Firefly In The Dark 4

New-Art-Anime-Love-Girl-Boy-HD-Wallpapers

Frisca Freshtie Present …

 

~ Firefly In The Dark ~

.

Pengumuman!

Cerita ini adalah buatan saya sendiri. Dan cerita ini sangat abal seperti orang yang menulisnya. Oleh karena itu, jika terdapat typo, alur berantakan, cerita yang amburadul, dan lain – lain tolong dimaafkan ne. Frisca manusia biasa, enggak luput dari yang namanya salah. Mohon bantuannya ne chingu-deul. ^^

.

.

.

Pairing : KyuWook/Slight HyoKris, KyuMin

Rate : K+

Genre : Hurts/Comfort, Angst, Romance, Genderswitch, Abal, Gaje, Failed

Author : Frisca Freshtie

Cast : Cho Kyuhyun (Namja) >< Kim Ryeowook (Yeoja) >< Kim Hyoyeon (Yeoja) >< Kris Wu (Namja) >< Lee Sungmin (Yeoja)

(Cast yang lain cari sendiri ya :p)

.

.

.

Summary :

Ryeowook “Aku sudah menjadi bagian dari kegelapan dan aku tak akan bisa keluar dari kegelapan.”

Kyuhyun “Biarkan aku menjadi kunang – kunangmu. Akan kuterangi kau dengan cahaya dariku walaupun sedikit, akan ku tunjukkan jalan untuk keluar dari kegelapan. Percaya padaku.”

~ Firefly In The Dark ~

.

.

.

Apa yang ingin kau perbuat saat cinta datang kepadamu?

Meninggalkannya?

Meyambutnya penuh dengan suka cita?

Atau malah membunuhnya?

Bagaimana dengan cintaku? Apa kau mau menerimanya tanpa mempersoalkan bagaimana diriku dan masa laluku?

Cinta menurutku hanya bualan belaka.

Cinta itu dongeng!

.

.

.

(Previous Chapter)

“Kau tampak cantik saat kau tersenyum lepas.” Ujar Kyuhyun dengan tersenyum tulus. Mendengar penuturan Kyuhyun barusan dan melihat senyum tulus Kyuhyun, entah kenapa membuat Ryeowook membatu, darahnya berdesir, dan entah kenapa Ryeowook merasa sangat tersentuh dan senang.

Ia memang sudah banyak mendapat perkataan seperti itu, apalagi saat ia sedang melayani namja – namja berhidung belang yang menggodanya. Perkataan – perkataan itu tak pernah sekalipun masuk ke hati Ryeowook. Namun kali ini berbeda, walaupun perkataan itu sama, namun penyampaian yang diberikan Kyuhyun padanya sangat berbeda. Kalimat itu terdengar begitu tulus dan lepas.

‘Apa ini? Dia pria yang seperti apa?’ batin Ryeowook tercengang.

“Yaaaaak!!! Siapa kau berani – beraninya ke rumahku huh???” baiklah, baru sedetik berpikiran seperti itu Ryeowook dan Kyuhyun harus dikagetkan dengan kedatangan Hyoyeon yang langsung menggebrak pintu rumah dan berjalan dengan emosi ke arah mereka. Ya walaupun kekagetan Ryeowook tidak begitu terlihat karena Ryeowook sangat mudah mengendalikan emosinya.

“Nugu?” tanya Kyuhyun bingung pada Ryeowook, lalu berniat membalikkan badannya. Namun, belum sepenuhnya ia membalikkan badannya, Hyoyeon dengan cepat langsung menyeretnya keluar.

“Apa yang kau pikirkan dengan mencoba bercinta di rumahku dengan kakakku?!?!? Ini bukan hotel atau motel yang bisa kau sewa dengan semua uangmu yang aku yakini sangat banyak! Menjauhlah dari rumahku orang bejat! Carilah kesenanganmu di tempat lain! Jangan di rumahku! Dan jauhi kakakku! Apa kau mengerti itu?!” Hyoyeon dengan sekali sentakan langsung mendorong Kyuhyun keluar rumah hingga hampir terjatuh jika Kyuhyun tidak berpegangan pada tiang.

“Hah? Mwo?” Kyuhyun menatap bingung pada Hyoyeon yang seperti kesetanan.

“Mwo?!?!? Apa kau tidak terima aku perlakukan seperti ini tuan bejat??? Baiklah kalau begitu.” Hyoyeon dengan tersenyum rendah langsung menampar Kyuhyun keras – keras, kemudian menendang selangkangannya dengan sekali sentakan hingga Kyuhyun meringis kesakitan.

Hyoyeon tersenyum menang melihat Kyuhyun kesakitan. “Dengar tuan bejat! Ini rumahku dan kau hanya berstatus sebagai tamu gelap yang tak diundang disini. Oleh karena itu aku bisa melakukan apa saja semauku. Dan tolong berpikirlah ke depan. Bagaimana perasaan istrimu jika mengetahui kau bermain di belakangnya?? Jadi aku ingatkan kau agar segera menjauhi kakakku! Karena jika kau sekali lagi kau bersama kakakku, aku tidak segan – segan untuk mematahkan milikmu itu sampai kau tak punya itu lagi!”

“Go to the hell!”

Baiklah, itu kata – kata terakhir yang bisa didengar Kyuhyun karena setelah itu Hyoyeon menutup pintu keras – keras.

Dengan wajah bersungut – sungut Hyoyeon menghampiri Ryeowook yang diam dengan tenang sambil meminum teh yang dibuatnya tadi. “Apa kau ingin minum teh?” tanya Ryeowook dengan tenang sambil menyodorkan secangkir teh yang ada di nampan.

Adiknya melotot emosi. Bagaimana bisa kakaknya ini menawarinya teh saat ia sedang emosi begini.

“Yaaak!!! Eonnie!” teriak Hyoyeon kesal bukan main.

“Ya?” jawab Ryeowook tenang masih dengan meminum tehnya.

“Sudah berapa kali aku melarang eonnie agar tidak membawa namja bejat ke rumah kita?!?!? Kenapa eonnie tidak mengerti juga?? Apa yang ia lakukan disini?? Itu benar – benar menggangguku. Apa kau tidak mengerti juga eonnie?!”

Ryeowook meletakkan cangkirnya melihat adiknya yang marah meluap – luap seperti itu didepannya, pemandangan ini sudah menjadi tontonan biasa baginya setelah adiknya mengetahui pekerjaannya sebenarnya. Dan ia mengerti itu, tentu saja sangat mengerti malahan. Adiknya ini sangat menyayanginya.

Ryeowook tersenyum tipis kepada adiknya, kemudian berjalan dan menepuk bahu adiknya pelan.

“Maaf, dia bukan namja bejat sayangnya. Aku sarankan agar kau minta maaf Hyo, kau salah orang,” ucapnya kemudian berlalu pergi ke dapur.

“Apa?!”

Dengan raut wajah bingung dan shock, Hyoyeon memandang punggung kakaknya yang semakin menjauh. Biasanya kakaknya itu hanya akan diam, dan tak akan melakukan pembelaan sedikitpun. Dan kali ini ia bilang bahwa namja tadi bukan namja bejat? Hell no!

“Tidak bisa dipercaya.” Gumamnya shock. Apakah ia memang salah dalam mengusir namja tadi? Apa ia benar – benar namja baik – baik? Tidak mungkin! Semua namja yang datang ke rumah ini bersama kakaknya dan larut malam seperti ini bukanlah namja baik – baik. Ia sangat yakin, beribu – ribu persen yakin. Jadi dia tak akan minta maaf, tidak mau dan tidak akan pernah melakukannya.

~ Firefly In The Dark ~

Dengan susah payah Kyuhyun akhirnya dapat masuk ke dalam mobilnya.

“Aaaah ..” ia mendesah lega saat bisa duduk di bangku setir mobil.

Ia tertawa geli mengingat kejadian tadi. “Apa yang kupikirkan? Adiknya begitu bersemangat mengusirku. Dia bilang apa tadi? Istri? Namja bejat? Go to the hell?” lagi – lagi Kyuhyun tertawa geli.

“Aku bahkan tak habis pikir mengingatnya.”

“Setidaknya aku sekarang tahu rumahnya dan aku tahu kalau dia aman dirumahnya,” Kyuhyun tersenyum sambil memandang rumah sederhana itu.

“Dengan begini aku lebih mudah menemuimu, mungkin lain waktu kita bisa pergi piknik bersama, pergi menonton ke bioskop atau pergi ke Lotte Word di akhir pekan sambil bergandengan tangan.” Kyuhyun mendengus geli mendengar perkataannya, bagaimana bisa ia berpikiran seperti itu padahal mereka belum lama bertemu, mengenal satu sama lain, bahkan Kyuhyun tak yakin apa Ryeowook mengingat namanya.

“Ah kau benar – benar membuatku gila Kim Ryeowook,” tanpa basa – basi Kyuhyun menghidupkan mesin mobilnya lalu melajukannya pergi dari sana.

.

.

.

Hari ini, kemarin dan besok aku hidup untuk bermimpi.

Karena hidup adalah mimpi.

Tapi aku terbangun dan menatap dunia.

Hidup bukanlah mimpi.

Hidup itu perjuangan, setiap jengkal langkahku adalah perjuangan.

.

.

.

Ryeowook membasuh mukanya dengan air, kemudian mengeringkannya dengan handuk di sebelah wastafel. Ia baru bangun tidur, mata yang masih sayu dan agak bengkak masih terlihat dengan jelas walaupun sudah ia basuh dengan air. Ia menatap pantulan wajahnya di kaca.

Ia bertanya – tanya sekarang apa yang akan ia lakukan?

Ia melirik jam dinding yang bertengger manis di tembok. Waktu menunjukkan pukul 10 pagi. Pantas saja Hyoyeon sudah tidak ada di rumah. Adiknya itu pasti sudah berangkat kuliah.

Apakah adiknya sudah makan?

Di almari pendingin ada beberapa roti tawar dan juga buah, mungkin saja gadis muda itu menjadikannya sarapan. Ia harap begitu.

Ia menghembuskan nafasnya, kemudian kembali menatap wajahnya.

“Apa yang harus kulakukan sekarang?” ia memejamkan matanya sambil mendongakkan kepalanya ke atas, bertanya – tanya dengan nada pertanyaan frustasi.

“Aku pengangguran sekarang.”

“Menyedihkan sekali.” imbuhnya lagi dengan mendecih tak habis pikir.

Ia kembali menatap pantulan wajahnya dengan tersenyum geli bercampur tak percaya. “Dia benar – benar orang yang paling bodoh yang pernah kutemui.”

“Membeliku dengan uang sebanyak itu dan tidak melakukan apapun denganku. Bagus sekali. Laki – laki yang sangat baik dan sangat bodoh tentunya.”

“Aku miliknya sekarang dan aku dilepas begitu saja. Hah terima kasih. Aku kehilangan pekerjaanku dengan sekejap mata. Mengagumkan!”

Ryeowook tertawa, tapi kemudian tawanya berubah menjadi tawa sendu.

“Kim Ryeowook, kau akan memulai hidup di lingkungan yang sebenarnya.”

Ia mengacak – acak rambutnya frustasi setelah mengatakan kalimat itu. Kemudian menghembuskan nafas dari mulutnya, seperti membuang segala kepenatannya dari dalam tubuhnya.

“Mungkin aku akan mencari pekerjaan pertama – tama.”

.

.

.

Ada satu kata yang tidak bisa aku ucapkan namun bisa kuingat – ingat selama hidupku.

Dirimu.

Kebahagiaan dan kesedihanku.

Racun dan obat bagiku.

Surga dan neraka untukku.

Aku mencintaimu.

.

.

.

Kyuhyun menatap berkas yang ada ditangannya dengan tatapan jengah, bingung, serius. Ah entahlah, hari ini ia tak begitu fokus. Pikirannya melayang – layang pada wanita yang ia temui tadi malam, sebut saja Ryeowook. Tapi walaupun seperti itu jangan ragukan Kyuhyun tentang keprofesionalannya dalam bekerja. Ia tetap mengerjakan pekerjaannya dengan baik, hanya saja setiap ia tak memikirkan pekerjaannya ia selalu mengingat wanita mungil bermata caramel itu.

Kyuhyun sepertinya harus berhati – hati sekarang. Ia tak tahu kalau penyakit jatuh cinta itu begitu mengerikan. Sekarang dirinya malah tersenyum sendiri mengingat kejadian tadi malam. Ia masih tak menyangka.

“Kim Ryeowook.” gumamnya dengan tersenyum dan menutup wajahnya dengan berkas yang ia pegang tadi.

“Kim Ryeowook. Kim Ryeowook. Kim Ryeowook.” ia bergumam lagi dengan tempo lambat. Seperti meresapi nama yang ia sebutkan.

Tok Tok Tok

Sebuah ketukan pelan membuatnya menatap pintu ruangannya yang tertutup dengan pandangan heran. Siapa yang akan menemuinya? Ia kira sekarang jadwalnya untuk bertemu klien kosong, kliennya masih sekitar dua jam lagi menemuinya. Dan sekarang juga tidak ada rapat antar kepala divisi.

“Masuk.”

Setelah ia mengijinkan masuk, seorang laki – laki paruh baya berpakaian rapi dengan jasnya masuk keruangannya. Laki – laki itu membungkuk sebentar saat dirinya sudah berada dekat dengan posisi Kyuhyun.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun ingin tahu.

“Sebelumnya saya minta maaf karena sudah mengganggu waktu tuan muda. Tapi presdir memanggil tuan muda agar sekarang bisa keruangannya.”

“Untuk apa?” dahi Kyuhyun berkedut mengatakannya.

“Dengan berat hati saya mengatakan bahwa saya tidak tahu tuan muda. Presdir tak mengatakan apapun. Maaf.”

“Apakah sangat penting?”

“Presdir mengatakan begitu tuan muda. Mungkin ini sangat penting.”

Kyuhyun berdiri dari posisi duduknya, kemudian mengangguk – anggukan kepalanya mengerti. “Baiklah kalau begitu.”

“Aku harap dia tak berniat menjodohkanku.”

~ Firefly In The Dark ~

Sepanjang perjalanan menuju ruangan ayahnya, Kyuhyun selalu bersikap ramah kepada pegawainya. Memberikan seulas senyum kepada semua pegawai yang membungkuk padanya. Semua orang tahu bagaimana ramahnya anak dari pemilik perusahaan tempat mereka bekerja. Semuanya menyukainya, tidak hanya para wanita saja, tapi laki – laki juga. Kyuhyun tak pernah membeda – bedakan pangkat sekalipun orang itu hanya berstatus sebagai tukang bersih – bersih di perusahaan. Inilah yang membuat nilai plus bagi Kyuhyun, selain tampan, kaya, dan berkarisma ia juga sangat ramah dan baik. Nilai sempurna bagi Kyuhyun dari semua orang.

Akhirnya dirinya sampai juga di depan ruangan ayahnya.

“Katakan pada presdir kalau tuan muda sudah sampai.” ujar laki – laki paruh baya yang tadi bersama dengan Kyuhyun pada sekretaris presdir.

Wanita yang menjabat sebagai sekretaris presdir itu menganggukan kepalanya sambil tersenyum kemudian memencet beberapa angka di telepon. “Presdir Cho, tuan muda sudah tiba”

“Biarkan dia masuk.” Kyuhyun bisa mendengar suara ayahnya dari sambungan telepon yang di loudspeaker oleh sekretaris Lee.

Pintu ruangan ayahnya terbuka, dengan biasa ia langsung masuk ke dalam ditemani laki – laki paruh bayayang diketahui bernama Park Jyonghun atau sering dipanggil dengan paman Park oleh Kyuhyun. Setelah mereka berdua masuk, pintu ruangan kembali ditutup oleh dua penjaga yang bertugas. Katakan saja ayahnya ini berlebihan, selalu menugaskan bodyguard untuk menjaganya. Tapi Kyuhyun tentu saja tak heran, ia sudah berkecimpung ke dunia bisnis sudah dari kecil. Ayahnya adalah salah satu pemilik perusahaan terbesar di korea. Nyawanya tentu saja bisa terancam oleh pihak – pihak tertentu yang ingin bersaing atau berusaha menjatuhkan perusahaan ayahnya.

Ia membungkuk kepada ayahnya sebagai tanda kesopanan dan keformalan.

“Tuan muda sudah disini presdir.”

Tuan Cho menganggukan kepalanya. “Tinggalkan kami berdua manajer Park.” perintah tuan Cho setelah beberapa lama diam. Manajer Park menganggukan kepalanya kemudian membungkukkan tubuhnya dan keluar dari ruangan.

Setelah kepergian manajer Park, hanya kesunyian yang Kyuhyun dapat. Ia masih berdiri, ia menunggu ayahnya ini mempersilahkannya untuk duduk. Tapi laki – laki yang sudah separuh abad itu hanya diam, mendiamkannya beberapa lama.

Ayahnya menggabungkan kedua genggaman tangannya di meja dan menatapnya serius. “Kau tahu apa yang kau perbuat?” suara dalam milik ayahnya entah kenapa membuatnya berpikiran sesuatu yang buruk akan terjadi. Kali ini apa kesalahannya?

“Maafkan aku ayah. Tapi aku tak tahu arah pembicaraan yang kau maksudkan.” Kyuhyun menjawab yang sejujurnya.

“Katakan padaku” ayahnya memberi jeda sebentar, “siapa gadis yang kau beli itu?”

Kyuhyun membelalakkan matanya, mulutnya mengucapkan nama Ryeowook dengan pelan. Ini situasi yang sulit baginya. Ayahnya tak akan mengampuninya dengan mudah. Ayahnya orang yang keras dan semua keinginannya harus terpenuhi. Ia tak yakin dengan apa yang akan terjadi dengan dirinya setelah ini. Tapi ia sudah memutuskan dan keputusannya ini sudah bulat.

Ia meneguk ludahnya dengan susah payah, walaupun ia berusaha menutupinya dengan mencoba tenang setenang mungkin. Ayahnya menatapnya dengan tatapan yang dingin namun tajam, setajam elang saat menemukan mangsanya. Itu tatapan tanpa ampun.

“Kau tahu, kau bisa menghancurkan saham perusahaan jika pers mengetahuinya.”

Tak bisa dipungkiri Kyuhyun mempunyai perasaan sedikit takut walaupun ia sudah memutuskan yang terbaik untuk dirinya menurutnya. Ia mengambil nafas secara perlahan namun pasti, mencoba menenangkan dan meyakinkan dirinya bisa.

“Maafkan aku ayah.” Kyuhyun dengan sangat menyesal mengatakannya.

“Kau bisa memilih sekarang.” ayahnya lagi – lagi memberikan jeda perkataannya. “Masa depanmu atau gadis itu.” tuan Cho mengangkat kedua tangannya seperti menyerahkan pilihan itu begitu saja pada anaknya.

“Ayah.”

“Aku minta maaf.”

Kyuhyun menatap ayahnya. “Tak apa. Katakan saja.” walaupun ayahnya mengatakan seolah – olah dia tak akan marah dengan jawaban yang akan dikatakannya padanya, tapi Kyuhyun tahu itu hanyalah topeng saja. Ayahnya tak akan memberikan ampun. Segala cara pasti akan dilakukan laki – laki separuh abad itu.

“Aku memilihnya, aku memilih dia.”

Tuan Cho hanya bisa berkspressi seolah – olah dirinya mengerti melihat anaknya ini menjawab dengan tegas. Ia tak mengira anaknya ini malah lebih memilih gadis yang menurutnya jalang itu. Siapa sangka?

“Begitu ya?”

“Kalau begitu pergilah. Temui dia.” ayahnya tersenyum mengatakannya.

“Sekali lagi aku minta maaf ayah.” Kyuhyun membungkukkan tubuhnya, kemudian membalikkan tubuhnya untuk segera pergi dari sana.

“Satu langkah lagi, kau akan kucoret dari daftar pewarisku Cho Kyuhyun.”

Ia menghentikan langkahnya. Lihat? Ayahnya tak akan semudah itu melepaskannya. Ia tersenyum, ia mengerti. Ini tentu saja akan terjadi.

“Aku mengerti. Tapi ayah,” Kyuhyun menggantung kalimatnya, ia menatap lurus ke depan. “harta bukan segalanya bagiku.” ucapnya dengan tenang kemudian melanjutkan langkahnya.

Ayahnya dari belakang memberikan tanda pada bodyguard yang berjaga agar menghadangnya. Ia tahu itu. Dibesarkan oleh ayahnya membuatnya ia tahu bagaimana sifat dan pola pikir laki – laki separuh abad itu. Sebelum bodyguard itu menghadangnya, ia segera berlari dan melawan para bodyguard itu dengan mudah karena ia sudah di didik untuk bertarung dengan cerdas, bukan hanya dengan kekuatan saja. Ia dengan mudah melewati para bodyguard itu walaupun mukanya sedikit lebam karena terkena tinjuan dari salah satu bodyguard. Ia berlari keluar dari gedung perusahaan miliknya, mengabaikan tatapan bingung dari para pegawai.

‘Ryeowook, aku akan datang.’ batin Kyuhyun khawatir dan panik.

Setelah perbuatannya ini pasti ayahnya sangat marah besar. Mungkin sekarang ayahnya sudah menghubungi suruhannya agar mencari Ryeowook dan dirinya. Tapi ia tak akan membiarkannya itu terjadi. Ia tak ingin menyerah dengan cintanya. Selama hidupnya ia tak pernah merasakan perasaan serumit dan seindah ini. Ia tak ingin melepaskan Ryeowook. Tak ingin dan tak akan!

Ia segera mengendarai mobilnya dan menyetir menuju rumah wanita mungil itu. Ia harap ia belum terlambat, ia harap dirinya yang menemukan Ryeowook dahulu sebelum suruhan ayahnya yang menemukan wanita itu.

.

.

.

Ingin sekali membawamu ke tempat dimana hanya ada kita berdua.

Tempat dimana berpondasi cinta, bertembok kepercayaan dan ketulusan, dan beratapkan kebahagiaan dan kasih sayang.

Adakah tempat seperti itu?

Ya, saat bersamamu. Aku merasakan tempat itu disekelilingku.

.

.

.

Ryeowook menarik nafasnya dalam, berharap peruntungannya hari ini sedang baik.

“Maaf nona, tapi kami kebetulan belum membutuhkan karyawan. Mungkin lain kali.”

Ia hanya bisa memaksakan senyumannya, kemudian berdiri dan membungkuk kemudian pergi keluar dari ruangan.

Ia menghembuskan nafasnya lelah. Ia harus menelan kekecewaan lagi. Sudah beberapa perusahaan, dan bahkan toko – toko sudah ia datangi tapi ia masih belum juga diterima. Dengan ijazah lulusan sekolah menengah keatas. Apa yang ia harapkan? Dulu ia lebih memilih bekerja sebagai kupu – kupu malam setelah lulus sekolah karena dirinya tentu saja tak sanggup membayar kuliahnya nanti, apalagi adiknya masih bersekolah. Adiknya lebih penting daripada dirinya.

“Sial!” umpatnya dengan kesal.

Ryeowook lagi – lagi menghela nafas. Dirinya sudah lelah, setengah hari berjalan kesana kemari mencari tempat bekerja dan belum satupun ia diterima. Haruskah ia melanjutkannya lagi? Ia benar – benar sudah lelah sekarang. Ia ingin membaringkan tubuhnya di ranjang empuk miliknya, atau kalau tidak duduk di depan televisi dengan secangkir teh hangat kedengarannya begitu menggiurkan. Tapi ia harus berpikir kedepan? Siapa yang akan membayar tagihan listrik dan air? Siapa yang akan membeli sayur, buah, roti, dan makanan yang lain? Siapa? Hyoyeon, adiknya? Hell no! Ia akan membunuh dirinya sendiri jika itu memang terjadi. Dia akan menjadi kakak paling tidak bertanggungjawab. Bergantung pada adiknya adalah mimpi paling buruk. Ia tentu saja tak akan mewujudkan mimpi buruk itu. Ia seorang kakak, kedua orang tuanya menyerahkan tanggungjawab mereka dipundaknya karena mereka berdua telah meninggal. Apapun yang terjadi Hyoyeon sekarang adalah tanggungannya, sampai nanti adik kecilnya itu sudah menikah, ia baru melepaskan tanggungjawab itu karena tanggungjawabnya itu akan ia berikan pada suaminya kelak. Dan Ryeowook yakin itu masih lama. Jadi tidak ada waktu untuk mengeluh dan berputus asa. Lanjutkan hidup dan lanjutkan usaha. Pasti ada pekerjaan yang bisa menampungnya dan bisa mencukupi kebutuhannya berdua.

Ia mendongakkan kepalanya sembari menghembuskan nafas dari mulutnya, ia memejamkan matanya sebentar. “Tuhan tolong aku, ku mohon.”

~ Firefly In The Dark ~

Kyuhyun mengendarai mobilnya dengan kalap, ia membanting setir ke kanan ke kiri membalap mobil yang sekiranya menghalangi jalannya menuju rumah Ryeowook. Dirinya benar – benar dikuasai perasaan tak tenang, khawatir, takut dan bahkan juga panik, ia hanya memikirkan keselamatan wanita mungil bermata caramel itu. Seperti wanita itu adalah dirinya yang lain. Jika wanita itu terluka ia juga ikut terluka dan jika wanita itu mati maka ia juga akan mati.

Peluh membasahi dahinya, ia tak pernah sepanik dan sekhawatir ini. Tinggal satu belokan lagi dan ia sampai ke rumah Ryeowook. Ia sangat berharap wanita itu sedang berdiam diri di rumah, jadi ia akan dengan mudah membawanya pergi. Kalau perlu adiknya juga berada dirumah, jadi Kyuhyun tak perlu repot – repot meminta orang atau menyewa seseorang agar mengamankan adik kesayangan wanita yang ia sukai itu. Ia tahu ayahnya pasti tidak akan hanya mengincar Ryeowook saja, jika ayahnya tahu kalau Ryeowook mempunyai adik bisa dipastikan ayahnya bisa saja menculik adiknya itu dan menyanderanya agar Ryeowook bisa diserahkan kepadanya. Licik memang, dan itulah ayahnya.

“Aku harap aku dan adikmu ada di rumah sekarang.” Kyuhyun menghentikan mobilnya dan segera keluar, kemudian berlari ke pintu tanpa mematikan mesin mobilnya.

Ia memencet bel dengan tidak sabarannya. Ia memencetnya berkali – kali tapi tidak ada orang yang membukanya. Ia mencoba mengintip dari jendela, sepertinya tidak ada orang di rumah. Tak ada tanda – tanda kehidupan di dalam sana. Dengan gerakan cepat, ia mengeluarkan ponselnya. Namun sedetik kemudian ia menepuk jidatnya menyadari sesuatu.

“Sial! Aku lupa kalau aku tak mempunyai nomor ponselnya!”

“Sial!”

“Sial!”

“Sial!” umpat Kyuhyun dengan meninju angin dengan kesal.

“Dimana aku harus mencarinya? Aku bahkan tak punya gambaran sama sekali dia pergi kemana!” ia menjambak rambutnya frustasi. Ia benar – benar merutuki kebodohannya karena tidak meminta nomor ponsel Ryeowook sekarang.

Ia longgarkan dasinya, dan ia buka jas yang masih bertengger rapi ditubuhnya. Ia benar – benar gerah. Dan ia juga lelah. Sekarang ia harus mencari Ryeowook sampai ketemu. Entah ada dimana wanita itu tapi yang penting dia harus mencarinya sekarang. Ia yakin semua usaha pasti akan membuahkan hasil. Tanpa membuang waktu, Kyuhyun langsung masuk ke dalam mobil kembali dan mengendarainya menuju tempat keramaian kota. Itulah yang dipikirkan Kyuhyun, wanita itu tak mungkin berada di klub lagi karena tentu saja ia sudah membeli Ryeowook, jadi tak ada alasan untuk Ryeowook kembali kesana karena sekarang Ryeowook adalah miliknya. Jadi menurutnya, wanita mungil itu mungkin pergi ke pasar atau supermarket untuk berbelanja. Atau kalau tidak ia menduga – duga mungkin wanita itu sedang mencari pekerjaan. Kedengarannya begitu gila mencari satu orang diantara ratusan atau ribuan orang di pusat kota. Tapi persetan dengan itu semua, walaupun persentase peluangnya sangat sedikit bahkan hampir nol ia tak memikirkannya. Ia pasti menemukan Ryeowook. Itu pasti!

Sepanjang perjalanan Kyuhyun terus mengamati kiri kanannya. Mungkin saja Ryeowook berada disana, tak ada salahnya kan mencoba. Ia terus mengendarai mobilnya, berharap wanita yang ia cari – cari akan terlihat dalam pandangannya.

Namun entahlah, dewi fortuna apakah berada dipihaknya atau di pihak ayahnya. Sudah dua jam lebih ia mencari dan ia belum juga menemukan Ryeowook sampai sekarang. Ia hampir putus asa sekarang. Seperti tak ada kesempatan lagi cintanya bisa dipertahankan. Haruskah ia menyerah dan merelakan semua? Tidak! Jawabannya tidak! Kata – kata tidak akan menyerah sudah ia patri dalam jiwanya. Ia tidak akan menyerah semudah itu. Selama ia masih bisa bernafas, ia tak akan menyerah.

Mata milik Kyuhyun berbinar. Senyum tersungging diwajahnya yang kusut. Ia menemukannya. Ia melihatnya. Dia disana. Ryeowook. Iya, wanita mungil itu tengah duduk di halte dengan merenggangkan kedua kakinya. Wanita itu terlihat kelelahan.

Tanpa pikir panjang Kyuhyun langsung menghentikan mobilnya di depan Ryeowook tepat.

“Nona Kim!” ia keluar dari mobil dan berjalan mendekati wanita mungil itu yang menatapnya dengan dahi berkedut.

“Kau?” dengan nada santai wanita mungil itu mengatakannya.

“Ikutlah denganku sekarang nona.” Kyuhyun berniat memerintah, tapi malah terdengar seperti bujukan membuat Ryeowook menaikkan alisnya sebelah.

“Ada urusan apa?” tanyanya dengan cuek.

“Aku mohon kau masuk sekarang.” pinta Kyuhyun dengan sabar.

Ryeowook diam. Apa ia harus mengikuti permintaan orang bodoh ini?

Baiklah. Tak ada waktu lebih lama lagi. Ia membuang waktu – waktu saja jika hanya meminta.

“Berhentilah bersikap seolah – olah kau tak memerlukan orang lain. Setidaknya dengarkan perkataanku kali ini karena ini menyangkut nyawamu nona Kim!” ujar Kyuhyun dengan tegas, serius dan juga penuh dengan penekanan.

Ryeowook diam terpaku. Apakah pemuda ini serius dengan ucapannya?

Ia berdiri dan berjalan masuk ke dalam mobil membuat Kyuhyun bernafas lega. Mereka sudah masuk ke dalam mobil yang mesinnya masih hidup, tanpa membuang waktu Kyuhyun langsung melajukan mobilnya, mencari tempat yang aman untuk mereka berdua. Tapi sebelum itu sepertinya ia harus menjelaskan terlebih dahulu dan ia juga harus bertanya dimana adik Ryeowook sekarang.

“Bisa kau jelaskan?” tanya Ryeowook dengan nada dingin seperti biasa.

“Iya, akan kujelaskan nanti. Dimana adikmu sekarang?” nada suara Kyuhyun terdengar begitu khawatir, Ryeowook sadar ini bukan main – main. Nyawanya mungkin saja memang terancam. Dan nyawa adiknya juga ikut terancam.

“Universitas Kyunghee. Aku akan menelponnya.” mendengar jawaban Ryeowook membuat Kyuhyun langsung menambah kecepatan dan segera menuju universitas secepatnya.

Ryeowook mengambil ponselnya kemudian memencet sederetan angka dan menaruhnya ditelinganya.

“Sial!” umpat Ryeowook karena sudah berkali – kali ia menelpon tapi adiknya itu tidak menjawabnya.

“Apa yang terjadi?” dirinya sudah tidak bisa mengontrol dirinya agar tenang, ini menyangkut nyawa adiknya juga, bukan dia seorang. Jika terjadi sesuatu dengan adiknya ia adalah orang paling bersalah disini. Ia menuntut jawaban dari laki – laki yang semobil dengannya ini.

“Ada apa dengan ini semua?!”

“Ayahku mengetahui kalau aku membelimu. Ia tak menyukainya. Ia menyuruhku untuk memilih kau dan masa depanku~”

“Biar kutebak. Kau memilihku?” potong Ryeowook dengan ekpressi tak habis pikir.

Kyuhyun menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan Ryeowook masih dengan fokus menyetir dan membalap sana sini.

“Oh bagus sekali. Dan biar kulanjutkan lagi. Dan apakah sekarang suruhan ayahmu tengah mencariku dan segala macam informasi tentang diriku, termasuk keluargaku, adikku?!” ini lebih tepatnya bukan disebut pertanyaan tetapi pernyataan.

“Ah terima kasih sekali. Mengagumkan!” Ryeowook mengembangkan senyum tak habis pikirnya, bagaimana pria bodoh ini malah lebih memilihnya daripada masa depannya?? Benar – benar bodoh, pikirnya.

“Kau harus cepat kesana! Jika terjadi sesuatu dengan adikku kau adalah orang pertama yang kusalahkan tuan Cho Kyuhyun yang terhormat!”

~ TBC ~

Hai chingu-deul ^^

Merindukan saya #kedipkedipgenit

Hahhaha, ini buat vanya yang ngebet banget sama ini ep-ep :* come back to kyuwook ff saeng 😀

Eh ngomong – ngomong orang – orang yang suka mangkal di blog ini tambah dikit ya >.< kalian pasti lelah nunggu aku update. Maap ya. Ternyata kuliah gak sesantai yang aku bayangkan xD plak

Ini mumpung liburan semester. Ane pengen nerusin ep-ep yang terbengkalai :v

Saranghae :* chu

Advertisements

28 comments

  1. waaaaahhhh….
    dah lama ya rasanya…
    akhirnya lanjut.
    hihihi…

    kyu nekat lbh memilih wookie dr pd masa depannya.
    ayo wookie mulai kehidupan yg baru bersama kyu.
    ga niat pindah ke wattpad?
    hehehe

  2. Yaampun nama gue terpampang diff ini:’) makasih ya fansku:* oiya ayahnya kyuhyun marganya Oh lah si kyuhyun cho? Bukan anak kandung? Ih pokoknya kyuwook + hyo harus selamattt! Cepet lanjut cepet lanjut!!!!

  3. Aku nggu ini ff sampe lumutan loh XD lol
    Haduh aku kira bakal adem ayem aja ntar kyuwook, eh ternyata ayahnya si kuyun jahat bngt ya.
    Pokonya kyuwookhyo harus selamaat ya. Baru juga mau mulai khidupan baru masa udh dirusak lagi sma ayahnya si kuyun yg licik itu. Kan kasian si ryeonggu nya :3
    Okeee lanjut ya fris, aku tnggu 😉

  4. keren;;;;semoga hyo gak papa;;pengen liat usaha kyu pertahanin cinta ke wook dari ancaman ortu kyu
    pengen liat jga klok wookie dah mulai ska ma kyu gimana yaaa

  5. Hrus baca chap sbelum’y krna sdikit lupa… Waaa kyu lbih milih wook dri pd msa dpn’y So sweet… Eh ko marga’y bda Oh sma cho.. Ap kyu ank angkat..
    Mga kyuwook sama hyo kgak apa”.. jngan lma” update’y….. Fighting✊✊✊✊

  6. akhirnya ni ff di lanjut juga.
    part ini cukup memuaskan setelah sekian lama di tunggu parr ini bener” wow banget.
    eonn ngga nyangka kyu langsung milih wook dan ninggalin keluarganya.dan juga kyu kayanya udah cinta mati sama wook walaupun wook kayanya masih belom ada rasa sama kyu.

  7. Ah.. friscaaaaa… aku nungguin trus betapa ff ini udah berabad abad .. mian hyerin muncul nya kelamaan .. ah ff nya kurang panjang #pllak .. ch dpn panjangin lagi ya
    Ya ampun sikyuppil beneran milih wook? Dia udh bener bener suka sama wook?? Smoga wook juga
    Trus hyerin ktawa pas liat hyorin ngusir kyuppil haha kasihan dikatain pria bejat XD
    Lanjut yaaa

  8. anyeong ^^ aku readers baru di sini … lagi searc ff kyuwook dan aku nemu ni epep dari judulnya udah langsung suka dan nggak nyesel bacanya .. ceritanya DAEBAKKK banget aku suka .. duh karakter kyuhyun keren bangett ah… pokoknya aku sukaaaa sama ni epep .. NEXXTTTT EON!! HWAITING!! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s