Hate U Love U 4

h u

Frisca Freshtie Present ….

\(‘o’)/(9’o’)9(‘o’)>

.

~ Hate U Love U ~

.

.

 

Warning !!!

Ini pemainnya milik orang tuanya masing – masing, saya cuma minjam namanya doank buat mendukung cerita saya. Selebihnya, alur dan cerita milik saya.

Yang enggak suka cerita genderswitch diharapkan menjauh saja ya. Don’t like don’t read.

Banyak jebakan typo, jadi hati – hati dan dimohon pengertiannya ne chingu-deul.

Selamat membaca ^^

.

.

.

.

 

~ Hate U Love U ~

Ryeowook mengaduk – aduk susu coklat hangatnya dengan pandangan kosong dan diiringi tatapan mata sayu. Ia terlihat seperti orang yang benar – benar sedang lelah dan frustasi.

“Kau kenapa noona?” tanya Jongin, adik Ryeowook yang sering dipanggil dengan sebutan Kai dengan bingung.

Ryeowook menghentikan kegiatannya yaitu mengaduk – aduk susu coklat hangat miliknya masih dengan tatapan kosong dan sayu. “Aku habis bermimpi buruk tadi malam, sangat menyeramkan, benar – benar menyeramkan,” jawab Ryeowook dengan nada datar, tidak ada naik turunnya nada dalam suaranya.

“Memangnya kau bermimpi tentang apa noona sampai kau menjadi seperti ini? Apa kau bermimpi dimakan oleh zombie? Atau kau bermimpi tidak mendapat jatah uang saku selama satu tahun?” tanya Jongin ingin tahu.

Mendengar pertanyaan adiknya, Ryeowook menatap Jongin masih dengan pandangan kosong sebentar, kemudian tatapannya berubah menjadi tatapan ingin tahu dan penasaran. “Euung .. Kai. Menurutmu dibalik lilitan handuk seorang pria .. ada apanya?”

“WHOOOAAAH !!! Sejak kapan noona jadi yadong sepertiku ?!??!??!”

~ Hate U Love U ~

Pairing : KyuWook

Rate : T

Genre : Romance, Comedy, Genderswitch, Friendship, Abal – Abal, Gaje, Failed!

Author : Frisca Freshtie

Cast :

~ Kim Ryeowook (Yeoja)

~ Cho Kyuhyun (Namja)

~ Kim Heechul (Yeoja)

~ Lee Donghae (Namja)

~ Lee Hyukjae (Yeoja)

~ Hate U Love U ~

Kyuhyun berdiri di ambang pintu balkon kamarnya, ia baru saja selesai mandi, rambutnya masih agak basah diterpa angin pagi Seoul yang meniupnya dengan perlahan mengigat musim gugur akan datang. Ia berjalan menuju pagar pembatas balkon kamar miliknya kemudian meletakkan kedua tangannya disana sambil menghirup udara pagi itu sebisa mungkin paru – parunya bisa menampung, mencoba memberikan tubuhnya pasokan udara pagi yang sangat sejuk sambil memejamkan matanya meresapi suasana yang ada. Ia membuka matanya lega ketika merasa sudah cukup dengan kenikmatan dan kesegaran yang ia dapat dalam tubuhnya.

“Sudah sangat lama,” ia berujar setelah menghembuskan nafas lega miliknya.

Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke sekeliling lingkungan tempat ia tinggal, “Disini tidak banyak yang berubah, hampir sama seperti 10 tahun yang lalu dulu.”

“Lapangan itu juga masih ada disana, hanya ada sedikit perubahan disana. Sekarang lapangan itu semakin bagus dan ada bangku duduknya,” kata Kyuhyun ketika pandangan matanya melihat lapangan basket yang dulu sering ia kunjungi untuk bermain bersama teman – temannya.

“Sekarang banyak rumah yang sudah diperbaiki dan diganti warna cat-nya. Dan jalan ini semakin rapi dan cantik karena pohon yang dulu masih pendek kini sudah tumbuh tinggi dan tumbuh dengan lebat. Sepertinya aku banyak melewatkan musim disana. Benar – benar banyak musim, benar – benar lama hingga aku lupa sudah berapa lama aku pergi dari sini,” ia tersenyum simpul mengingat dirinya berada di negara orang lain selama bertahun – tahun tanpa pernah pulang hanya untuk sekedar menjenguk atau melihat keadaan orang tuanya karena ia ingin fokus dengan pendidikannya, namun lihatlah ia sekarang sudah kembali dan berhasil. Ia sudah menyelesaikan pendidikannya dengan waktu yang cepat dan dengan nilai yang sangat memuaskan dan patut untuk dibanggakan oleh siapapun. Ia benar – benar berhasil sekarang.

Ia mendongakkan kepalanya menatap langit pagi Seoul yang dihiasi banyak gumpalan – gumpalan kapas putih yang sangat lembut dengan tersenyum tulus. “Walaupun aku melewatkan banyak musim disana hingga tak tahu banyak perubahan disini,” ia memberikan jeda sebentar dalam perkatannya, ia menolehkan kepalanya ke samping kiri, menatap balkon kamar yang ada di sebelah kamar miliknya dengan tersenyum geli tak habis pikir kemudian dengan cepat kembali menatap lurus kedepan masih dengan tersenyum geli, “tapi aku tak pernah melewatkan yang satu itu.”

“Benar – benar tak akan melewatkannya,” gumam Kyuhyun dengan tersenyum smirk.

~ Hate U Love U ~

Kai tengah duduk di atas motor besarnya dengan memakai helm, ekpressi wajahnya terlihat begitu kesal.

“Noona !!! Apa yang kau lakukan di dalam sana? Apa kau pikir aku ini supirmu huh??????” kini Kai sudah mulai kehabisan kesabarannya karena sudah terlalu lama menunggu Ryeowook keluar dari rumah.

“Sebentar! Aku akan segera keluar Kai,” suara cempreng Ryeowook dari dalam rumah terdengar begitu menyebalkan di telinga Kai.

“Terserah kau noona! Lain kali aku tak akan mau memberi tumpangan lagi padamu! Kau mendengarnya?!” ancam Kai saking kesalnya.

“Ya aku mendengarnya,” tiba – tiba saja Ryeowook sudah naik di atas motor, berada di belakang tubuh kekar Kai sambil memeluk perut Kai erat dengan memakai helm yang tertutup rapat, jaket dan juga memakai sarung tangan lengkap seperti tengah melindungi dirinya dari sesuatu sambil menutup matanya rapat – rapat. Ya jangan tanyakan kenapa, karena seorang Kim Ryeowook takut naik motor. Bukan karena apa – apa, hanya saja ia pernah jatuh dari motor saat belajar menaiki kendaraan beroda dua itu dan sampai sekarang Ryeowook masih trauma.

“Ya Ampuun .. bisa tidak noona memeluknya biasa saja? Kau terlalu erat memelukku? Kalau begini aku tidak bisa bernafas,”

“Tidak,” jawab Ryeowook cepat tanpa bergerak sedikitpun dari posisinya.

Kai hanya bisa menghembuskan nafas pasrah, ia tahu kakak perempuannya ini memang takut naik motor walaupun dibonceng seperti ini. Butuh banyak tahun untuk meyakinkan kakaknya ini untuk naik motor, hingga sekarang Ryeowook sudah mau naik motor walaupun ya seperti ini keadaannya.

“Hei yeoja pencuri celana dalam!”

Refleks saja Ryeowook dan Kai langsung menoleh ke asal suara mendengar panggilan aneh itu.

Dari balik pagar pembatas rumahnya dengan rumah Donghae ia melihat pria yang tadi malam ada di kamar Donghae~Kyuhyun~.

Tentu saja Ryeowook langsung membuka kaca helm-nya dengan mata membulat sempurna.

“Kau!” Ryeowook dengan nada shock menunjuk Kyuhyun layaknya orang yang tengah melihat hantu.

“Hai,” dengan santai Kyuhyun malah menyapa Ryeowook dengan tampang tak berdosa.

“Jadi kau mau kemana yeoja pencuri celana dalam sepagi ini?”

“Mwo?!” Kai tersentak kaget dan geli mendengar pertanyaan dari Kyuhyun.

“Yak! Sudah ku bilang berapa kali?! Aku tidak mencuri celana dalammu. Aku hanya menemukannya-“

Kyuhyun langsung memotong perkataan Ryeowook dengan cepat, “dan memegangnya sangat lama kan?”

Pipi Ryeowook yang tirus mulai merah padam karena malu dan tak terima dengan perkataan Kyuhyun walaupun yang dikatakannya itu memang benar adanya.

Gelak tawa Kai mulai pecah di pagi itu. “Hahahha .. jadi bagaimana rasanya memegang celana dalam seorang pria noona? Apa kau merasakan sesuatu?”

Mendengar pertanyaan dari adiknya yang mesum itu langsung membuat Ryeowook semakin malu, tanpa pikir panjang Ryeowook langsung menutup kaca helm-nya dengan gerakan cepat kemudian kembali memeluk erat peluk rata milik Kai.

“Cepat jalan!”

“Noona-“ belum sempat Kai ingin menyampaikan apa yang ada di pikirannya, Ryeowook berteriak padanya.

“Ku bilang cepat jalan!”

Kai yang tahu kakaknya sudah benar – benar malu, tanpa pikir panjang langsung menyalakan mesin motornya dan bergegas pergi dari sana.

“Hati – hati di jalan ya yeoja pencuri celana dalam,” di telinga Ryeowook masih mendengar suara Kyuhyun dan semakin membuat mulut mungilnya maju dan semakin maju beberapa centi saking kesalnya.

“Menyebalkan. Dia menyebalkan!” umpat Ryeowook dalam pelukannya yang masih erat.

“Kau juga kenapa mencuri celana dalamnya noona? Kau ini kan perempuan? Aku tak habis pikir itu,” cercah Kai.

“Sudah ku bilang aku tak mencuri-“ lagi – lagi penjelasan Ryeowook dipotong.

“Hanya menemukannya dan kemudian memegangnya dengan lama, baiklah aku mengerti,” potong Kai dengan menggeleng – gelengkan kepalanya tak habis pikir.

“Hei! Kenapa kau membelanya??” ujar Ryeowook tak terima.

Kai memelankan jalannya motor miliknya karena di depan ada lampu lalu lintas yang berwarna kuning. “Karena dia seorang pria dan aku juga berjenis kelamin pria,” jawab Kai seenaknya.

“Kau benar – benar adik yang tak bisa diharapkan Kai. Aku benar – benar salut padamu. Terima kasih ya.”

“Aku anggap itu sebagai pujian bagiku noona,” Kai memutar matanya di balik helm kaca hitamnya.

“Tapi aku masih penasaran. Kenapa kau bisa mencuri (?) ehm maksudku menemukan celana dalam milik Kyuhyun hyung?”

PRANG

“Hah? Celana dalam milik siapa?” Ryeowook mulai merasakan bulu kuduknya berdiri dan saraf – sarafnya mulai kaku.

“Kyuhyun hyung. Kau benar – benar tidak tahu? Cho Kyuhyun, anak dari paman dan bibi Cho. Kau tahu kan? Rumah mereka yang ada di sebelah kanan rumah kita. Dia pulang kemarin siang. Jangan bilang kau tiba – tiba gagar otak noona. Itu sungguh tidak lucu sama sekali.”

Mata caramel milik Ryeowook membulat sempurna mendengarnya.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH !!!!!!!!!!!” teriakan Ryeowook yang cempreng menggema di area lampu lalu lintas itu membuat semua pengguna jalan yang sedang berhenti disana menatap kaget Ryeowook dan Kai. Kai hanya bisa kalang kabut bingung dan malu dilihat orang – orang.

~ Hate U Love U ~

Donghae berjalan menuruni tangga dengan mengenakan kaos basket miliknya, di persimpangan tangga ia bertemu dengan Kyuhyun.

“Kau mau kemana Hae?” tanya Kyuhyun.

“Oh aku? Aku akan ke lapangan basket Kyu. Kau mau ikut?” ajak Donghae dengan casual.

“Euung .. baiklah. Aku juga ingin jalan – jalan sebelum aku tak bisa meluangkan waktu karena kepadatanku dalam bekerja,” ujar Kyuhyun menyetujuinya.

Donghae dengan gerakan cepat langsung merangkul bahu Kyuhyun dan tersenyum senang. “Ya, nikmatilah sebelum kau tak bisa menikmati Kyu.”

Setelah mengatakan itu, mereka berdua langsung bergegas keluar dari rumah dan segera menuju ke lapangan basket yang ada di kompleks perumahan mereka. Sesampainya disana, mereka berhenti sebentar ketika memasuki lapangan itu. Pasalnya mereka melihat Heechul tengah bermain basket sendirian.

Mengetahui ada orang yang melihatnya, Heechul menghentikan permainannya dan segera menghampiri orang itu dengan tersenyum melihat orang yang dikenalnya, namun ketika melihat orang yang ada di samping orang yang ia kenal ia mengernyitkan dahinya bingung.

“Hai Hae,” sapa Heechul seperti biasa.

“Hai Hee,” Donghae membalas sapaan Heechul dengan senyum seperti biasa.

“Ini?” Heechul mencoba memastikan apa yang ia pikirkan ketika melihat pria yang ada di samping Donghae.

“Kyuhyun. Cho Kyuhyun,” jawab Kyuhyun dengan nada congkak dan berhasil membuat Heechul tersenyum kesal.

“Biar ku tebak. Kau itu yeoja yang dulu pernah menendang masa depanku kan? Kim Heechul,” tambah Kyuhyun dengan sinis.

“Ya kau masih sama seperti Kyuhyun saat masih ingusan dulu,” komentar Heechul.

“Yeah .. dia Kyuhyun. Dia pulang kemarin siang,” ujar Donghae mencoba menenangkan mereka berdua.

“Ooh ..” Heechul hanya bisa membentuk mulutnya dengan bentuk ‘o’ sebagai respon. Dan Kyuhyun malah pergi meninggalkan mereka untuk bermain basket. Setelah itu keheningan terjadi. Heechul hanya diam sambil memandang sepatunya dan Kyuhyun fokus dengan permainan dribble bolanya. Suasana menjadi sangat awkward. Donghae yang sudah tidak tahan dengan keadaan ini akhirnya memulai pembicaraan lagi.

“Oh iya Hee. Dimana Ryeowook?”

“Dia pergi bersama adiknya tadi barusan,” jawab Kyuhyun dengan cepat sambil mengarahkan bola ke ring dan akhirnya bola itu masuk ke ring dengan tepat dan cepat sekali percobaan.

Tentu saja mendengar jawaban itu, mereka berdua menatap tak percaya pada Kyuhyun.

“K-kau sudah menemuinya???” tanya Heechul dengan kaget.

“Kami tak sengaja bertemu,” jawab Kyuhyun dengan santai dan tanpa beban sambil kembali mendribble bola basket.

“Kau mengingatnya?” tanya Heechul lagi dengan telak membuat Kyuhyun menghentikan permainan bolanya dan menatap Heechul dengan senyum kasualnya yang bisa membuat semua perempuan yang melihatnya akan segera meleleh hanya dalam sekali melihatnya.

“Donghae yang memberitahuku, aku bahkan tak mengenalinya jika Donghae tidak memberitahuku. Aku hanya mengingat sesuatu yang penting – penting saja,” ia berkata dengan nada santai lagi seolah – olah semua yang dikatakannya memang benar adanya.

Mendengar kalimat terakhir yang dikatakan oleh Kyuhyun membuat aura hitam milik Heechul mulai muncul. Rasanya Heechul benar – benar ingin menendang selangkagan milik Kyuhyun lagi hingga masa depannya benar – benar hancur.

Donghae yang mengerti dengan keadaan ini langsung mencoba menenangkan Heechul.

“Haha. Kyuhyun memang begitu. Dia tidak mudah mengingat seseorang,” ujar Donghae dengan tertawa paksa.

“Hah?? Kalau kau memang tidak mudah mengingat seseorang kenapa kau mengingatku hanya dengan sekali bertemu huh???” tanya Heechul dengan telak dan tatapan mata tak bersahabat sama sekali.

Kyuhyun yang akan bermain bola basket lagi terpaksa mengurungkan niatnya. Ia berjalan mendekati Heechul sampai berada di depan gadis tomboy itu dengan tepat.

“Aku mengingatmu dengan cepat karena kau ..” tatapan mata Kyuhyun kini mulai menampakkan mata tak bersahabat pada Heechul, kemudian tatapannya turun ke bawah mengarah pada masa depannya.

“Karena ini penting bagiku,” lanjut Kyuhyun lagi dengan nada kesal. Heechul yang tahu maksud perkataan Kyuhyun langsung mengarahkan pandangannya ke arah lain.

“Aku minta maaf untuk kejadian masa kecil dulu, aku tidak sengaja,” komentar Heechul dengan rasa tak bersalah sama sekali, bahkan permintaan maafnya sudah jelas sungguh tidak ikhlas mengucapkannya.

“Hei .. kalian baru saling bertemu. Kenapa sudah seperti ini? Hey menurutku kalian harus berbaikan dan melupakan masa lalu. Yang sudah terjadi ya sudahlah. Sekarang kalian sudah dewasa, lagipula kejadian itu sudah sangat lama kan? Jadi mari kita lupakan saja,” sifat ke-orangtuan-an milik Donghae mulai muncul.

Hening lagi. Tak ada yang merespon perkataan Donghae. Heechul sibuk mengalihkan perhatiannya dan Kyuhyun juga ikut – ikutan mengalihkan perhatiannya. Mereka berdua sudah jelas tidak ingin mengibarkan bendera putih untuk saat ini, mereka masih ingin melanjutkan perang dingin diantara mereka berdua. Dan lagipula kata ‘damai’ untuk mereka berdua sepertinya sangat susah bagi mereka, karena mereka berdua sama – sama berkepala batu.

“Donghae oppa !!!” beruntung teriakan cempreng milik Eunhyuk menyelamatkan mereka berdua untuk kata ‘perdamaian’, tentu saja jika tidak ada teriakan pengalih perhatian dari gadis mungil itu, maka Dongahe akan terus memaksa mereka berdua untuk berdamai.

“Hai Hyukkie ..” sapa Donghae.

“Hai Hae oppa, kau kelihatan sangat keren pagi ini seperti biasanya,” komentar Eunhyuk dengan tatapan terpesona seperti biasa.

“Hai Chul-Chul eonnie. Kau juga seperti biasa .. terlihat menyeramkan seperti anjing yang akan menerkam mangsanya,” ujar Eunhyuk dengan blak – blakannya dan berhasil membuat Heechul bersungut – sungut karena kesal bukan main. Kyuhyun yang memang senang sekali melihat orang ditindas langsung tertawa terbahak – bahak.

“Hahahha. Kau benar gadis cilik. Dia memang sudah menyeramkan dari kecil,” komentar Kyuhyun di sela – sela tawanya.

Eunhyun menyipitkan matanya melihat Kyuhyun yang berkomentar, kemudian dengan langkah kecil namun pasti Eunhyuk mendekati Donghae.

“Itu siapa oppa???” ia bertanya dengan berbisik pada Donghae.

“Oh iya, kenalkan Hyukkie. Ini Kyuhyun, sepupuku. Anak dari paman dan bibi Cho. Kyuhyun ini Eunhyuk, Eunhyuk ini Kyuhyun,” ujar Donghae menjelaskan dan mulai mengenalkan Kyuhyun pada Eunhyuk.

“Oh .. apa oppa yang bersekolah di luar negeri itu? Ah dimana itu?? Aku lupa … oh iya .. di Jerman. Aku tidak begitu banyak mendengar tentangmu, tapi Donghae oppa pernah menceritakanmu padaku, dia bilang kau sangat pintar dan sangat tampan,” ujar Eunhyuk dengan antusias.

“Ah benarkah itu? Haha, senang mengenalmu gadis cilik.”

“Hei oppa .. aku ikut kelas memasak di sekolah. Apa kau mau aku masakkan? Aku akan memasaknya denan penuh cinta,” Eunhyuk dengan tatapan mata bulat yang berbinar – binar menatap Donghae. Dan Donghae hanya meresponnya dengan tersenyum kasual seperti biasanya.

“Hei apa yang kau lakukan disini Hyukkie???!?!? Kau tidak sekolah huh??!! Kau akan telat jika terus berlama – lama disini!” Heechul mulai mendorong tubuh mungil milik Eunhyuk untuk menjauh atau dengan kata lain mengusir paksa Eunhyuk dari lapangan itu.

“Ta-tapi ini baru jam setengah sembilan, masih ada waktu setengah jam lagi sampai bell masuk sekolah berbunyi,” ujar Eunhyuk mencoba bertahan disana.

“Tidak ada tapi – tapian!!!! Sebagai murid yang baik kau harusnya sudah berada di sekolah sebelum bell berbunyi,” Heechul terus saja mendorong dan mengarahkan Eunhyuk untuk pegi dari sana.

“Sekolahku kan dekat dari sini. Sepuluh menit berjalan sudah sampai Chul eonnie,” lagi – lagi Eunhyuk beralibi.

“Sudahlah, pergilah sekolah sekarang monyet kecil!” Heechul sudah benar – benar kesal dibuatnya.

“Biarkan aku disini lima belas menit lagi. Setelah itu aku akan pergi ke sekolah, aku mohon eonnie.”

“Tidak. Jika aku membiarkannya, lima belas menit itu bisa berubah menjadi lima belas jam!” komentar Heechul dengan tajam, sudah banyak tahun bersama gadis mungil itu jadi Heechul sudah tahu bagaimana sifat dan kebiasaan gadis yang ia dorong sekarang ini.

“Bibi Lee!!! Lihatlah anakmu ini!! Dia belum pergi sekolah di waktu seperti ini!!!” teriak Heechul saat melihat ibu Eunhyuk berada di pekarangan rumah, sedang menyirami bunga. Eunhyuk langsung panik bukan main.

Bibi Lee yang melihatnya langsung mematikan selang airnya dan segera menghampiri Eunhyuk, namun Eunhyuk langsung berlari cepat sebelum ibunya menangkapnya dan memarahinya habis – habisan. “Yaaaaaak !!! Sudah berapa kali ibu bilang!!! Pergi sekolah tepat waktu Hyukkie!!! Sudah berapa kali ibu mendapatkan surat peringatan dari sekolah tentang keterlamabatanmu setiap paginya huh??!?!?!? Apa kau mau ibu ini mati muda karena sikapmu itu????! Jika hari ini kau telat lagi, ibu pastikan kamarmu akan ibu sewakan untuk orang lain!!!!! Apa kau mengerti itu Hyukkie???”

“Iya ibu. Aku mengerti,” jawab Eunhyuk yang sudah berada jauh dari sana.

Heechul yang melihatnya hanya bisa terus tertawa terbahak – bahak, ia benar – benar menikmati pertunjukan pagi itu. Dan Donghae juga ikut tertawa kecil melihatnya, Heechul dan Eunhyuk memang tak pernah akur.

Kyuhyun mendekati Donghae yang masih tertawa kecil, “Sepertinya dia suka padamu,” komentar Kyuhyun.

“Siapa? Eunhyuk atau Heechul yang kau maksud Kyu?” tanya Donghae bingung.

“Menurutmu?” Kyuhyun malah balik bertanya pada Donghae.

~ Hate U Love U ~

Ryeowook menelungkupkan kepalanya dalam meja, ia benar – benar sudah pusing. Ia mengingat – ingat pertemuannya dengan Kyuhyun. Dari mengendap – endap ke kamar Donghae, menemukan celana dalam milik Kyuhyun dan memegangnya dengan lama. Saat Kyuhyun meletakkan kepalanya di bahu miliknya hingga ia bersemu merah. Saat ia lari kalang kabut ke kamarnya karena perkataan Kyuhyun dan saat kejadian pagi tadi hingga membuatnya kesal. Dan terakhir, teriakan dirinya saat kecil dulu, tepatnya sepuluh tahun yang lalu. Saat ia berteriak akan membuat Kyuhyun akan jatuh cinta padanya.

Ia menghembuskan nafas beratnya, sangat berat, seperti sudah banyak sekali masalah yang ada dikepalanya.

“Aku mengacaukan semuanya, mengacaukan semuanya,” ujarnya dengan mengarahkan kepalanya ke samping memandang cafetaria yang ramai dengan pengunjung itu.

“Aku membuat diriku sendiri terlihat sangat bodoh dihadapannya,” komentarnya lagi dengan nada pasrah, sebenarnya nada yang seperti bisa diartikan sudah tidak ingin hidup lagi.

“Apa yang harus aku lakukan sekarang?” gumam Ryeowook bingung.

“Aku tak tahu kalau dia itu Kyuhyun. Aku bahkan tak tahu dia bisa setampan itu, aku harus bagaimana?” Ryeowook mengangkat kepalanya sambil memegangi kepalanya yang sekarang terasa begitu pening memikirkan apa yang harus ia lakukan.

“Memikirkannya saja sudah bisa membuat kepalaku akan pecah .. hufft ..” lagi – lagi Ryeowook menghembuskan nafas berat miliknya.

“Hei, kau terlihat begitu menyedihkan siang ini eonnie,” ujar Tao yang tiba – tiba sudah duduk di depan Ryeowook, gadis bermata panda yang menjadi adik angkatan di fakultasnya.

Tao menyeruput jus apelnya sambil mengarahkan bola matanya ke kiri dan ke kanan dengan gerakan hati – hati, menjelajahi setiap sudut ruangan cafetaria yang luas itu seperti tengah mencari sesuatu.

“Ah aku memang menyedihkan, dan selalu menyedihkan,” Ryeowook menundukkan kepalanya tak habis pikir dengan masalah yang sedang menimpanya sekarang.

“Masalahmu terdengar begitu mengerikan eonnie. Mungkin kau harus bersantai,” komentar Tao masih dengan terus mengarahkan bola matanya menjelajahi ruangan cafetaria itu.

“Iya, aku harus bersantai. Ada saran yang bagus Tao untuk ini?” tanya Ryeowook sambil memegangi gelas milkshake coklat yang ada di depannya.

Mendengar pertanyaan Ryeowook, gadis bermata panda itu menatap Ryeowook dengan pandangan berbinar – binar antusias.

“Bagaimana kalau dengan melihat pertandingan softball di akhir pekan besok? Kita akan bersenang – senang disana.” mata gadis panda itu membulat penuh dengan binar mengatakannya.

Ryeowook menghembuskan nafas berat lagi, “mungkin maksudmu kau yang akan bersenang – senang, bukan kita. Kau kesana untuk melihat dan mendukung Sehun bukan?” ujar Ryeowook dengan telak membuat Tao cemberut bukan main.

“Ah kau selalu tahu maksud isi hatiku eonnie,” ujar Tao dengan kesal.

“Disana kita akan melihat apa? hanya orang memukul bola, lalu orang yang berlari mengitari lapangan dan orang yang menangkap bola. Aku pikir itu membosankan,” komentar Ryeowook sambil menyeruput milkshake coklat-nya.

“Haiiissh .. itu menarik. Apa kau tak tahu betapa kerennya mereka???” Tao jadi sensi sendiri mendengar pernyataan Ryeowook barusan.

“Mungkin maksudmu Sehun yang keren. Kau itu tidak menyukai permainan seperti itu, aku tahu itu. Kalau bukan karena Sehun kau tak akan menyukai permainan itu.”

“Eonnie, itu kekuatan cinta. Apa kau tak punya seseorang yang kau sukai?? Maksudku kau tentu akan tahu bagaimana perasaanku ketika seperti ini?” ujar Tao dengan heran.

Ryeowook diam. Berbicara tentang orang yang ia sukai membuat ia teringat dengan Kyuhyun dan masa – masa dimana ia selalu dianiaya oleh Kyuhyun. Dan saat dimana kejadian – kejadian yang ia alami karena Kyuhyun.

“Tidak. Aku pikir tidak ada orang yang ku sukai sekarang.”

~ Hate U Love U ~

Kyuhyun sekarang tengah bermain tennis bersama ayahnya. Pukulan Kyuhyun terlihat begitu bertenaga, namun ayahnya bisa menangkapnya dan mengembalikannya dengan satu pukulan saja.

Perlawanan mereka terlihat begitu sengit. Tidak ada yang ingin saling mengalah. Bulir – bulir keringat terlihat jelas di wajah mereka, tentu saja karena mereka berdua sudah hampir satu jam bermain tennis berdua. Mereka sudah sangat lelah, hingga akhirnya Kyuhyun membiarkan bola tennis pukulan ayahnya melewatinya begitu saja. Kyuhyun tersenyum sambil mengangkat kedua tangannya ke atas.

“Ayah. Kau masih menjadi yang terbaik!” teriak Kyuhyun dengan menghampiri net di tengah lapangan, begitu juga ayahnya.

“Sudah banyak tahun kau tidak disini. Tapi kau tetap sama anakku, kau selalu membuatku bangga,” ujar ayahnya sambil memegang net itu dengan tersenyum bangga.

“Terima kasih ayah. Jika bukan karenamu, aku tak akan bisa seperti ini,” ujar Kyuhyun tulus.

Tuan Cho dengan insyarat mengajak Kyuhyun untuk pergi dari lapangan bersamanya, mereka berjalan berdua sambil berbincang – bincang hingga keluar dari lapangan tennis.

“Apa saja yang kau dapat dari Jerman nak?” tanya ayahnya.

“Haha. Tidak ada. Yang kudapat hanyalah ilmu ayah,” jawab Kyuhyun dengan santai.

“Kau tidak menemukan …. gadis disana?” lama ayahnya berhenti untuk berkata seperti itu dan Kyuhyun hanya tertawa mendengarnya.

“Banyak ayah. Banyak gadis disana. Sangat banyak sampai – sampai kau tak bisa menghitungnya,” jawab Kyuhyun bercanda.

“Ck! Maksud ayah adalah gadis yang spesial Kyu. Kau tidak menemukannya di Jerman?” Tuan Cho berhenti untuk mengambil peralatan tennis-nya yang ada di pinggir lapangan bersama Kyuhyun.

“Gadis spesial? Euuung … iya, tentu saja aku punya,” jawab Kyuhyun dengan santai sambil mengambil botol air minumnya dan kemudian meminumnya.

“Haha. Anakku sudah dewasa. Siapa gadis itu?” tanya ayahnya sambil membawa tas tennisnya.

Kyuhyun menurunkan botol minumnya, “haruskah ayah mengetahuinya?”

“Haha, benar. Ayah akan menunggu ketika kau sudah siap memperkenalkannya pada ayah.”

“Lalu kapan kau akan siap untuk bekerja di perusahaan dan menggantikan ayah??” tambah ayahnya.

Kyuhyun diam.

“Ayah, kau tahu? Di Jerman yang kulakukan hanya belajar dan belajar untuk membanggakan ayah. Jadi bisakah aku mendapatkan balasannya?”

“Maksudmu?” tanya ayahnya bingung.

“Berikan aku waktu satu bulan untuk bebas dari pekerjaan dulu. Aku masih ingin merasakan indahnya Seoul. Aku sudah sangat lama meninggalkan kota kelahiranku, jadi biarkan aku menikamtinya dahulu kemudian aku akan bekerja dengan giat untuk membanggakan ayah lagi,” jelas Kyuhyun.

“Hahaha .. ayah pikir kau tak ingin. Kau benar – benar membuat ayah hampir terkena penyakit jantungan,” ujar ayahnya sambil memegang dadanya di saat mengatakan kalimat terakhir.

“Haha. Aku tidak akan mengecawakanmu ayah. Apa ayah pikir aku ini anak yang tidak tahu diri?” Kyuhyun mulai bercanda lagi.

“Hahaha. Kau ini ya! Dasar anak nakal! Haha, nikmatilah waktumu itu, kemudian mulailah bekerja!” ayahnya merangkul bahu Kyuhyun dengan senang.

“Haha. Terima kasih ayah,” mendengar ucapan terima kasih dari anaknya, tuan Cho tersenyum kemudian melepas rangkulannya dan meninggalkan Kyuhyun untuk merapikan alat – alat tennis miliknya dahulu.

“Sebenarnya ayah,” Kyuhyun menatap punggung ayahnya yang mulai menjauh, “aku sedang menunggu seseorang menepati janjinya dulu.”

~ Hate U Love U ~

Ryeowook menjatuhkan tubuh mungilnya ke ranjang empuknya sambil menghembuskan nafas beratnya. Pikirannya kini benar – benar terasa banyak beban ada didalamnya.

Ia menatap langit – langit kamar miliknya dengan tatapan menerawang, ia tak habis pikir bagaimana seorang Kyuhyun bisa mengubah dan mengacaukan kehidupannya. Lagi – lagi ia menghembuskan nafas beratnya kemudian melempar tasnya ke sembarang arah, tak memperdulikan barang – barang yang ada di dalam tas itu. Sedetik kemudian ia bangkit dan mengarahkan dirinya ke cermin, mencoba melihat pantulan dirinya dalam cermin besarnya.

Dengan perlahan ia mendekati cermin itu, selangkah demi selangkah ia terus menatap bayangannya dengan tatapan yang tak bisa diartikan, antara tak percaya dengan bercampur kesedihan disana.

Ia menyentuh pipinya yang kini agak tirus dengan pandangan ke bawah seperti memikirkan sesuatu, kemudian ia menatap pantulannya lagi dan ia melihat dirinya saat kecil dulu, tepatnya saat ia masih gendut dan memakai kacamata yang tebal. Namun sedetik kemudian pantulan dirinya kembali menjadi semula.

Kemudian ia menyentuh rambutnya yang ia ikat satu dan sekarang ia warnai dengan warna coklat caramel seperti warna matanya yang indah. Dengan perlahan ia membuka ikatan rambutnya, namun ia malah melihat di dalam cermin adalah bayangan seorang gadis kecil berpipi chubby dan rambut yang diikat dengan dua ikatan sambil tersenyum padanya. Walaupun yang ia lihat malah pantulan dirinya saat kecil dulu, ia terus saja membuka ikatan rambutnya. Ia dulu senang sekali dengan dua ikatan rambut itu, ia selalu menyuruh ibunya untuk mengikatnya seperti itu karena ia kurang percaya diri jika rambutnya digerai seperti teman – teman perempuannya yang lain, walaupun ibunya dan kakak – kakaknya selalu bilang ia cantik jika rambutnya digerai tapi ia tetap kurang percaya diri. Akhirnya ikatan rambutnya terbuka dan tampaklah rambut lurus dan terawat miliknya sekarang, pantulan dirinya sepuluh tahun yang lalu menghilang tergantikan dengan pantulan dirinya sekarang. Ia membuka sedikit mulutnya, ia seperti ingin berbicara namun tak tahu apa yang ingin ia katakan.

Ia mundur beberapa langkah dari cermin tanpa mengalihkan pandangan matanya ke pantulan bayangannya di dalam cermin besar itu. Lagi – lagi ia melihat pantulan dirinya sepuluh tahun yang lalu, saat dimana tubuhnya masih gemuk. Ia melihat pantulan dirinya saat kecil dulu tengah murung, matanya terlihat begitu sembab. Ia berhenti memundurkan langkahnya, ia menatap pantulan dirinya lekat – lekat mencoba mengartikan pantulan dirinya yang tengah murung itu.

“Aku bersumpah akan membuatmu bertekuk lutut untukku! Aku akan menjadi cantik sehingga kau menyukaiku. Apa kau dengar itu huh?!?!?”

Ia membeku melihat yang ada di pantulan cerminnya sekarang adalah kejadian sepuluh tahun yang lalu, saat ia bersumpah akan membuat Kyuhyun jatuh cinta padanya.

Walaupun sekarang yang ada di pantulan cerminnya sudah berubah menjadi semula, yaitu menampilkan pantulan dirinya sekarang tapi Ryeowook masih membeku dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Beberapa lama membeku, akhirnya ia mulai sadar. Ia menatap pantulan dirinya sekarang dengan lekat – lekat. Ia melihat dirinya yang sudah sangat berubah dari dulu. Tubuhnya kini suda tidak gemuk lagi, ia bukan lagi anak ingusan yang selalu menangis ketika seseorang mengolok – oloknya. Dia sekarang sudah berubah menjadi gadis dewasa yang cantik. Bahkan banyak yang sudah menyatakan cinta atau suka padanya, namun ia menolaknya.

Kedua tangannya bergerak pelan menuju dadanya, ia benar – benar menyadari bahwa dirinya sekarang sudah dewasa. Bahkan dadanya-pun sudah tidak bisa disebut kecil lagi. Ia menganggukan kepalanya mantap.

“Aku mengerti sekarang. Inilah saatnya.”

~ TBC ~

 

Whooooaaaah !!! \(*O*)/ Sujud syukur gue bisa update

Beneran dah .. akhir – akhir ini males banget buat update atau ngelanjutin cerita – cerita aku.

Udah punya semangat buat neglanjut. Buka notebook dengan semangat muda yang membeludak. Duduk lama di depan notebook, eh tahu – tahu nge-blank. Gak tahu mau nulis apa. Gituh mulu kalo mau nerusin ep-ep. Ya Amsyooooong … gituh ajah terus sampek Suju ngeluarin album qasidahan -_-“

Heheheh, ya tapi apda akhirnya gue bisa update ^^

Oh iya makasih banget buat Mrs. Cho MbuL yang selalu nagih nagih mu:v wkkwkw, ini nama BM-nya .. kalo gak salah nama penanya Nita_KH :3 itu kalo gak salah lhoh ya :v dan makasih juga buat semuanya yang udah nunggu ff aku ^^ makasih banget

Please leave your comment, friends 😀

Saranghae<3 ❤ ❤ Chu :* :* :*

Advertisements

54 comments

  1. ngga sabar lihat wook ngejar cinta kyu. ayo wook semangat buat kyu jatuh cinta kalau perlu sampai kyu yg ngejar balik wook
    eh itu kyu nunggu wook nepati janjinya kn,janji untuk membuat kyu jth cinta.
    AiGOoO Moment kyuwook nya lucu banget masa kyu manggil wook gadis pencuri celana dlm sih.
    Nana tunggu next ch nya saeng.
    Faighting ne

    1. hehehhe 😀 aku juga gak sabar \(*O*)/ wkwkkw
      hahah, ya menurut kalian para reader mengartikan ajah 😉
      hehhehe, iya eon ^^ makasih ya eon udah ngasih komentar dan bikin aku senyum gaje di rumah xD plak

  2. Hahay.. ceritanya makin seru. Kyu lg nungguin wookie membuktikan janjinya. Ahh.. suka lihat kyu jahilin wookie pdhl dlm hati dag dig dug. Wookie berjuanglah mendpatkan hati kyu, cuma butuh usaha dikit aja kok. Kalau perlu wookie pura2 aja cuekin kyu, biar kyu kelimpungan sndiri. Waduh, kyaknya coment gue kpnjangan ya? Oya, jgn lama2 updatenya frisca..

    1. bwahahahhahah *rotfl* ngakak bacanya, kyuhyun kalo dag dig dug gimana yak xD
      hehehhe, iya ^^ makasih lhoh udah selalu komentar dan ngasih semangat thyk :’) thanks so much :*

  3. kyaa seru bgt haha.. msh gk nyangka sm pertemuan kyuwook yg memalukan bgi wook hihi.. y ampun salut bgt deh sm nih ff dilanjut ok. gk sabar sm kelanjutanny gmn sm kyu…

  4. Akhr nya update juga nih crta. jd pnasaran sm usahanya wook buat kyu jatuh cinta sm dia. Tp kayaknya kyu sbnrnya juga suka deh sm wook. Ok lanjut fris

  5. aaahhh,,,lnjut jg akhirnya… >.< iyaa,,perasaan bnyk ff kyuwook yg gak lnjut2,, syediihh… ToT yuhuuuu,,,wookie,,ayoo buat kyukyu klepek2… biar gak tmbah songong tuh anak.. :v ehem2,,btw pnasaran jg ama kata2nya kyu buat donghae,,'dia' yg dmaksud hyuk apa hee,,kl hyuk mah emang keliatan klepek2,,kl hee? agak mencurigakan jg sih.. gogogo frisca,,smangatt buat lnjutin ffnya.. ^()^/

    1. huuuuuuuh :3 mau gimana lagi, virus males menyebar ke semua author :v
      haha xD ya tunggu ajah next chapter :p hihihihi, makasih buuuuuaaanyaaak yak ({}) :*

  6. Finally update again..
    Kok rasanya alur ceritanya kok lambat bgt ya chingu?? Progres kyuwooknya masi dikit bgt..
    Pnasaran sm wook yg bakal bikin kyu brtekuk lutut..kkkkkk
    Lanjuuutttt chingu.. update soon please.. hehe.. paiiii

    1. hehhehe :$ sorry for take a long time :p
      haha, iya. aku juga baru nyadar lhoh kalo kamu enggak bilang :3 kayaknya emang harus ngebut deh aku buat alurnya biar gak kelamaan .-. makasih banyak yak 😀

  7. hai
    wah kreeen bangetttttttt ceritanya 🙂
    beneran gak sbar pengen liat usaha wookie yang ngebuat kyu bertekuk lutut sama wookie
    jdi gak sbar buat nunggu next chap 🙂 🙂

  8. ahh udah ga sabar nunggu usaha wookie yg bakalan ngebuat kyu bertekuk lutut sama diaa… eyyy si kyu sepertinya udah terpesona tuh sama wookie
    kkkklanjut nee friska 😀

  9. Aduh Kyuhyun bener” usil masih aja ngerjain wookie. Apa Kyuhyun nunggu janji wookie. Ayo Ryeowook semangat buat Kyuhyun bertekuk lutut sama kamu.
    Ditunggu lanjutanya, figthing

  10. maaf bru sempet coment ff frisca yng ini selalu bikin aku senyum2..^_^
    dri dulu smpe skrng udah dewasa kyu seneng bngt jahilin wookie..he…he..
    klo wookie sih udah jelas suka sma kyu,tpi kyuhyun seneng bngt ya ngerjain wookie.
    mudah2an wookie bisa buat kyuhyun suka sma dia..
    semangat buat wookie..
    juga buat frisca ya..(^∇^*)
    nunggu chap brikutnya..➡

  11. waaaaahhhh…
    gmn wookie bs lupa sm kyu.

    tp syukurlah akhirnya wookie tau itu kyu.
    kai sangat berjasa
    hihihi…

    ayo wookie sekarang giliran qm menjalankan keinginan qm.
    🙂
    kyu ga digituin jg dah pny hati ko sm wookie.
    hahhahha.

    1. wkwkwkwk, baru kali ini aku ngeliat ada yang nulis “kai sangat berjasa” xD LOL bahkan di setiap fanfic yang pernah aku baca dan ada dia, belon ada yang bilang kayak gituh :v wkwkkwk =D

  12. Makin penasaran, kyu yg nunggu janji wookie. Wookie yg nepatin janji tpi masih rragu 😀 frisca kamu jadi skrng jarang update ff kenapa? Padahal aku slalu nunggu kmau update ff 😀 semangat terus ya jangan lama2 update nya #maksa 😀 #Plaak

  13. Jadi kyuhyun nagih janjinya si wookie? duuhjadi gasabar sama usaha wookie bikin si kyuhyun cinta sama dia 😀
    Semoga apdet kilat yaaaa banyakin moment kyuwooj juga ya di chap slnjutnya 😉 😀

  14. sepertinya kyu udah mulai jatuh cinta tuh sama wok.
    dan wook fighting nde untuk mendapatkan cinta nya kyu.
    lanjut chingu. fighting nde. 🙂

  15. Waah wah wah jd kyu ga nglrik gdis” d Jerman cm bwt Wook ngbktiin janji’y k dy?
    Tp knp Q rasa kyu tuh sbnr’y dah cnta ma Wook ya?
    Wow 1 blan? Hmm pngen liat apa yg bkal trjd slma 1 blan tu?
    Wook ngrencanain pa ya?

  16. Akhir’nya update jg ni ff, lucu baca nya, pertemuan kyuwook sngat2 tak terduga, sampek wook hrus dpet panggilan baru, cew pencuri cln dlm, lucu… jd pnasarasn ma lnjutan nya, akan kah wook memulai rencana’nya membuat kyu jtuh cinta pda’nya?? Kyaaaaaaa jd pngen bca lnjutan’nya cpet2…

  17. annyeong aku juga reader baru di sini. Aku baca dari chap 1 sampai sekarang. maaf ya kalo chap 1 sampai chap 3 aku ngga komen hehehe #plakkkkk
    Lanjut ya chingu,jadi ga sabar nunggu wook buat bikin kyu klepek2. Semangat ya FIGHTING !!!

  18. Akhir’a di lanjut jg.. udah lama nunggu ni ff.. pengen liat perubahan wookie.. biar wookie beneran bisa buat kyu bertekuk lutut padanya..

  19. Kyaaaakkk… annyeong saeng, aku new reader nih, kok ff nya gak di lanjut sih…. aku nungguin nih.. soalnya aku SUKA BANGET!!! ff ini saeng.. sebenernya pas ff ini keluar aku udh baca.. sorry baru bisa comment sekarang.. hehe😊

    1. hehehehe, capslocknya jebol >.<
      uuuung .. mian ya eon. ane masih sibuk kuliah. banyak tugas nih eon. kemarin libur sehari tapi gak ada mood buat nerusin. tenang ajah eon aku terusin kok. cuma belon tahu kapan selesenya xD plak. makasih udah suka cerita aku ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s