My Boss, My Love

Wedding_couple

Frisca Freshtie Present…

~ My Boss, My Love ~

‘Mereka bilang jika kau tidak pernah melihat cahaya, kau tidak akan pernah bisa melihat cahaya.’ Euuum … yah sepertinya kutipan itu sangat berpengaruh padaku. Intinya sama saja dengan you’ll never know if you never try, kan? Sama saja teori tanpa praktek itu mati, praktek tanpa teori itu buta. Sebenarnya adalah, aku tidak bisa melihat cahaya karena aku menghabiskan setiap waktu dengan kegelapan. Begitu bisa melihat cahaya seperti apa, aku merasa ‘kenapa tidak dari dulu aku mencoba mencari tahu cahaya itu seperti apa?’

Kalian pasti bertanya – tanya kenapa aku berbicara sok bijaksana seperti ini kan? Ini karena aku sedang merasakan cahaya terang itu. Cahaya terang yang diberikan oleh seseorang. Senyumannya … His smile is so damn bright, takes away all my sorrow and sadness. Berlebihan? Terserah. Faktanya memang seperti itu. Hanya dengan sebuah senyuman, dia bisa memberiku motivasi yang sangat besar. Hanya dengan sebuah senyuman. Everyday … I’m shuffling.

Dia bukan siapa – siapaku. Statusnya hanyalah seorang atasanku. Cho Kyuhyun. Namja yang meja kerjanya tepat berada di depan meja kerjaku. Gelarnya adalah playboy cap kaleng ikan sarden, tapi itu bukan masalah besar bagiku. Dengan tampan yang aduhai, bentuk fisik yang err … sedikit meyakinkan-mengingat perutnya sedikit buncit sekarang-, idaman yeoja dan idaman ahjumma – ahjumma diseluruh dunia tentu saja membuatku tak bisa membuang mataku darinya. Apa kalian mau tahu kadar ketampanannya? Euuung .. mungkin ketampanannya seperti anggota boyband Korea Selatan dipangkatkan 10. Hahha, entahlah. Kalian mau berpikir bagaimana ketampanannya itu terserah kalian, tapi yang harus kalian tahu adalah ketampanan dan wibawanya sukses membuat karyawati – karyawati perusahaan sebelah ingin pindah tempat kerja. Luckyly, aku adalah sekretarisnya. Dan dia adalah bossku selama tiga tahun ini.

“Ryeowook? Bisa berikan saya print out laporan keuangan bulan ini?”

Oh Tuhan .. mata dark brown-nya itu membuat siapa saja yang melihatnya akan jatuh cinta padanya, tatapan mata yang sangat mempesona. Dia memang bossku, tapi tidak apa – apa kan kalau aku mempunyai crush untuknya? Setahuku tidak ada aturan yang melarang bagi pegawai untuk mempunyai crush dengan atasannya.

“Oh .. ba-ba-baik presdir, aku akan segera mem-print out-nya sekarang,” jawabku dengan gelagapan, kemudian dengan segera aku membuka file yang dimintanya.

“Ini presdir,” ujarku setelah hasil print out keluar dari mesin print yang ada disampingku.

“Terima kasih,” ujarnya saat aku memberikan hasil print out. Aku tersenyum semanis dan senormal mungkin padanya sambil menganggukan kepalaku, “sama – sama presdir.”

Ia langsung membalikkan tubuhnya tanpa melihat senyuman yang sudah aku atur sedemikian rupa untuknya, dan itu tentu saja agak membuatku menelan sedikit kekecewaan.

“Oh iya, apa kau ada acara sore ini Ryeowook?”

Deg Deg Deg

Entahlah bagaimana aku mendeskripsikan perasaanku sekarang mendengar pertanyaan boss-ku ini. Bolehkah aku terlalu percaya diri?

Apakah presdir muda dihadapanku ini ingin mengajakku berkencan??

Kyaaaaa!!! Tolong seseorang menamparku sekeras mungkin sekarang, mungkin saja aku tengah bermimpi di siang bolong seperti ini.

Eh …

Tapi kita harus stay cool and stay calm. Jangan menampakkan raut wajah senangmu yang absurd itu Ryeowook. Kau akan mati kutu jika yang kau pikirkan itu ternyata tidak benar.

Aku menampakkan raut wajah stay cool-ku dengan agak gugup. “Acara ya, presdir?” tanyaku agak tak yakin.

“Iya. Mungkin berkumpul dengan teman, pergi karaoke, atau pergi berkencan dengan namjachingu-mu..” jawabnya dengan memutar matanya agak kesal dengan sikapku tadi mungkin. Ah apakah aku terlihat seperti yeoja bodoh dihadapannya?? Ah, mau ditaruh mana mukaku yang cantik ini??

“Ania presdir!” jawabku dengan cepat – cepat dan nada lantang, membantah cepat – cepat. Aku membulatkan mataku tak percaya, kaget dengan apa yang mulutku keluarkan. Lancang sekali mulutku ini untuk mempermalukan majikannya. Sekarang wajahku berubah menjadi merah padam karena malu.

“Akhirnya .. ada juga yang tidak punya rencana untuk malam minggu!” entah kenapa perasaanku jadi tidak enah, otakku mulai mengeluarkan alarm merah. Seingatku dulu aku melamar kerja disini untuk jadi sekretaris saja, bukan merangkap lain – lain.

“Me-memangnya kenapa presdir? Apakah aku salah kalau aku tidak mempunyai acara untuk malam minggu?”

“Namjachingu-mu akan marah tidak jika malam ini aku menculikmu?” tanyanya lagi tanpa menjawab pertanyaanku tadi. Baiklah, kali ini aku mulai ke-ge-er-an dengan pertanyaannya. Seulas senyum bodoh mulai menghiasi wajahku saking senangnya, memikirkan malam minggu ini aku dan dia berdua, hanya berdua.

“Ryeowook?”

Aku tersadar dari lamunanku. Mata terkejutku bertatapan dengan mata heran miliknya. Neomu yeoppo .. oh Tuhan tolong hentikan waktu sekarang.

“Eh euuum .. ano .. itu presdir .. aku tidak punya namjachingu,” aku jadi gelagapan sendiri karena terus menatap matanya dan ditatap olehnya dengan seperti itu.

“Memangnya presdir ingin mengajakku kemana?” rasa penasaranku mengalahkan ego-ku untuk terlihat cool dan calm didepannya. Ah aku sudah tidak sabar lagi, aku ingin tahu inti dari pertanyaannya padaku tadi.

Dia tertawa.

Baiklah. Sekarang aku mulai salah tingkah. Kenapa dia tertawa? Apa ada yang salah? Atau dia mengetahui apa yang aku pikirkan selama ini? Atau jangan – jangan dia sudah tahu kalau aku mempunyai crush dengannya?? Ah tolong jangan! Aku belum siap!

“Ke-kenapa tertawa presdir? Apa ada yang salah? Apa mukaku lucu? Aku lucu presdir?” aku mulai panik sendiri memikirkan alasan – alasan kenapa namja tampan didepanku ini tertawa seperti itu.

Dia tertawa. Dan parahnya ini lebih keras. Aku semakin salah tingkah sendiri, aku bingung kenapa presdir malah semakin tertawa lebih keras dari tawanya yang pertama. Tapi … tawanya terdengar seperti Kim Sang Bum jika didengar – dengar lagi! Omo!! Tawa adalah jalan yang paling jujur untuk ditunjukkan, untuk mengekpressikan perasaanmu yang sebenarnya. Kau tidak bisa tertawa sekeras itu jika kau tidak menemukan sesuatu yang lucu untuk ditertawakan.

Dia berhenti. Dan aku masih menatapnya dengan pandangan bingung, layaknya anak kecil yang tengah melihat adegan yang tidak ia mengerti. “Baguslah kalau kau tidak punya pacar. Rencananya aku akan mengajakmu makan malam bersama kolega perusahaan kita. Nyonya Lee masih cuti karena habis melahirkan, tidak mungkin aku mengajaknya makan malam dengan jahitan yang belum kering seperti itu. Saya bisa dikenai pasal oleh ILO.”

Kalau orangnya seperti presdir, even International Labor Organization, will never dumped you, Sir.

Makan malam bersama kolega perusahaan. Jadi dugaanku salah?! Untung saja aku tadi tidak kesenangan dulu, bisa malu bukan kepalang aku nantinya. Ah ini bukan yang kuharapkan sebelumnya, tapi aku yakin aku akan menikmatinya! Pasti! Dengan seorang namja bernama Cho Kyuhyun, itu akan menjadi orang yang paling tepat untuk dijatuhcintai. Setidaknya walaupun bukan makan malam berdua, tapi yang terpenting datang dan kembali aku bersamanya kan?? Kkkkkk~

“Konsepnya adalah garden party. Dress-code untuk malam ini adalah stripes in leather. Apa kau ada ide untuk ini?” tanyanya.

“Hmm .. garden party ya? Mungkin aku akan memakai gaun, presdir.”

“Baik. Kalau begitu nanti pulang kerja kau bersamaku saja, karena aku ingin membeli baju. Sekalian tolong bantu aku.”

Aku dengan semburat merah yang mulai menjalar dipipiku langsung menundukkan kepalaku malu – malu, kenapa aku malah merasa seperti sepasang kekasih yang akan membeli baju untuk kencan. Ah bagaimana ini, aku sepertinya sudah melayang ke luar bumi, mungkin aku sudah sampai di planet pluto sekarang. Kkkkkk~

~ My Boss, My Love ~

Pair : KyuWook

Genre : Romance, Comedy, Abal – Abal, Gaje, Genderswitch

Rate : T

Cast : Cho Kyuhyun as Namja >< Kim Ryeowook as Yeoja

Warning!!! Cerita ini remake dari cerita milik summerdesiree97. Dan cerita ini didesikan untuk ulang tahun Hyun eonnie hari ini-tanggal 29 september-!!! Pemilik kendi yang gilanya kagak ketulungan.

~ My Boss, My Love ~

Dia membawaku ke butik langganannya. Ah ini disini jika aku membeli disini mungkin dompetku akan terserang penyakit busung lapar. Aku tentu tak ingin itu terjadi. Jadi lebih baik aku melihat – lihat saja, menyentuh dan mengagumi saja. Hehehhe.

Dia memilih beberapa pakaian untuk dia coba. Kyaaaa!!! Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada melihat crush-mu mematut di depan cermin dengan memasang ekspressi ‘does this outfits suit perfectly to me?’

Ah seriously. Melihat namja yang kau sukai di saat seperti ini membuatmu akan gatal memilihkan baju untuknya.

“Euung .. presdir. Kalau boleh usul~”

Dan dia mulai menanggapiku dengan semangat. “Oh ya! Aku daritadi memang sedang menunggu pendapatmu. Ada saran untuk outfit yang kupilih ini?” tanyanya.

Ahahah. Bagus sekali. Sekarang aku merasa diriku ini selain menjadi sekretaris tapi juga merangkap menjadi penata busana boss-ku sendiri. “Hmm .. menurutku, karena ini temanya adalah stripes in leather. Bagaimana kalau presdir tetap memakai setelan formal, maksudku .. jas dan celana kain. Tapi jasnya dari bahan kulit polos dan kemejanya yang bercorak garis – garis,” terangku yang sudah gatal untuk memilihkan outfits terbaik untuknya.

“Coba yang ini presdir,” ujarku sambil menyodorkan kemeja dan jas yang kupilih padanya.

Ia menautkan kedua alisnya. “Kau ingin aku untuk apa?”

Aku langsung menatap bingung dirinya, “Ya presdir paskan kemejanya dan jasnya, aku akan melihat apakah cocok atau tidak,” jawabku jujur.

“Paskan.”

“Huh? Apa presdir?”

“Paskan padaku.”

Aku diam, menatap manik matanya dengan tatapan antara tak percaya dan bingung.

“Apa yang kau tunggu? Cepat lakukan.”

Dengan gelagapan aku langsung mengepaskan kemeja dan jas itu ke tubuhnya secara bergantian, kemudian aku gabungkan. Grogi dan gugup mulai menyerangku. Keringat dingin mulai bercucuran dan tanganku terasa licin memegang kemeja dan jas itu.

“Euuum .. bagus,” komentarku dengan agak gugup.

“Baiklah aku ambil ini,” jawabnya dengan cepat.

“Huh? Presdir yakin?” tanyaku heran.

“Waktu kita hanya sedikit. Lagipula kau bilang ini bagus, itu cukup,” ia mengatakannya sambil memberikan kemeja dan jas itu pada pelayan.

Baiklah, benar. Waktu kita memang tinggal sedikit mengingat ini sudah sangat sore dan akan menjelang malam. Ah dia namja yang sangat cekatan dan tanggap dalam suatu masalah, ah aku tidak salah dalam menyukai seseorang. Dia memang yang terbaik.

“Kau tidak memilih baju sekalian, Ryeowook?” tanyanya, mengaburkan lamunanku.

“Hehe, ania presdir. Dompetku sedang kekeringan. Lagipula aku masih punya gaun di apartemen,” jawabku dengan cengengesan.

“Apa kau yakin gaunmu itu memenuhi ketentuan? Nanti kalau salah kostum bagaimana?”

“Tenang saja presdir. Aku pikir tidak akan salah kostum. Temanya stripes in leather, kan presdir? Garden party dengan kolega perusahaan,” ujarku dengan yakin.

~ My Boss, My Love ~

Dress bermodel kemben berwarna putih dengan garis horisontal berwarna hitam, yang kukira terlihat rapi di lemari, raib. Aku tak tahu dimana aku menyimpannya. Ah ini benar – benar masalah besar.

Dan tiba – tiba masalah lain datang. Ponselku berdering dengan nyaring di meja riasku.

Ya Ampun! Presdir menelponku. “Ryeowook-ssi! Aku sedang dalam perjalanan menuju apartemenmu. Kira – kira 15 menit lagi aku akan sampai disana,” tutupnya tanpa memberiku kesempatan bicara.

Oh Tuhanku! Bahkan dia tak memberikan aku kesempatan untuk berbicara, dan aku tidak mempunyai kesempatan untuk membuatnya terpesona ketika ia melihatku. Gagal total rencanaku! Rencanaku untuk membuatnya tersihir bertemu denganku. Make-up dalam waktu kurang dari 15 menit? Pinjam baju atau gaun? Bagaimana bisa!!! Geezz … i’m just entered my darkness position!

Dan tebak apa yang terjadi berikutnya.

Bel apartemenku berbunyi. Aku dengan gerakan cepat segera mengintip siapa yang ada di luar.

Kyaa!!! Presdir Cho! Pakaiannya terlihat sangat cocok ditubuhnya! Dia semakin tampan!

“Presdir! Aku belum siap …” ujarku lewat interkom. “Presdir jangan marah denganku ne,” tambahku lagi dengan takut – takut.

Dia melotot. “Sekarang, buka pintunya!”

Matilah aku! Presdir pasti kesal dan ingin marah – marah padaku. Dan kalau itu benar terjadi aku pasti akan di demo oleh unit sebelah, parahnya lagi aku juga masih menunggak 2 bulan. Benar – benar sial.

Tanpa pikir panjang akhirnya aku membuka pintu. Aku harap presdir tidak marah besar, dan semoga saja tidak jadi marah. “Jeongmal mianhamnida, presdir. Gaunku tiba – tiba saja hilang, aku lupa menaruhnya dimana. Aku minta maaf, presdir,” ujarku sambil membungkuk dalam padanya. Persis seperti seorang anak sekolah dasar yang ketahuan tidak mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Sebuah tas kertas terjulur. Aku meliriknya bingung. Presdir tidak marah dan malah memberikanku sebuah tas kertas yang kuyakini adalah tas belanja butik tadi.

“Aku tahu pasti akan terjadi seperti ini. Kau itu orangnya sangat ceroboh, tidak suka dengan perencanaan. Kau boleh saja percaya diri, tapi kau juga harus tahu resikonya. Kau harus tahu yang mana yang terpenting, mengerti?” ah kata – kata nasehatnya keluar.

“Sekarang, kau pakai baju ini saja. Aku tadi membelikanmu, untuk jaga – jaga dan ternyata benar – benar terjadi. Aku harap ini muat denganmu. 10 menit cukup bukan untuk bersiap – siap?”

Ah, he is a real gentleman! Bayangkan saja. Seseorang yang kau sukai yang memberimu sesuatu yang kau butuhkan sekarang. Itu sangat menyentuh. Dan tentu saja membuat terlalu percaya diri sedikit. Tapi mengingat gelar playboy yang bersemayam padanya … ah sudahlah. But he is the one who takes my heart from te first time i met him. It was a love at the first sight.

“Siap presdir!”

~ My Boss, My Love ~

Matilah aku!

Bagaimana caranya dandan dalam kurun waktu 10 menit? Baiklah. Sekarang pakai foundation sampai dua tingkat di atas warna wajah. Eh salah. Ganti baju dulu. Ah semua yang sederhana terlihat begitu sulit dilakukan ketika kau sedang terburu – buru, dan ketika kau jatuh cinta, benar bukan?

Terusan berwarna hitam dengan garis putih ini tampak begitu, anggun. Not hot ar sexy, it just makes you look more mature than your real maturity. Dan leather jacket ini, warna merahnya benar – benar enchanting to wear and see. Baiklah. Sekarang ambil foundation, lalu bedak padat, lalu bedak tabur. Jangan lupa eye shadow warna netral. Lipstik berwarna merah. Blush-on. Maskara. Dan jangan lupa eye-liner. Ah susahnya mempunyai mata mini-sipit-. Mata terpejam atau terbuka sama saja. Dan yang terakhir adalah sentuhan terakhir, menyemprotkan parfum.

It feels like when i feel the dark, he always there to hold my hand. To help me go out from the problem. It is a big pain knowing your crush will never be yours, right? And that is where i stand.

“Ryeowook-ssi, apa kau sudah selesai?” tanyanya sambil mengetuk pintu kamarku.

Ya presdir. Aku siap untuk membuatmu tersihir saat melihatku.

“Kalau~” ucapan presdir terhenti ketika aku membuka pintu kamarku. Ia melotot melihatku. Ah jinjja?? Secepat itukah aku membuatnya terpesona?? Dasar playboy! Playboy yang aku sukai.

Aku mencoba tersenyum casual seperti biasa, sebenarnya aku agak gugup. “Iya presdir, aku sudah siap,” ujarku sambil mengerjap – ngerjapkan mataku. Maklum saja ya, eye-liner yang kupakai belum kering betul.

“Maaf ya presdir. Aku tidak sopan berbicara seperti ini. Tapi eye-liner yang kupakai belum kering, presdir,” jelasku dengan jujur. Dia terkekeh pelan mendengar penuturanku yang kelewat polos ini.

“Kalau memang belum kering, jangan buka tutup mata. Pejamkan matamu sampai betul – betul kering. Nanti bisa belepotan eye-liner-mu. Sekarang pejamkan matamu, aku akan meniupnya agar cepat kering,” ujarnya sambil membimbingku ke arah sofa di ruang tamu.

Apa kalian bisa membayangkan itu semua? Yeoja mana yang tidak meleleh saat ditawari bantuan seperti itu. Dan penilaianku terhadapnya naik lagi 3 level. Ah aku bahkan tak bisa mendengar dengan jelas dentuman hatiku yang berdentum sangat cepat. Bisa – bisa aku masuk ke rumah sakit karena terkena jantungan.

“Euuung .. presdir. Gaun ini nanti akan kubayar lewat potong gaji ya presdir,” ujarku memecah keheningan. Aku harap pembicaraanku ini bisa memecahkan situasi yang awkward ini.

Ia menghentikan tiupannya. “Kau tak perlu membayarnya Ryeowook-ssi. Anggap saja itu balas saja tadi sudah memilihkan baju untukku,” jawabnya.

“Eye-liner-mu sudah kering. Siap pergi?”

~ My Boss, My Love ~

“Ryeowook, kenapa malah diam? Ayo masuk!”

Yang benar saja, i’m so speechless. Apa benar tempat seperti ini untuk bertemu dengan kolega. Dia bilang garden party, dimana letak tamannya?

Akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya. “Presdir, kita tidak tersesat kan? Presdir bilang garden party, dimana tamannya?” tanyaku dalam satu tarikan nafas.

Dia tersenyum menanggapiku. Kyaaaa!!!! Dia selalu membunuhku dengan senyum lembutnya itu! Tolong berhenti membunuhku dengan senyumanmu yang memabukkan itu, presdir!

“Sudah. Masuk saja. Nanti aku akan menjelaskan,” ujarnya sambil menarik tanganku dan berhasil membuatku bersemu merah dengan diiringi detakan jantung yang tidak terkendali. Genggaman tangannya memang tidak terlalu erat, tapi itu terasa begitu nyaman. Terasa seperti genggaman tangan kami berdua terlihat cocok bersama.

Ini restoran Perancis? Hahaha. Dimana tamannya? Haruskah aku bertanya lagi ke presdir? Ah aku benar – benar gengsi. Nanti dikiranya aku ini yeoja bodoh. Sudah dibilang tadi kalau penjelasannya nanti, dan aku malah akan bertanya kembali tamannya berada dimana???

“Ekhm,” dia berdehem dan berhasil membuyarkan lamunanku yang konyol.

“Baiklah. Kim Ryeowook.”

Kenapa ini membawa – bawa nama lengkapku? Sesuatu mungkin akan terjadi. Aku tidak tahu. Ini mungkin hanya perasaanku saja. Sepertinya ini bukan pertemuan kolega .. kenapa disini sangat sepi? Haruskah aku berpikir yang menjurus kesana? Bolehkah aku terlalu percaya diri. Mungkinkah? Kim Ryeowook jangan tunjukan tampang muka kesenangan dan ke-nervous-an-mu itu. Junjung tinggi etos profesionalisme-mu. Dia itu atasanmu, boss-mu.

“Sebenarnya, bagaimana aku mengatakannya?”

Aku menggigit bibirku dengan pandangan meminta penjelasan darinya yang selanjutnya.

“Aku bohong padamu tentang garden party dengan kolega perusahaan,” terangnya. “Dan aku tidak tahu bagaimana aku dapat ide darimana tentang dress-code stripes in leather seperti ini,” tambahnya lagi.

DEG

Baiklah. Sekarang aku butuh penjelasan kenapa dirinya harus berbohong seperti itu padaku. Aku menarik nafas panjang untuk menetralkan semua yang kurasakan.

“Baiklah, aku mengerti presdir. Tapi aku butuh penjelasan untuk ini.”

Ia memotong perkataanku dengan tepukan tangannya dan berhasil membuatku semakin bingung.“Ya! Tentu saja kau butuh penjelasan. Tahan sebentar. Penjelasannya akan segera kau temukan dalam hitungan tiga, dua, satu.”

Kembang api? It is beyond beautiful.

3 words that explain everything. 1 way 2 say 3 words 4 you, I Love You.

And that’s what that written there, on the night sky. ‘I LOVE U’.

And the show still goin’ on.

Ia tiba – tiba saja berlutut dihadapanku sambil menggenggam tanganku lembut. “Aku tahu resiko jika kita bersama, Ryeowook-ah. Salah satu dari kita harus keluar dari perusahaan. But my heart already stuck in yours. I love you. Please be mine, will you?

Aku terkesima. Seorang Cho Kyuhyun? Suka? Seorang Kim Ryeowook? Apa? Yang benar saja?

“Presdir .. a-apa kau bercanda?” tanyaku masih kaget dan tidak percaya.

Dia melotot, “Ck! Bagaimana bisa itu dibuat objek bercanda, Kim Ryeowook?!” tegasnya.

Huh? Yang benar saja? Lalu bagaimana dengan gelar playboy-nya itu?

“Aku tahu. Pasti kau sedang memikirkan gosip yang mengatakan kalau aku ini playboy. Yang harus kau tahu adalah aku belum pernah menjalin suatu hubungan serius dengan yeoja. Aku belum pernah pacaran.”

Hahahha. Kalau diperbolehkan, aku ingin keluar dari ruangan ini untuk tertawa keras. Itu terdengar seperti kebohongan besar. Seseorang dengan penampilan yang keren seperti dirinya belum pernah pacaran. Impossible.

“Aku hanya seorang laki – laki yang kesepian di dunia bayangan, Ryeowook. Duniaku tidak nyata. Orangtua yang jarang pulang, membuatku malas untuk berhubungan dengan dunia luar. Orangtuaku saja tidak pernah peduli denganku, apakah mungkin di dunia luar ini ada yang peduli denganku?”

Tatapan itu. Semuanya terlihat begitu nyata. Sebuah perasaan yang benar – benar nyata dari seorang anak yang broken home.

Aku tidak tahan lagi. “Don’t fall apart, cause i am here to understand. Aku juga ingin bersama presdir ..” ujarku sambil kontan memeluknya.

Dan memang benar. Gosip tidak selamanya benar. Namja yang meja kerjanya didepanku, yang terkenal dengan image playboy-nya, ternyata tidak pernah pacaran sama sekali. Jangan pernah percaya seseorang sebelum kamu mendengar kenyataannya dari yang bersangkutan.

“Ryeowook. Kau tahu? I’m still a lonely boy …”

Lonely bagaimana??? Perasaan aku sudah menerimanya menjadi namjachinguku. Pekerjannya mapan, sangat mapan malahan. Apa yang dimaksud dengan lonely disini? Dia tisak sendiri sama sekali bukan??

Aku mengerjap bingung.

“I am a lonely boy who loose her heart to a beautiful girl. From the first sight, when we met each other in lift,” jelasnya.

Hahaha. Ternyata kita berdua memiliki perasaan yang sama. I am also in love with you at the first sight, my boss.

“Kenapa kau diam saja, Ryeowook? Terlalu gembiranya-kah kau jadian denganku?” godanya.

Iya, aku senang sekali bisa jadian denganmu presdir!

Aku ingin berkata seperti itu, tapi yang keluar malah seperti ini. “Ania presdir. Tidak ada apa – apa. Bintangnya bagus ya presdir,” ujarku tanpa bisa dicegah. Parah!

Dia terbelalak mendengar jawabanku yang super aneh. Tawanya pecah saat melihat wajahku yang kebingungan. Wajahku sudah merah padam menahan malu. Aku benar – benar tidak habis pikir dengan mulutku yang tidak sesuai dengan arah jalan pikiranku.

“Hahah .. yeoja ini anehnya adalah officially my girl now.”

~ END ~

Happy birthday eonnie, semoga dengan tambahnya umurmu kali ini kau semakin waras!! Kadar kegilaan dan kesomplakannya diturunkan, kenarsisannya diturunkan, rejekinya diturunkan kepada saya juga gak apa – apalah. Selamat ulang tahun ye eon. Tambah tuiiiiiiiirrr tambah sayang ama ane oke, terus terus buat akun wp lagi. Aku kangen ama komentar panjang kayak kereta api di stasiun gambir milik eonnie. Buat akun wp lagi eon!!! Masak password lupa dari jaman batu sampek sekarang kagak ketemu – ketemu.

Heheh, mian ya eon kalo OS-nya parah. Aku beneran gak ada ide. Aku udah mulai kuliah, mulai banyak nugas lagi. Maaf ya eon kalo gak sesuai sama harapan eonnie.

Buat semuanya, mungkin aku bakal jarang lagi ngepost ff. Maaf ya 😦

But i’m always love you guys ^^

Advertisements

31 comments

  1. Aigoo..berbohong cm buat nembak doank Kyu??
    Knp ga makan malem dl baru nembak’y sih??
    Kasian kan wook’y..dah bingung laper lg..persis yg nulis coment 😛
    Hyen doken mah kudu d getok dl kendi + otak’y saeng biar inget ama pw’y.hahaha

  2. Kyu diam2 terbawa arus.. ehh mksdnya menghanyutkan. Trnyata lu cinta jg sama wookie, kyu. Pake bohong segala.. wookie kdang polos bin bodohnya kumat. Bgus frisca, semangat aja deh buat frisca.

  3. hahaha,,ternyata kyunya bo’ong..lah dalah,,tiap hari kerja breng masa ya gak ada pedekate2 gt ke wookie,,apa wookienya aja yg emang lola,jd gak ngeh.. :v wookie jd konyol disini,,sesaat kegeeran,,tp trus gak ngeh.. x.x yakin ntr kl kencan selanjutnya bakalan gak konek gegara meleleh sama auranya kyukyu,,wkwkwkwk

  4. Yaampun kyu cuma mau nembak aja ampe bohong gitu.. saking ga tau cara ngajak dating cwe kah? Wkwk
    ryeong konyol. Saking groginya malah jadi konyol kek gitu lol XD

  5. apa ini?
    ugh, mereka itu terlalu manis. seperti permen kapas.
    kyuwooknya manis banget, kyu dengan cara nembak yg super duper romentis saking kelewat romantisnya ampe bingung, wook dengan kefolosannya ampe tu mulut asal cuap. jadi salah tingkah deh…
    manis manis manis

  6. caelah si kyu mau nyatain cinta ke wook aja pake boong gitu.
    emang yah si kyu boong pinter banget.
    kyu so sweet banget sih.
    bagus ff nya chingu. ditunggu ff selanjutnya nde. fighting. 🙂

  7. caelah si kyu mau nyatain cinta ke wook aja pake boong gitu.
    emang yah si kyu boong pinter banget.
    tapi emng sih cara nya kyu nembak wook tuh sweet banget.
    bagus ff nya chingu. ditunggu ff selanjutnya nde. fighting. 🙂

  8. Kyaa.. sweet bnget ♥.♡ kapan aku ditembak begini sama someone 😀 #curcol
    Aku sukaa bnget kyuwook moment nya, semangat terus ya chingu 😀

  9. ckckck.
    ternyata cinta wookie tak bertepuk sebelah tangan.
    smp kyu bohong bwt nembak wookie doang.
    bener-bener ye mereka berdua.

    🙂

    waaah bakal jarang nemuin ff mu dong.
    hehehe.
    selalu ditunggu deh update an nya.
    🙂

  10. aigoo ternyata sama2 saling cinta toh,hahahha keren sama2 takut buat nyatain cintanya.
    aduh kyu dapet ide dari mana buat boongin wook biar bisa ngajak wook ngedet.
    kyuwook sll bikin ngiri.
    di tunggu next ff saeng faighting

  11. Sweeeet..FF ini so sweet..setelah sekian lama Mr Cho sadar juga yah buat nembak Wookie, untung Wookie gak kesambet sama yg lain..gara2 desperado nungguin Mr Cho..hahaha..

    Nembak aja Mr Cho romantis banget pake kembang api, gimana kalau ajak nikah nih, diajak berpesiar kali yah..#ala2GlennChelsea..hehehe

    Semoga happily ever after buat KyuWook..dan buat Frisca, tetap semangat kuliah dan tetap semangat buat FF juga yah, walau di sela2 kesibukan perkuliahan..hehehe…
    We always love u too Frisca..:)

    1. euuuuuuuung :’) makasih ya
      aku juga baru tahu kalo kuliah itu sibuknya minta ampun. buat makalah terus -.-”
      wkwkwk, ala ala glenn chelsea xD lagi hot – hotnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s