Oppa! Saranghae (Spesial KyuWook 9th Anniv)

tumblr_m7mhunHp721rbsnoxo3_500

Frisca Freshtie Present …

~ Oppa! Saranghae ~

Pair : KyuWook

Rate : T

Genre : GS, Slice of Life, Romance, Love Story, Angst/Hurt

Cast : Kim Ryeowook as yeoja >< Cho Kyuhyun as namja >< The other cast please find with your self ^^

~ Oppa! Saranghae ~

 

WARNING !!!

This story is genderswitch!! So don’t like don’t read okay 😀

Cerita ini yang membuat adalah Ainunufus dan saya. Jadi ini bisa dikatakan kolaborasi xD plak

Have fun guys!!!

 

~ Oppa! Saranghae ~

Hai semuanya. Namaku Ryeowook, Kim Ryeowook. Aku sering dipanggil Wookie oleh teman – temanku, tapi orang – orang terdekatku sering memanggilku dengan nama ‘Ryeong’.

Aku ingin bertanya sesuatu pada kalian semua. Apa kalian pernah merasakan yang namanya jatuh cinta?? Jatuh cinta seperti diriku sekarang. Namun jatuh cintaku ini adalah jatuh cinta dengan teman kakakku yang sudah menganggap diriku ini seperti adik kandungnya sendiri. Dia tak pernah menganggap diriku sebagai wanita dewasa, bahkan sampai umurku sudah memasuki 24 tahun. Dia 3 tahun di atasku, aku tahu bagaimana sepak terjangnya dengan para perempuan dari sejak sekolah menengah atas. Ya, aku mengaguminya sejak aku masih duduk di bangku SMP. Aku berada di bangku SMP dan dirinya berada di bangku SMA. Aku mengaguminya semenjak kakakku Yesung mengajaknya ke rumah hingga berlanjut terus sampai mereka berdua bekerja di tempat yang berbeda, itu artinya sampai sekarang ia terus mampi ke rumah. Bahkan, ia lebih sering mengunjungi kami~aku dan orang tuaku~ daripada kakak kandungku sendiri, Kim Jongwon yang sering dipanggil Yesung. Jika aku bertanya kenapa ia datang ke rumah, ia selalu bilang kalau ia rindu dengan eomma dan appa. Ya, tentu saja aku memakluminya. Karena dia sudah tidak mempunyai ibu sejak kecil, tinggal ayahnya yang sekarang menghabiskan masa tua di Canada, negara asalnya. Jadi keluarga kami sudah menganggapnya seperti keluarga sendiri. Orang tuaku menganggapnya anak kedua dan aku sebagai anak ketiga.

Seperti hari ini, ia datang dengan seenaknya. Masuk rumah tanpa permisi kemudian menjitak kepalaku dengan mudahnya, tak tahukah dirinya kalau hatiku kini berdegup dengan kencang hanya karena dijitak. Setelah mencium pipi eomma dan memeluk hangat appa, ia ikut duduk dengan santai di ruang keluarga bersama kami.

“Eomma masak apa hari ini?” tanyanya dengan wajah sumringah.

“Masak kesukaanmu. Nasi goreng kimchi,” jawab eomma dengan wajah yang lembut bak seorang malaikat.

“Haha. Saranghae eomma,” ujarnya dengan membentuk love sign di kepalanya. Aku heran dengan eomma, sebenarnya siapa anak kandungnya disini? Kenapa eomma selalu saja memasakkan makanan kesukaannya yang notebene adalah makhluk asing di rumah ini? Sedangkan diriku ini? Eomma memasakkan makanan kesukaanku saja mudah untuk dihitung.

“Kau kenapa Ryeong? Dari tadi kau hanya diam saja. Apa kau terkena sariawan?” tanyanya sambil menyenggol lenganku.

“Ania. Hanya ingin diam saja agar tak dibilang cerewet. Untuk apa oppa kemari?” tanyaku dengan nada tak bersahabat.

“Yak!!! Kau ini adik model apa huh?? Kakaknya pulang, adiknya malah bertanya untuk apa oppa kemari?!?!? Tentu saja aku ingin bertemu dengan eommaku tersayang,” katanya sambil memeluk eomma dengan sayang.

Aku memutar bola mataku, “Baka~bodoh~ oppa!!!” aku mulai mengatai – ngatainya karena sebal dan gemas dengan tingkah lakunya itu.

“Hei .. kalian berdua ini selalu bertengkar jika bertemu. Kapan Yesung pulang Ryeong? Katanya minggu – minggu ini dia akan pulang?” tanya eomma mengalihkan perhatianku dengan Gyu oppa. Oh iya, aku lupa memberitahu kalian kalau oppa yang aku sukai ini bernama Kyuhyun, Cho Kyuhyun. Aku selalu memanggilnya dengan panggilan ‘Gyu’, aku pikir itu terlihat begitu cute. Jadi aku memanggilnya seperti itu. Dan apa kalian tahu? Orang yang memberikan panggilan ‘Ryeong’ untuk pertama kali adalah dirinya. Karena dirinya terlalu sering memanggilku seperti itu di rumah, maka semuanya jadi ikut – ikutan memanggilku dengan panggilan itu.

“Oppa berkepala besar itu bilang kalau dirinya akan pulang hari senin eomma,” jawabku dengan enteng dan berhasil mendapat jitakan keramat dari Kyuhyun oppa lagi. Aku meringis agak kesakitan karena jitakannya itu.

“Kau ini ya! Sudah ku bilang jangan memanggilnya dengan sebutan seperti itu?!” ancamnya.

“Memang dia berkepala besar kan? Bleeeee ….” komentarku dengan seenak jidatku kemudian menjulurkan lidahku padanya.

“Yaaaak!!!! Dasar adik menyebalkan!” pekiknya dengan kesal sambil mengarahkan tangannya ke leherku , mencoba mencekikku.

“Sudah sudah sudah. Ayo kita pergi ke ruang makan sekarang, kita makan bersama,” ajak appa sambil berdiri dari duduknya.

“Baiklah,” jawab kami hampir bersamaan.

“Dan kau Ryeong. Dengarkan kata Kyuhyun, dia benar. Kau mengerti itu?” ujar appa memperingatkanku dan aku hanya menganggukan kepalaku cepat karena aku tak ingin mendapat wejangan – wejangan yang lebih panjang lagi dari appa.

“Arasseo,” jawabku dengan nada sedikit tak ikhlas. Aku lirik Gyu oppa tengah terkiki geli melihatku diberi wejangan oleh appa. Aku bersumpah walaupun aku menyukainya tapi aku tetap akan membalas dendam padanya.

Akhirnya appa berjalan kembali, dan aku mengikutinya dari belakang. Seperti biasa, jika kami berdua berada di belakang seperti ini Kyuhyun oppa langsung mencekik leherku dengan mengapitkan kepalaku di lengannya.

“Yaaak!!!! Ini pembantaian!!!!!” pekikku dengan kesal dan tak terima. Sebenarnya bukan karena sakit yang kurasakan akibat apitan tangannya, tapi lebih ke perasaanku yang dag-dig-dug layaknya genderang yang dipukul saat aku bersentuhan langsung dengannya.

“Hahha, kau itu tidak berubah ya Ryeong,” komentarnya padaku sambil melepas apitannya dan kemudian mengacak – acak rambutku hingga berantakan.

Dengan kesal aku merapikan rambutku karena ulahnya itu yang sudah menjadi kebiasaan dan rutinitas bagiku.

“Jadi sekarang siapa namjachingumu Ryeong? Kenalkan padaku!”

“Huh?!? Mwo?!?! Andwae!!! Tidak akan! Yang ada jika aku mengenalkannya padamu atau pada Yesung oppa pasti aku akan menjadi perawan tua yang tidak laku – laku,” cibirku dan berhasil mendapat pencetan hidung gratis darinya. “Aww ..” aku merintih pelan dengan perlakuannya itu.

“Hei Ryeong! Kita berdua itu sayang padamu. Jadi tidak boleh ada pria sembarangan yang dekat denganmu, kau itu adik kecil kami. Kami berdua harus menjagamu dari pria – pria yang tidak tepat untukmu,” hatiku tertohok jika ia membicarakan tentang ‘adik kecil’, sampai kapan ia terus menganggapku sebagai adik kecil? Apa tidak bisa lebih anggapan itu? Mungkin perempuan istimewa?

“Tapi itu kenyataannya. Kalian berdua enak, mengganti pacar seperti mengganti baju. Dan aku?? Bagaimana dengannku?? Setiap ada pria yang dekat denganku, kalian berdua dengan sigap langsung membantainya. Andwae! Aku tidak akan bilang pada kalian kalau aku punya orang yang ku suka.” Sebenarnya bukan itu alasanku melajang, alasan utamaku adalah dirinya. Kapan ia akan melajang dan putus dengan pacarnya? Kapan dia akan menganggapku sebagai wanita di hadapannya? Bukan sebatas adik dan kakak saja. Kapan Kyuhyun oppa menganggapku sebagai seseorang yang sudah dewasa?

“Kalau Gyu oppa sendiri bagaimana? Siapa pacar oppa?” tanyaku mencoba mengalihkan perhatian dan mengorek – orek informasi dengannya.

“Tidak ada,” jawabnya dengan singkat, padat dan jelas.

“Jinjja??” nadaku sedikit memekik karena terlalu senang mendengarnya.

“Yaaak!!! Dasar adik kurang ajar! Kakaknya lajang malah senang bukan main,”gerutunya dengan kesal.

Hehe, bagaimana aku tidak senang oppa??? Karena kau sedang single, itu berarti aku mempunyai kesempatan walaupun mungkin kesempatan itu hanya beberapa persen saja. Tapi apa yang tidak mungkin jika Tuhan menghendaki, iya kan? Jadi jangan berhenti berharap!

Aku menggigit bibirku, “Euuung .. Gyu oppa … menurut oppa aku ini masih kecil tidak??” akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya.

“Iya, tentu saja. Bagi oppa, kau ini masih kecil,” jawabnya dengan diiringi senyum maut darinya.

Kraaaaaak … Praaaaang

Mungkin nada kaca pecah ke lantai itu paling yang bisa menggambarkan keadaan hatiku sekarang setelah mendengar jawaban enteng dari Gyu oppa.

“Tapi oppa!!! Aku ini sudah berumur 24 tahun, aku sudah dewasa! Bahkan umur ini sudah pantas untuk menikah?! Teman – temanku saja sudah banyak yang menikah! Bahkan sebelum mereka berumur 24 juga ada yang sudah menikah!!!” aku mulai kesal sendiri dengannya.

Ia menautkan alisnya bingung, dahinya berkerut – kerut setelah mendengar kicauan hati kecilku yang keluar meledak – ledak dihadapannya.

“Kenapa kau jadi membicarakan tentang masalah pernikahan? Kau ingin segera menikah Ryeong? Siap namjachingumu? Sudah dilamar? Bagaimana orangnya? Dia wajib ikut tes dulu kesini kalau mau melamarmu,” ujarnya dengan dikahiri kekehan khas miliknya.

“Dia tampan, tinggi, mempunyai mata dark brown dan pintar. Dia juga sangat menyayangiku.”

Tiba – tiba saja Gyu oppa menatapku intens sambil memegang kedua bahuku. Mata dark brownnya menatap mata caramelku, “kau harus mengenalkannya padaku dulu Ryeong,” ujarnya dengan nada serius kemudian pergi meninggalkan aku ke ruang makan.

Huh!!! Kapan kau sadar oppa??? Dia itu adalah kau oppa, KAU!!! Kalau begini aku hanya bisa menghela nafas sejadi – jadinya.

~ Oppa! Saranghae ~

Hari ini perusahaanku kedatangan karyawan baru yang aku dengar – dengar dia adalah anak pemilik dari perusahaan yang memberiku pekerjaan. Aku harap pria itu tampan, jadi lumayan untuk mencuci mata dan semoga bisa membelokkan hatiku yang berjalan lurus ke arah Gyu oppa.

Uforia karena kedatangan dari anak pemilik perusahaan itu sepertinya langsung menyebar ke seluruh kantor, termasuk di ruanganku bekerja. Ya aku juga menanti – nanti, aku tidak ingin melewatkan kesempatan ini. Siapa tahu mungkin ternyata jodoh, daripada menunggu Gyu oppa untuk paham dengan cintaku yang entah kapan sadarnya.

Betapa beruntungnya diriku karena ternyata anak pemilik perusahaan ini masuk ke divisiku, tentu saja mengetahui info sedahsyat itu seisi divisi langsung heboh bukan main. Semuanya bahkan berangkat lebih cepat dari biasanya, tapi ini khusus untuk kaum hawa-nya saja. Dan jangan tanyakan aku ikut juga atau tidak! Tentu saja aku ikut berangkat lebih cepat. Haha.

“Selamat pagi ..”

“Pagi …”

Kami semua membalas sapaannya, namun sapaan balasanku terhenti di tenggorokan mengetahui siapa anak pemilik perusahaan ini. Dia adalah Kyungsoo, Do Kyungsoo. Teman seangkatan saat kuliah, dia termasuk bintang kampus yang digilai oleh banyak perempuan karena tampangnya yang seperti artis. Ya, aku tentu kenal dirinya. Tapi mungkin dia tidak mengenalku karena aku tidak begitu populer saat berada di universitas.

“Mohon bantuan dan kerjasama dari kalian semua. Aku Do Kyungsoo akan bergabung dengan kalian mulai hari ini.”

“Sama – sama Tuan Muda. Kami akan dengan senang hati dan siap membantu Anda,” ujar Tuan Han selaku orang paling tua di divisi kami.

Kyungsoo menggantikan posisi kepala divisi di tempatku bekerja. Sebenarnya aku sedikit heran, kenapa anak pemilik perusahaan hanya menjabat sebagai kepala divisi saja? Kenapa tidak menjadi pemimpin perusahaan atau manager saja?

Setelah berbasa – basi singkat sebagai bentuk kesopanan dalam menerimanya, akhirnya kami semua kembali duduk ke bilik masing – masing, kembali melanjutkan pekerjaan kami masing – masing. Aku yakin, selain melanjutkan pekerjaan, pasti wanita – wanita disini sudah tidak sabar untuk bergossip ria. Kalau orangnya seperti Kyungsoo, ini memang benar – benar pencucian mata. Tapi untuk mendekatinya mungkin hanya khayalan belaka. Yang dekat di mata saja jauh di hati. Apalagi yang jauh di mata, pasti semakin jauh di hati. Kalau begini jadinya, mau tak mau memang harus kembali pada Gyu oppa.

“Hai Ryeowook ..”

Refleks aku langsung mendongakkan kepalaku karena dipanggil. Ya Ampuuuuun …. seorang Do Kyungsoo menyapaku dengan senyum bak angelo~malaikat laki – laki~.

Ya Tuhan .. apa benar?!??! Hatiku menjerit sekeras mungkin menghadapi situasi seperti ini. Bahkan Kyungsoo sampai menggoyang – goyangkan tangannya tepat di depan wajahku untuk menyadarkanku.

“Oh .. eung .. eh hai. Ka-kau ta-tahu namaku??” aku langsung kelabakan merespon dirinya.

“Tentu. Kita pernah satu kelas dulu saat kuliah.”

“Kau tahu aku?” tanyaku tak percaya dan dia langsung mengerutkan dahinya mendengarku bicara seperti itu.

“Tentu,” jawabnya singkat.

“Wooooooow….”

“Baiklah. Selamat bekerja kalau begitu,” ujarnya mengakhiri percakapan kami, karena setelah mengatakan itu ia pergi menuju ruangannya.

“Oh nde nde. Selamat bekerja juga,” jawabku sambil menatap punggung kekarnya yang semakin jauh hingga akhirnya hilang di balik pintu ruangannya. Aku benar – benar takjub dan tidak percaya seorang Do Kyungsoo bisa mengenalku, seorang bintang kampus yang tak terjamah.

~ Oppa! Sarangahe ~

Ini benar – benar luar biasa. Sudah dua minggu ini aku akrab dengan Kyungsoo, bahkan sudah dua kali ia mengantarkanku pulang dengan mobil mewahnya. Ini benar – benar hebat! Tentu saja teman – teman berjenis kelamin perempuan di divisiku atau mungkin di kantorku menatapku iri, namun aku tidak memperdulikannya. Tapi sayangnya Kyungsoo belum bisa membelokkan hatiku, jalanku masih lurus terus ke arah Gyu oppa. Dan juga, sudah dua minggu ini Gyu oppa tidak berkunjung ke rumah. Ia berkata kalau ia sedang sibuk ke luar kota untuk urusan pekerjaan. Ya, walaupun baru dua minggu tapi aku sudah sangat merindukannya.

“Hei adik kecil! Kau melamun saja,” baru dipikirkan dan dirinya langsung mendadak ada disini, panjang umur untukmu Gyu oppa.

“Siapa yang habis pergi dari Busan? Dimana oleh – olehnya? Kalau tidak membawa pajak oleh – oleh dari sana, tidak boleh masuk ke ruan makan,” gurauku padanya.

“Huh?!??! Pajak ?!??! Memangnya sejak kapan rumah ini jadi beralih fungsi menjadi kantor pajak? Tadi diantar pulang sama siapa?? Ada mobil asing keluar dari rumah.”

“Untuk apa bertanya?” cibirku.

“Kau sudah punya namjachingu Ryeong?”

“Memangnya apa peduliku?? Bleee …” aku segera berdiri mencoba kabur sambil menjulurkan lidahku padanya, namun usahaku sia – sia. Baru beberapa langkah untuk kabur, Gyu oppa sudah menangkapku dan memelukku dari belakang, mengunci tubuh mungilku dengan kedua tangannya. Ya Ampuuun .. bau parfum milik Gyu oppa membuat hidungku kembang kempis. Mungkin berlama – lama di pelukan Gyu oppa dengan mencium bau parfum miliknya akan membuatku langsung meleleh seperti es yang dipanaskan.

“Eomma !!! Ryeong sekarang sudah mempunyai namjachingu !?!?!?!” teriakannya menggema di ruang keluarga itu.

“Molla. Adikmu itu tidak mau bercerita dengan eomma, padahal sudah sering di antar pulang. Dia pria yang baik, pintar, ramah dan tidak kalah tampan denganmu Kyu,” jelas eomma dengan bergurau sedikit.

“Yaaak!!! Apanya yang sering ?!?!?!? Baru tiga kali aku diantar pulang olehnya!” ujarku dengan tidak terima.

“Tiga kali?!?! Bagus ya! Oppa baru tidak pulang selama dua minggu dan adik kecilku ini sudah main – main di belakang. Besok suruh dia menghadap oppa, mau oppa nilai. Apakah dia cocok denganmu atau tidak,” perintahnya masih dengan mengunci tubuhku,

“Huh?!??! Mwo?!?! Memangnya siapa oppa??? Kenapa harus menilai orang??? Namjachinguku juga bukan,” cercahku dengan sewot.

“Aku kan oppamu yang paling tampan,” ia mulai memuji dirinya sendiri dan berhasil membuatku langsung memutar bola mataku.

“Mungkin hanya perasaanmu saja oppa ..” cibirku lagi.

“Hahaha. Dasar kau ini! Besok suruh namjachingumu mengantarkanmu lagi. eeh .. kalian sudah berhubungan belum?”

“Euuung .. aku akan menjawabnya, asal kau lepaskan aku dulu oppa,” aku mencoba merayunya agar melepaskanku. Karena aku benar – benar sudah tidak kuat berada sedekat itu dengan dirinya dalam posisi seperti itu juga.

“Baiklah. Katakan padaku,” ucapnya setelah melepaskanku dan menatapku serius.

“Oppa ini selalu ingin tahu. Bleeeee ….” aku langsung berlari ke kamar dan segera menutup pintu, namun tidak menguncinya. Hah, kalau seperti ini aku ingin mandi. Seharian bekerja membuatku gerah, aku harus mandi sekarang. Dengan segera aku masuk ke kamar mandiku tak memperdulikan Kyuhyun oppa yang terus saja mengetuk kamarku menuntut jawaban dariku. Haha, hari pembalasan. Sekarang waktunya kau mati penasaran oppa, aku jua hampir mati penasaran untuk mengetahui isi hatimu oppa.

Betapa kagetnya aku saat keluar dari kamar mandi masih dengan handuk putih yang melilit tubuh mungilku, hanya menutup dada sampai sebagian paha putihku serta rambut basah yang belum kering sempurna. Gyu oppa tengah duduk di atas ranjangku dengan meringis merasa bersalah.

Kegilaan macam apa ini?!?!? Bagaimana Gyu oppa bisa masuk?!?!? Oh aku lupa kalau pintunya tak dikunci. Aku membeku dan mematung shock, aku tak sanggup untuk berteriak dan parahnya Gyu oppa menatapku tanpa putus. Awkward moment itu terputus ketika ponselku berdering. Aku langsung masuk ke dalam kamar mandi lagi dan menutup pintunya saking malunya. Aku menyenderkan tubuhku ke pintu. Ketahuan hanya memakai handuk di hadapan orang yang kau sukai itu benar – benar membuat malu dan dag-dig-dug-duaar.

“Gyu oppa kenapa masuk???” aku berteriak kencang dari balik pintu kamar mandi sambil memegangi dadaku yang rasanya hampir lepas dari tempatnya.

“Mian Ryeong. Aku ingin tahu. Ah aku akan menunggumu di luar,” ujarnya, kemudian aku mendengar langkah kakinya keluar dari kamar dan pintu kamarku tertutup. Aku langsung duduk terjatuh di kamar mandi saking tidak kuatnya.

~ Oppa! Saranghae ~

Makan malam ini edisi bersama dengan Kyungsoo, dia mengatakan padaku kalau hari ini ulang tahunnya dan memintaku untuk menemaninya merayakan hari kelahirannya itu. Merayakan hanya berdua, rasanya ada yang mengganjal dan patut dipertanyakan. Tapi memangnya aku perduli apa selain Gyu oppa?? Hahha.

Aku tadi sempat membeli roti ulang tahun dengan beserta lilinnya untuk acara tiup lilin. Walaupun umur kami berdua sudah terbilang tua tapi masalah tiup lilin di acara ulang tahun rasanya masih harus dilakukan. Itu terasa menyenangkan dan ada kesan tersendiri ketika berdo’a pada Tuhan dan meniup lilin. Oleh karena itu aku membelikannya roti.

Aku senang saat Kyungsoo berterimakasih padaku, aku rasa dirinya mengatakan itu dari lubuknya yang paling dalam. Memang sedikit berlebihan, tapi ia sampai berkaca – kaca saat kuberikan itu. Ia bilang seumur hidupnya baru ada yang memberinya surprise seperti ini. Kebanyakan saat ia ulang tahun, keluarga dan teman – teman dekatnya memberinya hadiah – hadiah mewah bukan dengan hal yang serhana tapi bisa dikenang selamanya seperti ini. Aigo … ini benar – benar lucu. Aku memberikannya kue dan dia bilang akan dikenang selamanya. Hal sepele seperti ini ia menyebutnya indah.

“Terima kasih banyak atas kuenya. Ini hadiah paling indah dan tidak akan terlupakan. Terakhir kali aku tiup lili saat aku berumur tujuh tahun.”

“Hah?!??! Jinjja?!?! Keluargamu tidak merayakannya??”

“Mereka semua sibuk dengan urusan masing – masing, mereka hanya mengucapkannya saja, bahkan terkadang mereka lupa,” jelasnya membuatku prihatin dan iba.

“Gwenchana Kyungsoo-ah. Sekarang sudah ada aku yang siap menemani,” ujarku dengan memberikan senyum terbaikku agar dirinya tidak sedih memikirkan itu.

“Jeongmal gomawoyo Ryeowook-ah.”

“Ryeong!”

Aigoo .. kenapa di situasi yang sweet seperti ini harus ada suaranya Gyu oppa memanggil namaku?? Apakah hatiku ini terlalu mentok dengan dirinya??? Sampai – sampai aku berhalusinasi seperti ini.

“Ryeong! Aku memanggilmu,” aku merasakan sebuha tepukan di pundakku dan refleks aku menolehkan kepalaku ke belakang dan betapa terkejutnya aku karena ternyata tadi bukan halusinasiku semata.

“Oppa??? Kau sedang apa disini??” tanyaku heran.

“Seharusnya aku yang bertanya padamu Ryeong. Untuk apa kau malam – malam disini?”

“Aku sedang dengan Kyungsoo oppa. Kenalkan oppa ini Kyungsoo, Kyungsoo ini ..”

“Kyuhyun.” Potong Gyu oppa dengan cepat sambil menjabat tangan Kyungsoo. Aku memutar mataku dengan kesal, aku akan berbicara tentangnya dan dia dengan seenak jidatnya memotong perkataanku.

“Kyungsoo,” balas Kyungsoo dengan agak kikuk. Mungkin dia agak tidak nyaman dengan Gyu oppa.

“Apakah kau masih lama disini? Oppa tunggu ne? Oppa sekalian akan pulang juga.”

Aku menggeleng menolak ajakannya, aku tentu saja tidak enak dengan Kyungsoo karena dirinya yang membawaku kesini.

“Ania oppa. Aku kesini tadi dengannya,” jawabku dengan selembut mungkin.

“Iya. Tadi aku yang menjemputnya, jadi aku yang seharusnya mengantarkannya pulang,” ujar Kyungsoo.

“Gwenchana Kyungsoo-ssi. Aku sekalian akan pulang ke rumah Ryeowook, jadi kau tidak perlu repot – repot mengantarkannya. Aku nanti akan menjelaskannya pada eomma,” setelah mengatakan itu, tanpa menunggu persetujuan Kyungsoo, Gyu oppa langsung menarikku untuk segera pergi dari situ.

~ Oppa! Saranghae ~

Sepanjang jalan Gyu oppa terus menceramahiku dari bicara penilaiannya tentang Kyungsoo sampai ceramah panjang lebar melebihi wejangan eomma. Sebenarnya Gyu oppa itu kakak atau eomma sih??

“Oppa! Kau lama – lama seperti eomma. Selalu mengatur! Yesung oppa juga tak secerewet ini!” ujarku dengan kesal.

“Ini untuk kebaikanmu,” nadanya sedikit meninggi mengatakannya.

“Untuk kebaikanmu darimana?!??! Aku hanya merayakan hari ulang tahun Kyungsoo dan kau merusaknya!”

“Itu sama saja! Jangan pernah pergi malam – malam lagi dengan pria yang tidak jelas!”

“Aigooo … Kyungsoo itu pria jelas. Dia adalah anak dari pemilik perusahaanku bekerja dan dia adalah pemimpin divisiku oppa!” aku mencoba menjelaskan padanya sesabar mungkin.

“Jadi??? Karena dia adalah anak pemilik perusahaan kau bekerja? Jadi kau tidak mencari tahu dulu bagaimana dia??”

“Oppaku tersayang … karena itu aku keluar dengannya agar aku tahu bagaimana dirinya. Kalau tidak pernah bersama bagaimana aku tahu kepribadiannya??? Aku ini sudah berumur 24 tahun oppa, waktunya ak benar – benar mencari jodoh yang tepat untuk masa depanku. Kalau kau terus saja melarangku, aku bisa menjadi perawan tua oppa!” Oppaku tersayang yang benar – benar ku sayang sebagai lawan jenis … Huffft .. kapan oppa sadar?!??!

“Memangnya .. apakah wajib dan harus umur 24 tahun harus menikah??”

“Ya tidak juga. Tapi setidaknya aku mempunyai pasangan sebagai calon dan aku rasa Kyungsoo calon yang baik. Atau oppa mau menawarkan diri menjadi calonku?” iseng – iseng aku mencoba bertanya.

“Ya tidak apa – apa jika kau mau,” ujarnya tanpa melihatku, masih fokus dengan jalan di depan. Wajahnya datar sedatar – datarnya, ia seperti mengatakan hal sepele tadi.

Oppa sadar tidak sih dengan apa yang aku bicarakan tadi?!?!?!?

“Oppa!!!” seruku mulai frustasi dan kesal.

“Mwo?” tanyanya dengan nada datar.

“Tidak jadi!”

Lebih baik aku melihat jalan di samping yang dihiasi lampu – lampu kota yang berjajar rapi menerangi jalanan. Aku malas dengan Gyu oppa. Malam ini dia sangat menyebalkan. Aku yakin dia tadi hanya asal bicara saja, ini benar – benar membuatku patah hati.

Setelah percakapan itu, kami terus saja diam. Bahkan sampai rumah kami berdua juga tetap diam. Memangnya aku salah dalam berbicara tadi? Aku rasa aku tadi mengatakannya dengan biasa saja.

Gyu oppa langsung masuk ke rumah dan menemui eomma, appa dan Yesung oppa yang ternyata sudah pulang. Mereka tengah asyik menonton televisi bersama. Akupun ikut duduk di sana, menyandarkan punggung di sofa kecil yang cukup untuk sendirian. Aku memegangi keningku, rasanya memikirkan kejadian tadi membuat pusing kepalaku.

Tiba – tiba saja Gyu oppa membungkuk dalam pada eomma, appa dan Yesung oppa yang duduk bersama di sofa besar.

“Eomma, appa, Yesung .. aku memohon izin pada kalian.”

“Aigooo .. Kau ini membuatku takut Kyu, berdirilah!” ujar Yesung.

“Ada apa nak? Katakan saja,” ujar appaku dengan nada bijaksana seperti biasa.

“Aku ingin meminta izin untuk melamar Ryeowook sebagai istriku eomma, appa,” ucapnya dengan nada yang serius masih dengan membungkukkan tubuhnya dalam.

“Mwo?!??!” Rasanya mataku ingin keluar dari tempatnya mendengar perkataan Gyu oppa. Ini GILA!!! Ini ebnar – benar gila!!! Apakah aku sedang bermimpi????

“Apakah kamu serius?” tanya appa dengan tenang dan aku masih mematung menatap Gyu oppa.

“Iya appa, eomma. Kyuhyun serius mengatakannya. Aku ingin menikah dengan Ryeowook, dan kalau diperbolehkan jangan lama – lama,” sontak saja mendengar itu Yesung oppa langsung menahan tawa gelinya dan aku hanya bisa semakin terbengong – bengong.

“Akhirnya kau punya nyali juga Kyu. Aku pikir kau akan diam saja sampai Ryeowook menikah dengan orang lain. Kalau Ryeowook setuju, aku juga setuju Kyu.”

“Iya, eomma malah senang sekali jika kalian menikah. Kau sudah kami anggap seperti anak kami sendiri. Eomma sangat mendukungmu.”

“Terima kasih eomma,” ujar Gyu oppa sambil kembali membungkuk pada eomma.

“Lalu bagaimana denganmu appa?” tanya Kyuhyun.

Appa diam sebentar, kemudian menghela nafas. “Aku sudah menyayangimu sejak kecil. Kau sudah aku anggap sebagai anakku sendiri. Aku sangat bahagia jika kau ingin menikah dengan anak bungsuku ini. Tapi bagaimana dengannya? Aku akan setuju jika ia juga setuju. Bertanyalah padanya,” ujar appa dengan bijaksana.

Kyuhyun oppa menganggukan kepalanya, kemudian menghampiriku. Menatapku tepat di mata caramelku, mengunci mataku. Aku jadi gelagapan sendiri, anatar bahagia bercampur dengan girang dan terkejut. Aku merasa seperti mendapatkan undian mobil dari bank, bahkan mungkin lebih dari itu.

“Ryeong. Oppa sudah menyukaimu sejak oppa SMA. Tapi oppa takut mengatakannya karena mungkin rasa suka oppa padamu bisa merusak hubungan kita. Tapi oppa sadar, kalau oppa hanya terus diam. Oppa hanya akan bisa gigit jari melihatmu mempunyai pacar atau apalagi menikah dengan orang lain seperti yang dikatakan Yesung. Aku memohon padamu Ryeong. Please, marry me my lovely little sister.”

Pandangan mataku langsung kabur karena berkaca – kaca. Ternyata selama ini cintaku tidak bertepuk sebelah tangan seperti yang aku pikirkan, hanya waktu yang mempermainkan kisahku. Hanya waktu yang mempermainkan jalan hidupku. Kini orang yang kusayangi dari masa pubertasku sampai nafas yang kuhembuskan ini memintaku untuk menikah dengannya. Aku benar – benar merasakan banyak kembang api tahun baru yang menyala di dalam diriku.

Aku yang masih kaget dan bahagia hanya bisa menganggukan kepalaku dan melepaskan air mata yang dari tadi menumpuk di balik pelupuk mataku. Bahkan eomma juga ikut menangis haru melihat aku dan Gyu oppa, sedangkan appa tersenyum kasual seperti biasa. Hanya orang yang tidak normal disinilah yang malah cengengesan tidak jelas melihatku dan Gyu oppa, siapa lagi kalau bukan Yesung oppa.

Tiba – tiba saja Gyu oppa mengeluarkan sebuah cincin emas putih dari balik sakunya. Entahlah, aku tak tahu kapan Gyu oppa membelinya. Yang jelas cincin berwarna putih dan bermatakan permata putih itusudah melekat di jari manis kananku.

Saat cintaku yang aku pikir bertepuk sebelah tangan, tidak ada kalimat yang lebih bahagia selain kalimat ‘Oppa! Saranghae’.

~ THE END ~

 

Whoaaaaah !!!! *O*)9 gimana chingu-deul??????

Eh eh eh bentar.

HAPPY KYUWOOK 9th ANNIV !!!!!!! #tereakpakektoa #tebarkembang7rupa #tebarmenyan #tebarpaku

Ahhhhh .. enggak ada yang lebih menyenangkan selain merayakan anniv mereka. Semoga tambah langgeng ya eomma sama appa dari para KWS T^T

Ternyata hubungan kalian udah tua xD plak

Ah pokoknya kasih KWS banyak momen ya ^^ Kita kehausan momen kalian :p hehehhe

Saranghae everyone ❤ ❤ ❤ Chu :* :*

Advertisements

40 comments

  1. Ternyata elu update ff jg buat anniv kyuwook. Gitu donk, biar gue makin cinta #flyingkiss ciyee…. yg mendam perasaan, ciyee yg nganggap cuma adik doank pdhl dalam hati udh dag dig dug.. #lirikkyuwook ceritanya sweet frisca.. tadi gue kirain mw ada adegan ehem pas wookie kluar dari kamar mandi #otakpolosbereaksi tp trnyata dugaan meleset.. hihihi dtnggu ff lainnya.. #pulangbarengkyuwook

  2. It’s finally kyu brani juga mnyatakan isi hatinya pada wook bahkan langsung melamarnya. Slamat buat wook ternyata cintamu bukan bertepuk sebelah tangan.

    #Hanppy anniversary to kyuwook allways together and forever. :*

  3. So sweet bgt akhirnya happy ending, walau awalnya Ryeowook kira cintanya bertepuk sblah tangan ma kyuhyun, padahal Kyuhyun jg da rasa ma wookie
    Happy Kyuwook Day

  4. Akhirnya happy ending….
    Ternyata cinta wook tidak bertepuk sbelah tangan….
    Kyu romantis banget lgsung ngelamar wook di depan keluarga nya… Sweet …..
    Happy Anniversary kyuwook

  5. Huwaaaaa…
    So cweeettt…..
    Dikira kyu beneran ga ada rasa.
    Hihihihi…

    Iya ya skrg 150815.
    Hihihi….
    Syukur kyu akhirnya berani ngelamar wookie
    😀

  6. Aigoh Kukira kebiasaan Kyuhyun kambuh lagi, (tidak peka). Tapi ternyata tidak cuma belum tahu waktu yg tepat buat ngungkapin perasaanya sama wookie. Dan cinta wookie gak jadi bertepuk sebelah tangan. Sweet bgt itu. . . . . Kyuhyun belum berpacaran udah main lamar” aja si wookie.
    Ditunggu ff selanjutnya. . . .
    Happy Anniversary Kyuwook

  7. aduhh kirain kyuhyun gak suka wookie ternyataaaaaaa kyuhyun juga pnya rasa yang sama,ciecie cinta wookie gak bertepuk sblh tangan..

  8. gua kira kyu ngga suka sama wook.
    ternyata kyu langsung ngelamar wook.
    ditunggu ff selanjutnya chingu.
    fighting. 🙂

  9. yeeehheeeeeeyyyy,,happy aniv kyuwookk… >.< duuhh,,aq udah lama gak baca ff kyuwook apalgi gs,,rasanya deg2an/? aigooo,,,entah knpa gak bsa bayangin klo wookie ama kyungsoo,,berasa sesama cew deh kyknya #plak :v abis kyung imut jg… ciyeee kyukyu,,trnyata jg mendem perasaan buat wookie.. pake modus maen krmh kngen sama ummanya wookie segala.. 😀 ternyata eh ternyata sama2 suka kyuwooknya..haha… kyu lemot sih,,untung gak trlambat.. :v aaiihh,,,aq jd rindu kyuwook moment.. :')

  10. maaf bru coment dan bru sempet baca..
    ceritanya sweet bngt,trnyata kyu juga suka sma wookie.
    kirain ntr malah sad ending..he..he..
    krna kirain kyu cuma menganggap wookie sebagai adik.
    oke..#happy kyuwook day
    d tunggu ff selanjutnya frisca..^.^

  11. Kyaaa happy ending juga ternyata. Aku kira ngga :3
    Gyahh romantis yaa. Akhirnya kyuhyun nyatain perasaannya ke wookie. Jadi selama itu mereka mendem perasaan mrka masing2? Lamanyaaaa-_- tapi pas si kyu nyatain cintanya kaga lebih dari 1 mnit XD lol..
    Nicestory ^^d tggu next ff nya 😉

    1. hehehe, aku enggak setega itu lah :3 hahha, pan biar greget :’v
      wkkwkwkwk xD LOL. gue juga baru nyadar lhoh =D hihi, makasih yak udah ninggalin jejak yang bikin senyum kagak jelas :p hehe

  12. eonnie aku baca ffmu ngebut loh haha, ciee kyuwook kakak-adekzone /plak wkwk, untung cintanya gak bertepuk sebelah tangan, bagus eonni aku suka /gaknanya/

    1. wkwkkwk xD kakak-adekzone (?) kenapa aku ngakak ya bacanya :’v LOL
      bwahahhaha =D kayak biasanya komentar elu selalu sukses bikin gue ngakak saeeeng ({}) kangeeen bm.an ama elu :’)

  13. Setelah sekian lama bolak balik di blog ini..akhirnya update juga..hehehhe..

    Happy KyuWook Day…Thank u for always writing a nice story..Love it so much..

    Akhirnya Kyu berani juga menyatakan perasaannya..bukan ngajak pacaran..malah lgsg ajak nikah..dah ngak sabar juga nih ternyata Om Kyu..hahhaha..

    Emang terkadang being kakak adik cara yg paling ampuh utk menyembunyikan perasaan..#pengalamanpribadi..hahahaa..tp sayang gak berakhir seperti KyuWook..#oklupakan..hahahha

    Keep writing yaah..figthing..

    1. hehhe, iya enggak apa – apa. tapi emang gue juga pernah kayak gituh. but juga gak berakhir kayak kyuwook, dia lebih suka nganggep aku sebagai adik doank :’)
      hehehe, makasih buat komentarnya ^^

  14. Aduhh kyu, belum pacaran tiba tiba langsung ngelamar aja tuhh …
    sempet takut juga klo si kyu ternyata juga gak suka sama ryeong, eh tau tau wook cintamu bberbalas hahaha ,,keren deh ..
    FIGHTING!!!!!,,anD
    Happy Anniversary KYUWOOK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s