Month: March 2015

Drabble Kiss

23

Frisca Freshtie Present … (more…)

Advertisements

Hate U Love U 3

h u

Frisca Freshtie Present ….
.
.. |(^.^)/\(^.^)| ..
….
~ Hate U Love U ~
.
.

Warning !!!
Ini pemainnya milik orang tuanya masing – masing, saya cuma minjam namanya doank buat mendukung cerita saya. Selebihnya, alur dan cerita milik saya.
Yang enggak suka cerita genderswitch diharapkan menjauh saja ya. Don’t like don’t read.
Banyak jebakan typo, jadi hati – hati dan dimohon pengertiannya.
Selamat membaca chingu-deul ^^
.
.
.
.

~ Hate U Love U ~

[Kamar Ryeowook]
Di kamar Ryeowook yang begitu berantakan karena bertebarannya pakaian, gaun, celana dan bahkan juga bra dan celana dalam milik Ryeowook.
Si pemilik kamar terus sibuk mengobrak – abrik almarinya yang berukuran agak besar.
Tuuuuuuiiiing ..
Puk
Sebuah celana dalam berwarna kuning kecoklatan dengan renda – renda di setiap pinggirnya dan bergambar jerapah besar jatuh dengan tepat ke wajah Heechul.
Dengan kesal Heechul langsung membuang celana dalam itu ke lantai.
Heechul menggertakan giginya dan memandang Ryeowook dengan pandangan sebal bukan main, pasalnya Ryeowook mengobrak – abrik almari pakaiannya dengan ganas dan membabi buta. Ia mencoba semua pakaian, lalu ia akan membuangnya begitu saja jika merasa tak cocok dan lebih parahnya lagi Ryeowook merasa semua pakaiannya tak cocok dipakai untuk bertemu dengan namja yang selalu mengerjainya dulu saat kecil, siapa lagi kalau bukan Kyuhyun, seorang Cho Kyuhyun yang katanya akan pulang ke Seoul lagi.
“Chullie .. menurutmu aku cocok memakai bra yang mana ??? hitam atau ungu ???” tanya Ryeowook sambil membalikkan tubuhnya sambil memperlihatkan dua buah bra yang ada di tangannya, satu bra berwarna ungu dengan satu tali dan datunya lagi berwarna hitam polos.
“Bagaimana menurutmu Chullie-ah?” tanya Ryeowook lagi mencoba mencari saran sambil mencoba bergaya dengan kedua bra yang ada di tangannya secara bergantian.
Alis Heechul berkedut – kedut mendengar pertanyaan Ryeowook.
“Ryeowook-ah, apa aku boleh bertanya sesuatu?” ujar Heechul dengan tampang sebal sok manis.
“Tentu. Apa memangnya?” tanya Ryeowook polos.
“Apakah kau akan bertemu dengan Kyuhyun hanya dengan bra dan celana dalam saja?” tanya Heechul dengan gondok.
“Tidak.” Jawab Ryeowook dengan raut wajah polos.
“Apa kau berniat untuk mempertunjukan bra-mu ke Kyuhyun saat Kyuhyun pulang kemari?” tanya Heechul lagi.
“Tidak.” Jawab Ryeowook lagi dengan wajah watados.
“Yaaaaaak !!!! Kalau begitu kenapa bertanya ?!?!?!?!??!?!?” pekik Heechul frustasi.

~ Hate U Love U ~

Pairing : KyuWook
Rate : T
Genre : Romance, Comedy, Genderswitch, Friendship, Abal – Abal, Gaje, Failed!
Author : Frisca Freshtie
Cast :
~ Kim Ryeowook (Yeoja)
~ Cho Kyuhyun (Namja)
~ Kim Heechul (Yeoja)
~ Lee Donghae (Namja)
~ Lee Hyukjae (Yeoja)

~ Hate U Love U ~

[Lapangan basket]
Ryeowook dan Heechul sedang bermain basket berdua, Heechul sangat bersemangat dalam bermain, berbeda dengan Ryeowook yang bermain dengan pandangan tak bernafsu.
Heechul yang melihat perbedaan Ryeowook yang tak seperti biasa, langsung menghentikan mendribble bola.
“Hentikan.” Ujar Heechul sambil berjalan mendekati Ryeowook.
“Apa maksudmu?” tanya Ryeowook bingung.
“Jangan terlalu dipikirkan. Akan lebih baik jika si bodoh itu tidak pulang kemari lagi.” Ujar Heechul sambil meletakkan bola basket ke lapangan dan mendudukinya.
“Siapa yang kau maksud si bodoh itu?” tanya Ryeowook.
“Apa kau benar – benar tidak tahu atau pura – pura tidak tahu hn?” tanya Heechul tak habis pikir.
Ryeowook menggigit ujung bibirnya membenarkan pertanyaan Heechul tadi. “Aku hanya memastikan saja Chullie-ah, kenapa kau galak sekali sih?” ujar Ryeowook.
“Hei hei hei! Jangan bertanya seperti itu! Aku begini karena aku tak ingin sahabatku tersakiti lagi. Apa kau ingin tersakiti lagi heh?” ujar Heechul.
Ryeowook menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Heechul tadi.
“Nah kalau begitu lupakan saja dia!” ujar Heechul dengan enteng.
“A..a..aku sudah melupakannya.” Jawab Ryeowook agak panik.
“Cih! Apanya yang melupakan? Mendengar namanya disebutkan saja kau selalu gugup, bahkan mendengar si bodoh itu akan pulang kau panik bukan main. Apa itu yang namanya sudah melupakan heh?” Heechul langsung memojokkan Ryeowook dengan kalimatnya itu sehingga berhasil membuat Ryeowook tak bisa menjawab lagi dan berkata apapun lagi.
Ryeowook menghembuskan nafa beratnya, lalu berjongkok di depan Heechul yang duduk di atas bola basket.
“Huuft … lalu aku harus bagaimana sekarang?” gumam Ryeowook sambil menopang dagunya.
“Lanjutkan hidup. Buka lembaran baru. Lalu cari cinta yang baru.” Jawab Heechul dengan membersihkan kuku – kukunya.
“Kedengarannya begitu sulit.” Gumam Ryeowook sambil menundukkan kepalanya pasrah.
“Ck! Kau ini benar – benar!” ujar Heechul dengan sebal.
“Hei teman – teman!” sapa Donghae dari kejauhan dengan tersenyum manis seperti biasanya.
“Oh hei Hae-ah.” Jawab Heechul membalas sapaan Donghae dengan tersenyum kasual.
“Hei ..” jawab Ryeowook dengan suara tak bergairah masih dengan menundukkan kepalanya pasrah.
“Kenapa dia?” tanya Donghae pada Heechul sambil menunjuk Ryeowook yang masih dalam posisinya tadi.
“Seperti biasa. Gangguan kejiwaan dan melemahnya kekuatan hati.” jawab Heechul dengan gampangnya dan tak mengindahkan betapa anehnya jawaban Heechul.
“Kau ini .. apa tak ada pekerjaan selain bercanda huh?” tanya Donghae sambil tertawa manis.

“Habis mau bagaimana lagi? Lihatlah kondisinya sekarang? Benar – benar mengkhawatirkan dan menyedihkan bukan? Ckckckck …”
“Hei Donghae-ah .. apa kau membohongiku?” tanya Ryeowook dengan tiba – tiba dengan raut wajah menyelidik.
“Eh? Tentang apa?” tanya Donghae agak kaget.
Ryeowook menyipitkan matanya dan segera berdiri mendekati Donghae, lalu mengintimidasinya dengan tatapannya yang menyipit.
“Tentang Kyuhyun.” Ujar Ryeowook sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
“Hahahha .. ku pikir apa.” Ujar Donghae dengan tertawa geli.
“Iya, kemarin aku berbohong padamu tentang fotonya. Apa tadi kau begitu hanya karena masalah foto itu Wookie-ah? Maafkan aku ya.” Ujar Donghae masih dengan tersenyum geli. Donghae benar – benar tak habis pikir, bagimana bisa Ryeowook bertingkah seperti itu hanya karena sebuah foto saja?
“Bukan. Bukan masalah itu!” bantah Ryeowook dengan tegas.
“Lalu masalah apa?” tanya Donghae bingung.
“Masalah kepulangan Kyuhyun ke Korea.” Jawab Heechul dengan nada bosan dan jengah sambil ikut berdiri di samping Ryeowook.
1 detik
2 detik
3 detik
Donghae terdiam sejenak. Ryeowook dan Heechul menanti jawaban Donghae.
“Aku tak berbohong. Katanya dia akan pulang besok.” Jawab Donghae dengan tersenyum simpul.
Ryeowook dan Heechul mengangkat salah satu alis mereka, seperti tak mempercayai perkataan Donghae barusan.
“Oh iya, dia mengirimiku ini. Kalian bisa membacanya.” Ujar Donghae sambil mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan segera menunjukkan ponsel itu ke Ryeowook dan Heechul.
Ryeowook mengambil ponsel itu dan membacanya dengan Heechul. Mereka membacanya dengan wajah serius.
Hei sepupu Lee, sepupumu yang tampan ini akan pulang besok. Jadi tolong rapikan kamarku dan beri aku sambutan dengan gadis – gadis yang sexy dan juga manis. Kau mengerti itu kan sepupuku? ^^
Mereka berdua langsung membuat ekpressi aneh selama mereka membaca pesan singkat yang mereka baca dari ponsel Donghae.
“Apa ini benar – benar Kyuhyun?” tanya Ryeowook dengan raut muka cengo.
“Ck! Dia tak berubah sama sekali! Kenarsisannya masih overdosis seperti dulu. Aku yakin kenarsisannya yang selangit itu akan membunuhnya secara perlahan dan menggerogoti kehidupannya. Wah sepertinya aku terlalu berlebihan?” Ujar Heechul tak habis pikir.
“Kau selalu berlebihan Chullie-ah.” Ujar Ryeowook membenarkan dan berhasil mendapatkan tatapan tajam dan sadis milik Heechul.
“Ya begitulah dia.” Ujar Donghae sambil mengambil ponselnya kembali.
“Jadi dia pulang besok?” gumam Ryeowook menyimpulkan isi pesan singkat yang dibacanya tadi.
“MWO ?!?!?!?!?” pekik Ryeowook menyadari sesuatu.
“KHYUHYUN PULANG BESOK ?!?!?!!” pekik Ryeowook lagi dengan shock berat.

~ Hate U Love U ~

Ryeowook, Heechul dan Donghae berjalan pulang bersama sambil berbincang – bincang seperti biasa.
“Hahhaha .. benar. Aku juga tak menyangka.” Ujar Heechul sambil tertawa dan menepuk lengan Donghae.
Ryeowook menyipitkan matanya ketika melihat sebuah mobil terparkir di depan rumah Donghae.
“Tunggu!” ujar Ryeowook sambil berhenti berjalan. Tentu saja Donghae dan Heechul ikut berhenti dan menolehkan kepala mereka ke Ryeowook.
“Itu mobil siapa?” tanya Ryeowook sambil menunjuk mobil yang terparkir di depan rumah Donghae.
“Ah iya, itu mobil siapa? Aku tak pernah melihatnya sebelumnya. Apa kau membeli mobil baru Hae-ah?” tanya Heechul.
“Hah? Tidak. Aku tidak membeli mobil. Darimana aku mendapat uang sebanyak itu?” ujar Donghae.
“Ah benar. Kau tak mungkin membelinya. Itu mobil yang sangat mahal.” Ujar Ryeowook.
“Mungkin itu tamu tuan Cho.” Ujar Heechul menduga – duga.
“Mungkin. Kalau begitu aku lewat rumahmu saja Wookie-ah.” Ujar Donghae pada Ryeowook.
“Eh? Kenapa memangnya? Bukankah rumahmu ada pintunya? Kenapa harus lewat rumahku?” tanya Ryeowook tak habis pikir.
“Aku malas lewat pintu utama, karena aku akan bertemu tamu paman Cho dan aku akan ditahan oleh paman agar berkenalan dengan tamunya. Aku malas.” Jawab Donghae menjelaskan.
“Tapi kamarku berantakan! Aku belum merapikannya !!!” ujar Ryeowook beralasan.
“Hei Wookie-ah! Kamarmu bukannya selalu berantakan ya??? Kenapa kau membuat alasan seperti itu??? Biarkan saja Hae-ah lewat rumahmu. Daripada ia nanti dijodohkan oleh paman Cho.” Ujar Heechul.
“Eiih ?? Kenapa kau berpikir tentang dijodohkan?” tanya Ryeowook tak habis pikir.
Mendengar pertanyaan Ryeowook dan melihat tatapan Donghae yang ingin tahu membuat Heechul gugup.
“Euung .. itu .. ano .. apa .. eeung .. biasanya kan kalau seseorang yang berkecimpung di dalam dunia perusaahan menjodohkan anak mereka untuk memajukan perusahannya. Itu dimulai dari sebuah perkenalan dan pertemuan biasanya. Mungkin saja paman Cho berniat menjodohkan Donghae-ah?” ujar Heechul beralibi.
Donghae dan Ryeowook diam dengan ekpressi agak aneh dan semakin membuat Heechul tambah gugup.
“Jangan terlalu dipikirkan, aku hanya berpikir seperti itu teman – teman. Tiba – tiba terlintas di pikiranku ini. Tolong jangan terlalu dipikirkan.” Ujar Heechul mencoba menenangkan.
“Ah benar juga, bisa jadi perjodohan.” Ujar Ryeowook dengan tampang bodoh.
Heechul menghembuskan nafas leganya mendengar perkataan Ryeowook yang percaya begitu saja dengan alasannya.
“Baiklah, kau boleh lewat rumahku.” Ujar Ryeowook sambil berjalan melenggang pergi ke rumahnya, lalu diikiuti Donghae yang berjalan mengekori Ryeowook dengan senyum yang terpampang seperti biasa.
[SKIP]
Ryeowook dan Donghae berjalan menaiki tangga menuju kamar Ryeowook yang berada di lantai dua dengan saling bergurau seperti biasa. Sesampainya di depan pintu kamar Ryeowook yang tertutup, Ryeowook segera memutar gagang pintu dan membukanya, lalu mereka berdua masuk ke kamar Ryeowook. Seketika masuk, kedua bola mata mereka langsung membelalak lebar melihat kamar Ryeowook masih berantakan seperti tadi pagi. Parahnya celana dalam dan bra milik Ryeowook berserakan di tempat – tempat yang bisa dijangkau mata.
“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAA !!!!!!” Ryeowook berteriak histeris melihatnya, sedangkan Donghae langsung membuang muka ke samping untuk berpura – pura tak melihatnya.
“OMO! OMO! Mianhae ne Donghae-ah. Aku lupa tadi pagi tak membersihkannya.” Ujar Ryeowook langsung dengan sigap mengambil semua celana dalam, bra, pakaian, gaun, dan lain – lain dengan gesit dan cepat.
“Gwenchanayyo. Maafkan aku juga karena sudah lewat rumahmu.” Ujar Donghae tanpa menolehkan kepalanya.
“Heheh, aku mohon tolong jangan melihat ini ya Donghae-ah.” Ujar Ryeowook dengan tertawa garing sambil memunguti bajunya dan segera memasukkannya ke almari tanpa melipatnya sama sekali.
Akhirnya setelah perjuangan keras, Ryeowook dapat memasukkan baju – baju itu ke dalam almari. Ia menghembuskan nafas lega sambil menutup almarinya.
“Huuuf .. benar – benar memalukan.” Gumamnya pada dirinya sendiri, merutuki kebodohannya.
Setelah bergumam seperti itu, ia memaksakan tersenyum dan berjalan mendekati Donghae yang masih mengalihkan perhatiannya dari kamar Ryeowook.
“Hahaha, aku harap kau melupakan kejadian tadi.” Ujar Ryeowook sedikit agak mengagetkan Donghae.
“Anggap saja tadi tidak terjadi, iya kan Hae-ah?” ujar Ryeowook dengan mencoba tersenyum manis. Donghae yang melihat masih ada bra yang tertinggal di samping kaki Ryeowook tepat langsung mengalihkan pandangannya lagi sambil menggaruk – garuk tengkuknya yang tak gatal. Ryeowook yang mengerti maksud tujuan Donghae langsung menatap ke lantai dan segera menyingkirkan bra itu dengan menendangnya ke belakang sehingga tertutup oleh tubuhnya.
“Hahahha. Anggap saja tadi itu bonus. Ayo kuantarkan ke kamarmu Hae-ah.” Ajak Ryeowook dengan sopan, mencoba mengajak Donghae agar tidak berlama – lama di kamarnya.
Tak mau ambil pusing, Donghae segera keluar bersama Ryeowook. Sesampainya di balkon, saat Donghae hendak melompat ke balkon kamarnya. Ryeowook menahan tangan Donghae.
“Hae-ah.” Panggilnya pelan.
“Iya? Ada apa Wookie-ah?” tanya Donghae dengan mengangkat satu alisnya bingung.
“Apa kau melihatnya tadi?” tanya Ryeowook pelan dengan agak malu tapi ingin tahu.
Donghae menggaruk tengkuknya yang tak gatal mendengar pertanyaan Ryeowook untuknya, pasalanya tentunya ia melihatnya, tapi jika ia mengatakan yang sebenarnya Ryeowook pasti sangat malu, dan jika ia berkata kebohongan itu benar – benar terasa bukan seperti dia, dimana kejujuran segala – galanya bagi Donghae.
Akhirnya Donghae menganggukan – anggukan kepalanya dengan agak ragu.
“Huuuf … begitu ya?” ujar Ryeowook sambil menundukkan kepalanya pasrah.
“Kalau begitu aku ke kamar dulu Wookie-ah.” Ucap Donghae bersiap melompat ke balkonnya. Namun, tangannya ditahan Ryeowook lagi.
“Ada apa lagi Wookie-ah?” tanya Donghae lagi dengan sopan.
“Euuung .. ano Hae-ah .. euuung ..” Ryeowook memainkan jari – jarinya.
“Iya Wookie?”
“Euung .. ano .. “ Ryeowook mendekatkan dirinya ke Donghae. “Bisakah ini menjadi rahasia kita berdua?” ujar Ryeowook sambil menggigit bibirnya. Donghae tersenyum dan menganggukan kepalanya. “Tentu.” Jawab Donghae dengan tersenyum geli.
“Ah gomawo Hae-ah!” pekik Ryeowook sambil memeluk tubuh Donghae dengan tiba – tiba dan berhasil membuat Donghae terkejut, namun bahagia merasakan pelukan dari tubuh mungil Ryeowook padanya.
Ryeowook melepas pelukannya dan tersenyum lebar pada Donghae.
“Rahasia ya?” ujar Ryeowook dengan menempelkan jari manisnya ke depan bibirnya.
Donghae tersenyum. “Baiklah. Rahasia.” Jawab Donghae dengan ikut menempelkan jari manisnya ke depan bibirnya.
Ryeowook terkekeh melihatnya, ia begitu lega mendengarnya dari Donghae.
“Aku ke kamar dulu ne Ryeowook.” Ujar Donghae dan Ryeowook menganggukan kepalanya dengan tersenyum, membiarkan Donghae masuk ke kamarnya.

~ Hate U Love U ~

Ryeowook keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuknya. Tubuh mungilnya terlihat begitu segar setelah mandi dengan air panas.
Ia duduk di depan cermin dengan tersenyum dan bersenandung kecil memandang pantulan dirinya di kaca.
“I want nobody nobody but you .. i want nobody nobody but you ..”
Dengan bersenandung, ia mengambil hairdryer dan segera memakainya ketika hairdryer itu sudah agak panas.
“Besok Kyuhyun pulang.” Gumam Ryeowook sambil menyentuh rambutnya yang ia keringkan dengan tatapan ke cermin kosong.
“Bagaimana tampangnya sekarang?”
“Apa ia semakin tampan?”
“Apa ia masih seperti dahulu?”
“Apa ia masih menyebalkan seperti dahulu?”
“Atau ia sudah berubah menjadi namja yang sangat berwibawa sekarang?”
Menyadari sesuatu, Ryeowook mematikan hairdryer dan segera menampar pelan kedua pipinya dengan bergantian.
“Sadar Ryeowook! SADAR !!!!! Jangan tergiur !!! Jangan terlena !!! Ingat janjimu !!!” ujarnya disela – sela penamparan dirinya.
Ia menggeleng – gelengkan kepalanya, mencoba meyakinkan dirinya.
“Aku tak boleh terpengaruh!” ujarnya meyakinkan dirinya.
“Lebih baik sekarang aku ke rumah Donghae dan meminta gambar Kyuhyun yang sekarang agar aku tak penasaran dan untuk berjaga – jaga.” Ujarnya pada dirinya sendiri.
“Ya, aku harus menemui Donghae sekarang. Hanya dia yang tahu!” ujr Ryeowook lagi dengan membulatkan tekad. Setelah mengatakan itu, Ryeowook pergi ke kamar Donghae.
“Dan akhirnya aku melakukan ini.” Gumam Ryeowook sambil melompat ke balkon kamar Donghae.
“Donghae-ah ..” panggilnya pelan sambil mendekati pintu kamar Donghae.
“Donghae-ah ..” panggilnya lagi masih dengan suara pelan.
“Donghae-ah .. aku masuk ..” Ryeowook menggeser pintu kaca itu dengan pelan.
“Donghae-ah .. pintumu tak terkunci Donghae-ah ..” ujar Ryeowook sambil memasuki kamar Donghae. Ia melihat sekeliling kamar Donghae dengan tatapan heran. Ia baru menyadari kalau kamar Donghae begitu terasa maskulin, ia merasa ada yang baru dari kamar Donghae, entah itu suasana atau aroma kamar Donghae atau hanya perasaan Ryeowook saja yang memang tak pernah begitu menghiraukan sekelilingnya.
Ryeowook melihat di sudut kamar Donghae, terdapat beberapa koper besar yang terbuka dan juga ada yang masih tertutup. Ryeowook mengangkat satu alisnya bingung dna penasaran.
“Donghae mau kemana dengan koper – koper itu?” tanyanya pada dirinya sendiri.
Lalu saat pandangannya tak sengaja melihat di ranjang. Terdapat sebuah baju dan celana santai yang tergeletak di atas ranjang.
“Oh dia sedang mandi.” Ujar Ryeowook menyimpulkan.
Saat ia berjalan, ia merasakan kakinya menginjak sesuatu. Oleh karena itu, ia menundukkan kepalanya melihat ke bawah benda apa yang ia injak. Dan betapa kagetnya Ryeowook ketika ia mengetahui bahwa ia menginjak celana dalam berwarna biru tua milik namja. Dengan ragu ia memungut celana dalam itu dan memandanginya dengan bingung.
“Apa ini milik Donghae? Kenapa aku merasa ini bukan miliknya ya?” gumamnya.
“Hei kau! Apa yang kau lakukan disini huh?” sebuah suara berat datar yang seperti mengintimidasi mengagetkan Ryeowook. Ryeowook segera menurunkan celana dalam itu dan menatap orang yang sekarang berada di depannya.
Seorang namja agak kekar sedang berdiri di depannya dengan tatapan menyelidik. Wajahnya begitu tampan, rambutnya agak basah karena efek habis mandi. Handuknya melilit di pinggangnya sehingga ia bisa melihat setengah tubuh telanjang milik namja itu. Melihat itu, Ryeowook terpana pada ketampanannya sehingga tak menyadari bahwa namja itu mendekatinya.
“Kau pasti pencuri celana dalam kan?” ujar namja itu dengan tiba – tiba mengambil celana dalamnya dari tangan Ryeowook.
“Eh?” Ryeowook baru sadar.
“Kau yeoja pencuri celana dalam.” Ulang namja itu.
“Mwo??? Apa kau sudah gila???? Aku bukan yeoja pencuri celana dalam, kau tahu ???” ujar Ryeowook tak terima.
“Kalau bukan? Kenapa kau tadi memegangnya heh?” ujar namja itu memojokkan.
“Euung .. aku memang memegangnya tadi. Aku menemukannya tadi disini. Kau harus mempercayainya.” Ujar Ryeowook menjelaskan sambil menunjuk tempat ia menemukan celana dalam itu tadi.
“Aku tak akan percaya begitu saja padamu yeoja pencuri celana dalam!” ujar namja itu dengan angkuh.
“Sudah ku katakan aku bukan yeoja pencuri celana dalam! Itu tadi hanya sebuah kecelakaan yang tak disengaja!” bentak Ryeowook tak terima di panggil dengan sebutan itu oleh namja yang tak dikenalinya sama sekali.
“Hei, bagaimana kau bisa masuk heh yeoja pencuri celana dalam?” tanya namja itu.
“Aku lewat sana!” jawab Ryeowook sambil membalikkan tubuh mungilnya menghadap pintu yang terbuka dengan menunjuknya.
“Wow! Sepertinya kau sudah terlatih ya?” ujar namja itu dengan tiba – tiba sambil meletakkan kepalanya ke bahu milik Ryeowook dan berhasil membuat Ryeowook kaget bukan main.
“Sudah berapa kali kau mencuri celana dalam disini?” tanya namja itu dengan suara pelan dan manis dan agak manja.
“A..a..aku …” entah kenapa Ryeowook jadi gugup sendiri mendapatkan perlakuan seperti ini oleh namja yang belum dikenalnya ini. Hatinya bergetar tak karuan. Ia benar – benar nervous.
Namja itu melingkarkan kedua tangan kekarnya ke leher Ryeowook.
“Hei yeoja pencuri celana dalam .. aku punya sebuah permintaan. Apa kau ingin tahu?” ujar namja itu masih pada posisi semula.
“A..a..pa?” tanya Ryeowook gugup bukan main.
“Jangan suka masuk ke kamar seseorang laki – laki sesukamu walaupun kau dekat dengannya. Kau tak tahu jalan pikiran laki – laki. Apa kau mengerti itu?” ujar namja itu.
Entah kenapa kepala Ryeowook seperti tersihir untuk menuruti perkataan namja yang belum dikenalnya itu, kepalanya menganggukan permintaan namja itu.
“Akan ku hitung dari tiga. Jika kau tak keluar cepat dari kamar ini, aku akan membuka handukku dan akan memakai celana dalamku di depan matamu.” Bisik namja itu dengan pelan tepat di telinga Ryeowook dan berhasil membuat bulu kuduk Ryeowook berdiri dan bergetar.
“Tiga ..” namja itu mulai berhitung dan berhasil membuat Ryeowook membelalakkan matanya dengan lebar.
“Dua ..” tanpa basa – basi Ryeowook langsung berlari tergesa – gesa keluar dari kamar Donghae.
Melihat itu namja tadi tersenyum smirk.
“Kau tetap sama. Sangat mudah untuk ku kerjai Kim Ryeowook.”

~ Hate U Love U ~

Ryeowook dengan terbirit – birit masuk ke kamarnya dan langsung menghempaskan dirinya ke ranjang dengan posisi menungging sambil menutupi kepalanya dengan bantal bermotif jerapah miliknya.
“Aku sudah berada di kamar. Jadi aku tak akan melihatnya.” Ujarnya dengan suara agak katakutan, yeoja mana yang tak takut jika akan diperlihatkan milik namja?
Ryeowook menutup matanya, mencoba menyingkirkan pikiran – pikiran aneh yang menguasai kepalanya sekarang.
“Ku tutup mataku dan berpikirlah yang baik – baik, jangan yang aneh – aneh.” Ujarnya pada dirinya sendiri sambil menutup matanya erat – erat.
“Berpikir positif .. berpikir positif .. berpikir positif …” gumamnya berkomat – komit layaknya sebuah mantera mujarab.
Dalam pikirannya ia melihat namja tadi sedang berdiri dan tersenyum padanya dengan sangat manis, namun entah kenapa ia malah menurunkan pandangannya ke bagian bawah namja itu. Ke lilitan handuk yang melilit di pinggang milik namja itu.
“Itu .. apa yang ada di balik handuk itu?” ujar pikirannya.
‘Apa?!?!?!?!’ batinnya berteriak.
Ia langsung membuka matanya sambil berteriak. “KYAAAA !!!!! MEEEESUUUUUUUUUUUM !!!!!!!! AKU MESUM !!!?!?!??!?”

Donghae yang berada di kamar bersama Kyuhyun atau namja tadi mendengar teriakan Ryeowook langsung menatap kamar Ryeowook dengan pandangan bingung.
“Kenapa dia?” gumam Donghae ingin tahu.
Kyuhyun langsung tertawa geli mendengarnya. “Hahaha .. Bukankah dia benar – benar bodoh Hae-ah? Hahha ..” ujar Kyuhyun dengan diiringi tawa geli.
“Hah? Apa kau melakukan sesuatu padanya Kyu?” tanya Donghae.
“Hah aku?” ujar Kyuhyun sambil menunjuk hidungnya sendiri.
“Apa kau bercanda Hae-ah? Hahaaha …” lanjut Kyuhyun lagi sambil tertawa geli lagi.

“TBC”

Ya tolong komentarnya yak chingu-deul ^^

Ayeyeye !!!! Tolong doain aku yak chingu buat UN-nya 😀

With LOVE! Saranghae ❤ <3<3 Chu :* :* :*

Love Is Crazy 15

lick

Frisca Freshtie Present ….
….:: *** ::….
*
*
.. LOVE Is CRAZY ..
*
*
….:: *** ::….

Pairing : KyuWook/Slight YeMin, SiBum
Rate : T
Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy, Abal – Abal, Gaje, Failed!
Author : Frisca Freshtie
Cast : Cho Kyuhyun (Namja) >< Kim Ryeowook (Yeoja) >< Kim Yesung (Namja) >< Lee Sungmin (Yeoja) >< Kim Kibum (Yeoja) >< Choi Siwon (Namja) >< Lee Donghae (Namja) >< Lee Taemin (Yeoja) >< Henry Lau (Namja) >< Shim Changmin (Namja) >< Kim Heechul (Yeoja)
.
.
.
.
WARNING !!!
Ah, FF ini terlalu gaje, abal, absurd dan ya banyak jebakan typo. Jadi ya mohon pengertiannya ajah dari kalian semua. Yang gak suka GS bisa menjauh dari sini!
HAPPY READING CHINGU-DEUL 😀
.
.
.
.
Summary :
Cinta itu Gila! Sebuah pertemuan yang akan menaikturunkan dan menjungkirbalikkan dunia mereka dan perasaan mereka. Sebuah pertemuan yang akan membawa banyak sekali bunga – bunga yang berduri sampai berbau harum. Sekali lagi, Cinta itu Gila!

~ Love Is Crazy ~

“Apa kau bersenang – senang tadi malam?”
Ryeowook membelalakkan matanya tak percaya mendengar suara itu, suara yang ia sangat kenali. Kyuhyun, iya itu milik Kyuhyun. Kyuhyun sekarang tengah menatap tajam Ryeowook dengan kilatan kemarahan yang Ryeowook tak pernah lihat sebelumnya.
“Kyu …. hyun …” cicit Ryeowook tergagap masih tak percaya.
Dengan sigap Kyuhyun langsung menarik tangan mungil Ryeowook dan menyeretnya untuk pergi dari apartemen itu.
“Ikut aku sekarang!” ujar Kyuhyun dengan suara datar namun penuh dengan aura kemarahan.
“Kita mau kemana Kyu?” tanya Ryeowook.
“Apa kau tak bisa hati – hati?” lanjut Ryeowook.
Kyuhyun terus berjalan dan berjalan dan semakin mencengkram tangan mungil Ryeowook dengan kuat sehingga membuat Ryeowook kesakitan.
“Aaah .. sakit Kyu. Tolong hati – hati ..” cicit Ryeowook kesakitan karena genggaman tangan Kyuhyun yang begitu kuat pada tangan mungilnya.
Kyuhyun tak bergeming, ia terus menarik dan menarik Ryeowook tanpa belas kasihan.
“Kita mau kemana Kyu? Bisakah kau lepaskan tanganmu? Aku kesakitan.” Ujar Ryeowook mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Kyuhyun yang masih saja terus berjalan hingga mereka sekarang sampai di pinggir jalan tempat mobil Kyuhyun diparkirkan.
“Kyu .. aku mohon lepaskan. Ini sakit .. ku mohon .. hiks … lepaskan … ku mohon .. hiks …” ujar Ryeowook yang sekarang mulai berair matanya.
Kyuhyun berhenti tanpa membalikkan badannya menghadap Ryeowook masih menggenggam tangan mungil Ryeowook.
“Sakit?” tanya Kyuhyun dengan mengejek tak percaya.
Mendengar satu kata yang terlontar dari mulut Kyuhyun, Ryeowook membelalakkan matanya tak percaya dengan sedih. Ia sangat kaget, bagaimana bisa Kyuhyun berkata dengan nada seperti itu padanya? Sejahat – jahatnya Kyuhyun padanya, ia yakin Kyuhyun tak akan berkata seperti itu padanya. Ia yakin itu, sangat yakin.
“Kau bilang ini sakit? Apa kau bercanda? Ayo pergi !” ujar Kyuhyun sambil membuka pintu mobilnya dengan nada mengejek lagi.
“TIDAK.” Ucap Ryeowook dengan tegas walaupun masih dengan menangis sembari dengan kuat untuk berdiri agar Kyuhyun tak bisa menariknya ke mobil.
“Apa kau bercanda huh?” tanya Kyuhyun sambil mendecih mengejek.
“Tidak. Hiks .. Aku tidak bercanda. Aku tak mau ikut denganmu.” Ucap Ryeowook lagi dengan berlinangan air mata.
“Noonna .. masuk sekarang!” ujar Kyuhyun mulai tak dapat mengontrol emosinya lagi.
“Hiks … ku bilang aku tak mau Kyu ..” ujar Ryeowook sambil menundukkan kepalanya karena takut melihat wajah Kyuhyun yang marah.
“Noonna .. ku bilang masuk sekarang! Apa kau tak mendengarnya huh?!??!” bentak Kyuhyun.
“Aku tak mau!” ujar Ryeowook bersih keras.
“Kau ingin cara yang halus atau yang kasar huh? Jika kau terus begini aku akan melakukan cara yang kasar! Apa kau mengerti itu huh??” bentak Kyuhyun lagi.
“Hiks … ku bilang .. aku tak mau pergi denganmu… hiks .. aku tak mau .. hiks ..” Ryeowook semakin tak kuat menahan air matanya. Ia terlalu takut melihat sikap Kyuhyun sekarang, ia juga yakin jika ia ikut dengan Kyuhyun sesuatu yang buruk akan terjadi padanya.
“Yang benar saja? Masuk sekarang!” ujar Kyuhyun sambil menarik Ryeowook dengan kasar.
“Aku tak mau Kyu ..” ujar Ryeowook sambil mencoba melepaskan dirinya dari Kyuhyun.
“Dia bilang dia tak ingin ikut denganmu.”
Kyuhyun dan Ryeowook menolehkan kepala mereka ke asal suara tadi.
“Apa kau tak mendengarnya Tuan Muda Cho Kyuhyun?” ujar Donghae dengan suara mengejek.
Mendengar itu, Kyuhyun semakin tak dapat mengontrol emosinya. Ia langsung mengangkat tubuh Ryeowook ke dalam mobil dengan paksa tak menghiraukan pukulan tangan mungil Ryeowook di punggungnya.
Braaak
Kyuhyun membanting pintu mobil dengan sangat kasar hingga suara bantingan pintu begitu terdengar, lalu mengunci pintu mobil dengan sekali klik, lalu terdengarlah suara mobil terkunci.
“Kyu .. aku tak mau ikut denganmu! Ku mohon buka pintunya sekarang!” ujar Ryeowook sambil menggedor – gedor kaca jendela mobil dengan panik.
Kyuhyun berjalan mendekati Donghae.
“Apa kau mencoba bersikap seperti pahlawan sekarang?” tanya Kyuhyun.
“Tidak. Hanya saja dia bilang dia tak ingin ikut denganmu. Apa kau tak mengerti kalimat itu? Apa kau tak bisa mengartikannya? Apa aku perlu menerjemahkannya untukmu Tuan Muda Cho Kyuhyun?”
“Ini urusanku dengannya, kau tak perlu ikut campur. Kau bukan siapa – siapanya, apa kau tak sadar itu manajer Lee?”
“Itu benar, aku memang bukan siapa – siapanya. Dan aku menyadari sesuatu …”
Kyuhyun mengepalkan tangannya menunggu perkataan selanjutnya dari Donghae.
“Aku baru sadar bahwa ternyata yang siapa – siapanya itu benar – benar berengsek, menyebalkan dan sangat tak pantas untuknya. Harusnya dia mendapat orang yang lebih baik dan bisa memperlakukannya dengan baik juga. Itu benar – benar menyedihkan.” Lanjut Donghae.
“Diamlah. Kau tak tahu apa – apa tentang aku dan Ryeowook !!!” ujar Kyuhyun tak terima sambil melempar bogem mentah ke pipi Donghae dengan keras hingga membuat Donghae terjatuh ke trotoar dengan darah segar mengalir dari sudut bibirnya.
“Apa yang tak ku tahu? Kau yang selalu menyakitinya dan alasan yang membuat Ryeowook menangis. Kau benar – benar berengsek!” ujar Donghae tak terima, lalu bangkit dan segera menyerang Kyuhyun hingga mereka berdua terjatuh ke trotoar.
“Apa kau bercanda? Aku tahu yang terbaik untuk Ryeowook.” Ujar Kyuhyun sambil membalikkan posisi sehingga Kyuhyun yang menindih Donghae sambil mencengkram kaos Donghae.
“Kau tak tahu! Kau bodoh! Bahkan kau tahu apa yang Ryeowook rasakan selama ini. Yang kau tahu hanya perasaanmu padanya! Kau tak perduli dengan perasaannya !!!!” ujar Donghae meremehkan.
Mendengar kalimat itu, Kyuhyun semakin emosi dan tak terima.
“Tutup mulutmu! Kau yang tahu apa – apa!” ujar Kyuhyun sambil memberikan bogem mentah berkali – kali ke Donghae hingga Donghae benar – benar tak bisa berkutik.
Kyuhyun berdiri dan merapikan kemejanya.
“Seharusnya kau tahu kau sedang berhadapan dengan siapa manajer Lee..” ujar Kyuhyun sambil tersenyum smirk dan meninggalkan Donghae yang masih terkapar lemas di trotoar.
Ryeowook yang melihatnya membelalakkan matanya sedih.
“Donghae oppa ..” cicit Ryeowook, air matanya semakin mengalir dengan deras melihat Donghae terkapar lemah di trotoar tanpa ada orang yang melihatnya.
Braaak
Kyuhyun masuk ke mobil dengan luka – luka lebam di wajahnya dan sedikit darah segar di sudut bibirnya.
“Apa yang kau lakukan pada Donghae oppa, Kyu?” teriak Ryeowook dengan berlinangan air mata.
“Katakan padaku Kyu!” teriak Ryeowook semakin meninggi.
“Diam!” Ucap Kyuhyun dengan datar sambil menyalakan mesin.
Ryeowook semakin panik mendengar mesin mobil menyala. Ia segera menatap Donghae dari kaca jendela lagi.
“Donghae oppa !!!!!! Donghae oppa !!! Donghae oppa !!!!” teriak Ryeowook semakin menjadi – jadi ketika mobil berjalan.
“Ryeowook ..” ujar Donghae dengan merintih kesakitan karena merasa tak berdaya lagi, bahkan untuk mengangkat kepalanya sendiri saja sudah membuat Donghae pusing bukan kepalang.
Tubuh Donghae semakin menghilang sedikit demi sedikit dari pandangan Ryeowook karena mobil terus berjalan menjauhi tubuh Donghae yang terkapar.
“Donghae oppa ..” cicit Ryeowook dengan sedih dan pasrah, ia sudah tak tahu harus bersikap bagaimana lagi pada Kyuhyun.
“Untuk apa kau menangisinya?” tanya Kyuhyun dengan tak percaya dan wajah tak suka.
Mendengar pertanyaan Kyuhyun, Ryeowook semakin marah pada Kyuhyun.
“Kau jahat Kyu!” teriak Ryeowook.
“Cih! Yang benar saja!”
“Kau gila! Kau berengsek!” maki Ryeowook.
“Hiks .. Kau meninggalkan Donghae oppa disana sendirian. Apa kau tak punya hati Kyu? Hiks … apa hatimu sudah mati huh?”
“Seharusnya kau tak melakukan itu! Kau benar – benar tak punya hati!” pekik Ryeowook menumpahkan segala emosinya.
“Hiks .. seharusnya kau tak meninggalkan Donghae oppa … hiks ..” suara Ryeowook semakin lemah dan semakin lemah hingga hanya suara isakan yang terdengar dalam mobil itu.
Mobil Kyuhyun membelah jalanan sore yang lengah. Mobil itu terus melaju dengan kencang melewati jalanan di pinggir pantai yang memanjang. Entah sudah berapa lama mereka berdua di dalam mobil, bahkan Ryeowook sudah lupa bagaimana caranya menangis dan menenangkan emosi yang ada dalam diri Kyuhyun. Kyuhyun terus menyetir dan melajukan mobilnya entah kemana. Bahkan Ryeowook yakin ia sekarang sudah tidak berada lagi di Seoul. Yang ada sekarang di dalam mobil hanya keheningan, Ryeowook terus melemparkan pandangannya ke luar jendela. Ia lebih memilih melihat pemandangan di jalanan daripada harus melihat Kyuhyun yang masih terbawa emosi.
Akhirnya setelah beberapa lama mengemudi. Mobil milik Kyuhyun berhenti di sebuah jalanan sepi di pinggir pantai.
“Kenapa berhenti disini?” tanya Ryeowook dengan nada datar tanpa menolehkan kepalanya menghadap Kyuhyun.
“Buka bajumu sekarang!” ujar Kyuhyun memerintah dengan pelan.
Ryeowook membulatkan matanya dan segera menghadap Kyuhyun untuk mencari kebohongan dalam penuturannya tadi, namun Ryeowook tak menemukan kebohongan sama sekali di balik matanya.
“Buka bajumu sekarang.” Ulang Kyuhyun lagi.
PLAK
Tanpa basa – basi Ryeowook langsung menampar keras pipi Kyuhyun dengan sorot mata penuh dengan kemarahan.
Kyuhyun memegangi pipinya yang masih terasa sangat panas karena tamparan Ryeowook dengan tatapan tak percaya.
“Kau GILA!” ujar Ryeowook dengan nada datar namun penuh dengan emosi yang menyelimuti.
Mendengar itu Kyuhyun langsung mendorong tubuh mungil Ryeowook dan menyudutkannya, lalu menguncinya dengan kedua tangan kekarnya. Raut wajah Ryeowook terlihat ketakutan dengan apa yang dilakukan oleh Kyuhyun padanya.
“Ya! Aku memang sudah gila sekarang! Aku gila dibuatmu!” bisik Kyuhyun di telinga Ryeowook. Ryeowook yang mendengarnya bertambah semakin ketakutan.
“Wae?” gumam Ryeowook pelan karena saking takutnya dan tidak percayanya.
Kyuhyun menutup matanya dengan emosi.
“Kau tanyakan kenapa ?!?!??!?!?” ujar Kyuhyun dengan emosi.
“Katakan padaku namja mana yang tidak marah ketika yeoja-nya disentuh oleh seseorang sedangkan namjanya sendiri tak pernah sama sekali menyentuhnya?” ujar Kyuhyun dengan pelan sambil membelai wajah ketakutan milik Ryeowook.
“Yeoja itu tidur di dalam apartemennya tanpa memberi tahu namjanya, mereka bersenang – senang semalaman, dan apa kau tahu apa yang namja-nya lakukan? Dengan bodohnya namja-nya mencari yeoja-nya kemana – mana, bahkan ia menurunkan egonya hanya untuk mencarinya!” lanjut Kyuhyun lagi.
Ryeowook yang menyadari maksud perkataan Kyuhyun, langsung agak merasa bersalah. Ryeowook menundukkan kepalanya, menghindari tatapan milik Kyuhyun.
“Mian Kyu ..” ujar Ryeowook dengan suara sangat pelan namun masih bisa didengar baik oleh telinga Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum mengejek mendengar permintaan maaf Ryeowook yang sangat pelan, bahkan Ryeowook tak memandangnya sama sekali, ia malah tambah menundukkan kepalanya.
“Aku akan memaafkanmu setelah ini.”
Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah milik Ryeowook yang menunduk lalu menyentuh dagu Ryeowook dan dengan segera melumat bibir mungil Ryeowook dengan kasar.
Ryeowook memberontak, ia benar – benar tidak menyukai ciuman Kyuhyun yang kasar seperti ini. Bahkan ia bisa merasakan tangan Kyuhyun mulai bergerak nakal di dadanya. Ryeowook langsung mendorong Kyuhyun dengan keras hingga Kyuhyun terdorong ke belakang.
“Beraninya kau !!!” pekik Ryeowook dengan emosi.
“Jadi apa namjamu ini tak boleh menyentuhmu? Dan kau malah membolehkan yang bukan namjamu menyentuhmu?” tanya Kyuhyun dengan nada mengejek.
“Pelacur.” Lanjut Kyuhyun lagi tanpa perasaan.
PLAK
Ryeowook langsung menampar Kyuhyun kembali ketika Kyuhyun selesai dengan kalimatnya.
Ryeowook benar – benar emosi mendengar kalimat terakhir yang dilontarkan Kyuhyun padanya. Dengan kasar, Ryeowook melepaskan cincin pertunangannya dengan Kyuhyun dan melemparkannya ke wajah Kyuhyun hingga mengenai Kyuhyun.
“Dengar! Walaupun kau yang membayar semua hutang – hutang orang tuaku, namun bukan berarti kau bisa memiliki tubuhku! Aku tak akan kembali padamu selamanya! Dasar sialan! Berengsek kau!” ujar Ryeowook dengan emosi, lalu keluar dari mobil meninggalkan Kyuhyun yang masih terpaku mendengar perkataan Ryeowook tadi.
BRAAAK
Ryeowook menutup pintu mobil Kyuhyun dengan sangat kasar saking emosinya. Lalu dengan menangis ia berjalan menjauhi mobil Kyuhyun.
Kembali ke dalam mobil, Kyuhyun masih terpaku. Ia seperti tertohok dengan kalimat yang dilontarkan Ryeowook tadi padanya. Apalagi bagian dimana Ryeowook tak akan kembali padanya selamanya dan saat dimana Ryeowook melemparkan cincin pertunangannya ke wajahnya dengan raut wajah penuh kebencian, emosi dan juga kerapuhan. Apa ia terlalu berlebihan pada Ryeowook? Ia terus memikirkannya.
Tak terasa, mata Kyuhyun mulai memerah dan berair. Bahkan setetes air mata turun dari mata seorang Cho Kyuhyun.

Ryeowook terus berjalan dengan diiringi isakan tangisan, terkadang ia menghapus air matanya dengan kasar. Ia benar – benar tak percaya Kyuhyun bisa melakukan ini padanya.
“Hiks. Berengsek! Kau berengsek Cho Kyuhyun! Hiks ..”
“Hiks .. Berani – beraninya kau melakukan ini padaku di saat aku mulai menyukaimu! Hiks … Di saat dimana aku benar – benar merasa kau adalah bagian dari hidupku! Hiks … Kau berengsek!”
Ryeowook kembali menghapus air matanya dengan tangannya dengan kasar.
Ryeowook terus berjalan dan berjalan, ia hanya mengikuti kakinya berjalan. Ia bahkan tak tahu sekarang ia berada dimana. Yang ia tahu ia hanya harus menjauh dari Kyuhyun, bahkan kalau bisa ia sangat ingin sekali menghilang dari muka bumi ini sekarang juga agar tak melihat Kyuhyun lagi.

[Kembali ke mobil]
Kyuhyun terisak di dalam mobil. Ia benar – benar menyesali perbuatannya pada Ryeowook tadi. Ia baru menyadarinya bahwa lebih menyakitkan ketika orang yang dicintai memutuskan untuk tidak akan kembali pada kita untuk selamanya daripada horang yang kita cintai tidak memberitahukan kita dimana mereka berada.
“Hiks .. betapa bodohnya diriku!?!??!?” ujarnya dengan menangis sambil membenturkan kepalanya ke setir mobil berkali – kali. Ia terus mengulanginya terus menerus.
“Aku membiarkannya pergi! Aku membiarkan dia pergi!” ujarnya lagi masih dengan membenturkan kepalanya.
“Aku membiarkan Ryeowook pergi. Ryeowook …”
“Ryeowook …”
Kyuhyun mengangkat kepalanya menyadari sesuatu.
“Ryeowook?” tanyanya.
“Dimana Ryeowook?” tanyanya lagi.
“Aku harus mencarinya sekarang!” ujarnya lagi, lalu langsung berlari keluar dari mobil dengan tergesa – gesa untuk mencari keberadaan Ryeowook.
“Ryeowook …” panggilnya dengan suara keras dan dengan kebingungan. Ia bahkan berjalan berputar – putar untuk mencari Ryeowook. Kyuhyun benar – benar dalam keadaan bingung dan panik sekarang.
“Ryeowook !!!! kau dimana ????”
“Aku mohon kembalilah! Maafkan aku. Aku yang salah!”
“Ryeowook ….”
“Ryeowook …”
“Ryeowook ….”
Setelah lama berjalan, akhirnya Kyuhyun menemukan Ryeowook tengah berjalan menunduk di seberang jalan darinya.
“Ryeowook ..” ujar Kyuhyun dengan raut wajah bahagia karena telah menemukan Ryeowook. Dengan segera, Kyuhyun langsung menyebrangi jalan untuk menemui Ryeowook.
“Ryeowook ..” ujar Kyuhyun langsung memeluk tubuh mungil Ryeowook dengan erat dari belakang.
“Maafkan aku .. aku mohon maafkan aku ..” ujar Kyuhyun dengan diringi isakan tangisan.
“Lepaskan aku Kyu …” ujar Ryeowook dengan menangis juga.
“Tidak. Ku mohon maafkan aku, kembalilah Ryeowook. Kembalilah.” Ujar Kyuhyun lagi.
“Lepaskan aku Kyu! Aku tak ingin kembali padamu!” bentak Ryeowook sambil mencoba melepaskan diri dari pelukan Kyuhyun. Kyuhyun terpaku mendengarnya dan tak sadar telah melepaskan Ryeowook dari pelukannya.
Ryeowook dengan menangis, menghadap ke Kyuhyun.
“Hiks .. hiks … ku bilang pergi! Aku tak ingin melihatmu lagi! dan aku juga tak ingin kembali padamu!” pekik Ryeowook dengan sekuat tenaga.
“Apa kita tak bisa memperbaikinya?” tanya Kyuhyun dengan nada suara yang penuh kepasrahan.
“Hiks .. hiks ..” Ryeowook menghapus air matanya dengan kasar dan menatap tajam Kyuhyun.
“Tak ada yang bisa diperbaiki lagi.” jawab Ryeowook dengan nada penuh kemarahan.
“CEPAT PERGI! PERGILAH DARI HIDUPKU SEKARANG!” bentak Ryeowook sambil mendorong Kyuhyun ke jalan dengan kuat sehingga Kyuhyun terpelanting ke jalan karena Kyuhyun tak melawan sama sekali.
“PERGI DARI HIDUPKU DAN JANGAN KEMBAAALIIIIIII …!!!!!!!” teriak Ryeowook lagi.
TIIIIIIIINN TIIIIIIIIN
CEEEKIIIIT
BRAK
Ryeowook membelalakkan matanya.
“KYUUUUUUHYUUUUUN !!!”

~ Love Is Crazy ~

Roda ranjang berjalan berputar dengan cepat di lorong rumah sakit itu, orang – orang yang memakai jas putih panjang berlarian mendorong ranjang yang berisikan seorang namja yang berlumuran darah. Di sampingnya, terdapat seorang yeoja mungil yang menangis sesenggukan sambil berlari mendampingi namja yang ada di ranjang itu.
“Kyuhyun .. bertahanlah .. hiks …”
“Aku mohon … bertahanlah … semuanya akan baik – baik saja … hiks …”
“Kyuhyun .. apa kau mendengarku??? Aku memaafkanmu,jadi kumohon bertahanlah dan bukalah matamu segera !!!” ujar Ryeowook tak kuasa menahan tangisannya lagi. Ryeowook benar – benar merasa dirinya adalah yeoja paling jahat sedunia. Seharusnya tadi ia memaafkan Kyuhyun, bukan malah mendorongnya dan mengatakan kata – kata jahat untuk Kyuhyun. Ryeowook benar – benar merasa buruk menjadi seorang manusia.
“Maaf nona. Anda harus menunggu diluar. Biarkan kami yang menangani ini.” Ujar seorang suster melarang Ryeowook untuk masuk.
“Tak bisakah aku ikut masuk suster?” tanya Ryeowook.
“Maaf, tapi selain tim medis tidak diperbolehkan masuk nona.” Ujar suster itu dengan tersenyum manis.
“Tenanglah dan mohon tunggu diluar, semuanya akan baik – baik saja nona.” Lanjutnya suster itu lagi, lalu menutup pintu ruangan itu.
Entah kenapa tubuh Ryeowook terasa sangat lemas hingga tubuh Ryeowook merosot ke lantai.
“Aku mohon bertahanlah.” Ujar Ryeowook dengan pelan sambil menggenggam kedua tangannya di dadanya.

[Di dalam ruangan]
Di ruangan remang – remang itu, orang – orang yang memakai jas putih itu dan memakai masker mengelilingi Kyuhyun. Mereka mengeluarkan alat – alat medis yang bisa dijadikan penunjang hidup dan penyembuhan Kyuhyun.
Dokter mengeluarkan alat pemacu jantung yang sudah dialiri listrik. Ia menempelkannya ke dada Kyuhyun untuk memacu kerja jantung milik Kyuhyun, perawat yang lain mereka membersihkan darah yang masih mengalir dari kepala Kyuhyun dengan kapas. Kini banyak kapas yang ebrubah warna menjadi merah darah. Dokter masih berusaha memacu kerja jantung milik Kyuhyun.
“Dok .. jantungnya masih lemah …” ujar seorang suster sambil melihat ke monitor tentang grafik detak jantung milik Kyuhyun.
“Kala begitu kita harus mencobanya lagi.” jawab dokter itu sambil menggosok – gosokkan alat pemacu jantung itu dan lalu menempelkannya kembali ke dada Kyuhyun.

~ Love Is Crazy ~

Ryeowook sekarang duduk di kursi tunggu sambil memejamkan matanya, ia merenungi kejadian hari ini. Ia berpikir semua ini terjadi karena kesalahannya. Jika ia tadi tidak mendorong Kyuhyun, sudah pasti Kyuhyun tak akan berakhir di sini sekarang. Dan jika Ryeowook boleh meminta, ia lebih suka yang sekarang berada di dalam ruangan sana adalah dirinya bukan Kyuhyun.
“Anakku ..” samar – samar Ryeowook seperti mendengar suara nyonya Cho. Ia langsung membuka matanya dan berdiri, lalu menolehkan kepalanya ke asal suara. Dan benar saja, ia melihat nyonya Cho, nenek Cho, Ahra dan juga tuan Cho beserta pelayan Shin berlari menuju arahnya dengan raut wajah panik.
“Nyonya Cho ..” panggil Ryeowook ketika nyonya Cho berhadapan dengannya dalam posisi dekat.
PLAK
Nyonya Cho langsung menampar pipi Ryeowook dengan kesal dan marah.
“Apa yang kau lakukan pada anakku?!?!” bentaknya pada Ryeowook yang memegangi pipinya yang maish panas akibat tamparan nyonya Cho.
“Neomu mianhae .. maaf .. aku memang bersalah.” Ujar Ryeowook dengan menangis, ia benar – benar merasa menyesal pada keluarga Cho telah menyebabkan ini semua.
“Maaf katamu????” bentak nyonya Cho sambil mengangkat tangannya untuk kembali menampar Ryeowook.
“Sudah .. tenanglah istriku ..” ujar tuan Cho menenangkan sambil memegangi tangan nyonya Cho yang terangkat.
“Lepaskan aku! Dia! Yeoja sialan itu !!! dia yang membuat Kyuhyun-ku seperti ini!! Dia yang menyebabkan semua ini! Dari awal aku sudah tidak menyukainya! Tapi kau terus saja bilang padaku kalau yeoja sialan ini pantas bersanding dengan anakku, Kyuhyun!!!” bentak nyonya Cho menumpahkan segala isi perasaannya sekarang.
“Sudahlah, tenanglah! Ini hanya sebuah kecelakaan istriku. Tidak ada yang salah disini. Ini sudah suratan takdir. Tolong tenanglah.” Ucap tuan Cho menenangkan.
“Tenanglah menantu. Yang dikatakan suamimu itu benar. Jadi mengertilah. Ini rumah sakit, tempat umum.” Ujar nenek Cho ikut menenangkan.
“Disaat seperti ini yang eomma lakukan seharusnya adalah berdoa kepada Tuhan agar Kyuhyun baik – baik saja eomma.” Ujar Ahra ikut menenangkan eommanya.
Mendengar itu semua, nyonya Cho mengambil nafas dalam – dalam dan mengeluarkannya pelan – pelan.
“Tolong kau pergi sekarang juga! Aku tak ingin melihatmu disini!” usir nyonya Cho dengan nada datar namun penuh dengan emosi.
“Tapi .. tapi .. Kyuhyun ..” cicit Ryeowook mencoba menjelaskan.
“CEPAT PERGI !!!!” bentak nyonya Cho.
“Tolong pergilah Ryeowook, jika Kyuhyun keluar nanti. Aku akan memberitahumu segera.” Ujar Ahra.
Ryeowook menganggukan kepalanya.
“Aku pergi dulu nenek, tuan Cho, Ahra eonnie, pelayan Shin, dan nyonya Cho ..” ujar Ryeowook sambil membungkuk hormat, setelah itu pergi dari sana.

~ Love Is Crazy ~

Ryeowook sekarang berada di gereja kecil di rumah sakit. Ia sedang berdoa dengan mengepalkan tangannya dan menutup matanya di depan patung Jesus.
‘Tuhan, aku mohon padamu tolong berikan yang terbaik untuk Kyuhyun, sembuhkanlah dia. Jagalah dia selalu untukku. Jika permintaanku ini terlalu berlebihan, aku tak keberatan jika kebahagiaanku Engkau tukar dengan kesembuhannya. Aku mohon sembuhkanlah Kyuhyun, aku tak bisa melihatnya dalam keadaan seperti itu. Tuhan aku mohon kabulkanlah doaku ini Tuhan. Dia segalanya bagiku, aku rela menukarkan hidupku untuk dirinya. Jadi aku mohon kabulkanlah permintaanku ini Tuhan.’
Setelah selesai berdoa, Ryeowook membuka matanya secara perlahan.
Ia memandang patung Jesus itu agak lama dengan pandangan mata yang tak bisa diartikan.
“Tuhan? Kau mendengarku kan? Aku menunggu.” Ujarnya dengan penuh harapan.
Drrrt Drrrtttt ..
Ponsel milik Ryeowook bergetar di sakunya. Dengan segera ia langsung mengambil dan mengangkat ponselnya.
“Anyeong ..”
“Ryeowook … dia sudah keluar .. sekarang ia berada di kamar ..”
Ryeowook tersenyum mendengarnya, ia benar – benar bahagia mendengarnya, baru kali ini ia begitu bahagia. Ryeowook memandang patung Jesus dengan senyuman lebar merekah di wajahnya.
‘Terima kasih Tuhan, kau mengabulkan permintaanku.’ Innernya terharu.
“Gomawo eonnie atas informasinya.” Ujar Ryeowook menutup ponselnya. Lalu dengan tergesa – gesa ia berlari keluar dari gereja menuju kamar Kyuhyun dirawat. Ia berlari dengan senyuman merekah di wajahnya, ia terus berlari dan berlari menyusuri lorong rumah sakit tanpa mengindahkan pandangan aneh dari orang – orang yang melihatnya.
Sesampainya di depan kamar Kyuhyun dirawat, Ahra sudah menunggu.
“Akhirnya kau datang Ryeowook, cepat masuk sebelum eommaku kembali. Di dalam tidak ada orang, kau bisa masuk sekarang.” Ujar Ahra menasehati.
Nafas Ryeowook masih memburu, namun Ryeowook tak mengindahkannya. Ia langsung memeluk Ahra dengan erat. Ryeowook benar – benar berterimakasih dengan Ahra sekarang.
“Gomawo eonnie ..” ujar Ryeowook dengan tulus.
Ahra tersenyum lembut. “Cheonma. Kau sudah ku anggap sebagai adikku sendiri, Ryeowook.”
“Sekali lagi terima kasih.” Ujar Ryeowook sambil melepas pelukannya.
“Iya, cepat masuk sekarang Ryeowook. Kyuhyun menunggumu.” Ujar Ahra dengan tersenyum lebar dan mempersilahkan Ryeowook masuk.
Dengan langkah pelan Ryeowook masuk ke kamar rawat Kyuhyun. Disana, di depan mata Ryeowook, Kyuhyun terbaring lemah di ranjang dibantu dengan alat pernafasan. Entah kenapa Ryeowook sekarang merasa takut, bukan takut dalam ruangan ini namun ia takut kehilangan Kyuhyun dari hidupnya.
Ia dengan langkah pelan namun pasti mendekati ranjang Kyuhyun lalu duduk di sampingnya dengan menggenggam tangan Kyuhyun yang lemah.
“Maafkan aku ne Kyu. Karena diriku kau harus merasakan ini semua.” Ujar Ryeowook mengeluarkan isi hatinya.
Entah kenapa air mata Ryeowook kembali turun setelah mengatakan itu.
“Seharusnya kau mengerti, kalau aku tak pantas untukmu. Kau tak seharusnya memperjuangkan dan mempertahankan diriku. Aku ini menyusahkan Kyu. Hiks …” ujar Ryeowook sambil menempelkan tangan Kyuhyun ke pipinya dan mengelus – eluskannya dengan lembut dan pelan.
“Seandainya kita tak bertemu sebelumnya, jadi kita tak akan mengalami hal seperti ini.”
“Tapi ini sudah terlanjur, kita sudah bertemu dan mengalami ini semua.”
Tak sengaaja Ryeowook melihat cincin pernikahannya yang dipakai Kyuhyun, jadi Kyuhyun memasang cincin milik Ryeowook di jari kelinkingnya, sedangkan miliknya ia pakai di jari manisnya.
“Kau memakainya? Hiks …” tanyanya dengan isakan tangisan tak percaya dan merasa bersalah.
“Kenapa kau memakainya? Bahkan aku melepaskannya dengan kasar dan membuangnya ke wajahmu. Dan kau malah memakainya? Kau benar – benar bodoh Kyu. Benar – benar bodoh.” Ryeowook semakin tak kuasa menahan tangisannya, tangisannya semakin deras melihat ini semua.
“Baiklah. Pakailah semua itu bodoh. Karena aku sudah sangat bahagia pernah memakainya di jari manisku dulu.” Ujar Ryeowook sambil memaksakan senyumnya.
“Dengar Kyu. Hiduplah dengan bahagia. Carilah wanita yang pantas untukmu, yang bisa mengerti dirimu, tak egois sepertiku. Kau berhak mendapat yang lebih baik lagi dariku. Kau harus hidup bahagia Kyu. Harus.” Ujar Ryeowook sambil mengembalikan tangan Kyuhyun ke ranjang.
“Jika kau tak hidup dengan bahagia, kau akan tahu akibatnya. Kau tahu itu kan ??? Kekekeke ..” ujar Ryeowook dengan mencoba bergurau dan berdiri dari posisi duduknya.
Ia memandang lekat Kyuhyun yang masih menutup matanya dengan tersenyum.
“Ini yang terkahir.” Ujarnya sambil membungkukkan badannya ke wajah Kyuhyun, lalu mencium bibirnya dengan cepat.
“Hiduplah dengan baik Kyu. Berjanjilah.” Ujar Ryeowook dengan menahan tangisannya.
Setelah mengatakan itu, Ryeowook langsung berdiri dan pergi dari kamar rawat Kyuhyun dengan menangis.

“TBC”

Okay fix aku ikir ini part aling gaje :3

Yesungdahlah, yang enting saya update ne xD

Tolong komentarnya yak chingu-deul ^^

With LOVE! Saranghae ❤ ❤ ❤ Chu :*