Home Is In Your Eyes

y

Frisca Freshtie Presents ….

*

~ Home Is In Your Eyes ~

*

Pairing : KyuWook

Rate : T

Genre : Romance, Hurts/Angst, Genderswitch, OneShot

Cast : Cho Kyuhyun as namja >< Kim Ryeowook as yeoja

*

*

WARNING !!!

Ini FF Genderswitch, dan main pair-nya KyuWook. Jadi yang enggak suka dimohon untuk tidak membaca saja :p

Saya hanya meminjam nama mereka saja, semuanya milik orang tua mereka dan milik Tuhan. Dan cerita ini murni dari pikiran saya.

Kalo yang masih penasaran dan pengen tahu ceritanya, silahkan dibaca dan saya anjurkan kalian mencari tempat yang paling nyaman untuk membaca. O:)

Dan satu lagi, OS ini terinspirasi dari lagu Greyson Chance yang berjudul “Home Is In Your Eyes”, mirip dengan judul OS ini. Lirik lagu yang sudah diterjemahkan saya kasih tanda tebal miring dan saya kurung.

Nah, selamat membaca chingu-deul.

*

*

~ Home Is In Your Eyes ~

 

[Jantungku berdetak sedikit lebih pelan.

Malam – malam ini terasa sedikit lebih dingin.

Karena kini kau telah pergi.]

Di sebuah kamar yang bernuansa khas seorang yeoja, dengan cahaya lampu yang agak remang, seorang yeoja mungil bersurai hitam agak bergelombang berdiri di balkon kamarnya mencoba menikmati keindahan malam di kota Seoul yang muram, karena langitnya sungguh hitam dan kelam tanpa ada satu bintang-pun yang menghiasinya. Yeoja itu memandang kosong lurus ke depan sambil berpegangan pada pembatas balkon.

Setelah beberapa lama waktu ia habiskan dalam kesunyian, ia akhirnya menghembuskan nafas beratnya dan mengalihkan pandangannya ke kalung bertuliskan “KR” yang melingkar manis di leher putihnya.

Ia memegang kalung itu dengan pandangan mata yang tersirat akan kerinduan, kesedihan, dan kerapuhan yang menjadi satu.

“Kenapa kita harus seperti ini?” gumamnya.

“Apa kau tak tahu aku sangat merindukanmu. Rindu dan rasa bersalah ini menyiksaku.” Gumamnya lagi.

Angin bertiup dengan lembut menerpa kulit putih halus milik yeoja mungil itu yang terbalut piyama berwarna kuning muda dengan berhias jerapah. Ia merekatkan pelukannya pada tubuhnya sendiri, mencoba mengindahkan tiupan angin yang berhasil membuat tubuhnya agak menggigil kedinginan. Suara guntur yang pelan mewarnai malam itu, dan tak lupa kilat yang bergantian dengan petir juga ikut mewarnai malam yang kelam itu. Dan ia tetap tak bergeming dari posisinya, ia hanya merekatkan pelukannya ke tubuh mungilnya dengan tatapan sendu.

“Ryeowook, masuk ke kamar sekarang. Hujan akan turun chagi.” Tiba – tiba seorang yeoja separuh baya datang dan menepuk bahu Ryeowook dengan pelan dan berhasil membuat Ryeowook agak kaget, dan membalikkan badannya secara tiba – tiba sebagai gerakan refleks.

“Ah, eomma.” Ujar Ryeowook dengan ekpressi kaget.

“Hahahah. Eomma mengagetkanmu eoh? Mian ne.” Ujar eomma Ryeowook dengan tersenyum geli tanpa rasa berdosa.

Ryeowook tersenyum simpul. “Gwenchanayyo eomma.” Ujar Ryeowook sambil membalikkan tubuh mungilnya kembali menatap pemandangan langit kota Seoul. Eomma-nya yang mengerti akan sikap aegya semata wayangnya ini, menghembuskan nafas beratnya lalu tersenyum mencoba meyakinkan dirinya dan mendekati Ryeowook, lalu berdiri di sampingnya dan ikut memandang pemandangan langit kota Seoul yang tak bertabur bintang sama sekali. Yang ada hanya kilatan – kilatan cahaya petir yang bergantian.

“Apa yang kau pikirkan chagi?” tanya eommanya tanpa menolehkan pandangannya ke Ryeowook.

“Eomma, aku berbuat salah pada seseorang.” Jawab Ryeowook dengan tersenyum masam.

Eommanya yang mendengar jawaban aegya kesayangannya hanya bisa tersenyum. “Orang spesial ya.” Ujar eommanya tanpa menolehkan kepalanya lagi, tetap lurus memandang langit hitam. Ryeowook menolehkan kepalanya ke arah eommanya, ketika ia mendengar perkataan itu. Matanya menyiratkan keingintahuan yang besar, bagaimana eommanya ini bisa mengetahuinya. Namun, ia hanya diam saja, tak berkata apa – apa.

“Minta maaflah, ketika kau meminta maaf, itu adalah awal sebuah kebenaran.” Ujar eommanya dengan tegas namun lembut sambil mengalihkan pandangannya ke Ryeowook dengan tersenyum tulus.

Ryeowook menautkan kedua alisnya. “Kau hanya perlu minta maaf, entah kau yang salah atau yang benar.” Ujar eommanya lagi sambil mengelus – elus surai Ryeowook yang lembut.

“Ayo masuk, jika berlama – lama diluar sini, kau akan sakit, angin malam ini begitu dingin dan sepertinya hujan akan turun dalam waktu yang dekat.” Ujar eommanya mengajak dirinya masuk ke kamar.

“Malam sebelumnya juga sangat dingin.” Gumam Ryeowook dengan pandangan sendu, lalu masuk ke kamarnya bersama eommanya.

~ Home Is In Your Eyes ~

 

[Langitku terasa sedikit lebih gelap.

Mimpi indah terasa sedikit sulit kudapatkan.

Aku benci ketika kau pergi.]

“Setelah Anda mendengar suara beep, silahkan Anda meninggalkan pesan.” Lagi – lagi kalimat itu yang Ryeowook dapat ketika menghubungi namja paling spesial dalam hidupnya selain appanya tentunya. Ia menghembuskan nafas beratnya dengan kecewa.

“Apa kau sangat marah padaku?” ujarnya dengan pelan bahkan sangat pelan dengan meneteskan setetes air mata yang turun melewati pipinya.

“Hanya untuk menjawab panggilanku saja kau tak mau oppa. Aku harus bagaimana?” ujarnya dengan suara yang penuh kekecewaan dan kesedihan yang mendalam. Ia meletakkan telepon rumah itu kembali, lalu menyeka air matanya.

“Ah tidak, aku harus kuat. Ini akan segera berakhir.” Ujarnya meyakinkan diri sambil mendongakkan kepalanya agar air matanya tak turun lagi.

“Lebih baik aku tidur saja, mungkin saja dengan tidur, semua masalahku akan menghilang.” Ujarnya sambil tersenyum dan segera naik ke ranjang besarnya, lalu ia merebahkan tubuh mungilnya dengan tak lupa menyelimuti dirinya dengan selimut bermotif jerapah besar berwarna kuning – kuning kecoklatan.

Ia memejamkan matanya, mencoba untuk tidur dan berharap semua masalahnya akan lenyap dengan cepat. Namun, belum lama ia memejamkan matanya, ia membuka matanya dan terlihatlah matanya yang berkaca – kaca dengan bibir bergetar.

“Hiks … Kenapa jadi seperti ini … hiks ….?”

“Aku tak bisa tidur tanpa pesan darimu. Hiks …”

“Aku tak bisa tidur … hiks .. jika tak mendengarmu berkata selamat tidur padaku … hiks …”

“Aku tak bisa .. hiks … aku benar – benar tak bisa … hiks …”

“Maafkan aku .. hiks .. maafkan aku .. aku memang salah … hiks .. salah ….”

“Kenapa harus seperti ini? Hiks …. aku benar – benar membenci diriku sendiri …”

“Aku merindukanmu ….”

~ Home Is In Your Eyes ~

 

[Setiap hari, waktu terus berjalan.

Semakin lelah pada semua hiruk pikuk ini.

Bawa aku ke tempatmu berada.]

Ryeowook merenggangkan kedua tangannya, mencoba melampiaskan kelelahannya karena hampir dua jam ia berkutat dengan banyak buku – buku untuk tugas skripsinya di perpustakaan kampusnya.

Setelah merenggangkan tangannya dan juga lehernya, ia memandang buku – buku yang berserakan di mejanya. Entah kenapa melihat buku – buku itu malah mengingatkannya pada Kyuhyun.

Flashback

Ryeowook dengan rambut sebahu sedang membaca buku untuk mengerjakan tugas dari dosennya dengan sangat serius, bahkan ia sampai tak menyadari Kyuhyun yang datang dengan senyuman yang menghiasi wajahnya dan duduk di depan Ryeowook dengan manis. Karena di depan Ryeowook ada tumpukan buku yang tinggi, Kyuhyun mengambil dan menempatkan buku – buku itu kemana – mana sehingga wajah Ryeowook bisa terlihat, karena menurutnya buku itu menghalangi keindahan dunia yang satu ini. Dengan tatapan lembut, Kyuhyun terus menatap Ryeowook sambil menopang dagunya dengan salah satu tangannya. Dari Ryeowook yang menggumamkan sesuatu namun tak bisa di dengar Kyuhyun, dari Ryeowook membalikkan halaman per halaman, dari ekpressi Ryeowook yang menyatukan kedua alisnya bingung dengan penjelasan yang dijelaskan dalam buku yang dibacanya sampai saat Ryeowook membaca dengan serius, Kyuhyun terus memandanginya dalam diam.

Karena merasa belum cukup dengan penjelasan dalam buku yang ia baca, ia berniat untuk mencocokkan dengan buku yang satunya. Ia menjulurkan tangannya mencoba mencari tumpukan buku di depannya, namun apa yang di dapatnya? Hanya angin. Tak ada tumpukan buku di depannya, tentu saja ini membuat Ryeowook bingung dan meletakkan buku yang ia baca ke meja. Dan betapa terkejutnya Ryeowook ketika melihat tumpukan buku – bukunya kini tak ada dan digantikan dengan tersebarnya buku – buku tersebut di meja dan jangan lupa dengan namja yang tersenyum bodoh di depannya itu.

“Apa yang kau lakukan dengan bukunya oppa?” tanya Ryeowook.

Kyuhyun tambah tersenyum lebar pada Ryeowook. “Buku itu menghalangiku untuk melihatmu, jadi aku menyebarkannya.” Ujar Kyuhyun dengan pembawaan sangat santai.

Tentu saja mendengar perkataan Kyuhyun, Ryeowook jadi bersemu merah.

“Ke .. ke .. kenapa tidak di .. di .. dipindahkan saja oppa?” tanya Ryeowook dengan hati – hati.

“Karena jika hanya dipindahkan, aku tak bisa melihatmu dari berbagai sisi atau sudut. Aku ingin melihatmu dari berbagai sisi dan sudut.” Ujar Kyuhyun dengan santai lagi dan jangan lupa senyum tanpa dosa itu.

Mendengar itu, semakin bersemu merah pipi Ryeowook, dan Ryeowook hanya bisa menunduk malu mencoba menyembunyikan rona merah di pipinya dari Kyuhyun.

Fashback End

Ryeowook mengalihkan pandangannya ke samping sambil menghembuskan nafas, mencoba mengenyahkan kenangan itu dari kepalanya.

Ryeowook keluar dari pepustakaan kampus dengan memakai tas selempang kecilnya. Seperti biasa, Ryeowook akan berjalan melewati lapangan basket untuk menuju ke taman utama kampus.

Saat ia berjalan, sebuah bola basket menggelinding ke arahnya dan berhenti tepat di kakinya. Tentu saja ia berhenti berjalan dan menatap basket yang ada di depan kakinya.

Entah mungkin karena terlalu terlalu kalut dengan perasaannya sekarang, Ryeowook kembali teringat salah satu kenangan bersama Kyuhyun.

Flashback

Ryeowook dan teman – temannya tengah berjalan dan bercanda sembari berjalan. Kyuhyun yang tengah bermain basket dan tak sengaja melihatnya langsung tersenyum smirk. Bola basket yang ia bawa, ia gelindingkan ke arah Ryeowook dan berhasil berhenti tepat di samping kaki milik Ryeowook.

Ryeowook yang melihat itu, tentu saja menghentikan kegiatan berjalannya dan berjongkok untuk mengambilkan bola basket itu dan berniat mengembalikannya ke orang yang berhak atas bola basket itu.

Dan betapa terkejutnya Ryeowook, ketika ia berdiri dan hendak mengembalikan bola basket itu Kyuhyun sudah ada di depannya dengan senyuman mengembang di wajah tampannya dan bisa dipastikan senyuman itu bisa membuat luluh dan terpana bagi yeoja yang melihatnya, termasuk Ryeowook.

Ryeowook diam membeku menatap Kyuhyun yang mengenakan seragam basket dan tersenyum padanya masih dengan memegang bola basket di kedua tangannya yang ada di depan perut Ryeowook, seperti pembatas jarak antara Kyuhyun dan Ryeowook.

“Ehm .. bisakah kau mengembalikannya?” ujar Kyuhyun memecahkan situasi yang awkward itu. Ryeowook terhenyak dengan pertanyaan Kyuhyun, buru – buru ia menyodorkan bola basket yang ia pegang pada Kyuhyun. Namun, lama Ryeowook menyodorkannya, Kyuhyun tak mengambilnya.

“Ini ku kembalikan padamu oppa.” Ujar Ryeowook dengan menyodorkan bola basket itu lagi dengan pandangan bingung. Kyuhyun menggelengkan kepalanya dengan tersenyum. Lalu menjawab, “bukan itu.”

“Bukan? Lalu apa?” tanya Ryeowook bingung.

“Bisakah kau mengembalikan hatiku yang kutitipkan padamu?”

Ryeowook hanya bisa berdiri mematung dengan pandangan shock dan sangat tak percaya.

Flashback End

Kembali ke masa sekarang, Ryeowook tersenyum masam mengenang kenangan manis itu.

“Hei .. kau. Bisakah kau mengembalikan bolanya?” teriak seorang namja bertubuh kekar dari pinggir lapangan basket.

Ryeowook menganggukan kepalanya dengan tersenyum manis, lalu ia mengambil bola basket itu dan mengembalikan bolanya pada orang itu.

“Gomawo ne.” Ujar namja tadi dengan tulus, lalu kembali bermain basket bersama teman – temannya lagi. dan ryeowook lagi – lagi hanya merespon dengan senyumannya.

“Aku benar – benar lelah dengan semua ini.” Gumamnya dengan pandangan sendu.

“Aku lelah dengan semua kenangan ini. Tak bisakah aku melihatmu sekarang?” gumamnya lagi dengan tetesan air mata.

~ Home Is In Your Eyes ~

 

[Aku ingin menggenggam tanganmu.

Di pasir. Di dekat ayunan ban.

Dimana dulu kita sering berada.

Kasih, kau dan aku.]

Ryeowook mengayunkan dirinya di ayunan ban yang agak usang dan tua itu dengan pelan dan tatapan kosong. Tanpa alas kaki, kaki telanjang Ryeowook bersentuhan dengan lembutnya pasir putih yang terseret kakinya yang agak panjang.

Ia bermain ayunan sendirian, tanpa ada seseorang di sampingnya. Ia hanya seorang diri di tempat itu, sendirian.

Semilir angin menemaninya dengan daun – daun kering yang terbawa angin, mereka berterbangan dan menari – nari dalam gerakan pelan. setelah berayun lama, Ryeowook menghentikan ayunannya dan menyandarkan kepalanya ke tali yang mengikat ayunan itu dengan pandangan sendu.

“Kenapa masih tak ada kabar darimu?” gumamnya.

“Apa kau lupa denganku?”

“Apa sekarang kau tak mencintaiku lagi?”

“Apa kau sudah bosan denganku?”

“Apa aku tak ada artinya bagimu oppa?”

“Apa kau benar – benar marah padaku?”

“Aku benci diriku.”

Flashback

Kyuhyun mendorong Ryeowook yang duduk di ayunan ban itu dengan tempo sedang dengan tersenyum tulus. Ryeowook yang diayunkan juga tak bisa melepaskan senyuman lepas di wajahnya. Mereka tampak begitu bahagia.

“Oppa ..” panggil Ryeowook sambil menolehkan kepalanya ke belakang mencoba menatap Kyuhyun yang masih mendorongnya.

“Iya Wookie?” jawab Kyuhyun masih terus mendorong ayunan ban itu.

“Apa kau tak lelah?” tanya Ryeowook.

“Tentu saja aku lelah.” Ujar Kyuhyun dengan santainya masih terus mendorong ayunan.

“Kenapa oppa tak bilang? Kalau begitu berhenti sekarang.” Ujar Ryeowook dengan menurunkan kakinya mencoba menghentikan pergerakan ayunan itu. Ayunan itu kini berhenti, dan dengan cepat Kyuhyun memutar tali ayunan itu sehingga Ryeowook sekarang menghadap Kyuhyun.

Ryeowook menatap Kyuhyun bingung, sedangkan Kyuhyun menatap Ryeowook dengan pandangan lembut.

“Aku lelah menanti dirimu menerima hatiku.” Ujar Kyuhyun blak-blakan.

Ryeowook membeku. Kyuhyun memang sudah lama mengutarakan bahwa Kyuhyun mempunyai rasa ketertarikan padanya, tapi ia tak menyangka rasa ketertarikan Kyuhyun padanya adalah sebuah cinta.

“A .. a .. aku .. aku …” dengan gagap Ryeowook mencoba menjelaskan pada Kyuhyun, tapi apa daya ternyata Ryeowook tak bisa mengeluarkan suaranya dengan tatapan Kyuhyun yang begitu intens padanya.

Ryeowook menundukkan kepalanya, ia bingung harus bagaimana.

Kyuhyun menyentuh dagu Ryeowook dan mengangkatnya dengan perlahan sehingga tatapan mereka bertemu kembali.

“Kenapa menundukkan kepalamu?” tanya Kyuhyun.

“A .. a .. aku aku tak tahu.” Ujar Ryeowook dengan suara yang memelan di bagian akhir katanya.

Kyuhyun tersenyum, lalu berkata, “Tak perlu berkata apapun, biarkan ini yang menjawab.” Kyuhyun mendekatkan bibirnya ke bibir ranum milik Ryeowook. Tanpa sadar Ryeowook memejamkan matanya dan begitu pula Kyuhyun. Mereka mencoba menikmati ciuman pertama mereka. Bibir mereka bersentuhan, pertama hanya sebuah kecupan, namun lama kelamaan menjadi lumatan dan membuat Ryeowook bergetar menikmati ciuman mereka. Mereka saling melumat. Decap saliva begitu terdengar, ciuman itu berakhir setelah mereka merasa pasokan oksigen di paru – paru mereka habis.

Bibir mereka terpisah. Mereka saling bertatapan dalam diam.

“Aku artikan ini sebagai jawaban iya.” Ujar Kyuhyun dengan tersenyum.

Flashback End

“Aku harap masih ada kita.” ucap Ryeowook dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya, mencoba menyembunyikan air mata yang turun dari pelupuk matanya.

~ Home Is In Your Eyes ~

 

[Aku menjelajahi ribuan mil.

Hanya agar aku bisa melihat senyummu.

Terasa begitu jauh ketika kau menangis.

Karena rumah ada di matamu.]

Ryeowook berdiri di depan pintu apartemen Kyuhyun dengan dress ungu muda selutut, dengan menggenggam sebuah bekal yang dibuat untuk Kyuhyun yang berisi makanan kesukaan Kyuhyun. Ia menghembuskan nafas beratnya, dan mencoba meyakinkan dirinya agar berani mengetuk pintu dan mengatakan yang ada di isi hatinya pada Kyuhyun, namjachingunya.

Sebenarnya Ryeowook hari ini berniat untuk meminta maaf dan mengakui kesalahannya pada Kyuhyun atas masalah yang membuat hubungan Ryeowook dan Kyuhyun hilang seperti ditelan angin. Karena setelah kejadian itu, Kyuhyun tak pernah menampakkan dirinya pada Ryeowook. Kyuhyun benar – benar pintar menyembunyikan dirinya.

Flashback

Ryeowook mengemasi barang – barangnya ke tas. Kelas memang sudah selesai, namun ia sengaja mengemasi paling lambat, karena ia harus mencatat lebih dahulu tentang pembahasan tadi karena memang dasarnya Ryeowook tak akan mencatat jika ia belum paham benar. Tiba – tiba saja Kyuhyun masuk dengan ekpressi penuh emosi dan langsung menarik tangan mungil Ryeowook dengan kasar.

“Wae?” tanya Ryeowook tak percaya.

“Apa yang kau lakukan kemarin?” bentak Kyuhyun.

“Apa?” tanya Ryeowook balik, karena ia memang benar – benar tak tahu maksud dari pertanyaan Kyuhyun.

“Jangan berpura – pura tak tahu. Dasar yeoja munafik.” Ujar Kyuhyun tanpa perasaan dan menghempaskan tangan mungil Ryeowook dengan sangat kasar. Ryeowook memandang Kyuhyun tak percaya.

“Oppa, aku benar – benar tak tahu maksudmu. Aku mohon jangan begini. Kita bicarakan baik – baik ne?” Ujar Ryeowook dengan pelan, ia benar – benar takut dengan sikap Kyuhyun padanya sekarang.

Kyuhyun mendecih. “Apa yang kau lakukan dengan Henry kemarin?” ujar Kyuhyun dengan nada mengejek.

“Henry-ssi?” barulah Ryeowook sadar apa yang dimaksud Kyuhyun, kemarin ia memang pergi berdua dengan Henry, tapi bukan dalam hal berkencan, namun karena mereka menjadi partner dalam tugas yang diberikan dosen pada mereka. Dan kemarin mereka pergi berdua untuk meneliti hubungan sosial yang ada di kota metropolitan seperti Seoul. Ryeowook benar – benar tak menyangka akan seperti ini kejadiannya.

“Oppa, kau salah paham. Kami .. kami ..” belum sempat Ryeowook menjelaskan, Kyuhyun memotongnya.

“Aku tak butuh penjelasanmu. Lakukan sesukamu saja!” ujar Kyuhyun tanpa perasaan dan meninggalkan Ryeowook sendirian di dalam kelas yang sepi. Ryeowook yang mendapatkan perlakuan seperti itu, hanya bisa meneteskan air matanya. Ia kalut, ia tak tahu harus berbuat apa.

Tubuh Ryeowook merosot, ia tak kuat menopang tubuhnya sendiri. Kata – kata Kyuhyun seperti ribuan pisau tajam yang menyayat tubuhnya secara perlahan. “Kenapa seperti ini? Setidaknya dengarkan aku dahulu oppa.” isaknya.

Flashback End

Ryeowook menghembuskan nafasnya kembali. Lalu dengan pelan ia mengetuk pintu apartemen milik Kyuhyun.

Ia meremas – remas pegangan kotak bekal makanan yang ia bawa menunggu pintu dibukakan sambil mengetuk – ngetukkan sepatunya ke lantai yang ia pijak.

Ceklek

Pintu apartemen terbuka, dan betapa terkejutnya Ryeowook, matanya terbuka lebar melihat seorang yeoja yang membukakan pintunya.

“Ada apa?” tanya yeoja itu dengan bingung dan berhasil membuyarkan ketidakpercayaan Ryeowook.

“Ah … eung .. ano .. itu .. aku mencari Kyuhyun oppa. Aku ada perlu dengannya. Apakah Kyuhyun oppa ada?” ujar Ryeowook dengan hati – hati. yeoja itu menatap Ryeowook dari ujung sepatu sampai ke puncak kepala, lalu menolehkan kepalanya ke belakang.

“Chagi .. chagi .. ada yang mencarimu!” pekik yeoja itu dan berhasil Ryeowook kembali menatap yeoja itu tak percaya.

“Chagi?” Gumam Ryeowook tak percaya.

Belum sempat Ryeowook selesai dengan ketidakpercayaannya, Ryeowook kembali disuguhi pemandangan yang membuatnya shock berat dan menyadari sesuatu.

“Siapa yang mencariku chagi?” tanya Kyuhyun sambil memeluk pinggang yeoja itu dari belakang dan meletakkan kepalanya di bahu yeoja itu dengan manja. Melihat itu, tak terasa sebuah senyuman masam terpampang di wajah Ryeowook dengan diikuti jatuhnya setetes air mata dari pelupuk matanya.

Bukan hanya Ryeowook yang kaget dan shock, Kyuhyun-pun juga. Ia kaget setengah mati melihat orang yang ada di depannya adalah Ryeowook.

“Ryeowook.” Kyuhyun segera melepaskan pelukannya dan berdiri dengan salah tingkah di samping yeoja itu yang menatapnya dengan bingung.

“Ba .. ba .. bagaimana kau bisa kemari?” tanya Kyuhyun dengan gagap seperti orang tertangkap basah mencuri.

Ryeowook menyeka air matanya dengan tersenyum.

“Ah tak apa oppa, lagipula aku hanya ingin memberimu ini dan mengucapkan rasa bersalahku atas kejadian kemarin yang membuatmu marah. Mianhae ne oppa. Aku benar – benar minta maaf. Aku mohon maafkan aku.” Ujar Ryeowook dengan membungkuk dan menyodorkan bekal yang ia bawa pada Kyuhyun. Kyuhyun terhenyak, ia memandang Ryeowook yang masih membungkukkan badannya. Dengan ragu, Kyuhyun mengambil bekal yang Ryeowook bawa. Dan setelah ia ambil, Ryeowook menegakkan tubuhnya dengan air mata yang membasahi pipinya walaupun tak ada isakan yang keluar dari bibir cherrynya.

Ryeowook tersenyum masam dalam tangisannya. “Terima kasih oppa atas segalanya, dan aku benar – benar minta maaf sedalam – dalamnya. Aku harap kau bisa mengerti.” Setelah mengatakan itu, Ryeowook membalikkan badannya dan segera berlari menjauh dari mereka, ia benar – benar tak tahan jika berlama – lama disana.

Ryeowook berhenti dengan tangisan yang semakin menjadi – jadi di jalanan yang ramai. Orang – orang yang melihatnya hanya bisa menatapnya bingung, namun tak ada niatan untuk membantunya.

“Hiks .. kenapa malah seperti ini?”

“Hiks … kenapa?”

“Wae?”

“Wae?”

“Wae?”

“Rasanya sangat sakit .. hiks .. sangat sakit . hiks … benar – benar sakit.” Isaknya sambil menepuk – nepuk dadanya.

Tubuh Ryeowook merosot, ia benar – benar merasa tersakiti. Ia berniat untuk meminta maaf dan mengembalikan hubungannya ke semula, bukan untuk melihat kejadian seperti tadi, ia tak mengharapkan itu semua. “Kenapa seperti ini?” tanyanya dengan nada melemah.

~ Home Is In Your Eyes ~

[Jantungmu berdetak lebih cepat.

Ada air mata dimana digantikan dengan tawa.

Karena kini aku telah pergi.]

Setelah kejadian itu, Ryeowook benar – benar menjaga jarak dengan Kyuhyun. Ia tak bisa berhadapan langsung dengannya. Luka yang Kyuhyun buat padanya benar – benar membekas di hati dan benak Ryeowook. Ryeowook benar – benar tak sanggup jika diharuskan untuk berhadapan langsung dengan Kyuhyun. Yang hanya bisa ia lakukan hanyalah memperhatikan Kyuhyun dengan bersembunyi, walaupun sangat sakit namun ia tetap melakukannya, karena ia ingin meyakinkan pada dirinya bahwa Kyuhyun baik – baik saja tanpa dirinya ada disisinya.

Sudah seminggu lebih Ryeowook terus memperhatikan Kyuhyun dari kejauhan, dari Kyuhyun berangkat ke kampus, bercanda dengan teman – temannya dan tentu saja ketika Kyuhyun dan yeoja yang ditemuinya dulu di apartemen berduaan atau bercengkrama dengan lepas. Seperti sekarang, ia memperhatikan Kyuhyun dari kejauhan, semakin hari wajah Kyuhyun seperti menyiratkan kesenangan dan keyakinan. Wajahnya berseri – seri. Ryeowook menyunggingkan senyum masamnya. Itu artinya Kyuhyun benar – benar sudah bahagia dengan yeoja itu dan telah melupakan Ryeowook. Itu artinya juga ia harus mengakhiri ini semua.

Dari kejauhan ia bisa melihat Kyuhyun tengah tertawa lepas bersama yeoja itu di bangku taman. Mereka saling bercanda dan bercengkrama satu sama lain. Melihat itu, tak terasa Ryeowook kembali meneteskan air matanya.

“Luka ini semakin lebar ya?” tanyanya pada diri sendiri sambil menyentuh dadanya dengan pandangan miris.

“Bodoh.” Umpatnya pada diri sendiri dengan tersenyum masam, menyalahkan kebodohannya selama ini.

[Bicaramu sedikit lebih pelan.

Segalanya terasa sedikit lebih lama.

Kau benci dengan kepergianku.]

Ryeowook melangkahkan kakinya dengan lesu keluar dari kelasnya sambil menunduk dan menenteng tasnya.

“Wookie-ah.” Suara panggilan itu begitu familiar, suara yang ia benar – benar ingin hilangkan dari pikirannya, namun terus saja tinggal dipikirannya.

“Wookie-ah.” Ryeowook menggigit bibirnya yang bergetar, ia benar – benar tahu siapa pemilik suara itu. Rasanya ia benar – benar ingin menghilang dari muka bumi sekarang. Ia tak siap berhadapan dengan Kyuhyun.

“Maaf, aku sibuk.” Ujarnya dengan suara agak bergetar dan mencoba berlalu pergi dari hadapan Kyuhyun dengan menunduk.

Tak putus asa, Kyuhyun menarik pergelangan tangan Ryeowook sehingga membuat Ryeowook berhenti.

“Aku ingin bicara.” Ujar Kyuhyun dengan tegas namun penuh kerapuhan dalam tatapan matanya.

“Apa yang perlu dibicarakan? Bukankah sudah tak ada kata “kita”?” ujar Ryeowook dengan masih suara bergetar dan masih menundukkan kepalanya.

Kyuhyun menarik nafas dalam – dalam.

“Aku minta maaf.” Ujar Kyuhyun dengan tulus.

“Tak apa. Aku sudah memaafkanmu. Sudah selesai kan? Aku sibuk oppa.” ujar Ryeowook dengan menggigit bibirnya yang bergetar. Ia benar – benar harus bisa menahan tangisan ini.

Dengan kesal Kyuhyun membalikkan tubuh mungil Ryeowook untuk menghadapnya.

“Apanya yang sudah selesai?!?!??! Bisakah kau tak bersikap seolah – olah kau benar – benar baik – baik saja, namun kenyataannya berkebalikan 180 derajat !!!!!” bentak Kyuhyun tak habis pikir dengan pola pikir yeoja mungil di depannya.

Setelah mendapat bentakan dari Kyuhyun itu, pertahanan Ryeowook jebol. Ia menangis tersedu – sedu masih dengan menundukkan kepalanya.

“Hiks … hiks .. hiks .. mian ..” isak Ryeowook pelan.

“Maafkan aku ..”

Dengan gerakan pelan dan gentle Kyuhyun menarik tubuh mungil yeoja di depannya ke pelukannya.

“Tidak. Bukan kau yang salah. Aku yang salah. Maafkan aku Ryeowook-ah.” Ujar Kyuhyun sambil mengeratkan pelukannya pada yeoja mungil itu.

“hiks … Kau menyebalkan oppa. Kau menyebalkan. hiks …”

“Aku merindukanmu setiap saat .. hiks … tapi kau tak datang – datang .. hiks .. memberiku kabar-pun tidak ..”

“Aku pikir kau sangat marah padaku karena kejadian kemarin .. hiks ..”

“Kau benar – benar membuatku tak bisa tidur dengan tenang .. hiks ..”

“Aku berniat untuk meminta maaf .. hiks .. tapi apa yang kudapat? Hiks .. kau malah bermain dengan yeoja lain .. hiks ..”

“Kau memeluknya .. hiks .. kau juga mencumbunya … hiks ..”

“Apa kau tak tahu kalau itu sangat menyakitiku oppa .. hiks ..”

“Rasanya dadaku sesak, tapi tak ada luka yang terlihat .. hiks ..”

“Kau jahat .. hiks .. benar – benar jahat ..”

Ryeowook dalam pelukan Kyuhyun, hanya bisa terisak dan memukul – mukuli daya Kyuhyun, ia menumpahkan segala kekesalan, kemarahan, kesedihan, kerinduan dan segala yang ia rasakan selama ini dalam pelukan Kyuhyun.

“Maafkan aku Ryeowook-ah.” Ujar Kyuhyun meminta maaf dengan tulus, Kyuhyun benar – benar merasa buruk telah memperlakukan Ryeowook seperti itu selama ini hanya karena kesalahpahaman belaka. Ya, setelah kejadian kemarin, ia mencoba untuk terus mengorek informasi yang benar dari Henry, dan ternyata Ryeowook dan Henry hanya menjadi partner saja, tak lebih. Merasa bersalah dengan prasangkanya, Kyuhyun mulai mencari keberadaan Ryeowook. Namun sepertinya Ryeowook benar – benar tersakiti karena sikapnya kemarin, ia tak pernah menemukan Ryeowook, entah di perpustakaan, di taman bahkan di cefe favorit Ryeowook dan menunggunya keluar kelas, namun Ryeowook tetap tak ia temui, padahal ia sudah menunggunya lama. Dan hari ini juga, Kyuhyun membolos satu kelasnya hanya untuk menemui Ryeowook dan meminta maaf.

“Aku benar – benar minta maaf Ryeowook-ah.” Ujar Kyuhyun dengan tulus kembali.

“Oppa ..” cicit Ryeowook.

“Ne Ryeowook?”

Ryeowook mengeratkan pelukannya ke Kyuhyun.

“Oppa, biarkan seperti ini untuk beberapa waktu.” Ujar Ryeowook sambil menyandarkan kepalanya ke dada Kyuhyun.

“Tentu. Aku tak keberatan.” Ujar Kyuhyun dengan tersenyum.

Setelah beberapa lama berpelukan seperti itu. Ryeowook melepas pelukannya dan menatap Kyuhyun.

“Oppa, aku minta kita break.” Ujarnya dengan tersenyum.

[Andai bisa kutulis akhir cerita yang berbeda.

Maka ini tak akan menjadi lagu kita.

Kan kutemukan cara agar kita takkan pernah berpisah.

Sejak awalnya.]

Ryeowook sekarang tengah berada di Incheon airport bersama dengan kedua orang tuanya.

“Jangan lupa makan dan jaga kesehatanmu.” Ujar eomma Ryeowook sambil memeluk aegya semata wayangnya dengan erat dan linanga air mata. Ryeowook menganggukan kepalanya manis. “Ne eomma, aku akan mengingatnya.” Jawab Ryeowook.

“Jangan lupa hubungi kami terus menerus, jika perlu langsung katakan pada kami.” Ujar ibunya lagi seperti tak rela membiarkan Ryeowook pergi.

Ryeowook melepaskan pelukan eommanya dengan tersenyum.

“Nde eomma, aku janji. Aku bukan anak kecil lagi.” Ujar Ryeowook menenangkan eommanya.

“Appa, aku pergi.” Ujar Ryeowook sambil membungkuk memberi hormat pada appa kesayangannya.

Appa Ryeowook menatap Ryeowook dengan pandangan lembut.

“Pergilah dan gapai cita – citamu chagi. Apapun yang kau lakukan, kami bangga terhadapmu.” Ujar appa Ryeowook dengan tersenyum, ia benar – benar bangga dengan aegya-nya ini. Putri kecilnya ini tak terasa sudah besar dan sudah harus menentukan jalan hidupnya sendiri.

Mendengar itu, mata Ryeowook langsung berkaca – kaca. Ia benar – benar terharu dibuatnya. Setelah itu, ia langsung memeluk erat kedua orang tuanya.

“Terima kasih untuk segalanya eomma, appa. Aku sangat menyayangi kalian. Aku akan benar – benar merindukan kalian.” Ujar Ryeowook dengan tulus.

Ryeowook melepaskan pelukannya dan menatap kedua orang tuanya sambil tersenyum.

“Aku pergi dulu.” Ujarnya sambil membungkuk, lalu setelah itu ia segera membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju jalan masuk ke pesawat.

Kedua orang tuanya menatap Ryeowook dengan pandangan haru sambil berpegangan tangan. Tiba – tiba Kyuhyun dengan nafas ngos – ngosan datang dan menghampiri mereka berdua.

“Hosh . hosh .. ah anyeong ..” ujar Kyuhyun sambil membungkuk.

“Ah, Kyuhyun.” Ujar nyonya Kim dengan alis bertautan.

“Anda mengenal saya?” tanya Kyuhyun tak percaya.

“Tak perlu heran begitu, Ryeowook senang sekali membicarakanmu padaku.” Ujar nyonya Kim dengan tersenyum.

Tak terasa senyum Kyuhyun mengembang, ia tak menyangkanya sama sekali. Namun sedetik kemudian ia baru sadar dan berubah ekpressi menjadi panik.

“Apa Ryeowook sudah pergi?” tanya Kyuhyun.

“Ah, dia baru pergi tadi. Baru saja.” Ujar nyonya Kim sambil menunjuk jalur masuk ke pesawat yang dijaga oleh seorang petugas bandara.

“Gamsahamnida.” Dengan cepat setelah mengetahui itu, Kyuhyun segera berlari menuju jalur itu, namun tentu saja dia di hadang oleh petugas.

“Tiket dan passpor Anda tuan.” Ujar petugas itu.

Kyuhyun menggeram. “Aku bukan penumpang, aku ingin mencari seseorang.” Ujar Kyuhyun dengan kesal. Yang ada di pikirannya sekarang hanyalah Ryeowook dan Ryeowook.

“Maaf Tuan, Anda tak bisa masuk jika Anda tak punya tiket.”

BUG

Kyuhyun menonjok pipi petugas itu dengan kesal sehingga petugas itu jatuh tersungkur. “Maaf, kesabaranku sudah habis.” Ujar Kyuhyun dengan kesal, lalu berlari masuk.

Kyuhyun terus berlari mencari Ryeowook. Beberapa kali ia membalikkan tubuh orang yang salah hanya karena postur tubuhnya hampir sama dengan Ryeowook dan berkali – kali juga Kyuhyun meminta maaf atas perbuatannya itu.

“Wookie.. kau dimana?” tanya Kyuhyun frustasi sambil menarik rambutnya kesal.

“Aku disini oppa.” Ujar Ryeowook dengan lembut yang tiba – tiba sudah berada di belakang Kyuhyun dengan senyuman manis.

“Wookie ..” ucap Kyuhyun dengan senang sambil memeluk Ryeowook dengan erat seakan tak ingin kehilangan Ryeowook lagi.

“Ah .. ah .. sesak oppa.” Ujar Ryeowook karena pelukan Kyuhyun yang terlalu erat.

“Mian Wookie.” Ujar Kyuhyun dengan tulus sambil merenggangkan sedikit pelukannya.

Ryeowook tersenyum, lalu mendorong tubuh Kyuhyun dengan pelan.

“Maaf. Lukaku belum sembuh benar oppa.” Ucap Ryeowook dengan tersenyum lagi.

Mendengar itu Kyuhyun langsung blank, ia membeku. Ah, luka yang ia buat pada Ryeowook-nya ini benar – benar sangat besar.

Ryeowook yang melihat Kyuhyun seperti itu tetap tersenyum, lalu membuka kalung yang melingkar di lehernya dengan gerakan pelan.

“Oppa, aku kembalikan ini. Ketika lukaku benar – benar pulih, aku akan mengambilnya darimu. Berikan aku waktu.” Ujar Ryeowook sambil menaruh kalung itu di tangan Kyuhyun. Kyuhyun melihat kalung yang berada di telapak tangannya itu tanpa berkata apapun.

Ryeowook kembali tersenyum. “Hanya ..” kyuhyun menatap bingung Ryeowook.

“Tunggu aku oppa.” Lanjut Ryeowook dengan mencium bibir Kyuhyun dengan cepat dna berhasil membuat Kyuhyun kembali membeku.

Setelah itu, Ryeowook kembali tersenyum. “Aku tak akan mengucapkan selamat tinggal padamu oppa dan aku juga tak berharap kau mengucapkannya padaku. Sampai bertemu di lain waktu oppa.” Ujar Ryeowook, lalu melewati Kyuhyun untuk masuk ke lorong yang disambungkan ke pesawat.

Kyuhyun tersenyum, lalu membalikkan tubuhnya untuk melihat punggung mungil Ryeowook yang menjauh.

“Seperti yang kau minta, aku akan menunggumu.”

FIN

Haaaaiih .. ini sebenernya udah lama dekem di notebook ane. Ane kagak sreg ajah sih, selain ceritanya gantung .. ya pokoknya aku enggak yakin sama cerita ini :p wkwkwkkwkwk

Please like and coment chingu ^^

With Love ❤

Frisca Freshtie

Advertisements

18 comments

  1. rasanya aku sangat ingin merobek-robek mulut mu Cho!!! lihatlah Ryeowook yang tak bersalah namun dengan berani meminta maaf, tapi apa yang kau lakukan bocah tengik? siapa yeoja itu? kenapa ryeowook baik sangat langsung maafin kyuvil? uh! harusnya kyuhyun menderita dulu, semenderitanya!

    1. Itu sebenarnya ane buat pas galo abis, makanya ancur-lah .. ane sampek enggak yakin buat nge-pos’in :p
      Ya mau gimana lagi ?? ide mentok cuma sampek segitu doank
      Gomawo ne buat review-nya ^^

  2. rasanya galau banget baca ff ini.
    di kira wookie yg melakukan kesalahan.
    nyatanya kyu yg melakukan kesalahan knp malah wookie yg mnt maav.
    katanya cinta tp kenapa ga setia.
    kyu kyu
    lukanya pasti dalem bgt smp wookie susah nyembuhinnya.
    ckckckc.

    1. ya begitulah. aku cuma pengen bilang cinta yang kuat-pun bisa goyah hanya karena kesalahpahaman. kadang orang yang setia enggak akan selamanya bertahan untuk kita, jadi jangan sia – siakan org yg nyayangin kita 🙂

  3. Ryeowook pergi???
    Kasian kyu, gara2 salah paham jadi membuat luka dihati orang yang dicintai
    Kenapa kau tak mendengarkan penjelasan wook dulu tuan cho terhormat?????
    Wook sabar banget bahkan mau maafin kyu walau luka hatinya lebar bingit…

    Buat lanjutannya dong chingu, yang wook kembali terus kyu setia nungguin wook 😀
    Jadi happy end please….

    Salam kenal reader baru ^^

  4. akhir yg maniss,,
    kasian wookie, sape khawatir gtu sm kyu, trnyata di pnya cewe lain,,
    ga bgt alasan kyu marah ke wook,, bknya bicara baik2 dulu,,
    over jealous si kyu.. akhirnya wook pergi kan,,
    di tunggu seq nya … smoga kyu lebih dewasa,,

  5. yaaakkk,,cho kyuhyun!!!! bner2 mnyebalkan!!! wookie kan kasian… huhuhhhuhuhuhuhu.. T.T sbeell pkoknya sma kyu dsni… gmpang bgt ninggalin wookie gt.. untung wokie tegar #pelukwookieeonni(?) tp ga tega jg kl kyuwook pisah,,,smoga mreka bsa ktmu lg deh…n uda sma2 dwasa pmikiranny..trutama kyu,,jd ga labil suka maen serong.. -_-

  6. yakk cho babo -,-
    kemana otak jeniusmu eoh~, kenapa kau menuduh baby seenak jidat aja, tanpa tau kebenaran’a, sehingga baby ngerasa bersalah dan tersiksa, dan disaat baby mau minta maaf malah dihadapkan dgn yeoja di apartment cho, omaigottt :3
    sequel plis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s