Firefly In The Dark 3

New-Art-Anime-Love-Girl-Boy-HD-Wallpapers

Frisca Freshtie Present …

 

~ Firefly In The Dark ~

.

Pengumuman!

Cerita ini adalah buatan saya sendiri. Dan cerita ini sangat abal seperti orang yang menulisnya. Oleh karena itu, jika terdapat typo, alur berantakan, cerita yang amburadul, dan lain – lain tolong dimaafkan ne. Frisca manusia biasa, enggak luput dari yang namanya salah. Mohon bantuannya ne chingu-deul. ^^

.

.

.

Pairing : KyuWook/Slight HyoKris, KyuMin

Rate : K+

Genre : Hurts/Comfort, Angst, Romance, Genderswitch, Abal, Gaje, Failed

Author : Frisca Freshtie

Cast : Cho Kyuhyun (Namja) >< Kim Ryeowook (Yeoja) >< Kim Hyoyeon (Yeoja) >< Kris Wu (Namja) >< Lee Sungmin (Yeoja)

(Cast yang lain cari sendiri ya :p)

.

.

.

Summary :

Ryeowook “Aku sudah menjadi bagian dari kegelapan dan aku tak akan bisa keluar dari kegelapan.”

Kyuhyun “Biarkan aku menjadi kunang – kunangmu. Akan kuterangi kau dengan cahaya dariku walaupun sedikit, akan ku tunjukkan jalan untuk keluar dari kegelapan. Percaya padaku.”

~ Firefly In The Dark ~

.

.

Apakah kau selalu melihat bulan yang bersinar di malam hari dengan ditemani kesendirianmu?

Apakah kau selalu meringkuk di sudut kamarmu bersama bayanganmu?

Aku akan mengeluarkanmu.

Aku akan membawamu.

Aku akan menggenggam tanganmu dan menghidupkan cahaya di dalam hatimu yang kosong.

Aku akan memberikanmu semuanya.

Kan ku berikan semuanya untuk mengeluarkan dirimu dari belenggu kesedihanmu dan juga kesepianmu.

.

.

.

“100 juta won!” ucap seseorang dengan tiba – tiba dan berhasil membuat semua pasang mata terbelalak kaget.

“Mwo?” tanya pemilik bar.

Kyuhyun maju ke depan.

“100 juta won. Aku menawarnya 100 juta won, ah bukan, maksudku aku membelinya. Apa itu harga yang pas?” ujar Kyuhyun dengan serius dan berhasil membuat semua orang semakin shock.

Semua yang mendengarnya langsung mengangakan mulut mereka dan kaget bukan main.

Namja pemilik bar itu tertawa keras setelah mendengar itu, lalu berjalan menuju Kyuhyun. “Hahhaha … anak muda ..” namja tua pemilik bar itu berhenti sebentar lalu menepuk bahu Kyuhyun dengan tersenyum meremehkan, “apa kau serius? Mana mungkin anak muda sepertimu bisa mempunyai uang sebanyak itu huh?” tawa namja itu mulai menggelegar lagi, namun kini para pengunjung bar juga ikut tertawa keras, bahkan namja pemilik bar itu sampai – sampai memegangi perutnya dan menyeka air mata yang sedikit keluar dari matanya karena saking tak percayanya dan menganggap ucapan Kyuhyun barusan hanya bualan belaka.

Tanpa basa – basi Kyuhyun langsung mengeluarkan cek dari sakunya yang ia selalu bawa kemana – mana. Lalu mengeluarkan pena dan menuliskan beberaa digit angka ke dalamnya, tentu saja melihat itu namja pemilik bar itu langsung berhenti tertawa danmembelalakkan matanya tak percaya, bahkan para pengunjungpun juga ikut berhenti tertawa.

“Jadi bagaimana?” tanya Kyuhyun.

~ Firefly In The Dark ~

“IGE MWOYAA ?!?!??!!? BAGAIMANA KAU BISA MENJUALKU ?!?!?” pekik Ryeowook tak percaya dan juga tak terima sambil membalikkan tubuhnya menghada namja pemilik bar itu dengan tataan tajam miliknya. Sekarang Ryeowook berada di ruangan milik namja pemilik bar itu hanya berdua.

Namja itu tampak sedikit merasa bersalah. “Dengar Ryeowook-ah! Bukan maksudku untuk menjualmu. Tapi ..” namja itu menurunkan suaranya.

“MWO ?!!??!” potong Ryeowook cepat.

Namja itu kelihatan agak takut melihat kemarahan Ryeowook untuknya, namun namja itu bisa menutupinya dengan wwajah arrogant-nya. Ia tahu perbuatannya ini salah, tapi mau bagaimana lagi? Uang seratus juta won bukanlah uang yang sedikit, bahkan bisa memakan banyak waktu hanya untuk menghabiskannya, bahkan uang itu juga bisa untuk membeli rumah mewah di kawasan Gangnam. Siapa yang tidak tergiur dengan uang sebanyak itu? Jika ada, pasti orang itu adalah orang terbodoh di dunia bukan?

Ryeowook berjalan mendekati namja itu dengan emosi, lalu berhenti tepat di depannya. “Kau sudah berjanji untuk tidak menjualku? Tapi apa ?? Kau malah melanggarnya dan menjualku sekarang!!! Apa uang yang kuhasilkan selama ini tidak cukup untukmu huh??!??!” pekik Ryeowook di depan wajah namja itu dengan emosi. Ryeowook benar – benar tidak habis pikir bagaimana bisa namja tua di depannya ini melanggar janjinya. Orang ini yang membawanya ke dunia malam dan sekarang ia juga yang menenggelamkan dan mengikat Ryeowook ke dunia malam yang begitu jahat hingga ia benar – benar tak bisa keluar.

“Bukankah kau harusnya senang? Akhirnya kau keluar dari sini.” Ujar namja itu.

Ryeowook mendengus tak percaya mendengarnya. Iya, Ryeowook ia memang mengakui jika ia ingin sekali keluar dari dunia yang mengerikan ini. Namun ia sadar bahwa jika seseorang sudah masuk ke dunia seperti ini pastilah sulit untuk keluar dari dalamnya. Kalaupun ada yang berhasil keluar, Ryeowook tak yakin orang itu bisa bertahan dengan dunia yang sebenarnya. Ia tetap saja akan di cemooh, di anggap sebelah mata, tetap di anggap sebagai orang yang kotor dan dosanya tak bisa dimaafkan. Walaupun orang itu selalu melakukan pengakuan dosa, orang – orang juga akan tetap tidak akan menerimanya. Tidak akan dan tidak akan pernah ada.

“Lagipula ia membelimu dengan harga sangat sangat fantastis.” Ujar namja itu dengan tersenyum senang.

“Jadi berapa ia membeliku?” tanya Ryeowook dengan wajah agak tidak ikhlas.

“Jika kau mendengarnya, kau pasti sangat senang.” Ujar namja itu sambil membelai wajah Ryeowook.

“Katakan saja!” ujar Ryeowook.

“Baiklah. Dia membelimu dengan seharga seratus juta won.” Ujar namja itu dengan bangga.

Ryeowook tertawa geli mendengarnya, ternyata ada seseorang yang benar – benar bodoh di dunia ini, pikirnya. Bagaimana bisa seseorang membelinya dengan harga setinggi itu?

“Apa dia benar – benar kaya?” ujar Ryeowook tak habis pikir dengan nada meremehkan.

“Oh tentu saja. Dia sangat kaya.” Jawab namja itu dengan bangga. Lagi – lagi Ryeowook kembali mendecih meremehkan.

“Dia anak dari pemilik perusahaan terbesar nomor satu di Korea Selatan.” Ujar namja itu dengan suara agak pelan mendekati telinga Ryeowook.

“Namanya Cho Kyuhyun.” Bisik namja itu teat di telinga Ryeowook dan berhasil membuat mata Ryeowook membulat sempurna mendengarnya.

.

.

.

Aku benar – benar lelah berada disini.

Dihantui ketakutan yang tiada henti menghantuiku di setiap langkah kakiku.

Luka ini tidak akan sembuh, luka ini terlalu nyata.

Aku kini terikat dengan kehidupan yang mereka tinggalkan di belakang.

Aku terus saja mengatakan pada diriku dengan keras untuk lari dari takdir ini, namun apa dayaku. Genggaman takdir yang ada pada diriku begitu kuat. Aku hanya bisa menunggu takdir membawaku atau melepaskanku.

.

.

.

Ryeowook menatap datar keluar jendela mobil, namun tercetak jelas di matanya bahwa Ryeowook tengah memikirkan sesuatu. Ryeowook kini tengah berada di mobil Kyuhyun dan Kyuhyun tengah sibuk menyetir, suasana di dalam mobil itu begitu canggung dan dingin. Sebenarnya Kyuhyun saja yang salah tingkah, ia ingin sekali berbicara banyak dan menanyakan ini itu pada Ryeowook. Ia benar – benar penasaran dengan kisah kehidupan yeoja mungil di sampingnya ini. Namun Kyuhyun mengurungkan niatnya karena Kyuhyun benar – benar tak tahu harus memulai darimana. Ia benar – benar bingung, apalagi setelah beberapa kali bertemu tidak sengaja dengan Ryeowook, ia jadi tahu bahwa Ryeowook itu tipe orang yang tidak suka berbicara banyak dan juga tipe orang yang suka dengan kesendirian. Berkali – kali Kyuhyun terus saja melirik Ryeowook, mengawasi dan memperhatikan yeoja itu.

“Kau tinggal dimana?” tanya Kyuhyun akhirnya menemukan pertanyaan yang tepat untuk memulai percakapan dengan Ryeowook.

Ryeowook diam sebentar, “Aku tak suka melakukannya di rumahku.” Jawab Ryeowook dengan dingin, tentu saja Kyuhyun bingung dengan jawaban Ryeowook ini.

“Mwo?” tanya Kyuhyun bingung.

“Berhenti disini.” Ujar Ryeowook masih dengan nada dingin.

Kyuhyun yang bingung, hanya menuruti perkataan Ryeowook dan segera menepikan mobilnya ke tepi jalan. Kyuhyun mengedarkan matanya menjelajahi sekeliling tempat mereka berhenti sekrang. Jalanan sangat sepi, bahkan di pinggir jalanan ini tak ada rumah penduduk sekitar, yang ada hanya hamparan ladang dan tiang – tiang lampu jalan yang bersinar dengan cahaya remang – remang. Kyuhyun tentu saja semakin bingung dibuatnya.

“Apa kau yakin berhenti disini?” tanya Kyuhyun memastikan sambil menolehkan kepalanya menghadap Ryeowook. Dan betapa kagetnya Kyuhyun ketika melihat Ryeowook tengah mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun dan berniat untuk mencium Kyuhyun. Tentu saja degan reflek Kyuhyun langsung menarik tubuhnya ke belakang mencoba menghindari.

“A-a-apa yang a-a-akan kau lakukan?” tanya Kyuhyun dengan tergagap.

“Jangan jadi orang yang munafik tuan.” Bisik Ryeowook dengan nada seduktif sambil terus mendekatkan bibirnya pada Kyuhyun. Tinggal beberapa centi lagi, sedikit lagi bibir mereka akan bersentuhan. Namun Kyuhyun malah mendorong Ryeowook halus membuat Ryeowook menatap Kyuhyun heran.

“Tidak. Bukan seperti ini yang ku inginkan.” Ujar Kyuhyun tak habis pikir.

Ryeowook tersenyum mengejek, apa maksud dari Kyuhyun ini ia menginginkan yang lebih dari ini? Benar – benar namja berengsek, pikirnya.

“Jadi apa aku harus membuka bajuku terlebih dahulu?” ujar Ryeowook dengan nada mengejek, lalu sedetik kemudian menurunkan lengan bajunya yang berbentuk tali. Tentu saja Kyuhyun yang melihatnya langsung membelalakkan matanya.

“JANGAN!” ujar Kyuhyun agak memekik, melarang Ryeowook dengan menghentikan gerakan Ryeowook dengan menggenggam tangannya. Ryeowook lagi – lagi menatap Kyuhyun tak percaya. Kyuhyun dengan gerakan gentle membenahi lagi letak lengan tali milik Ryeowook ke tempat semula.

“Dengarkan aku. Aku memang membelimu. Tapi aku tak akan melakukan itu padamu.” Ujar Kyuhyun dengan lembut sambil menatap Ryeowook. Entah kenapa mendengar perkataan Kyuhyun barusan membuat hati Ryeowook sedikit ngilu dan bergetar. Mata caramel cerahnya mulai memanas dan memerah hingga akhirnya sedetik kemudian, air mata berhasil lolos dari balik pelupuk matanya.

Ryeowook menundukkan kepalanya mencoba menyembunyikan air matanya. “Kenapa kau melakukan ini?” tanya Ryeowook sambil menahan tangisannya hingga nada perkataannya terdengar bergetar.

“Kenapa kau melakukan ini padaku?!?!?” bentak Ryeowook dengan menangis dan mengangkat wajahnya menatap Kyuhyun dengan berani.

Kyuhyun hanya bisa membuka mulutnya, tidak ada suara yang keluar sama sekali dari mulutnya.

“Apa kau pikir dirimu adalah malaikat huh ?!??!!?”

“Dengan membeliku dan tak melakukan apapun padaku, dengan terus menolongku, apa kau ingin membuatku terus berhutang budi padamu ?!??!?!” ujar Ryeowook dengan suara tinggi sambil memukul – mukul dada Kyuhyun yang bidang, Ryeowook benar – benar sudah tidak tahu lagi harus bagaimana. Orang di depannya ini selalu saja membantunya tanpa mengharapkan imbalan. Bagaimana ada orang seperti ini di dunia ini? Kyuhyun hanya diam, mengikhlaskan dirinya untuk dipukul Ryeowook. Kyuhyun tak tahu harus berbuat apa untuk menenangkan Ryeowook.

Kini pukulan dari Ryeowook mulai melemah, yang ada sekarang hanya suara isakan tangisan Ryeowook yang belum berhenti. Melihat itu, entah dorongan darimana Kyuhyun memeluk tubuh mungil Ryeowook prihatin sambil mengelus – elus surai hitam milik Ryeowook yang sangat lembut seperti kain sutera mencoba menyalurkan kekuatan pada Ryeowook. Ia membiarkan kemejanya basah karena tangisan Ryeowook. Kyuhyun tak tahu harus bagaimana.

.

.

.

Ini adalah hari yang baik, bagaimana kabarmu?

Sekali lagi, hari ini aku memutuskan untuk memaksakan senyumanku lagi.

Seolah – olah aku lupa segalanya, seolah – olah segalanya adalah masa lalu.

Aku berkata pada diriku bahwa aku baik – baik saja dan aku melalukan yang terbaik.

Aku pikir aku akan mendapatkan orang yang sama sepertimu dengan mudah.

Aku pikir aku akan mendapatkan cinta yang berbeda dengan mudah.

Bahkan ketika waktu terus berlalu. Kenangan tidak akan memudar.

Kau tidak akan terhapus.

.

.

.

Hyoyeon termenung sendiri di taman kota walaupun langit Seoul sudah bertambah petang, bahkan sudah sedikit orang yang belalu lalang karena waktu sudah menunjukkan malam yang larut. Hyoyeon memang sengaja tidak pulang tepat waktu karena ia sedang tidak ingin berada di rumah, selain itu ia juga ingin menenangkan pikirannya yang akhir – akhir ini karena begitu kacau.

Angin malam berhembus dengan pelan menerpa wajah lembut milik Hyoyeon dan berhasil membuat anak rambut milik Hyoyeon bergerak – gerak pelan. Merasakan angin berhembus di wajahnya, Hyoyeon memejamkan matanya mencoba merasakan belaian angin di wajahnya.

Entah kenapa setelah beberapa detik ia memejamkan matanya, air mata mengalir pelan dari balik matanya yang terpejam.

“Ini!” tiba – tiba saja sebuah suara berat mengerintupsi Hyoyeon. Hyoyeon membuka matanya, ia melihat uluran tangan seseorang yang tengah memegang sebuah kaleng kopi panas di depannya tepat. Hyoyeon memandang agak bingung dengan kaleng yang ada di depannya. Lalu ia mulai menulusuri siapa pemilik tangan itu hingga ia melihat wajah orang itu. Ia membelalakkan matanya tak percaya melihat orang itu.

“Ambil ini!” ujar orang itu yang tak lain adalah Kris, mantan namjachingunya.

Mendengar itu, Hyoyeon mengalihkan pandangannya sebentar, ia tak tahu harus mengambilnya atau menolaknya. Entah dorongan darimana akhirnya Hyoyeon mengambil kaleng kopi panas itu dengan agak ragu.

Setelah mengambilnya, Kris tanpa meminta persetujuan Hyoyeon langsung duduk di samping Hyoyeon.

Hyoyeon menundukkan kepalanya sambil memandangi kaleng kopi panas yang di pegangnya sekarang, ia bingung dengan keberadaan Kris di taman ini dan di jam seperti ini dan ia juga memberikan sekaleng kopi panas untuknya.

“Kau menangis.” Ujar Kris memecah keheningan.

“Ani.” Jawab Hyoyeon dengan cepat dan nada agak kasar. Mendengar jawaban Hyoyeon, Kris langsung menarik tubuh Hyoyeon dalam pelukannya. Satu tahun bukanlah waktu yang singkat untuk bisa mengetahui sifat dan kepribadian Hyoyeon dulu saat mereka masih menjalin hubungan. Ia tahu Hyoyeon kini sedang mengalami banyak masalah, oleh karena itu Hyoyeon bisa menangis. Hyoyeon dikenal dengan sebutan gadis kuat. Benar. Hyoyeon adalah gadis kuat, selain kuat dalam bidang tenaga tapi Hyoyeon juga kuat dalam bidang perasaan, Kris mengakuinya. Sepanjang ia mengenal Hyoyeon, ia jarang sekali melihat Hyoyeon menangis.

Yang Kris tahu, jika Hyoyeon berada dalam titik rendahnya, ia hanya membutuhkan tempat sandaran untuk mengembalikan kekuatan dan keceriannya seperti semula. Oleh karena itu, Kris langsung memberikan dirinya sebagai sandaran Hyoyeon untuk menumpahkan segala kesedihannya.

Entah kenapa, air mata Hyoyeon yang sedikit kini semakin banyak yang mengalir dan semakin deras. Pertahanan Hyoyeon runtuh dengan mudah hanya dalam satu pelukan. Jujur ia masih bingung dan heran kenapa Kris melakukan ini untuknya. Tapi ia tak tahu harus bagaimana? Pelukan Kris masih sama seperti dulu, hangatnya tubuh Kris masih sama seperti dahulu, bahkan bau tubuh Kris juga masih sama seperti dahulu saat mereka masih bersama, dan seperti dahulu Hyoyeon masih bisa merasakan kenyamanan dan ketenangan dalam pelukan Kris. Isakan tangisan Hyoyeon mulai terdengar keras, air matanya tak berhenti mengalir seperti kesedihan yang ada di dalam diri Hyoyeon ingin sekali keluar dari diri Hyoyeon.

“Hiks .. Ani .. Aku tidak menangis .. hiks ..” ujar Hyoyeon dalam pelukan Kris.

“Nde. Aku tahu. Semuanya akan baik – baik saja Hyo.” Ujar Kris dengan lembut sambil mengusap – usap surai blonde milik Hyoyeon menyalurkan kekuatan bagi Hyoyeon.

“Tidak .. hiks .. aku memang selalu baik – baik saja .. hiks ..”

Kris hanya diam, ia hanya terus mengusap – usap rambut Hyoyeon dengan lembut dan pelan. Ia membiarkan Hyoyeon terus menangis dalam pelukannya hingga Hyoyeon lelah dan berhenti menangis.

Hyoyeon melepaskan pelukan Kris, lalu menyeka sisa air matanya.

“Terima kasih.” Ujar Hyoyeon dengan tulus masih dengan menyeka sisa air matanya.

Kris hanya diam dan terus memperhatikan Hyoyeon dengan pandangan yang tak bisa diartikan. Merasa risih ditatap seperti itu oleh Kris, akhirnya suasana kini mulai menjadi canggung. Hyoyeon sekarang tak tahu harus berbuat apa. Diam dan diperhatikan severti itu oleh Kris malah membuat Hyoyeon bingung dan gugup menjadi satu. Perasaan gelisah mulai mendera Hyoyeon, jantung Hyoyeon mulai berdetak dengan tidak normal, keringat dingin mulai bercucuran, entahlah Hyoyeon tak tahu pasti kenapa. Ia benar – benar gugup diperlakukan seperti itu oleh Kris.

“Se-se-sepertinya a-a-aku harus pu-pulang sekarang.” Ujar Hyoyeon dengan gugup beralasan berdiri dari duduknya untuk segera menjauh dari Kris, ia benar – benar tak bisa berada lama – lama bersama Kris. Perasaannya ini membuatnya canggung, apalagi diperlakukan oleh Kris seperti itu membuat Hyoyeon semakin canggung saja. Ia benar – benar tak bisa berada lama – lama bersama Kris. Ia harus segera pergi menjauh.

“Se-sekali lagi te-terima kasih banyak.” Ujar Hyoyeon sambil membungkukkan tubuhnya, lalu segera berlari menjauh dari Kris.

“Hyoyeon.” Belum jauh Hyoyeon berlari, Kris berdiri dan memanggil Hyoyeon sehingga membuat Hyoyeon menghentikan langkahnya.

“N-ne?” ujar Hyoyeon sambil membalikkan tubuhnya dengan kaku, entah kenapa mendengar suara Kris memanggilnya membuat Hyoyeon salah tingkah sendiri sekarang.

Kris melangkahkan kakinya mendekati Hyoyeon hingga mereka saling berhadapan dan bertatapan.

“Apa kau membenciku?” tanya Kris. Tentu saja Hyoyeon yang mendengarnya kaget. Untuk apa ia membenci Kris? Bukankah seharusnya ia yang menanyakan pertanyaan itu? Dia yang memutuskan hubungannya dengan Kris secara sepihak. Seharusnya Kris yang membencinya.

Hyoyeon dengan cepat menggelengkan kepalanya keras – keras. “Anio.”

“Kenapa kau bertanya seperti itu?” tanya Hyoyeon heran dan juga penasaran.

“Kenapa kau selalu menghindariku?” tanya Kris dengan tatapan mengintimidasi pada Hyoyeon. Tentu saja Hyoyeon yang ditatap seperti itu oleh Kris langsung merasa tidak nyaman dan agak takut.

Hyoyeon memang selalu menghindari Kris jika bertemu, namun itu bukan alasan karena Hyoyeon membenci Kris. Alasan utama yang membuat Hyoyeon selalu menghindari Kris adalah karena Hyoyeon merasa menjadi yeoja paling bodoh jika bertemu dengan Kris, kenapa ia dengan bodohnya memutuskan dirinya dengan alasan Kris tak memverhatikannya lagi dan merasa Kris tidak sayang padanya lagi. itu benar – benar bodoh, jelas – jelas Kris dulu menyayanginya, walaupun ia jarang mengatakannya langsung, namun semua orang bisa melihatnya dari mata Kris, ia serius dengan hubungan yang ia miliki. Hyoyeon benar – benar dikuasai emosi ketika memutuskan Kris. Sekarang ia benar – benar menyesal memutuskan Kris, oleh karena itu ia selalu menghindari Kris. Karena ketika melihat Kris, yang ada di benak Hyoyeon adalah penyesalan dan penyesalan.

“Hahahah ..” Hyoyeon tertawa palsu. Ia bingung harus menjawab apa pada Kris sekarang.

“Mungkin itu hanya perasaanmu saja. Hahha .. kau ini mengada – ada saja.” Ujar Hyoyeon dengan mengibas – ibaskan tangan menyangkalnya.

“Berhenti berbohong padaku!” ujar Kris dengan nada agak keras sambil memegang tangan Hyoyeon agak kasar sehingga membuat Hyoyeon diam dan membatu.

“Katakan padaku apa alasannya Hyo-ah?!” bentak Kris, Kris benar – benar sudah tak bisa mengontrol perasaannya, ia ingin sekali tahu alasan Hyoyeon selalu menghindarinya. Tak tahukah Hyoyeon, kalau perbuatannya itu membuat Kris merasa gelisah dan takut.

Mata Hyoyeon berkaca – kaca, Kris tak pernah membentaknya sama sekali, baru kali ini ia dibentak oleh Kris dan ini membuat Hyoyeon benar – benar merasa menjadi yeoja yang sangat bodoh. Ia tahu ia tidka bisa mengelak lagi, ia tak bisa terus menerus menghindari Kris.

Air mata Hyoyeon tak bisa dibendung lagi, air matanya mulai menetes membasahi pipinya dan bibirnya mulai bergetar. Kris yang melihat itu langsung menyadari kesalahannya tadi karena sudah membentak Hyoyeon.

“Mianhae Hyo, aku tak bermaksud.” Ujar Kris menyesali perbuatannya, ia menjulurkan tangannya mencoba menyentuh wajah Hyoyeon dan menghapus air mata yang keluar dari balik pelupuk matanya. Namun belum sempat Kris melakukan itu, Hyoyeon menghentikan gerakan tangan Kris dan menatapnya tajam.

“Apa kau ingin tahu yang sebenarnya?”

“Aku menyesal telah memutuskanmu dulu! Aku merasa sangat bersalah ketika melihatmu! A-aku merasa menjadi yeoja paling bodoh sedunia ketika melihatmu!”

Mendengar langsung jawaban Hyoyeon membuat Kris membatu, ia benar – benar tak percaya alasan sebenarnya Hyoyeon selalu menghindarinya adalah karena Hyoyeon menyesali telah memutuskan hubungan dengannya. Ini benar – benar mengejutkan bagi Kris.

“Dan-dan sekarang, a-a-aku tak menyesali telah memutuskanmu!!!!!!! Kau berengsek!” pekik Hyoyeon keras – keras sambil melepaskan tangannya dengan kasar dari Kris dan berlari menjauhi Kris. Kris hanya bisa diam dan memandangi kepergian Hyoyeon. Ia tak tahu harus berbuat apa sekarang, ia tahu ia salah telah membentak Hyoyeon tadi, tapi ia tak menyangka kejadiannya akan begini.

Hyoyeon terus berlari dan berlari, yang ada di pikirannya sekarang adalah segera berlari jauh sehingga Kris tidak bisa mengikutinya atau menemukannya. Ia benar – benar tidak suka dibentak Kris seperti itu. Itu melukai hatinya, bahkan kakaknya Ryeowook tak pernah membentaknya sama sekali.

“Kris paboo!” ujar Hyoyeon dengan menyapu air matanya kasar sambil terus berlari.

.

.

.

Perasaan kuat ini tidak akan terbuang.

Perasaan ini tidak akan berakhir dengan sebuah mimpi.

Angin pergantian musim yang dengan perlahan membelai pipimu, gumpalan awan putih yang berarak – arakan di langit biru akan menyadarkanmu bahwa kau kini memulai hidup yang baru.

Namun kau hanya diam dan memandangnya lewat dalam rumahmu.

Aku membuka pintu rumahmu dengan lebar, tapi kau tak mau keluar. Kau masih takut untuk menghadapi dunia luar.

Beranilah menghadapi dunia.

Ketika kau mempercayainya, dunia akan mulai penuh dengan warna. Yakinlah.

.

.

.

Mobil milik Kyuhyun berhenti di depan halaman rumah Ryeowook dengan pelan.

“Apa kau tinggal sendiri di rumahmu?” tanya Kyuhyun ingin tahu sambil memandangi rumah Ryeowook yang gelap gulita, seperti tidak ada tanda – tanda orang yang ada di dalamnya.

‘Hyoyeon belum pulang selarut ini?’ batin Ryeowook agak tak percaya.

“Bukan urusanmu.” Ujar Ryeowook ketus sambil membuka pintu mobil Kyuhyun dan segera keluar berjalan menuju rumahnya. Tentu saja melihat sikap Ryeowook membuat Kyuhyun tak langsung menyerah. Kyuhyun segera ikut keluar dari mobilnya.

“Apa tidak ada yang ingin kau katakan padaku?” ujar Kyuhyun dengan berteriak karena jarak Ryeowook yang sudah terlalu jauh.

Ryeowook menghentinkan langkahnya, ia diam sebentar. Lalu menolehkan kepalanya ke belakang menatap Kyuhyun dengan menaikkan salah satu alisnya, namun dengan raut wajah datar.

“Seperti apa yang harus ku katakan?” tanya Ryeowook dengan nada datar.

Kyuhyun menggaruk – garuk tengkuknya yang tak gatal mendengar pertanyaan Ryeowook barusan.

“Euung .. eung .. seperti .. seperti .. eung .. mungkin seperti ..”

“Jika tidak ada yang ingin kau katakan, aku-“ perkataan Ryeowook langsung dipotong oleh Kyuhyun.

“Mungkin kau bisa menawariku secangkir teh hangat.” Ujar Kyuhyun dengan cepat. Mendengar itu Ryeowook mendengus geli dan berhasil membuat Kyuhyun salah tingkah dan berpikir bahwa ia adalah namja paling bodoh di dunia ini. Bagaimana bisa kalimat seperti itu yang keluar dari mulutnya, pikirnya merutuki kebodohannya tadi.

‘Ya Ampun .. kau bodoh sekali Cho Kyuhyun!’ batin Kyuhyun mengumpat dirinya sendiri.

Ryeowook kembali melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumahnya. Melihat itu, Kyuhyun mendesah kecewa sambil memutarbalikkan tubuhnya dan mulai membuka pintu mobilnya.

“Jadi?” suara Ryeowook membuat Kyuhyun menolehkan kepalanya ke belakang.

“Kau tak jadi untuk minum teh hangat di rumahku?” tanya Ryeowook dengan menaikkan salah satu alisnya dan menyedekapkan kedua tangannya di dadanya, ia berdiri di ambang pintu rumahnya.

“A-a-anio. A-a-aku kira kau-“ melihat raut wajah bosan milik Ryeowook, Kyuhyun menyadari kebodohannya karena sudah membuat Ryeowook menunggu. “Ah iya, aku akan segera kesana.” Ujar Kyuhyun dengan tersenyum senang, lalu berjalan cepat menuju rumah Ryeowook.

~ Firefly In The Dark ~

Ryeowook menekan saklar lampu ruangan yang ia lewati, kini ruangan yang tadinya gelap menjadi terang dan menampakkan isi rumah Ryeowook yang sederhana namun tertata rapi, hampir tidak ada barang yang letaknya tidak beraturan yang bisa dilihat Kyuhyun.

Kyuhyun berjalan mengekor Ryeowook dengan memandangi sekeliling ruangan.

“Duduklah disana.” Ujar Ryeowook sambil menunjuk sebuah sofa di depan tivi kecil. Mungkin ini ruangan untuk bersantai, pikir Kyuhyun, lalu berjalan menuju sofa itu dan segera duduk disana sambil menunggu Ryeowook kembali dari dapur.

Sambil menunggu Ryeowook, Kyuhyun mengedarkan pandangan matanya ke sekeliling ruangan. Walaupun rumah Ryeowook tidak begitu besar namun sangat rapi dan juga bersih. Kyuhyun dalam hati memuji.

Tak sengaja pandangan matanya menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya.

Sebuah foto yang warnanya sudah kecoklatan dengan pigura kecil yang diletakkan di atas meja kecil dekat telepon rumah. Kyuhyun menyipitkan matanya mencoba melihat lebih jelas lagi foto itu. Karena masih agak tidak jelas, akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk mendekat, lalu mengambil foto itu.

Dalam foto itu ada sebuah keluarga kecil, foto itu diambil di taman. Dalam foto itu ada seorang yeoja dewasa yang sedang berjongkok dan tersenyum sambil memangku bayi dan mengangkatkan tangan si bayi ke atas untuk berpose, lalu di sebelah kirinya terdapat seorang namja dewasa yang tengah berjongkok dan tertawa lepas dengan menggendong seorang yeoja kecil berkuncir dua yang tak kalah senangnya dengan senyum lebar.

Entah sadar atau tidak sadar, sudut bibir Kyuhyun terangkat sehingga membuat senyum. “Dia terlihat begitu bahagia disini.” Ujar Kyuhyun. Walaupun ia baru mengenal Ryeowook, namun ia yakin bahwa yeoja kecil yang berkuncir dua itu adalah Ryeowook. Ia yakin itu dengan melihat matanya.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Ryeowook dengan tiba – tiba yang sudah ada di belakang Kyuhyun dengan membawa nampan yang berisi satu cangkir teh hangat dan memberikan Kyuhyun dengan tatapan mengintimidasi. Kyuhyun sebenarnya agak kaget dengan kemuncuan Ryeowook yang tiba – tiba, namun ia bisa menutupinya.

Kyuhyun mengembalikan foto itu ke tempat semula dengan tersenyum.

“Kau tampak cantik saat kau tersenyum lepas.” Ujar Kyuhyun dengan tersenyum tulus. Mendengar penuturan Kyuhyun barusan dan melihat senyum tulus Kyuhyun, entah kenapa membuat Ryeowook membatu, darahnya berdesir, dan entah kenapa Ryeowook merasa sangat tersentuh dan senang.

Ia memang sudah banyak mendapat perkataan seperti itu, apalagi saat ia sedang melayani namja – namja berhidung belang yang menggodanya. Perkataan – perkataan itu tak pernah sekalipun masuk ke hati Ryeowook. Namun kali ini berbeda, walaupun perkataan itu sama, namun penyampaian yang diberikan Kyuhyun padanya sangat berbeda. Kalimat itu terdengar begitu tulus dan lepas.

‘Apa ini? Dia pria yang seperti apa?’ batin Ryeowook tercengang.

~ To Be Continoue ~

 

Yaaaaaaaaak!! Akhirnya selese juga #rengganginotot

Gimana menurut kalian semua??? .-.

Mianhae ne karena update-nya lama biingiit. Ini mumpung udah kagak ada kegiatan jadi bisa buat sesuka hati xD LOL

Makasih buat semua yang udah mau baca. Gomawok ne chingu-deul ^^

Oh iya chingu-deul, aku udah baca komentar kalian di LIC epilog. Nah kalian kan pengennya ada sequel atau penjelasan gituh. Nah aku mungkin bakalan buat OS ajah untuk LIC. Ya katanya ada yang pengen buat cucunya di ceritain juga ;;) #otakyadongkumat

Hehehhe, ya udah. Itu ajah infonya ^^

Saranghae everyone

Tinggalkan jejak kalian ya 😉

Advertisements

35 comments

  1. Ku pikir td OS trnyta msih ada lnjutannya. Pnsran knp kyuhyun mmbli wookie. Mgkn udh jtuh cinta dri awal kali ya.. ita utk LIC nya dtunggu OS nta sklian pmbuatan cucunya. #plak
    Ok deh gitu aja chuap2 gue…

  2. akhurnya update juga,lama banget nungguinnya,eh pas senang2nya baca ada 3 kata keramat muncul,kkkk tp ngga pa2 ttp di tungguin ko,
    oh kyuppa tumben kau tk mesum kkkkk biasanya klo ada ksmptn pasti lngsung nyarang wookie,tp ini wkwkwk oppa gentel banget,,,,,,
    apapun lanjutan LIC mau sequel atau OS pasti nana tungguin ff ini juga lo,
    di tunggu chap ff selanjutnya chingu GOMAWO
    FAIGHTING,,,,,,,,

    1. hahahha, emang luuuaamaa :v bwahahhah xD gak bisa nahan ketawa pas kamu bilang kata keramat muncul >.< LOL banget
      hehehe, sengaja ngasih kyuppa peran yang gak sejiwa sama dia :p #digeplakkyuppa
      Hahahha, makasih banyak nana ({}) 😀 :*

  3. waaaahhhhh….
    bener2 hampor hilang dr ingatan chap yg sblm nya.
    tp syukurnya pas baca dikit jd inget.
    hehehehe….

    jadddiiiiiii…..
    alasan kyu beli wookie???
    jatuh cinta kah????
    😀

  4. Koka tbc?? Lan moment kyuwokk baru sebentar, kurang lama chingu… kira2 hati wook bkalan luluh gak ya ma kyu?? Chap dpan bkin moment kyuwook’nya yg banyak chingu… hehehehe 🙂
    Wach!!! Ternyata LIC msih ad os nya, kirain dah slesai, ok di tunggu secepat’nya… SEMANGAT……

  5. kyaaaa akhr’a d updte jg…..semoga drmu lg dlm mode galau trz ne prisss biar ni ff updte trz kkk…huwaaaa wookie cuek parahhhh ne..kasihan kuyun..kapan ni wook bsa nrma kyu n kpn momen kyuwookkkkk?????cpt bkin momen kyuwook prisss yg sweet n ekhemmm uhuk2 #batukberdahak lbh mnjrs jg gpp #plakkk kkkk…ok paipaiiiii pris2 fightingggggg :*

  6. Aku rada lupa chap kmarin nya chingu..kkk
    Tp dah bc la sihh.. knp wook jutek bgt sihh
    Kyu nya jg kalem bgt.. gmn mw maju kalo gini mulu..hahaha
    Kpn moment sweet kyuwook ny????
    Lanjuutt nae..
    Oh ya aku komen yg lic disini aja ya, mian kmarin kelupaan komen disana..
    Si cho itu kepedean bgt,, bahagia bgt kumpul smua.. but real happy ending, gomawo.. bt seq di tgu nae.. Fighting!!!!

    1. Hehhehe, iya maklum. aku emang updatenya kelamaan :3
      bwahahhah xD ngakak bacanya pas kamu bilang : gimana mau maju kalo gini mulu
      next chavter mungkin udah ada sweet momen mereka berdua ;;)
      hahahha. kagak apa2. review boleh dimana ajah, yang penting jangan di jamban -.-
      Hehehe, neomu gomawok ne 😀

  7. aku lupa sma ceritanya tpi ntr coba lgi baca chap sblmnya deh..
    penasaran..
    lanjuttt…
    buat L.I.C nya mau d bikin sequel lgi..
    #makasih ^_^

  8. Aku hampir lupa looh sama ceritanya. Saking lamanya ga apdet muehehe 😀
    Wiih kuyun yaampun sebegitu penasaran kah sama khdupan ryeowook? Kkk aku agak aneh liat si kyu kga pervert gitu biasanya kan dia yg pervert.
    Hyeoyeon kmna? Kok blm bakil kerumah?
    Di tunggu kelanjutannya yaaa 😉

    1. kekekke >.< nde, emang lah. aku luuuaaamaa binggow updatenya xD plak
      hahha, mungkin bukan ke kehidupannya Ryeowook ;;) tapi ke orangnya 😉
      Hahhaha, iya yah. pertama aku buat character dia kayak gituh juga berasa agak aneh :3
      Hahhaa, gomawok nde ^^

  9. penasaran sm hubngn kyuwook kdpnnya. dan maksud dr kyu membeli wook. ok lanjut ya. di tunggu. gtu juga sm os LIC nya.

  10. aku tak bisa cakap cakap panjang lebar.. ini ff nya ringan aku senang alur nya tidak cepat dan lambat…
    kalo segi peran kyuwook gak diragukan lagi kamu pandai membawakan karakter mereka #ngomongapa..
    ok lanjutkan ne^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s