Two of Us

Be-ok-with-memories-made-with-just-the-two-of-us-

Frisca Freshtie Present …

~ Two of Us ~

Pair : KyuWook

Rate : T

Genre : GS, Slice of Life, Romance, Friendship, Love Story, Angst/Hurt

Cast : Kim Ryeowook as yeoja >< Cho Kyuhyun as namja

~ Two of Us ~

 

WARNING !!!

This story is genderswitch!! So don’t like don’t read okay ^^

Cerita ini terinspirasi sama lagunya Kana Nishino “Two of Us”

 

~ Two of Us ~

[Gemerlap – gemerlap kenangan …

Kita telah melewatinya dengan penuh air mata.

Meskipun kita telah menjadi dewasa.

Mari kita terus tersenyum selamanya …]

 

Ryeowook duduk di sebuah cafe dengan memegangi secangkir hot chocolate yang ada di tangannya. Ia menatap lurus ke depan, menatap apa yang ada di balik kaca jendela cafe itu dengan senyum bahagia. Salju turun tidak begitu lebat dari balik kaca jendela itu mengingat ini adalah awal musim dingin. Orang – orang berlalu lalang begitu saja dengan mengenakan pakaian – pakaian hangat dan tebal milik mereka untuk bertahan dari hawa dingin di siang itu.

Ia mengangkat cangkir yang ada di tangannya, kemudian meniup – niupnya hingga asap dari hot chocolate itu sedikit demi sedikit menghilang karena tiupannya. Setelah merasa hot chocolate itu tidak sepanas tadi, Ryeowook dengan pelan mulai meminumnya sedikit demi sedikit. Menikmati kehangatan yang diberikan oleh hot chocolate itu dari mulut, tenggorokan hingga perutnya. Ia merasa sangat hangat, benar – benar hangat seperti hatinya sekarang.

“Ryeong!”

Mendengar panggilan itu, hati Ryeowook semakin hangat. Hanya seseorang yang selalu mengisi hatinyalah yang selalu memanggilnya dengan seperti itu.

Ia menurunkan cangkir hot chocolatenya ke meja, kemudian dengan senyum mengembang Ryeowook melambai – lambaikan satu tangannya agar orang yang memanggilnya tadi segera menuju tempatnya duduk.

“Gyu …” Ryeowook membalas sapaan orang itu dengan memanggil nama panggilan istimewanya.

“Hai Ryeong, apa kau sudah lama menunggu?” tanya namja itu sambil mengambil tempat duduk di depan Ryeowook tepat setelah membuka mantel dan syal yang ia pakai.

“Tidak, baru sebentar aku disini,” jawab Ryeowook dengan sumringah. Bohong! Bohong besar! Ryeowook sudah menunggunya hampir setengah jam lebih, namun entah kenapa perasaan Ryeowook mengatakan kalau waktu menunggunya itu cepat. Katakan saja mungkin gadis mungil bermata caramel itu otaknya agak sedikit tergeser dari tempatnya.

“Bagus kalau begitu. Aku senang mendengarnya, aku kira aku akan sangat terlambat dan akan membuatmu marah. Teryata tidak,” tutur Kyuhyun dengan bernafas lega.

Ryeowook hanya tersenyum simpul, kemudian kembali meneguk hot chocolatenya tanpa mengalihkan perhatiannya dari namja yang ada di depannya itu.

“Pelayan!” panggil Kyuhyun sambil mengangkat salah satu tangannya ke atas dan menjentikkan jarinya agar salah satu pelayan datang ke mejanya.

“Anda pesan apa?” tanya pelayan yang menghampiri.

“Sebotol soju,” mendengar pesanan Kyuhyun membuat Ryeowook mendelik tajam pada Kyuhyun.

“Hahha, tidak. Aku bercanda Ryeong, aku pesan segelas cappucino hangat dengan banyak creamer ya,” ujar Kyuhyun setelah tertawa. Ryeowook kemudian bernafas lega mendengarnya, sebenarnya tidak apa – apa jika Kyuhyun memesan soju, bahkan dirinya sendiripun menyukai Soju walaupun tidak seberat Kyuhyun. Hanya saja ia tak mau jika ia membiarkan Kyuhyun memesan minuman beralkohol itu, maka bisa dipastikan saat pulang nanti Ryeowook harus memapah Kyuhyun karena kesadarannya agak menghilang.

“Ya Ampun Ryeong .. kau masih saja seperti dulu. Apa yang kau takutkan? Hanya memapahku saja kau takut, apa aku ini terlalu berat untukmu?” Kyuhyun mulai mempertanyakan lagi masalah mereka dulu saat mereka berdua duduk di bangku kelas akhir di sekolah tinggi. Ya lebih tepatnya kejadian tiga tahun yang lalu.

Ryeowook lagi – lagi mendelik tajam pada Kyuhyun. “Aku tak ingin membahasnya. Aku hanya tak suka saja,” jawab Ryeowook sambil mengalihkan pandangannya ke dalam cangkir hot chocolatenya, menatap air coklat panas yang tinggal setengah dengan pipi yang memerah.

“Kenapa kau selalu tak ingin membahasnya? Kenapa kau tak suka? Kenapa? Wae? Wae? Wae? Katakan padaku Ryeong …” Kyuhyun mulai melempar banyak pertanyaan dengan nada menuntut layaknya anak kecil pada Ryeowook.

“Ck! Sudah ku bilang aku tak menyukainya, haruskah aku mengatakannya seribu kali untukmu Kyu?!” Ryeowook benar – benar kesal jika Kyuhyun sudah menyinggung masalah ini.

“Hah?! Itu tidak mungkin! Pasti ada sesuatu yang lain kan?! Katakan padaku! Apa kau tak suka karena aku terlalu berat untukmu, atau kau tidak kuat memapahku karena aku sekarang mulai agak gendut? Apa penyebabnya?! Jujurlah padaku!” mendengar kalimat beruntun seperti ini siapa saja tentu kesal dibuatnya, seperti halnya Ryeowook. Ia menghembuskan nafas kesal sambil membuang wajahnya. Ia tidak ingin menatap mata coklat gelap milik Kyuhyun yang menuntutnya agar memberinya jawaban sekarang juga.

“Tuan, ini pesanan Anda,” Ryeowook bernafas lega ketika pelayan tadi kembali ke meja mereka untuk mengantarkan pesanan Kyuhyun. Ini tentu mengalihkan perhatian Kyuhyun untuk sementara, dan Ryeowook harap setelah itu Kyuhyun tidak menanyainya lagi. Ryeowook benar – benar tidak bisa menjawab jujur pertanyaan ini. Ia tak bisa mengatakan yang sebenarnya alasan kenapa ia tak suka ketika mereka bersama Kyuhyun meminum soju. Bukan masalah berat badan Kyuhyun atau dirinya mau atau tidak mau memapahnya, tapi ini masalah yang lebih besar dari itu.

“Oh nde. Gomawo ne,” ujar Kyuhyun berterimakasih setelah pelayan itu meletakkan pesanannya di mejanya.

Melihat situasi aman, Ryeowook kembali meneguk coklat panas miliknya seperti biasa.

“Jadi Ryeong?? Apa alasanmu sebenarnya?” lagi – lagi Kyuhyun menanyakannya membuat Ryeowook hampir tersedak saat meminum coklat panasnya.

“Bukan. Sudah berapa ratus kali aku bilang padamu Gyu? Aku hanya tak suka saja,” jelas Ryeowook mencoba sabar.

“Ah tidak. Aku merasa bukan itu, katakan padaku?! Euuung .. apa mungkin aku melakukan hal aneh ketika aku mabuk?” tanya Kyuhyun dengan raut wajah berpikir. Ryeowook menelan ludahnya dengan kelu, pipinya kembali memerah dan keringat dingin mulai turun dari dahinya. Dalam hati Ryeowook mulai menggerutu tidak jelas karena Kyuhyun mengungkit – ngungkit masalah ini.

‘Jangan ingatkan aku dengan itu Kyu,’ dalam hati Ryeowook benar – benar tak ingin untuk mengingat kejadian bodoh dua tahun yang lalu itu. Kejadian yang selalu membuatnya tak bisa tidur, jikalau bisa tidurpun yang ada di dalam mimpinya adalah kejadian itu. Kejadian yang selalu saja membuat ia jadi memerah dan membuat hatinya berdegup dengan kencang hanya dengan membayangkan atau mengingatnya saja.

Flashback

Ryeowook dan Kyuhyun tengah menunggu bus di halte malam itu setelah pulang les. Mereka berdua duduk berdampingan dengan kegiatan masing – masing. Kyuhun khusyu’ dengan pspnya dan Ryeowook sibuk dengan buku sains tebal miliknya.

Tiba – tiba saja Kyuhyun menghembuskan nafas kesalnya sambil berkata, “Dingin sekali malam ini! Aku butuh kehangatan?!” tentu saja mendengar perkataan Kyuhyun yang sepertinya menjurus itu membuat Ryeowook langsung menatap Kyuhyun dengan tatapan tak percaya.

Melihat tatapan Ryeowook yang seperti itu padanya, membuat Kyuhyun langsung menoyor dahi Ryeowook tanpa ampunan. “Jangan berpikir yang aneh – aneh Ryeong!”

Merasa dirinya salah paham membuat Ryeowook hanya diam dan kembali membaca bukunya lagi.

Hening.

Suasana kembali hening seperti tadi. Ryeowook sibuk dengan membaca buku dan Kyuhyun sibuk dengan pikirannya sendiri.

“Ayo kita menghangatkan diri Ryeong!” lagi – lagi Kyuhyun memecah suasana keheningan di antara mereka berdua.

Mendengar ajakan Kyuhyun yang lagi – lagi kedengarannya seperti menjurus mmebuat Ryeowook langsung pindah tempat duduk ke bangku paling ujung sehingga jarak di antara mereka berdua sangat jauh kemudian kembali fokus dengan buku sainsnya.

“Yaaaaak !!!!! Kenapa kau selalu berpikiran yang aneh – aneh padaku?!?!??!!” pekik Kyuhyun dengan kesal sambil berdiri.

“Apa pikiranmu itu hanya dipenuhi pikiran yang aneh – aneh huh?!?!” Kyuhyun mulai parno dan frustasi sendiri dengan pemikiran Ryeowook padanya.

“Aku ini hanya ingin mengajakmu membeli soju untuk menghangatkan diri.” Kyuhyun akhirnya menjelaskan maksud dirinya dari tadi pada Ryeowook. Mendengarnya Ryeowook langsung menutup bukunya dan menatap bingung bercampur tak percaya pada Kyuhyun. “Apa kita diperbolehkan?” tanya Ryeowook tidak percaya.

“Tentu saja diperbolehkan! Kita ini sudah tujuh belas tahun! Jadi tidak apa – apa,” jelas Kyuhyun sambil menghampiri Ryeowook hingga berada di depan gadis mungil itu tepat.

“Jadi bagaimana? Ayolah Ryeong, ayo beli soju …” rayu Kyuhyun dengan mencoba bersikap cute dihadapannya membuat Ryeowook memutar bola matanya.

“Kita akan terlambat pulang,” komentar Ryeowook, kemudian kembali membuka dan membaca bukunya.

“Ck! Kita ini memang sudah terlambat pulang Ryeong! Apa kau tak menyadarinya?! Kita sudah menunggu setengah jam lebih disini dan bus tidak datang – datang juga. Itu artinya kita sudah melewatkan bus terakhir! Dan apa kau tidak melihat jam?! Sekarang sudah hampir jam 10! Jadi tidak ada gunanya lagi kita menunggu bus datang! Ayo beli soju dan pulang jalan kaki. Rumah kita tidak terlalu jauh dari sini.”

Mendengar penjelasan Kyuhyun membuat Ryeowook menimbang – nimbangnya dengan pemikirannya. Mungkin Kyuhyun ada benarnya juga.

Akhirnya Ryeowook menyetujuinya dan keduanya membeli soju di kedai terdekat.

Mereka berdua berdiri di depan bibi penjual soju itu dengan pandangan berbeda. Kyuhyun dengan pandangan meyakinkan dan Ryeowook dengan pandangan ragu.

“Kami ingin memesan satu botol soju hangat,” ujar Kyuhyun dengan mantap.

“Hei. Kalian ini masih sekolah kan?” tanya bibir itu dengan tatapan bingung dan menyelidik.

“Iya. Kami masih sekolah,” jawab Kyuhyun enteng.

“Kalau begitu kalian tidak boleh membeli,” ujar bibi itu menasehati.

“Ahjumma .. kami berdua ini sudah tujuh belas tahun. Bukankah itu batas minimal boleh meminum soju?!” ujar Kyuhyun dengan nada menuntut.

“Jika bibi tak mempercayainya. Kami berdua bisa menunjukkan KTP kami!”

“Ah baiklah baiklah. Aku percaya. Tapi kalian hanya boleh memesan satu botol saja. Tidak lebih.”

“Kami memang mau memesan satu. Memangnya mau pesan berapa ?!” ujar Kyuhyun mulai frustasi dan berhasil mendapat jitakan keramat milik Ryeowook.

“Minta maaflah Kyu, dan berterimakasihlah karena sudah diperbolehkan. Kau ini membuatku malu,” geram Ryeowook dengan berbisik pada Kyuhyun.

“Maafkan temanku ini ahjumma. Aku minta maaf. Dan terima kasih banyak sudah memperbolehkan kita membeli soju,” ujar Ryeowook dengan sopan sambil membungkuk.

“Iya, tidak apa – apa.” bibi itu tersenyum manis pada Ryeowook, kemudian menatap sengit Kyuhyun. “Lihat itu! seharusnya kau belajar dari yeojachingu-mu anak muda.”

Kyuhyun dan Ryeowook saling melirik, Kyuhyun dengan pandangan agak kesal dan Ryeowook dengan pandangan merasa bersalah namun dengan sedikit semu merah muda di pipinya.

“Iya, maafkan aku ya bibi.” Kyuhyun mengatakannya dengan nada yang sangat jelas kalau ia tidak ikhlas mengatakannya. Setelah mengatakan itu Kyuhyun langsung menggandeng tangan Ryeowook untuk duduk secepatnya.

“Kau itu benar – benar tidak sopan Kyu,” cibir Ryeowook setelah mendudukkan pantatnya di kursi.

“Ah sudahlah. Yang penting kita minum soju,” komentar Kyuhyun dengan cuek sambil mengeluarkan psp-nya dari tasnya.

Setelah beberapa lama akhirnya pesanan soju hangat mereka datang, dan dengan wajah antusias Kyuhyun mulai membuka penutup botol soju itu, kemudian menuangkannya ke gelas milik mereka berdua secara bergantian.

“Ayo bersulang!” ajak Kyuhyun dengan semangat sambil mengangkat cangkirnya ke depan Ryeowook.

Ryeowook menatap ragu Kyuhyun, namun melihat senyuman hangat milik Kyuhyun membuat Ryeowook mau tak mau ikut mengangkat cangkirnya dan bersulang dengan Kyuhyun walaupun hatinya masih ragu.

Ryeowook meminumnya dengan perlahan, dengan beberapa teguk ia baru menghabiskan soju yang ada di cangkir kecil itu. Berbeda dengan Kyuhyun, ia langsung meneguknya dengan sekali minum. Bahkan Ryeowook sampai – sampai agak ngeri melihatnya. Apa tidak apa – apa meminum soju dengan sekali teguk seperti itu? pikir Ryeowook agak khawatir.

Setelah meminum satu cangkir soju, Ryeowook meletakkan cangkir itu begitu saja. Ia tak berniat untuk melanjutkannya, karena menurutnya ini tidak baik. Ia merasa ada sesuatu yang akan terjadi setelah ini. Jadi lebih baik Ryeowook mencegahnya jika terjadi apa – apa. Ryeowook hanya memandangi Kyuhyun yang sepertinya sedang sangat sibuk menikmati setiap tegukan soju itu di dalam mulutnya.

Melihat Ryewook tidak meminum soju lagi membuat Kyuhyun bertanya, “kau tidak minum lagi Ryeong?”

Gadis mungil itu menggelengkan kepalanya singkat menandakan jawabannya adalah tidak.

“Wae?” tanya Kyuhyun sambil menegak kembali secangkir kecil soju dengan sekali teguk.

“Tidak ada. Aku hanya tidak ingin saja,” jawab Ryeowook singkat sambil mengangkat tangannya menuju dagu dan menyangganya.

“Terserah kau kalau begitu. Tapi jangan marah jika aku menghabiskannya ya ..”

“Iya, habiskan saja jika kau mau,” jawab Ryeowook dengan cuek tanpa mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun.

Akhirnya beberapa menit kemudian, botol soju itu kosong. Semuanya sudah diminum oleh Kyuhyun, ini bisa dibuktikan dengan mata miliknya yang sudah tidak fokus dan pipinya mulai memerah.

“Aku harap kau tidak mabuk berat Gyu,” ucap Ryeowook mulai khawatir melihat Kyuhyun yang sepertinya sudah mulai mabuk.

“Ah jangan khawatir Ryeong, aku tidak mabuk,” ujar Kyuhyun dengan santai menenangkan Ryeowook sambil mencubit kedua pipi gadis mungil itu hingga membuat sang empunya meringis kesakitan.

“Kau disini. Aku akan membayarnya, oke.” Kyuhyun berdiri, kemudian berjalan ke tempat bibi penjual soju berada dengan langkah normal. Melihat itu, Ryeowook bernafas lega. Setidaknya Kyuhyun memang benar – benar tidak mabuk, pikirnya.

“Ayo pulang Ryeong,” ajak Kyuhyun dan langsung diikuti Ryeowook di belakang namja itu. Kyuhyun berjalan di depan dan Ryeowook di belakangnya, berjaga – jaga jika sesuatu terjadi. Karena menurut intuisi Ryeowook, ada sesuatu yang aneh pada Kyuhyun.

Tiba – tiba saja Kyuhyun menghentikan langkahnya hingga membuat Ryeowook mau tak mau harus ikut menghentikan langkah mungilnya dengan tiba – tiba juga.

Kyuhyun membalikkan tubuhnya dan menatap Ryeowook dengan kesal.“Kenapa kau berjalan di belakang?!?!” pertanyaan Kyuhyun ini mungkin bukan kategori bertanya, namun dalam kategori menuntut dan memerintah sebenarnya.

“Hanya berjaga – jaga saja jika sesuatu terjadi,” jawab Ryeowook jujur.

“Memangnya ada apa?! Cepat berada disampingku sekarang!” tanpa ba-bi-bu Kyuhyun langsung menarik Ryeowook ke sampingnya kemudian menggandengnya berjalan bersama melewati malam yang sepi itu.

Entah kenapa pipi Ryeowook mulai memerah, perasaannya menjadi hangat. Benar – benar hangat seperti suasana di musim panas.

“Jika kita bisa menghabiskan waktu seperti ini selalu, mungkin akan sangat menyenangkan,” ujar Kyuhyun tiba – tiba dan berhasil membuat jantung Ryeowook berhenti berdetak.

Ryeowook diam, ia berniat hanya mendengarkan ocehan Kyuhyun saja. Lagipula ia bingung ingin merespon ucapan Kyuhyun yang seperti ini selain kata ‘iya mungkin’.

“Kita akan tumbuh tua bersama. Kita saling bersama menjalani kehidupan ini,” ucap Kyuhyun lagi.

Lagi – lagi Ryeowook diam, tak memberi respon pada Kyuhyun. “Hei, kenapa kau hanya diam Ryeong? Apa kau kedinginan?”

Ryeowook mengerjap – ngerjapkan matanya shock ketika tiba – tiba saja tangannya yang digandeng Kyuhyun langsung ditariknya hingga tubuh mungilnya melekat pada tubuh Kyuhyun yang hangat dan mengeluarkan aroma khas masculin yang memabukkan bagi kaum hawa.“Sini mendekatlah padaku. Bagaimana rasanya? Ini hangat kan?” ujar Kyuhyun dengan tersenyum riang.

“Terima kasih,” balas Ryeowook sambil menundukkan kepalanya menutupi wajahnya yang menghangat dan berubah warna menjadi merah muda.

Setelah itu, suasana menjadi hening. Mereka berdua terus berjalan dengan langkah pelan namun pasti melewati malam yang sepi itu. Jujur, walaupun hanya berjalan bersama dan tidak bicara apapun Ryeowook tetap merasa nyaman bersama Kyuhyun.

Lama berjalan, Ryeowook merasa ada keanehan. Langkah Kyuhyun yang biasanya cepat itu kini mulai melambat, suara sepatu yang bergesekan dengan trotoar yang mereka pijak terasa begitu terdengar seperti di seret dan Ryeowook bersumpah itu bukan dari sepatunya, namun dari sepatu Kyuhyun.

“Gyu? Apa kau baik – baik saja?” Ryeowook mulai khawatir kalau Kyuhyun mulai mabuk di saat – saat seperti ini.

“Huh? Oh iya, aku baik – baik saja,” jawab Kyuhyun dengan kepala mulai bergerak kesana kemari mengikuti alunan tubuhnya yang mulai sempoyongan.

Ryeowook diam, ia tahu Kuhyun sekarang sudah mabuk, ia tak perlu menanyakannya lagi toh tidak ada gunanya. Ia memutuskan untuk terus berjalan dan menghadapi apa yang akan terjadi, mungkin ia harus terus memegangi Kyuhyun agar namja yang lebih tinggi darinya itu tidak jatuh.

Dan benar saja dugaan Ryeowook, tangan Kyuhyun yang ia genggam mulai terasa berat. Itu artinya Kyuhyun berjalan dengan tidak sadar. Akhirnya Ryeowook tanpa ragu mulai memapah Kyuhyun wlaaupun tenaganya tidak begitu kuat menahan Kyuhyun hingga tubuh mungilnya ikut terombang – ambing kesana kemari mengikuti langkah dan gerak Kyuhyun.

“Aku merasa sedang menaiki roller couster di Disney Land,” Kyuhyun mulai meracau tidak jelas, gejala orang mabuk yang umum.

Ryeowook hanya diam, tidak ada gunanya mennjawabi orang yang sedang mabuk. Mereka tidak tahu dan tidak sadar dengan apa yang mereka katakan.

“Aku ingin makan bulgogi buatan eomma.”

“Kim seongsangnim itu cantik ya?”

“Euuung … ada berapa orang cantik di dunia ini?? Mungkin hanya eommaku, kakakku, kim seongsangnim … hei Ryeong? Apa kau mau ku masukkan dalam daftar orang cantik milikku??”

Ya Ampun .. lama – lama mendengar racauan Kyuhyun yang tidak jelas begini malah membuat Ryeowook frustasi sendiri.

“Ryeong, berapa mantan pacarmu?”

“Mwo?!” tentu saja refleks mendengar pertanyaan seperti itu Ryeowook langsung kaget bukan main.

“Dengar Ryeong! Jangan menjadi perawan tua karena selalu menolak namja – namja yang berusaha dekat denganmu,” racau Kyuhyun lagi sambil menyenderkan kepalanya ke pundak Ryeowook secara tidak sadar.

Ryeowook hanya mendengus kesal mendengarnya. “Tubuhmu hangat sekali dan baunya wangi,” Kyuhyun dengan tiba – tiba mulai mendesakkan kepalanya ke leher Ryeowook seperti anak ayam yang sedang menghangatkan diri di bawah tubuh induknya. Tentu saja reflek Ryeowook langsung menjauhkan kepalanya.

“Yak!!! Cho Kyuhyun!! Kau itu memang pembuat masalah!” Ryeowook mulai kesal sendiri, apa dia tidak tahu kalau memapahnya saja sudah susah?! Kenapa harus bersikap seperti ini?! cibir Ryeowook dengan kesal dalam hatinya.

“Kemarin Hyukjae hyung memberikan aku blue film.”

Ryeowook memutar matanya, “Dasar laki – laki!” komentarnya.

“Kecantikan seorang wanita itu dilengkapi dengan ukuran payudara yang besar ….” mendengar Kyuhyun berkata seperti itu membuat Ryeowook memukul dahinya frustasi, “Aku tak tahu kalau kau semesum ini Kyu?!”

Melihat ke depan lagi, Ryeowook baru menyadari kalau ternyata mereka berdua sudah berada di depan rumah Kyuhyun hanya dengan beberapa langkah lagi. Dengan sekuat tenaga, Ryeowook menyeret sambil memapah Kyuhyun menuju rumahnya.

“Ayolah cepat Kyu. Kita sudah hampir sampai,” ujar Ryeowook yang dibalas dengan racauan tidak jelas lagi dari Kyuhyun.

“Berapa u..kuran payudaramu ……. ?” nada Kyuhyun semakin rendah dan semakin rendah hingga akhirnya tidak terdengar di akhir kalimat.

“APA?!?!?!”

CUP

Saat Ryeowook berkata ‘apa’ sambil menolehkan kepalanya ke Kyuhyun, bibir mereka secara tidak sengaja saling bertemu tepat. Ryeowook membelalakkan matanya tak percaya. Ciuman pertamanya bersama dengan Kyuhyun?!?!?

Kyuhyun ternyata sudah tidak sadar lagi. Matanya terpejam seperti bayi mungil yang sedang tidur, dan rambutnya tertiup angin hingga bergerak pelan kesana kemari mengikuti arah angin. Dan ini seperti pemandangan yang sangat indah dan tak akan Ryeowook lupakan sampai akhir hayatnya. Bahkan saking terpesonanya, ia sampai lupa untuk melepas tautan bibir mereka berdua.

Menyadarinya, Ryeowook langsung melepas bibirnya dan segera menekan bell di samping gerbang dengan gugup. Bahkan ia menakan bell itu berkali – kali dengan tempo yang tidak teratur karena saking gugupnya.

Akhirnya beberapa detik kemudian seorang satpam keluar.

“Euuung … ano .. Kyuhyun tidak bisa bangun. Ia mabuk, kita berdua tadi membeli soju ahjussi,” jelas Ryeowook dengan meringis merasa bersalah.

“Terima kasih ya sudah mengantarnya pulang Wookie,” dengan segera satpam itu menarik Kyuhyun dan memapahnya.

“Ahjussi ..” panggil Ryeowook saat satpam itu akan masuk ke dalam bersama Kyuhyun.

“Tolong jaga rahasia ini. Jangan bilang pada siapapun, khususnya pada bibi dan paman Cho. Aku tahu mereka berdua mungkin akan marah jika tahu Kyuhyun mabuk. Jadi aku mohon bantuanmu. Aku janji ini terakhir kalinya Kyuhyun akan membeli soju bersamaku,” ujar Ryeowook.

“Iya, baiklah. Aku mengerti. Sekarang cepat pulang, ini sudah sangat malam. Orang tuamu pasti sangat mengkhawatirkanmu,” ujar satpam itu menasehati dan Ryeowook tersenyum simpul.

Flashback END

Ryeowook menggeleng – gelengkan kepalanya mencoba mengusir bayangan kenangan dua tahun yang lalu. Ia benar – benar malu jika mengingatnya. Dan jangan tanyakan padanya apakah hari itu memang hari terakhir Kyuhyun membeli soju dengannya. Karena dua minggu setelah itu, Kyuhyun mengundang Ryeowook ke rumahnya untuk meminum soju yang ia beli di kamarnya dan berakhir seperti biasanya. Mengatakan kata – kata mesum yang diakhiri dengan sebuah ciuman. Jadi jangan bertanya sudah berapa kali Kyuhyun mencium Ryeowook secara tidak sengaja saat mabuk. Oleh karena itu, setelah kejadian yang kedua itu. Ryeowook benar – benar marah pada Kyuhyun jika Kyuhyun mengajaknya minum soju, ia benar – benar kapok.

“Ah sudahlah, kau sepertinya tak akan menjawab. Lagipula itu bukan masalah yang penting,” komentar Kyuhyun yang akhirnya menyerah.

Ryeowook tersenyum simpul, kemudian meminum coklat panasnya. Ia sangat bersyukur karena Tuhan mengabulkan do’anya.

 

[Kita selalu bersama …
Kita bisa bersenang-senang tanpa melakukan apa pun.
Dan kamu menenangkanku.
Ketika aku mengeluh tanpa henti di telpon …]

 

Ryeowook dan Kyuhyun sekarang berada di atap sekolah mereka saat waktu High School dulu. Ya walaupun mereka berdua sudah lulus beberapa tahun yang lalu, namun mereka terus mengunjungi sekolahnya walaupun tidak setiap harinya. Mungkin satu bulan sekali atau dua kali hanya untuk memandang langit dari atap sekolah mereka dulu.

Mereka berdua berbaring di atap itu menatap langit sore dengan pikiran mereka masing – masing. Mereka berdua hanya diam, Ryeowook memejamkan matanya mencoba menikmati suasan sore itu ditemani angin yang bertiup dengan pelan hingga menerbangkan rambut yang tidak terikat sempurna. Dan Kyuhyun terus saja memandangi langit sambil tersenyum.

Lama mereka melakukan kegiatan itu tanpa ada perbincangan sampai langit berubah menjadi oranye, menandakan senja akan menghilang dan akan digantikan dengan langit malam yang gelap.

“Apa kau merindukan masa High School?” tanya Kyuhyun setelah keheningan yang lama. Ryeowook membuka matanya dengan cepat sambil menatap Kyuhyun yang berbaring disampingnya sekarang. Ia menatap Kyuhyun heran dan bingung.

“Ya, aku merindukannya. Wae?” Ryeowook menjawabnya dengan suara pelan, seperti suara angin sore yang berhembus pelan di telinga Kyuhyun.

“Tidak ada, aku hanya bertanya saja.”

“Oh begitu,” Ryeowook tetap berada diposisinya, menatap Kyuhyun dengan pandangan yang tak sulit diartikan.

Aku merindukan masa – masa saat masih berada di High School, dimana aku dan kau bisa terus bersama. Aku merindukan kebersamaan kita setiap saat. Semakin dewasa, kau mulai sulit untuk kutemui Kyu, entah karena kesibukanmu atau malah kesibukanku sendiri. Aku ingin kembali ke masa itu dan menghentikan waktu agar aku bisa bersamamu dan bertemu denganmu setiap saat.

“Hei, bukankah itu Song seongsangnim?” ujar Kyuhyun yang tiba – tiba saja sudah berganti posisi menjadi duduk sambil menunjuk seorang namja tua dengan menggunakan seragam dinas dan berkepala botak.

“Benarkah?” ujar Ryeowook tertarik dengan apa yang Kyuhyun tunjuk.

“Hahhaa, orang tua itu masih sama seperti dulu,” komentar Kyuhyun.

“Masih memancarkan aura mistis!” lanjut Kyuhyun dengan diakhiri gelak tawa.

“Hahaha, kau itu selalu begitu Gyu, bersikaplah sopan dengannya. Dia sebenarnya guru yang baik kau tahu,” ujar Ryeowook dengan tersenyum geli.

“Membicarakan tentang Song seongsangnim, aku jadi mengingat saat kau benar – benar panik bukan kepalang karena salah mengumpulkan buku tugas pelajaran Song seongsangnim. Apa kau masih ingat Ryeong?”

Tiba – tiba saja wajah Ryeowook memerah. Ia mengangguk mengiyakan pertanyaan Kyuhyun dengan menundukkan kepalanya. Ia tak ingin Kyuhyun melihat pipinya yang memerah.

“Kau bahkan sampai – sampai menelponku di tengah malam, kau saat itu benar – benar panik dan meracau lewat telpon hingga membuat telingaku rasanya sangat gatal. Wkkwkw. Aku bahkan tak habis pikir, hanya karena salah mengumpulkan buku tugas saja sampai sepanik itu dirimu,” ujar Kyuhyun dengan tertawa geli.

‘Kau tidak tahu yang sebenarnya terjadi Gyu, maafkan aku karena sudah berbohong padamu,’ batin Ryeowook agak sedih.

Flashback

Tet Tet Tet …

Bunyi bel sekolah tanda pulang berbunyi dengan nyaring hingga membuat semua murid yang mendengarnya memekik bahagia. Mereka segera membungkuk memberi hormat pada guru yang mengajar di kelas mereka kemudian merapikan alat – alat mereka dan mengemasnya ke tas.

“Baiklah anak – anak. Sebelum kalian pulang. Tolong kumpulkan buku tugas kalian sekarang.”

Mendengar perintah dari Song seongsangnim membuat hampir seluruh kelas memekik kaget. “Apa? Song seongsangnim. Bukannya kau bilang tidak dikumpulkan minggu kemarin?” tanya salah satu siswa.

“Nde. Memang aku berkata seperti itu minggu kemarin. Aku hanya ingin melihat – lihat saja, apakah kalian mengerjakannya atau tidak.” Ujar guru itu dengan wajah datar. Ah bisa dipastikan banyak yang belum mengerjakan. Ryeowook hanya bisa menyunggingkan senyum kelegaan karena dia sudah mengerjakannya.

“Syukurlah, aku sudah mengerjakannya.” Gumamnya dengan lega sambil meletakkan tasnya ke meja, kemudia ia teringat sesuatu. Ia langsung menolehkan kepalanya ke belakang, mencari sosok Kyuhyun yang duduk di barisan kanan belakang. “Apa Gyu sudah selesai mengerjakannya?” gumamnya lagi sambil memandang Kyuhyun yang terlihat begitu santai di bangkunya.

“Aku harap dia sudah,” gumam Ryeowook lagi sambil terus menatap Kyuhyun dengan khawatir dan mengeluarkan buku tugasnya tanpa melihat buku apa yang ia ambil.

“Apa kau sudah selesai?” tanya Leeteuk, ketua kelasnya yang bertugas untuk mengumpulkan buku tugas milik mereka.

“Oh nde,” tanpa pikir panjang Ryeowook segera menyerahkan bukunya pada Leeteuk.

Akhirnya semua buku tugas telah terkumpul dan Leeteuk segera membawanya ke ruangan Song seongsangnim untuk dikumpulkan dan semua murid pulang termasuk Kyuhyun dan Ryeowook.

“Apa kau sudah mengerjakannya Gyu?” tanya Ryeowook memecah kesunyian diantara mereka saat berjalan menuju halte bus.

“Tidak.” Kyuhyun menjawab dengan santai.

“Mwo???” gadis mungil itu hanya bisa memekik kaget dan tak habis pikir dengan jalan pikiran sahabat karibnya ini.”Bagaimana kau bisa sesantai ini? kau-kau seharusnya~” Kyuhyun tiba – tiba saja berdiri didepannya dengan tersenyum jahil. “Tidak. Tidak salah maksudku Ryeong.” Ujar Kyuhyun sambil menarik kedua pipi Ryeowook dengan gemas dan senyum jahil yang tersemat diwajahnya.

“Mwo?” ujar Ryeowook pelan.

“Dengarkan baik – baik ketika orang berbicara Ryeong, dengarkan sampai ia benar – benar selesai berbicara. Aku tadi belum selesai berbicara kau tahu,” Kyuhyun mengakhiri perkataannya dengan menjulurkan lidah yang berhasil membuat Ryeowook kesal dan sekaligus gemas dengan makhluk hidup yang ada didepannya ini.

“Kau menyebalkan,” ia meninju pelan bahu pemuda itu dan membuat sang empunya semakin tersenyum jahil.

“Jangan lakukan lagi, kau benar – benar membuatku khawatir,” ujar Ryeowook lagi dengan tersenyum.

“Biarkan aku berpikir dahulu. Sebenarnya aku menyukai bagaimana kau khawatir padaku,” sontak saja pipi Ryeowook langsung memanas dan berubah warna akibat perkataan Kyuhyun barusan. Ia langsung menolehkan wajahnya ke sisi lain agar Kyuhyun tak melihat semu merah yang ada dipipinya.

“Ayo pulang.” Ryeowook berusaha mengalihkan pembicaraan dan itu berhasil karena Kyuhyun tak berkomentar apapun dan langsung masuk ke bus.

Di sepanjang perjalanan seperti biasa Kyuhyun selalu mengajak Ryeowook berbicara, banyak topik yang Kyuhyun miliki, ia tak pernah kehabisan topik untuk tidak mengajak Ryeowook berbicara. Dan itulah yang Ryeowook suka dari Kyuhyun, dirinya yang pasif dan Kyuhyun yang aktif. Saling melengkapi dalam sebuah kata yang dinamakan persahabatan. Seandainya saja kata itu bisa diganti, Ryeowook akui ia ingin memiliki Kyuhyun lebih dari kata itu. tapi ia terlalu takut untuk mengungkapkannya, ia takut merusak kata persahabatan itu dengan perasaannya, ia takut Kyuhyun akan menjauh darinya setelah ia mengungkapkannya. Jadi lebih baik seperti ini. Menyimpan dalam – dalam tanpa semua orang tahu, hanya dia dan Tuhan saja yang tahu. Ryeowook tersenyum miris memikirkannya.

Akhirnya Ryeowook sampai kerumahnya, ia segera merebahkan tubuh mungilnya ke ranjang miliknya yang bermotif jerapah. Ia menghembuskan nafas berat sambil menatap langit – langit kamarnya.

“Perasaan ini menyiksaku,” gumam Ryeowook frustasi.

Ia menutup matanya, mencoba menghapus ingatannya hari ini tentang perasaannya pada Kyuhyun.

“Mungkin aku harus mandi sekarang.”

[SKIP]

Waktu menunjukkan pukul 11 malam dan Ryeowook masih belajar. Sesekali ia meregangkan tubuhnya atau meminum teh yang sudah mendingin itu.

“Akhirnya, selesai juga,” ujar Ryeowook dengan tersenyum lega karena sudah menyelesaikan tugasnya.

“Aku rasanya ingin menulis,”Ryeowook bergumam dengan tersenyum sambil membuka tas sekolahnya.

“Dimana aku meletakkannya?”gumam Ryeowook bingung karena buku diary-nya tidak ada di dalam tasnya. Ia akhirnya mengeluarkan semua isi tasnya satu persatu guna untuk mencari buku diary-nya. Mata caramelnya membelalak seketika saat melihat buku tugas Song seongsangnim. Ia mengigit bibirnya panik.

“Pabo!” rutuknya, bagaimana bisa ia malah mengumpulkan buku diary-nya?

“Sekarang apa yang akan aku lakukan???”

“Bagaimana jika Song seongsangnim membacanya??? Aigo .. benar – benar memalukan.”

“Lalu bagaimana tugasku? Ah, Song seongsangnim akan membunuhku!”

“Aku tidak mungkin kembali ke sekolah kan? Ini sudah sangat larut, sekolah pasti ditutup.”

“Ya Tuhan. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi?”

“Aku bingung sekali.”

Ryeowook rasanya benar – benar ingin menangis sekarang. Matanya sudah hampir berkaca – kaca. Tidak sengaja matanya menangkap ponsel miliknya yang tergeletak di ranjang. “Kyuhyun!” pekiknya.

Ia segera menyambar ponselnya dan menekan sederetan angka masih dengan kepanikan yang menghantuinya.

[Di tempat lain]

Drrrt Drrrt Drrrrt

Ponsel milik Kyuhyun terus saja bergetar dengan keras hingga membuat sang empunya terusik tidurnya.

“Siapa yang menelpon semalam ini,” suara serak khas orang bangun tidur.

Dengan mata masih terpejam Kyuhyun menjawabnya.

“Halo!” suara panik dari seberang sana terdengar.

“Ya?”

“Kyuhyun! Maafkan aku mengganggumu semalam ini. Tapi .. ini aku Ryeowook. Aku ada masalah penting!”

“Hn.”

“Gyu! Bangunlah! Aku mohon padamu,” suara Ryeowook terdengar seperti ingin menangis hinga membuat Kyuhyun langsung sadar sepenuhnya.

“Ah Ryeong, maafkan aku. Hanya saja aku masih mengantuk, mianhae ne.”

“Gwenchanayo Gyu. Tidak apa – apa,.”

“Jadi ada apa Ryeong?”

“Buku tugasku keliru!” suara Ryeong terdengar menjerit disana. Ah baiklah, Ryeong ini menurutnya terlalu panik.

“Bagaimana ini Gyu? Song seongsangnim akan membunuhku! Aku tak mungkin kembali ke sekolah dan menukarnya! Mungkin saja juga Song seongsangnim sudah menilainya! Atau mungkin saja buku tugas itu dibawa kerumahnya! Bagaimana ini???”

“Apa yang harus kulakukan? Aku pasti tidak mendapat nilai dan Song seongsangnim pasti akan menghukumku! Kau tahu kan bagaimana guru itu? Bagaimana ini?”

Sudah cukup! Telinga Kyuhyun rasanya ingin meledak mendengar semua perkataan Ryeowook yang begitu panik. Tak bisakah dia tenang?

“Aku tak tahu harus bagaimana Gyu. Apa yang harus aku lakukan?(Bla bla bla bla)”

“Ryeong tenanglah. Dengarkan aku.” Kyuhyun memotong pembicaraan Ryeowook dengan tegas namun lembut.

Seketika saja Ryeowook langsung diam membeku. Ia seperti tersihir perkataan Kyuhyun yang memabukkannya.

“Kau dengarkan baik – baik. Sekarang kau tidurlah karena ini sudah larut malam. Semuanya akan baik – baik saja. Besok pagi – pagi sekali ayo berangkat ke sekolah dan kita ke ruangan Song seongsangnim untuk mengambil bukumu itu. Mungkin saja belum dinilai. Arachi?”

“Nde,” entah kenapa mulutnya secara sendiri memutuskan mengatakan itu. Ryeowook tak tahu.

“Kalau begitu selamat malam Ryeowook, jaljayyo.”

Ryeowook entah kenapa sudut mulutnya tertarik ke atas, ia tersenyum. “Jaljayyo Gyu,” dan panggilan berakhir.

[Keesokannya]

Ryeowook menghembuskan nafas takutnya, wajahnya terlihat begitu tegang. Dari kejauhan Kyuhyun memberikan semangatnya pada Ryeowook. Gadis mungil itu menganggukan kepalanya, kemudian masuk ke dalam ruangan Song seongsangnim.

Ia bernafas lega ketika menyadari ruangan itu kosong, dengan segera tangan mungil milik Ryeowook bergerak menjelajahi tumpukan buku yang ada di atas meja Song seongsangnim. “Dimana bukuku?” gumam Ryeowook agak panik karena sudah hampir buku terakhir tapi buku diary-nya masih belum ditemukan.

“Kim Ryeowook!”

Ryeowook membulatkan matanya dan meneguk air liurnya dengan kelu. Muka ketakutan milik Ryeowook mulai nampak. Dengan agak canggung Ryeowook memutar tubuhnya dan segera membungkuk ke Song seongsangnim yang ada dibelakangnya.

“Jeongmal mianhae Song seongsangnim. Maafkan aku karena masuk ruanganmu tanpa seijinmu. Aku bisa menjelaskan~”

“Arasseo,” perkataan Song seongsangnim membuat Ryeowook kaget dan menatap gurunya itu dengan tak percaya.

“Permisi seongsangnim. Maafkan aku, tapi aku tidak mengerti maksud dari ucapanmu,” ujar Ryeowook dengan polosnya sambil mengikuti pergerakan gurunya itu yang duduk di tempat duduknya dengan tenang. Tak ada pancaran raut wajah yang marah didiri guru yang terkenal galak itu.

“Kau tidak seharusnya seceroboh itu nona Kim,” ujar Song seongsangnim dengan menunjukkan buku diary Ryeowook hingga mata gadis mungil itu membulat lucu.

“Seong-seongsangnim, a-a-apakah kau membacanya?” kepanikan tercetak jelas di raut wajah gadis mungil itu.

“Ambil ini, dan kumpulkan buku tugasmu nona Kim, lalu segera pergi dari sini,” guru itu bahkan tidak menjawab pertanyaan Ryeowook dan mengusirnya dari ruangan. Dengan terpaksa Ryeowook memberikan buku tugasnya dan mengambil buku diary-nya. “Gamsahamnida seongsangnim,” setelah mengatakan rasa terima kasihnya Ryeowook segera membalikkan badannya untuk keluar.

“Ngomong – ngomong nona Kim.” Ryeowook langsung membalikkan tubunya kembali menatap Song seongsangnim.

Song seongsangnim berdiri dari duduknya, kemudian berjalan mendekatinya. “Memendam itu tidak baik, aku rasa kau perlu mengeluarkannya, itu akan membantumu,” ujar Song seongsangnim sambil menepuk – nepuk kepalanya pelan, kemudia meninggalkannya yang masih kaget dengan apa yang dikatakan gurunya itu. tentu saja ia mengerti apa yang dimaksud oleh Song seongsangnim, ia bukan orang yang sebodoh itu.

“Bagaimana hasilnya?” tanya Kyuhyun saat Ryeowook keluar.

Ryeowook mencoba tersenyum senormal mungkin, “Aku berhasil, jeongmal gomawoyo,” ujar Ryeowook tulus.

“Hahhaha, sudah kubilang kan? Semuanya akan baik – baik saja,” tanpa ragu – ragu Kyuhyun langsung merangkulnya erat – erat dan Ryeowook hanya bisa tersenyum miris.

Flashback END

“Ya aku mengingatnya. Terima kasih lagi ya Gyu,” ujar Ryeowook dengan tulus sambil tersenyum dan Kyuhyun menganggukkan kepalanya dengan tersenyum manis padanya.

TBC

Hehehe, mian ye ane cut disini .-.v #nyengirkuda

Kalo diterusin mesti puuuuuuaaanjaaaang. Makanya aku cut disini. Ini mungkin bakalan jadi 3 chapter kalo gak ya 4. Soalnya lirik lagunya masih panjang xD plak

Tolong tinggalkan jejak kalian ya ^^

Saranghae all ❤ Chu :*

Advertisements

26 comments

  1. Gue suka kalau kyu mabuk *ikutanmesum kirain tdi oneshoot trnyata masih ada sambungannya. Sya suka saya suka *alameymey smoga nnti bakal ada moment kyuwook yg lebih sweet lagi..

  2. Gyah kyuhyun kalau mabuk ternyata gitu ya. Mesumin orang :3 hihihi
    Ooh jadi wook suka ke si kuyun toh. Kuyun gapeka banget ya jadi pengen nabok pipinya pake bibirku *plakk digamparryeowook XD
    Ah semoga si kyu cpet peka ya dan semoga next chap nya cepet apdet 😀

  3. Biasanya kyu yg pasif, dan wookie yg berisik 🙂 tp si kyu kaya biasa aja sihh ? Tp ini kan kyuwook, pasti akhirnya bahagia kan ? Next chap jgn lama2 yaa

  4. ternyata wookie suka toh sama kyu.
    sehatus nya kyu harus lebih peka dong sama perasaannya wookie.
    aduh si kyu ternyata kalo lagi mabuk mesum juga ya.
    lanjut chingu.

    1. hahahha, tumbuhan ajah peka masak si kyupil kagak peka :’v wkwkkw, mesum tingkat akut mah dia itu :p kagak inget pas kyuhyun mabuk terus masuk ke kamar wookppa terus meluk wookie xD

  5. kyu ga pekaaaaaaa….
    wookie jg hooby nya mendeeeemmmmm…..
    lanjutannya jangan kelamaan yaaaaa….
    hehehehe

    mudah2 an segera menyadari sebelum terlambat ya..

  6. wook 5uka 5m kyu tp dia takut klo kyu tau. kyu juga gak pka. tpokjidat aj dh. mudah2n mrk brdua 5dar 5m pr5aan ma5ing2 5bnrnya mrk 5ling 5uka dan 5ling mmbutuhkan 5atu 5ama lain.

  7. Halooo…dah lama banget gak liat FF nich..Senang-nya ada yang baru, tetap dilanjutkan yah..hehehe…

    Wookie sih suka sama Kyu, tapi bagaimana dengan Kyu-nya yah..huhuhu..masih abu2 nih..Semoga happy ending..:) Dan semoga Kyu minum soju lagi, supaya ada moment ehem2nya..hahahaha…

    Semangat nulisnya yah Chingu..we are waiting for you..hehehe..kiss kiss..

  8. kyaaaaaa….. kangen sama ff ini… kapan kyuwook bersatu.. harus happy ending pokoknya… awas kalo nggak… semangat saeng !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s