongsaeng yang baik.”

“Oppa. Kenapa kau tak pernah mau bilang jika kemari!!!! Kau itu benar – benar bodoh! Kau seharusnya memberitahuku dulu!” bentak Ryeowook dari seberang sana, dan berhasil membuat Yesung menjauhkan ponselnya dari telinganya dengan agak kesal.

“Aku ingin bertemu dengan Kyuhyun dan kau. Ada yang ingin aku sampaikan.” Ujar Yesung dengan cuek.

“Mwo??? Untuk apa bertemu dengan Kyuhyun ??? Oppa, tak perlu ber …”

“Berisik! Cepat turun adik berdada rata! Cepatlah!” ujar Yesung tanpa rasa dosa sedikitpun, lalu mematikan ponselnya tak mengindahkan protesan Ryeowook yang masih terdengar.

Yesung memasukkan ponselnya ke sakunya, dan melihat plang Cho Corporation yang agak ditutupi salju putih. “Ck ck ck, benar – benar menyedihkan, bagaimana bisa anak pemilik perusahaan sebesar ini bisa mencari pendamping hidup seperti adikku. Pasti matanya terkena rabun. Ryeowook dilihat darimananya? Dia benar – benar payah memilih seorang istri, seleranya rendah sekali.” Ujarnya sambil menggeleng – gelengkan kepalanya. Setelah itu, ia melirik sekelilingnya dan tak sengaja melihat Kyuhyun dan memanggilnya.

“Hoiii !!! Adik ipaaaar !!!!!!!!” panggil Yesung dengan keras dan berhasil menggema di dalam lobi itu dan membuat semua orang bingung juga tak percaya.

[Kembali ke Ryeowook]

Ryeowook berjalan dengan tergesa – gesa, ia tak perduli jika akan menabrak orang, tembok atau apapun itu. Sekarang yang ada di pikirannya adalah menjauhkan oppanya yang paboo itu dari lingkungan perusahaan karena ia sangat tahu oppanya suka sekali membuat onar, dan ia takut oppanya akan membuat onar di tempat kerjanya ini. Apa yang akan dikatakan orang – orang perusahaan yang mengetahuinya. Rasanya ia ingin sekali memakai kardus untuk menutupi wajahnya, kalau perlu ia akan segera mengajukan surat pengunduran diri dari perusahaan.

‘Oppa .. jika ini nanti yang kau bicarakan bukan masalah yang penting. Akan ku pastikan besok kau akan mendapatkan tempat peristirahatan yang sangat horor dan mistis. Akan ku kubur kau di belakang bukit desa kita dulu dekat pembuangan sampah. Dan aku tak akan menaburinya dengan bunga yang lain selain bunga bangkai.’ Batin Ryeowook kesal dan terus berjalan dengan perasaan dongkol dan gondok.

“Hoiii !!! Adik ipaaaar !!!!!!!!”

Mendengar suara keras dan menggema itu, ia merasakan seluruh tubuhnya tak bisa bergerak. Suara itu benar – benar membuat tubuh Ryeowook terpaku dalam diam yang diselimuti aura horor dan mistis. Ia benar – benar merasa panas sekarang. Tamat sudah riwayat hidupnya. Hal yang tak ingin ia hadapi, terjadi di depan matanya. Ia bersumpah akan menguliti oppa-nya dan mengeringkannya di gurun Sahara, lalu setelah kering ia akan menyumbangkannya ke museum terdekat untuk dijadikan koleksi museum, anggap saja sebagai salah satu contoh spesies kakak yang sangat bodoh dan menyebalkan di dunia. Rasanya ia benar – benar ingin mengganti wajahnya sekarang juga.

Nafasnya tak beraturan, tangan di samping tubuhnya mengepal dengan keras. Aura mistis dan horor menyelimutinya sekarang.

“Adik ipar ???” gumam Ryeowook dongkol dengan diikuti tanda perempatan di dahinya.

Kyuhyun menolehkan kepalanya ke Yesung yang berjalan dengan santai dan senyuman mengembang di wajahnya. Pelayan Shin hanya bisa menampakkan raut wajah bingung melihat Yesung, karena pelayan Shin tak tahu siapa Yesung.

“Hei, adik ipar.” Ujar Yesung santai ketika berhadapan dengan Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum pada Yesung, lalu sedetik kemudian …

“Maaf, apa aku mengenalmu?” tanya Kyuhyun dan berhasil membuat Yesung mati gaya di hadapan Kyuhyun. GUBRAK !!!!!

Dengan tersenyum kecut, Yesung tertawa hambar. “Hahhaha, kau … kau .. kau tak mengenalku?” tanya Yesung tak percaya dengan menunjuk hidungnya sendiri.

Dengan memasang muka tak tahu apa – apa, Kyuhyun berkata, “Iya. Aku tak mengenalmu. Siapa kau?” tanya Kyuhyun dengan formal.

Yesung menundukkan kepalanya miris. “Bagaimana kau bisa tak mengenaliku?” gumamnya frustasi. Lalu sedetik kemudian, Yesung mendongakkan kepalanya dengan semangat membara. “Ah, kau benar – benar tak mengenaliku rupanya. Baiklah. Perkenalkan … namaku adalah ….. kim ….”

CTAK !!!

Dengan keras Ryeowook menjitak kepala Yesung dengan kekuatan ekstra.

“AWW!!!”

“OPPA! KAU MEMALUKAN!” bentak Ryeowook dongkol.

“Ya Ampun .. apa kau tak bisa melakukannya dengan hati – hati layaknya seorang perempuan yang sebenarnya ?!?!??!!” ujar Yesung sambil mengusap – usap kepalanya dengan raut wajah kesakitan.

“TIDAK! TIDAK BISA!” bentak Ryeowook lagi.

“Bagaimana tidak bisa ??!?!??! Kau ini seorang perempuan !!! kau harus bersikap layaknya perempuan!” ujar Yesung tak mau kalah.

“Itu karena ..” perkataan Ryeowook terpotong dengan pelayan Shin yang tiba – tiba masuk ke percakapan.

“Euuung … bagaimana kalau acara keluarga ini dilanjutkan di ruangan saja?” tanya pelayan Shin dengan hati – hati dan takut – takut. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa memasang raut wajah jengah seperti biasa.

“Kakak adik-pun sama saja sikapnya.” Gumam Kyuhyun jengah.

“Eh .. hahhahah .. baiklah.” Ujar Yesung dengan senang. Sedangkan Ryeowook hanya bisa mengalihkan pandangannya. “Benar – benar memalukan.” Gumam Ryeowook sambil menepuk jidatnya frustasi.

***

[Ruangan Kyuhyun]

Mereka semua duduk di sofa tamu, kecuali pelayang Shin yang berdiri di samping Kyuhyun yang duduk di slah satu sofa. Sedangkan Yesung dan Ryeowook duduk dalam satu sofa panjang.

“Jadi apa yang oppa lakukan disini?” tanya Ryeowook dengan ketus. Ryeowook benar – benar sebal pada Yesung sekarang.

“Hei .. kenapa nada bicaramu sungguh berasa sangat tidak enak di dengar di telingaku ya?” ujar Yesung sambil memegang telinganya seperti membersihkan sesuatu. Melihat kelakuan kakaknya yang seperti itu, semakin dongkol dan gondok Ryeowook.

“Kyaaaa … oppa benar – benar sangat menyebalkan !!!!!” karena sudah tak tahan dengan sikap oppa-nya, Ryeowook memukul tubuh Yesung dengan bantal sofa yang ada dengan keras dan berkali – kali saking emosinya.

“Kau benar – benar menyebalkan oppa !!!! bagaimana aku bisa mempunyai oppa yang sepertimu ?!??!?!!” pekik Ryeowook sambil terus memukul tubuh Yesung berkali – kali.

“Aww .. aww .. hei hei hentikan Ryeowook! Aww .. aww ..” pekik Yesung kesakitan sambil melindungi dirinya dengan menggunakan kedua tangannya.

“Kau menyebalkan oppa! Mati mati mati mati kau !!!!!”

“Hei .. hei .. hei …!” pekik Yesung tak terima.

Pelayan Shin yang melihat kejadian itu hanya bisa memandang miris dan prihatin, sedangkan Kyuhyun tentu saja hanya bisa memasang ekpressi muka jengah melihat kejadian itu.

“Matilah kau oppa! Mati kau!”

“Aww .. aduh .. hei hei hei .. kau tak akan mendapatkan oppa yang seperti ini di dunia .. aduh ..” bela Yesung.

“Iya, karena tak ada yang sepertimu! Maka kau harus dimusnahkan sesegera mungkin!!!!”

“Hah??? Mwo ??? aduuh .. apa kau bercanda Ryeowook-ah?!?!?”

“ANI! Aku bersungguh – sungguh! Spesies sepertimu harus dimusnahkan dari muka bumi! Kau benar – benar menyebalkan oppa!”

“…”

“…”

“…”

“…”

“Menggelikan sekali.”

Satu kalimat yang terdiri dari dua kalimat itu berhasil membuat Ryeowook dan Yesung berhenti berkelahi dan memandang Kyuhyun cengo. Bahkan bukan mereka saja, pelayan Shin bahkan memandang Kyuhyun cengo.

“Mwo?” gumam Ryeowook shock.

“Apa yang dia katakan barusan?” ujar Yesung tak kalah shock.

Dengan wajah malas, Kyuhyun menatap mereka berdua. “Kalian benar – benar orang – orang yang menggelikan. Kalian bertingkah layaknya anak kecil. Apa kalian tak sadar kalau kalian sudah dewasa sekarang?” ujar Kyuhyun tanpa rasa dosa.

Perkataan Kyuhyun barusan benar – benar tambah membuat cengo mereka bertiga.

“Apa Anda tak terlalu berlebihan tuan muda?” ujar pelayan Shin mencoba menyadarkan Kyuhyun dengan ucapannya barusan dengan hati – hati.

“Tidak. Aku rasa perkataanku tak berlebihan.” Ujar Kyuhyun dengan ekpressi biasa.

“Hahahha ..” Ryeowook hanya bisa tertawa garing, lalu tersenyum kecut. Dan Yesung hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal sambil memasang raut wajah kecut.

“Ah, apa itu kakak nona Ryeowook?” tanya pelayan Shin mencoba mencairkan suasana itu.

Ryeowook yang sedari tadi tersenyum kecut langsung tersentak kaget ketika ditanyai pelayan Shin. “Oh .. nde. Ini oppaku. Namanya ….” Ryeowook melirik Yesung yang sedang memandangi sekeliling ruangan dengan tatapan tajam.

“Kakak .. perkenalkan dirimu.” Ujar Ryeowook dengan menggertakkan giginya sambil menyikut tubuh Yesung. Tentu saja dengan perlakuan Ryeowook ini, Yesung kaget dan menolehkan kepalanya ke Ryeowook.

“Ah .. Kim Yesung imnida. Kakak kandung dari Ryeowook.” Ucap Yesung memperkenalkan diri.

Pelayan Shin tersenyum, “Oh .. perkenalkan. Aku pelayan pribadi keluarga Cho yang mengurusi keluarga Cho, namun lebih ke tuan muda Cho Kyuhyun. Kau bisa memanggilku pelayan Shin.”

“Apa ada yang perlu dibicarakan lagi? Jika tidak, aku akan pergi.” Ujar Kyuhyun dengan tiba – tiba dan membuat semuanya kembali cengo. Suasana yang susah – susah dibangun kembali menjadi suasana yang dingin dan awkward.

“Tuan muda …” belum sempat pelayan Shin melanjutkan perkataannya, Yesung memotongnya cepat.

“Aku ingin berbicara denganmu …” Ujar Yesung dengan berdiri dan dengan ekpressi wajah yang serius. Kyuhyun menatap Yesung, “sebagai seoarang kakak kepada laki – laki yang dicintai adiknya.”

Mendengar itu Ryeowook langsung cengo seketika melihat keseriusan kakaknya, sepanjang umurnya ia tak pernah melihat kakaknya sebegitu serius seperti sekarang ini. Bahkan pelayan Shin juga ikut cengo mendengarnya, sedangkan Kyuhyun sepertinya merasa tertarik dengan senyuman tipis yang terpampang di wajah tampannya.

“Apa kita bisa bicara hanya berdua saja. Tanpa ada orang lain.” Ujar Yesung sambil melirik Ryeowook dan pelayan Shin bergantian. Kyuhyun tersenyum lalu mengangguk dan memberikan tanda kepada pelayan Shin untuk membawa Ryeowook keluar.

***

[Di luar ruangan]

Ryeowook terus berjalan mondar – mandir di depan pintu ruangan Kyuhyun dengan menggigiti giginya dan di iringi ekpressi gusar, gelisah, khawatir, bingung dan ingin tahu menjadi satu. Ia ingin sekali mengetahui apa yang Kyuhyun dan kakaknya bicarakan di balik pintu yang ada di depannya sekarang.

Sedangkan pelayan Shin hanya bisa berdiri dan menenangkan Ryeowook dengan petuah – petuahnya.

“Nona, duduklah. Saya minta Anda untuk duduk. Sebentar lagi mereka mungkin akan selesai. Anda akan kelelahan jika terus berjalan mondar – mandir seperti itu.”

Ryeowook berhenti, lalu menatap tajam pelayan Shin, “Pelayan Shin, ini bukan masalah lama atau tidaknya. Tapi aku ingin tahu apa yang mereka bicarakan.”

“Tapi nona. Menurut saya, lebih baik Anda tenang sekarang dan setelah mereka keluar, Anda menanyakannya pada tuan muda Kyuhyun atau kakak nona Ryeowook. Bukankah itu lebih baik?” ujar pelayan Shin mencoba bernego dengan Ryeowook.

“Tidak! Itu sangat tidak baik!” ujar Ryeowook membantah mentah – mentah usulan pelayan Shin dengan telak. “Bagaimana kalau mereka ternyata membicarakan aku pelayan Shin ?!?!??!??!” ujar Ryeowook lagi dengan nada horor.

“Bagaimana kalau kakakku bicara pada Kyuhyun tentang sifat – sifat jelekku??!?!?!”

“Bagaimana kalau Kyuhyun mempercayainya, lalu Kyuhyun akan menertawaiku sampai perutnya keram nanti??!?!?!?”

“Bagaimana kalau ternyata oppa meminjam uang pada Kyuhyun dengan alasan karena ia adalah kakak ipar?!??!?!?!?”

“Bagaimana kalau ia ternyata meminjam uang karena ingin menikahi Sungmin noona dan menikah sebelum aku?!?!??!?!?!”

“Hhuhuhuu … T.T ANDWAEEEEEEEEEE !!!!!!”

Ryeowook dengan raut wajah sedih yang dilebih – lebihkan mendekati pelayan Shin, lalu memegang bahu pelayan Shin dan menatapnya horor sehingga membuat pelayan Shin susah untuk menelan air ludahnya sendiri.

“Pelayan Shin, kita harus menguping pembicaraan mereka!” ujar Ryeowook dengan mantap sambil mengganggukkan kepalanya meyakinkan.

Dan sekarang posisi beralih pada Ryeowook dan pelayan Shin yang sedang berjongkok di depan pintu sambil menempelkan daun telinga mereka ke pintu.

“Aku tak mendengar apapun.” Ujar Ryeowook agak frustasi.

“Mungkin mereka dalam jangkauan jarak yang jauh nona Ryeowook, jadi pembicaraanya tak sampai terdengar di telinga kita. Lebih baik kita hentikan saja.” Ujar pelayan Shin mencoba bernego dan langsung mendapat tatapan tajam dari Ryeowook yang berarti penolakan mentah – mentah.

“Ah, telinga kita harus peka lagi.” Ujar Ryeowook mencoba menempelkan telinganya lebih dekat lagi ke pintu.

“Apa Anda mendengar sesuatu?” tanya pelayan Shin dengan berbisik.

“Tidak .. ah tapi kita harus tetap berusaha. Kita tidak boleh menyerah. Ayo kita dengarkan lebih baik lagi.” ujar Ryeowook ngotot. Setelah mengatakan itu, mereka berdua tambah mendekatkan telinga mereka ke pintu.

Ceklek

Pintu tiba – tiba terbuka, dan berhasil membuat mereka berdua jatuh karena bertatapan dengan pintu yang terbuka.

Dari balik pintu keluar dua orang yang kita kenali sebagai Kyuhyun dan Yesung dengan beriringan. Yesung memandang heran Ryeowook dan pelayan Shin yang jatuh di depan mereka, sedangkan Kyuhyun mengalihkan pandangannya karena terlalu jengah dengan pemandangan di depannya.

“Apa yang kalian lakukan di situ?” tanya Yesung heran.

Ryeowook hanya mengelus – elus dahinya yang masih sakit karena benturan dengan pintu yang terbuka tadi, sedangkan pelayan Shin langsung membungkuk minta maaf pada Kyuhyun.

“Ah .. ah .. ah .. kalian tak berniat untuk menguping pembicaraan kita berdua kan?” tanya Yesung dengan pandangan tak percaya sambil menutup mulutnya shock.

“Hahahahah … tidak .. tidak tidak .. itu tidak benar. Ya kan pelayan Shin ???” dusta Ryeowook dengan tergesa – gesa membantahnya sambil tertawa garing masih dengan posisi di lantai.

“Oh .. oh itu benar nona Ryeowook.” Ujar pelayan Shin ikut berdusta.

Yesung menautkan alisnya bingung, “Lalu apa yang kalian lakukan di situ tadi?”

Mendengar pertanyaan Yesung, Ryeowook gelagapan mencari jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan kakaknya itu.

“Ah ah ah ah itu .. apa .. euuuung .. itu …” Ryeowook berhenti sebentar mencoba mengobrak – abrik otaknya untuk mencari alibi yang tepat dan benar, lalu tiba – tiba lampu kuning bersinar di atas kepala Ryeowook dan voila …..

“Ah aku dan pelayan Shin tadi itu sedang mengagumi pintu ini. Bukankah seperti itu pelayan Shin?” ujar Ryeowook sambil menyentuh pintu yang terbuka karena kebetulan Ryeowook jatuh di dekat pintu dengan di iringi senyuman aneh di wajahnya.

“Oh nde. Itu benar.” Jawab pelayan Shin dengan tersenyum aneh juga.

“Jinjja?” gumam Yesung masih tak percaya.

“Pelayan Shin, menurutmu pintu ini terbuat dari pohon apa ya?” tanya Ryeowook mencoba meyakinkan kakaknya.

“Euuung, entahlah nona Ryeowook. Mungkin dari pohon jati.” Jawab pelayan Shin ikut – ikutan meyakinkan.

“Ah oppa, apa kau sudah selesai?” tanya Ryeowook tiba – tiba sambil memegang salah satu kaki Yesung dan mendongakkan kepalanya menatap kakaknya.

“Apa yang selesai?” tanya Yesung bingung dengan memandang Ryeowook yang ada di bawah.

“Urusanmu?”

“Oh sudah. Aku akan pulang.” Ujar Yesung.

“Sudah ?!?!?!??” Ryeowook langsung berdiri dan bergelayut manja di lengan kiri Yesung.

“Bagaimana kalau aku menraktir oppa? Oppa mau kan? Sudah lama kita tak makan bersama berdua di cafe. Benar bukan?” ujar Ryeowook sambil menarik Yesung kuat – kuat.

“Itu benar. Tapi .. tapi …” belum sempat Yesung berbicara, Ryeowook memotongnya. “Tak ada tapi – tapian oppa. Ayo pergi oppa!!! Ah pelayan Shin, aku pergi dulu ne !!!!” ujar Ryeowook sambil melambaikan tangan pada pelayan Shin.

“Hei Wookie, apa kau tak berpamitan dengan calon suamimu?” tanya Yesung bingung. Ryeowook berhenti menarik Yesung lalu menatap Kyuhyun yang mengalihkan perhatiannya.

‘Oh, itu benar.’ Inner Ryeowook menyadari kekonyolan dan kebodohannya.

‘Sepertinya dia kesal? Baiklah.’ Inner Ryeowook, lalu menghembuskan nafasnya dan melepaskan tangan Yesung. Dengan langkah cepat ia menghampiri Kyuhyun.

“Aku pergi.” Ucap Ryeowook pelan yang hanya bisa di dengar Kyuhyun, lalu ia berjinjit dan mencium pipi Kyuhyun dengan tiba – tiba sehingga membuat orang yang di cium seketika membeku shock karena tak siap dengan perlakuan Ryeowook yang seperti itu.

Setelah melakukan itu Ryeowook tersenyum tanpa dosa pada Kyuhyun, “Hehehe, peace Kyu.” Ujarnya sambil membentuk V sign dengan manisnya, lalu berlari ke Yesung dan kembali menarik Yesung dengan tergesa – gesa meninggalkan Kyuhyun dan pelayan Shin yang masih shock.

“Ayo oppa! Kita harus cepat!!!” ujar Ryeowook dengan semangat 45 terus menarik kakaknya.

Pelayan Shin menatap kepergian Ryeowook dan Yesung dengan tersenyum, sedangkan Kyuhyun langsung menyentuh pipi bekas ciuman Ryeowook dengan pandangan tak percaya.

***

[Cafe di Cho Corporation]

Ryeowook dan Yesung duduk berhadapan sambil meminum segelas hot chocolate.

“Waaah .. ini enak sekali. Gomawo ne Wookie.” Ujar Yesung dengan riang.

“Tak perlu berterima kasih. Katakan padaku apa yang oppa bicarakan dengan Kyuhyun!” ujar Ryeowook sambil menggebrak meja dan menunjuk Yesung penuh dengan penekanan. Tentu saja Yesung langsung menarik tubuhnya ke belakang, karena jika ia tak menarik tubuhnya ke belakang, ia yakin hidungnya akan tersentuh dengan kuku jari telunjuk Ryeowook yang tajam itu. Sikap kedua orang ini berhasil membuat semua orang yang ada di cafe berhenti melakukan kegiatan mereka dan menatap kedua orang itu dengan bingung.

“Wookie .. itu ..” ujar Yesung dengan takut – takut.

“Apa? Katakan padaku dengan jelas oppa!!!” gertak Ryeowook lagi.

“Itu … bulu hidungmu keluar.” Ucap Yesung dengan ekpressi tanpa dosa dan berhasil membuat Ryeowook malu bukan main. Ia langsung diam membisu dan kembali duduk dengan bersikap seolah – olah tak terjadi apa – apa. Lalu dengan gengsi ia mengusap – usap hidungnya padahal sebenarnya ia mencoba memasukkan bulu hidungnya yang keluar.

‘Memalukan sekali.’ Innernya dongkol dan gondok.

“Huuuwaaaah .. terima kasih atas coklat panasnya Wookie. Oppa pulang dulu ne.” Ujar Yesung sambil berdiri dan tersenyum tanpa dosa.

“Eh oppa, jangan pergi dulu!” ujar Ryeowook menahan.

“Memangnya ada apa?” tanya Yesung bingung, lalu kembali duduk.

“Kau belum memberi tahuku tentang apa yang kau bicarakan dengan Kyuhyun tadi.” Ujar Ryeowook sambil cemberut.

“Oh iya, oppa baru ingat Wookie.” Ujar Yesung sambil memasang ekpressi menemukan sesuatu. Melihat itu, Ryeowook langsung tersenyum lebar karena berpikir kakaknya akan memberi tahunya tentang apa yang kakaknya bicarakan dengan Kyuhyun tadi.

“Aku ….”

Ryeowook mendengarkan dengan saksama, bahkan sampai alisnya berkedut – kedut.

“Aku …”

Ini membuat Ryeowook semakin ingin tahu, ia tambah mendekatkan tubuhnya.

“Aku mengambil ATM-mu dan mengambil beberapa uangmu untuk membeli kalung untuk Minnie kemarin.” Ujar Yesung dengan ekpressi tanpa dosa.

GUBRAAAAK !!!

Rasanya Ryeowook ingin sekali jungkir balik karena ternyata kakaknya tak membicarakan tentang apa yang ia bicarakan dengan Kyuhyun. ‘Tapi tunggu dulu, apa yang ia katakan tadi?’ Inner Ryeowook menyadari sesuatu.

“Ini aku kembalikan. Terima kasih banyak ne.” Ujar Yesung dengan santai sambil mengembalikan ATM Ryeowook.

“IGE MWOOOOOYAAAAAA ???!?!?!?!!” pekikan Ryeowook yang keras dan cempreng menggema di cafe dan berhasil membuat semua orang kembali menatap aneh Ryeowook.

“Apa kakak sudah gilaaa ?!?!??!?!” pekik Ryeowook emosi.

“Berapa banyak uang yang oppa ambil?!?!??!!” pekik Ryeowook panik dan emosi sambil mengambil ATM-nya dengan histeris.

“Jawab aku oppa!” bentak Ryeowook frustasi.

“Yaaa .. aku hanya mengambil 700 ribu won. Tenanglah, itu sedikit kan?” ujar Yesung dengan santai.

“MWOOOO ?!?!?!?!?” teriak Ryeowook tak percaya.

“Apa kakak sudah gila ?!?!??! Itu kakak bilang sedikit ?!?!??! Apa kakak tidak tahu bagaimana susahnya untuk mencari uang ???!?!?! apa kakak tak tahu bahwa aku harus terus begadang untuk membuat laporan ?!?!!? Bagaimana bisa kakak itu bisa bilang sedikit ???!?! uang itu bisa untuk membayar apartemen, membeli makan sehari – hari dan masih bisa untuk belanja keperluan sehari – hari!!!!!!” hardik Ryeowook sambil mengacung – acungkan sendok gelas hot chocolate-nya dengan horor.

“Heheheh .. mian Ryeowook. Oppa harus melakukannya untuk menikahi Minnie setelah wamil besok. Setelah wamil, oppa akan mengembalikannya.” Ujar Yesung dengan tersenyum dan penuh ketulusan dalam perkataannya dan berhasil membuat Ryeowook tercengang.

“Me .. menikahi Sungmin eonnie setelah wamil besok???” tanya Ryeowook dengan ragu – ragu, karena masih bingung untuk menyimpulkan perkataan Yesung tadi.

“Ya, seperti itu. Jaga dirimu baik – baik ne Ryeowook.” Ucap Yesung dengan lembut sambil mengacak – acak rambut Ryeowook dengan penuh perasaan. Setelah itu, Yesung dengan santai meninggalkan Ryeowook yang mengerjap – ngerjapkan matanya shock.

‘Apa yang dia katakan tadi?’ inner Ryeowook masih bingung dan tak percaya dengan perkataan dan sikap kakaknya tadi.

***

Ryeowook berjalan menuju ruangannya masih dengan memikirkan perkataan Yesung yang tadi. Ia terus berpikir sampai – sampai ia tak sadar kalau ia sudah berada di depan pintu ruangannya dengan Kyuhyun.

“Oh, sudah sampai ya?” gumam Ryeowook tak percaya sambil menatap pintu yang ada di depannya.

“Kenapa? Apa dia menyebalkan?” samar – samar Ryeowook bisa menderngar suara yeoja dari balik pintu di depannya. Ia menautkan alisnya bingung, ia sekarang merasa ingin tahu apa yang dibicarakan di dalam.

“Apa dia tak bisa memuaskanmu?” suara yeoja itu kembali terdengar di gendang telinga Ryeowook dan berhasil membuat Ryeowook semakin penasaran. Akhirnya Ryeowook dengan ragu, mendekatkan daun telinganya ke pintu berharap bisa mendengar lebih jelas lagi tentang pembicaraan di dalam sana.

“Apa kau merasa terabaikan olehnya?” suara yeoja itu kini terdengar jelas dan membuat Ryeowook membelalakkan matanya shock.

“Yeoja itu ..” gumam Ryeowook kesal dan marah, tentu saja yeoja yang Ryeowook maksud adalah Heechul, ya Heechul, seorang yeoja yang memperkenalkan dirinya sebagai teman dari kecil Kyuhyun sampai sekarang bahkan bersekolah di tempat yang sama dan mengambil jurusan yang sama dengan Kyuhyun.

“Dia benar – benar payah heeuung?”

“Aku tahu, dia tak mengerti dirimu bukan?”

“Kenapa mempertahankannya?”

“Dia hanya menginginkan uangmu.”

Ryeowook semakin mengerutkan keningnya bingung dengan pembicaraan di dalam, apalagi Heechul bersuara dengan seduktif. Selain itu, ia yakin Heechul pasti sedang berbicara dengan Kyuhyun walaupun Ryeowook tak mendengar suara Kyuhyun walaupun hanya satu kata. Namun ia sangat yakin, Heechul sedang berbicara dengan Kyuhyun sekarang.

“Dia bahkan tak bisa memuaskanmu di ranjang sepertiku, bukankah seperti itu Kyu?”

DEG

Ryeowook membulatkan matanya tak percaya mendengar perkataan barusan.

“Daripada kau bermain dengan yeoja sepertinya, lebih baik kau bermain denganku bukan?”

Mata Ryeowook memanas, satu tetesan air mata turun dari balik pelupuk mata caramelnya. Karena saking emosinya, Ryeowook akhirnya memutuskan untuk meninggalkan ruangan itu sejauh mungkin. Ia tak ingin mendengar lagi kelanjutannya, apa mereka akan melakukannya atau tidak, itu terserah mereka. Ryeowook benar – benar tak ingin melanjutkannya. Ia harus pergi menjauh dari sini secepat mungkin dan sesegera mungkin.

Ia berlari dengan penuh amarah, air matanya turun walaupun tak banyak. Namun dari sirat matanya, Ryeowook benar – benar merasa tersakiti dan sangat marah dengan apa yang di dengarnya tadi.

Tak sengaja, Donghae yang akan ke ruangan Kyuhyun melihat Ryeowook yang seperti itu.

“Wookie ..” panggil Donghae.

Ryeowook berhenti, lalu menatap Donghae yang memandangnya bingung dengan menampilkan wajahnya yang kusut dan sangat bisa disimpulkan kalau ia sangat tersakiti.

“Wae?” tanya Donghae dengan nada lembut dan ingin tahu sambil mencoba menyentuh pipi Ryeowook, namun belum sempat telapak tangan milik Donghae menyentuh pipi mulus Ryeowook, Ryeowook menggenggam tangan Donghae dan menariknya pergi.

Tanpa berkata apa-pun Ryeowook menarik Donghae dengan kuat pergi menjauh dari sana.

‘Jika kau bisa bermain dengannya, maka aku juga bisa bermain dengan siapa saja yang ku inginkan.’ Inner Ryeowook dipenuhi emosi dan amarah dengan diiringi mata yang memerah dan berkaca – kaca.

[Kembali ke ruangan Kyuhyun]

Kyuhyun hanya menampakkan ekpressi datarnya ketika Heechul terus – terusan mencoba menggodanya dengan seduktif. Bahkan lengan Heechul bergelayut manja di leher Kyuhyun dan dagunya diletakkan di bahu Kyuhyun.

“Apa kau tak ingin bermain denganku Kyu?” goda Heechul dengan suara agak mendesah.

Kyuhyun hanya diam datar. Tidak mengiyakan dan tidak menidakkan ajakan Heechul.

“Tidakkah aku lebih cantik dan pintar darinya Kyu?”

“Bermainlah denganku dan aku akan memuaskanmu.” Heechul mendekatkan bibirnya ke telinga Kyuhyun.

“Daripada bermain dengannya, kau tak akan puas. Dia tak bisa memuaskanmu Kyu.” Ujar Heechul dengan tersenyum nakal.

“Bukankah kau kesini untuk membahas pekerjaan?” tanya Kyuhyun dengan datar.

Heechul tersenyum. “Aku berbohong, itu sebuah kebohongan. Karena alasan sebenarnya aku ingin menemuimu dan mengajakmu bermain. Akan ku puaskan dirimu Kyu. Bukankah lebih baik aku daripada dia.” Jawab Heechul dengan santai.

“Ayo bermain Kyu, jangan acuhkan aku.” Ujar Heechul dengan seduktif sambil mendekatkan dirinya pada Kyuhyun. Namun belum sempat, tubuhnya menempel pada Kyuhyun, Kyuhyun dengan tiba – tiba berdiri, lalu berjalan meninggalkan Heechul dengan wajah penuh emosi.

“Kyu ..” panggil Heechul tak percaya.

Kyuhyun berhenti dengan malas.

“Kenapa?” tanya Heechul masih shock.

“Dengar. Aku akan hanya bermain dengan orang yang aku cintai. Dan orang itu adalah Ryeowook.” Jawab Kyuhyun dengan tegas dan berhasil membuat Heechul semakin tercengang dan membeku dalam posisinya.

“Dan satu lagi. Ingat baik – baik. Jangan pernah bandingkan dirimu dengan Ryeowook. Dari sikapmu yang seperti ini, kau bahkan lebih rendah darinya.”

Setelah mengatakan itu, Kyuhyun langsung pergi meninggalkan Heechul yang masih diam membeku di ruangannya.

“TBC”

Heheheh, mian baru sempet update. Makasih buat Hyun eonnie sama Ade Ismaya. Kalian yang terbaik, makasih buat semangatnya buat ngelanjutin ^^

Review ya. Ane enggak bisa panjang – panjang 😉

Advertisements