KyuSun

Saranghae Tetangga

Gambar

Frisca Freshtie Present ….
.
.
>>> ….. ><)))’> … <’(((>< ….. <<<
.
.
.
“SARANGHAE TETANGGA”
.
.
.
WARNING !!!
Cerita ini terinspirasi dari cerita karya Pandanello yang berjudul “Naughty Kiss” yang ada di wattpad. Saya ambil jalan ceritanya, dan untuk selebihnya saya buat sendiri. Jadi jangan nge-bash ne ^^
.
.
.
.
Pairing : KyuSun (Kyuhyun Sunny)
Rate : T
Genre : Romance, Friendship, Comedy, Abal – Abal, Gaje, Failed
Author : Frisca Freshtie
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Soonkyu (Sunny), Kim Hyoyeon
.
.
.
.
SARANGHAE TETANGGA
.
.
.

Author POV

Di sebuah kawasan perumahan yang elite, berjajar banyak sekali rumah – rumah bertingkat dan indah dalam berbagai macam bentuk dan gaya.
Rembulan mulai menenggelamkan diri dan berganti dengan matahari yang malu – malu menampakkan dirinya. Cahaya matahari kian menerang dengan seiringnya waktu berjalan. Suara burung – burung berkicauan, dan embun – embun yang jatuh menambah keindahan pagi ini.

Mari saya antar kalian menuju salah satu rumah di perumahan ini.
Terlihat seorang yeoja mungil yang masih meringkuk manis di atas ranjang besarnya dengan bantal dan guling yang berserakan di bawah kasur, selimut yang tak berbentuk di kaki yeoja itu dengan tidak elite-nya karena pola tidur yeoja mungil ini.
Dalam kamar itu terdapat banyak sekali pernak – pernik khas remaja wanita yang didominasi dengan warna pink dan putih. Foto – foto yeoja mungil itu, hiasan – hiasan dinding, dan lain – lain menghiasi kamar yang tergolong besar itu.
Kriiiing Kriiiiing
Suara nyaring dari jam weker berbunyi dengan kerasnya. Yeoja mungil itu yang merasa terusik dengan suara itu langsung menggeliatkan tubuhnya dengan berguling – guling ke kanan ke kiri sampai akhirnya ia berhenti dan dengan bahagianya ia mematikan jam weker itu.

“Ayyeeeey … It’s suuundaay morniiing …..” pekiknya dengan riang gembira sambil berlari keluar blakon kamarnya. Ia membuka pintu keluar menuju blakon kamarnya dengan tergesa – gesa.
Setelah pintu terbuka lebar, ia segera berlari menuju arah kanan pojok blakon. Ia tersenyum sangat lebar melihat blakon rumah samping kanannya. Ia terus memandangi blakon rumah samping kanannya itu dengan mata berbinar – binar, berharap orang yang mempunyai blakon kamar itu keluar.

Mendengar suara pintu kamar blakon di sampingnya terbuka, yeoja mungil itu mencondongkan tubuhnya menuju blakon samping itu.
Seorang namja berkulit putih, tampan dan keren keluar dari pintu kamar itu sambil meregangkan otot – ototnya.
“Suuuuuit .. suuuuuiiiit …” yeoja mungil itu bersiul menggoda melihat namja itu hanya mengenakan boxer hitam dan kaos putih polos oblong yang membuat otot – otot tubuhnya terlihat jelas.
Namja itu dengan kesal melirik yeoja mungil itu dengan tatapan tak suka.
“Cieeee … yang baru bangun …” goda yeoja mungil itu dengan genit.
Namja itu berdecak kesal digoda seperti itu oleh yeoja mungil yang notebene adalah tetangganya. Ku ulangi lagi tetangganya. Lalu, ia membalikkan badannya kembali masuk ke kamarnya, belum sampai ia masuk ke kamar suara cempreng itu kembali mengintrupsinya.
“Eh, kamu mau kemana?” tanya yeoja mungil itu penasaran.
“Mandi. Kamu juga harus mandi! Lihat! Air liurmu berserakan dimana – mana!” ujar namja itu ketus sambil menatap tajam yeoja mungil itu.
“Mandiin ne ..” ujar yeoja mungil itu dengan semangat. Mendengar yeoja mungil itu, namja itu melebarkan matanya tak percaya. Sungguh! Rasanya ia ingin sekali membenturkan kepalanya ke tembok. Ia sudah tak kuat lagi mempunyai tetangga aneh seperti yeoja itu.
“SHIREO!” pekik namja itu dengan emosi sambil masuk ke dalam kamarnya dengan kesal.
“Eiih .. sudah masuk lagi ya?” ujar yeoja mungil itu kecewa sambil mencondongkan tubuhnya ke samping agar bisa melihat isi kamar namja tadi.
“Ini baru berapa detik aku bertemu denganmu? Dan baru berapa kata yang keluar dari mulutmu? Sungguh menyebalkan.” ujar yeoja itu dengan mendesah kecewa.
“Aku harus lebih giat lagi mendekatinya. Fighting!” Ujar yeoja itu dengan semangat 45.

“Hoi .. hoi .. kamu diabaikan lagi oleh Kyuhyun?” ujar seorang yeoja dengan rambut blonde kecoklatan sambil menopang dagunya di blakon kamar miliknya dan menatap yeoja mungil itu dengan jengah.
Yeoja mungil itu membalikkan badannya untuk menatap tetangganya sekaligus sahabat karibnya dari kecil sampai sekarang ini dengan mengerucutkan bibirnya kesal.
“Nde. Kau benar. Aku diabaikan lagi olehnya.” Ujar yeoja mungil itu sambil berjalan mendekati yeoja berambut blonde itu.
Yeoja berambut blonde itu dengan gerakan cepat seperti laki – laki langsung meloncat melewati blakonnya menuju blakon kamar yeoja mungil itu.

“Pagi …” ujar yeoja berambut blonde itu dengan tersenyum sambil merangkul bahu yeoja mungil itu setelah mendarat dengan sehat wal’afiat di blakon rumah yeoja mungil itu.
“Pagi ..” jawab yeoja mungil itu dengan tersenyum pada yeoja berambut blonde itu.
“Hn .. ini sudah 15 tahun eoh? Kenapa dia belum mempunyai rasa untukmu?” tanya Hyoyeon heran.
“Padahal, kau sudah sangat berusaha keras untuk mendekatinya. Bahkan setiap hari kalian bertemu, tapi kenapa Kyuhyun masih belum punya perasaan untukmu ya? Aku pikir dengan selalu bersama akan menumbuhkan perasaan itu.” Tambah Hyoyeon lagi sambil melirik blakon kamar samping kanan, tepatnya blakon kamar milik Kyuhyun.
“Entahlah, molla.” Ujar yeoja mungil itu cuek.
“Kekekekkeke .. kau cuek sekali menanggapinya Sunny.” Ujar Hyoyeon dengan terkekeh geli, ia tak habis pikir dengan jalan pikiran tetangga sekaligus sahabat karibnya dari kecil ini.
Sunny tersenyum lebar pada Hyoyeon. “Karena aku yakin, seorang Cho Kyuhyun akan melihat seorang Lee Soonkyu suatu hari nanti. Aku sangat yakin.” Ujar Sunny dengan semangat menggebu – gebu dan keyakinan yang tinggi.
Kedua yeoja itu tertawa renyah setelah itu. Benar – benar sahabat karib.

.
.
.
.

Kyuhyun POV

Aku turun dari kamarku menuju ruang tengah.
“Apa kau sudah siap Kyu?” tanya eommaku sambil merapikan pakaiannya.
“Nde eomma.” Jawabku.
“Kalau begitu, kajja kita pergi sekarang.” Ajak appaku. Ya, kita akan pergi berdo’a di gereja karena ini hari minggu. Keluargaku termasuk dalam kategori keluarga religius.
“Sebentar .. sebentar. Ada yang kurang.” Ujar eommaku dengan gelisah.
“Apanya yang kurang eomma? Aku, appa dan hyung-pun sudah siap.” Ujar Minho, dongsaengku.
Ting Tong
Suara bell rumah berbunyi.
“Nah! Itu mereka sudah datang.” Pekik eommaku dengan bahagia sambil berlari menuju pintu dan membukanya.
“Selamat pagi keluarga Cho …..” pekik dua yeoja berambut blonde, namun yang satu berambut blonde kecoklatan dengan suara cempreng mereka. Ck! Apa mereka tak tahu kalau suara mereka begitu menyakiti telinga yang mendengarkan?

Aku mendecak kesal melihat mereka berdua.
Dan dongsaengku? Ia menepuk jidatnya. “Aku lupa dengan 2 yeoja itu hyung. Mereka berdua kan selalu ikut kita.” Ujarnya teringat dengan fakta yang sangat tak sukai itu. Sungguh! Aku bertanya – tanya, apa makanan yang selalu diberi orang tua mereka pada mereka sehingga menghasilkan yeoja – yeoja tak tahu malu ini?
“Selamat pagi Heechul ahjumma, selamat pagi Siwon ahjussi, selamat pagi Minho …” Sunny berhenti sebentar lalu mendekat ke sampingku dan melirikku. “Selamat pagi chagi …” bisik Sunny dengan senang. Sungguh! Aku sangat kesal jika ia memanggilku dengan panggilan chagi! Memangnya aku ini namjachingunya apa?
Aku memjamkan mataku dengan kesal. Kenapa ia selalu mendekati aku? Sungguh 15 tahun yang sangat melelahkan!
“Nah .. kajja kita pergi. Nanti kita terlambat! Ppalli … ppalli … “ ujar eommaku dengan panik. Dan akhirnya kami semua berjalan keluar rumah untuk pergi ke gereja.
Aku melirik sekilas Sunny yang berjalan di sampingku. Ck! Ia tersenyum sangat lebar hingga rasanya aku ingin membekapnya dengan lakban hitam. Aku benar – benar jengah selalu diikutinya.

[Di Gereja]

Kami semua duduk untuk mendengarkan pastur berceramah. Eomma dan appa duduk dengan Lee ahjussi dan Lee ahjumma dan juga dengan Kim ahjussi dan Kim ahjumma, maksudku orang tua 2 yeoja aneh itu.
Ya .. kusebut yeoja aneh karena mereka memang aneh. Okay, aku akan menjelaskan tentang keanehan mereka.
Pertama, Kim Hyoyeon. Yeoja berambut blonde kecoklatan yang memiliki badan berbentuk gitar spanyol itu adalah tetanggaku, rumahnya hanya berjarak 1 rumah yaitu rumah Lee Soonkyu atau sering dipanggil Sunny. Umurnya 17 tahun, sama sepertiku, tapi dia berada dibawahku beberapa bulan. Dia adalah anak terakhir dari keluarga Kim. Ia mempunyai 2 saudara, yaitu Kim Yesung (kakak pertamanya) yang kuliah di Universitas Korea dan Kim Taeyeon (eonni-nya) yang baru lulus kemarin dan sekarang baru mencari universitas yang ia sukai.

Dia aneh karena dia tak seperti yeoja – yeoja lainnya, ia sering bermain dengan namja. Tingkahnya seperti namja, ia senang sekali dengan permainan namja dan dia sangat suka membentak. Bahkan, tenaganya tak jauh beda dengan namja – namja lainnya. Sungguh, kadang aku berpikir kartu penduduknya itu palsu! Aku ingin sekali memastikan kelaminnya. Apa benar ia yeoja atau namja.

Yang kedua, yeoja kecil dan sedikit berisi dan juga pendek yang senang sekali mengikutiku namanya Lee Soonkyu, tapi semua orang memanggilnya Sunny. Dia berumur 16 tahun. Dia adalah gadis teraneh dan menyebalkan. Dia anak tunggal dari keluarga Lee. Ia gadis yang suka sekali berteriak – teriak tak jelas. Ia juga sangat senang menggodaku dan mengikutiku. Sungguh! Dia benar – benar gadis pengungkit dan dia suka berkata pada orang – orang kalau dia adalah istriku. Ya Ampun .. benar – benar gadis menyebalkan.
Ini dimulai dari permainan konyol saat kami masih kecil dulu, saat kami berumur 3 tahun.

Flashback

Aku dan teman – temanku termasuk Sunny dan Hyoyeon sedang berkumpul untuk bermain saat acara pernikahan tetanggaku.
“Kita mau belmain apa?” tanya Sunny.
“Molla.” Ujar Hyoyeon cuek sambil menyialngkan kedua tangannya di dadanya dan meniup permen karet yang dikunyahnya.
“Bagaimana kalau kita belmain nikah – nikahan caja sepelti Donghae ahjussi dengan Jessica ahjumma?” usul Sungmin. Dan semua anak – anak menyetujuinya dengan gembira.
“Baik .. cekalang kita cali pengantin wanitanya ..” ujar Eunhyuk sambil memincingkan matanya melihat yeoja – yeoja.
“Bagaimana kalau Sunny caja, dia cantik sepelti putli.” Usul eunhyuk sambil menunjuk Sunny.
“Baiklah .. aku cetuju.” Ujar Changmin, lalu disetujui oleh yang lainnya. Aku hanya diam. Aku tak suka permainan ini, lebih baik aku main psp. Tapi karena eomma menyitanya, jadi aku terpaksa ikut mereka bermain.
“Lalu .. ciapa pengantin plia-nya?” tanya Sunny.
Eunhyuk memegangi dagunya sambil melihat – lihat anak – anak namja disini. “Kyu .. kau jadi pengantin plia-nya!” ujar Eunhyuk memerintah.
Aku hanya mengangguk kaku, mengingat aku memang sedikit tak akrab dengan mereka, karena aku lebih suka bermain di rumah.
Akhirnya aku dan Sunny bermain permainan konyol itu.
Aku sebagai pengantin prianya. Sunny jadi pengantin wanitanya. Eunhyuk jadi pendetanya. Changmin jadi pendampingku. Hyoyeon jadi pendamping Sunny dan Sungmin jadi ayah Sunny.
Kami bermain layaknya pernikahan sebenarnya. Sunny memegang bunga dandellion liar yang dicabutnya dari pekarangan gereja sambil berjalan menuju tempatku dengan merangkul lengan Sungmin. Entah kenapa, aku gugup.
Changmin menyikut lenganku saat Sunny sudah berada di dekatku. “Ululkan tanganmu Kyu.” Ujar Changmin. Aku mengangguk kaku padanya, lalu mengulurkan tanganku pada Sunny.
Sunny membalas uluran tanganku. Lalu kami berdua berdiri di depan Eunhyuk yang berpura – pura menjadi pendetanya.
“Belcediakah Anda, Tuan Kyuhyun menelima Sunny cebagai istli Anda, pendamping hidup Anda dalam cucah dan senang?”
Aku mengangguk kaku, aku bingung menjawab apa. Aku tak tahu.
Changmin kembali menyikut lenganku. “Katakan kau belcedia Kyu!” ujar Changmin kesal.
“Ah ne .. ne .. Euung .. Aku belcedia.” Ujarku.
“Dan Anda Nona Sunny, belcediakan Anda menjadi pendamping hidup Kyuhyun dalam cucah maupun cenang dan menelima Kyuhyun cebagai cuami Anda?”
“Nde. Aku belcedia.” Ujar Sunny.
“Cekalang Anda boleh mencium pasangan Anda.” Ujar Eunhyuk.
Cup
Sunny mencium bibirku dengan cepat. Pipiku merona sambil menatapnya dengan tatapan shock. Dan semua orang bertepuk tangan dengan meriah.

Flashback End

Aku melirik Sunny yang memandangiku terus menerus, padahal pastur sudah berceramah, dan hampir selesai.
Aku mengarahkan kepala Sunnya agar kepalanya lurus ke depan. “Pandangi pasturnya saja.” Ujarku kesal.
Aku melihat pipinya bersemu merah dan ia tambah tersenyum lebar. Aku menghembuskan nafas berat, sungguh aku tak tahu jalan pikirannya itu.

“Sekarang, waktunya berdo’a para jamaah. Berdo’a dimulai.” Ujar pastur memimpin do’a.
Aku menggabungkan kedua tanganku dan memejamkan mataku untuk berdo’a. ‘Aku ingin ..’ belum sempat aku berdo’a, Sunny menyikutku. “Apa yang kau minta dari Tuhan Kyu?” tanyanya. “Kalau aku ingin terus bersamamu.” Ujarnya lagi. Aku memejamkan mataku tambah erat. ‘Tuhan, aku ingin kau menjauhkan aku dari yeoja aneh ini.’

.
.
.
.

Sunny POV

Sekarang aku tengah berada di kamar Hyoyeon, duduk di kasur sambil membaca majalah. Setiap malam aku memang sering kesini untuk bermain dengannya dan membaca majalah tentang idola kami berdua berhubung kami berdua menggemari idola yang sama.
“Kudengar Victoria sekarang mulai mendekati Kyuhyun, Sunny-ah.” Ujar Hyoyeon menyulut amarahku sambil membalikkan lembaran majalah.
“Apa itu benar?” ujarku dengan emosi sambil menutup majalah yang kubaca dengan kesal.
“Itu benar! Kemarin mereka berdua makan siang bersama di kantin. Mereka juga pulang bersama kemarin.” Ujar Hyoyeon menambah kepulan asap di kepalaku.
“Kyaaa .. ini tak bisa dibiarkan!” pekikku emosi.
“Kau harus mengambil tindakan sebelum Victoria mengambil Kyuhyun, Sunny-ah.” Ujar Hyoyeon sambil berganti posisi dari tidur tengkurap menjadi duduk.
“Ya, aku memang mau melakukannya Hyo. Aku berpikir akan mengikuti Kyuhyun terus, aku akan menambah keketatan penjagaanku. Aku akan mengikutinya setiap jam, aah … ani .. ani .. setiap menit, kalau perlu setiap detik.” Ujarku dengan senang.
“Daebak chingu!” ujar Hyoyeon sambil tertawa.

Aku melirik jam dinding yang tergantun di dinding. “OMO .. ini sudah waktunya Kyuhyun tidur.” Pekikku tak percaya.
“Aiigooo … ppalli .. nanti dia tidur duluan Sunny ..” nasehat Hyoyeon.
“Baiklah, aku pulang sekarang ne. Malam Hyoyeon .. Pai – pai …” ujarku sambil berlari keluar ke blakon kamar Hyoyeon.
“Pai – pai ..” ujarnya, aku masih bisa mendengarnya walaupun aku sudah berada di luar.

Aku mengambil kursi yang ada di pojokan untuk membantuku naik blakon. Kursi ini memang disediakan Hyoyeon untuk membantuku. Benar – benar sahabat yang baik. Aku sangat bangga mempunyai sahabat seperti dia.
Aku melangkahkan kakiku lebar dan akhirnya kakiku berhasil menapakkan diriku di blakon rumahku, lalu aku turun dengan bantuan kursi yang ku jadikan alat bantuku naik tadi. Jika kalian heran kenapa aku bisa melewati blakon dengan sedikit mudah, karena jarak blakon antar rumah cuma dibatasi tembok yang tingginya bahkan tak setinggi blakon, namun jangan salah. Tembok – tembok itu diberikan serpihan kaca atau kawat. Jadi kalau tak hati – hati pasti berakhir di rumah sakit atau pemakaman umum. Dan aku harap aku tak mengalaminya.

Aku mendesah kecewa saat melihat lampu kamar Kyuhyun padam. Itu artinya Kyuhyun sudah tidur.
“Uuuh .. dia sudah tidur.” Ujarku kecewa sambil menggembungkan pipiku.
“Selamat malam Kyu ..” lirihku sambil membuka pintu kamarku.

.
.
.
.

Author POV

Suara kicauan burung – burung menghiasi pagi yang cerah ini.
Sunny dengan susah payah turun blakon kamar Kyuhyun yang memang sedikit lebih tinggi dari blakonnya, dan kakinya pendek sehingga kakinya tak menyentuh lantai.
BRUK
Sunny terjatuh dengan tidak elite-nya didepan Kyuhyun yang tengah memakai boxernya.
“Pink eoh?” ujar Sunny dengan polosnya melihat warna apa yang dipakai Kyuhyun.
“AAAAAAAAAAAAAH …” teriak Kyuhyun terkejut dan panik sambil cepat – cepat memakai boxernya.
“A..A..Apa yang kau lakukan disini? Kau mencoba mengintipku eoh?” tanya Kyuhyun dengan panik.
“Kau memakai pink Kyu?” tanya Sunny dengan polosnya.
“Dasar yeoja mesum dan aneh! Jangan lagi menginjakkan kakimu ke kamarku lagi!” hardiknya dengan kesal sambil menutup pintu.
Sunny menghembuskan nafas kecewa. “Padahal aku ingin menyamakan underwearku dengannya.” Ujarnya yang masih di dengar Kyuhyun.

.
.
.
.

Sunny sedang bercengkrama dengan teman – teman sekelasnya berhubung ini adalah waktu istirahat.
Tiba – tiba, Yoona datang dengan tegesa – gesa.
“Hoossh .. hooossh … kabar buruk Sunny .. hossh .. kabar buruk!” ujar Yoona sambil mengatur nafasnya yang tak beraturan karena efek dari berlari.
“Kabar buruk apa Yoona?” tanya Sunny bingung.
“Euuung … ano .. ano … itu … Kyuhyun berpacaran dengan Victoria-ssi!” ujar Yoona dengan raut wajah khawatir.
“MWO?” teriak Sunny dan teman – temannya dengan serempak.
“ANDWAEEEE ……….. Itu tak boooleeh ….” pekiknya sambil berlari keluar kelas.
“Paboo .. kenapa memberitahunya dengan cara seperti itu sih Yoona?!!!??!” ujar Hyoyeon sambil berdecak kesal dan segera berlari mengikuti Sunny.
“Aigo .. ini benar – benar masalah besar!” ujar Sooyoung sambil ikut mengejar Sunny.
“Hoi .. hoi .. tunggu aku!” ujar Tiffany ikut mengerjar Sooyoung dan Hyoyeon.
“Aiiisss .. omo .. aku ditinggalkan …” ujar Yoona dengan kesal, lalu membalikkan badannya dan ikut mengejar Sunny.

[Di kelas Kyuhyun]

Kyuhyun tengah membaca bukunya ditemani teman – temannya yang tengah bercanda.
“Kyuuuuhyuuuuuuuuuun chaaaagiiii …………” teriak Sunny sambil masuk ke kelas Kyuhyun dan menggebrak meja Kyuhyun. Kyuhyun berdecak kesal lalu meletakkan bukunya sambil menyandarkan punggungnya ke kursi.
“Katakan itu tidak benar!” pekik Sunny dengan kesal.
“Kau sudah mendengarnya eoh? Baguslah kalau begitu.” Ujar Kyuhyun dengan dingin.
“Kyu …” cicit Sunny tak percaya dengan mata berkaca – kaca.

Teman – teman Sunny mulai berdatangan, Sunny dan Kyuhyun menjadi bahan tontonan banyak orang, bahkan ada yang memasang taruhan.
“Sunny ..” cicit Hyoyeon khawatir.

“Hanya jawab pertanyaanku!” bentak Sunny dengan mata merah.
“Kau sudah tahu jawabannya, tak perlu aku bicara lagi.” ujar Kyuhyun dingin.
“Tidak! Kau harus menjawabnya!” pekik Sunny frustasi.
“Dengar! Berhentilah kau mencampuri urusanku! Urus dirimu sendiri! Aku ini bukan namjachingumu, apalagi suamimu! Aku tekankan sekali lagi, a-ku-bu-kan-nam-ja-chi-ngu-mu-a-tau-su-a-mi-mu! Jangan mengganggu hidupku Lee Soonkyu!” ujar Kyuhyun tanpa perasaan.
Mendengar itu Sunny menitikkan air matanya. Rasanya hatinya dirobek – robek oleh pisau tajam.
“Jangan mengikutiku lagi! Jangan memanggilku chagi lagi dan jangan mengaku – ngaku sebagai istriku lagi! Arrachi?” ujar Kyuhyun.
Sunny mengulum senyum masam dan mendecih kesal.
“BAIK! Aku akan berhenti mencampuri urusanmu! Aku akan mengurus diriku sendiri! Aku tak akan mengganggu hidupmu lagi! Aku akan berhenti mengikutimu! Aku tak akan memanggilmu chagi lagi! aku akan berhenti mengaku – ngaku sebagai istrimu!” Sunny berhenti sebentar sambil menatap sendu Kyuhyun. “DAN AKU AKAN BERHENTI MENYUKAIMU!” pekik Sunny sambil berlari keluar dari kelas Kyuhyun.

“Sunny …” panggil teman – teman Sunny dengan khawatir sambil mengejar Sunny.
Hyoyeon berjalan mendekati Kyuhyun dengan raut wajah kesal, lalu Hyoyeon menamparnya.
Plak
Kyuhyun memegang pipinya yang panas karena tamparan Hyoyeon.
“Itu untuk kau yang telah menyakiti Sunny! Kau benar – benar tak punya hati! Jika kau memang tak ingin diganggunya kau bisa menggunakan kata – kata yang lebih baik lagi, bukan dengan seperti ini!” ujar Hyoyeon kesal setengah mati lalu keluar dari kelas Kyuhyun.
Kyuhyun memandang pintu kelasnya dengan tatapan yang tak bisa diartikan.

.
.
.
.

Setelah kejadian itu, Sunny benar – benar membuktikan perkataannya. Ia menjauhi Kyuhyun, ia tak pernah lagi mengikuti Kyuhyun, bahkan ia sudah tak pernah lagi ke rumah Kyuhyun, ia tak pernah lagi menyapa Kyuhyun, ia benar – benar berhenti.

Kyuhyun sedang membaca buku di lapangan basket bersama teman – temannya.
“Whoooah, sangat sepi sekarang.” Ujar Sungmin sambil menjulurkan kedua kakinya lurus karena habis bermain basket.
“Benar min, sekarang sepi. Sudah tak ada lagi yeoja bersuara toa itu lagi.” ujar Changmin sambil memainkan bola basket.
“Apa yang kalian maksud itu Sunny-ssi?” tanya Eunhyuk.
“Nde.” Ujar Sungmin dan Changmin bersamaan sambil menganggukan kepala.
“Benar. Sejak Kyu berpacaran dengan Victoria, Sunny benar – benar berhenti mengikuti Kyuhyun.” Ujar Eunhyuk membenarkan.
“Nde. Itu benar. Sunny bahkan sudah tak pernah lagi menyapa Kyuhyun. Dia membiarkannya.” Ujar Changmin.
“Bahkan saat ia melihat Kyuhyun dengan Victoria berduaan, ia mengacuhkannya.” Ujar Sungmin.
“Aku dengar – dengar, ia sekarang dekat dengan Yesung. Namja berkepala besar itu.” Ujar Eunhyuk.
“Jinjja? Benarkah itu?” ujar Sungmin tak percaya.
“Bagaimana saat Sunny dirumah Kyu? Apa ia juga mengacuhkanmu?” tanya Changmin
Kyuhyun yang dari tadi mendengarkan langsung menutup bukunya keras dan berjalan meninggalkan teman – temannya yang bingung dengan sikapnya.

“Ada apa dengannya?” tanya Changmin bingung.
Eunhyuk dan Sungmin hanya bisa mengedikkan bahu menjawab pertanyaan Changmin.

Kyuhyun berjalan menuju taman sekolah, entahlah rasanya kakinya ingin sekali berjalan ke taman sekolah. Tempat yang dulu sering ia gunakan untuk membaca buku dan Sunny sering mengganggunya dengan bertanya ini itu yang sangat tak penting.
Kyuhyun menatap dengan tatapan yang tak bisa diartikan melihat bangku yang ia sering gunakan untuk membaca buku. Bangku ini kosong, tak ada lagi Sunny yang cerewet dan sesukanya sendiri. Kyuhyun membalikkan badannya dan berjalan menuju kelasnya.

Saat berjalan tak sengaja ia berpapasan dengan Sunny dan Yesung yang berjalan berlawanan dengannya. Kyuhyun menghentikan kakinya. Ia memandang Sunny lama. Hatinya mencelos ketika melihat Sunny berjalan melewatinya begitu saja tanpa berkata apa – apa. Ia tampak begitu bahagia bercanda dengan Yesung sampai – sampai ia menganggap Kyuhyun angin lalu.

Bukannya kau menyuruhnya tak mengikutimu lagi?
Bukankah kau menyuruhnya tak mengurusi urusanmu lagi Kyu?
Bukannya kau menyuruhnya untuk mengurusi dirinya sendiri?
Kyuhyun menatap punggung sunny yang semakin menjauh dari pandangannya dengan tatapan yang sulit diartikan.

.
.
.
.

“Sekarang, bagaimana keadaanmu?” tanya Hyoyeon pada Sunny yang tidur di sampingnya.
“Entahlah, mungkin sekarat.” Ujar Sunny.
“Apa masih sangat sulit melupakannya?” tanya Hyoyeon.
“Hiks .. kenapa kau bertanya seperti itu? Hiks .. tentu saja sulit pabbo …… sangat sulit .. sampai rasanya aku ingin mati saja ..” ujar Sunny dengan isakan pelan.
“Bagaimana dengan Yesung?” tanya Hyoyeon.
“Hanya seorang kakak.” Ujar Sunny.
“Aku yakin, kau akan melupakannya dengan cepat.” Ujar Hyoyeon prihatin.
“Mungkin, mengingat Kyuhyun sepertinya sekarang menikmati hidupnya tanpa diriku. Bahkan ia sering mengumbar kemesraannya dengan Victoria-ssi di sekolah. Aku mungkin akan melupakannya. Hiks …. huuuuuuaaaaah …..Kyuhyun jaaahaaat …” ujar Sunny sambil menangis layaknya anak kecil.

.
.
.
.

Kyuhyun berdiri di blakon kamarnya sambil menatap langit hitam yang ditaburi dengan kerlap – kerlip bintang yang indah. Lalu, ia menolehkan kepalanya memandang blakon kamar sebelahnya dengan tatapan sendu. Biasanya sekarang, yeoja mungil itu pasti mengucapkan selamat malam padanya. Tapi sekarang sudah tidak. Semenjak pertengkaran 2 minggu yang lalu, yeoja mungil itu berhenti mengucapkan selamat pagi jika ia bangun tidur, berhenti menggodanya, berhenti mengucapkan selamat malam jika ia akan tidur, berhenti mengikutinya dari berangkat sekolah sampai pulang sekolah, ia berhenti mengunjungi rumahnya hanya untuk sekedar menonton televisi dengan eommanya atau ikut membantu memasak walaupun lebih sering mengacaukannya, ia juga berhenti merecoki Kyuhyun.
Entah kenapa, Kyuhyun rindu akan kenangan itu.

“Hyoyeon .. aku pulang ne …” pekik yeoja yang sedang di pikirkannya sambil mencoba naik ke blakon dengan sedikit kesusahan.
Yeoja itu dengan hati – hati melangkahkan kakinya menuju blakon rumahnya.
TAP
Ia mendarat dengan sehat wal’afiat dari blakon.
“Jadi seperti itu caramu? Apa kau juga melakukan cara seperti itu jika ke kamarku?” tanya Kyuhyun seductive dengan tersenyum meremehkan.
DEG
Sunny menggigit bibir bawahnya bingung, jantungnya seperti biasa terus berdegup kencang. Namun, kali ini rasanya beda karena ia sudah sangat lama tak berhubungan dengan Kyuhyun.
“Bukan urusanmu.” Ujar Sunny kesal sambil pergi masuk ke kamarnya tanpa menghiraukan Kyuhyun.
Kyuhyun mencelos ketika melihat Sunny memperlakukannya seperti itu. Karma benar – benar berlaku untuknya.

.
.
.
.

Sunny berjalan menuju kerumunan teman – temannya dengan Hyoyeon penasaran.
“Ada apa?” tanya Hyoyeon penasaran melihat teman – temannya berbincang – bincang dengan khusyu’nya.
“Kalian belum mendengarnya?” tanya Yoona tak percaya.
“Apa?” tanya Sunny bingung.
“Kyuhyun putus dengan Victoria!” pekik Sooyoung.
“MWO?!?!?!?!” pekik Sunny dan Hyoyeon tak percaya.
“Itu benar.” Ujar Tiffany.
“Karena apa?” tanya Sunny antusias.
“Dengar – dengar, ia memutuskannya karena Kyuhyun menyukai yeoja lain.” Ujar Yoona.
“Hah? Ige mwoya?” ujar Hyoyeon dengan mendengus kesal.
“Siapa yeoja itu?” tanya Sunny ingin tahu.
Mendengar pertanyaan Sunny, semua temannya menatap menyelidik Sunny.
“Jangan bilang kau masih mengharapkannya!” ujar Hyoyeon. Sunny hanya bisa nyengir kuda dengan tertawa garing.

.
.
.
.

Sunny mondar – mandir di dalam kamarnya dengan menggigiti kuku – kukunya.
“Siapa yeoja itu?” gumamnya dengan tampang gelisah dan panik.
“Siapa?”
“Aku ingin tahu …..”
“Tapi .. aku sudah terlanjur bilang …”
“Nanti gengsi ah.”
“Tapi aku ingin tahu ….”
Sunny merutuki kebodohannya yang masih mengharapkan Kyuhyun dan dengan kalimat yang ia lontarkan dulu pada Kyuhyun saat bertengkar dengannya.
Lalu, tiba – tiba Sunny mejentikkan kukunya senang, ia mendapatkan ide bagus.

[Di rumah Kyuhyun]

“Aku tak mau …” ujar Minho dengan kesal.
“Ayooolaaah, aku mohon Minho …” melas Sunny dengan puppy eyesnya.
“Ani .. aku tak mau!” ujar Minho dengan berdecak kesal.
“Aku mohooon .. aku akan mendekatkan Hyoyeon denganmu. Aku janji, jebal …” tawar Sunny.
“Benar kau akan membantuku mendekatinya?” tanya Minho antusias.
“Nde. Aku akan membantumu sebisaku.” Ujar Sunny.
“Jadi, eotte? Bagaimana? Mau ya…” ujar Sunny lagi.
“Baiklah, aku mau. Aku akan memberitahumu.” Ujar Minho dengan tersenyum senang.
Sunny mengembangkan senyum lebarnya. “YES!” pekik Sunny senang.
“Dia menyimpan fotonya di dompetnya.” Ujar Minho sambil pergi berlalu meninggalkan Sunny dengan kebingungannya.
“Dompet eoh?” gumam Sunny senang sambil tersenyum senang.

.
.
.
.

Sunny lagi – lagi menghembuskan nafas berat untuk meyakinkan dirinya.
‘Aku pasti bisa, aku akan melakukannya.’ Batin Sunny menyemangati dirinya sendiri.
Dengan hati – hati Sunny membuka pintu kamar Kyuhyun sambil mengendap – endap masuk ke kamar Kyuhyun.
Dengan lega Sunny menghembuskan nafasnya ketika melihat sekeliling kamar yang sepi.
‘Yes! Kyuhyun tak ada.’ Batin Sunny senang.

Ia melihat sekeliling kamar Kyuhyun untuk mencari dompet Kyuhyun, dan alhasil Sunny mengembangkan senyum lebarnya ketika melihat dompet Kyuhyun yang ada di meja lampu.
“Dompet!” pekiknya senang. Menyadari kecerobohannya, Sunny langsung membekap mulutnya disertai kekehan gelinya.
Sunny mengambil dompet itu dengan senang, lalu dengan hati – hati ia membuka dompet Kyuhyun.
‘Akhirnya aku bisa tahu siapa yeoja itu ..’ batin Sunny senang.
“Apa yang kau lakukan di kamarku?” tanya Kyuhyun mengagetkannya membuat dompet Kyuhyun jatuh.
“Kau mengambil dompetku?” tanya Kyuhyun tak percaya sambil mengambil dompetnya yang jatuh.
“A … ahahahha .. a .. a .. ani .. aku .. aku .. eeuung .. ano .. itu .. apa … eehm … itu ..” ujar Sunny dengan tergagap – gagap.
“Kau ingin tahu siapa yeoja yang kusukai eoh?” tanya Kyuhyun tepat sasaran.
Sunny menggigit bibir bawahnya sambil menundukkan kepalanya. Tak perlu Sunny menjawab, Kyuhyun-pun sudah tahu jawabannya.
“Ini! Lihat saja!” ujar Kyuhyun sambil menyodorkan dompetnya.
“Ah , tidak. Aku kesini bukan untuk itu.” Ujar Sunny gengsi sambil berjalan keluar pintu blakon kamar Kyuhyun.
“Ah, apa itu benar? Baiklah. Tak apa. Jika kau ingin melihatnya, aku meninggalkannya disini.” Ujar Kyuhyun sambil meletakkan dompetnya di blakon dan pergi masuk kembali ke kamarnya.

Sunny yang sudah mengangkat kakinya untuk naik blakon langsung turun lagi dan dengan menolehkan kepalanya ke kamar Kyuhyun memastikan Kyuhyun sudah pergi.
“Hoi Kyu, ini kau bawa lagi saja.” Teriak Sunny sok cuek
Sunny mendekati dompet Kyuhyun layaknya pencuri. “Hoi Kyu, aku tidak butuh. Ambil lagi saja!” pekik Sunny berdusta.
‘Aiiiss , omo … aku buka tidak ya?’
‘Tapi gengsi ah.’
‘Tapi aku ingin tahu.’
‘Tapi nanti .. jika aku melihatnya … aku tiba – tiba terkena stroke dadakan bagaimana?’
‘Tapi aku ingin tahu.’
Sunny memejamkan matanya meyakinkan.
“Siap tidak siap, lahir batin harus siap.” Ujar Sunny menyemangati.
Sunny mengambil dompet Kyuhyun dan membukanya. Dan dengan seketika matanya terbelalak lebar. Disana tertera foto saat kecil dulu, foto dimana Sunny dan Kyuhyun masih berumur 3 tahun dna bermain permainan konyol, saat Sunny mencium Kyuhyun di permainan itu.
“Foto ini ….” ujar Sunny tak percaya.
“Nde. Foto itu. Yeoja itu yang kusukai. Aku menyukaimu Sunny. Saranghae.” Ujar Kyuhyun yang tiba – tiba sudah berada di belakang Kyuhyun.
Mendengar itu Sunny langsung pingsan ditempat. Dan Kyuhyun tersenyum senang. “That’s my girl.”

FIN
.
.
*** ??? (^.^) ??? ***
.
.
Hai.. chingu-deul ….
Aku balik lagi nih buat OS, tapi bukan KyuWook, mianhae ne …
Udah capek – capek nulis, review ne! 😉

Oh iya, kalau ada KWS yang baca ini. Mianhae ne.
Aku kemarin bilang kalau hari ini aku bakalan nge-post I’m Sorry, I Can’t Be Perfect tapi ternyata enggak bisa. Masih belum selesai.
Dan aku lebih pengen buat OS dulu berhubung besok saya semesteran 😥
Mohon do’anya ne ..

Untuk yang besok semesteran semoga di mudahkan buat nyonteknya, diberikan pengawas yang enggak ketat dan bla .. bla .. bla … Amin O:)
Wkwkkwk, do’a anak zaman sekarang. xD LOL
Selamat malam sening chingu-deul. Semoga ff OS saya ini menghibur kalian.
Sekali lagi review ne 😉
With LOVE! ~Frisca

Advertisements