Month: December 2014

Home Is In Your Eyes

y

Frisca Freshtie Presents ….

*

~ Home Is In Your Eyes ~

*

Pairing : KyuWook

Rate : T

Genre : Romance, Hurts/Angst, Genderswitch, OneShot

Cast : Cho Kyuhyun as namja >< Kim Ryeowook as yeoja

*

*

WARNING !!!

Ini FF Genderswitch, dan main pair-nya KyuWook. Jadi yang enggak suka dimohon untuk tidak membaca saja :p

Saya hanya meminjam nama mereka saja, semuanya milik orang tua mereka dan milik Tuhan. Dan cerita ini murni dari pikiran saya.

Kalo yang masih penasaran dan pengen tahu ceritanya, silahkan dibaca dan saya anjurkan kalian mencari tempat yang paling nyaman untuk membaca. O:)

Dan satu lagi, OS ini terinspirasi dari lagu Greyson Chance yang berjudul “Home Is In Your Eyes”, mirip dengan judul OS ini. Lirik lagu yang sudah diterjemahkan saya kasih tanda tebal miring dan saya kurung.

Nah, selamat membaca chingu-deul.

*

*

~ Home Is In Your Eyes ~

 

[Jantungku berdetak sedikit lebih pelan.

Malam – malam ini terasa sedikit lebih dingin.

Karena kini kau telah pergi.]

Di sebuah kamar yang bernuansa khas seorang yeoja, dengan cahaya lampu yang agak remang, seorang yeoja mungil bersurai hitam agak bergelombang berdiri di balkon kamarnya mencoba menikmati keindahan malam di kota Seoul yang muram, karena langitnya sungguh hitam dan kelam tanpa ada satu bintang-pun yang menghiasinya. Yeoja itu memandang kosong lurus ke depan sambil berpegangan pada pembatas balkon.

Setelah beberapa lama waktu ia habiskan dalam kesunyian, ia akhirnya menghembuskan nafas beratnya dan mengalihkan pandangannya ke kalung bertuliskan “KR” yang melingkar manis di leher putihnya.

Ia memegang kalung itu dengan pandangan mata yang tersirat akan kerinduan, kesedihan, dan kerapuhan yang menjadi satu.

“Kenapa kita harus seperti ini?” gumamnya.

“Apa kau tak tahu aku sangat merindukanmu. Rindu dan rasa bersalah ini menyiksaku.” Gumamnya lagi.

Angin bertiup dengan lembut menerpa kulit putih halus milik yeoja mungil itu yang terbalut piyama berwarna kuning muda dengan berhias jerapah. Ia merekatkan pelukannya pada tubuhnya sendiri, mencoba mengindahkan tiupan angin yang berhasil membuat tubuhnya agak menggigil kedinginan. Suara guntur yang pelan mewarnai malam itu, dan tak lupa kilat yang bergantian dengan petir juga ikut mewarnai malam yang kelam itu. Dan ia tetap tak bergeming dari posisinya, ia hanya merekatkan pelukannya ke tubuh mungilnya dengan tatapan sendu.

“Ryeowook, masuk ke kamar sekarang. Hujan akan turun chagi.” Tiba – tiba seorang yeoja separuh baya datang dan menepuk bahu Ryeowook dengan pelan dan berhasil membuat Ryeowook agak kaget, dan membalikkan badannya secara tiba – tiba sebagai gerakan refleks.

“Ah, eomma.” Ujar Ryeowook dengan ekpressi kaget.

“Hahahah. Eomma mengagetkanmu eoh? Mian ne.” Ujar eomma Ryeowook dengan tersenyum geli tanpa rasa berdosa.

Ryeowook tersenyum simpul. “Gwenchanayyo eomma.” Ujar Ryeowook sambil membalikkan tubuh mungilnya kembali menatap pemandangan langit kota Seoul. Eomma-nya yang mengerti akan sikap aegya semata wayangnya ini, menghembuskan nafas beratnya lalu tersenyum mencoba meyakinkan dirinya dan mendekati Ryeowook, lalu berdiri di sampingnya dan ikut memandang pemandangan langit kota Seoul yang tak bertabur bintang sama sekali. Yang ada hanya kilatan – kilatan cahaya petir yang bergantian.

“Apa yang kau pikirkan chagi?” tanya eommanya tanpa menolehkan pandangannya ke Ryeowook.

“Eomma, aku berbuat salah pada seseorang.” Jawab Ryeowook dengan tersenyum masam.

Eommanya yang mendengar jawaban aegya kesayangannya hanya bisa tersenyum. “Orang spesial ya.” Ujar eommanya tanpa menolehkan kepalanya lagi, tetap lurus memandang langit hitam. Ryeowook menolehkan kepalanya ke arah eommanya, ketika ia mendengar perkataan itu. Matanya menyiratkan keingintahuan yang besar, bagaimana eommanya ini bisa mengetahuinya. Namun, ia hanya diam saja, tak berkata apa – apa.

“Minta maaflah, ketika kau meminta maaf, itu adalah awal sebuah kebenaran.” Ujar eommanya dengan tegas namun lembut sambil mengalihkan pandangannya ke Ryeowook dengan tersenyum tulus.

Ryeowook menautkan kedua alisnya. “Kau hanya perlu minta maaf, entah kau yang salah atau yang benar.” Ujar eommanya lagi sambil mengelus – elus surai Ryeowook yang lembut.

“Ayo masuk, jika berlama – lama diluar sini, kau akan sakit, angin malam ini begitu dingin dan sepertinya hujan akan turun dalam waktu yang dekat.” Ujar eommanya mengajak dirinya masuk ke kamar.

“Malam sebelumnya juga sangat dingin.” Gumam Ryeowook dengan pandangan sendu, lalu masuk ke kamarnya bersama eommanya.

~ Home Is In Your Eyes ~

 

[Langitku terasa sedikit lebih gelap.

Mimpi indah terasa sedikit sulit kudapatkan.

Aku benci ketika kau pergi.]

“Setelah Anda mendengar suara beep, silahkan Anda meninggalkan pesan.” Lagi – lagi kalimat itu yang Ryeowook dapat ketika menghubungi namja paling spesial dalam hidupnya selain appanya tentunya. Ia menghembuskan nafas beratnya dengan kecewa.

“Apa kau sangat marah padaku?” ujarnya dengan pelan bahkan sangat pelan dengan meneteskan setetes air mata yang turun melewati pipinya.

“Hanya untuk menjawab panggilanku saja kau tak mau oppa. Aku harus bagaimana?” ujarnya dengan suara yang penuh kekecewaan dan kesedihan yang mendalam. Ia meletakkan telepon rumah itu kembali, lalu menyeka air matanya.

“Ah tidak, aku harus kuat. Ini akan segera berakhir.” Ujarnya meyakinkan diri sambil mendongakkan kepalanya agar air matanya tak turun lagi.

“Lebih baik aku tidur saja, mungkin saja dengan tidur, semua masalahku akan menghilang.” Ujarnya sambil tersenyum dan segera naik ke ranjang besarnya, lalu ia merebahkan tubuh mungilnya dengan tak lupa menyelimuti dirinya dengan selimut bermotif jerapah besar berwarna kuning – kuning kecoklatan.

Ia memejamkan matanya, mencoba untuk tidur dan berharap semua masalahnya akan lenyap dengan cepat. Namun, belum lama ia memejamkan matanya, ia membuka matanya dan terlihatlah matanya yang berkaca – kaca dengan bibir bergetar.

“Hiks … Kenapa jadi seperti ini … hiks ….?”

“Aku tak bisa tidur tanpa pesan darimu. Hiks …”

“Aku tak bisa tidur … hiks .. jika tak mendengarmu berkata selamat tidur padaku … hiks …”

“Aku tak bisa .. hiks … aku benar – benar tak bisa … hiks …”

“Maafkan aku .. hiks .. maafkan aku .. aku memang salah … hiks .. salah ….”

“Kenapa harus seperti ini? Hiks …. aku benar – benar membenci diriku sendiri …”

“Aku merindukanmu ….”

~ Home Is In Your Eyes ~

 

[Setiap hari, waktu terus berjalan.

Semakin lelah pada semua hiruk pikuk ini.

Bawa aku ke tempatmu berada.]

Ryeowook merenggangkan kedua tangannya, mencoba melampiaskan kelelahannya karena hampir dua jam ia berkutat dengan banyak buku – buku untuk tugas skripsinya di perpustakaan kampusnya.

Setelah merenggangkan tangannya dan juga lehernya, ia memandang buku – buku yang berserakan di mejanya. Entah kenapa melihat buku – buku itu malah mengingatkannya pada Kyuhyun.

Flashback

Ryeowook dengan rambut sebahu sedang membaca buku untuk mengerjakan tugas dari dosennya dengan sangat serius, bahkan ia sampai tak menyadari Kyuhyun yang datang dengan senyuman yang menghiasi wajahnya dan duduk di depan Ryeowook dengan manis. Karena di depan Ryeowook ada tumpukan buku yang tinggi, Kyuhyun mengambil dan menempatkan buku – buku itu kemana – mana sehingga wajah Ryeowook bisa terlihat, karena menurutnya buku itu menghalangi keindahan dunia yang satu ini. Dengan tatapan lembut, Kyuhyun terus menatap Ryeowook sambil menopang dagunya dengan salah satu tangannya. Dari Ryeowook yang menggumamkan sesuatu namun tak bisa di dengar Kyuhyun, dari Ryeowook membalikkan halaman per halaman, dari ekpressi Ryeowook yang menyatukan kedua alisnya bingung dengan penjelasan yang dijelaskan dalam buku yang dibacanya sampai saat Ryeowook membaca dengan serius, Kyuhyun terus memandanginya dalam diam.

Karena merasa belum cukup dengan penjelasan dalam buku yang ia baca, ia berniat untuk mencocokkan dengan buku yang satunya. Ia menjulurkan tangannya mencoba mencari tumpukan buku di depannya, namun apa yang di dapatnya? Hanya angin. Tak ada tumpukan buku di depannya, tentu saja ini membuat Ryeowook bingung dan meletakkan buku yang ia baca ke meja. Dan betapa terkejutnya Ryeowook ketika melihat tumpukan buku – bukunya kini tak ada dan digantikan dengan tersebarnya buku – buku tersebut di meja dan jangan lupa dengan namja yang tersenyum bodoh di depannya itu.

“Apa yang kau lakukan dengan bukunya oppa?” tanya Ryeowook.

Kyuhyun tambah tersenyum lebar pada Ryeowook. “Buku itu menghalangiku untuk melihatmu, jadi aku menyebarkannya.” Ujar Kyuhyun dengan pembawaan sangat santai.

Tentu saja mendengar perkataan Kyuhyun, Ryeowook jadi bersemu merah.

“Ke .. ke .. kenapa tidak di .. di .. dipindahkan saja oppa?” tanya Ryeowook dengan hati – hati.

“Karena jika hanya dipindahkan, aku tak bisa melihatmu dari berbagai sisi atau sudut. Aku ingin melihatmu dari berbagai sisi dan sudut.” Ujar Kyuhyun dengan santai lagi dan jangan lupa senyum tanpa dosa itu.

Mendengar itu, semakin bersemu merah pipi Ryeowook, dan Ryeowook hanya bisa menunduk malu mencoba menyembunyikan rona merah di pipinya dari Kyuhyun.

Fashback End

Ryeowook mengalihkan pandangannya ke samping sambil menghembuskan nafas, mencoba mengenyahkan kenangan itu dari kepalanya.

Ryeowook keluar dari pepustakaan kampus dengan memakai tas selempang kecilnya. Seperti biasa, Ryeowook akan berjalan melewati lapangan basket untuk menuju ke taman utama kampus.

Saat ia berjalan, sebuah bola basket menggelinding ke arahnya dan berhenti tepat di kakinya. Tentu saja ia berhenti berjalan dan menatap basket yang ada di depan kakinya.

Entah mungkin karena terlalu terlalu kalut dengan perasaannya sekarang, Ryeowook kembali teringat salah satu kenangan bersama Kyuhyun.

Flashback

Ryeowook dan teman – temannya tengah berjalan dan bercanda sembari berjalan. Kyuhyun yang tengah bermain basket dan tak sengaja melihatnya langsung tersenyum smirk. Bola basket yang ia bawa, ia gelindingkan ke arah Ryeowook dan berhasil berhenti tepat di samping kaki milik Ryeowook.

Ryeowook yang melihat itu, tentu saja menghentikan kegiatan berjalannya dan berjongkok untuk mengambilkan bola basket itu dan berniat mengembalikannya ke orang yang berhak atas bola basket itu.

Dan betapa terkejutnya Ryeowook, ketika ia berdiri dan hendak mengembalikan bola basket itu Kyuhyun sudah ada di depannya dengan senyuman mengembang di wajah tampannya dan bisa dipastikan senyuman itu bisa membuat luluh dan terpana bagi yeoja yang melihatnya, termasuk Ryeowook.

Ryeowook diam membeku menatap Kyuhyun yang mengenakan seragam basket dan tersenyum padanya masih dengan memegang bola basket di kedua tangannya yang ada di depan perut Ryeowook, seperti pembatas jarak antara Kyuhyun dan Ryeowook.

“Ehm .. bisakah kau mengembalikannya?” ujar Kyuhyun memecahkan situasi yang awkward itu. Ryeowook terhenyak dengan pertanyaan Kyuhyun, buru – buru ia menyodorkan bola basket yang ia pegang pada Kyuhyun. Namun, lama Ryeowook menyodorkannya, Kyuhyun tak mengambilnya.

“Ini ku kembalikan padamu oppa.” Ujar Ryeowook dengan menyodorkan bola basket itu lagi dengan pandangan bingung. Kyuhyun menggelengkan kepalanya dengan tersenyum. Lalu menjawab, “bukan itu.”

“Bukan? Lalu apa?” tanya Ryeowook bingung.

“Bisakah kau mengembalikan hatiku yang kutitipkan padamu?”

Ryeowook hanya bisa berdiri mematung dengan pandangan shock dan sangat tak percaya.

Flashback End

Kembali ke masa sekarang, Ryeowook tersenyum masam mengenang kenangan manis itu.

“Hei .. kau. Bisakah kau mengembalikan bolanya?” teriak seorang namja bertubuh kekar dari pinggir lapangan basket.

Ryeowook menganggukan kepalanya dengan tersenyum manis, lalu ia mengambil bola basket itu dan mengembalikan bolanya pada orang itu.

“Gomawo ne.” Ujar namja tadi dengan tulus, lalu kembali bermain basket bersama teman – temannya lagi. dan ryeowook lagi – lagi hanya merespon dengan senyumannya.

“Aku benar – benar lelah dengan semua ini.” Gumamnya dengan pandangan sendu.

“Aku lelah dengan semua kenangan ini. Tak bisakah aku melihatmu sekarang?” gumamnya lagi dengan tetesan air mata.

~ Home Is In Your Eyes ~

 

[Aku ingin menggenggam tanganmu.

Di pasir. Di dekat ayunan ban.

Dimana dulu kita sering berada.

Kasih, kau dan aku.]

Ryeowook mengayunkan dirinya di ayunan ban yang agak usang dan tua itu dengan pelan dan tatapan kosong. Tanpa alas kaki, kaki telanjang Ryeowook bersentuhan dengan lembutnya pasir putih yang terseret kakinya yang agak panjang.

Ia bermain ayunan sendirian, tanpa ada seseorang di sampingnya. Ia hanya seorang diri di tempat itu, sendirian.

Semilir angin menemaninya dengan daun – daun kering yang terbawa angin, mereka berterbangan dan menari – nari dalam gerakan pelan. setelah berayun lama, Ryeowook menghentikan ayunannya dan menyandarkan kepalanya ke tali yang mengikat ayunan itu dengan pandangan sendu.

“Kenapa masih tak ada kabar darimu?” gumamnya.

“Apa kau lupa denganku?”

“Apa sekarang kau tak mencintaiku lagi?”

“Apa kau sudah bosan denganku?”

“Apa aku tak ada artinya bagimu oppa?”

“Apa kau benar – benar marah padaku?”

“Aku benci diriku.”

Flashback

Kyuhyun mendorong Ryeowook yang duduk di ayunan ban itu dengan tempo sedang dengan tersenyum tulus. Ryeowook yang diayunkan juga tak bisa melepaskan senyuman lepas di wajahnya. Mereka tampak begitu bahagia.

“Oppa ..” panggil Ryeowook sambil menolehkan kepalanya ke belakang mencoba menatap Kyuhyun yang masih mendorongnya.

“Iya Wookie?” jawab Kyuhyun masih terus mendorong ayunan ban itu.

“Apa kau tak lelah?” tanya Ryeowook.

“Tentu saja aku lelah.” Ujar Kyuhyun dengan santainya masih terus mendorong ayunan.

“Kenapa oppa tak bilang? Kalau begitu berhenti sekarang.” Ujar Ryeowook dengan menurunkan kakinya mencoba menghentikan pergerakan ayunan itu. Ayunan itu kini berhenti, dan dengan cepat Kyuhyun memutar tali ayunan itu sehingga Ryeowook sekarang menghadap Kyuhyun.

Ryeowook menatap Kyuhyun bingung, sedangkan Kyuhyun menatap Ryeowook dengan pandangan lembut.

“Aku lelah menanti dirimu menerima hatiku.” Ujar Kyuhyun blak-blakan.

Ryeowook membeku. Kyuhyun memang sudah lama mengutarakan bahwa Kyuhyun mempunyai rasa ketertarikan padanya, tapi ia tak menyangka rasa ketertarikan Kyuhyun padanya adalah sebuah cinta.

“A .. a .. aku .. aku …” dengan gagap Ryeowook mencoba menjelaskan pada Kyuhyun, tapi apa daya ternyata Ryeowook tak bisa mengeluarkan suaranya dengan tatapan Kyuhyun yang begitu intens padanya.

Ryeowook menundukkan kepalanya, ia bingung harus bagaimana.

Kyuhyun menyentuh dagu Ryeowook dan mengangkatnya dengan perlahan sehingga tatapan mereka bertemu kembali.

“Kenapa menundukkan kepalamu?” tanya Kyuhyun.

“A .. a .. aku aku tak tahu.” Ujar Ryeowook dengan suara yang memelan di bagian akhir katanya.

Kyuhyun tersenyum, lalu berkata, “Tak perlu berkata apapun, biarkan ini yang menjawab.” Kyuhyun mendekatkan bibirnya ke bibir ranum milik Ryeowook. Tanpa sadar Ryeowook memejamkan matanya dan begitu pula Kyuhyun. Mereka mencoba menikmati ciuman pertama mereka. Bibir mereka bersentuhan, pertama hanya sebuah kecupan, namun lama kelamaan menjadi lumatan dan membuat Ryeowook bergetar menikmati ciuman mereka. Mereka saling melumat. Decap saliva begitu terdengar, ciuman itu berakhir setelah mereka merasa pasokan oksigen di paru – paru mereka habis.

Bibir mereka terpisah. Mereka saling bertatapan dalam diam.

“Aku artikan ini sebagai jawaban iya.” Ujar Kyuhyun dengan tersenyum.

Flashback End

“Aku harap masih ada kita.” ucap Ryeowook dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya, mencoba menyembunyikan air mata yang turun dari pelupuk matanya.

~ Home Is In Your Eyes ~

 

[Aku menjelajahi ribuan mil.

Hanya agar aku bisa melihat senyummu.

Terasa begitu jauh ketika kau menangis.

Karena rumah ada di matamu.]

Ryeowook berdiri di depan pintu apartemen Kyuhyun dengan dress ungu muda selutut, dengan menggenggam sebuah bekal yang dibuat untuk Kyuhyun yang berisi makanan kesukaan Kyuhyun. Ia menghembuskan nafas beratnya, dan mencoba meyakinkan dirinya agar berani mengetuk pintu dan mengatakan yang ada di isi hatinya pada Kyuhyun, namjachingunya.

Sebenarnya Ryeowook hari ini berniat untuk meminta maaf dan mengakui kesalahannya pada Kyuhyun atas masalah yang membuat hubungan Ryeowook dan Kyuhyun hilang seperti ditelan angin. Karena setelah kejadian itu, Kyuhyun tak pernah menampakkan dirinya pada Ryeowook. Kyuhyun benar – benar pintar menyembunyikan dirinya.

Flashback

Ryeowook mengemasi barang – barangnya ke tas. Kelas memang sudah selesai, namun ia sengaja mengemasi paling lambat, karena ia harus mencatat lebih dahulu tentang pembahasan tadi karena memang dasarnya Ryeowook tak akan mencatat jika ia belum paham benar. Tiba – tiba saja Kyuhyun masuk dengan ekpressi penuh emosi dan langsung menarik tangan mungil Ryeowook dengan kasar.

“Wae?” tanya Ryeowook tak percaya.

“Apa yang kau lakukan kemarin?” bentak Kyuhyun.

“Apa?” tanya Ryeowook balik, karena ia memang benar – benar tak tahu maksud dari pertanyaan Kyuhyun.

“Jangan berpura – pura tak tahu. Dasar yeoja munafik.” Ujar Kyuhyun tanpa perasaan dan menghempaskan tangan mungil Ryeowook dengan sangat kasar. Ryeowook memandang Kyuhyun tak percaya.

“Oppa, aku benar – benar tak tahu maksudmu. Aku mohon jangan begini. Kita bicarakan baik – baik ne?” Ujar Ryeowook dengan pelan, ia benar – benar takut dengan sikap Kyuhyun padanya sekarang.

Kyuhyun mendecih. “Apa yang kau lakukan dengan Henry kemarin?” ujar Kyuhyun dengan nada mengejek.

“Henry-ssi?” barulah Ryeowook sadar apa yang dimaksud Kyuhyun, kemarin ia memang pergi berdua dengan Henry, tapi bukan dalam hal berkencan, namun karena mereka menjadi partner dalam tugas yang diberikan dosen pada mereka. Dan kemarin mereka pergi berdua untuk meneliti hubungan sosial yang ada di kota metropolitan seperti Seoul. Ryeowook benar – benar tak menyangka akan seperti ini kejadiannya.

“Oppa, kau salah paham. Kami .. kami ..” belum sempat Ryeowook menjelaskan, Kyuhyun memotongnya.

“Aku tak butuh penjelasanmu. Lakukan sesukamu saja!” ujar Kyuhyun tanpa perasaan dan meninggalkan Ryeowook sendirian di dalam kelas yang sepi. Ryeowook yang mendapatkan perlakuan seperti itu, hanya bisa meneteskan air matanya. Ia kalut, ia tak tahu harus berbuat apa.

Tubuh Ryeowook merosot, ia tak kuat menopang tubuhnya sendiri. Kata – kata Kyuhyun seperti ribuan pisau tajam yang menyayat tubuhnya secara perlahan. “Kenapa seperti ini? Setidaknya dengarkan aku dahulu oppa.” isaknya.

Flashback End

Ryeowook menghembuskan nafasnya kembali. Lalu dengan pelan ia mengetuk pintu apartemen milik Kyuhyun.

Ia meremas – remas pegangan kotak bekal makanan yang ia bawa menunggu pintu dibukakan sambil mengetuk – ngetukkan sepatunya ke lantai yang ia pijak.

Ceklek

Pintu apartemen terbuka, dan betapa terkejutnya Ryeowook, matanya terbuka lebar melihat seorang yeoja yang membukakan pintunya.

“Ada apa?” tanya yeoja itu dengan bingung dan berhasil membuyarkan ketidakpercayaan Ryeowook.

“Ah … eung .. ano .. itu .. aku mencari Kyuhyun oppa. Aku ada perlu dengannya. Apakah Kyuhyun oppa ada?” ujar Ryeowook dengan hati – hati. yeoja itu menatap Ryeowook dari ujung sepatu sampai ke puncak kepala, lalu menolehkan kepalanya ke belakang.

“Chagi .. chagi .. ada yang mencarimu!” pekik yeoja itu dan berhasil Ryeowook kembali menatap yeoja itu tak percaya.

“Chagi?” Gumam Ryeowook tak percaya.

Belum sempat Ryeowook selesai dengan ketidakpercayaannya, Ryeowook kembali disuguhi pemandangan yang membuatnya shock berat dan menyadari sesuatu.

“Siapa yang mencariku chagi?” tanya Kyuhyun sambil memeluk pinggang yeoja itu dari belakang dan meletakkan kepalanya di bahu yeoja itu dengan manja. Melihat itu, tak terasa sebuah senyuman masam terpampang di wajah Ryeowook dengan diikuti jatuhnya setetes air mata dari pelupuk matanya.

Bukan hanya Ryeowook yang kaget dan shock, Kyuhyun-pun juga. Ia kaget setengah mati melihat orang yang ada di depannya adalah Ryeowook.

“Ryeowook.” Kyuhyun segera melepaskan pelukannya dan berdiri dengan salah tingkah di samping yeoja itu yang menatapnya dengan bingung.

“Ba .. ba .. bagaimana kau bisa kemari?” tanya Kyuhyun dengan gagap seperti orang tertangkap basah mencuri.

Ryeowook menyeka air matanya dengan tersenyum.

“Ah tak apa oppa, lagipula aku hanya ingin memberimu ini dan mengucapkan rasa bersalahku atas kejadian kemarin yang membuatmu marah. Mianhae ne oppa. Aku benar – benar minta maaf. Aku mohon maafkan aku.” Ujar Ryeowook dengan membungkuk dan menyodorkan bekal yang ia bawa pada Kyuhyun. Kyuhyun terhenyak, ia memandang Ryeowook yang masih membungkukkan badannya. Dengan ragu, Kyuhyun mengambil bekal yang Ryeowook bawa. Dan setelah ia ambil, Ryeowook menegakkan tubuhnya dengan air mata yang membasahi pipinya walaupun tak ada isakan yang keluar dari bibir cherrynya.

Ryeowook tersenyum masam dalam tangisannya. “Terima kasih oppa atas segalanya, dan aku benar – benar minta maaf sedalam – dalamnya. Aku harap kau bisa mengerti.” Setelah mengatakan itu, Ryeowook membalikkan badannya dan segera berlari menjauh dari mereka, ia benar – benar tak tahan jika berlama – lama disana.

Ryeowook berhenti dengan tangisan yang semakin menjadi – jadi di jalanan yang ramai. Orang – orang yang melihatnya hanya bisa menatapnya bingung, namun tak ada niatan untuk membantunya.

“Hiks .. kenapa malah seperti ini?”

“Hiks … kenapa?”

“Wae?”

“Wae?”

“Wae?”

“Rasanya sangat sakit .. hiks .. sangat sakit . hiks … benar – benar sakit.” Isaknya sambil menepuk – nepuk dadanya.

Tubuh Ryeowook merosot, ia benar – benar merasa tersakiti. Ia berniat untuk meminta maaf dan mengembalikan hubungannya ke semula, bukan untuk melihat kejadian seperti tadi, ia tak mengharapkan itu semua. “Kenapa seperti ini?” tanyanya dengan nada melemah.

~ Home Is In Your Eyes ~

[Jantungmu berdetak lebih cepat.

Ada air mata dimana digantikan dengan tawa.

Karena kini aku telah pergi.]

Setelah kejadian itu, Ryeowook benar – benar menjaga jarak dengan Kyuhyun. Ia tak bisa berhadapan langsung dengannya. Luka yang Kyuhyun buat padanya benar – benar membekas di hati dan benak Ryeowook. Ryeowook benar – benar tak sanggup jika diharuskan untuk berhadapan langsung dengan Kyuhyun. Yang hanya bisa ia lakukan hanyalah memperhatikan Kyuhyun dengan bersembunyi, walaupun sangat sakit namun ia tetap melakukannya, karena ia ingin meyakinkan pada dirinya bahwa Kyuhyun baik – baik saja tanpa dirinya ada disisinya.

Sudah seminggu lebih Ryeowook terus memperhatikan Kyuhyun dari kejauhan, dari Kyuhyun berangkat ke kampus, bercanda dengan teman – temannya dan tentu saja ketika Kyuhyun dan yeoja yang ditemuinya dulu di apartemen berduaan atau bercengkrama dengan lepas. Seperti sekarang, ia memperhatikan Kyuhyun dari kejauhan, semakin hari wajah Kyuhyun seperti menyiratkan kesenangan dan keyakinan. Wajahnya berseri – seri. Ryeowook menyunggingkan senyum masamnya. Itu artinya Kyuhyun benar – benar sudah bahagia dengan yeoja itu dan telah melupakan Ryeowook. Itu artinya juga ia harus mengakhiri ini semua.

Dari kejauhan ia bisa melihat Kyuhyun tengah tertawa lepas bersama yeoja itu di bangku taman. Mereka saling bercanda dan bercengkrama satu sama lain. Melihat itu, tak terasa Ryeowook kembali meneteskan air matanya.

“Luka ini semakin lebar ya?” tanyanya pada diri sendiri sambil menyentuh dadanya dengan pandangan miris.

“Bodoh.” Umpatnya pada diri sendiri dengan tersenyum masam, menyalahkan kebodohannya selama ini.

[Bicaramu sedikit lebih pelan.

Segalanya terasa sedikit lebih lama.

Kau benci dengan kepergianku.]

Ryeowook melangkahkan kakinya dengan lesu keluar dari kelasnya sambil menunduk dan menenteng tasnya.

“Wookie-ah.” Suara panggilan itu begitu familiar, suara yang ia benar – benar ingin hilangkan dari pikirannya, namun terus saja tinggal dipikirannya.

“Wookie-ah.” Ryeowook menggigit bibirnya yang bergetar, ia benar – benar tahu siapa pemilik suara itu. Rasanya ia benar – benar ingin menghilang dari muka bumi sekarang. Ia tak siap berhadapan dengan Kyuhyun.

“Maaf, aku sibuk.” Ujarnya dengan suara agak bergetar dan mencoba berlalu pergi dari hadapan Kyuhyun dengan menunduk.

Tak putus asa, Kyuhyun menarik pergelangan tangan Ryeowook sehingga membuat Ryeowook berhenti.

“Aku ingin bicara.” Ujar Kyuhyun dengan tegas namun penuh kerapuhan dalam tatapan matanya.

“Apa yang perlu dibicarakan? Bukankah sudah tak ada kata “kita”?” ujar Ryeowook dengan masih suara bergetar dan masih menundukkan kepalanya.

Kyuhyun menarik nafas dalam – dalam.

“Aku minta maaf.” Ujar Kyuhyun dengan tulus.

“Tak apa. Aku sudah memaafkanmu. Sudah selesai kan? Aku sibuk oppa.” ujar Ryeowook dengan menggigit bibirnya yang bergetar. Ia benar – benar harus bisa menahan tangisan ini.

Dengan kesal Kyuhyun membalikkan tubuh mungil Ryeowook untuk menghadapnya.

“Apanya yang sudah selesai?!?!??! Bisakah kau tak bersikap seolah – olah kau benar – benar baik – baik saja, namun kenyataannya berkebalikan 180 derajat !!!!!” bentak Kyuhyun tak habis pikir dengan pola pikir yeoja mungil di depannya.

Setelah mendapat bentakan dari Kyuhyun itu, pertahanan Ryeowook jebol. Ia menangis tersedu – sedu masih dengan menundukkan kepalanya.

“Hiks … hiks .. hiks .. mian ..” isak Ryeowook pelan.

“Maafkan aku ..”

Dengan gerakan pelan dan gentle Kyuhyun menarik tubuh mungil yeoja di depannya ke pelukannya.

“Tidak. Bukan kau yang salah. Aku yang salah. Maafkan aku Ryeowook-ah.” Ujar Kyuhyun sambil mengeratkan pelukannya pada yeoja mungil itu.

“hiks … Kau menyebalkan oppa. Kau menyebalkan. hiks …”

“Aku merindukanmu setiap saat .. hiks … tapi kau tak datang – datang .. hiks .. memberiku kabar-pun tidak ..”

“Aku pikir kau sangat marah padaku karena kejadian kemarin .. hiks ..”

“Kau benar – benar membuatku tak bisa tidur dengan tenang .. hiks ..”

“Aku berniat untuk meminta maaf .. hiks .. tapi apa yang kudapat? Hiks .. kau malah bermain dengan yeoja lain .. hiks ..”

“Kau memeluknya .. hiks .. kau juga mencumbunya … hiks ..”

“Apa kau tak tahu kalau itu sangat menyakitiku oppa .. hiks ..”

“Rasanya dadaku sesak, tapi tak ada luka yang terlihat .. hiks ..”

“Kau jahat .. hiks .. benar – benar jahat ..”

Ryeowook dalam pelukan Kyuhyun, hanya bisa terisak dan memukul – mukuli daya Kyuhyun, ia menumpahkan segala kekesalan, kemarahan, kesedihan, kerinduan dan segala yang ia rasakan selama ini dalam pelukan Kyuhyun.

“Maafkan aku Ryeowook-ah.” Ujar Kyuhyun meminta maaf dengan tulus, Kyuhyun benar – benar merasa buruk telah memperlakukan Ryeowook seperti itu selama ini hanya karena kesalahpahaman belaka. Ya, setelah kejadian kemarin, ia mencoba untuk terus mengorek informasi yang benar dari Henry, dan ternyata Ryeowook dan Henry hanya menjadi partner saja, tak lebih. Merasa bersalah dengan prasangkanya, Kyuhyun mulai mencari keberadaan Ryeowook. Namun sepertinya Ryeowook benar – benar tersakiti karena sikapnya kemarin, ia tak pernah menemukan Ryeowook, entah di perpustakaan, di taman bahkan di cefe favorit Ryeowook dan menunggunya keluar kelas, namun Ryeowook tetap tak ia temui, padahal ia sudah menunggunya lama. Dan hari ini juga, Kyuhyun membolos satu kelasnya hanya untuk menemui Ryeowook dan meminta maaf.

“Aku benar – benar minta maaf Ryeowook-ah.” Ujar Kyuhyun dengan tulus kembali.

“Oppa ..” cicit Ryeowook.

“Ne Ryeowook?”

Ryeowook mengeratkan pelukannya ke Kyuhyun.

“Oppa, biarkan seperti ini untuk beberapa waktu.” Ujar Ryeowook sambil menyandarkan kepalanya ke dada Kyuhyun.

“Tentu. Aku tak keberatan.” Ujar Kyuhyun dengan tersenyum.

Setelah beberapa lama berpelukan seperti itu. Ryeowook melepas pelukannya dan menatap Kyuhyun.

“Oppa, aku minta kita break.” Ujarnya dengan tersenyum.

[Andai bisa kutulis akhir cerita yang berbeda.

Maka ini tak akan menjadi lagu kita.

Kan kutemukan cara agar kita takkan pernah berpisah.

Sejak awalnya.]

Ryeowook sekarang tengah berada di Incheon airport bersama dengan kedua orang tuanya.

“Jangan lupa makan dan jaga kesehatanmu.” Ujar eomma Ryeowook sambil memeluk aegya semata wayangnya dengan erat dan linanga air mata. Ryeowook menganggukan kepalanya manis. “Ne eomma, aku akan mengingatnya.” Jawab Ryeowook.

“Jangan lupa hubungi kami terus menerus, jika perlu langsung katakan pada kami.” Ujar ibunya lagi seperti tak rela membiarkan Ryeowook pergi.

Ryeowook melepaskan pelukan eommanya dengan tersenyum.

“Nde eomma, aku janji. Aku bukan anak kecil lagi.” Ujar Ryeowook menenangkan eommanya.

“Appa, aku pergi.” Ujar Ryeowook sambil membungkuk memberi hormat pada appa kesayangannya.

Appa Ryeowook menatap Ryeowook dengan pandangan lembut.

“Pergilah dan gapai cita – citamu chagi. Apapun yang kau lakukan, kami bangga terhadapmu.” Ujar appa Ryeowook dengan tersenyum, ia benar – benar bangga dengan aegya-nya ini. Putri kecilnya ini tak terasa sudah besar dan sudah harus menentukan jalan hidupnya sendiri.

Mendengar itu, mata Ryeowook langsung berkaca – kaca. Ia benar – benar terharu dibuatnya. Setelah itu, ia langsung memeluk erat kedua orang tuanya.

“Terima kasih untuk segalanya eomma, appa. Aku sangat menyayangi kalian. Aku akan benar – benar merindukan kalian.” Ujar Ryeowook dengan tulus.

Ryeowook melepaskan pelukannya dan menatap kedua orang tuanya sambil tersenyum.

“Aku pergi dulu.” Ujarnya sambil membungkuk, lalu setelah itu ia segera membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju jalan masuk ke pesawat.

Kedua orang tuanya menatap Ryeowook dengan pandangan haru sambil berpegangan tangan. Tiba – tiba Kyuhyun dengan nafas ngos – ngosan datang dan menghampiri mereka berdua.

“Hosh . hosh .. ah anyeong ..” ujar Kyuhyun sambil membungkuk.

“Ah, Kyuhyun.” Ujar nyonya Kim dengan alis bertautan.

“Anda mengenal saya?” tanya Kyuhyun tak percaya.

“Tak perlu heran begitu, Ryeowook senang sekali membicarakanmu padaku.” Ujar nyonya Kim dengan tersenyum.

Tak terasa senyum Kyuhyun mengembang, ia tak menyangkanya sama sekali. Namun sedetik kemudian ia baru sadar dan berubah ekpressi menjadi panik.

“Apa Ryeowook sudah pergi?” tanya Kyuhyun.

“Ah, dia baru pergi tadi. Baru saja.” Ujar nyonya Kim sambil menunjuk jalur masuk ke pesawat yang dijaga oleh seorang petugas bandara.

“Gamsahamnida.” Dengan cepat setelah mengetahui itu, Kyuhyun segera berlari menuju jalur itu, namun tentu saja dia di hadang oleh petugas.

“Tiket dan passpor Anda tuan.” Ujar petugas itu.

Kyuhyun menggeram. “Aku bukan penumpang, aku ingin mencari seseorang.” Ujar Kyuhyun dengan kesal. Yang ada di pikirannya sekarang hanyalah Ryeowook dan Ryeowook.

“Maaf Tuan, Anda tak bisa masuk jika Anda tak punya tiket.”

BUG

Kyuhyun menonjok pipi petugas itu dengan kesal sehingga petugas itu jatuh tersungkur. “Maaf, kesabaranku sudah habis.” Ujar Kyuhyun dengan kesal, lalu berlari masuk.

Kyuhyun terus berlari mencari Ryeowook. Beberapa kali ia membalikkan tubuh orang yang salah hanya karena postur tubuhnya hampir sama dengan Ryeowook dan berkali – kali juga Kyuhyun meminta maaf atas perbuatannya itu.

“Wookie.. kau dimana?” tanya Kyuhyun frustasi sambil menarik rambutnya kesal.

“Aku disini oppa.” Ujar Ryeowook dengan lembut yang tiba – tiba sudah berada di belakang Kyuhyun dengan senyuman manis.

“Wookie ..” ucap Kyuhyun dengan senang sambil memeluk Ryeowook dengan erat seakan tak ingin kehilangan Ryeowook lagi.

“Ah .. ah .. sesak oppa.” Ujar Ryeowook karena pelukan Kyuhyun yang terlalu erat.

“Mian Wookie.” Ujar Kyuhyun dengan tulus sambil merenggangkan sedikit pelukannya.

Ryeowook tersenyum, lalu mendorong tubuh Kyuhyun dengan pelan.

“Maaf. Lukaku belum sembuh benar oppa.” Ucap Ryeowook dengan tersenyum lagi.

Mendengar itu Kyuhyun langsung blank, ia membeku. Ah, luka yang ia buat pada Ryeowook-nya ini benar – benar sangat besar.

Ryeowook yang melihat Kyuhyun seperti itu tetap tersenyum, lalu membuka kalung yang melingkar di lehernya dengan gerakan pelan.

“Oppa, aku kembalikan ini. Ketika lukaku benar – benar pulih, aku akan mengambilnya darimu. Berikan aku waktu.” Ujar Ryeowook sambil menaruh kalung itu di tangan Kyuhyun. Kyuhyun melihat kalung yang berada di telapak tangannya itu tanpa berkata apapun.

Ryeowook kembali tersenyum. “Hanya ..” kyuhyun menatap bingung Ryeowook.

“Tunggu aku oppa.” Lanjut Ryeowook dengan mencium bibir Kyuhyun dengan cepat dna berhasil membuat Kyuhyun kembali membeku.

Setelah itu, Ryeowook kembali tersenyum. “Aku tak akan mengucapkan selamat tinggal padamu oppa dan aku juga tak berharap kau mengucapkannya padaku. Sampai bertemu di lain waktu oppa.” Ujar Ryeowook, lalu melewati Kyuhyun untuk masuk ke lorong yang disambungkan ke pesawat.

Kyuhyun tersenyum, lalu membalikkan tubuhnya untuk melihat punggung mungil Ryeowook yang menjauh.

“Seperti yang kau minta, aku akan menunggumu.”

FIN

Haaaaiih .. ini sebenernya udah lama dekem di notebook ane. Ane kagak sreg ajah sih, selain ceritanya gantung .. ya pokoknya aku enggak yakin sama cerita ini :p wkwkwkkwkwk

Please like and coment chingu ^^

With Love ❤

Frisca Freshtie

Advertisements

Hate U Love U

h u

Frisca Freshtie Present ….

.

.. |(^.^)/\(^.^)| ..

….

~ Hate U Love U ~

.

.

 

Warning !!!

Ini pemainnya milik orang tuanya masing – masing, saya cuma minjam namanya doank buat mendukung cerita saya. Selebihnya, alur dan cerita milik saya.

Yang enggak suka cerita genderswitch diharapkan menjauh saja ya. Don’t like don’t read.

Banyak jebakan typo, jadi hati – hati dna dimohon pengertiannya.

Selamat membaca ^^

.

.

.

.

 

~ Hate U Love U ~

 

Anyeong ….

Kim Ryeowook imnida. Kalian bisa memanggilku Wookie. Aku terlahir sebagai anak terakhir dari keluarga Kim. Aku mempunyai dua saudara, satu perempuan dan satu laki – laki. Baiklah, sepertinya aku tak akan menjelaskan lebih tentang keluargaku. Karena sebenarnya aku akan menceritakan pada kalian tentang kehidupan cinta seorang Kim Ryeowook. Kehidupan cinta yang begitu menyakitkan sekaligus sangat pahit jika dikenang. Mari kita kembali ke masa kecilku, tepatnya saat aku masih duduk di bangku sekolah dasar …..

~ Hate U Love U ~

Pairing : KyuWook

Rate : T

Genre : Romance, Comedy, Genderswitch, Friendship, Abal – Abal, Gaje, Failed!

Author : Frisca Freshtie

Cast :

~ Kim Ryeowook (Yeoja)

~ Cho Kyuhyun (Namja)

~ Kim Heechul (Yeoja)

~ Lee Donghae (Namja)

~ Lee Hyukjae (Yeoja)

 

~ Hate U Love U ~

Cerita ini dimulai ketika aku masih duduk di bangku sekolah dasar, aku termasuk kategori anak yang sangat menyedihkan dan sangat perlu untuk dikasihani oleh semua orang. Setiap harinya aku menjadi bahan ejekan teman – temanku di sekolah. Aku bahkan tak yakin ada yang pernah memujiku atau tidak sebenarnya. Aku tak mempunyai teman sama sekali. Mereka semua selalu mengejekku tak henti – hentinya.

“Ah lihatlah. Itu yeoja gendut, berkacamata, ompong dan ingusan!! Hahahha ..”

“Badannya seperti gelondongan daging babi. Hahaha ..”

“Lihatlah. Dia tak punya gigi!!! Hahhaha ..”

“Dasar yeoja ompong ..”

“Dasar yeoja gendut !!!”

“Ah dia benar – benar buruk untuk ukuran seorang yeoja ne ….”

Ibarat sebuah do’a. Kalimat – kalimat laknat itu terus berguling tanpa henti di pendengaranku. Kalimat – kalimat ejekan itu terus bergema setiap aku melewati mereka. Iya, mereka. Namja namja ingusan yang sangat kejam. Walaupun salah satu dari mereka … ada namja yang aku sangat sukai. Setiap kalimat – kalimat laknat itu keluar dari mulutnya, aku hanya bisa menunduk dan diam. Aku tak tahu harus bagaimana? Aku tak bisa marah padanya, yang kulakukan hanya bisa berlari ke kamar mandi sekolah dan mengurung diriku didalamnya, setelah itu aku akan menangis seharian penuh sampai seragam sekolahku benar – benar penuh dengan ingus dan air mata, bahkan guru – guruku sampai panik untuk mencariku.

Walaupun seperti itu aku tetap menyukainya. Aku terus mencoba untuk bersabar menghadapi dirinya yang begitu kejam dan sadis itu. Tapi entah bagaimana, semakin aku mencoba sabar aku malah mendapatkan yang lebih buruk dan lebih menakutkan. Pernah pada suatu hari, saat itu aku benar – benar ingin buang air kecil namun saat itu aku sedang mengikuti ulangan matematika, maka aku berniat menahannya sampai aku selesai mengerjakan ulanganku. Tapi apa yang terjadi? Aku tak kuasa menahannya, akhirnya aku buang air kecil di celana. Tak sengaja ia melihatnya dan langsung berdiri dan berteriak keras memanggil seongsangnim.

“Lee seongsangnim!”

“Nde Kyuhyun???”

“Ryeowook pipis di celana seongsangnim !!!” ujarnya dengan lantang dan tanpa dosa sambil menunjukku yang ketakutan setengah mati.

Tentu saja ucapannya itu membuat seisi kelas menoleh padaku dan melihat rokku yang basah. Dan tentu saja mereka menertawakan aku habis – habisan dan juga mengejekku dengan sangat kejam dan tidak berperasaan. Aku benar – benar malu saat itu dibuatnya. Aku hanya bisa menangis dan di dalam hati aku berdo’a agar musibah ini disingkirkan dariku secepatnya dan aku ingin segera pulang ke rumah.

Setelah kejadian itu. Nama panggilanku semakin panjang dan semakin menakutkan untuk kudengar, sampai – sampai rasanya telingaku sangat panas mendengarnya.

“Hei itu yeoja gendut ompong berkacamata yang suka pipis di celana dan ingusan !!! Hahhahah ..”

“Dirumah popok adikku tidak terpakai. Apa aku perlu memberikannya padamu???”

Aku hanya bisa meratapi nasibku ini yang begitu tidak adilnya padaku. Kenapa hidupku begitu buruk Tuhan? Rasanya aku ingin menenggelamkan diriku ke sungai Han saja.

Setiap hari ia terus mengejekku dan mengerjaiku. Ia tak pernah berhenti untuk terus membuat diriku menangis setiap harinya. Setiap harinya air mataku terus mengalir dan membuat mataku bengkak dan aku juga tak bisa tidur karena terus memikirkan ejekannya padaku sampai – sampai membuat mataku hitam seperti panda. Lengkaplah sudah penderitaanku. Setelah itu ia memanggilku dengan sebutan ..

“Hei Ryeowook si Kungfu Panda yang suka pipis di celana ….!!!! waaaaaatchaaaww ….”

Baiklah. Rasanya aku benar – benar dongkol dengan keadaan kehidupanku ini.

Keadaan semakin gawat dan mengenaskan ketika ternyata ia menjadi tetangga baruku dan kamarnya berdekatan dengan kamarku, bahkan balkon kamarnya-pun berdekatan denganku. Itu benar – benar bencana terbesar saat itu. Setengah dari hatiku berteriak senang karena aku bertetanggaan dengannya sehingga aku bisa setiap hari melihat wajah tampannya, tapi setengahnya lagi berteriak histeris karena aku yakin hidupku tak akan tenang dan damai lagi di rumah dengan kepindahannya kesini. Padahal cuma rumah yang menjadi tempat paling aman dari ejekan – ejekan teman – temanku.

Dan dugaanku tepat dan sangat akurat. Hidupku tidak aman lagi, tidak di sekolah tidak di rumah aku tetap saja menjadi bahan olok – olokannya. Ini benar – benar sangat mengenaskan. Tuhan sangat jahat, ia memberiku kesialan tanpa henti. Itu benar – benar sangat menyebalkan.

Bahkan ejekan – ejekan dan sikapnya padaku semakin menjadi – menjadi. Ia membocorkan semua kehidupanku di rumah, bahkan ia juga memberitahukan pada teman – teman sekelasku kalau aku suka minum susu di botol untuk membuatku tidur. Ia juga membocorkan celana dalam kesayanganku yang berhias jerapah besar. Aku benar – benar merasa harga diriku diinjak – injak, diremas – remas, disobek – sobek, rasanya sangat menyedihkan dan mengenaskan. Sekarang aku tak punya rahasia lagi, yang tersisa hanya satu rahasia yaitu tentang perasaanku padanya. Hancur sudah, aku benar – benar merasa seperti anak buangan yang ditaruh dalam kardus mie. Saat Kyuhyun menjelek – jelekkan aku di rumah, kakak – kakakku tak ada yang membelaku sama sekali. Mereka justru malah berpihak padanya. Bahkan mereka malah membenarkan semua perkataan Kyuhyun. Hanya eomma dan appa yang menjadi pelindungku. Itu benar – benar menjengkelkan dan menyebalkan. Aku merasa sangat sial dan menyedihkan sebagai seorang manusia.

Untuk mengakhiri semua itu akhirnya aku mulai berusaha memperbaiki diriku. Aku mulai mengurangi makanku dan mulai berolahraga rutin. Dan berhasil, setelah beberapa bulan akhirnya berat badanku mulai turun dan aku menjadi agak kurus, tak segendut dulu. Aku berniat menunjukkan perubahan ini ke Kyuhyun sebagai orang pertama yang kutunjukkan. Untuk merayakan keberhasilanku dalam diet, maka kakak – kakakku mengajakku untuk makan makanan kesukaanku. Namun karena kebanyakan makan, keesokan harinya saat waktu dimana aku akan menunjukkan pada Kyuhyun kalau aku berhasil dalam menurunkan berat badanku. Aku kembali bengkak. Aku hanya bisa meratapi nasibku. Itu benar – benar sangat membuatku dongkol dan gondok. Jika tahu begini aku akan menolak ajakan kakak – kakakku tadi malam.

Akhirnya rencanaku untuk menurunkan berat badan gagal. Namun aku tak menyerah. Karena ia sering mengataiku kalau aku ompong walaupun itu memang benar. Aku akhirnya membiasakan diri untuk sikat gigi sebelum tidur. Dan alhasil beberapa bulan kemudian, sepasang gigi putih muncul. Dengan riang gembira aku pergi ke rumahnya untuk menunjukkan padanya. Saat bertemu dengannya aku langsung tersenyum lebar untuk menunjukkannya, namun apa yang terjadi?

“Ryeowook-ssi. Gigimu jadi tonggos eoh?”

Huweeeeeee … Eomma …… T^T

Aku hanya bisa kembali menangis menerima kenyataan ini.

Akhirnya setelah itu aku menyerah pada keadaan. Aku sudah pasrah. Biarlah ia terus mengejekku dan mengerjaiku. Aku benar – benar sudah lelah. Namun itu tak berlangsung lama, karena pelindungku datang. Tuhan benar – benar baik padaku kali ini. Seorang yeoja dari luar kota pindah ke sekolahku dan menjadi teman sebangkuku, namanya Heechul. Ia sangat tomboy dan berani. Bahkan baru satu hari ia bersekolah disini, ia sudah bisa mengalahkan Kyuhyun.

Begini ceritanya. Saat itu aku sedang dikerjai Kyuhyun dan teman – temannya, mereka menaruh kecoa di rambutku dan berhasil membuat aku berteriak histeris saking takutnya dengan binatang kecil menjijikan itu. Lalu Heechul datang bagaikan pahlawan yang sangat keren. Ia berkacak pinggang sambil menunjuk Kyuhyun dengan kerennya.

“Hei kau!” ujar Heechul dengan lantang.

“Beraninya dengan yeoja yang lemah! Jika berani kemari kau!” ujarnya lagi, aku bahkan langsung cengo seketika mendengar ucapan yang keluar dari mulut Heechul, ia benar – benar sangat berani untuk ukuran seorang yeoja.

“Hah? Mwoo??” ujar Kyuhyun tak percaya sambil berjalan mendekati Heechul diikuti teman – temannya.

Dengan gerakan cepat Heechul langsung menendang bagian masa depan Kyuhyun dengan keras dan berhasil membuatku tambah cengo melihatnya dan membuat teman – teman Kyuhyun gelagapan dan panik untuk menolong Kyuhyun. Kyuhyun pasti tak bisa punya anak setelah itu, entahlah aku tak tahu.

Setelah kejadian itu, Kyuhyun tak berani mengejekku atau mengerjaiku jika ada Heechul disampingku. Aku benar – benar sangat bersyukur dengan itu semua. Dan bagusnya lagi, ternyata Heechul pindah di samping rumahku. Akhirnya kita bertiga menjadi tetangga.

~ Hate U Love U ~

“Hei Wookie? Apa kau tak mau menyatakan perasaanmu padanya?” tanya Heechul saat bermain di kamarku, ya berhubung karena rumah kami berdampingan dan blakonnya-pun dapat terhubung hanya dengan melompat saja sudah bisa masuk ke rumah masing – masing, ia jadi sering bermain ke kamarku lewat blakon daripada lewat pintu utama.

Aku yang sedang membaca buku langsung melihat Heechul bingung.

“Nugu?” tanyaku polos.

“Namja yang tinggal di samping kamarmu itu.” Ujar Heechul sambil menunjuk ke kamar samping dengan seenaknya. Dengan gerakan cepat aku langsung membekap mulutnya dengan ganas sehingga membuatnya jatuh ke kasur.

“Sssst .. jangan keras – keras chullie ..” bisikku panik. Aku benar – benar tak ingin ia mendengarnya, bagiamana aku tidak panik? Pernah dulu aku menyanyi lagu twinkle twinkle dan ia mendengarnya dan merekamnya lalu menyetelnya di kelas. Setelah itu semua teman – temanku tertawa terbahak – bahak mendengar suaraku, mereka bilang suaraku lebih mirip dengan ayam yang terjepit pintu. Itu benar – benar menyedihkan.

Dia langsung bangun dan menatapku tajam.

“Jika kau tak mengatakannya, ia tak akan tahu.” Ujarnya dengan horor.

“Euung .. tapi .. tapi ..” aku masih berpikir.

Heechul berjalan menuju balkon dengan wajah serius.

“Tidak ada tapi – tapian Wookie. Katakan besok pagi, jika aku tak melihatmu menyatakannya padanya. Aku tidak akan menjadi temanmu lagi! Arachi???” ujarnya lalu tertawa terbahak – bahak seperti nenek sihir dan langsung kembali ke kamarnya dengan melompati balkon. Aku langsung lemas, itu benar – benar mengerikan, haruskah aku mengatakannya padanya besok pagi? Ini benar – benar membuatku bingung dan bimbang.

~ Hate U Love U ~

Sekolah tampak begitu sepi mengingat aku berangkat pagi sekali. Aku menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan tak banyak orang yang sudah berangkat. Aku menghembuskan nafas berat, lalu aku memegangi surat cinta yang kutulis tadi malam erat – erat di dadaku. Aku meyakinkan diriku untuk melakukannya. Akhirnya aku mencari tempat yang pas untuk menunggu Kyuhyun datang.

Setelah hampir setengah jam menunggu, akhirnya Kyuhyun datang. Hatiku berdegup dengan tak karuannya. Aku benar – benar merasa gugup sekarang.

Kyuhyun semakin dekat dengan gerbang sekolah. Aku meyakinkan diriku untuk berani memberikannya pada Kyuhyun. Dengan langkah pasti aku berjalan mendekatinya dan berhenti tepat di depannya.

“Euuung .. Kyu …” Kyuhyun menaikkan satu alisnya melihatku.

“Terimalah ini.” Ujarku dengan membungkuk dan menyodorkan surat cintaku pada Kyuhyun dengan harap – harap cemas.

“Apa ini?” ujarnya sambil mengambil surat cintaku dari tanganku lalu membacanya. Melihat itu, aku langsung tersenyum lebar.

Untuk Kyuhyun,

Aku tahu kau tak menyukaiku. Setiap hari kau selalu mengejekku dan mengerjaiku. Tapi aku tak tahu, bagaimana bisa aku tak membencimu dengan sikapmu yang seperti itu.

Aku memikirkan ini berulang kali, tapi apakah kau mau menjadi pangeran kuda putihku?

Setelah membaca suratku itu, ia langsung tertawa terbahak – bahak di depanku tanpa perasaan.

“Kau???” tunjuknya padaku masih dengan tertawa terbahak – bahak.

“Kau mau aku menjadi pangeran kuda putihmu??” ujarnya lagi sambil menunjuk dirinya sendiri masih dengan tertawa.

“TIDAK!”

“Itu tidak akan mungkin!”

“Seharusnya kau tahu! Kau itu jelek, gendut! Aku tak menyukaimu. Arachi?”

“Ini kukembalikan.” Ujarnya sambil menaruh suratku ke tanganku lagi.

DEG

Air mataku tak dapat di bendung lagi. Sudah cukup. Aku tak tahan lagi. dia benar – benar namja yang sangat menyebalkan dan berengsek.

Semua orang yang melihatnya hanya tertawa dan tertawa melihatku dipermalukan oleh Kyuhyun. Dengan emosi yang memuncak akhirnya dengan berani aku berbalik dan berteriak keras.

“Hei Cho Kyuhyun !!!!”

“Aku bersumpah akan membuatmu bertekuk lutut untukku! Aku akan menjadi cantik sehingga kau menyukaiku. Apa kau dengar itu huh?!?!?” teriakku dengan emosi.

Kyuhyun berhenti berjalan dan menoleh padaku dengan santai.

“Iya. Aku mendengarnya. Aku akan menunggu saat waktu itu tiba.” Ucapnya dengan smirk yang tersemat diwajahnya, lalu berlalu pergi kembali dengan santai seperti tak ada apa – apa.

~ Hate U Love U ~

Aku berjalan pulang dengan gontai dan lesu. Rasanya aku tak bernafsu lagi untuk hidup setelah kejadian tadi pagi di sekolah.

Mataku tiba – tiba langsung melotot shock ketika aku melihat di depan rumah Kyuhyun terdapat kesibukan orang – orang yang membawa tas dan koper besar.

“Hei Wookie ..” panggil Heechul.

“Ada apa Chullie?”

“Kau belum tahu?” tanya Heechul heran.

“Apa?” tanyaku polos.

“Kyuhyun akan pindah ke luar negeri. Tepatnya ia pindah ke Jerman. Ia akan bersekolah disana dan tinggal disana bersama pamannya.” Ujar Heechul menjelaskan.

“Kyuhyun pindah???” ujarku tak percaya. Entah kenapa aku merasa sedih sekarang. Aku merasa semakin tambah tak bernafsu untuk hidup.

“Nde. Ayo berpamitan dengannya.” Ajak Heechul.

Aku menggelengkan kepalaku dengan lemah. “Tidak. Aku tak mau.” Ujarku pelan.

“Tidak tidak. Pokoknya kau harus berpamitan. Bukannya kau bilang tadi pagi kalau kau akan membuatnya bertekuk lutut untukmu? Anggap saja ini salaman perjanjian itu dengannya. Arachi .. ” Ujar Heechul, lalu menarikku dengan paksa menuju Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah ..” sapa Heechul.

“Mwo?” tanya Kyuhyun agak ketus.

“Selamat pindah ya … semoga kau betah disana dan tidak akan pulang kemari lagi. aku benar – benar sangat senang kau pindah dari sini. Hahaha … ” Ujar Heechul dengan tersenyum lebar sambil bersalaman dengan Kyuhyun.

“Wookie .. cepat ikut berpamitan.” Ujar Heechul sambil menyikut lenganku. Dengan ragu aku mengulurkan tanganku, lalu aku bersalaman dengannya.

“Apa kau sedih melihatku pergi heh gendut?” tanya Kyuhyun.

“Tidak! Aku tidak sedih!” bantahku cepat – cepat.

“Jinjja?” tanya Kyuhyun.

“Nde. Itu benar. Aku malah senang. Jadi aku bisa mempercantik diriku tanpa gangguanmu.” Ujarku berbohong.

“Oh. Baiklah kalau begitu. Aku pergi.” Ujar Kyuhyun dengan santai sambil meninggalkan kami berdua dan masuk ke mobil.

Setelah mobil Kyuhyun dihidupkan dan Kyuhyun menutup pintu mobil itu, air mataku mengalir. Rasanya aku ingin menangis keras dan berteriak agar Kyuhyun jangan pergi. Mobilnya kian melaju di jalanan sepi itu dengan pelan dan perlahan semakin cepat, entah kenapa kakiku mulai bergerak mengejar mobil Kyuhyun.

“KYUUUUUHYUUUUUUUUN ……………..” teriakku frustasi dengan menangis saat mobil itubenar – benar sudah jauh.

Aku jatuh terduduk di jalanan perumahan yang sepi. Aku tak tahu kenapa aku tak rela Kyuhyun pergi. Aku benar – benar payah.

“Wookie .. apa kau tak apa – apa?” tanya Heechul dengan agak ngos – ngosan karena mengejarku tadi.

Aku hanya bisa terisak dan terisak memikirkan Kyuhyun pergi jauh dan tak akan kembali.

“Kenapa menangis untuknya?”

Sebuah suara anak laki – laki membuatku aku dan Heechul bingung.

“Nugu?” tanya Heechul heran.

“Lee Donghae imnida. Aku anak dari adiknya appanya Kyuhyun.” Ujar anak laki – laki itu memperkenalkan diri.

“Heih?” aku masih agak tak percaya.

“Dia akan kembali. Sepuluh tahun lagi.”

 

TBC

 

Hehehhe .. ._.v Maap di cut dulu ye.

Gimana?

Lanjutin kagak?

Aku tahu masih utang banyak ff sama kalian, tapi mau gimana lagi? Aku kelas 12 ini udah bingung banget, selain itu juga aku jadi agak males nerusin LIC padahal udah mau akhir, tinggal 2 part lagi. Yang bikin aku males sebenernya karena part LIC 14 itu udah banyak pertikaian. Aku paling males kalau udah klimaks. Susah buatnya. Soalnya tegang semua -.-

Ya anggep ini ff buat penyemangat ane xD

Ya pokoknya aku minta respon dari kalian semua ya.