Month: January 2015

Love Is Crazy 14

lick

Frisca Freshtie Present ….

….:: *** ::….

*

*

.. LOVE Is CRAZY ..

*

*

….:: *** ::….

 

Pairing : KyuWook/Slight YeMin, SiBum

Rate : T

Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy, Abal – Abal, Gaje, Failed!

Author : Frisca Freshtie

Cast : Cho Kyuhyun (Namja) >< Kim Ryeowook (Yeoja) >< Kim Yesung (Namja) >< Lee Sungmin (Yeoja) >< Kim Kibum (Yeoja) >< Choi Siwon (Namja) >< Lee Donghae (Namja) >< Lee Taemin (Yeoja) >< Henry Lau (Namja) >< Shim Changmin (Namja) >< Kim Heechul (Yeoja)

.

.

.

.

WARNING !!!

Ah, FF ini terlalu gaje, abal, absurd dan ya banyak jebakan typo. Jadi ya mohon pengertiannya ajah dari kalian semua. Yang gak suka GS bisa menjauh dari sini!

HAPPY READING CHINGU-DEUL 😀

.

.

.

.

Summary :

Cinta itu Gila! Sebuah pertemuan yang akan menaikturunkan dan menjungkirbalikkan dunia mereka dan perasaan mereka. Sebuah pertemuan yang akan membawa banyak sekali bunga – bunga yang berduri sampai berbau harum. Sekali lagi, Cinta itu Gila!

~ Love Is Crazy ~

 

Kyuhyun keluar dari ruangan sambil mengedarkan pandangan matanya ke sekeliling ruangan. Ia berharap orang yang ingin ia temui sekarang berada dalam ruangan itu, berada dalam jangkauan matanya. Namun, kenyataannya tidak. Orang yang ingin ia temui tak ada dalam ruangan itu. Mendapati orang yang dicari tak ada dalam edaran matanya, Kyuhyun mengeluarkan ponsel dari sakunya dan segera menekan tombol hijau di ponselnya.

“Aku mohon angkat ponselmu noonna. Ppalli … aku mohon cepatlah angkat …” Gumam Kyuhyun harap – harap cemas sambil mengangkat ponselnya dan menempelkannya ke telinganya dengan raut wajah gelisah dan khawatir.

“Maaf nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif. Silahkan ..”

Namun suara yang terdengar bukanlah suara yang Kyuhyun ingin dengarkan. Mendengar itu Kyuhyun segera mematikan telponnya dengan kesal.

“Kenapa nomornya tak aktif???” pikir Kyuhyun bingung.

“OMO!” Kyuhyun menepuk jidatnya karena teringat kejadian tadi pagi di kamar saat ia melemparkan ponsel Ryeowook karena kesal membaca pesan singkat dari Donghae.

“Ya Ampun .. aku lupa kalau ponselnya ku rusak tadi pagi.” Ujar Kyuhyun menyadari kesalahannya.

“Aku benar – benar bodoh. Dan parahnya aku tak membelikan lagi ia ponsel. Bagaimana aku bisa lupa???” ujar Kyuhyun sebal sendiri dan merutuki kebodohannya itu.

[Di tempat lain]

Di sebuah pasar malam di Seoul.

“Kenapa mengajakku kemari huh?” tanya Donghae sambil membawa dua es krim rasa coklat, dan setelah itu memberikan salah satu es krim yang ada di tangannya ke Ryeowook yang sedang duduk di sebuah bangku di depan komedi putar sambil memandangi orang – orang yang berlalu lalang dengan pandangan kosong.

“…”

Tak ada respon dari Ryeowook membuat Donghae mau tak mau membuyarkan lamunan Ryeowook dengan mengguncangkan es krim coklat itu di depan wajah Ryeowook dan berhasil membuat Ryeowook kaget.

“Oh .. mianhae ne oppa. Aku tadi melamun.” Ucap Ryeowook berterus terang sambil mengambil es krim coklat yang diberikan Donghae padanya dengan memaksakan senyum di wajahnya.

“Gwenchana Wookie. Apa yang kau lamunkan huh?” tanya Donghae sambil duduk di samping Ryeowook.

Ryeowook tersenyum simpul. “Oppa, bisakah jangan menanyakan itu dulu? Aku sedang tak ingin membahasnya. Bisa kan?” Ujarnya sambil memandang Donghae.

Donghae tersenyum, ia tahu Ryeowook pasti sedang terkena masalah yang besar. “Baiklah. Aku tak akan menanyakannya.” Ujar Donghae dengan tersenyum lebar.

Setelah mengatakan itu seketika suasana menjadi hening. Yang terdengar hanya suara keramaian pasar malam. Mereka berdua menjilati es krim yang ada di tangan mereka dengan diam, Ryeowook dengan memandangi orang – orang yang lewat dan Donghae dengan memandangi Ryeowook.

“Apa yang kau pikirkan Ryeowook? Itu benar – benar pertanyaan bodoh. Bahkan tak perlu bertanya itu sudah terlihat jelas sekali dari matamu. Kau sangat mudah untuk dibaca.” Inner Donghae dengan tersenyum masam.

“Oppa apa kau sudah selesai?” tanya Ryeowook.

“Hah? Mwo?” ujar Donghae bingung.

“Di sudut bibirmu.” Ujar Ryeowook sambil tersenyum.

“Hah?”

“Biarkan aku yang membersihkannya oppa.” Ujar Ryeowook sambil mengeluarkan tisu dan segera membersihkan noda es krim coklat yang ada di sudut bibir Donghae dengan raut wajah serius.

Donghae tersenyum. “Kau pikir ini biasa, tapi bagiku ini sangat luar biasa. Walaupun ini singkat, ini membuatku senang.” Inner Donghae sambil terus menatap wajah Ryeowook yang masih serius membersihkan noda yang ada di sudut bibirnya dengan tissu.

“Nah. Selesai.” Ucap Ryeowook pelan sambil tersenyum.

“Gomawo Ryeowook.” Ujar Donghae dengan terus tersenyum.

“Cheonma oppa.” Ujar Ryeowook dengan tersenyum.

“Hei, apa kau ingin naik yang ada di belakangmu itu?” tanya Donghae dengan riang sambil menunjuk belakang tubuh Ryeowook. Ryeowook menolehkan kepalanya ke belakang, lalu tersenyum lebar pada Donghae. “Kenapa tidak? Kajja oppa !!!” jawab Ryeowook dengan riang juga sambil berdiri. Mereka tertawa, lalu segera berdiri dan berlari menuju loker tiket.

[Kembali ke kantor Cho Corporotion]

Kyuhyun berjalan dengan tergesa – gesa sambil terus bertanya pada orang – orang yang lewat.

“Apa kau melihat Ryeowook?” tanya Kyuhyun dengan sopan pada sekelompok karyawati yang kebetulan lewat.

“Ah maaf tuan muda. Kami tak melihat nona Ryeowook.” Jawab salah satu dari mereka setelah beberapa menit saling berpandangan.

“Oh gamsahamnida.” Ujar Kyuhyun sambil membungkuk lalu kembali bertanya pada seorang pegawai kantor yang lewat dengan pertanyaan yang sama dan juga mendapat jawaban yang sama. Kyuhyun menarik nafas berat. Ia benar – benar frustasi. Pasalnya dari tadi tak ada yang mengetahui keberadaan Ryeowook dan itu benar – benar mengganggu pikirannya sekarang. Di saat – saat kefrustasiannya itu, ia tak sengaja melihat Henry dan Taemin yang sedang berjalan bersama.

“Hei hei .. temannya Ryeowook!!!!” panggil Kyuhyun dengan keras, mau diapakan lagi? Kyuhyun tak tahu nama – nama teman Ryeowook walaupun sudah beberapa kali bertemu.

Henry dan Taemin yang merasa aneh berhenti berjalan dan menolehkan kepalanya ke belakang. Mereka langsung menampakkan ekpressi aneh ketika tahu Kyuhyun mengejar mereka dan terus berteriak “Hei .. tunggu !!! temannya Ryeowook !!!”

“Temannya Ryeowook?” tanya mereka serempak dengan aneh dan saling berpandangan.

“Ia tak tahu nama kita? Yang benar saja!!!” ujar Henry dengan sebal.

“Ah Henry-ah .. ia tuan muda. Ia orang penting disini dan terlalu banyak mengenal banyak orang. Banyak pegawai disini. Itu bukan masalah yang serius bukan?” Bisik Taemin menenangkan Henry.

“Apanya yang bukan masalah yang serius??? Buka matamu lebar – lebar. Kita ini teman Ryeowook noonna. Garis bawahi, kita ini teman Ryeowook noonna dan Ryeowook noonna adalah tunangannya!!! Secara tidak langsung kita ini harusnya termasuk dalam kategori orang – orang istimewa di dalam hidupnya!!!!” ujar Henry tak terima.

“Pelankan suaramu. Jangan berlebihan. Ia sudah dekat.” Ucap Taemin mengingatkan.

Henry mendecak kesal mendengar kalimat yang terlontar dari mulut Taemin sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.

Kyuhyun menghentikan langkahnya dengan senyum merekah di wajahnya, ia berpikir pasti mereka berdua tahu keberadaan Ryeowook. Karena mereka berdua teman dekat Ryeowook.

“Hei ..” ucap Kyuhyun berbasa – basi.

“Oh hai tuan muda ..” jawab Taemin dengan tersenyum manis.

“Kami punya nama.” Celetuk Henry dengan wajah sebal. Kyuhyun yang tahu maksud Henry langsung menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“Henry-ah ..” panggil Taemin dengan nada khawatir, Taemin benar – benar khawatir jika Kyuhyun tersinggung dengan perkataan Henry barusan.

“Oh baiklah. Siapa namamu?” tanya Kyuhyun sambil mengulurkan tangannya. Tentu saja, mereka berdua yang melihatnya langsung membelalakkan matanya tak percaya. Mereka benar – benar tak percaya jika seorang Cho Kyuhyun, anak kedua dari pemimpin tempat perusahaan dimana mereka bekerja dan salah satu perusahaan paling besar di Korea Selatan mengajak mereka berkenalan duluan dan mengulurkan tangannya. Itu benar – benar seperti khayalan atau mimpi di siang hari bagi mereka berdua.

Kyuhyun mengguncangkan tangannya mencoba menyadarkan mereka.

“Bagaimana?” tanya Kyuhyun.

“Oh .. Henry Lau imnida.” Jawab Henry sambil menjawab uluran tangan Kyuhyun masih dengan raut wajah shock.

“Dan kau nona?” tanya Kyuhyun pada Taemin.

“Oh .. Lee Taemin imnida tuan muda.” Ujar Taemin sambil membalas uluran tangan Kyuhyun dengan ragu.

Setelah itu keadaan semakin canggung. Untuk mencairkan keadaan, Kyuhyun berbasa – basi dengan mereka berdua.

“Kalian akan kemana?” tanya Kyuhyun.

“Kami?” tanya mereka berdua dengan tak percaya sambil saling berpandangan.

“Kami akan ke cafe. Apa tuan muda mau ikut?” tanya Taemin.

“Ah tidak. Apa kalian akan kesana bersama Ryeowook?” tanya Kyuhyun.

“Tidak tuan muda. Kami bahkan seharian ini tak melihat Ryeowook noonna sama sekali.” Jawab Henry berterus terang.

“Benarkah?” tanya Kyuhyun memastikan.

“Iya. Apa untungnya kami berbohong? Itu benar – benar bodoh.” ujar Henry dengan kesal.

“Apa tuan muda sedang mencari Ryeowook eonnie?” tanya Taemin menyimpulkan dengan tepat dan berhasil membuat Kyuhyun mati kutu.

“Euuung … ya bisa dikatakan seperti itu.” Ucap Kyuhyun dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

Henry merapatkan tubuhnya ke Taemin, lalu berbisik, “Kenapa tidak berkata langsung saja? Gengsinya benar – benar terlalu tinggi, bukankah seperti itu?” setelah mengatakan itu Taemin menepuk tangan Henry pelan. “Kau benar – benar tidak sopan.” Bisik Taemin.

Kyuhyun yang mendengarnya hanya bisa tersenyum masam.

“Kami benar – benar tak melihat Ryeowook eonnie seharian ini tuan muda. Kenapa tidak bertanya dengan kepala keamanan? Bukankah perusahaan ini mempunya kamera cctv di setiap tempatnya? Mungkin saja Ryeowook eonnie berada di sebuah tempat.” ujar Taemin dengan tersenyum.

“Mungkin saja Ryeowook noonna mendapatkan tempat bagus untuk bermain petak umpet atau tempat persembunyian untuk memakan makanan kesukaannya.” Celetuk Henry dan berhasil membuat Taemin menghembuskan nafas beratnya agak kesal dengan sikap Henry yang hampir sama seperti Ryeowook.

“Yang benar saja.” Gumam Taemin agak kesal.

Mendengar kalimat – kalimat yang dituturkan Taemin barusan membuat Kyuhyun tersenyum lebar. “Kenapa tak terpikirkan olehku? Terima kasih atas saranmu.” Ujar Kyuhyun dengan senang.

“Maaf aku harus pergi dulu.” Ujar Kyuhyun lagi dengan sopan lalu segera berlari dengan kencang meninggalkan mereka berdua.

“Beruntungnya Ryeowook eonnie.” Ujar Taemin dengan tulus melihat punggung Kyuhyun yang semakin menjauh dari pandangan mereka.

“Bukankah dia terlalu bodoh hanya karena cinta?” Ujar Henry blak – blakan. Taemin hanya bisa memandangi Henry dengan menahan tawanya.

[Kembali ke pasar malam]

Ryeowook dan Donghae benar – benar menghabiskan sore itu dengan kebahagiaan. Mereka menaiki komedi putar, bianglala, bermain lempar bola, dan permainan yang lain dengan diiringi canda tawa, mereka benar – benar gembira sore itu. Untuk sejenak Ryeowook dapat melupakan masalahnya dengan Kyuhyun.

Setelah hampir menaiki dan mencoba semua wahana di pasar malam tersebut, akhirnya Ryeowook dan Donghae memutuskan untuk mampir ke kedai soju di pinggir jalan dekat pasar malam. Di pelukan tangan Ryeowook terdapat sebuah boneka beruang kecil berwarna ungu, hasil dari bermain lempar bola bersama Donghae. Walaupun sebenarnya penyumbang terbesar adalah Donghae bukan Ryeowook, mengingat Ryeowook benar – benar payah dalam melempar karena sebagian besar bola yang dilempar Ryeowook tak kena sasaran tadi. Bahkan tadi ia melemparkan bolanya dengan asal – asalan, benar – benar tak berbakat.

“Hahahah .. tadi benar – benar sangat menyenangkan. Apa kau melihat wajah takutmu saat berada di bianglala tadi oppa??? Hahaha … Itu benar – benar menggelikan untukku. Aku baru tahu kalau seorang manager Lee takut dengan ketinggian. Menggelikan sekali. Apa aku orang pertama yang menegtahuinya oppa ??? Bagaimana kalau aku membeberkannya ke teman – teman knator ??? Hahahahah … Oh mereka pasti terkejut! Hahahhah” Ujar Ryeowook dengan tertawa terbahak – bahak sambil memasuki kedai.

“Aku hanya sedikit kurang enak badan tadi.” Elak Donghae dan berhasil membuat Ryeowook tambah tertawa terpingkal – pingkal.

“Kau berbohong oppa .. hahahha .. kau tak perlu malu .. jujur saja … hahahhahah …. kalau tidak nanti hidung oppa bertambah panjang seperti pinokio … hahahah …” ujar Ryeowook lagi dengan tertawa sambil memegangi perutnya yang sakit karena terlalu banyak tertawa.

“Sudahlah. Ayo duduk Ryeowook.” Ajak Donghae sambil menarik Ryeowook dan mendudukkan Ryeowook di salah satu kursi walaupun Ryeowook masih saja tertawa terpingkal – pingkal.

“Hahahah .. kau membelokkan pembicaraan .. hahha .. kau pasti sangat malu oppa .. hahha. Katakan saja oppa .. kau itu benar – benar … hahahah …” Ryeowook masih saja tertawa tanpa mempedulikan pengunjung lain yang agak merasa terganggu dengan tawa cempreng milik Ryeowook yang tentu saja sangat keras dan menyakitkan di gendang telinga mereka. Tentu saja Donghae mengetahuinya, oleh karena itu secara sigap Donghae langsung menempelkan jari telunjuknya ke bibir cherry milik Ryeowook dan berhasil membuat Ryeowook berhenti tertawa.

“Apa?” tanya Ryeowook polos.

“Kau mengganggu pengunjung lain Ryeowook-ah.” Ujar Donghae sambil melirik ke pengunjung lain yang masih menatap mereka agak jengkel. Tentu saja Ryeowook ikut melirik dan benar saja, ia melihat pengunjung lain menatap mereka dengan tatapan sedikit jengkel.

“Ah .. aku mengerti oppa.” Ujar Ryeowook pelan sambil menatap Donghae.

“Baiklah. Kau diam. Aku akan pesan soju untuk kita berdua.” Ucap Donghae sambil tersenyum.

“Baik kapten. Hihihihi …” Ujar Ryeowook dengan riang dan menirukan gaya seorang prajurit yang sedang hormat.

“Ahjumma .. kami pesan 2 botol soju.” Ujar Donghae dengan suara keras.

“Baiklah.” Jawab ahjumma penjual sambil mengambil 2 botol soju, lalu memberikan 2 botol soju itu ke meja mereka berdua beserta dengan gelasnya.

“Ini pesanan kalian berdua. Selamat menikmati.” Ucap ahjumma tadi dengan senyum ceria terpampang di wajahnya.

“Gomawooo ahjumma ..” ujar Ryeowook dengan riang dan Donghae hanya bisa tersenyum melihat tingkah Ryeowook.

“Hahaha .. cheonma.” Jawab ahjumma tadi dengan tertawa.

“Gamsahamnida ahjumma.” Ucap Donghae sopan.

Ahjumma tadi tersenyum pada Donghae, lalu mencolek lengan Donghae dengan jahil. “Ngomong – ngomong, kau punya selera yang sangat bagus dalam memilih seorang yeoja.” Bisik ahjumma tadi.

“Hah?” Donghae bingung dengan kalimat yang dituturkan ahjumma padanya.

“Dia sangat manis.” Bisik ahjumma tadi sambil melirik Ryeowook yang menampakkan raut wajah tersipu malu karena suara ahjumma tadi bisa di dengarnya jelas.

“Lihatlah. Yeojachingumu itu merona pipinya ..” goda ahjumma tadi pada Donghae, lalu berlalu pergi tanpa permisi dan berhasil membuat Donghae kehabisan kata – kata sambil menatap Ryeowook yang agak cengo karena mendengar penuturan ahjumma tadi.

“Yeojachingu eoh?” gumam Donghae pelan dengan pandangan menerawang.

~ Love Is Crazy ~

Sungmin keluar dari kamar mandi dengan wajah lesu lalu mematikan saklar lampu dan kamar menjadi agak gelap karena tinggal satu lampu tidur yang menyala, ia berjalan gontai menuju ranjangnya, lalu duduk termenung.

“Setelah ini akan berbeda.” Gumamnya dengan mata menerawang sedih. Setelah mengatakan itu ia dengan lesu menarik selimut dan mencoba tidur.

“Apa yang terjadi padaku?” ucapnya pelan sambil berganti posisi tidur menyamping menghadap ke jendela kamarnya yang gelap.

“Rasanya sesak sekali memikirkan ia akan pergi.” Ujar Sungmin dengan sedih.

“Jinjja?” Sungmin merasakan ada orang yang berbaring disampingnya. Tentu saja Sungmin membelalakkan matanya tak percaya.

“Mwo?” gumam Sungmin kaget.

“Aku juga. Rasanya sesak sekali, sampai rasanya aku ingin mati saja memikirkan aku akan pergi.” Lanjut orang itu, Sungmin tahu suara siapa itu. Suara yang sering mengganggunya setiap saat. Suara yang selalu sabar menemaninya walaupun ia sering mengacuhkannya bahkan memarahinya dan juga memakinya setiap saat. Suara yang sekarang menjadi bagian dari hidupnya entah ia sadari atau tidak. Itu suara Yesung.

Air mata Sungmin tak dapat dibendung lagi. Air matanya semakin turun ketika Yesung berkata, “Apa aku tak jadi pergi saja?”

Dengan seketika Sungmin berbalik dan memeluk Yesung dengan erat dan juga diiringi isakan tangisan yang agak keras karena Sungmin mencoba menahannya.

“Mwo?” ucap Yesung tak percaya. Baru kali ini ia merasakan Sungmin bergitu dekat dengannya.

“Berhenti melakukan itu semua untukku. Hiks … Berhentilah. Kau punya kehidupanmu sendiri … hiks .. pergilah …” ujar Sungmin dengan terus memeluk Yesung dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang Yesung.

“Pergilah .. walaupun aku terus merengek memintamu untuk tinggal kau harus tetap pergi. Hiks ..”

“Pergilah .. walaupun aku akan mengemis di lututmu untuk tinggal. Hiks .. kau juga harus tetap pergi …”

Yesung mengelus – elus rambut Sungmin yang halus dengan tatapan yang tak bisa diartikan.

“Aku tak pernah menyangka jika aku akan seperti ini jadinya saat kau akan pergi dariku walaupun hanya sementara … hiks ..”

“Aku membencimu karena mengganggu hidupku. Hiks … tapi aku merindukanmu saat kau berhenti menggangguku. Hiks ..”

“Aku selalu mengacuhkanmu … tapi kau terus tetap bertahan disisiku .. hiks .. sebesar apa hatimu itu untukku?”

“Aku selalu mengolok – olokmu, menjelek – jelekkanmu .. hiks .. tapi kau tetap tersenyum padaku. Apa yang ada di pikiranmu?? Apa kau pikir dirimu itu malaikat ??? Hiks .. kau benar – benar bodoh menyukai yeoja sepertiku .. hiks ..”

“Tapi .. tapi ..”

“Aku ..”

“Aku ..”

“Aku sangat menyukaimu Kim Yesung.”

DEG

Yesung membelalakkan matanya tak percaya. Itu baru pertama kalinya Sungmin berkata seperti itu padanya. Ia berkata ia menyukainya.

Yesung bahkan tak percaya ia akan mendengarnya langsung dari mulut Sungmin sendiri. Yesung bahkan sampai menangis bahagia.

“Aku juga sangat menyukaimu ..”

“Lee Sungmin.” Ucap Yesung lembut sambil mendekap tubuh Sungmin dengan erat.

~ Love Is Crazy ~

Siwon duduk di tempat duduk ia biasa minum di cafe. Ia sebenarnya sedang menunggu Kibum pulang, tapi karena berhubung ia berada di cafe ia tak mungkin hanya menunggu tanpa memesan sesuatu apapun kan? Jadi ia memesan secangkir kopi hangat.

Ia benar – benar penasaran dengan perubahan sikap Kibum pada semua orang hari ini, terutama dirinya. Pasti ada sesuatu yang ia sembunyikan dengannya.

Saat sedang memandangi keadaan jalanan kota Seoul dari jendela, Kibum lewat. Tentu saja tanpa basa – basi Siwon langsung keluar cafe dan segera berlari mengejar Kibum, meninggalkan secangkir kopi yang masih hangat.

“Bummie ..” panggil Siwon dengan keras, karena Kibum terus berjalan dan malah semakin mempercepat langkahnya.

“Bummie …” panggil Siwon lagi, dan Kibum semakin menjauhinya. Tentu saja Siwon semakin mempercepat langkahnya juga untuk menggapai Kibum.

“Bummie..” akhirnya Siwon dapat menarik tangan Kibum dan membuat Kibum berhenti.

“Kenapa terus berjalan?” tanya Siwon pada Kibum yang masih berdiri tanpa menoleh pada Siwon yang mengajaknya bicara.

Beberapa detik mulai berlalu, hanya kesunyian yang Siwon dapat. Yang terdengar hanya suara angin malam, suara kendaraan – kendaraan yang lewat di jalan dan juga suara orang – orang yang berlalu lalang.

“Hiks … hiks .. hiks ..” isakan pelan keluar dari mulut Kibum.

Siwon yang bingung dan khawatir tentu saja langsung menarik tubuh Kibum lembut, lalu menangkup wajah Kibum yang kini mulai basah dengan air mata.

“Kenapa?” tanya Siwon bingung.

“Kenapa menangis?” tanya Siwon sekali lagi sambil menghapus air mata Kibum yang masih turun dengan ibu jarinya.

“Hiks .. kau .. hiks .. kau .. kau !!! pabboya !!!” ujar Kibum di sela – sela isakannya.

“Wae?” tanya Siwon heran dan juga bingung bercampur menjadi satu.

“Kenapa berciuman dengannya ?? hiks .. jika kau tak menyukaiku .. hiks .. seharusnya kau katakan dari dulu .. hiks .. jangan seperti ini… hiks .. kau jahat oppa ..” ujar Kibum lagi menjelaskan.

“Berciuman? Apa maksudmu dengan Yuri-ah di cafe tadi malam? Kau melihatnya??” tanya Siwon memastikan.

Kibum hanya diam dan terus menundukkan kepalanya, ia masih terus menangis dengan sesenggukan pelan.

Siwon tersenyum geli.

“Apa kau cemburu? Katakan padaku.” Ujar Siwon dengan tersenyum.

Mendengar kalimat yang keluar dari mulut Siwon membuat Kibum membelalakkan matanya tak percaya. Apa benar ia cemburu? Tapi yeoja lain jika diposisinya juga akan bertindak seperti apa yang dilakukannya sekarang kan? Pikirnya tak percaya.

“Kau memang berhak marah, aku menyadarinya. Maaf tak memberitahumu. Tapi dia adalah Yuri, mantan yeojachinguku. Ia tak mau melepasku, aku yang ingin berpisah dengannya secara sepihak. Karena aku tahu aku mulai tak menyukainya lagi dan mulai berpindah hati. Dan kemarin ia sadar bahwa hatiku sudah bukan miliknya lagi dan sebagai ucapan perpisahan ia memintaku untuk sebuah kecupan. Ia sadar bahwa hatiku kini milik yeoja lain, yaitu dirimu, Kim Kibum.” Setelah menjelaskan apa yang sebenarnya Siwon tersenyum manis seperti biasanya melihat Kibum sedikit demi sedikit mendongakkan kepalanya tak percaya dan shock mendengar penjelasan Siwon.

“Mwo?” ujar Kibum pelan dengan nada tak percaya dan menyesal bercampur menjadi satu.

“Kau salah paham. Tapi aku minta maaf karena telah mengabulkan permintaannya untuk mengecupku.” Jelas Siwon lagi.

Kibum menatap Siwon mencoba mencari kebohongan dalam sorot matanya, tapi ia tak menemukannya. Ia malah menemukan sorot mata kebahagiaan, kelembutan dan kasih sayang di dalam matanya.

Di dalam keadaan masih mencari kebenaran dalam mata Siwon, Siwon dengan tiba – tiba mengecup pelan bibir milik Kibum dan berhasil membuat Kibum membelalakkan matanya tambah tak percaya.

Siwon dengan pelan menarik bibirnya dari bibir Kibum. Jarak di antara wajah mereka hanya berkurang sedikit. Siwon tersenyum manis pada Kibum yang masih menatap Siwon shock. “Apa kau mempercayaiku? Ini yang namanya kecupan.” tanya Siwon dengan tersenyum.

Seperti tersihir dengan tak sadar Kibum menganggukan kepalanya pelan masih dengan raut wajah shock.

“Dan ini baru namanya sebuah ciuman.” Siwon tambah tersenyum manis, lalu kembali mengecup bibir lembut milik Kibum, namun lama – kelamaan kecupan itu menjadi sebuah ciuman, lalu lumatan – lumatan kecil yang di dalamnya tak ada nafsu sama sekali, hanya kelembutan yang ada. Mereka berciuman di trotoar tanpa mengindahkan keramaian yang ada diiringi dengan tiupan angin malam yang lembut.

~ Love Is Crazy ~

Dengan wajah serius Kyuhyun menatap banyak layar monitor di depannya, itu adalah layar monitor untuk memantau perusahaan Cho corporation.

“Bisakah kalian memutar kamera yang ada di cafe?” tanya Kyuhyun.

“Baik Tuan Muda.” Dengan sigap petugas yang bekerja di ruang kontrol langsung memutar kamera yang ada di cafe, Kyuhyun melihatnya dengan teliti mencoba mencari keberadaan Ryeowook, yeoja mungilnya.

“Coba putar yang ada dalam ruangan divisi marketing!” perintah Kyuhyun masih dengan memandangi layar monitor.

“Baik.” Dengan sigap mereka mematuhi perintah Kyuhyun.

Kyuhyun dengan teliti memandangi layar monitor yang ada di depannya.

‘Hanya ada dua kemungkinan ia berkeliaran, cafe dan ruang divisi marketing. Selain itu ia jarang berkeliaran. Tapi di tempat yang lain-pun tadi tak ada.’ batin Kyuhyun berpikir.

“Kenapa tak ada?” gumam Kyuhyun.

“Tuan Muda permisi.” Salah satu dari petugas memberanikan bertanya.

Kyuhyun menolehkan kepalanya, memberi tanda bahwa ia memberi izin.

“Kalau boleh bertanya, sebenarnya apa yang Tuan Muda cari???” tanyanya.

Kyuhyun tersenyum simpul, “Aku mencari seseorang yang mungil bermata caramel dan sangat spesial, dia hadiah dari Tuhan untukku.” Ujar Kyuhyun dengan tulus, tak ada keraguan dalam nada bicaranya. Kata – kata itu benar – benar dari lubuk hatinya yang paling dalam.

“Apa yang Anda maksud nona Ryeowook?” jawab salah satu petugas dengan tak percaya.

Kyuhyun hanya diam dengan tersenyum simpul.

“Waaah .. aku baru tahu sisi romantis milik Tuan Muda. Nona Ryeowook pasti sangat bahagia memiliki Anda Tuan Muda. Hahhaha …” Puji salah satu petugas dan dihadiahi tatapan tajam dari yang petugas yang lain karena mereka sedang dalam keadaan serius.

“Euuung .. aku baru ingat kalau nona Ryeowook tadi sekitar satu jam yang lalu ada di depan ruangan Anda, ia berdiri lama di depan pintu ruangan Anda, tadi aku melihatnya lewat monitor kamera ruangan divisi marketing.” Ujar salah satu petugas lagi dengan raut wajah mengingat – ingat.

Kyuhyun membelalakkan matanya antusias.

“Putar kembali!” perintah Kyuhyun dengan serius.

“Baik.”

Kyuhyun kembali menghadap monitor, dan yap … apa yang dikatakan petugas tadi memang benar. Saat waktu mulai dimundurkan ke waktu satu jam yang lalu, tampaklah di layar monitor Ryeowook yang sedang berdiri di depan pintu ruangan Kyuhyun.

‘Kenapa dia hanya berdiri disitu saja?’ batin Kyuhyun berpikir.

Lalu, di layar monitor Ryeowook mulai berjalan semakin mendekati pintu ruangan Kyuhyun dan menempelkan telinganya ke pintu.

‘Apa yang dia dengarkan?’ batin Kyuhyun semakin bingung melihatnya.

Setelah beberapa lama mengamati, akhirnya Ryeowook berbalik dan pergi dengan raut wajah marah dan menangis, Kyuhyun yakin itu, walaupun wajah Ryeowook tak terlihat jelas namun dari gerak – gerik Ryeowook, Kyuhyun yakin Ryeowook menangis dan marah.

‘Ada apa?’ batin Kyuhyun semakin bingung dengan sikap Ryeowook.

Lalu di dalam layar monitor terlihat, Donghae yang tak sengaja bertemu dengan Ryeowook dan Ryeowook menariknya pergi, lalu Ryeowook tak terlihat lagi karena memang kamera di ruang devisi hanya di dalam ruangan, setelah keluar dari ruangan sudah berganti kamera.

Kyuhyun semakin bingung dan heran, ‘Kenapa ia menarik Donghae? Ada apa sebenarnya?’ batin Kyuhyun mulai tak tenang.

Kyuhyun terus berpikir dengan sikap Ryeowook yang tadi dilihatnya dalam layar monitor. Ia terus berpikir apa penyebabnya.

Kyuhyun membelalakkan matanya tak percaya.

“Heechul.” Ujarnya dengan shock menyadari apa yang menyebabkan tingkah laku Ryeowook menjadi begitu.

~ Love Is Crazy ~

Mobil Donghae berhenti di depan apartemennya. Lalu dengan tergesa ia keluar dari mobil dan segera membuka pintu dan dengan kesusahan mengeluarkan Ryeowook yang mabuk berat karena terlalu banyak meminum soju tadi.

“Hei anak kecil .. kau benar – benar sangat menyebalkan eoh??? Hehehhe..” igau Ryeowook dalam gendongan Donghae.

“Sudah ku bilang jangan minum banyak – banyak Wookie-ah.” Ujar Donghae sambil menutup pintunya dengan kakinya, karena kedua tangannya untuk menahan tubuh Ryeowook, lalu mengunci pintu mobilnya dengan remot kunci yang ada dalam tangannya.

“Kau bermain dengannya tanpa kutahu. Apa kau selalu bermain dengannya setiap hari heh anak kecil ???” igau Ryeowook lagi sambil menyandarkan dagunya ke bahu Donghae.

“Kau menyebalkan. Aku akan membunuhmu setelah ini. Kau tahuuu ?!??!!” Igau Ryeowook lagi sambil mengepalkan tangannya ke udara.

Donghae hanya tersenyum kecut mendengar igauan Ryeowook.

Akhirnya setelah beberapa lama, Donghae sampai di apartemennya. Ia langsung menidurkan Ryeowook ke tempat tidurnya.

“Haiih .. ternyata kau berat juga eoh?” ujar Donghae dengan ngos – ngosan.

“Tenyata ukuranmu berbeda dengan berat badanmu.” Ujar Donghae tak habis pikir, setelah itu ia lalu membalikkan badannya untuk pergi ke kamar mandi. Namun tiba tiba ..

Sreeet

Bruuuk

Donghae jatuh menindih Ryeowook dikarenakan cekalan tangan Ryeowook yang tiba – tiba pada Donghae.

Ryeowook tersenyum smirk pada Donghae, “Apa kau tak mau bermain denganku anak kecil huh???” ujar Ryeowook masih dengan keadaan mabuk.

“Wookie-ah … sadarlah.” Ujar Donghae khawatir.

Namun, Ryeowook malah menarik dasi Donghae dan menariknya untuk lebih dekat lagi dengan tubuhnya.

“Kiss me ..” ujar Ryeowook dengan lembut dan diiringi desahan dalam nadanya.

Donghae menghembuskan nafas mirisnya.

“Jangan begini. Kau mabuk Wookie-ah.” Ujar Donghae sambil menatap sayu Ryeowook.

Mendengar perkataan Ryeowook, tangan Ryeowook mulai lemas dan Ryeowook menangis sejadi – jadinya …

“Kau jahat Kyu .. kau menyebalkan !!! Kau berengsek !!!” jerit Ryeowook frustasi.

“Kau bermain – main dengannya … dan kau aku anggap apa?!?!??!”

“Apa kau tak tahu kalau aku sangat menyukaimu, sangat ..”

Suara Ryeowook mulai melemah dan melemah hingga Ryeowook mulai tak sadar dan tertidur pulas.

Sedari tadi melihat tingkah laku Ryeowook membuat Donghae tersenyum kecut. Ia sudah tahu dari awal jika Ryeowook mulai menyukai Kyuhyun semenjak tadi pagi saat kejadian di atap. Ia bisa menyimpulkan bahwa Ryeowook mulai menyukai Kyuhyun dan sebenarnya dari tadi Donghae juga tahu kalau Ryeowook menyangka dirinya sebagai Kyuhyun saat mabuk tadi, oleh karena itu ia hanya diam.

Donghae mendonggakkan kepalanya, “Lihatlah Kyu apa yang kau perbuat dengan dirinya. Kau benar – benar namja menyebalkan.” ujar Donghae dengan tersenyum miris.

~ Love Is Crazy ~

Sinar matahari menyusup pelan dengan hangat melewati celah jendela apartemen Donghae yang sedikit terbuka.

Ryeowook menggeliat pelan di ranjang milik Donghae, agak terganggu dengan sinar itu. Ryeowook masih memakai pakaiannya yang semalam, dan sekarang pakaiannya benar – benar kusut bahkan kancing kemeja Ryeowook paling atas terbuka dan berhasil menampakkan sedikit dada Ryeowook.

“Euuuh ..” lenguh Ryeowook.

“Pusing sekali.” Ucap Ryeowook dengan suara sangat parau sambil mencoba membuka matanya.

“Ya Ampuun .. kepalaku benar – benar pusing.” Ujar Ryeowook lagi sambil memegang kepalanya.

“Euuuh .. rasanya benar – benar berat.” Ujar Ryeowook sambil mencoba bangun.

Setelah bangun dan duduk di kasur menatap sekeliling ruangan, Ryeowook baru menyadari sesuatu.

“Oeeeh !!! Yaaak !!! Dimana aku ini?!??!?!” pekik Ryeowook kaget.

“Apa yang terjadi ??” tanya Ryeowook bingung bukan main sambil menampar pipinya berulang – ulang kali.

“Tunggu sebentar!” ujar Ryeowook sambil menghentikan kegiatan menampar pipinya sendiri. Ia memandang foto Donghae yang berada di samping lampu tempat tidur.

“Heih ?? Donghae oppa?” tanyanya agak bingung dengan situasi yang sedang terjadi.

Ryeowook berpikir keras bagaimana bisa ia terdampar disini dan bagaimana bisa ada foto Donghae di kamar ini.

Setelah lama berpikir, akhirnya Ryeowook menepuk jidatnya menyadari kejadian tadi malam. Walaupun tadi malam Ryeowook mabuk berat, tapi ia masih ingat kejadian di kedai soju dan saat Donghae mencoba menghentikan Ryeowook yang terlalu banyak minum, ia juga masih ingat bagaimana Donghae akhirnya mengajaknya ke apartemennya.

“Ini pasti apartemen Donghae oppa.” Ujarnya baru menyadari.

“Tapi ..” Ryeowook celingukan ke sekeliling ruangan.

“Donghae oppa dimana?” tanya Ryeowook bingung mendapati ruangan yang sepi, bahkan tak ada tanda – tanda manusia selain dirinya.

Ting Tong

Bell apartemen Donghae terdengar di telinga Ryeowook, lalu Ryeowook tersenyum.

“Ah mungkin itu Donghae oppa.” Ujar Ryeowook senang.

Dengan langkah dan badan terhuyung – huyung Ryeowook menuju pintu apartemen Donghae karena efek mabuk tadi malam yang belum sepenuhnya hilang.

Ryeowook memutar gagang pintu.

Cekleeek

“Apa kau bersenang – senang tadi malam?”

Ryeowook membelalakkan matanya tak percaya mendengar suara itu, suara yang ia sangat kenali. Kyuhyun, iya itu milik Kyuhyun. Kyuhyun sekarang tengah menatap tajam Ryeowook dengan kilatan kemarahan yang Ryeowook tak pernah lihat sebelumnya.

“Kyu …. hyun …” cicit Ryeowook tergagap masih tak percaya.

TBC

 

Nah …. chapter selanjutnya adalah chapter penguras air mata xD plak

Karena tinggal dua chapter lagi LIC end !!!!

Hehehhehe :p

 

Maaf ane buatnya lama ya, sebenernya udah buat jauh – jauh hari tapi males nerusin T^T Tolooong ampuni dakooooh chingu-deul

Ya karena berhubung ini sudah masuk sekolah lagi, ane mohon pengertiannya ne. Ane mungkin bakalan lebih jarang lagi update 😥

Ane bakalan sibuk ngurus persiapan ujian nasional.

Terima kasih buat semuanya yang udah mau baca ff saya.

Saya mohon untuk tinggalkan komentar kalian ^^

Saya akan lebih senang dan semangat untuk menulis jika kalian berkomentar daripada jadi silent reader 🙂

 

Last. Review ne 😉

With Love! ❤ ❤ ❤ Frisca :*

Advertisements

Hate U Love U 2

h u

Frisca Freshtie Present ….

.

.. |(^.^)/\(^.^)| ..

….

~ Hate U Love U ~

.

.

 

Warning !!!

Ini pemainnya milik orang tuanya masing – masing, saya cuma minjam namanya doank buat mendukung cerita saya. Selebihnya, alur dan cerita milik saya.

Yang enggak suka cerita genderswitch diharapkan menjauh saja ya. Don’t like don’t read.

Banyak jebakan typo, jadi hati – hati dna dimohon pengertiannya.

Selamat membaca ^^

.

.

.

.

 

~ Hate U Love U ~

 

[After 10 Years]

Bunyi cicit burung – burung yang bernyanyi di pagi hari membuat pagi itu begitu asri dan sangat menyenangkan untuk dinikmati, apalagi langit begitu cerah tanpa awan yang menghalangi dan membuat sinar matahari begitu leluasa menyinari bumi pada pagi itu.

Pagi itu di sebuah rumah di daerah kompleks perumahan yang asri, di dalam sebuah kamar yang kental dengan suasana girly and soft seorang yeoja teronggok dengan posisi tidur yang bisa dikatakan sangat tak cocok sebagai seorang yeoja normal. Tidurnya benar – benar ganas dan sangat tak etis, bagaimana bisa ia seorang yeoja bisa tidur tengkurap dengan kaki merentang memenuhi ranjang dengan selimut, bantal dan guling – guling yang berserakan di lantai.

Sinar matahari menyusup pelan dari gorden yang tidak tertutup rapat di jendela kaca kamarnya. Namun agaknya yeoja itu biasa saja dengan keadaan ini, jika manusia normal pastilah terganggu dengan sinar matahari itu. Ya kita bisa mengambil kesimpulan kalau yeoja yang ada di ranjang ini tidak normal.

Dok dok dok …

Sebuah suara gedoran pintu yang terdengar begitu menyebalkan di telinga terus terdengar dan semakin cepat ritme ketukan dan suara gedorannya. Suara gedoran itu bukan berasal dari pintu kamar melainkan dari pintu balkon kamar itu.

Dok dok doooook ….

Suara gedoran itu semakin menyebalkan saja di dengar di telinga. Dan sepertinya yeoja tidak normal, eh maksudnya yeoja yang ada di ranjang mulai terusik karena dengan tubuhnya yang agak menggeliat sedikit menunjukkan kalau ia mulai terusik dengan suara gedoran itu.

Dok dok doook ….

Ah suara gedoran itu semakin kencang dan memekakan telinga yang mendengarnya, aku yakin orang yang menggedornya itu pastilah sangat bertenaga dan kuat.

Dok dok dooook …

“Heeeuuung .. sebentar ..” ujar yeoja itu dengan suara yang sangat parau sambil mencoba bangun dengan terhuyung – huyung, setelah bisa berdiri yeoja itu mulai berjalan gontai menuju pintu balkon, penampilannya benar – benar buruk, piyama dress yang kusut, rambut acak – acakan yang mengembang, masker untuk wajah yang sudah melenceng dari tempatnya dan jangan lupakan air liur yang sudah mengering di sudut bibirnya itu. Lalu dengan setengah kesadarannya ia membuka pintu balkon itu. Dan jeng jeng jeng …..

Tampaklah seorang yeoja dengan pakaian kaos oblong, celana boxer dan rambut yang dikucir asal – asalan, ya kita bisa menyimpulkan yeoja yang menggedor pintu itu bisa dikatakan yeoja tomboy. Dengan gerakan cepat orang yang menggedor pintu itu langsung menerkam yeoja itu dengan ganas dan mengguncang – guncangkan tubuh yeoja itu sampai yeoja mungil itu terhuyung – huyung.

“Wookie ..”

“Wookie … bantu aku ..”

“Wookie bantu aku .. kau harus membantuku ..” ujarnya terus berulang – ulang dengan terus mengguncang – guncang tubuh yeoja mungil itu dengan ekpressi horor dan biadab menurut yeoja mungil itu.

“Wookie …” dengan gerakan cepat yeoja yang mengguncang – guncang yeoja mungil yang dipanggil Wookie itu menoyor kepala yeoja mungil itu dengan tak berperasaan.

“Aduuuuuh !!!!!” ujar Ryeowook refleks karena kepalanya di toyor. Bahkan saking kerasnya toyoran yeoja di depannya itu membuat masker Ryeowook terlepas dan jatuh ke lantai, lalu terlihatlah wajah seorang yeoja mungil itu yang cantik dengan sangat jelas. Mata caramel yang masih sayu karena efek habis bangun tidur, hidung mungil namun sangat pas di wajahnya, bibir yang kecil dan berwarna ranum itu juga semakin membuat yeoja mungil itu sempurna.

“Kau harus membantuku sekarang juga Wookie!” ujar yeoja di depannya dengan sangat keras dan berhasil membuat kesadaran Ryeowook kembali seratus persen.

“Hah? Chullie ……” ujar Ryeowook kaget setelah sadar dan menyadari bahwa orang yang ada di depannya adalah Heechul, sahabat karibnya dari kecil sampai sekarang.

“Wookie .. kau harus membantuku …” mohon Heechul dengan mengeluarkan jurus andalannya yaitu mata puppy eyes-nya.

“Hah? Mwo? Ada apa?” tanya Ryeowook masih bingung.

“Ayo ikut aku, ppalli Wookie !!!” ujar Heechul tak sabaran dengan menarik tangan Ryeowook.

“Sebentar. Aku harus merapikan penampilanku dulu Chullie.” Ujar Ryeowook dengan memelas dan memohon.

“Tidak. Kau harus membantuku sekarang!” bantah Heechul dengan cepat dan langsung menarik Ryeowook dengan bertenaga keluar kamar.

~ Hate U Love U ~

Pairing : KyuWook

Rate : T

Genre : Romance, Comedy, Genderswitch, Friendship, Abal – Abal, Gaje, Failed!

Author : Frisca Freshtie

Cast :

~ Kim Ryeowook (Yeoja)

~ Cho Kyuhyun (Namja)

~ Kim Heechul (Yeoja)

~ Lee Donghae (Namja)

~ Lee Hyukjae (Yeoja)

 

~ Hate U Love U ~

“Bagaimana keadaan Bangshin???” tanya Heechul dengan raut wajah yang sangat khawatir.

Alis Ryeowook berkedut – kedut mendengar pertanyaan Heechul, lalu disusul dengan wajah dongkol dan gondok milik Ryeowook. Lalu Ryeowook mendengus kesal.

‘Apa dia benar – benar sudah gila?’ batin Ryeowook tak habis pikir.

Ryeowook lalu membuat senyum palsu yang sangat lebar.

“Dia terkena panu, kadas dan juga kurap. Ia mengalami komplikasi.” Ujar Ryeowook dengan tampang tanpa dosa sambil mengangkat Bangshin (kucing kesayangan Heechul).

“Huh? Apa kau bercanda Wookie?”

“Anio .. lihatlah bulu – bulu Bangshin ini. Warnanya sangat buruk. Yang ini, yang ini, lalu yang ini juga warnanya hitam sedangkan yang lain warnanya dominan abu – abu.” Ujar Ryeowook dengan muka watados.

“Itu namanya belang Wookie dan sudah dari dulu seperti itu warnanya. Apa kau bercanda heh?” Ujar Heechul dengan muka gondok.

“Lalu aku harus bagaimana ????? katakan padaku !!! bagaimana aku bisa tahu penyakit yang dideritanya ??? aku ini tidak tahu dia sakit apa !!” ujar Ryeowook menjelaskan dengan emosi.

“Tapi kan kau kuliah di fakultas kedokteran Wookie-ah ..” bantah Heechul lagi sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya dengan mata memincing.

“Nde. Itu benar. Tapi coba lihat dulu aku masuk ke spesialis apa huh ??? aku ini masuk ke fakultas kedokteran spesialis gigi !!!” ujar Ryeowook dengan emosi, ia tak habis pikir dengan isi kepala Heechul jika sudah panik tentang Bangshin, kucing kesayangannya. Jika seperti ini Heechul seperti kehilangan akalnya saja.

“Hehehhe .. mian ne Wookie-ah. Aku tadi panik.” Ujar Heechul dengan nyengir kuda.

“Huh. Aku tahu.” Ujar Ryeowook jengah dengan memutar bola matanya.

“Bagaimana aku tidak panik dan khawatir??? Akhir – akhir ini bulu – bulunya sering rontok, nafsu makannya berkurang, suka batuk – batuk … aku jadi khawatir.” Ujar Heechul membela dirinya sendiri.

“Haih. Kenapa kau tak tanyakan saja ke Donghae-ah? Dia kan calon dokter hewan.” Ujar Ryeowook dengan malas.

“Ah iya. Kenapa tak terpikirkan olehku ya?? Hahahha .. kau benar – benar pintar Ryeowook-ah.” Ujar Heechul sambil tertawa senang.

Inilah Heechul. Sangat menyayangi kucingnya ini. Bahkan Ryeowook sangat yakin, jika kucing itu ia buang ke jalanan sana. Seminggu kemudian Heechul akan ditemukan tergeletak tak bernyawa dengan mengenaskan di pembuangan sampah setempat.

“Kau menganggu tidurku di sabtu pagi ini Chullie-ah.” Ujar Ryeowook masih kesal dengan pembangunan paksa oleh Heechul.

“Hehehhe .. baiklah. Aku minta maaf. Bagaimana kalau sekarang kita ke kamar Donghae? Lalu setelah itu, aku akan membelikanmu semangkuk es krim jumbo rasa coklat dengan ditaburi kacang dan susu coklat?” tawar Heechul.

“Haih baiklah. Kau menang.” Ucap Ryeowook dengan tersenyum.

~ Hate U Love U ~

“Hei Chullie, mungkin sebaiknya kita memanggil Donghae dari sini saja.” Ujar Ryeowook memberi saran pada Heechul yang sudah naik ke balkon dan bersiap untuk melompat ke kamar Donghae yang berada di samping kamar Ryeowook. Kalian pasti bertanya bagaimana bisa? Jadi setelah Kyuhyun pindah, kamar itu ditempati Donghae karena orang tua Donghae menitipkan Donghae ke orang tua Kyuhyun karena orang tua Donghae berpisah dan mereka akan mengambil Donghae kembali jika hak asuh sudah jatuh ke salah satu dari mereka. Ternyata hak asuh jatuh ke eommanya, dan eommanya mencoba mengambil Donghae kembali untuk di ajak pergi ke Paris, tempat tinggal eommanya yang baru. Namun, Donghae tak mau. Ia memilih hidup di Seoul bersama paman dan bibinya. Jadi sampai sekarang Donghae tinggal bersama orang tua Kyuhyun, lagipula orang tua Kyuhyun tak keberatan sama sekali, mereka malah senang dengan tinggalnya Donghae di rumah mereka.

“Wae?” tanya Heechul heran.

Ryeowook menggigit bibirnya. “Euung .. itu tak sopan Chullie-ah, sekarang kita sudah besar bukan anak kecil lagi yang suka tidur bersama bertiga dan selain itu …..” belum sempat Ryeowook menjelaskan sampai selesai, Heechul langsung memotongnya.

“Aiiissh .. jangan terlalu dipikirkan Wookie-ah, kita bertiga kan sahabat. Jadi tidak apa – apa, percayalah. Kajja …” ujar Heechul dengan santai sambil melompat ke balkon kamar Donghae.

“Baiklah kalau begitu ..” ujar Ryeowook mengalah dan ikut melompat ke balkon kamar Donghae.

Pintu kamar Dongahe terbuka, terlihatlah isi kamar Donghae yang begitu rapi. Tak seperti kamar – kamar namja yang biasanya kita tahu, kamar ini begitu rapi dan bersih. Semua orang memang tahu bahwa Donghae adalah namja yang sangat rajin, Ryeowook dan Heechul juga menyetujuinya, selama mereka bersahabat, mereka tak pernah menjumpai kamar Donghae berantakan dan malah kebalikan, Donghae-lah yang sering menjumpai kamar mereka berdua berantakan, bahkan Donghae dengan senang hati merapikan kamar mereka berdua jika bermain ke kamar mereka. Namun, dalam kamar itu sepi, tak ada penghuninya.

“Sepi sekali, dimana Donghae-ah? Apa dia sedang mandi?” gumam Heechul sambil masuk ke kamar dan berkeliling dengan santai menjelajahi kamar Donghae seperti kamarnya sendiri.

“Molla.” Ujar Ryeowook dengan acuh tak acuh. Lalu, Ryeowook berjalan menuju balkon dan melihat pemandangan pagi yang begitu indah.

“Tapi kamar mandinya kosong.” Ujar Heechul dari dalam kamar.

‘Pagi ini begitu indah. Andai dia sekarang berada disini ..’ batin Ryeowook sambil menyangga dagunya dengan satu tangannya, lalu disusul dengan nafas berat yang keluar dari mulut Ryeowook.

“Oeeh .. Donghae-ah ternyata ada disana!!!” pekik Heechul dengan senang yang tiba – tiba berada di samping Ryeowook sambil menunjuk Donghae yang tengah bermain basket sendirian di lapangan basket dekat perumahan mereka dan berhasil membuat Ryeowook kaget setengah mati.

“Kajja Wookie-ah, kita susul Donghae-ah.” Ujar Heechul dengan riang dan disambut dengan wajah terserah milik Ryeowook.

~ Hate U Love U ~

Donghae terus bermain basket tanpa mengindahkan panas terik matahari yang mulai menyengat di kulit. Butiran – butiran peluh menetes dari tubuh Donghae yang berbentuk itu. Donghae memang memakain kaos agak ketat, sehingga bentuk badan Donghae begitu terlihat apalagi kaos itu kini basah karena banyaknya peluh dan semakin membuat Donghae begitu … errr … seksi, begitu seksi untuk dipandang mata – mata yeoja.

“Donghae oppa !!!!!” suara cempreng seorang yeoja yang melengking begitu terdengar di lapangan basket yang luas itu sehingga membuat Donghae berhenti bermain dan membalikkan badannya ke sumber suara.

“Oh hei adik kecil ..” ujar Donghae dengan tersenyum manis pada yeoja kecil berkuncir kuda di luar lapangan basket.

“Seeeelaaaamaaaat paaagiii oppa ..!!!!!” teriak yeoja kecil itu dengan riang sambil memasukkan kepalanya ke pagar kawat lapangan basket.

“Selamat pagi juga adik kecil ..” balas Donghae dengan ramah sambil berjalan mendekati yeoja kecil itu.

“Oppa oppa .. sekarang aku sudah jadi murid SMA … apa kau tahu itu ??” ujar yeoja kecil itu yang bernama Eunhyuk itu dengan malu – malu.

“Sekarang aku sudah boleh pacaran ..” lanjutnya lagi tambah tersipu malu, apalagi rona merah di pipinya itu.

Donghae tertawa geli mendengarnya. Eunhyuk adalah seorang gadis kecil berumur 16 tahun yang tinggal di dekat lapangan basket. Eunhyuk adalah gadis yang menyukai Donghae sejak kelas enam di sekolah dasar. Donghae mengartikan suka yang dimiliki Eunhyuk padanya hanya kagum semata, lambat laun akan menghilang pikirnya. Namun nyatanya sampai sekarang Eunhyuk masih saja seperti itu. Tapi mau apa dikata? Donghae adalah tipe orang yang sangat ramah dan tidak ingin menyakiti perasaan orang lain, jadi Donghae membiarkannya saja. Biarkan kehidupan yang akan berkata.

“Belajarlah dengan giat adik kecil. Arachi?” ujar Donghae sambil mengacak – acak poni rata milik Eunhyuk dengan tersenyum.

Eunhyuk terlihat begitu senang, bahkan matanya melebar dengan sendirinya dan seperti tersenyum. “Aku mengerti oppa.” Ujar Eunhyuk dengan sangat senang.

“Ah baiklah. Oppa sudah selesai dan sekarang sudah agak siang, oppa akan pulang, jadi kembalilah. Eommamu pasti mencarimu.” Ujar Donghae, lalu berbalik pergi.

“Nde, tapi oppa ..” dengan gerakan cepat tangan Eunhyuk menahan lengan kekar milik Donghae dari lubang kawat pagar lapangan basket.

“Tapi?” tanya Donghae bingung sambil melihat Eunhyuk.

“Bisakah oppa membantuku? Kepalaku tersangkut, tak bisa dikeluarkan oppa.” ujar Eunhyuk dengan polos.

Donghae semakin tertawa geli melihatnya. “Baiklah … sebentar. Mungkin akan terasa sakit.” Ujar Donghae sambil menaruh kedua tangannya ke kepala Eunhyuk yang masuk ke lubang kawat pagar lapangan basket.

Dari luar lapangan Ryeowook dan Heechul yang kebetulan sudah berada disana dan mendengar kalimat Donghae yang terakhir Donghae ucapkan dan juga posisi Donghae dan Eunhyuk yang mencurigakan membuat mereka berdua shock, mereka berpikir Donghae akan berciuman dengan Eunhyuk.

“Andwaeeeeeeeee !!!!!” pekik Heechul tak terima, lalu menghampiri mereka berdua yang kebingungan dengan sikap Heechul, sedangkan Ryeowook mengekor di belakang Heechul dengan tampaang masih shock.

“Wae Chullie?” tanya Donghae heran.

“Tidak bisa. Kalian tidak bisa berciuman! Bagaimana kau akan mencium yeoja di bawah umur !?!??! Itu tidak boleh terjadi!” pekik Heechul memprotes di dekat mereka.

“Berciuman???” ujar Donghae dan Eunhyuk hampir bersamaan dengan nada bingung.

“Maksudmu aku dan Eunhyuk?” tanya Donghae memastikan dan Heechul menganggukan kepalanya.

“Sebenarnya aku berharap seperti itu Chul-Chul eonnie ..” ujar Eunhyuk dengan tersenyum lebar dan langsung disambut dengan pukulan tangan milik Heechul yang sangat ganas ke kepala Eunhyuk. “Diam kau monyet kecil. Berisik!” ujar Heechul.

“Aku kan cuma berharap, apa salahnya? Chul-Chul eonnie benar – benar galak.” Ujar Eunhyuk sebal sambil memanyunkan bibirnya.

“Hei berhenti memanggilku dengan panggilan seperti itu! Dan berhenti mengataiku galak!” protes Heechul lagi.

“Ya Ampun Chullie, kau tak perlu sampai seperti itu padanya. Aku hanya membantu Eunhyuk untuk mengeluarkan kepalanya dari pagar kawat ini. Lihat?” Ujar Donghae menjelaskan sambil mengeluarkan kepala Eunhyuk dari pagar kawat dengan hati – hati dan akhirnya bisa keluar dengan selamat sentausa.

Melihat itu, Heechul jadi salah tingkah sendiri karena telah berburuk sangka tadi.

“Ah akhirnya bisa terbebas !!! Terima kasih oppa !!” ujar Eunhyuk dengan lega dan senang gembira.

“Cheonma adik kecil.” Ujar Donghae dengan tersenyum manis lagi.

“Aku pulang dulu ne oppa. Aku baru ingat kalau aku harus memberi makan Heechul.” Ujar Eunhyuk dengan riang. Mendengar namanya disebutkan, Heechul jadi sensi sendiri.

“Siapa Heechul yang kau maksud?” tanya Heechul dengan nada yang sangat tak bersahabat.

“Tentu saja anjing yang ada di depan rumahku, anjing penjaga. Namanya Heechul, soalnya dia galak jadi kunamakan Heechul.” Ujar Eunhyuk dengan tampang tanpa dosa, Ryeowook dan Donghae yang mendengarnya hanya bisa tertawa geli.

“APA ?!!??!?!? Kau samakan aku dengan anjing ??!?!?!?” pekik Heechul sambil mencoba mencekik leher Eunhyuk dengan ganas.

“Ah oppa. Aku pulang dulu ne .. ada anjing mengamuk disini.” Teriak Eunhyuk sembari berlari dari amukan Heechul menuju rumahnya.

“Cepat kau ganti nama anjingmu itu atau akan aku beri bom nuklir rumahmu itu !?!??!?!?!” teriak Heechul dengan emosi pada Eunhyuk yang sudah berada di rumahnya.

“Coba saja kalau bisa … bleeeeeee …” Eunhyuk berteriak dan langsung menjulurkan lidahnya dengan raut muka mengejek, lalu masuk ke rumah dan menutup pintu rumahnya.

Ryeowook dan Donghae hanya bisa tertawa melihat pertengkaran mereka berdua, entah lah dari dulu Heechul tak begitu menyukai Eunhyuk. Entahlah, tak ada yang tahu pasti apa alasannya. Setiap ditanya apa alasannya, jawabannya tak pernah sama. Selalu berubah – ubah.

“Aku tak menyukainya karena dia jelek.”

“Dia menjengkelkan.”

“Dia seperti monyet.”

“Dia menyebalkan dan sangat berisik. Aku benci orang berisik.”

“Dia tidak bisa berhitung.”

“Dia selalu menguncir rambutnya seperti kuda.”

“Dia masih kecil, jadi aku membencinya.”

Dan masih banyak lagi alasan lain, jadi kami tak pernah lagi menanyakannya. Setiap mereka bertemu pasti mereka berdua bertengkar.

“Ya Ampun .. menyebalkan sekali ..” umpat Heechul kesal bukan main.

~ Hate U Love U ~

Ryeowook duduk di kursi yang ada di balkon kamarnya dengan membaca majalah fashion miliknya dengan sangat santai, apalagi telinganya di sumbat dengan headset yang terhubung dengan mp3 player miliknya yang tergeletak di meja berdekatan dengan segelas jus pisang yang diberi susu coklat.

Saat sedang enak – enaknya menikmati membaca majalah, ia merasakan benda kecil membentur kepalanya. Dengan perasaan jengkel ia berhenti membaca majalah dan memungut benda kecil itu yang ternyata adalah remasan kertas. Lalu dengan ekpressi sebal Ryeowook menoleh ke arah tempat sumber kertas tadi. Terlihatlah Donghae sedang memandangi Ryeowook dengan manis dari balkon kamarnya.

“Apa?” tanya Ryeowook dengan ketus, masih sebal dengan perlakuan Donghae tadi padanya.

“Tidak ada apa – apa.” Jawab Donghae dengan ekpressi santai sambil mengangkat bahunya seperti tak acuh.

“Menyebalkan.” umpat Ryeowook, lalu kembali membaca majalahnya.

“Bagaimana kalau aku mengatakan Kyuhyun akan pulang?” ujar Donghae dengan nada serius. Ryeowook yang mendengar nama Kyuhyun disebut langsung shock dan tercengang sampai – sampai majalah yang ia baca tadi jatuh ke lantai seperti dengan gerakan slow motion.

“Mwo? Kyu-hyun, Kyuhyun pu-pu-pu-pulang?” gumamnya dengan terbata – bata saking kagetnya mendengarnya.

“Kau masih menyukainya?” tanya Donghae tepat sasaran.

Mendengar pertanyaan Donghae tadi seperti sengatan listrik bagi Ryeowook, ia langsung kembali sadar dan menggeleng dengan keras menyatakan bahwa ia tak menyukainya lagi.

“Tidak! Aku tidak menyukainya! Aku tak butuh dia mau pulang atau tidak! Terserah dia!” sangkal Ryeowook keras – keras sambil menyilangkan kedua tangannya didadanya.

“Ah, benarkah?” tanya Donghae dengan nada seperti tak percaya dengan perkataan Ryeowook barusan.

“Nde. Itu benar! Dia mau pulang atau tidak, itu urusannya, bukan urusanku!” ujar Ryeowook lagi sok jual mahal.

“Oh baiklah kalau begitu. Aku tinggalkan handphoneku disini ya, di dalamnya ada fotonya. Ya mungkin kau ingin melihat wajahnya yang sekarang, takutnya nanti kau tak mengenalinya saat pulang kemari.” Ujar Donghae sambil meletakkan hapenya di balkon.

“Aku akan segera kembali, aku mau mandi dulu. Aku masuk ya ..” Ujar Donghae sambil berlalu pergi masuk ke kamarnya meninggalkan Ryeowook yang masih menampakkan sifat sok jual mahalnya, padahal di dalam hatinya benar – benar berbeda dengan apa yang ditunjukkan Ryeowook sekarang.

“Aiish .. untuk apa kau tinggalkan Hae-ah??? Aku tak butuh!!! Ambil saja handphonemu itu kembali.” Pekik Ryeowook sambil mencoba membaca majalahnya kembali.

“Huh .. memangnya aku butuh apa? Tidak. Aku tak membutuhkannya.” gumamnya sok.

1 detik

2 detik

3 detik

Ryeowook melirik handphone yang masih berada di balkon dengan takut – takut, lalu sedtik kemudian langsung menggeleng keras.

1 detik

2 detik

3 detik

Ryeowook langsung menutup majalahnya, lalu menoleh ke handphone yang maish tergeletak dengan manis di balkon.

“Ini menyebalkan.” ujarnya lagi dengan frustasi.

Ryeowook menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri mencoba memastikan tak ada orang yang melihatnya. Setelah merasa keadaan aman, Ryeowook berdiri, lalu dengan raut wajah dan gerak – gerik seperti pencuri yang ada di film – film yang pernah ditontonnya berjalan menuju hadphone itu terletak, bahkan ia merangkak, tiarap, berjalan di samping tembok, menyembunyikan diri di pot bunga dan lain – lain yang terlihat sangat – sangat konyol. Bukankah gerakan – gerakan seperti itu malah membuatnya terlihat.

Setelah beberapa gaya konyol yang ia lakukan, akhirnya ia sampai di tempat tujuan. Ia menaikkan kepalanya sedikit melihat situasi balkon milik Donghae. Ia melongokkan kepalanya, untuk memastikan Donghae belum keluar dari kamar mandi.

Setelah merasa keadaan aman, ia menelan air liurnya dengan susah payah. Lalu dengan tangan gemetar ia mengambil handphone itu dan menatap handphone yang dipegangnya sekarang.

“Ryeowook kau akan berdosa jika membuka handphone orang tanpa permisi …” sisi malaikat Ryeowook muncul.

Ryeowook menekuk wajahnya mendengarnya, ia seperti menyetujuinya, lalu mengembalikan handphone itu kembali ke tempatnya, namun belum sempat ia kembalikan, sisi evil Ryeowook muncul.

“Tapi kan tadi Donghae-ah menyuruhmu, jadi tidak apa – apa untuk dibuka. Bukalah.” Bantah sisi evil Ryeowook.

Ryeowook tersenyum, lalu tak jadi mengembalikan handphone itu dan berniat membukanya, namun sisi malaikat menahan Ryeowook.

“Tunggu! Kau bilang kau ingin membuat Kyuhyun bertekuk lutut padamu? Jangan biarkan ini mempengaruhimu dan menggoyahkan sumpahmu Ryeowook-ah.” Sisi malaikat Ryeowook kembali berbicara.

“Itu benar.” Ujar Ryeowook sambil mengangguk – anggukan kepalanya.

“Memangnya sumpah itu berhubungan dengan foto Kyuhyun? Tidak – kan. Jadi tidak apa – apa. Dibuka saja.” sisi evil Ryeowook kembali muncul.

“Itu juga benar.” Ujar Ryeowook sambil menempelkan handphone itu ke dagunya, ia mulai bimbang.

“Bagaimana kalau setelah kau melihatnya, kau kembali jatuh dan lupa dengan sumpahmu karena terbuai dengan dirinya Wookie?” sisi malaikat Ryeowook kembali mencoba menyadarkan Ryeowook.

“Buka saja! Itu tidak akan mempengaruhi. Kita membukanya kan hanya untuk memastikan bagaimana bentuk wajahnya sekarang agar kita tak salah mengenalinya. Ini untuk persiapan sumpah kita. Jadi dibuka saja!”

Ryeowook mengangguk – anggukan kepalanya menyetujuinya dengan senang.

“Tidak apa – apa.” Ujar Ryeowook senang.

Ryeowook menarik nafas panjang, lalu dengan yakin ia membuka handphone itu. Dan TA-DA …..

“YAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK !!!! SIALAN KAU LEE DONGHAE !!! KENAPA GAMBAR MONYET ??!??!?!??!”

~ Hate U Love U ~

[Bandara Incheon]

Seorang namja keren keluar dari gerbang masuk bandara dengan gagah dan kerennya, sampai – sampai yang melihat semua terkesima dan kagum terutama yeoja – yeoja tentunya.

Ia memakai jaket bermerek, celana bermerek, bahkan semuanya bermerek. Selama berjalan namja itu terus tersenyum smirk melihat tingkah orang – orang yang mengaguminya.

Lalu ia berhenti berjalan.

“Hidup itu menyenangkan.” Ujarnya masih dengan senyum smirk yang tersemat di wajahnya, lalu ia membuka kacamata hitamnya, “… jika kau tampan.” Lanjutnya lagi dengan nada sombong dan berlalu pergi.

TBC

Aiiiih, aku minta maaf atas typoku kemaren temen – temen. Sumprit ane kagak nyadar entuh … x_x

Haaadeeeh, baca komentar langsung aku ngedit. Hadeh bener – bener abal ini ff

Yesungdah lah. Ini kayaknya kurang panjang deh :3

Tapi mau gimana lagi? Mentok segituh doank idenya chingu.

Ya tinggalkan komentar ajah. Yang silent reader .. tolong dums keluar tunjukkan sosok kalian xD plak

Hahahhaha.

With LOVE! Frisca

Chu :* Saranghae ❤