Our Destiny (KyuWook Ver.)

love-photography-night-dark-Favim.com-2908536

Frisca Freshtie Present …

WARNING!

Ini cerita sepenuhnya milik UchihaMaya. Saya cuma ngepost ulang dengan main cast yang berbeda karena saya suka banget sama ceritanya. ^^

Hope you all enjoy it!

.

.

.

.

~ Our Destiny ~

.

.

.

.

Tak perlu kata – kata untuk menjelaskan hubungan mereka. Tak perlu ikatan untuk menyatukan keduanya. Tak perlu pengakuan untuk menyatakan bahwa rasa cinta itu pernah ada. Karena hubungan mereka terlarang.

Namun, tanpa ikatan hubungan mereka tak terpisahkan. Walau mereka berasal dari dua marga yang saling bertentangan. Mereka tidak mempersalahkan pertentangan itu. Karena pertentangan itu tidak dapat dimintai pertanggung jawaban. Bukan tidak mau menyalahkan, tetapi tidak bisa. Masa lalu, masa kini, ataupun masa depan, semua sama saja.

Huang dan Oh. Marga api dan air. Sang air yang berusaha mematikan api dan sang api yang tak pernah lelah untuk menguapkan air ke udara dan menjadikannya tiada. Pada hakikatnya mereka tak bisa disatukan. Karena keduanya telah lama menempuh jalan yang berseberangan.

.

.

.

.

Tapi bagaimana jika mereka mencoba melawan apa yang telah digariskan? Akankah berakhir dengan kebahagiaan atau malah menjadi kisah yang penuh air mata dan berakhir dengan luka?

.

.

.

.

Pelukan hangat menyambut tubuh mungil Ryeowook, Kim Ryeowook, ketika gadis itu keluar dari kelas terakhirnya minggu ini. Selalu begitu. Tujuh ribu dua ratus detik seminggu sekali selama enam bulan terakhir mereka selalu menghabiskan waktu bersama. Tapi pemuda itu_Cho Kyuhyun_dan Ryeowook tidak pernah bosan melakukannya. Walaupun hanya duduk berdua di lorong sekolah ataupun diantara rak – rak tinggi perpustakaan, mereka selalu menikmati saat – saat kebersamaan itu.

Kyuhyun mendaratkan kecupan singkat dipuncak kepala Ryeowook. Sekolah telah usai satu jam yang lalu, tapi sudah menjadi kebiasaan rutin bagi gadis bermata caramel itu untuk menghabiskan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas akhir pekannya dan Kyuhyun, pemuda itu selalu menunggunya di koridor kelas.

“Ayah mulai curiga padaku Gyu.” gumam Ryeowook.

Kyuhyun mengangkat dagu Ryeowook, membuat kedua bola mata yang kontras itu bertemu pandang, “Lalu, kau ingin menghentikan ini?” tanaya pemuda itu.

Ryeowook melingkarkan kedua lengannya dileher Kyuhyun, “Aku tidak akan pernah bisa berhenti .. dan kau tahu itu!” jawab gadis itu. Kyuhyun mengeratkan pelukannya, membuat jarak keduanya menghilang.

“Lalu, apa yang kau cemaskan?” Kyuhyun menyatukan dahinya ke dahi Ryeowook.

“Perjodohan.”

Kyuhyun menyentuh hidung Ryeowook dengan hidungnya, membuatnya bisa merasakan hembusan hangat nafas Ryeowook.

“Setelah Donghae oppa menyetujui perjodohan kami, maka kita tidak mungkin bisa bertemu lagi.”

Kyuhyun tersenyum tipis sebelum menautkan bibirnya dengan bibir Ryeowook dalam kecupan singkat. “Biarkan Tuhan yang mengatur jalan kita. Jangan menentangnya, karena sejak awal_”

Ryeowook memotong, “_apa yang kita rasakan ini tidak pernah_”

“_mempunyai harapan..” bisik Kyuhyun.

Ryeowook menenggelamkan wajahnya di dada bidang Kyuhyun. Meresapi aroma khas pemuda Cho itu. Mendengarkan alunan detak jantung Kyuhyun yang telah menjadi candu untuknya.

Entah mengapa bersama Kyuhyun membuat hati Ryeowook tenang.

Kyuhyun mengeratkan pelukannya, tak berniat melepaskan gadis itu.

“Kau tahu .. aku selalu berharap bisa mendapat kesempatan untuk bisa mendampingimu, selalu disisimu…” bisik Ryeowook.

“Aku tahu..”

“Aku tahu!”

.

.

.

.

~ Our Destiny ~

.

.

.

.

Kyuhyun menatap goresan nilai sempurna ditangannya. Pengumuman kelulusan dari Senior High School. Ia adalah prodigy Cho, nilai sempurna di ujian akhir serta beasiswa penuh ke Oxford University sudah digenggamannya. Tapi masih ada yang kurang. Sesuatu yang membuat rongga dadanya serasa kosong.

Ia menatap satu direksi dimana seorang gadis bersurai hitam legam tengah berdiri agak jauh darinya bersama keluarganya. Ya. Pemuda itu tahu. Hilangnya gadis itu dari sisinya membuat hidupnya hampa. Tapi apa yang bisa ia lakukan? Perasaannya terlarang. Jika ia berusaha merobohkan tradisi kedua keluarga besar itu, ia takut akan melukai gadis yang ia cintai itu.

Ia sadar. Sejak awal ia sadar, ia tidak akan bisa menjalin hubungan dengan heiress Kim itu. Tapi sayangnya, nurani telah mengalahkan logika. Keinginannya terlalu kuat dan mengalahkan superegonya. Ia tahu ini salah, karena ia seorang Cho dan Ryeowook adalah seorang Kim. Tapi, apa salahnya jika lelaki sepertinya mencintai gadis seperti Ryeowook?

Kyuhyun membalikkan tubuhnya dan melepas atribut kelulusan, menampakkan kemeja putih panjangnya yang terbalut vest coklat tua. Ia beranjak meninggalkan hall pertemuan. Terlalu lama berada di tempat itu hanya akan membuatnya tersiksa.

Ia menuruni undakan didepan gedung ketika sudut matanya menangkap sosok pemuda yang begitu ia kenal.

“Hei Kyu!” sapa seorang pemuda berambut hitam kecoklatan yang berjalan pelan menghampiri Kyuhyun. Kyuhyun menghentikan langkahnya dianak tangga terakhir. “Hn.” balas Kyuhyun.

Pemuda itu bernama Lee Donghae, sahabat kentalnya sekaligus pangeran beruntung yang mendapat restu dari sang raja untuk meminang putri yang Kyuhyun cintai.

“Hei, teman.. apa kau masih disini atau akan pergi?” tanya pemuda itu dengan nada bersahabat seperti biasa.

Kyuhyun menghela nafas. Menatap tetes hujan yang turun. “Tidak ada alasan untuk tetap tinggal..” jawab Kyuhyun.

Pemuda itu berdiri disampingnya. “Sekalipun alasan itu adalah Ryeowook?”

“Dia milikmu..”

Donghae menyeringai. “Aku tidak bodoh, Kyuhyun! Memang aku telah mendapat restu dari paman Kim untuk meminang Ryeowook, tapi secara pilihan, Ryeowook tetap_”

“_tradisi menghalangi kami_” sergah Kyuhyun.

“_itu bukan alasan, teman.” Donghae menyelipkan kedua tangannya disaku celana.

“Kau pikir meruntuhkan tradisi itu mudah? Itu akan melukai Ryeowook..” kata pemuda bermata dingin itu.

“Kau yakin sekali..” pemuda bermarga Lee itu menerawang jauh. “Ada kalanya kita harus menentang apa yang sudah tergaris untuk kita dan ada kalanya kita harus bersikap egois untuk kebahagiaan kita..” tuturnya.

“Kau tidak menginginkan Ryeowook ‘kan?”

Ekpressi Donghae berubah sendu. Ia lalu menunduk.

“Aku akan ke Inggris… menyusul Eunhyuk…” bisiknya.

Kyuhyun memandang pemuda itu dengan pandangan pengertian. “Kau lari?”

Donghae menggeleng. “Aku memang ceroboh, tapi aku bukan pengecut. Aku akan menemui ayah dan mengatakan semua. Aku melakukannya karena aku tahu, menikah bukan sesuatu yang main – main. Biar bagaimanapun wanita yang kelak akan menjadi istriku bukan hanya mendampingiku tapi juga akan menjadi ibu dari anak – anakku dan aku hanya ingin Eunhyuk yang menempati posisi itu..”

“Aku tidak akan melepaskan Eunhyuk. Aku akan mempersuntingnya, dengan atau tanpa restu ayah.” jelas Donghae. Ia mengangkat wajahnya, menampakkan mata hitam yang berkilat penuh semangat dan harapan. “Bergeraklah, teman! Selesaikan apa yang telah kau mulai. Takdir tidak akan berubah jika kau tidak berusaha untuk mengubahnya. Sekali – kali jadi pembangkang tidak apa – apa kan?”

Cengiran khas miliknya kembali hinggap diwajah Donghae. “Aku berangkat minggu depan. Pastikan kau berada di bandara untuk mengantarku!” teriak Donghae seraya menembus tirai hujan yang menghujam bumi.

Senyum tipis terkembang dibibir Kyuhyun. “Mungkin kau tidak sebodoh yang kukira, Donghae.”

.

.

.

.

~ Our Destiny ~

.

.

.

.

Tubuh Kyuhyun terbanting ke lantai. Ayahnya murka. Ya. Pemimpin keluarga Cho itu marah besar ketika tahu putra bungsunya menambatkan hatinya pada heiress Kim. Pria paruh baya itu kalap. Ia melangkah menghampiri putra bungsunya. Pria itu mencengkram kerah kemeja putranya.

“Apa yang kau pikirkan, Kyuhyun? Kau ingin mempermalukan ayah?” Satu, dua, tiga. Beberapa tinjuan mendarat dipipi Kyuhyun. Pukulan terakhir membuat tubuh Kyuhyun terpelanting, menghantam dinding dibelakangnya. Darah mengalir dari sudut bibirnya.

“Masih banyak wanita yang lebih baik di dunia ini, tapi kenapa kau malah memilih gadis Kim itu?” satu tendangan mendarat diperut Kyuhyun tanpa bisa dicegah oleh pemiliknya.

“Apa kau tidak bisa menjadi anak penurut seperti kakakmu? Kau itu penerus keluarga Cho. Kenapa dari sekian banyak orang, justru putraku sendiri yang melemparkan kotoran kewajahku?” suara sang kepala keluarga menggema diruang kerjanya. “Tak bisakah kau mengikuti jejak Ahra?!”

Cukup. Kyuhyun sudah tidak tahan lagi. Ia melakukan ini demi hatinya, ia tidak ingin hatinya hancur lebih dari ini. Biarkan ia egois sekali ini saja.

Dalam satu gerakan ia menghentikan pukulan ayahnya.

“Cukup, ayah!” lirih Kyuhyun. Ia perlahan bangkit berdiri. “Cukup. Aku hanya sekali ini meminta sesuatu dari ayah, seumur hidupku aku selalu menuruti ayah dan hidup seperti yang ayah inginkan. Tapi kali ini biarkan aku memilih jalan hidupku sendiri. Biarkan aku hidup didunia ini tanpa ada rasa penyesalan sedikitpun.” kata Kyuhyun. “Ijinkan aku membangkang untuk pertama dan terakhir kalinya.”

Ayahnya diam menatap putra bungsunya. Gurat emosi masih melekat diwajahnya.

“Ayah bisa menghapus namaku dari keluarga Cho, tapi biarkan aku pergi, biarkan aku pergi meraih kebahagiaanku.” lanjutnya.

“Apa yang kau bicarakan, anak muda?” geram ayahnya.

Kyuhyun membungkukkan badannya. “Maafkan aku karena membangkang, tapi aku mohon untuk sekali ini biarkan aku memilih jalanku sendiri.” kata pemuda itu sebelum berlalu pergi.

.

.

.

.

~ Our Destiny ~

.

.

.

.

Kyuhyun berjalan pelan menyusuri koridor kediaman keluarga Cho. Ayahnya memang selalu bertindak keras ketika seseorang membangkang atau mempermalukannya.

Ia menerawang kearah awan kemerahan yang menghiasi langit sore itu.

Apa Kyuhyun menyesali melakukan ini?

Tidak. Ia sama sekali tidak menyesal telah membangkang. Ia merasa beban berat yang sejak dulu bertumpu dipundaknya seolah sedikit terangkat. Ia tidak tahu pilihan yang ia yakini benar atau salah. Ia tersenyum samar. Yang menjadi masalah sekarang adalah, apakah Ryeowook mau meninggalkan keluarganya untuk Kyuhyun? Kyuhyun tak tahu, tapi ia menginginkan Ryeowook memilihnya.

Di ujung koridor ia melihat sosok wanita yang sangat ia sayangi_ibunya_Cho Hanna. Melihat wajah teduh wanita itu membuat Kyuhyun merasa bersalah. Ia mungkin akan melukai ibunya karena jalan hidup yang ia pilih.

Melihat raut wajah putranya yang berubah membuat ibunya cemas. “Kyuhyun?” panggil wanita itu. Ia menghampiri Kyuhyun. “Ada apa? Apa yang terjadi?” tepat ketika ibunya sampai dihadapannya, Kyuhyun langsung memeluk erat ibunya. Menenggelamkan wajahnya dibahu sang ibu.

Mianhae eomma. Jeongmal mianhae eomma.” bisik Kyuhyun.

Wanita cantik itu menepuk punggung putra bungsunya. “Kenapa meminta maaf, Kyunnie? Apa yang telah kau perbuat hm?”

“Aku bersalah karena mencintai seseorang. Aku mengecewakan ayah, mengecewakan keluarga ini.” jawabnya.

Ibunya mengusap kepala putranya yang telah beranjak dewasa itu. “Mencintai seseorang bukan kesalahan, sayang.” ibunya mengangkat wajah putranya.

“Tapi aku mencintai orang yang salah.”

Ibunya menggeleng. “Cinta tidak memandang salah atau benar, Kyuhyun. Kejarlah kebahagiaanmu, takdir tidak akan berubah jika kau hanya berdiam diri.” Wanita itu tersenyum lembut. “Eomma mendukungmu, apapun pilihanmu eomma akan selalu bersamamu.”

Kyuhyun tersenyum dan memeluk ibunya sekali lagi. “Aku akan mengejar kebahagiaanku, eomma. Do’akan aku.” Ia berdiri tegak dan mencium pipi ibunya sebelum berlalu pergi.

Pergi dalam artian sebenarnya. Pergi untuk hidupnya yang baru, sebagai seorang Kyuhyun, bukan sebagai seorang putra bungsu keluarga Cho.

.

.

.

.

~ Our Destiny ~

.

.

.

.

Seseorang menarik lengan Ryeowook ketika ia memasuki Hilton Seoul hotel untuk menghadiri pertemuan keluarga. Keterkejutan tak lepas dari wajah Ryeowook.

“Kyu… Kyuhyunnie?” bisik Ryeowook ketika menyadari siapa yang menariknya menuju koridor sepi didekat lobi.

Pemuda itu berhenti dan otomatis membuat Ryeowook juga berhenti.

“Ad_” ketika gadis itu membuka mulut, Kyuhyun memotongnya.

“Aku tidak bisa berbasa – basi.”

Ryeowook bungkam.

Kyuhyun menatap lekat mata heiress Kim itu. “Aku ingin membawamu pergi bersamaku!” kata Kyuhyun tanpa sedikitpun keraguan.

“A…apa?” nafas Ryeowook tercekat ditenggorokan. Ada rasa gelisah menaungi hatinya, namun tak ia pungkiri bahwa ada rasa senang yang menjalari dadanya.

“Aku ingin kau pergi denganku. Meninggalkan Korea, meninggalkan Kim dan Cho..”

Ryeowook menggigit bibir bawahnya. Ia tak berani menatap Kyuhyun.

Sunnguh, demi langit dan bumi ia ingin pergi menyertai Kyuhyun, namun superegonya menentangnya. Bagaimana nasib keluarganya jika ia pergi? Pada siapa tanggung jawabnya sebagai heiress keluarga Kim akan dibebankan? Sunny? Ia tak sanggup membuat adik kecilnya merasakan beratnya memegang tanggung jawab sebagai pemimpin Kim Grup.

Lalu bagaimana perasaan ayahnya? Ia pasti akan sangat kecewa mengetahui putri sulungnya kabur dari tanggung jawab dan yang lebih buruk bersama dengan salah seorang keluarga Cho. Ia tak tahu kekecewaan macam apa yang akan dirasakan ayahnya dan ia tak mau mengetahuinya.

“Kau bercanda?” bisik Ryeowook. Ia menundukkan kepalanya, berusaha menyembunyikan kemelut yang ada dalam hatinya.

“Aku tidak bercanda. Aku tidak pernah seserius ini selama 18 tahun hidupku,” tegas Kyuhyun. “Bagaimana?” tanya pemuda itu lembut.

Ryeowook mencengkram erat ujung dress selutut yang ia kenakan. Ia tak bisa meninggalkan Kim, bukan tentang harta tapi tentang tanggung jawab. Dan ia juga terlampau ragu untuk menolak Kyuhyun, tawaran akan kebahagiaan.

Ryeowook diam, terlalu sulit menjawab Kyuhyun. Ia takut jika ia membuka suara dan apa yang keluar dari mulutnya akan menyakiti Kyuhyun.

Kyuhyun mengangkat dagu Ryeowook, mempertemukan pandangan mereka. “Kenapa tak menjawab, hm?” tanyanya.

Gadis itu menggeleng pelan.

“Sungguh aku ingin kau menerima tawaranku, Ryeowook. Sekali ini saja, biarkan aku egois untuk memilikimu,” kata Kyuhyun.

Ryeowook membisu. Hatinya semakin gundah.

“A… aku tak bisa..” jawab Ryeowook, ragu.

Ia memutuskan. Memang pahit, tapi ia harus mengambil keputusan, entah itu akan melukai Kyuhyun atau tidak.

Pemuda Cho itu terdiam mendengar jawaban sang pemilik hati. Dan itu membuat Ryeowook serba salah.

“Bu.. bukan karena a..ku tidak mencintaimu la..lagi, Kyuhyunnie. Sung..sungguh aku pun ingin e..egois untuk pergi bersamamu..” tambahnya dengan tergagap. Kebiasaan jika ia sedang gugup dan ragu akan suatu keputusan.

“Lalu kenapa? Kau takut aku tak bisa membahagiakanmu?”

Ryeowook menunduk lagi. “Bukan karena itu, ta..tapi…”

“Tapi apa?” Kyuhyun tampak gusar akan penolakan Ryeowook yang menurutnysa tanpa alasan.

“A..aku masih punya tanggung jawab.” lirihnya.

“Tak bisakah kau egois untuk sekali ini?” Kyuhyun memelas.

Ryeowook menggeleng. “Aku tak bisa..”

“Meski untukku?” suara pemuda itu terdengar terluka.

Ryeowook berusaha menahan air matanya supaya tak tumpah. Bukan hanya Kyuhyun saja yang terluka, gadis itu pun juga.

“Ma..maaf, Kyu..hyunnie..” lirih gadis itu.

“Jangan minta maaf, Ryeowook.” sahut Sehun. “Apa tidak ada cara agar kita bisa bersama?”

Ryeowook menggeleng. “A.. aku tak tahu. Tapi sejak awal, hubungan kita_”

“_terlarang? Tak bisakah kau melepaskan Kim untukku?”

“Ini bukan masalah Kim, Gyu. Ini tentang keluargaku, tanggung jawabku.. ini masalah siapa saja yang akan terluka jika aku pergi..” tanggap Ryeowook. Kali ini ia menatap Kyuhyun. Berusaha meyakinkan pemuda itu bahwa ia melakukan semua ini bukan untuk dirinya sendiri.

“Berhenti memikirkan orang lain!” suara Kyuhyun meninggi. “Sekali ini saja pikirkan kebahagianmu.”

“Kau pikir itu mudah? Melepas tanggung jawab dan membebankannya pada orang yang tak seharusnya menanggungnya. Aku sulung dikeluargaku. Aku tak mau mengecewakan ayahku. A…aku…”

“Cukup, Ryeowook!” gertak Kyuhyun. Ia mendorong tubuh kecil Ryeowook ke dinding dan memperangkapnya disana. “Kumohon pergilah bersamaku.” lirih pemuda itu.

Kali ini air mata Ryeowook benar – benar tumpah. Sungguh ia terluka melihat Ryeowook seperti ini.

“Ma.. maafkan aku..” bisik Ryeowook. Ia menunduk dalam. Tak berani menatap mata hitam gelap yang biasanya selalu memikatnya.

“Tatap aku, Ryeowook!” bisiknya parau. Mengangkat wajah Ryeowook dan menghapus air mata yang membanjiri wajah cantik gadis itu. “Bisakah?”

“Ma.. maaf..” balasnya.

Kyuhyun membisu. Pemuda itu perlahan melepaskan Ryeowook, ia mundur perlahan. “Maaf.” ucap Kyuhyun sebelum ia berbalik menjauh dari Ryeowook.

Ia pergi. Tanpa salam perpisahan. Hanya sepenggal maaf yang Ryeowook tak tahu untuk apa serta mata hitam gelap yang terluka dan itu menghancurkan hati Ryeowook. Seolah ada sayatan tak kasat mata yang timbul dihatinya, mencabiknya.

Ia jatuh terduduk, tangan kanannya mencengkram dadanya yang terasa ngilu sementara tangan kirinya menutup mulutnya menghalau suara isakan yang keluar dari bibir tipisnya.

Ya. Gadis Kim itu tengah terpuruk. Ia rela mengorbankan kebahagiaannya untuk keutuhan keluarganya. Tapi ia tak pernah tahu jika rasanya akan sesakit ini.

Ia melukai Kyuhyun. Pemuda itu terluka akibat penolakan Ryeowook dan hal itu juga tanpa sengaja menghancurkan Ryeowook. Ia tahu sejak awal hubungan mereka tak punya harapan.

Tapi…

Untuk sekali ini, bolehkah ia egois?

.

.

.

.

~ Our Destiny ~

.

.

.

.

“Kyuhyun?”

Donghae melambaikan tangannya ketika mata hitamnya menangkap sosok sahabatnya yang memasuki bandara. Pemuda itu tampak sempurna dengan balutan kaos lengan pendek yang dilapisi rompi orange dan dipadu dengan celana jeans biru pudar.

Kyuhyun menghampiri pemuda itu.

“Bagaimana?” tanya Donghae ketika Kyuhyun menghempaskan tubuhnya dikursi tunggu bandara. Beberapa menit lagi pesawat yang akan membawa mereka akan take off.

Ya. Hari ini Kyuhyun berniat membawa Ryeowook ke London bersamanya. Namun ia gagal meyakinkan gadis itu.

“Aku… gagal..” kata pemuda dingin itu tenang.

Donghae menatap lekat kedua bola mata sahabatnya, ia lalu menepuk pundak Kyuhyun perlahan.

“Kau sudah berusaha. Jadi, kau yakin ingin pergi? Meninggalkannya?”

Kyuhyun tersenyum, amat tipis. “Aku jahat karena memaksanya. Harusnya aku paham arti keluarga bagi Ryeowook. Keluarganya berbeda dengan keluargaku, ayahnya sangat menyayangi Ryeowook. Aku bersalah karena memintanya untuk egois.” terangnya. Ada kepedihan yang tersirat dari nada suaranya.

“Aku akan pergi, jika ia memang takdirku ia pasti akan ada diakhir kisahku.” lanjutnya.

Donghae tersenyum. “Kau lebih dewasa dari yang kuduga. Ryeowook tak kan pernah kecewa bila ia bersamamu.”

Donghae mengambil dua buah tiket pesawat dari sakunya.

“Kau mengambil beasiswamu di Oxford, kau pilih fakultas apa?”

Kyuhyun tersenyum amat tipis. “Hukum. Bagaimana denganmu?”

“Aku akan mengambil fakultas ekonomi. Kau tahu, ayah mengijinkanku mengejar Eunhyuk. Ia ingin aku segera mengambil alih Lee corp,” pemuda itu terkekeh pelan ketika mengingat percakapan dengan ayahnya. “Ibuku bahkan sudah tak sabar untuk melihatku naik pelaminan, padahal usiaku baru menginjak angka 18.”

Kyuhyun tersenyum. “Kisahmu lebih manis, teman.”

Donghae tertawa keras ketika mendengarnya, “terlalu cepat kau mengatakan itu. Eunhyuk belum tentu mau menerimaku_lagi.” Akhir kalimatnya terdengar menyesakkan.

Ya. Keduanya memiliki kisah yang menyedihkan. Terlihat berbeda tapi sesungguhnya sama saja. Mereka pernah menelan kekecewaan akn cinta mereka.

Tak ada lagi yang berbicara setelah itu. Keduanya sibuk dengan kemelut daalam otak masing – masing hingga ada tanda peringatan bahwa pesawat mereka akan segera berangkat.

Donghae bangkit dari duduknya, merapikan sedikit penampilannya. Ia beralih menatap Kyuhyun yang juga tengah berdiri disampingnya kemudian menyerahkan dua buah tiket yang dari tadi ia pegang.

Let’s change our life, Kyu!” katanya.

Kyuhyun mengambil dua tiket itu_dan harusnya satu tiket lagi untuk gadis yang ia cintai, Ryeowook.

I will, Donghae.”

Ya. Kyuhyun sudah memutuskan untuk pergi. Ia sudah berusaha, dan kini ia menyerahkan semuanya pada takdirnya. Ia bukannya menyerah. Ia bukan seseorang yang mudah putus asa. Ia hanya ingin mengetahui takdir yang sesungguhnya. Apa ia bisa bersama cintanya tanpa harus menyakitinya?

Kyuhyun dan Donghae berjalan menuju gerbang keberangkatan dalam diam. Dalam hitungan jam, mereka akan tiba di London.

‘Maafkan aku, Ryeowook. Aku egois karena terlampau menginginkanmu. Aku terluka, tapi aku sempat mengabaikan kenyataan bahwa kau juga terluka. Maaf.’

Perlahan keduanya memasuki jalan yang akan mengantar mereka pada kehidupan yang baru. Berat rasanya meninggalkan tanah tempat ia tumbuh. Tempat ia menghabiskan seluruh waktunya selama 18 tahun hidupnya. Dan mungkin kepergiannya kali ini untuk selamanya. Ia memutuskan untuk menetap di London. Menghilang dari keluarga Cho, meninggalkan harta, keluarga, dan…

“KYUHYUN-NIE!” teriakan itu menghentikan langkah Kyuhyun. Pemuda itu tak langsung berbalik. Ia takut jika ini hanya ilusi yang diciptakan oleh alam bawah sadarnya karena terlalu mengharapkan gadis itu.

Jantung pemuda itu berdegup dengan kencang. Perlahan ia berbalik dan seketika itu merasakan tubuhnya disambar seseorang.

Ryeowook. Gadis itu memeluk erat leher Kyuhyun. Membenamkan wajahnya dipundak tegap lelaki itu.

Donghae yang tanggap akan situasi segera menjelaskan pada pihak keamanan bandara yang tadi mengejar gadis Kim itu karena menerobos paksa. Membiarkan Kyuhyun berbicara pada gadis itu.

“Bawa aku bersamamu,” bisik gadis itu.

Kalimat itu bak mantra ajaib untuk Kyuhyun. Senyum lebar menghiasi wajah sang bungsu keluarga Cho yang biasanya selalu berwajah dingin itu. Apa yang diucapkan Ryeowook seolah mengangkat beban yang menggantung dipundaknya, menguap di udara begitu saja.

Seolah rongga dadanya yang kosong kini kembali terisi.

Ia memeluk pinggang Ryeowook erat, seolah jika ia lepaskan gadis itu akan menghilang.

“Terima kasih, Ryeong..”

.

.

.

.

Cinta itu ada untuk diperjuangkan, bukan untuk direlakan. Kadang garis takdir bertentangan dengan apa yang kita inginkan, namun jika keteguhan hati lebih kuat, maka air mata kebahagiaan yang akan menunggu kita di akhir cerita.

.

.

.

.

~ END ~

.

.

.

.

Ini cerita bukan buatan saya ya, saya ingakan lagi. Ini cerita punyanya UchihaMaya, author di ffn khusus naruto. Saya suka banget sama ceritanya makanya aku post ulang dengan main cast yang beda. Ini asli main cast-nya SasuHina. Jadi jangan salah pengertian ya ^^

Advertisements

50 comments

  1. Wahhh new ff,, akhirnya stlah sekian lama hehe..
    Aku jg suka yg genre hurt tp ttp happy ending chingu, thx yaaa..
    Walaupun momen kyuwook ga trlalu sweet, tp ttp romantis kok hehe..
    Seneng kyu berani ngelawan ortu nya bt wook, tp wook kok bs ngejar kyu? Dah di izinin sm kluarganya kah?-haha #kepo
    Paiii.. di tgu next ff nyaa..

  2. Untung ff yg ini gak sad end.. td udh disuguhi yg hurt2. Was2 jg saat wookie nolak kyu tp trnyata dia nyusul jg kyu nya ke bandara. Selamat menjalankan hidup baru kyuwook!!

  3. Ff nya keren banget… Feel nya bener terasa.. Apalgi wook yg harus milih nolak ajakan kyu buat pergi…
    Awalnya sempet sedih gara2 wook lbih milh keluarganya… Tp untung deh akhirnya kyuwook bersatu…

  4. Akhirnya setelah ckp lamaaa ga apdet akhirnya apdet juga 😀
    Feelnya dapet banget. Pas ryeong nolak kyu berasa banget nyeseknya. like this story ^^
    Walaupun hurt tapi ga sampe menguras hati. Suka banget pokonya

  5. ya ampuuunnnn,,,udah lamaa gak maen ksini bnyak apdetan trnyata.. aq ktinggalaann.. ToT ini singkat tpi ngenaa bngtt…udah deg2an n sediih bgt wktu wookie gak mw pergi sma kyukyu..syukuurlah akhirnya nyusulin kyu..huhuhu.. #nangisterharu :’)

  6. so sweet,emang kalo jodoh ngga bakal kemana,.
    sempat kaget saat ryeong nolak kyu.kirain kyu akn menggalau eh ternyata wook nya nyusul hihihi.
    di tunggu next ff saeng faighting.

  7. aaaaaaahhh…
    akhirnya…
    dikira bakal bikin galau jg dgn status sad ending kya ff sblm nya,
    ternyata akhirnya wookie setuju jg.
    hehehehe.

    iya ya terkadang cinta hrs diperjuangkan sblm penyesalan datang.

  8. Yeyyyy, akhirnya dalan sehari aku bisa baca dua ff karanganmu chingu ^^ ceritanya kereen, sempet kesel jg sih pas ryeowook nolak ajakan kyuhyun hihi. Request dong, ff yg kyuhyun posesif sama ryeowook. Next ff ok ??

  9. aa frisca lagi asik asik baca eh ada kata ‘end’ . terharu sama jalan kisah nya kyuwook ini serius end?
    buat lagi ff lain frisca .. seri

  10. kenapa seneng banget bikin yang sedih sih eon? untung mereka nyatu kalau enggak terluka hati ini /g sering sering update eonni, i luv yu haha

  11. hurt hurt… aku pikir tadi mereka berpisah dan ketemu 10 atau 15 tahun lagi… dan ternyata wookie nyusul wookie.. masih penasaran dg reaksi keluarga kim tau klo wookie pergi…

  12. ff nya keren banget.
    emang kenapa sih keluarga cho benci sama keluarga kim?
    akhirnya penantian kyuwook berakhir dengan bahagia.
    ditunggu ff selanjutnya chingu. fighting nde.:)

  13. ahhhh untung happy ending, udah was was dikira mau sad ending. ffnya keren. tapi aku punya pertanyaan buat frisca
    1. alasan kedua keluarga itu bermusuhan kenapa??
    2. kok pas haeppa ngebatalin perjodohan keluarga kim engga bereaksi
    3. alasan wook berubah pikiran kenapa?
    mian kalau aku cerewet.. bikin squelnya dong. *bow 🙂

  14. kyakkkk akhirnya kyuwook tetap bersama….. aku hampir ngira kalo mereka tak akan bersatu, gara” wookie udah nolak dan gerennya hurt…. buat aku was” bacanya takut sad ending… tapi ternyata nggak yeeeeeee…..
    Semoga kyuwook bahagia dgn kehidupan barunya.
    Ditunggu ffmu yg lainnya chingu.. figthing!!

  15. FF-nya kayak kisah Romeo Juliet, kisah percintaan terlarang..hehehe..tp untung salah satu gak ada yang meninggal, kalau iya..bener2 hurt banget deh..:(

    Suka pas percakapan Wookie nolak Kyu, percakapan-nya terasa pas, rasanya seperti terhanyut berada di tengah2 mereka..

    Syukurlah FF setengah hurt ini berakhir happy ending..hehehe..Love it..!!

    1. aduuuuh, lagi gak pengen sedih menye menye :’v
      semua orang suka ya pas bagian penolakan itu, padahal sebenernya aku rada rada kagak sreg dan berasa ada yang kurang lhoh .-.
      hihihi, iya ^^ makasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s