Love Medicine

i-love-medicine

Frisca Freshtie Present ….
.
.. |(^.^)/\(^.^)| ..
….
~ Love Medicine ~
.
.

Pairing : KyuWook
Rate : T
Genre : Romance, Comedy, Genderswitch, Friendship, OneShot, Abal – Abal, Gaje, Failed!
Author : Frisca Freshtie
Cast : Kim Ryeowook (Yeoja) >< Cho Kyuhyun (Namja) >< Lee Hyukjae (Yeoja) >< Lee Sungmin (Yeoja) >< Henry Lau (Namja)
.
.
.
.
Warning !!!
Ini sequel dari “I Will Cure You”.
Maka dari itu, yang belum baca harap membacanya dahulu biar paham dengan alur ceritanya ya.
Banyak typo berhamburan! Jadi mohon pengertiannya ne ^^
Happy Reading Chingu-deul 🙂
.
.
.
.
~ Love Medicine ~

Kriiing kriiiiing
Suara ponsel bergema dalam kamar berwarna serba ungu khas yeoja itu. Berulang kali suara yang nyaring itu berbunyi, namun sepertinya di saat itu tidak ada tanda – tanda orang yang akan mengangkat ponsel itu. Pemilik ponsel itu masih lelap dalam mimpinya. Pemilik ponsel itu masih betah berlama – lama dalam ranjangnya, bahkan pemilik ponsel itu malah mengeratkan guling miliknya ke pelukan tubuh mungilnya.
Kriiiing kriiiiing
“Omonaaa !!! Wookie !!!” ujar Jaejoong layaknya ibu – ibu yang sedang menasehati aegya-nya dengan heran sambil masuk ke kamar Ryeowook.
“Bagaimana kau masih tetap terlelap dengan suara yang sangat bising seperti ini ?? Benar – benar putri tidur!” ujar Jaejoong tak habis pikir dengan kelakuan dongsaengnya ini.
Dengan gerakan cepat, Jaejoong mengambil ponsel milik Ryeowook dan segera menarik guling yang ada di pelukannya dengan gerakan cepat dan juga kasar.
“Bangun Wookie !! Ada panggilan masuk untukmu !!!” pekik Jaejoong berusaha membangunkan Ryeowook dari alam mimpinya.
“Anio .. aku tidak mencoba mengintipmu. Tidak. Benar. Sungguh. Aku bersumpah …” igau Ryeowook sambil merubah posisi tidurnya menjadi terlentang dengan ekpressi agak ketakutan.
“Cih! Benar – benar bocah ini ya!” ujar Jaejoong sambil mendecih.
“Hei Wookie !!! Cepat banguuuuun sekarang !!!” bentak Jaejoong karena sudah habis kesabarannya, apalagi ponsel milik Ryeowook terus berbunyi tanpa henti.
“TIIIIIIDAAAAAAAAK !! JANGAN MASUKAN AKU KE PENJARAAAA !!!!!!!” jerit Ryeowook dengan tiba – tiba dan bangun dari tidurnya.
Melihat itu Jaejoong langsung menyentil dahi Ryeowook dengan keras.
CTAK
“Awww ..” rintih Ryeowook kesakitan sambil memegangi dahinya yang tadi di sentil Jaejoong dengan keras.
“Bangun nyonya pemimpi. Ini ada panggilan masuk untukmu!” ujar Jaejoong dengan kesal sambil menyodorkan ponsel milik Ryeowook yang masih berdering ke depan wajah Ryeowook yang masih mengantuk.
“Heh?? Dari siapa eonnie??” tanya Ryeowook dengan suara berat habis bangun tidur.
“Mana ku tahu?!??!! Cepat angkat bodoh!” bentak Jaejoong tambah kesal mendengar pertanyaan Ryeowook barusan padanya.
“Oh oke oke.” Jawab Ryeowook dengan tampang tanpa dosa sambil mengambil ponselnya dari tangan Jaejoong, lalu setelah itu Jaejoong keluar dari kamar Ryeowook.
“Yeoboseo ..” ujar Ryeowook dengan nada malas, pasalnya Ryeowook benar – benar masih sangat mengantuk dan ingin melanjutkan tidurnya. Apalagi hari ini adalah hari sabtu, hari dimana ia selalu beristirahat seharian alias tidur seharian di kamarnya.
Sedetik kemudian setelah mendengar suara dari seberang sana, Ryeowook langsung memelototkan matanya lebar – lebar shock.
“Hah?? Mwo ?? Kau sudah ada di depan ??? Sejak kapan ???” tanyanya dengan tak percaya histeris sambil langsung berdiri dan berlari ke jendela kamar, lalu membuka gorden jendela dengan cepat dan melihat ke luar jendela dengan panik. Dan ternyata di luar sana, di depan pagar rumahnya berdiri seorang pria tinggi putih berambut ikal hitam berpakaian kasual sedang menelpon.
Dengan gerakan cepat, Ryeowook menutup gorden itu dan segera membalikkan tubuh mungilnya.
“Baiklah. Tunggu sebentar Kyu! 10 menit lagi aku akan siap! Tunggu saja sebentar lagi! Ok!” ujar Ryeowook dengan panik, lalu mematikan ponsel itu dengan cepat dan melemparkan ponsel itu ke ranjangnya dengan sembarangan.
“Huuuuweeee ?? Bagaimana ini ???” pekiknya panik sambi menggigiti kukunya.
“Cepat cepat cepaaaaaaat !!!!” gumamnya panik sambil berlari masuk ke kamar mandi.
[SKIP]
Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Ryeowook selesai mandi dan sudah berganti pakaian dan sekarang ia berada di depan cermin sedang memakai make up tipis dengan kecepatan penuh alias dengan terburu – buru.
Setelah selesai, Ryeowook langsung berlari ke tempat penyimpanan sepatu miliknya yang ada di kamarnya. Lalu dengan tanpa melihat ia langsung mengambil dan memilih sepatu yang akan dipakainya, lalu segera berlari keluar kamar dan menuruni tangga seperti orang kesetanan.
Karena di samping tangga adalah dapur, secara langsung Ryeowook melewatinya, sehingga seluruh anggota keluarga Kim yang tengah berada di dapur melihat kegiatan Ryeowook.
“Wookie .. sarapan dulu.” Ujar eommanya dengan tersenyum sambil menuangkan kopi ke cangkir milik Tuan Kim yang sedang membaca koran.
“Tidak eomma. Aku tak sempat, nanti aku terlambat. Aku akan makan di luar. Tenang saja.” Ujar Ryeowook sambil berlari keluar rumah.
Tuan Kim menurunkan korannya dan menatap punggung Ryeowook yang semakin menjauh.
“Dia mau kemana pagi – pagi seperti ini?” tanya tuan Kim.
“Aku tak tahu suamiku.” Jawab nyonya Kim sambil ikut – ikutan menatap punggung Ryeowook yang semakin menjauh.
Jaejoong dengan santai duduk di kursi sambil membawa roti panggang yang dibuatnya.
“Apa appa dan eomma tahu apa itukencan ?” ujar Jaejoong sambil mengolesi roti panggangnya dengan selai strawberi. Mendengar penuturan aegya pertama mereka spontan membuat mereka berdua saling berpandangan dengan saling tersenyum geli dan saling berpikir bahwa ternyata aegya kecil mereka sudah besar sekarang.

~ Love Medicine ~

Ryeowook keluar rumah dengan berlari dan memakai sepatu highheelsnya dengan kesusahan. Lalu setelah semua selesai dipakai, ia segera membuka gerbang rumahnya dengan cepat.
“Ah aku benar – benar minta maaf …” ujar Ryeowook di sela – sela nafasnya yang tersengal karena efek terus berlari dari tadi.
Kyuhyun dengan tanpa ekpressi memandang Ryeowook. Setelah beberapa detik lamanya ia menatap Ryeowook, akhirnya Kyuhyun membuka suaranya.
“Ya.” Ujarnya dengan singkat dan juga padat dan berhasil membuat Ryeowook agak kesal.
“Masak hanya iya jawabanmu?” tanya Ryeowook tak terima sambil mempout bibirnya imut.
Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari Ryeowook, sebenarnya Kyuhyun tak mempermasalahkan ini. Hanya saja ia tak tahu bagaimana cara bersikap terhadap seorang yeoja, apalagi pada yeojachingunya. Dia benar – benar payah dalam hal seperti ini. Dia tidak bisa menunjukkan emosinya secara langsung, ia juga bingung kenapa. Tapi sikap yang ia berikan pada orang yang ia sukai kebanyakan malah berbanding terbalik dengan perasaannya.
“Heeei Kyu !! Jangan alihkan pandanganmu ketika aku sedang berbicara !!! aku tak menyukainya !!!” pekik Ryeowook dengan kesal dan tambah mempout bibirnya lagi, lalu menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
Inilah Ryeowook, benar – benar kekanakan. Ryeowook senang sekali mempermasalahkan apapun, dan ia juga sering sekali merajuk layaknya anak kecil pada Kyuhyun hanya karena hal – hal sepele.
“Ayo pergi Ryeowook.” Dengan tiba – tiba Kyuhyun memegang tangan mungil Ryeowook dengan pandangan lembut. Entah kenapa Ryeowook merasa waktu tengah berhenti diantara mereka berdua, yang ia lihat hanya Kyuhyun ditemani dengan gugurnya bunga sakura di sekeliling mereka.
“Ryeowook.” Panggil Kyuhyun membuyarkan imajinasi Ryeowook.
“Eh, kajja.” Ujar Ryeowook spontan.

~ Love Medicine ~

Ryeowook dan Kyuhyun sekarang tengah berjalan di pinggir sungai Han dengan sambil berpegangan tangan.
“Bukankah ini pagi yang sangat cerah dan indah Kyu?” tanya Ryeowook sambil menyandarkan kepalanya ke tangan Kyuhyun.
Kyuhyun berhenti berjalan dan menatap ke langit, lalu tersenyum manis. “Iya.” Jawabnya.
“Benar bukan perkataanku kemarin. Pemandangan di sungai Han sangat indah bukan?” ujar Ryeowook dengan bangga.
Kyuhyun dan Ryeowook melanjutkan perjalanan mereka.
“Kyu .. apa kau ingin tahu perasaanku sekarang?” ujar Ryeowook dengan tersenyum manis dan masih terus berjalan bersama dengan pelan.
Kyuhyun melirik Ryeowook sebentar. “Aku sangat senang.” Ujar Ryeowook.
“Apa kau tahu kenapa?” tanya Ryeowook.
“Itu karena kau ada di sampingku.” Ujar Ryeowook dengan sungguh – sungguh. Mendengar itu, Kyuhyun memandang Ryeowook dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Percampuran antara tak percaya, senang dan terkejut.
“Bahkan walaupun itu di tempat yang sangat gelap dan kelam, jika kau tetap berada di sisiku, hatiku akan tetap hangat dan dipenuhi dengan kesenangan.” Ujar Ryeowook menjelaskan lagi dengan tersenyum manis dan pandangannya lurus ke depan.
Mendengar itu, Kyuhyun tersenyum. Kyuhyun sangat bersyukur bisa mengenal seorang Kim Ryeowook dan menjalin sebuah hubungan istimewa dengan yeoja mungil di sampingnya ini. Bahkan jika ia disuruh untuk memilih seseorang yang akan mendampingi kehidupannya kelak, dia akan tetap memilih Ryeowook. Kyuhyun benar – benar merasa sangat nyaman dengan Ryeowook wlaaupun sering kali Ryeowook mempermalukan dirinya sendiri dengan sikap – sikap ceroboh dan kebodohannya sendiri. Namun itulah keistimewaan Ryeowook, itulah yang membuat Kyuhyun tetap bertahan dengan Ryeowook, karena Ryeowook adalah warna – warni kehidupannya. Dan Kyuhyun ragu ada yang lain seperti diri Ryeowook, kalaupun ada pasti ada sesuatu yang berbeda walaupun itu hanya sedikit kadarnya, namun pasti berbeda.
“Berhenti disini!” ujar Ryeowook dengan tiba – tiba berhenti.
Kyuhyun menautkan kedua alisnya bingung. “Ada apa?” tanya Kyuhyun heran.
Ryeowook memandang Kyuhyun dengan tersenyum manis, “Disini sepi.” Ujar Ryeowook dengan malu – malu.
Kyuhyun yang tahu maksud Ryeowook sebenarnya langsung tersenyum geli.
“Kau mengerti kan Kyu??? Jadi cepat duduk disini.” Ujar Ryeowook yang tiba – tiba sudah duduk di rerumputan dengan tersenyum lebar padanya sambil menepuk – nepuk rereumputan di sampingnya mengisyaratkan agar Kyuhyun duduk di sampingnya. Entah kenapa setiap melihat senyum Ryeowook, Kyuhyun berpikir dunianya mulai ditumbuhi banyak bunga – bunga warna – warni yang indah dan bermekaran sehingga ia selalu terpaku dan tidak bisa melepaskan pandangannya dari senyum Ryeowook.
Kyuhyun duduk di samping Ryeowook, lalu memandang lurus ke depan, ke hamparan air sungai Han.
Ryeowook melirik Kyuhyun dengan malu – malu, lalu dengan gerakan pelan Ryeowook menggeser duduknya untuk mendekati Kyuhyun. Lalu setelah tubuh mereka dekat, dengan jahil Ryeowook menoel- noel kepala Kyuhyun sehingga membuat mau tak mau Kyuhyun menolehkan kepalanya ke Ryeowook dengan memberikan pandangan yang mengisyaratkan apa yang ingin Ryeowook katakan pada Kyuhyun.
Ryeowook diam sebentar dengan terus tersenyum penuh arti pada Kyuhyun.
“Berikan aku ciuman Kyu.” Ujar Ryeowook dengan tersenyum malu, lalu memejamkan matanya dan memonyongkan bibirnya, bersiap menerima ciuman dari Kyuhyun.
Kyuhyun yang melihatnya tersenyum geli. Ini yang selalu membuat Kyuhyun tak bosan dengan Ryeowook, setiap harinya Ryeowook selalu menyuguhkan sikap yang membuat Kyuhyun terus tertawa geli dan merasa senang.
Karena lama tak mendapatkan ciuman yang ia inginkan. Ryeowook membuka matanya dengan sebal.
“Kenapa lama sekali sih memberikan ciumannya?” tanya Ryeowook dengan kesal bukan main.
“Lihatlah sekelilingmu.” Ujar Kyuhyun dengan nada datar seperti biasa.
“Disini sepi. Tak ada yang melihat Kyu!” ujar Ryeowook dengan sebal sambil berputar dalam keadaan duduk melihat keadaan yang ada di sekelilingnya.
“Ini tempat umum Ryeowook.” Ujar Kyuhyun mencoba memberi pengertian pada Ryeowook, yeojachingunya hampir satu tahun ini.
“Bilang saja kau tak mau menciumku! Dasar kau menyebalkan!” ujar Ryeowook menyimpulkan dengan dongkol dan gondok.
Kyuhyun tersenyum geli dengan tipis mendengar kesimpulan Ryeowook.
Setelah itu, suasana menjadi hening. Bukan suasana awkward, bukan juga suasana canggung, namun suasana dimana walaupun mereka tak saling berbicara namun mereka merasa sangat nyaman dengan apa adanya.
Ryeowook melirik Kyuhyun yang masih menatap pemandangan sungai Han dengan tenang dan damai.
Ryeowook kembali menghadap lurus ke depan dan tersenyum. ‘Walaupun hanya diam seperti ini, hanya saja entah kenapa aku merasa sangat nyaman bersamanya. Sangat nyaman.’ Inner Ryeowook.
“Wookie ..” panggil Kyuhyun tanpa menolehkan kepalanya ke Ryeowook.
“Iya?” jawab Ryeowook tanpa menolehkan kepalanya juga.
“Jika aku masih menyukai namja bagaimana?” tanya Kyuhyun.
Ryeowook menolehkan kepalanya menatap Kyuhyun dengan pandangan yang bisa diartikan ‘apa kau bercanda huh?’
“Aku akan menyembuhkanmu lagi. Simpel bukan?” ujar Ryeowook dengan bangga.
“Jika itu tidak berhasil?” ujar Kyuhyun berniat menggoda namun dengan nada datar.
Ryeowook yang mendengarnya langsung memasang muka tak terima imut, “Kalau begitu aku …” Ryeowook tak dapat melanjutkan perkataannya, ia bingung ingin menjawab apa pada Kyuhyun.
“Apa?” tanya Kyuhyun.
“Aku akan selalu berada di sampingmu untuk mendukungmu ….” ujar Ryeowook dengan gemas sambil meloncat ke tubuh Kyuhyun hingga mereka berdua terjatuh.
“Hehehe .. aku akan terus menggenggam tanganmu dan berkata padamu semuanya akan baik – baik saja Kyu. Jadi tetaplah berjuang! Kim Ryeowook selalu berada di samping Cho Kyuhyun!” Ujar Ryeowook sambil mengambil salah satu tangan Kyuhyun dan menggenggamnya dengan erat sambil tersenyum riang.
Mendengar itu, Kyuhyun kembali tersenyum geli.
“Cepat menyingkir dari tubuhku! Kau sangat berat!” ujar Kyuhyun sambil mencoba berdiri.
Ryeowook memelotokan matanya tak terima.
“Apa??? Aku berat katamu ???” ujar Ryeowook tak terima sambil langsung menyingkir dari tubuh Kyuhyun dan duduk di samping Kyuhyun.
“Iya. Sekarang kau sepertinya agak bertambah berat ya ..” ujar Kyuhyun sengaja berusaha memancing emosi Ryeowook.
“Huweeeeee !!! Kalau seandainya aku jadi gendut, kau tetap menyukaiku kan Kyu????” tanya Ryeowook dengan panik dan histeris sambil memegang kedua bahu Kyuhyun. Tentu saja mendengar pertanyaan konyol milik Ryeowook mengundang tawa geli Kyuhyun.
“Apa kau bercanda Ryeowook?” ujar Kyuhyun dengan tertawa.
“Biasanya namja tak suka yeoja gendut. Sekarang aku harus bagaimana? Aku akan jadi gendut Kyu!” ujar Ryeowook dengan wajah khawatir becampur dengan sedih.
“Kau berlebihan Ryeowook.” Ujar Kyuhyun sambil mengacak – acak rambut lurus hitam milik Ryeowook.
Entah mengapa setiap Kyuhyun mengacak – acak rambut Ryeowook, Ryeowook merasa nyaman dan merasa tenang. Seperti usapan dari tangan Kyuhyun mengalirkan ketenangan ke jiwanya.
Ryeowook tersenyum senang. “Jadi kau akan terus menyukaiku walaupun aku gendut eoh? Aaah leeeganyaaa ……” ujar Ryeowook menyimpulkan dari respon yang diberikan Kyuhyun.
Kyuhyun kembali tersenyum geli melihat kelakuan Ryeowook.
“Saranghae .. jeongmal saranghae Cho Kyuhyun !!!” pekik Ryeowook kegirangan dengan tiba – tiba sambil tiduran di paha Kyuhyun.
Kyuhyun menundukkan kepalanya untuk melihat Ryeowook yang tiduran di pahanya.
“Apa kau lelah?” tanya Kyuhyun.
“Tidak. Aku hanya ingin memandangmu dari bawah sini. Kelihatan lebih menarik, lebih tampan, dan lebih lebih dan leeebiiiih …..” Ujar Ryeowook dengan tersenyum lebar.
Setelah mengatakan itu, keduanya saling tersenyum. Lalu, Ryeowook mengangkat kedua tangannya untuk mengelus – elus wajah Kyuhyun.
Ryeowook tertawa malu – malu kegirangan. “Aku suka wajah ini .. ini wajah milik Kyuhyun .. hhihii” ujar Ryeowook dengan tertawa malu.
“Apa kau hanya menyukai wajahku saja?” tanya Kyuhyun.
“Tidak!” bantah Ryeowook cepat.
“Ryeowook menyukai semua yang ada di diri Cho Kyuhyun.” Lanjut Ryeowook sambil tersenyum lebar dengan tangan masih berada di pipi Kyuhyun.
“Hehhehehe ..” Ryeowook terlihat begitu senang dengan kegiatannya untuk mengelus – elus dan menjelajahi wajah Kyuhyun.
“Kyuhyun ..” panggil Ryeowook sambil menatap Kyuhyun ragu dan menghentikan aktivitas mengelus – elusnya.
“Apa?” tanya Kyuhyun ingin tahu.
“Apa kau benar – benar menyukaiku?” tanya Ryeowook ragu.
“Menurutmu?” Kyuhyun berbalik bertanya.
“Euung … aku kan yang bertanya? Kenapa kau malah menanyakannya padaku?” ujar Ryeowook bingung.
Kyuhyun tersenyum geli kembali mendengar penuturan Ryeowook yang terlalu polos itu.
“Jika ada kata selain menyukai dan mencintai, aku akan mengatakannya padamu sekarang.” Jawab Kyuhyun dengan nada datar, walaupun yang dikatakan Kyuhyun dengan nada datar entah kenapa Ryeowook merasa sangat senang.
“Sungguh?” tanya Ryeowook dengan tatapan penuh arti.
“Kata tak berarti apapun Ryeowook. Aku ingin menunjukkan perasaanku padamu bukan dengan rangkaian kata – kata, namun aku ingin membuktikannya dengan membuatmu bahagia bersama dengan diriku.” Ujar Kyuhyun dengan sungguh – sungguh. Ryeowook yang mendengar jawaban Kyuhyun, ia merasa sangat tersentuh. Ia merasa Kyuhyun benar – benar gentle dan sangat romantis sekarang.
“Ryeowook benar – benar menyayangi Kyuhyun.” Ujar Ryeowook dengan senang.
Setelah itu, mereka kembali diam. Yang ada hanya alunan suara angin yang bertiup dan menerbangkan daun – daun bewarna kuning atau coklat.
“Kyuhyun ..” panggil Ryeowook kembali.
“Iya?”
“Apa yang sangat diinginkan Kyuhyun di dunia ini?” tanya Ryeowook.
“Entahlah. Aku tak tahu pasti.” Jawab Kyuhyun.
“Kalau aku .. aku ingin membahagiakan orang tuaku, menjadi seorang guru TK, lalu ..” Ryeowook diam sebentar. Kyuhyun menatap Ryeowook ingin tahu. “aku akan menikah dengan Cho Kyuhyun, memiliki dua anak, perempuan dan laki – laki, lalu kami hidup bahagia sampai akhir hayat kami, lalu setelah kematian memisahkan kami, kami akan tinggal di surga sebagai pasangan kembali. The end. Hahahha ..” ujar Ryeowook diakhiri dengan tawa girang.
Mendengarnya Kyuhyun kembali tertawa geli. “Kau membuat cerita yang begitu sempurna.” Ujar Kyuhyun.
“Ya semua orang juga ingin kehidupannya sempurna bukan?” ujar Ryeowook tak terima.
“Lalu, bagaimana kalau apa yang kau inginkan tak tercapai?” tanya Kyuhyun.
Mendengar pertanyaan Kyuhyun membuat Ryeowook agak sebal dengan Kyuhyun, oeh karena itu dengan gerakan cepat Ryeowook langsung bangun dan menatap tak percaya pada Kyuhyun.
“Kenapa kau bertanya seperti itu Kyu? Apa kau tak suka?” tanya Ryeowook dengan memincingkan matanya.
“Tidak. Bukan seperti itu. Aku hanya ingin tahu saja.” Jawab Kyuhyun dengan tenang.
“Tapi aku tak suka dengan pertanyaanmu barusan.” Ujar Ryeowook sebal.
Kyuhyun diam sebentar, lalu menghirup udara dengan berat.
“Bagaimana kalau seandainya kita tak berakhir bersama?” ujar Kyuhyun.
“Kenapa kau mengatakan yang menjengkelkan Kyu??” ujar Ryeowook tambah sebal dan kesal.
“Aku hanya berpikir seperti itu.” Jawab Kyuhyun dengan tampang tanpa dosa.
“Kau menyebalkan. Aku mau pulang sekarang!” ujar Ryeowook sambil berdiri, ia mulai merajuk kembali.
“Ini jam 11 siang.” Ujar Kyuhyun dengan ikut berdiri.
“Memangnya kenapa kalau jam 11 siang? Apa ada masalah hah?” tanya Ryeowook dengan ketus tanpa melihat Kyuhyun.
“Aku lapar, aku ingin pulang untuk makan!” lanjut Ryeowook lagi dengan nada ketus kembali.
“Bagaimana kalau kita makan ke kedai biasanya?” tanya Kyuhyun.
“Tidak.” Tolak Ryeowook cepat.
“Aku ingin makan makanan buatan eonniku. Aku ingin pulang saja!” ujar Ryeowook.
Mendengar jawaban Ryeowook, Kyuhyun menghembuskan nafas beratnya. Kyuhyun tahu kalau Ryeowook sedang marah padanya. Kyuhyun tak bisa berbuat apa – apa selain menuruti apa kemauannya. Jika tidak, Ryeowook akan semakin tambah marah kepadanya dan bisa – bisa seminggu lebih Ryeowook marah dan merajuk padanya. Itu benar – benar mengganggu Kyuhyun, Kyuhyun sangat tak menyukainya.
“Baiklah. Ayo pulang.” Ujar Kyuhyun menuruti kemauan Ryeowook.

~ Love Medicine ~

Kyuhyun dan Ryeowook akhirnya sampai di depan rumah Ryeowook. Tanpa berkata apapun, Ryeowook langsung masuk ke rumah.
Kyuhyun hanya bisa menghembuskan nafas beratnya melihat Ryeowook bersikap seperti itu. Sebenarnya ia sudah kerap kali diperlakukan Ryeowook seperti itu jika Ryeowook sedang marah padanya, namun entah kenapa Kyuhyun masih saja merasa tak biasa jika diperlakukan seperti itu oleh Ryeowook.
[Di dalam rumah]
“Aku pulang ..” ujar Ryeowook dengan lemah sambil membuka high heelsnya, lalu masuk ke ruang keluarga dimana keluarganya tengah berkumpul bersama seperti biasa.
“Kau sudah pulang?” tanya Jaejoong sambil mewarnai jari – jari kakinya dengan cat kuku berwarna merah darah.
Ryeowook diam dan terus berjalan untuk menaiki tangga.
“Oh lihatlah suamiku, anak kecilmu pulang – pulang bersikap seperti itu, padahal habis berkencan.” Ujar eomma Ryeowook mencoba menggoda Ryeowook.
“Hahhaha .. biarkan saja istriku. Sekarang dia sudah dewasa, biarkan ia menyelesaikan masalahnya sendiri.” Ujar tuan Kim dengan bijaksana walaupun diiringi dengan tawa.
Mendengar itu, Ryeowook dengan cemberut menatap kedua orang tuanya. Lalu, kembali meneruskan jalannya menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya.

Ryeowook menghempaskan tubuh mungilnya ke ranjang.
“Aku benci Kyuhyun.” Ujarnya.
“Aku benar – benar membenci Kyuhyun.” Lanjutnya lagi.

~ Love Medicine ~

Pagi-pun tiba. Ryeowook berangkat sekolah seperti biasa. Ia berjalan dengan tidak seperti biasanya, wajahnya datar, tak ada senyum, tak ada wajah berseri – seri ceria, tak ada raut wajah sedih, tidak ada wajah cemberut juga, sekarang ia lebih terlihat seperti Kyuhyun ketika menghadapi orang.
Ryeowook memasuki kelasnya yang masih sepi. Hanya ada beberapa murid yang sudah datang dan tentu saja ada Kyuhyun yang sedang membaca buku seperti biasanya. Tanpa melirik, menatap ataupun menyapa, Ryeowook dengan tatapan datar terus saja berjalan ke bangkunya di samping Sungmin yang tengah mengerjakan PR.
Kyuhyun yang melihatnya hanya bisa menghembuskan nafas beratnya, lalu meletakkan bukunya dan menatap kosong halaman buku itu. Pikiran Kyuhyun agak kacau jika diacuhkan seperti ini oleh Ryeowook. Ya entahlah, Kyuhyun baru menyadari bahwa Ryeowook benar – benar sudah masuk ke kehidupannya. Ia mampu membuat dunia milik Kyuhyun yang datar bisa naik turun sehingga lebih berwarna dan Kyuhyun harus mengakui bahwa ia menyukainya. Ia suka dengan kehadiran Ryeowook di kehidupannya, apalagi dengan semua usaha Ryeowook untuk ikut menyembuhkan Kyuhyun dengan kelainnya dahulu. Ia sangat bersyukur, Ryeowook ikut membantunya.
Kyuhyun merutuki dirinya karena disaat seperti ini ia tak bisa berbuat apa – apa. Entahlah, bahkan hanya untuk menghibur Ryeowook atau memberi pengertian pada Ryeowook agar tak marah lagi-pun ia tak bisa. Ia benar – benar bodoh dalam bidang seperti ini. Ia mengakuinya, jika menghadapi tentang masalah pelajaran mungkin Kyuhyun tak ada kesulitan, namun ketika menghadapi masalah yang bernama ‘Ryeowook’ sepertinya Kyuhyun tak tahu apapun. Benar – benar payah pikirnya. Ia benar – benar tak tahu apa yang harus ia lakukan pada Ryeowook agar tak marah lagi dengannya.
“Hei Ryeowook, kau sudah datang rupanya.” Suara Sungmin yang ramah terdengar di indra pendengaran Kyuhyun. Kyuhyun menolehkan kepalanya ke belakang, mencoba melihat reaksi Ryeowook yang akan ia berikan pada sahabatnya itu.
Ryeowook hanya diam, lalu segera duduk dan mengeluarkan buku dan membukanya tanpa membacanya. Ryeowook membiarkan buku itu terbuka, ia malah menatap kosong lurus ke depan. Sungmin yang melihat kelakuan Ryeowook yang tak seperti biasanya mengernyitkan dahinya bingung.
“Apa kau sedang ada masalah?” tanya Sungmin.
Ryeowook diam, pandangannya masih kosong.
“Apa kau baik – baik saja?” tanya Sungmin lagi.
“Aku merasa hampa.” Ujar Ryeowook masih dengan pandangan kosong lurus ke depan. Kyuhyun yang mendengarnya karena suasan kelas yang masih sepi kembali menghembuskan nafas beratnya. Ryeowook benar – benar sulit sekali untuk dibaca, keluhnya.
Sungmin yang sudah bersahabat dengan Ryeowook dari kecil langsung mengerti, ia langsung diam dan kembali mengerjakan PR-nya yang belum selesai.

~ Love Medicine ~

Kriiiiiiiing
Bel istirahat-pun berbunyi, semua murid langsung berhamburan ke luar kelas, kecuali beberapa murid yang masih betah di kelas termasuk Ryeowook dan Kyuhyun.
Eunhyuk dan Heechul menghampiri Ryeowook dan Sungmin yang masih duduk di bangku merka.
“Hei Wookie .. kajja kita ke kantin!” ujar Eunhyuk sambil merangkulkan tangannya ke bahu milik Ryeowook. Ryeowook hanya diam tak menjawab. Melihat Ryeowook seperti itu, Eunhyuk langsung melepaskan rangkulannya dan menatap Sungmin bingung.
“Kenapa dengannya?” tanya Heechul dengan pelan memberikan kode atau isyarat pada Sungmin melihat Ryeowook yang masih menatap kosong lurus ke depan. Sungmin menghembuskan nafasnya pelan.
“Ryeowook-ah. Apa kau ingin ikut kami ke kantin?” tanya Sungmin dengan pelan dan lembut layaknya seorang ibu yang tengah menawari anaknya yang tengah bersedih.
Ryeowook menggeleng pelan, lalu membenamkan kepala mungilnya ke kedua lipatan tangannya.
“Apa dia sakit?” tanya Heechul pada Sungmin. Dan Sungmin hanya mengedikkan bahunya, Sungmin benar – benar tidak tahu – menahu dengan keadaan Ryeowook yang terlihat suram sekarang.
“Sudahlah. Kajja kita pergi sekarang! Perutku sudah lapar.” Ujar Eunhyuk sambil bergaya kesakitan dengan memegang perutnya.
“Baik baik!” ujar Heechul dengan memutar kedua matanya agak kesal.
“Ryeowook-ah, apa kau menginginkan sesuatu? Aku akan membelikannya.” Tanya Sungmin.
Ryeowook agak lama menjawab. “Tidak. Aku tidak menginginkan sesuatu apapun.” Ucap Ryeowook dengan lemah.
“Benarkah? Kau tak perlu membayar. Aku akan membelikan apapun yang kau sukai.” Tawar Sungmin lagi agak khawatir dengan keadaan sahabatnya ini.
Ryeowook diam, tak menjawab pertanyaan Sungmin. Jika Ryeowook berada di keadaan normal, ia pasti langsung ingin memesan apapun, karena ini gratis. Ryeowook benar – benar suka dengan apa yang dinamakan gratis.
“Baiklah kalau begitu. Kami pergi dulu ne Ryeowook.” Ujar Sungmin menyerah juga, Sungmin tak ingin memaksakan kehendaknya pada sahabatnya itu. Setelah mengatakan itu, mereka bertiga meninggalkan Ryeowook. Kyuhyun yang dari tadi mengawasi mereka, terutama Ryeowook tak tahu harus berbuat apa. Sebenarnya Kyuhyun dari tadi ingin menghampiri Ryeowook dan berbicara padanya, namun niatnya ia urungkan karena memikirkan hal yang selalu terjadi adalah ia selalu mengatakan apapun yang Ryeowook tak sukai, dan itu semakin membuat Ryeowook marah padanya biasanya.

~ Love Medicine ~

Sekarang kelas sudah masuk dan memulai pelajaran kembali.
“Sekarang. Kumpulkan pekerjaan kalian ke depan!” perintah Lee seongsangnim.
“Baik Lee seongsangnim.” Jawab mereka bersamaan dan segera mengeluarkan tugas mereka.
“Baiklah yang pertama adalah Lee Donghae.”
“….”
“….”
“….”
“….”
“Cho Kyuhyun.” Mendengar namanya dipanggil Lee seongsangnim, Kyuhyun langsung berdiri dan maju ke depan dan menyerah hasil pekerjaannya. Setelah mengoreksi dan memberikan nilai pada pekerjaan Kyuhyun, tanpa basa – basi Lee seongsangnim memanggil murid yang lain.
“Kim Ryeowook.” Panggilnya sambil menyerahkan pekerjaan Kyuhyun ke Kyuhyun.
Ryeowook dengan agak perlahan mencoba berdiri dari bangku dan ketika sudah berhasil berdiri, ia merasa kepalanya benar – benar pening. Namun Ryeowook menghiraukannya, Ryeowook mencoba memaksakan dirinya untuk berjalan maju ke depan dan menyerahkan pekerjaannya pada Lee seongsangnim. Wajah Ryeowook benar – benar kelihatan tidak baik.
Kyuhyun yang melihatnya sengaja memperlambat jalannya, mengantisipasi jika terjadi sesuatu yang buruk nanti. Dan dugaan Kyuhyun benar – benar akurat. Saat Ryeowook baru sampai ke deretan meja Kyuhyun, tiba – tiba saja pusing di kepala Ryeowook langsung bertambah, dirinya benar – benar pusing hingga akhirnya ia limbung dan jatuh pingsang. Beruntung Kyuhyun langsung cekatan untuk menangkapnya, kalau tidak tentunya sekarang sudah bisa dipastikan Ryeowook sudah terjatuh ke lantai. Semua orang yang melihatnya langsung panik bukan main, bahkan Kyuhyun juga panik sebenarnya namun ia bisa menutupinya tidak seperti yang lain.
“Cepat bawa dia ke UKS sekarang!” perintah Lee seongsangnim.
“Baik seongsangnim.” Jawab Kyuhyun sambil menganggukan kepalanya dan segera membopong Ryeowook dengan gendongan ala bridal style. Dengan agak berlari, Kyuhyun membawa Ryeowook dengan tergopoh – gopoh ke UKS ditemani dengan Sungmin. Karena Sungmin teman sebangkunya dan Lee seongsangnim hanya membiarkan dua orang saja yang menemani Ryeowook di UKS, oleh karena itu Sungmin yang ikut menemani.
Dengan cekatan, Kyuhyun membaringkan Ryeowook di kasur, lalu Sungmin dengan segera melepas sepatu Ryeowook beserta kaos kakinya setelah Kyuhyun memposisikan tubuh Ryeowook agar nyaman.
“Apa yang terjadi? Apa dia dari tadi pagi sakit?” tanya Kyuhyun pada Sungmin. Sungmin menggeleng pelan menjawab pertanyaan Kyuhyun.
“Molla .. dari tadi pagi ia memang bersikap tidak seperti biasanya.” Ujar Sungmin sambil menatap Ryeowook yang masih terbaring lemah di ranjang UKS.
“Apa ..” Kyuhyun menghentikan perkataannya ketika mendengar suara erangan pelan milik Ryeowook.
“Kau sudah sadar Ryeowook-ah?” tanya Sungmin sambil berlari mendekati Ryeowook yang sedang membuka matanya perlahan, mencoba menyesuaikan cahaya yang ada.
“Kau harus minum sekarang.” ujar Sungmin sambil mengambil air putih yang ada di meja kecil.
Tanpa diminta, Kyuhyun langsung membantu Ryeowook bersender agar Ryeowook bisa meminum air dengan mudah.
“Minumlah dengan pelan – pelan Ryeowook.” Ujar Sungmin sambil membantu Ryeowook minum. Setelah merasa cukup, Ryeowook langsung memberikan minuman itu ke Sungmin.
“Apa kau sudah merasa cukup baik sekarang Ryeowook?” tanya Sungmin masih sedikit khawatir. Lalu Ryeowook mengangguk pelan dengan agak lemah.
“Kau harus istirahat sekarang. Jangan memaksakan dirimu.” Ujar Sungmin menasehati. Ryeowook mengangguk pelan kembali, tak ada niatan untuk membantah atau menolak nasehat Sungmin sama sekali.
Kyuhyun lalu membantu Ryeowook untuk berbaring kembali.
“Apa kau tadi pagi tidak makan?” tanya Kyuhyun tepat sasaran dengan raut wajah datar namun dalam nadanya bisa dipastikan ada sedikit emosi di dalamnya.
Mendengar pertanyaan Kyuhyun, Ryeowook langsung mengganti posisi tidurnya menyamping menghindari tatapan Kyuhyun dengan pandangan masih kosong sehingga membelakangi Kyuhyun.
“Apa yang kau pikirkan? Apa kau berniat membunuh dirimu sendiri? Apa kau tak tahu kalau aku sangat mengkhawatirkanmu ?!” ujar Kyuhyun dengan nada sedikit meninggi, tak habis pikir lagi dengan sikap Ryeowook yang semakin menjadi – jadi. Ryeowook memejamkan matanya merespon perkataan Kyuhyun tadi. Melihat itu Sungmin segera mengerti keadaan yang tengah terjadi, ia harus pergi sekarang membiarkan mereka berdua dalam satu ruangan untuk berbicara.
“Euung .. sepertinya aku harus kembali sekarang. Aku ada sesuatu yang akan ku kerjakan.” Ujar Sungmin dengan nada dan raut wajah canggung, lalu segera dengan terburu – buru keluar dari UKS.
Setelah Sungmin keluar dari ruangan, kini suasana ruangan semakin hening. Kyuhyun masih menatap Ryeowook tajam.
“Kau bisa pergi sekarang Kyu. Sudah tak ada urusan lagi disini.” Ujar Ryeowook dengan nada datar masih dalam memejamkan matanya.
Kyuhyun menatap Ryeowook dengan masih memasang raut wajah datar, namun di dalam sorot matanya bisa dipastikan ada sesuatu seperti kebingungan, kemarahan yang tak bisa disalurkan atau tak habis pikir. Sebenarnya apa yang ada di pikiran Ryeowook, pikirnya.
“Bagaimana aku bisa meninggalkanmu dengan keadaan seperti ini?” ujar Kyuhyun dengan suara tinggi. Kyuhyun benar – benar sudah tidak tahan lagi dengan sikap yang diberikan Ryeowook padanya. Ia harus segera menyelesaikan masalah diantara mereka berdua.
Mendengar itu, tanpa disadari air mata Ryeowook mengalir dari balik pelupuk matanya yang terpejam.
“Tidak. Kau bisa meninggalkan aku dalam keadaan seperti ini. Bukankah itu yang kau mau sebenarnya?” ujar Ryeowook agak bergetar dalam suaranya karena menahan isakannya.
Kyuhyun memejamkan matanya agak geram dengan apa yang barusan ia dengar dari Ryeowook.
“Kenapa kau tak bisa berpikir dengan dewasa?!??!! Apa hanya karena perkataanku kemarin, kau harus bersikap seperti ini huh ?!?!?!?” Kyuhyun tak bisa lagi menahan emosinya, ia benar – benar sudah tidak tahan lagi.
Air mata Ryeowook yang turun sedikit tadi kini semakin deras mendengar perkataan Kyuhyun barusan walaupun tak ada isakan yang lolos dari bibir kecilnya itu.
“Pergilah. Aku butuh istirahat.” Ujar Ryeowook lagi mencoba menahan isakannya. Ryeowook benar – benar tak tahu dengan apa yang ia harus lakukan. Hati kecilnya dan pikirannya selalu terusik dengan perkataan Kyuhyun kemarin. Ia merasa Kyuhyun akan meninggalkannya dimana ia benar – benar merasa Kyuhyun adalah bagian dari kehidupannya. Ia benar – benar tak bisa membayangkan jika ia harus berpisah dengan Kyuhyun. Oleh karena itu ia bersikap seperti ini.
Menyadari kesalahannya, Kyuhyun menghembuskan nafasnya yang berat. Di saat seperti ini, seharusnya ia harus menyelesaikan masalah mereka dengan keadaan kepala dingin dan penuh dengan pengertian bukannya dengan emosi yang akan semakin membuat masalah diantara mereka berdua semakin besar.
Kyuhyun mendekati ranjang, lalu ikut berbaring di samping Ryeowook yang masih memejamkan matanya dengan menangis dan juga suara isakan tangis yang ditahan agar tidak keluar. Karena tubuh Ryeowook yang mungil sehingga Kyuhyun bisa ikut berbaring, sebenarnya jika Kyuhyun tidak berbaring dalam posisi menyamping mungkin tidak akan muat.
Kyuhyun menatap Ryeowook yang berbaring. “Maafkan aku.” Ujar Kyuhyun dengan lembut setelah beberapa lama memandangi Ryeowook.
“Aku benar – benar minta maaf.”
“Maaf, karena aku mengatakan itu kemarin. Maaf karena menjadi namjachingu yang menyebalkan Ryeowook-ah.” Ujar Kyuhyun lagi dengan menyesal.
Ryeowook masih diam, ia masih tidak merespon perkataan Kyuhyun. Yang Ryeowook lakukan tetap sama, memejamkan matanya dan menahan tangisan dan juga isakannya.
Kyuhyun menghembuskan nafas pasrahnya lagi. Kyuhyun benar – benar tak tahu harus berbuat apa lagi.
Hening. Ruangan itu kini menjadi hening dan sunyi, yang ada hanya isakan kecil Ryeowook yang ditahan.
“Baiklah.” Ujar Kyuhyun lelah juga dengan sikap yang ditunjukkan Ryeowook padanya.
“Dengarkan aku Ryeowook. Aku akan mengatakan sesuatu.” Lanjut Kyuhyun dengan nada serius.
Ryeowook masih tak bergeming, namun sebenarnya Ryeowook mendengarkan, ia ingin tahu apa yang akan dikatakan Kyuhyun. Kyuhyun jarang sekali bercerita, entah itu kesukaannya, hobinya ataupun itu, Kyuhyun benar – benar sedikit terbuka padanya, bahkan menurut Ryeowook, Kyuhyun juga suka sekali menutupi perasaannya.
“Aku sebenarnya tak tahu harus mengatakan darimana.”
“Kau tahu ..” Kyuhyun memberi jeda sebentar, lalu menatap Ryeowook, lalu kembali mengalihkan pandangannya lagi sambil tersenyum menatap lurus ke depan. “Kau itu yeoja yang mengerikan.” Ujar Kyuhyun dengan diakhiri kekehan pelan.
Mendengar itu, air mata Ryeowook mulai berhenti. Kini Ryeowook membuka matanya dengan pandangan bingung masih dalam posisi tidur membelakangi Kyuhyun yang duduk di pinggir ranjang.
“Kau benar – benar yeoja yang mengerikan. Dalam waktu yang lumayan singkat, kau membuat dunia seorang Cho Kyuhyun jadi lebih berwarna dan lebih menarik.”
Kini mata Ryeowook membulat sempurna mendengar pernyataan Kyuhyun barusan.
“Kau mengubah dunia Cho Kyuhyun yang dulunya datar sekarang menjadi dunia yang naik turun.”
“Kau juga mengubah seorang Cho Kyuhyun yang dulu yang suka dengan kesendirian, tak suka berinteraksi dan juga seseorang yang egois menjadi seseorang yang sedikit terbuka dengan orang lain, seseorang yang kini suka untuk mendengarkan orang lain.”
“Walaupun itu belum sempurna, tapi kau benar – benar yeoja yang mengerikan.” Ujar Kyuhyun lagi sambil terkekeh.
“Bagaimana bisa seorang Cho Kyuhyun yang dulu tak pernah memikirkan perkataan dan perasaan orang lain jadi harus memikirkan perkataan dan perasaan orang lain? Itu benar – benar aneh dan diluar dugaan, dan lebih anehnya lagi kenapa hanya pada seorang Kim Ryeowook?”
“Bagaimana bisa seorang Cho Kyuhyun yang tak suka kebisingan dan keramaian menjadi suka dengan suara – suara bising dan melengking dan juga sesuatu yang berwarna – warni?”
“Bagaimana bisa juga seorang Cho Kyuhyun yang dulu suka menyendiri kini merasa kesepian jika sendiri, apalagi tanpa seorang Kim Ryeowook?”
“Dan yang lebih tak wajarnya, mengapa bisa seorang Cho Kyuhyun dibuat bingung dengan seorang yeoja mungil yang berisik, bodoh dan tak tahu apa – apa. Harusnya itu mudah sekali untuk diselesaikan, tapi kenapa hanya dirimu yang membuatku bingung?”
Kyuhyun terkekeh. “Ini benar – benar lucu.”
“Kita sudah sekelas hampir 2 tahun, tapi kita tak pernah saling berinteraksi secara nyata, sampai akhirnya kau tiba – tiba saja kau mendekatkan wajahku ke wajahku. Jujur saja, di saat itu sebenarnya aku belum merasakan sesuatu.” Kyuhyun memberi jeda sebentar. “Kau tahu kan?”
“Setelah hari itu, entah kenapa kau selalu saja mendekatiku dan bersikap aneh padaku. Dari mengusir Donghae dari tempat duduknya dan menjadi teman sebangkuku, memberiku majalah dewasa, memperlihatkan aku film dewasa, selalu bertanya ini itu, selalu mengajakku berbicara, selalu mengikutiku kemanapun aku pergi, menemaniku makan di kantin, dan yang lebih membuat aku tak habis pikir adalah di saat kau melarang namja – namja mendekatiku. Itu benar – benar secara tak ku sadari telah mengubah hidupku.” Ujar Kyuhyun sambil mengingat – ingat kejadian dahulu di saat Ryeowook yang tiba – tiba masuk ke kehidupannya.
“Sejujurnya aku kaget saat kau mengatakan padaku bahwa kau mengetahui masalahku. Aku benar – benar kaget, bahkan keluargaku tak tahu tentang kelainanku.”
“Lalu kau mulai melakukan cara apapun untuk menyembuhkanku. Walaupun aku bersikap dingin padamu, tapi kau tak pernah menyerah. Kau selalu membantuku menang dari kelainan ini.”
Ryeowook masih setia mendengarkan setiap kata yang terlontar dari mulut Kyuhyun walaupun ia masih memunggungi Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum mengingatnya. “Dan kau berhasil. Setelah kau menyatakan perasaanmu padaku di sore itu, walaupun aku menjawab bahwa diriku belum merasakan apapun untukmu, namun sejujurnya setelah itu semalaman aku terus berpikir dan terus bertanya pada perasaanku.”
“Aku terus berpikir apakah usahaku semuanya sia – sia? Apakah aku benar – benar belum mempunyai perasaan yang sama dengan perasaan yang kau miliki? Aku terus berpikir dan bertanya, dan bahkan sampai membuatku semalaman kebingungan dan frustasi setengah mati hanya untuk meyakinkan perasaan yang ada dalam diriku.”
“Dan perasaanku baru yakin setelah melihat sikapmu keesokan harinya, dimana kau benar – benar membuatku ingin marah dan kesal karena sikapmu yang mendiamkan aku, tak melihatku lagi dan mengacuhkan aku. Rasanya aku benar – benar kesal kau perlakukan seerti itu, aku merasa sesuatu dari diriku ada yang menghilang dan kurang.”
“Aku benar – benar marah padamu. Hingga akhirnya aku menemukan waktu yang tepat untuk berbicara padamu, yaitu saat kau berjalan di lorong dekat gudang dulu. Aku menariku ke dalam gudang dan kau memberontak, kau menatapku tajam, entah kenapa aku tak suka tatapanmu itu padaku. Akhirnya aku menjelaskan apa yang ada dalam hatiku padamu. Ku pikir reaksimu tak akan seperti itu, tapi kau malah berteriak dan mengatakan kalau aku tak boleh mengatakan aku mencintaimu karena bisa membuatmu pingsan, itu benar – benar konyol kau tahu.” Ujar Kyuhyun dengan tersenyum geli mengingat kejadian itu.
“Untuk masalah perkataanku kemarin, aku benar – benar minta maaf. Bukannya aku ingin berpisah denganmu, tapi aku hanya ingin bertanya bagaimana jika kita tak berakhir bersama. Karena jujur, aku juga takut jika kita tak berakhir bersama. Aku tak bisa membayangkannya. Tapi selama kita masih bersama, aku akan menghargai dan menikmati kebersamaan kita. Karena kita tak tahu takdir apa yang akan membawa kita.”
Kyuhyun diam sebentar.
“Lihatlah, Cho Kyuhyun yang tak pernah takut pada apapun. Kini takut dengan takdir Tuhan hanya karena tak ingin berpisah dengan Kim Ryeowook. Bukankah kau yeoja yang mengerikan?” tanya Kyuhyun dengan terkekeh pelan sambil mendongakkan kepalanya menatap langit – langit ruangan UKS.
Mendengar penuturan Kyuhyun, Ryeowook dengan tiba – tiba bangun dan memeluk tubuh Kyuhyun dari belakang, memaksakan dirinya yang masih agak lemah.
“Hei ..” ujar Kyuhyun kaget.
“Maafkan aku. Hiks ..” ujar Ryeowook sambil menangis, menyesali perbuatannya pada Kyuhyun.
“Mianhae ne Kyu. Aku benar – benar yeojachingu yang egois. Maafkan aku.” Ujarnya lagi sambil menegratkan kedua lengannya.
Kyuhyun tersenyum mendengar penuturan Ryeowook.
“Iya. Aku juga minta maaf.” Ujar Kyuhyun.
“Permintaan maaf dikabulkan.” Ujar Ryeowook mulai ceria .
Kyuhyun dengan senyuman hangat menggenggan tangan Ryeowook. “Jadi sekarang sudah tidak marah lagi?” tanya Kyuhyun.
“Anio. Tidak. Tidak akan marah lagi.” jawab Ryeowook dengan ceria seperti anak kecil yang diberi permen oleh orang tuanya dan disuruh berjanji agar menjadi anak yang baik.
“euuung .. Kyu. Apa aku boleh bertanya sesuatu?” tanya Ryeowook agak ragu masih dengan merangkul Kyuhyun dan menempatkan dagunya di bahu Kyuhyun.
“Ya, bertanyalah.”
“Sebenarnya dari dulu aku ingin menanyakan ini padamu, tapi aku takut untuk menanyakannya.”
“Apa?” tanya Kyuhyun heran dan ingin tahu.
“Sebenarnya apa hubunganmu dengan Henry oppa?” tanya Ryeowook dengan muka polos dan ingin tahu.
Kyuhyun tercekat mendengar nama itu, yang ada di pikiran Kyuhyuns ekarang adalah bagaimana Ryeowook bisa tahu tentang Henry?
“Kau mengenal Henry?” tanya Kyuhyun.
“Nde. Aku mengenalnya. Dia namjachingu eonnieku, sebenarnya aku dulu tak mengenalnya ..” Ryeowook memberi jeda sebentar, mencoba memikirkan perkataan yang tepat untuk dipih. “euuuung … begini … sebenarnya, aku dulu tak sengaja melihatmu berdua di kedai es krim langgananku. Saat itu aku tak sengaja melihat kalian berinteraksi dengan aneh, bukan seperti sahabat pria kebanyakan, karena ku pikir dulu kalian menjalin persahabatan, namun setelah aku melihat Henry oppa mencium pipimu dan juga menyuapkan es krim padamu aku jadi berpikiran aneh – aneh dan kau tahu kan. Aku sangat penasaran jadi semalaman aku mencari artikel tentang ciri – ciri orang gay. Oleh karena itu keesokan harinya aku mulai mendekatimu. Lalu setelah beberapa minggu, Jaejoong eonnie membawa namjachingunya ke rumah, dan ternyata itu adalah Henry oppa. Dan lalu aku berpikir kau diselingkuhi Henry oppa, setelah itu aku merasa khawatir padamu, pada perasaanmu. Aku takut jika kau terluka mengetahui kenyataan ini. Oleh karena itu aku tak pernah mengatakannya padamu.” Ujar Ryeowook menjelaskan dengan ekpressi seperti anak kecil yang ketahuan mencuri.
“Maaf aku tak mengatakan ini padamu sebelumnya.” Ujar Ryeowook menyesal.
“Apa kau merasa sedih?” tanya Ryeowook mulai khawatir.
Kyuhyun tersenyum. “Gwenchana. Lagipula dia tidak selingkuh.” Ujar Kyuhyun dengan tersenyum geli.
“Eih ??? Jinjja?? Benarkah itu?” tanya Ryeowook dengan ekpressi muka tak percaya.
“Saat kau melihat kami di kedai es krim itu, apa kau tahu?”
“Itu adalah saat terakhir kami berdua. Kami sepakat untuk menghubungi hubungan kami yang terlarang itu. Karena ternyata Henry sudah menyukai seorang gadis.” Ryeowook membulatkam matanya tak percaya mendengar pernyataan Kyuhyun barusan.
“Sebenarnya saat kami masih berhubungan, kami juga ikut terapi untuk sembuh dari kelainan kami, bahkan kami juga menjalani terapi kejiwaan di psikiater yang sama. Dan beruntungnya Henry, ia berhasil sembuh dengan cepat. Mengetahui itu, aku dan dia langsung sepakat untuk mengakhiri hubungan kami. Lagipula kami juga sudah bertekad untuk menjalani kehidupan cinta layaknya orang normal yang lain.” Ujar Kyuhyun dengan tersenyum.
“Jadi Henry oppa tidak menduakanmu?” ujar Ryeowook menyimpulkan dengan shock berat.
“Nde. Tentu saja.”
“Huuuuweeee T.T Sekarang aku merasa bersalah padanya dan juga eonnie-ku.” Ujar Ryeowook dengan histeris.
“Memangnya kenapa?” tanya Kyuhyun heran dan ingin tahu.
“Aku selalu bersikap dingin dan menyebalkan dengannya. Bahkan setiap kali ia berkunjung ke rumah untuk menemui Jaejoong eonnie aku akan selalu mengusirnya dan bilang kalau eonnieku tidak ada di rumah. Bahkan aku juga selalu menyuruh Jaejoong eonnie untuk memutuskan hubungannya dengan Henry oppa. Aku benar – benar merasa buruk sekarang.” Ujar Ryeowook dengan memasang muka sedih seperti anak kecil.
Mendengarnya tentu saja Kyuhyun tertawa geli.
“Kau ini benar – benar ..” ujar Kyuhyun sambil mengacak – acak rambut Ryeowook.
Ryeowook tersenyum senang merasakan perlakuan Kyuhyun padanya.
“Hehhe, aku benar – benar sangat sangat sangat sangat mencintai Cho Kyuhyun.” pekik Ryeowook dengan sangat ceria menggema dalam ruangan UKS itu.

~END~

Fiuuuuuuuuh #lapkeringet
Alhamdulillah selesai ini sequel ‘.’)/
Aku bener – bener seneng banget bisa nyelesaiin ini ff di saat dimana seharusnya ane ini belajar dengan giat karena sebentar lagi mau UN! Hahaha xD plak
Lhah mau gimana lagi, ane stress banget tauk. Jenuh banget sama pelajaran – pelajaran UN. Rasanya pengen ngeduk jamban kalau lama – lama berkutat sama buku pelajaran doank. Hehehhe :p
Yesungmindonghae-lah 😀
Please RCL yak chingu-deul.
With LOVE! Frisca ❤

Advertisements

36 comments

  1. wooww akhirnya kyu sembuh dn ngakuin klo dia cinta ma wookie,.
    bener2 seneng baca sequelnya, kyuwook moment nya bikin ngiri 😀
    di tunggu ff selanjutnya chingu faighting,,,,,
    gomawo

  2. hyaaa…..so sweet nya.
    akhirnya wookie berhasil nyembuhin kyu.
    ditunggu ff selanjutnya chingu. fighting and keep writing.

  3. akhirnya, usaha dri kim ryeowook brhsil. kyu nya kaku banget sih, seandainya disini perannya kyu yg biasa agak mesum maka hbislah bibir wookie yg td dimonyongkan gratis. h@haha…
    oya frischa, lnjutn dri love is crazy. kpn? sya udh nunggu lho..

  4. Sempet lupa sm crta awalnya..tp akhirnya inget..hehe…suka bgt ma crta ini…wook g prnh nyerah bt nyembuhin kyu.dn berhasil..hehee..dtunggu crt mreka slnjutnya yak.gomawo.

  5. fuhhh panjang betul ff ni..puas baca..hehehe..
    wookie seperti keanak anakkan tp kalau sya,,sya pun kesal dgn soaln kyu..yelah siapa aja xkn kesal kalau org kita cinta ckp sesuatu yg menyakitkan hti..mstilah wookie tkot kyu tinggalkn dia sdg kan dia dh busaha..gumawo chingu tulis ff yg uhhhh sweet…bersatu akhirnya…ditunggu next update for ur ff..

  6. hahahahahhahaha,,,ciyeee,,wookie ngmbek ni ye.. :v oohh,,trjwab sudah gmn hub.annya henry-kyu,,baguslah kl emang gak selingkuh.. wah,,ntr jdi ipar donk y mreka,,ntr jdulnya iparku mantan pcarku,, #pletak woooww,,,it yg kyu ngejelasin di uks panjaaaang bner kyk rel kereta..kykny pertma kali diff series ini kyunya ngomong panjang gt.. :3 waah,,smangat y buat UN nya,,moga lancar+lulus dg nilai bagus,,ntr trus lnjutin ff2nya.. #plak 😀

    1. hahahha xD komentar paling aneh dan nyleneh 😀 apalagi pas yang “Iparku Mantan Pacarku” bawahahahah xD kocak abiiiizzz
      Hahahha 😀 iya, ini rekor paling membanggakan xD plak
      AMIIIIN #doapalingbanter

  7. Akhirnya trjwb juga ya hubungan henry-kyu .

    Ughh wookie >< polos amat sih. Tpi sweet juga ya ke si kyu.
    Dooh akhir yg bahagia :)sweet deh.
    Fris. Apdet yg firefly itu dooong. Aku udh pnsaran tau sma klnjutannya.
    Semangat yaaa nulis nya ;;)
    Abis UN jgn lupa lgsg apdet banyak ffmu *maunya=D*

    1. Hehehhe, iya. Kan udah janji mau buat sequel, buat jelasin hubungannya Kyu sama Henry :p
      Huuuuuh :3 aku usahakan, tapi gak bisa update cepet
      Hahahhah xD iya iya, aku akan mengusahakan ^^

  8. akhrnya dunia cho kyuhyun menjadi berwarna dengan kehadiran seorng kim ryeowook.

    ok fris. aq tunggu kelanjutan ff mu yg lain. ttp semangt dn sukses ya buat UN nya nanti.

  9. annyeong, aish, so sweeeettttt.. kyuwook ternyata pcaran jg, ak kira wook slah ngira kyu gay, ternyata bener, tp yg penting kyu bisa sembuh… suka baca’nya… ayo di tunggu ff kyuwook yg lain’nya… figthing…

  10. end kah? aku merasa adanyg kurangggggg… mana kiss kiss nya #abaikan..
    kyu banyak bicara dan itu membuatku merasa terharuuuu.. dan ngakak #ditabokkyu
    aku senang yg mana berakhir happy…
    ayo update ff lic nya..
    semngat ne ^^
    dan semngat untuk UN nya

  11. Annyeong,.. so swettttttt… ak kira wook slah ngira kyu gay, ternyata benar, tp yg pnting dia bsa nyembuhin kyu, i like it, suka baca’nya… ayo di tunggu ff kyuwook yg lain… cayoooooo and smangat smoga un’nya lancar..

  12. ckckc #geleng2miris y keduk ja tu jamban prisss tau ja ada jwbn soal2 un kkk…yg smngtttt biar lls dg nilai yg mmuaskannnnn fightingggggggg ^^

    huwaaaaaa~~ada squel’a ne diriqu kgak tau lw drmu ngjnjien squel..kkkkk tu kencan gk da suit2nya ne kkk hadehhh wook2 sikapmu kya bunglon bsa cpt bngt brbh2nya kkk..heeuummm trnyta kyu cma bngung ngungkpn prasaan’a n..hahh aq pkir akn brkhr dg sdkt kiss2 gtuuu kkk..gpp lahhh udh puaassss..chukaeee udh slsae ff’a n fightinggggg bwt ujian’a….

    1. Bwahahhha xD hadeeeeh, nemu soal UN di jamban 😀 LOL
      Makasih buat semangatnya ^^
      aku janjiin sequel lhoh x_x hehhe :p emang di OS ini enggak ada kissunya :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s