Library

pengumuman !!!!!

Selamat pagi !!!! ‘.’)/

Chingu-deul, hari ini aku mau update Shocking Marriage yang End part!

Tapi saya protect, tahu alasannya dums :v

Jadi bagi kalian yang mau baca silahkan langsung masuk ke halaman password di menu blog saya. 😀

Salam cinta dari Frisca yang cantik ini ;;)

D E B T !!!!!!

tumblr_me8l3eArdf1rkxo3ko1_500_large

Hai hai hai hai chingu-deul ….

Selamat malam .. pagi .. siang .. sore … pokoknya seterah saat kalian baca ini xD plak

Pasti kalian bingung saya ini sebenernya update apaan kan? ‘.\

Jadi, begini lhoh chingu-deul tercinta. #pasangmukaserius

Ehm ehm .. #dehemunyuk

Frisca yang unyuk dan menggemaskan ini ingin membahas D E B T alias hutang ep-ep saya xD plak

Aduuuh, skaing banyaknya utangnya, saya sampek lupa. Jadi mohon bagi para pembaca berkenang untuk mengomentari ep-ep apa ajah yang belon clear. #deepbow

Seingat saya, utang saya ini – ini, kalo ada yang kurang, langsung komentar, oce !

1. Firefly In The Dark chapter 2

2. Love Is Crazy chapter 13

3. Sequel I Will Cure You, buat jelasin kenapa Kyuhyun bisa sembuh cepet dan hubungan Henry dan Kyuhyun sebenarnya, dll.

4. Everytime chapter 1

5. FF pilihan yang Ryeowook enggak kenal Kyuhyun, tapi Kyuhyun ngajakin nikah Ryeowook.

Terus apa lagi chingu??? :/

Komentar ya 😀

Udah ah, saranghae ❤ ❤ ❤

Frisca Freshtie

I Will Cure You (END)

iwi

Frisca Freshtie Present ….

.

.. |(^.^)/\(^.^)| ..

….

** I Will Cure You **

(End Part)

.

.

.

Pairing : KyuWook

Rate : T

Genre : Romance, Comedy, Genderswitch, Friendship, TwoShot, Abal – Abal, Gaje, Failed!

Author : Frisca Freshtie

Cast : Kim Ryeowook (Yeoja) >< Cho Kyuhyun (Namja) >< Lee Hyukjae (Yeoja) >< Lee Sungmin (Yeoja) >< Henry Lau (Namja) >< Yang lain cari sendiri saja-lah :p

.

.

.

.

Warning !!!

Oh iya, aku sarankan agar kalian yang membaca ini harap membaca yang chapter pertama dulu. Ini kan twoshoot, kemaren baru nyadar kalo banyak yang enggak baca chapter pertamanya. 🙂

Cerita ini ada unsur BL-nya, tapi nyempil dikit doank kok.

Banyak typo berhamburan! Jadi mohon pengertiannya ne ^^

Happy Reading Chingu-deul 🙂

.

.

.

.

“Selamat pagi ….” pekik Ryeowook dengan heboh saat masuk ke kelas dan senyuman lebar yang tak pernah ia tunjukkan sebelumnya. Kelas yang asalnya gaduh langsung hening seketika ketika melihat penampilan Ryeowook yang sangat berubah dengan drastis dari Ryeowook si yeoja jadi – jadian yang tak karuan urak – urakannya menjadi yeoja yang sangat feminim dan manis.

Sekarang Ryeowook memakai seragamnya dengan sangat rapi, bahkan ia juga sekarang menggunakan make-up, rambutnya juga sekarang sudah tidak urak – urakan lagi, rambutnya kini tersisir rapi dengan pita berwarna merah muda manis yang bertengger di rambutnya dan bahkan bibirnya kini diolesi dengan lipgloss dan berhasil menambah kecantikan alami Ryeowook. Semua teman – temannya menatap Ryeowook dengan tak percaya saking terkejutnya dan terpesonanya.

“A .. ap .. apa kau benar – benar Kim Ryeowook?” tanya salah satu temannya dengan tampang muka shock.

“Tentu, memangnya siapa lagi huh?” tanya Ryeowook sambil mengibaskan rambutnya bangga, lalu duduk di samping Kyuhyun dengan manis.

“Hae-ah, untuk sekarang dan selanjutnya dan seterusnya kau duduk dengan Sungmin ne.” Ujar Ryeowook dengan seenak jidatnya mengusir Donghae yang akan duduk.

Ryeowook mengalihkan pandangannya ke Kyuhyun. “Kyu, tenang saja. Aku akan membantumu. Tak usah khawatir, aku akan membantumu keluar dari masalahmu.” Ujar Ryeowook dengan berbisik lucu sambil meletakkan bukunya di meja dan mengerlingkan matanya namun gagal, sehingga seperti orang kelilipan.

Mendengar bisikan Ryeowook, Kyuhyun melirik sekilas Ryeowook lalu kembali fokus dengan buku yang dibacanya. Lalu terdengar bel masuk berbunyi.

***

“Apa kau sudah melihatnya?”

“Mwo?”

“Ryeowook, yeoja jadi – jadian yang urak – urakannya tak ketulungan itu sekarang sudah berubah.”

“Hah? OMO!!! Apa benar itu?”

“Ku pikir dia berubah karena sedang menyukai si pangeran.”

“Siapa yang kau sebut dengan pangeran itu?”

“Tentu saja Cho Kyuhyun.”

“Cih! Ku pikir yeoja seperti itu tak akan suka namja seperti Kyuhyun.”

Banyak sekali gunjingan – gunjingan, gosip – gosip yang beredar tentang berubahnya penampilan seorang Kim Ryeowook dan kedekatannya bersama sang pangeran sekolah akhir – akhir ini, siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun?

Ketiga sahabat Ryeowook yang mendengarnya langsung membalikkan tubuh mereka dari kantin sekolah sambil menghembuskan nafas super duper berat.

“Mereka sungguh keterlaluan.” Ujar Heechul prihatin.

“Iya, itu benar. Sungguh keterlaluan!” balas Eunhyuk tak terima juga.

“Tapi, ku pikir semua yang mereka katakan ada benarnya. Wookie sepertinya ….” Ujar Sungmin dengan sambil memelankan suaranya.

“Maksudmu apa Ming? Jangan berbicara yang aneh – aneh. Kau tahu Ryeowook kan bagaimana?” ujar Heechul memperingatkan.

“Tapi chullie, aku juga sependapat dengan Ming. Akhir – akhir ini Wookie jadi aneh begitu.” Ujar Eunhyuk sambil menggosok – gosokkan dagunya berpikir.

“Sekarang dia merubah penampilannya menjadi feminim begitu dan ia sekarang juga sangat suka sekali mengikuti Kyuhyun, sampai – sampai ia pindah tempat duduk dariku. Bahkan kemarin, yang kudengar ia bahkan mau ikut Kyuhyun ke kamar kecil jika Kyuhyun tak berhenti lama di depan pintu kamar kecil menunggu Wookie sadar, Wookie akan ikut masuk.” ujar Sungmin menjelaskan.

“Apa kalian berpikiran yang sama denganku?” tanya Eunhyuk dengan wajah shock-nya. Lalu mereka bertiga menganggukan kepala mereka dengan wajah shock.

***

Ryeowook melirik Kyuhyun yang sedang membaca buku dengan sangat khusyu’ dengan pandangan menyelidik dan intens terus menerus.

Apa yang sedang kau pikirkan Kyu?

Apa yang sedang kau pikirkan sekarang adalah namjachingumu?

Apa kau sedang memikirkan si namja kepala mangkok berwarna pirang itu?

Apa sekarang kau sedang membayangkan sesuatu dan berhubungan dengan namja itu?

Apa kau benar – benar waras?

Apa kau punya trauma dengan yeoja?

Apa yang membuatmu menjadi gay?

Kau misterius sekali, bahkan lebih misterius dari Ddangkoma milik Yesung oppa.

Aku berani menjamin kau pasti sedang berpikir macam – macam tentang namjachingumu itu, apa dia sudah makan, apa dia sudah .. sudaaah .. sudaaah .. sudaaah …

Pikiran Ryeowook berhenti ketika Kyuhyun menatapnya. Ryeowook menggaruk – garuk pipinya salah tingkah.

“Aku tak melirikmu kok. Aku hanya memastikan saja kau masih hidup.” Ujar Ryeowook aneh sambil meregangkan otot tangannya. Kyuhyun hanya bisa memutar matanya, ia tak habis pikir dengan tingkah yeoja di sampingnya ini yang super duper aneh.

“Kau aneh.” Cibir Kyuhyun sambil mengalihkan matanya lagi ke buku. Ryeowook yang tak terima dirinya dibilang aneh padahal memang aneh langsung memelototkan matanya tajam.

“Jangan pelototkan matamu seperti itu. Tak baik untuk kesehatan mata.” Ujar Kyuhyun sambil membalik lembaran bukunya. Mendengar itu Ryeowook langsung mengedipkan matanya lucu. “Oh, nde. Kau benar juga.”

“Hei, Kyu …” panggil Ryeowook sambil meletakkan kepalanya ke atas meja dan memandang Kyuhyun dari bawah.

“Hn?”

“Euuung .. ano .. itu .. apa itu? Eeuung … ano … Sudah berapa lama kau begini?” tanya Ryeowook dengan cengiran aneh.

“Dari tadi.” Jawab Kyuhyun.

“Hah? Maksudmu? Kau pendusta besar Kyu!” cibir Ryeowook.

“Bukankah maksud dari pertanyaanmu itu apa yang ku lakukan sejak tadi? Aku sudah membaca buku dari tadi, sekitar lima belas menit yang lalu.” ujar Kyuhyun cuek. Mendengar jawaban Kyuhyun, Ryeowook langsung mengelus – elus rambutnya aneh karena sebenarnya bukan seperti itu jawaban yang Ryeowook inginkan dan ia juga tak nyaman dengan geraian rambutnya tak seperti biasanya yang biasanya dicepol asal, itu membuatnya kegerahan dan tidak nyaman.

‘Ya Ampuuun .. menjadi yeoja feminim menyusahkan sekali. Aku kegerahan dan juga membuatku gatal. Apalagi jawaban Kyuhyun sungguh membuatku frustasi dan ingin membenturkan kepalaku ke tembok secepat mungkin.’ Inner Ryeowook gondok.

Kyuhyun yang melihatnya hanya memasang muka datar, lalu berkata “Gunakan ini.” Ujar Kyuhyun sambil mengeluarkan botol kecil berwarna biru dari tasnya.

“Apa ini?” tanya Ryeowook bingung.

“Obat kutu rambut.”

***

Jaejoong menuangkan obat kutu rambut ke rambut dongsaengnya, Kim Ryeowook dengan sangat telaten.

“Ku pikir kau tak mempunyai kutu Wookie? Untuk apa menggunakan ini?” tanya Jaejoong dengan bingung.

“Seseorang menyarankan aku menggunakan ini.” Ujar Ryeowook dengan tampang super gondok dan dongkol.

“AAAAAAAAH !!!! Cho Kyuhyun ….. kau meeeenyeeeebaaaaaalkaaaaan …” pekik Ryeowook.

“Siapa itu Cho Kyuhyun? Namjachingu-mu ne?” tanya Jaejoong dengan mengerling menggoda.

“Ani.” Jawab Ryeowook kasar.

“Pasti orang yang kau sukai eoh?” ujar Jaejoong lagi.

“Ani.”

“Lalu?”

“Dia pasienku.”

“Hah? Pa-si-en?” Jaejoong berhenti mengobrak – barik rambut Ryeowook dengan obat kutu rambut tadi.

“Kau jadi doktor kecil di sekolahmu Wookie?” tanya Jaejoong.

“Ani.”

“Lalu?”

“Aku mengajukan diriku secara sukarela. Oh iya eonnie, menurutmu semua penyakit pasti ada sebabnya kan eonnie? Termasuk penyakit kejiwaan?” tanya Ryeowook.

“Tentu saja pasti ada sebabnya. Tak akan ada asap jika tak ada api.” Jawab Jaejoong dengan bijaksana.

“Naaah .. sebagai doktor yang baik, aku harus mencari sebabnya dahulu.” Ujar Ryeowook dengan tersenyum smirk sambil menggosok – gosokkan tangannya.

“Tapi sepertinya tak akan berhasil.” Ujar Jaejoong.

“Memangnya kenapa eonni?” tanya Ryeowook penasaran.

“Kau kan mengobati pasien kejiwaan, mereka pasti yang akan menyebutmu gila. Mereka bicara seenak jidat shindong oppa yang seperti incheon airport. Kau pasti kesusahan menanyai mereka. Ku sarankan kau mengundurkan diri saja. Lagipula tak ada sejarahnya pasien kejiwaan menanyai pasien kejiwaan.” Ujar Jaejoong jahil sambil meninggalkan Ryeowook ke kamarnya

“Eonniiiiiiiiiiiiiieeee ……………….. akan kubunuh kau eonnie !!!! Menyebalkaaaaaaaaaaan ………………….”

***

Suasana kelas Ryeowook begitu hening, pasalnya Park seongsangnim tengah mengajar di kelas.

Suara goresan spidol yang bergesekan dengan papan tulis begitu terdengar dengan jelas. Murid – murid mencatat apa yang dituliskan Park seongsangnim dengan khusyu’, kecuali satu orang. Siapa lagi kalau bukan yeoja mungil yang bernama Kim Ryeowook yang duduk di depan sebelah kanan bersama Cho Kyuhyun, murid terpintar dan juga tertampan di SM High School.

Ia terus saja mengamati Kyuhyun dengan pandangan aneh. Kyuhyun yang merasa terganggu hanya menatapnya sebal dan Ryeowook akan bersikap pura – pura tak tahu dengan menghadap Park seongsangnim.

Kyuhyun kembali menulis apa yang ditulis oleh Park seongsangnim lagi, namun lagi – lagi Ryeowook memandangnya aneh.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun dengan nada datar saking kesalnya dengan kelakuan Ryeowook.

“Jadi .. apa ada yang ingin ditanyakan?” tanya Park seongsangnim sambil memandang semua murid.

“Ani, aku hanya ingin bertanya padamu tadi. Tapi karena Park seongsangnim sudah bilang begitu, aku bertanya pada seongsangnim saja.” Dusta Ryeowook, padahal sedari tadi ia ingin bertanya pada Kyuhyun asal – usul bagaimana bisa Kyuhyun bisa jadi gay.

Kyuhyun memutar matanya sebal, lalu melanjutkan kegiatan menulisnya lagi.

“Apa ada yang ingin bertanya?” tanya Park seongsangnim lagi. Kyuhyun melirik Ryeowook, Ryeowook yang melihatnya langsung berpura – pura memasang wajah serius dengan aneh.

“Seongsangnim ..” panggil Ryeowook sambil mengacungkan tangannya.

“Ne?”

“Aku ingin bertanya.”

“Bertanyalah.”

“Jadi … euuung … itu …. ano … apa …. huuung …. “ sebenarnya Ryeowook tak tahu ingin bertanya tentang apa karena sedari tadi Ryeowook sibuk sendiri dengan kegiatan memandangi Cho Kyuhyun. Ryeowook mencoba berpikir.

Semua murid dan Park seongsangnim menatap Ryeowook bingung dan juga penasaran, tentu saja ini semua malah membuat Ryeowook semakin gugup dan panik. Apa yang ingin ia tanyakan? Bahkan ia tak tahu apa yang bisa ia tanyakan pada Park seongsangnim, apalagi ia tak menyukai Fisika dan sangat tak memahami Fisika itu seperti apa.

“Euuung … itu … ano … apa itu ???”

“Sebenarnya kau ingin bertanya apa?” tanya Park seongsangnim heran.

“Aku ingin bertanya …. euuuung .. aduuuuuuh seongsangnim .. aiiigoooo … jangan pandang aku seperti itu. Aku jadi lupa ingin bertanya apa. Kau membuatku grogi seongsangnim.” Alibi Ryeowook untuk mengulur waktu.

“Cepatlah bertanya!” celetuk salah satu temannya karena sudah tak sabar.

“Euuung … itu …. Jadi begini seongsangnim … kau tahu sungai di samping sekolah kita kan? Itu kan setiap hari terkadang banyak kotoran yang hanyut, kotoran manusia juga ada. Kira – kira kapan kotoran itu tiba di tempat pembersih kotoran sungai? Jadi para pekerja tidak selalu stand bye, kasihan mereka sampai bercucuran keringat hanya untuk menunggu kotoran – kotoran itu. Apa ada rumusnya?” Tanya Ryeowook. Tentu saja pertanyaan konyol Ryeowook ini membuat seisi kelas tertawa keras. Park seongsangnim hanya bisa memasang muka cengo mendengar pertanyaan aneh Ryeowook.

Tiba – tiba Kyuhyun mengangkat tangannya dengan muka datar serius.

“Itu tergantung bentuk kotorannya, cair atau padat. Jika cair, kotoran itu akan larut dalam air dengan mudah. Jika itu padat, mungkin saja sebelum sampai ke tempat pembersihan, kotoran itu sudah lenyap karena dimakan binatang yang hidup disana. Arus juga mempengaruhi kecepatannya, arus yang deras tentu saja akan mempercepat jalannya, dan juga medan yang ditempuh, jika sungai itu banyak batu – batuannya tentu saja menghambat jalannya.” Ujar Kyuhyun menjelaskan.

Ryeowook langsung cengo mendengar penjelasan Kyuhyun yang detail.

“Ehm .. wookie … apa kau sudah paham sekarang dengan apa yang telah dijelaskan Kyuhyun?” tanya Park seongsangnim dengan berdehem aneh.

“Ah … sangat paham seongsangnim.” Jawab Ryeowook dengan raut wajah aneh, antara jijik dan malu.

***

Kriiiing kriiiing

Suara bell istirahat berdenting.

Kyuhyun berjalan keluar kelas.

“Kyu, kau mau kemana?” tanya Ryeowook dengan heboh, tentu saja dengan suara cemprengnya.

“Aku ingin makan.” Jawab Kyuhyun singkat dengan muka dan nada datar seperti biasa.

“Kalau begitu aku ikut.” Ujar Ryeowook sambil menyeimbangkan langkahnya dengan langkah Kyuhyun yang lebar.

 

Sepanjang perjalanan Kyuhyun rasanya ingin membakar Ryeowook habis – habisan, pasalnya Ryeowook benar – benar membuat malu dirinya.

Ryeowook menghalang – halangi namja yang melewati Kyuhyun, Ryeowook seperti anjing yang menjaga pemiliknya. Ryeowook berpikir dengan menjauhkan namja dari sekeliling Kyuhyun maka Kyuhyun akan cepat sembuh, sungguh pemikiran yang sangat kreatif. -_-

“Jangan mendekat!” ujar Ryeowook galak sambil memblokade segerombolan namja yang tak sengaja lewat di samping Kyuhyun.

“Ah Kyu .. cepatlah berjalan. Apa kau pikir aku melakukan ini dengan mudah!” pekik Ryeowook kesal ketika Kyuhyun malah berjalan santai.

Tentu saja sikap Ryeowook ini membuahkan tatapan bingung dari orang – orang yang melihatnya dan berhasil membuat Ryeowook di cap sebagai gadis gila yang tergila – gila dengan Kyuhyun.

“AAAAAAAAH … KAU!!! JANGAN DEKAT – DEKAT DENGAN KYUHYUN!!!” teriak Ryeowook galak ketika ada seoarang namja berkacamata pantat botol yang melewati Kyuhyun dengan posisi sangat dekat. Tentu saja namja itu berhenti dan menatap Ryeowook bingung.

“Aku hanya lewat.” Ujar namja itu polos.

“KALAU BEGITU JANGAN MELEWATINYA!” teriak Ryeowook lagi dan berhasil membuat namja itu tambah menatap Ryeowook bingung.

“Kyu … tunggu aku!” teriaknya lagi ketika menyadari Kyuhyun sudah jauh di depan dan berlari mengejarnya.

 

Kyuhyun memutar matanya kesal. Sungguh bodoh, pikirnya melihat tingkah aneh Ryeowook. Ryeowook bertindak layaknya bodyguard Kyuhyun. Semua namja yang melewati Kyuhyun tak diperbolehkan, namun jika itu yeoja ia malah dengan senang hati menyuruh mereka melewati Kyuhyun. Bahkan ia menyuruh yeoja – yeoja itu menyentuh Kyuhyun. Tentu saja yeoja – yeoja itu senang, namun melihat tatapan tajam Kyuhyun mereka jadi mengurungkan niatnya untuk menyentuh Kyuhyun.

 

Akhirnya mereka sampai di kantin. Mereka duduk di paling pojok, tempat biasa Kyuhyun duduk.

“Ah .. Aiiigoooo .. kenapa dengan namja – namja itu? Mereka sungguh menyusahkan aku.” Ujar Ryeowook mencurahkan isi hatinya pada Kyuhyun yang sedang makan.

“….”

“Kau tahu? Ini sungguh menyusahkan.” Ujarnya lagi sambil meminum jus strawberry-nya.

“….” Kyuhyun tetap makan dengan santai.

“Mereka benar – benar susah untuk diatasi, untungnya aku pernah belajar wushu saat aku TK dulu walaupun itu hanya 1 minggu.” Ucap Ryeowook dengan bangga.

“….” Kyuhyun melirik sebentar Ryeowook lalu melanjutkan makannya lagi.

“Dengar Kyu, selagi kau bersamaku. Kau aman. Jadi kau tenang saja.” Ucap Ryeowook sambil memandang Kyuhyun yang masih makan.

***

Kriiing Kriiing

Bel pulang sekolah berbunyi. Murid – murid berhamburan ke luar sekolah dengan bersorak senang dan juga bersenda gurau bersama teman. Ryeowook dan Kyuhyun masih berada di kelas, sebenarnya murid yang lain juga masih ada sekitar 2 atau 3 anak di dalam kelas, tapi kita fokus saja dengan 2 orang ini.

Kyuhyun memakai tas punggungnya lalu mulai berjalan keluar kelas. Melihat itu, Ryeowook yang sedang asyik mengemasi barang – barangnya langsung panik.

“Kyu .. tungguuuu aku ….!!!” pekiknya dengan suara cemprengnya sambil berlari mengejar Kyuhyun tanpa membawa tas dan barang – barangnya yang masih berserekan. Ia menghadang jalan Kyuhyun dengan merentangkan ke dua tangannya.

Kyuhyun memutar matanya kesal.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun dengan nada datar seperti biasa.

“Tunggu aku, kita pulang bersama. Lagipula rumah kita kan satu arah, benar kan?” ujar Ryeowook sambil mengedip – ngedipkan matanya lucu.

“Kyuhyun.” Panggil seseorang. Tentu saja Kyuhyun dan Ryeowook langsung menoleh ke asal suara, dan ternyata suara itu berasal dari Park seongsangnim yang sedang berjalan menuju posisi mereka. Ryeowook menaikkan alisnya melihat Park seongsangnim menghampiri mereka.

“Ada apa seongsangnim?” tanya Ryeowook penasaran.

Park seongsangnim tersenyum. “Aku ada urusan dengan Kyuhyun.” Jawab Park seongsangnim dan berhasil membuat alarm di otak Ryeowook berbunyi.

‘Park seongsangnim ada urusan apa dengan Kyuhyun? Jangan – jangan ….’ Ryeowook membulatkan matanya seketika memikirkan kemungkinan – kemungkinan yang akan terjadi.

“Urusan apa seongsangnim? Apa aku boleh ikut?” tanya Ryeowook.

Park seongsangnim mengelus – elus dagunya berpikir sejenak. “Ah, baiklah. Lagipula tambah banyak orang malah semakin baik.” Ucap Park seongsangnim, lalu berjalan meninggalkan mereka.

Ryeowook tersenyum dengan lebar. “Kalau begitu … kajja !!” pekik Ryeowook senang sambil mengikuti Park seongsangnim. Namun, belum satu langkah kerah baju Ryeowook ditarik Kyuhyun.

Ryeowook membalikkan badannya menatap Kyuhyun bingung. Kyuhyun hanya diam dan melirik kelas mereka. Melihat itu, Ryeowook makin curiga kalau Kyuhyun ada hubungan dengan park seongsangnim. Ia berpikir Kyuhyun mencoba menghalangi Ryeowook agar tak ikut mereka sehingga Kyuhyun bisa berhubungan dengan Park seongsangnim.

“Kau mencoba menghalangi aku eoh? Itu tak mungkin, dalam mimpimu Tuan Cho Kyuhyun yang sangat menyebalkan. Itu sangat tak mungkin. Aku sangat tak mudah untuk kau bohongi.” Ucap Ryeowook sambil berkacak pinggang.

“Barang – barangmu masih di dalam.” Ucap Kyuhyun dengan nada bosan sambil melirik kelas mereka.

GUUUBRAAAK

Ryeowook langsung tersenyum aneh menyadari kekonyolannya.

***

Ryeowook menggaruk – garuk kepalanya pusing dan juga bingung memandangi kumpulan buku – buku tebal di depannya yang menyekatnya dengan Kyuhyun. Park seongsangnim tersenyum lebar.

“Baiklah. Aku mohon bantuan dari kalian berdua ya. Aku akan ke kantor kepala sekolah dulu, aku ada keperluan dengannya. Aku harap kalian bisa menyelesaikannya dengan cepat.” Ujar Park seongsangnim dengan terus tersenyum lebar lalu pergi meninggalkan mereka berdua di perpustakaan.

Ryeowook menghembuskan nafas kesalnya.

“Kupikir tak akan begini jadinya.” Gerutu Ryeowook sambil mengambil salah satu buku tebal dengan kasar.

“Ck! Menyebalkan.” gerutu Ryeowook lagi sambil membuka buku tebal itu.

“Jangan berisik. Kerjakan saja.” Ujar Kyuhyun menasehati sambil mengambil buku tebal di depannya dan segera mengerjakan apa yang diperintahkan Park seongsangnim pada mereka berdua.

“Kau itu tak tahu aku, sebaiknya kau yang diam. Aku sangat alergi dengan buku – buku tebal seperti ini. Rasanya kulitku gatal – gatal melihat buku – buku tebal ini. Menyebalkan sekali. Kenapa tadi aku mengajukan diri secara sukarela? Benar – benar menyebalkan. Aku lebih suka diperintah untuk membelikan eomma-ku sayur ke supermarket daripada harus mengerjakan ini.” gerutu Ryeowook lagi.

Kyuhyun memutar matanya jengah, Ryeowook tak bisa melihat ekpressi Kyuhyun karena terhalang buku – buku tebal yang tersusun rapi di depannya dan menyekat antara mereka berdua.

“…” Kyuhyun diam, ia malas membalas perkataan Ryeowook. Ia lebih suka mengerjakan dengan ketenangan. Sedangkan Ryeowook terus berbicara dan berbicara, entah itu penting atau sebenarnya sangat tak penting untuk dibicarakan.

“Apa ini? Isi buku ini hanya tulisan, tulisan, tulisan dan tulisan saja. Kenapa tak ada gambar sama sekali? Minimal harusnya ada fotoku?” ucap Ryeowook sambil membolak – balikkan halaman buku itu dengan brutal.

Kyuhyun menatap tumpukan buku di depannya dengan tatapan jengah. ‘Sungguh gadis idiot.’ Pikirnya.

“Aku tak ada chemistry dengan buku ini. Lebih baik aku mengerjakan yang lain. Biarlah Kyuhyun saja yang mengerjakannya. Dia kan pintar.” Kyuhyun bisa mendengar suara khas Ryeowook dari balik tumpukan buku tebal di depannya.

Ryeowook mengambil buku tebal yang lain dan membukanya.

“WHOOOOOOAAAAAH …. !!!!!!!” pekik Ryeowook shock dan tak percaya.

Kyuhyun menatap bingung tumpukan buku di depannya. Setelah itu Kyuhyun mendengar suara tawa Ryeowook yang menggelegar.

“Hahahhaha … Apakah ini benar – benar Park seongsangnim? Hahahah … rambutnya seperti helm … Hahahah .. lihatlah kacamata pantat botol itu … Hahahah … sungguh lucu … Hahahhaha …”

Kyuhyun memutar matanya jengah, ia kira ada apa, ternyata …

Kyuhyun kembali fokus dengan apa yang ia kerjakan.

“OMO … OMO … OMO … ternyata Lee seongsangnim baru berumur 29 tahun? Kenapa wajahnya sudah sangat tua? Aiiigooooo .. ia pasti banyak mengkonsumsi makanan – makanan cepat saji. Ck ck ck .. seharusnya Lee seongsangnim mengkonsumsi banyak formalin saja agar wajahnya tetap awet muda.” Suara Ryeowook lagi – lagi terdengar di telinga Kyuhyun, Kyuhyun melirik sekilas tumpukan buku di depannya lalu kembali fokus lagi.

Tiba – tiba muncul suara yang aneh …

Krucuk kruuucuuuuk kruuucuuuk …

Kyuhyun berhenti sebentar dari kegiatan menulisnya, “Uh. Cacing – cacing di perutku sudah berdemo. Ah sabar .. sabar cacing – cacing di perut, sebentar lagi akan ku turunkan makanan jika sudah sampai di rumah, jadi bersabarlah, okay.” Lagi – lagi suara Ryeowook terdengar. Setelah mendengar perkataan Ryeowook, Kyuhyun kembali menulis.

“Panas sekali. Aku ingin es krim.” Ucap Ryeowook.

Hening.

Setelah kalimat itu, tak ada yang membuka mulut. Yang terdengar hanyalah suara orang membalikkan halaman buku dan suara goresan pena di kertas. Keadaan ini berlangsung lama, sampai akhirnya tinggal dua buku yang tersisa dan Kyuhyun menyadari kalau Ryeowook ternyata sudah tertidur pulas.

Kyuhyun menatap Ryeowook yang tertidur dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Lalu, beberapa detik kemudian ia kembali menyelesaikan pekerjaannya.

***

Ryeowook dan Kyuhyun berjalan beriringan di trotoar, keadaan langit Seoul sudah berubah menjadi oranye kemerahan menandakan bahwa waktu sudah akan malam.

“Apa kau tak apa pulang sore Kyu?” tanya Ryeowook.

“Hn ..” Kyuhyun berdehem malas menjawab pertanyaan Ryeowook.

“Kalau aku sih tak apa – apa, sebagai adik yang baik aku membiarkan eonnie-ku yang membersihkan rumah agar ia menjadi yeoja yang rajin, sehingga disayang namjachingu-nya. Jadi tak apa kalau aku pulang sore. Hahahhaha …” Ujar Ryeowook sambil tertawa. Kyuhyun memutar matanya mendengar perkataan Ryeowook barusan.

“…” hening, mereka berdua diam, mereka menikmati indahnya pergantian sore ke malam di jalan dalam diam.

Lampu – lampu di pinggir jalan mulai hidup dan menambah keindahan jalanan Seoul yang mulai ramai dengan mobil – mobil dan orang – orang yang berlalu lalang.

Ryeowook berhenti menatap lampu yang hidup. Kyuhyun yang sudah berjalan dahulu terpaksa menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya untuk melihat apa yang dilakukan Ryeowook. “Ini sungguh indah, aku merasa seperti putri kerajaan yang tengah disambut oleh banyak orang.” Ujar Ryeowook dengan senang. Kyuhyun tersenyum tipis mendengar penuturan Ryeowook lalu kembali berjalan.

Menyadari Kyuhyun yang mulai berjalan jauh darinya, Ryeowook segera berlari kecil mengejar Kyuhyun.

“Kyu .. tunggu aku …” ujar Ryeowook sambil mencoba menyamakan langkah kaki Kyuhyun dengannya.

“Berjalanlah dengan pelan, langkah kakimu sungguh lebar. Apa kau tak tahu itu?” Gerutu Ryeowook dengan terus mencoba menyamakan langkah lebar Kyuhyun.

Setelah langkah mereka sudah sama, Kyuhyun berbelok ke sebuah kedai ramen.

“Kyu, kau mau kemana?” tanya Ryeowook panik karena ia sebenarnya sungguh takut jika harus berjalan sendiri di keramaian seperti ini. Dan ia juga sebenarnya tak pernah pulang selarut ini, ia jadi parno sendiri memikirkan resiko – resiko yang akan ia dapatkan jika ia harus pulang tanpa Kyuhyun disampingnya.

“Masuklah. Aku yang membayar.” Ujar Kyuhyun. Ryeowook menggigit bibirnya, ia bingung. Tapi daripada memikirkan resiko – resiko pulang tanpa Kyuhyun di sampingnya, sepertinya Ryeowook lebih memilih makan bersama Kyuhyun saja, lagipula ia memang sudah sangat lapar.

Akhirnya mereka berdua masuk ke kedai.

“Kau ingin apa?” tanya Kyuhyun.

“Aku .. euung .. terserah padamu saja, lagipula kau yang membayar. Aku ikut denganmu.” Ucap Ryeowook jujur, walaupun sebenarnya ia tak begitu menyukai ramen.

“Ahjumma, aku pesan seperti biasa, tapi untuk dua orang.” Ujar Kyuhyun memesan makanan pada ahjumma yang mendatangi meja mereka.

“Baiklah Kyu, ini yeojachingumu ne? Cantik sekali. Sering – seringlah membawanya kemari.” Ujar ahjumma itu dengan tersenyum jahil.

Ryeowook membuka matanya lebar – lebar mendengar ucapan ahjumma itu, sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum menanggapi perkataan ahjumma barusan.

“Ah … anio ahjumma, aku bukan yeojachingu-nya !!!” bantah Ryeowook keras – keras.

“Hahahha .. tak perlu malu gadis cantik. Bukankah Kyuhyun sangat tampan? Kau sungguh beruntung bisa mendapatkannya. Pasti banyak teman yeoja-mu yang iri padamu eoh? Tentu saja ahjumma tahu itu mengingat Kyuhyun termasuk kategori pria tampan.” ujar ahjumma lagi dengan jahil lalu melenggang pergi meninggalkan mereka. Ryeowook langsung menutup wajahnya frustasi dengan tangannya.

“Ahjumma … tunggu …” ujar Kyuhyun.

“Ada apa Kyu?” tanya ahjumma tadi sambil menghampiri mereka lagi.

“Apa ada es krim disini?” tanya Kyuhyun. Ryeowook yang mendengar kata ‘es krim’ langsung menatap Kyuhyun.

“Oh ada, tapi bukannya kau tak begitu suka es krim?” tanya ahjumma tadi dengan dahi berkerut.

“Ryeowook, kau suka rasa apa?” tanya Kyuhyun dan berhasil membuat Ryeowook shock.

“Untukku?” tanya Ryeowook tak percaya.

“Kau suka rasa apa?” tanya Kyuhyun lagi.

“Coklat.” Jawab Ryeowook dengan senang.

“Aaaah .. lihatlah pasangan remaja ini .. mengingatkan aku saat muda dulu. Aku jadi ingin kembali ke waktu saat aku masih muda.” Ujar ahjumma tadi, lalu meninggalkan mereka berdua.

Ryeowook hanya bisa menggigit bibirnya salah tingkah sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum simpul.

“Seandainya saja dia tak gay.” Gumam Ryeowook hampir tak terdengar sambil memalingkan muka dari Kyuhyun.

“Sejak kapan kau tahu tentang ini?” tanya Kyuhyun tiba – tiba yang membuat Ryeowook kaget.

“Hah? Mwo?” tanya Ryeowook secara refleks.

“Itu, tentang masalahku.” Ujar Kyuhyun dengan pandangan serius.

“Masalah apa?” tanya Ryeowook bingung. Kyuhyun memutar matanya malas, “haruskah aku menjelaskannya untukmu Kim Ryeowook?” ujarnya dengan nada malas.

Ryeowook diam, dan beberapa detik kemudian ia baru sadar dan langsung tertawa keras.

“Hahahahhah .. OMO .. OMO .. Aiigooo … Mianhae ne, aku baru sadar … Hahaah ..” ujarnya dengan tertawa dan menepuk jidatnya menyadari apa yang dimaksud Kyuhyun. Kyuhyun memutar matanya malas lagi, kesal juga berbicara dengan seorang Kim Ryeowook yang di cap aneh oleh kawan – kawannya yang ternyata bukan isapan jempol belaka. Seharusnya Kyuhyun harus lebih sering – sering berinteraksi dengan teman – temannya.

“Baiklah, berhenti tertawa Ryeowook, waktunya serius.” Ujarnya menenangkan dirinya sambil memegang dadanya, lalu sedetik kemudian Ryeowook menatap Kyuhyun dengan senyuman manisnya.

“Tentu saja aku tahu.” Ucapnya dengan bangga sambil memainkan alisnya pada Kyuhyun.

“Darimana kau tahu?” tanya Kyuhyun.

“Aku-“

“Ini pesanan kalian ..” ujar ahjumma tadi yang tiba – tiba sudah berada di meja mereka dengan membawa pesanan mereka dan senyum merekah di wajahnya yang sudah agak tua.

“Waaaaah … neomu gomawo ne ahjumma !!!! kelihatannya sangat enak.” Ucap Ryeowook dengan mata berbinar – binar melihat makanan yang dibawa ahjumma tadi. Melihat itu, Kyuhyun menghembuskan nafas beratnya. Lebih baik membicarakannya di lain waktu saja, mengingat dari tadi Ryeowook memang lapar.

***

“Aku puuulaaaaaaang …..” pekik Ryeowook sambil memakai sandal rumah dan mulai berjalan ke dapur.

Setelah sampai di dapur ia segera mengambil gelas dan menuangkan air ke dalam gelas, lalu meminumnya.

“Haah ..” ucapnya menghela nafas lega, saat ia merasakan tenggorokannya tersiram air.

“Ngomong – ngomong dimana semua orang?” tanya Ryeowook menyadari dari tadi tak ada eonnienya, eommanya dan juga appanya. Biasanya sekarang, eonnienya ada di dapur sedang memasak untuk makan malam dan eommanya akan sibuk membaca resep – resep makanan baru yang ia dapat dari majalah langganan eommanya, lalu appanya pasti sekarang tengah berada di ruang keluarga dan bisa dipastikan appanya akan menonton pertandingan sepak bola atau baseball karena appanya sangat menyukai olahraga, tak seperti Ryeowook yang sangat anti dengan kegiatan fisik, karena menurutnya olahraga membuat tubuhnya pegal – pegal.

“Kemana perginya semua orang?” tanyanya lagi sambil celingukan mencari keberadaan keluarganya.

“Aku pulang ..” sayup – sayup Ryeowook mendengar suara eonnie-nya dari depan.

“Ah .. dia habis jalan – jalan dengan namjachingu-nya pasti. Matilah kau eonnie, akan ku adukan pada appa dan eomma.” Ujarnya dengan penuh dendam kesumat. Dengan segera, tanpa berpikir panjang ia meletakkan gelas yang dipegangnya ke meja terdekat dan segera berlari ke depan untuk menemui eonnie-nya.

 

“Hah .. kau habis darimana huh eonnie-ku tersayang?” tanya Ryeowook sambil memainkan alisnya dan tersenyum evil.

Jaejoong yang sedang membuka sepatu highheelsnya langsung menolehkan wajahnya ke Ryeowook.

“Aku dari luar.” Jawab Jaejoong dengan santai sambil memakai sandal rumah dan berdiri, lalu ia menyilangkan kedua tangannya ke dadanya dengan ekpressi mengejek. “Lalu? Kau sendiri bagaimana? Kenapa baru pulang huh? Apa sekarang adikku yang cantik ini mengikuti kegiatan ekstrakurikuler?” tanya Jaejoong memojokkan Ryeowook.

Ryeowook langsung gugup menjawab pertanyaan eonnie-nya. “Aku .. aku .. aku .. ah untuk apa eonnie bertanya? Tak ada untungnya untuk eonnie jika mengetahuinya.” Ujar Ryeowook dengan kesal karena tak mendapat alasan yang tepat. Mana mungkin ia berkata yang sebenarnya pada orang di depannya sekarang yang notebene adalah eonnie-nya sendiri, ia yakin pasti eonnie-nya tak akan percaya dan menganggapnya aneh.

“Hahahah .. skakmat.” Ujar Jaejoong dengan tertawa puas dan juga bangga sambil melewati Ryeowook begitu saja.

“Ck! Bagaimana ada manusia semacam dirimu yang hidup di muka bumi ini?” gerutu Ryeowook dengan kesal.

“Hahahha .. berhentilah mempertanyakan seperti itu. Lebih baik sekarang kau diam dan berkenalan dengan namjachingu eonnie. Suruhlah ia masuk.” Ujar Jaejoong dari dapur.

“Hah ???? Namjachingu ???? Eonnie membawanya kemari ???” pekik Ryeowook dengan shock akut.

“Berhentilah berteriak Ryeowook! Suruhlah ia masuk sekarang! Ia ada di luar sedang menunggu!” pekik Jaejoong kesal.

Ryeowook menghembuskan nafas kesalnya. “Huh … baik – baik. Aku akan menyuruhnya masuk sekarang eonnie.” Ujar Ryeowook dengan nada agak sedikit kesal sambil berjalan menuju pintu. Ryeowook memutar gagang pintu rumahnya dan membukanya.

“Masuklah! Eonnie menyu…. IGE MWOOOOYAAAAAA ?!?!?!?!??? KAU !!!!!!!!” pekiknya shock sambil menunjuk ketika melihat namja di depannya yang dikenalinya sebagai namjachingu Cho Kyuhyun.

Henry menautkan alisnya bingung melihat reaksi Ryeowook padanya. “Wae?” nada suara Henry menurun ketika Ryeowook dengan seketika kembali menutup pintu rumahnya dengan kasar. Melihat itu Henry hanya bisa cengo dan bertambah bingung dengan perlakuan Ryeowook padanya.

 

Ryeowook menyandarkan tubuhnya ke pintu dengan pandangan tak percaya. “Ya Ampuun .. tak mungkin .. tak mungkin .. tak mungkin … aku salah lihat pasti.” Ujarnya tak percaya meyakinkan diri. Ia menghembuskan nafas beratnya, lalu ia membuka pintu kembali dan memandang Henry yang masih dengan ekpressi cengo dan bingungnya.

“Ap ..” belum sempat Henry kembali mengutarakan apa yang ia pikirkan, Ryeowook kembali menutup pintu rumah kembali.

“WAAAAAAAAAAAAAAAAH !!!!! INI MUSTAAAAHIIIIIIIIL ……………” teriaknya shock berat sambil memegang kedua pipinya.

***

Ryeowook dengan malas memutar matanya.

“Dunia begitu sempit ya?” gumam Ryeowook dengan agak ketus sambil menopang dagunya. Sekarang Ryeowook, Henry dan Jaejoong berada di ruang tamu. Suasana di ruangan itu benar – benar awkward. Ryeowook duduk di sofa paling ujung kanan dan Henry duduk di sofa paling ujung kiri, dan Jaejoong berada di tengah – tengah mereka.

“Kau bilang apa Wookie?” tanya Jaejoong penasaran.

“Ah ani eonnie, aku merasa di rumah ini begitu panas.” Dusta Ryeowook sambil mengipasi wajahnya dengan tangannya.

“Oh iya, kau benar. Aku ke belakang dulu ya, akan kubuatkan minuman. Kau berkenalan-lah dengannya.” Ujar Jaejoong dengan tersenyum dan menunjuk Henry yang tersenyum pada Ryeowook. Ryeowook mengalihkan pandangannya dari Henry dengan pandangan jijik dan malas.

“Baiklah kalau begitu. Aku ke belakang dulu ne. Baik – baiklah dengan adikku ya.” Ujar Jaejoong sambil mencium pipi Henry. Ryeowook yang melihatnya langsung membuka dan menutup mulutnya layaknya ikan kekurangan air.

“Jangan kau apa – apakan namjachingu eonnie, arrachi.” Ujar Jaejoong sambil mengacak rambut Ryeowook. Ryeowook memutar matanya kesal. Lalu, Jaejoong pergi ke dapur.

Setelah sepeninggal Jaejoong. Mereka berdua hanya diam. Ryeowook malas berbicara dan Henry bingung ingin memulai dengan apa, mengingat sepertinya Ryeowook tak begitu menyukainya dari gestur dan cara tingkah lakunya.

“Euuung .. kenalkan … Henry imnida.” Ucap Henry memulai percakapan dengan mengenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya pada Ryeowook yang masih menopang dagunya. Ryeowook menghembuskan nafas beratnya. Ia membalas uluran tangan Henry dengan agak malas. “Kim Ryeowook imnida.” Ujar Ryeowook dengan agak ketus.

“Euung ..” belum sempat Henry berbicara, Ryeowook menyelanya. “Ternyata kau bukan sekedar tak lurus saja, kau juga bercabang – cabang. Bagaimana kau bisa melakukan hubungan seperti itu?” ujar Ryeowook dengan nada ketus.

“Maksudmu?” tanya Henry bingung.

“Bagaimana kau bisa berserong – serong ria? Apa sangat menyenangkan memiliki hubungan seperti itu?” ujar Ryeowook lagi.

“Sebenarnya apa maksudmu?” tanya Henry tambah bingung dengan pertanyaan – pertanyaan yang dilontarkan Ryeowook padanya.

Ryeowook berdiri dari duduknya dan berkata, “Cho Kyuhyun.” Ujar Ryeowook dengan tersenyum, lalu pergi meninggalkan Henry yang memasang muka cengo ke kamarnya.

***

Ryeowook menghempaskan dirinya ke bangkunya dan menatap bangku Kyuhyun yang masih kosong dengan pandangan kasihan karena Ryeowook kebetulan berangkat sangat pagi, bahkan di kelas-pun belum ada orang sama sekali.

“Euh .. kenapa kau begitu menyedihkan Kyu?” gumamnya masih dengan pandangan kasihan dan terus memandang bangku Kyuhyun yang kosong.

“Kau sungguh menyedihkan. Apa yang harus ku lakukan untuk membantumu?”

“Bagaimana kau bisa mempunyai hubungan serumit itu?”

“Kau benar – benar malang, sudah gay, ternyata namjachingumu mempunyai yeojachingu dan parahnya adalah ternyata yeojachingu-nya adalah eonnie-ku sendiri???? Kita benar – benar bertakdir dalam benang yang sangat kusut .. ck ck ck ..” ujar Ryeowook dengan menggeleng – gelengkan kepalanya prihatin.

“Aku sangat kasihan padamu sekarang.” Ryeowook menghembuskan nafas beratnya, dan setelan Ryeowook mengatakan itu, sang empunya kursi yang dari tadi di pandang Kyuhyun datang dan duduk di bangku tersebut dengan ekpressi seperti biasa yaitu datar. Sontak saja Ryeowook berjengkit kaget dengan kedatangan Kyuhyun yang menurutnya tiba – tiba.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun bingung yang melihat Ryeowook yang kaget.

“Hahahha .. anio. Tak ada apa – apa.” Dusta Ryeowook dengan tertawa garing dan di balas Kyuhyun dengan memutar matanya jengah.

Setelah itu, hening. Kyuhyun seperti biasa langsung mengeluarkan buku dan membacanya, sedangkan Ryeowook hanya bisa berpikir dan berpikir dengan gelisah sambil menyembunyikan wajahnya ke kedua tangannya yang dilipat.

‘Kenapa begitu rumit?’

‘Kenapa aku merasa sedih melihat kenyataan ini?’

‘Namjachingu-nya selingkuh, dan ia …’ Ryeowook melirik Kyuhyun dengan pandangan prihatin, lalu kembali menelungkupkan wajahnya ke lipatan tangannya.

‘Jika ia tahu, apa ia akan tersakiti?’

‘Apa aku berani mengatakan yang sebenarnya padanya?’

‘Dia akan tersakiti. Dia akan sedih.’

‘Aku tak akan tega melihatnya seperti itu. Sebenarnya dia begitu rapuh walaupun kelihatan begitu kokoh dan kuat dari luar.’

‘Bagaimana ini?’

‘Ya Ampuuun … rasanya sangat menyedihkan melihatnya sedih walaupun itu baru dibayanganku saja. Kenapa seperti ini?’

Kyuhyun yang melihat tingkah laku Ryeowook yang tak seperti biasanya memandang Ryeowook bingung.

“Apa kau sakit?” tanya Kyuhyun membuyarkan lamunan Ryeowook, Ryeowook mendongakkan wajahnya kaget.

“Hah? Mwo? Kau bilang apa tadi?” tanya Ryeowook.

“Apa kau baik – baik saja?” tanya Kyuhyun sambil meletakkan buku yang ia baca dan menatap Ryeowook intens.

“Hah? Anio. Aku baik – baik saja. Aku sangat baik malahan.” Ujar Ryeowook dengan tersenyum lebar dan tertawa yang dipaksakan.

“Tapi matamu mengatakan tidak.” Ujar Kyuhyun dengan nada datar dan kembali membaca bukunya lagi. Ryeowook hanya bisa menggigit bibirnya kelu.

“Apa sangat kelihatan?” tanya Ryeowook dengan hati – hati.

“Jadi begini .. ah tidak – tidak .. itu .. mungkin kau … ah .. tidak jadi.” Ujar Ryeowook tidak jadi mengutarakan apa yang mengganjal dalam pikirannya dari tadi malam.

“Aku tidak punya masalah. YOOOOSSSH !!!” pekiknya meyakinkan diri dengan semangat.

Kyuhyun memandang Ryeowook tak percaya sebentar lalu kembali fokus membaca buku lagi, pasalnya tadi ia tak bersemangat dan sekarang? Lihat ??? ia kembali membunyikan suara toa-nya.

“Eh, Kyu. Apa kau sudah makan?” tanya Ryeowook dengan pandangan mata berbinar – binar ke Kyuhyun.

“Belum.” Jawab Kyuhyun dengan nada datar seperti biasa sambil terus membaca buku.

Ryeowook mengembangkan senyum lebarnya, lalu menurunkan buku yang dibaca Kyuhyun dan menarik tangan Kyuhyun agar mengikutinya.

“Ayo, ikut aku. Hanya ikuti aku saja Kyu.” Ujar Ryeowook dengan nada senang dan senyum mengembang di wajahnya.

Kyuhyun dengan ekpressi datar dan tanpa kata – kata hanya mengikuti Ryeowook, dengan tangan kanannya ditarik – tarik Ryeowook.

***

“Untuk apa kemari?” tanya Kyuhyun bingung karena Ryeowook mengajaknya ke tempat tukang kebun sekolah.

“Ssssssst … diamlah. Jangan berisik.” Ujar Ryeowook, lalu masuk ke dalam dan diikuti Kyuhyun dengan wajah datarnya.

“Ahjussi .. mianhae. Tapi bolehkah aku meminta bekalku sedikit untuk ku makan?” ujar Ryeowook to the point dengan mata besarnya.

“Hahhahha .. tak apa – apa Wookie, ambillah. Bahkan jika kau mengambil semuanya-pun aku tak apa. Itu kan bekalmu.” Ucap ahjussi tukang kebun itu.

Ryeowook memainkan jari – jarinya sambil menggigit bibirnya. “Tapi kan sudah kuberikan padamu ahjussi.”

“Aku sangat berterimakasih padamu. Kau setiap hari selalu memberikan bekal makanmu padaku. Jadi jika hari ini kau mengambilnya tak apa. Lagipula aku bisa membeli sendiri. Ambillah.” Ujar ahjussi itu sambil memberikan bekal makanan Ryeowook.

Ryeowook tersenyum senang. “Ah, gomawo ahjussi. Besok akan kubawakan kimbap kesukaanmu. Aku janji.” Ujar Ryeowook sambil membungkuk senang. Kyuhyun hanya bisa memandang tak percaya.

***

Ryeowook dan Kyuhyun sekarang duduk di bangku taman belakang sekolah. Karena masih pagi, jadi hanya ada tukang bersih – bersih saja. Angin semilir mengiringi mereka. Ryeowook membuka bekal makanannya dengan mata senang.

“Kenapa memberikan bekalmu setiap hari pada ahjussi itu?” tanya Kyuhyun ingin tahu.

“Ingin saja. Lagipula dia jauh dari istrinya, istrinya ada di Mokpo. Aku kasihan padanya. Setiap pagi tak ada yang memasakkannya makanan. Anggap saja, dia adalah appaku dan aku aegya-nya. Lagipula, aku juga punya banyak uang. Jadi aku tak akan mati kelaparan kalau aku memberikan bekalku. Dan satu lagi, sebenarnya aku agak bosan dengan makanan yang di masak eonnie-ku. Hehehehhe.” Ujar Ryeowook santai sambil membuka bekalnya. Kyuhyun memandang Ryeowook dengan pandangan yang tak bisa diartikan setelah Ryeowook menjawab pertanyaan Kyuhyun tadi.

“Nah .. Kyu. Buka mulutmu dan makanlah.” Ujar Ryeowook sambil menyumpit kimchi.

Kyuhyun dengan ekpressi datar membuka mulutnya sedikit. Ryeowook yang melihatnya tertawa geli. “Ternyata kau namja yang sangat penurut. Hhiihihihi.”

Kyuhyun memejamkan matanya lalu mendecak kesal pelan. Ryeowook tersenyum jahil melihat apa yang dilakukan Kyuhyun.

“Aaaaaaaak …………” ucap Ryeowook sambil mengarahkan kimchi ke mulut Kyuhyun. Kyuhyun membuka mulutnya sedikit masih dengan ekpressi datarnya.

Namun ternyata Ryeowook membelokkannya dan malah memasukkan kimchinya ke mulutnya sendiri.

“Ahm .. nyam nyam nyam ..” Ryeowook tanpa rasa bersalah memakan kimchi itu dengan senang.

Kyuhyun tersenyum melihat tingkah Ryeowook yang ia pikir seperti anak kecil. Ryeowook yang melihat senyuman Kyuhyun yang sangat jelas itu tentu saja menatap Kyuhyun tak percaya.

“Jinjja ???? kau tersenyum barusan ??? tersenyum ???? OMO !!! sulit di percaya !!!!” pekik Ryeowook.

Mendengar itu, Kyuhyun langsung berwajah datar seperti biasa. Ryeowook menyunggingkan smirk-nya. “Aaaah .. kau tak perlu menutupi – nutupinya lagi. aku sudah melihatnya Kyu.” Ujar Ryeowook sambil mencolek dagu Kyuhyun jahil.

“Jika kau ingin tertawa, tertawalah. Aku juga ingin melihat Kyuhyun tertawa.” Ujar Ryeowook dengan senang.

“Kau tak perlu malu – malu.” Ujar Ryeowook menggoda Kyuhyun, namun Kyuhyun tetap datar seperti biasa menanggapinya.

“Mwo ??? Kenapa kau tak tertawa atau tersenyum seperti tadi !!!!” pekik Ryeowook kesal. Akhirnya Ryeowook memelototkan matanya pada Kyuhyun.

“Ayo tertawa atau tersenyum sekarang!” ujar Ryeowook dengan nada horor namun lucu dan berhasil membuat Kyuhyun tersenyum geli.

“Waaaaaah .. kau tersenyum lagi !!!! Eotthokke ??? itu membuatku senang ….” pekik Ryeowook kegirangan. Dan Kyuhyun hanya bisa memandang Ryeowook dengan senyuman mengembang di wajahnya.

***

[Perpustakaan, di meja paling ujung]

Jika kau ingin menyembuhkan seorang gay, cara yang paling mujarab adalah dengan mengajaknya berhubungan dengan Anda, seperti berciuman, atau sex dengannya. Biasanya sentuhan – sentuhan intim yang Anda berikan bisa merangsang hormonnya untuk bekerja, sehingga secara perlahan ia bisa sembuh. Namun selain itu, berikan dia kasih sayang dan perhatian Anda. Ini juga bisa membantu menyembuhkannya.

Jika ingin informasi yang lebih. Konsultasikan dengan psikiater terdekat.

Ryeowook meletakkan i-phone-nya ke meja dengan menggigit bibirnya dramatis dan raut wajah panik.

‘Haruskah aku melakukannya?’ jeritnya dalam hati sambil menutupi wajahnya frustasi.

‘Itu sungguh gila! Aku tak bisa melakukannya!’ protesnya dalam hati sambil membuka tangan dengan frustasi.

‘Lebih baik ia berkonsultasi dengan psikiater saja!’

‘Tapi …’

‘Cara itu katanya mujarab.’

Ryeowook sungguh frustasi dengan cara yang ditulis dalam blog yang ia baca tadi.

‘Aku tak berani melakukannya. Bagaimana kalau setelah aku melakukan itu, dia malah membenciku? Andwaeeeeeeeeeee !!!!!!!’ ia menggeleng – gelengkan kepalanya histeris.

‘Aku tak mau ia membenciku. Tak akan. Aku tak akan mau.’ Ryeowook membenturkan kepalanya berkali – kali ke meja dengan frustasi dan berhasil menimbulkan orang – orang yang tengah sibuk membaca atau mencari buku di perpustakaan melihat Ryeowook dengan pandangan bingung dan aneh.

***

Bel pulang sekolah berbunyi nyaring.

Ryeowook dan Kyuhyun pulang bersama dengan berjalan kaki seperti biasa. Namun kali ini berbeda, Ryeowook terus menundukkan kepalanya sepanjang perjalanan, bahkan ia berjalan di belakang Kyuhyun tak seperti biasanya. Biasanya Ryeowook akan protes jika ia berjalan di belakang, alasannya simple, Ryeowook tak ingin dirinya diculik dan Kyuhyun tak mengetahuinya. Bahkan dalam perjalanan pulang ini sungguh hening. Ryeowook tak membuka percakapan sama sekali seperti biasanya. Dan Kyuhyun? Ia tahu perbedaan sifat yang ditunjukkan Ryeowook hari ini, namun ia menghiraukan saja walaupun sebenarnya ia ingin tahu apa penyebab perubahan Ryeowook.

Mereka terus berjalan dalam diam diiringi semilir angin yang lembut menerpa mereka.

Kyuhyun berhenti berjalan dan Ryeowook yang dari tadi berjalan menunduk tentu saja menabrak punggung Kyuhyun.

“Aww ..” ringis Ryeowook kesakitan dengan pelan sambil menyentuh dahinya.

“Ke .. ke .. kenapa berhenti tiba – tiba?” pekik Ryeowook tak terima.

“Sudah sampai di rumahmu.” Jawab Kyuhyun datar.

Ryeowook menolehkan kepalanya ke pinggir jalan dan benar saja mereka telah sampai di rumah Ryeowook. Ryeowook menggigit bibirnya.

Kyuhyun melangkahkan kakinya untuk pulang. Ryeowook yang melihatnya langsung sedikit panik.

“Kyuhyun! Tunggu! Tunggu sebentar!” pekik Ryeowook panik dan mencoba menahan Kyuhyun.

Kyuhyun membalikkan tubuhnya dan menatap Ryeowook dengan ekpressi datar.

“Ada apa?” tanya datar. Dan Ryeowook lagi – lagi menggigit bibirnya kelu.

“Menurutmu apa salah mencintai seseorang?” tanya Ryeowook dengan pandangan berharap.

Kyuhyun diam, ia tak menyangka Ryeowook menanyakan ini padanya.

Ryeowook menundukkan kepalanya lalu bersuara, “Aku sedang mencintai seseorang, dan itu lawan jenisku. Aku merasakan jantungku terus berdegup dengan kencang jika berdekatan dengannya. Melihatnya tersenyum atau tertawa bahkan walaupun hanya melihat wajahnya dan mendengar suaranya-pun aku sangat senang. Jantungku terus berdetak dengan cepat dan kadang membuat diriku rasanya terbang hanya dengan sentuhannya dan perlakuannya padaku. Ini sungguh menyiksaku ketika mengetahui ia bukan milikku dan ia ….” Ryeowook diam sebentar lalu memandang Kyuhyun dengan tatapan yang tak bisa diartikan. “Dia berbeda dari yang lain. Dan aku ingin perbedaan itu aku benahi agar ia seperti orang yang lain, ia bisa menikmati apa itu jatuh cinta dalam arti yang sebenarnya dan hidup secara normal.” Lanjut Ryeowook.

Kyuhyun hanya diam, ia hanya bisa memandang Ryeowook dengan tatapan agak bingung karena bahasa Ryeowook yang menurutnya berbelit – belit.

“Oleh karena itu …” Ryeowook menggantung perkataannya, dan dengan gerakan cepat Ryeowook mencium bibir Kyuhyun dan berhasil membuat Kyuhyun membelalakkan matanya shock dengan apa yang dilakukan Ryeowook padanya.

Ryeowook melepaskan ciumannya dan menatap Kyuhyun.

“Aku ingin kau sembuh. Saranghae Cho Kyuhyun.” Ujar Ryeowook dengan lembut dalam perkataannya. Kyuhyun diam membisu dan menatap Ryeowook dengan pandangan datar seperti biasa.

“Tapi aku tak mencintaimu.” Ujar Kyuhyun setelah beberapa lama diam.

DEG

Rasanya mendengar perkataan Kyuhyun barusan, membuat tubuhnya lemas dan ia merasakan sakit yang teramat sakit di hatinya. Mata Ryeowook mulai memerah dan berkaca – kaca.

“Aku tahu dan seharusnya aku tak mengatakan ini padamu.” Ujar Ryeowook dengan memaksakan senyuman di wajahnya walaupun sudah ada air mata yang keluar dari pelupuk matanya.

“Maafkan aku.” Ujarnya sambil membungkuk dan segera berlari menuju rumahnya.

Kyuhyun menatap tubuh mungil Ryeowook yang hilang ditelan pintu dengan pandangan kecewa, sedih, merasa bersalah dan bingung bercampur menjadi satu.

“Aku juga ingin sembuh.” Ujarnya, lalu ia memegang dadanya. “Dan aku juga ingin merasakan apa yang kau rasakan.”

***

[Kamar Ryeowook]

“Hiks .. eonnie … aku patah hati .. hiks .. ” ujar Ryeowook dengan sesenggukan sambil memeluk Jaejoong.

Jaejoong membelai surai rambut Ryeowook prihatin dan mencoba menenangkan. “Sssst .. jangan menangis Wookie.”

“Hiks .. tak bisa .. hiks .. air mata ini tak mau berhenti eonnie .. hiks .. sungguh sakit … sakit sekali .. hiks.”

“Tenanglah. Untuk apa menangisi seseorang yang tak mencintaimu?”

“Hiks .. molla .. hiks .. aku baru mencintainya .. dan aku sudah ditolaknya .. hiks … tapi aku tak bisa membencinya .. hiks .. apa yang harus kulakukan ?? hiks”

“Lupakan dia.”

DEG

Ryeowook menatap eonnie-nya tak percaya.

“Aku tak akan tega melakukannya.”

***

Ryeowook masuk ke kelas dengan penampilan urakan seperti dulu lagi, bahkan ia sekarang hanya mencepol rambutnya asal – asalan dan tak memakain make-up tipis lagi. ia kembali lagi ke dirinya yang dulu. Tentu saja semua orang yang melihatnya terkejut dan bingung, apalagi saat Ryeowook melewati bangku Kyuhyun tanpa ekpressi dan langsung duduk di bangkunya yang dulu, yaitu di samping Sungmin. Bahkan Kyuhyun sampai berhenti membaca dan memandang Ryeowook bingung.

“Jangan bertanya minnie, aku sedang di keadaan yang buruk.” Ujar Ryeowook to the point dengan nada perkataan yang ketus saat duduk di samping Sungmin yang bingung. Sungmin menganggukkan kepalanya, ia tahu jika Ryeowook sudah begini, maka bisa dipastikan orang yang mengganggunya pasti akan takut, karena jika Ryeowook marah ia hanya diam dan memandang orang itu dengan pandangan yang menakutkan.

“Apa yang terjadi dengannya?”

“Kenapa berubah seperti dulu lagi?”

“Ada apa dengannya?”

“Kenapa ia tak sebangku dengan Kyuhyun lagi?”

“Apa ia sedang marah dengan Kyuhyun?”

“Apa dia berhenti menyukai Kyuhyun?”

Teman – temannya mulai menggunjing dan bergosip ria, tapi Ryeowook hanya diam dan bersikap seolah – olah ia tak mendengar perkataan – perkataan itu.

Kriiing Kriiiing

Pelajaran-pun di mulai.

***

“Hei Wookie, ada apa denganmu?” tanya Eunhyuk ingin tahu.

Ryeowook memutar matanya lalu mengeluarkan komik dari laci mejanya.

“Tak ada apa – apa.” Jawab Ryeowook cuek.

“Aiigooo .. lihatlah. Ia kembali lagi ke sifat aslinya yang dulu.” Ujar Heechul tak habis pikir.

Sungmin menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya dan memandangi Heechul dan Eunhyuk agar diam dan tak bertanya masalah apapun dengan Ryeowook, namun sepertinya mereka berdua tak mengerti maksud Sungmin.

“Apa yang kau lakukan Min?” tanya Heechul heran.

“Nde. Apa yang kau lakukan huh? Seperti ini?” ujar Eunhyuk sambil mempraktekan apa yang Sungmin lakukan tadi. Tentu saja Sungmin yang melihatnya langsung menepuk jidatnya kesal dan frustasi.

Ryeowook dengan pandangan malas langsung berdiri dan meninggalkan mereka bertiga. Eunhyuk dan Heechul menatap Ryeowook bingung. “Ada apa dengan anak itu?” tanya mereka berdua bingung.

Sungmin memutar matanya frustasi. “Apa kalian tak mengerti? Ia sedang marah. Dan aku tadi menyuruh kalian untuk diam bukannya bicara terus menerus.” Ujar Sungmin dongkol dan gondok.

***

Ryeowook berjalan dengan ekpressi kesal.

“Menyebalkan.” umpatnya dengan pelan.

Tiba – tiba Kyuhyun berada di depannya. “Aku ingin berbicara.” Ujarnya dengan serius. Ryeowook memutar matanya, mencoba menetralisir jantungnya yang masih berdegup dengan kencang.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Ryeowook secuek mungkin sambil mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun, karena ia takut jika ia lebih lama lagi memandang Kyuhyun, ia tak bisa mengontrol perasaannya pada Kyuhyun.

“Tapi tak disini.” Ujar Kyuhyun lalu menarik tangan Ryeowook agar mengikutinya.

Setelah berjalan agak lama, akhirnya mereka tiba di gudang yang dulu digunakan Ryeowook untuk menunjukkan blue film pada Kyuhyun. Ryeowook memandang Kyuhyun bingung.

“Kenapa bicaranya harus disini? Apa tak ada tempat yang lebih baik lagi?” tanya Ryeowook kesal juga dibawa ke tempat seperti ini dengan Kyuhyun.

“Aku tak suka caramu mengabaikan aku.” Ujar Kyuhyun dengan memandang Ryeowook intens.

“Lalu kenapa? Apa tak boleh?” tanya Ryeowook frustasi.

“Aku tak suka saat kau menghilang dari edaranku.”

“Aku tak suka saat kau melewatiku begitu saja tanpa berkata apa – apa atau tersenyum padaku.”

“Aku tak suka saat kau tak mau menatapku.”

“Dan aku sangat tak suka mengakui kalau aku mulai merasakan apa yang kau rasakan.”

Ryeowook memandang tak percaya pada Kyuhyun. “Apa maksudmu?” cicit Ryeowook pelan saking tak percayanya mendengar apa yang dikatakan Kyuhyun barusan padanya.

“Saranghae Kim Ryeowook. Jeongmal saranghae.” Ujar Kyuhyun dengan lembut.

“Saranghae.”

“Hah?” ucap Ryeowook tak percaya.

BRUUUKK

Mendengar Kyuhyun mengatakan itu barusan membuat Ryeowook langsung pingsan seketika.

“Ryeowook …” panggil Kyuhyun khawatir.

“Uh, jangan ucapkan itu lagi. Kau bisa membuatku masuk rumah sakit jika mengatakannya lagi.” ucap Ryeowook masih dengan menutup matanya.

Kyuhyun tertawa geli mendengar perkataan Ryeowook, sungguh lucu dan aneh yeoja satu ini pikirnya.

“Jeongmal saranghae Kim Ryeowook. Sungguh sungguh mencintaimu Kim Ryeowook.” Ujar Kyuhyun dengan jahil.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH !!!!!!!!” pekik Ryeowook dengan frustasi dan tak percaya menggema di gudang itu dan membuat Kyuhyun semakin tertawa geli.

^^ FIN ^^

 

Hehehehe .. #senyum2jari

Mian kalo lama. Aku sekarang udah kelas 3, jadi enggak bisa upload rajin kayak dulu – dulu lagi. yah .. namanya juga kelas 3 iye kan ??? -____-“

Rasanya enggak pengen ujian deh, langsung ajah masuk ke tahap selanjutnya :p

Setelah ini kalian mau aku ngelanjutin yang mana? LIC ? Firefly In The Dark? Atau OS yang dulu? OS yang Kyuhyun enggak kenal Ryeowook tapi ngajakin nikah Ryeowook?

Yah .. komentar ajah deh. Okay. 😀

With LOVE! ~Frisca

Chu :* Saranghae ❤ ❤ ❤

Password!!!

b65ab7-horz

Anyeeeeeeoooong #senyumunyuk

Jadi karena ada yang saya protect, jadi minta pw-nya ke pin bb saya atau nomor saya atau message di fb saya.

Pin BB : 25AB7C79

Nomor : 08990114833

FB : Frisca Bayu Melati

Saya protect bukan karena alasan biar kalian mau komentar atau gimana yak, tapi ini beneran aku protect  karena ada unsur dewasa-nya. Aku enggak akan sejahat itu kok chingu :’)

Jadi mohon dimaklumi jika ada cerita saya yang saya protect. Itu bukan karena saya ingin kalian komentar dan silent reader saya bumi hanguskan -.-

Itu murni karena ada begonoannya xD plak

Ya udah, selamat bertemu di cerita – cerita saya ^^

Find Your Personality!

doremi

Anyeeeeoong chingu-deul … ^^

 

Aduuuuh .. mianhae ne aku tadi malem enggak jadi update LIC 😥

Om aku yang dari Semarang pulang ke rumah, kalo aku dekem di kamar sama notebook takutnya dikira gimana gituuuh, jadi aku enggak bisa ngelanjutin proyek saya yang atuh itu T^^T #alasan.ditimpukreaderpakekkolor

 

Ya udah, daripada blog aku kosong dan banyak jaring laba – laba yang bergentayangan di blog, mending diisi ama apaan gituh #apainithor?

 

Heheheh :p #senyumgaje

Hari ini aku mau nge-share sama kalian semua tentang 4 kepribadian manusia. Selamat membaca dan semoga bermanfaat O:)

 

  1. Sanguinis (Yang Populer)

Kepribadian Sanguinis “Si Populer” ( Ekstrovert – Membicara – Optimis )

Naah .. ini sifat saya #kibasrambut

Kalo yang pengen tahu saya lebih dalem lagi, mending baca ini. Semuanya sama, mau itu postive dan negative-nya xD plak.

Ciri-ciri sifat Sanguinis :

–          Mereka seneng banget dan ngebet pingin populer dan disenangi sama orang – orang .

–          Hidupn mereka penuh dengan bunga warna – warni. Bunga kamboja, bunga melati, bunga mawar, bunga anggrek, bunga tulip sampek bunga bangke -_-

–          Mereka demen banget ngomong gak berhenti – henti.

–          Gejolak emosinya bergelombang dan transparan. Pada suatu saat dia teriak kegirangan kemudian beberapa saat kemudian dia bisa jadi menangis tersedu-sedu.

–          Seneng nolong orang lain tetapi dia enggak dapet jadi sandaran .

–          Umumnya sih enggak penakut, tapi kalau bermasalah suuliiit banget buat bertaubat, sampek ngeden – ngeden mereka pasti sulit banget tobatnya xD plak

–          Agak pelupa (Kalo gue suka amnesia dadakan), sulit berkonsentrasi cenderung berfikir pendek,dan hidupnya serba tak teratur dan amburadul.

–          Kemungkinan besar mereka kurang mampu berdisiplin dengan waktu, sering lupa pada janji apalagi bikin planning/rencana. Beuuuuh … jadi kalo janjian sama orang sanguinis yang sabar ajah.

–          Dia kalau disuruh ngelakuin sesuatu, dia bakalan cepet mengiyakan dan terlihat kayak bener – bener hal itu bakalan dikerjain. Dengan semangat 45 dia ingin buktikan bahwa ia bisa dan bakalan ngelakuinnya. Tapi percayalah, beberapa hari kemudian ia tak lakukan apapun juga. :p Sorot matanya sering berbinar dan tampak berkaca-kaca ceria, pupil matanya cenderung besar.

–          Dia banyak bicara dan ketawa, heboh, serta punya banyak guyonan, suka ngerjain orang juga.

–          Waktu dia bicara seluruh wajah dan kebanyakan anggota tubuhnya ikut gerak untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan.

–          Pada waktu duduk enggak bisa diem.

–          Ngga sungkan untuk nanya-nanya.

–          Suka pakai pakaian yang warnanya ngejreng bukan main, atau apapun yang bikin dia tampak mudah dibedakan dengan yang lain.

–          Minta dikomentari sama temen-temennya tentang apa aja yang dia punya.

–          Mikirnya cepat, dan itu karena dia tahu manakah alternatif yg paling atau lebih menyenangkan.

Kekuatan dan Kelemahan Sanguinis:

Kekuatan  :

–          Seneng ngomong.

–          Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstrative.

–          Antusias dan ekspresif.

–          Ceria dan penuh rasa ingin tahu.

–          Hidup di masa sekarang.

–          Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan), pokoknya banyak banget yang dipengenin.

–          Berhati tulus dan kekanak-kanakan.

–          Seneng kumpul buat ngrumpi biasanya -_-

–          Mudah berteman dan menyukai orang lain

–          Seneng banget sama pujian dan pingin jadi pusat perhatian.

–          Menyenangkan dan dicemburui orang lain.

–          Mudah maafin kesalahan orang (dan enggak nyimpen dendam).

–          Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan.

–          Menyukai hal-hal yang spontan.

Kelemahan :

–          Suara sama ketawanya keras kayak orang pakek toa xD plak

–          Suka banget besar – besarin suatu masalah atau kejadian.

–          Susah banget buat diem. #guebanget

–          Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka nge-Gank). #senyumgaje (yang ini gue enggak, tapi cuma ikut – ikutan doank :p)

–          Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele sekalipun.

–          RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek)

–          Kalo kerja lebih suka ngomong dan nglupain kewajiban (awalnya aja antusias).

–          Sebagian terlalu bahagia.

–          Mudah marah, tapi gampang banget ditenangin.

–          Suka nyela pembicaraan orang. (gue kalo enggak nyela, gatel rasanya tenggorokan gue)

–          Suka ngeluh terus mudah berubah-ubah.

–          Susah dateng tepat waktu, molor mulu kerjaannya alias telat.

–          Prioritas kegiatan kacau balau.

–          Mendominasi percakapan dan susah mendengarkan dengan tuntas.

–          Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya.

–          Egoistis.

–          Sering nge-les dan mengulangi cerita-cerita yang sama.

–          Konsentrasi ke “How to spend money” daripada “How to earn/save money”.

 

Naaah .. hayooo .. siapa yang sanguinis kayak aku ???? #maininalis

Okay, next …

 

  1. Melankolis (Yang sempurna)

Kepribadian Melankolis “Si Sempurna” ( Introvert – Pemikir – Pesimis )

Ciri – Ciri Sifat Melankolis :

–          Agak berseberangan dengan sang sanguinis. #nadasinis xD plak

–          Serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola.

–          Umumnya mereka ini demen banget sama yang namanya fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam.

–          Dalam sebuah pertemuan, orang sanguinis selalu saja mendominasi pembicaraan, namun orang melankolis cenderung menganalisa, memikirkan, mempertimbangkan, lalu kalau bicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang ia pikirkan secara  mendalam sekali.

–          Orang melankolis tuh pingin serba sempurna pokoknya.

–          Segala sesuatu ingin teratur. Jadi jangan heran kalo ada orang yang `melankolis’ gak `kan bisa tidur cuma gara-gara selimut yang membentangi tubuhnya belon  ketata rapi. Dan jangan pula coba-coba mengubah isi  lemari yang telah disusun orang `melankolis’, sebab betul-betul ia tata-apik sekali, sehingga warnanya, jenisnya, klasifikasi pemakaiannya sudah ia perhitungkan dengan rapi. (kalo gue .. #lirikalmari xD) Kalau perlu ia bakalan tulisin satu per satu tata letak setiap jenis pakaian tersebut. Dia bakalan dongkol dan dendam kesumat kalau susunan itu tiba-tiba jadi lain.

–          Sering pakek kata kayak “tergantung” atau apapun yg menunjukkan dia banyak banget yang dipertimbangin.

–          Kalo dengerin kalian ngomong dia sering banget pakek pose non verbal (tangan ke wajah/nopang dagu).

–          Sering banget bilang “minta maaf”.

–          Saat duduk sikap nonverbalnya tampak kayak orang yang sedang mengevaluasi (i.e. tangan di dagu, tangan di pipi).

–          Peka pada bagaimana orang lain memberi tanggapan.

–          Bisa sampe menangis kalau denger cerita orang lain.

–          Model pakaian dan style-nya konservatif (i.e. bukan motif berani, kemeja dimasukkan baju, dst

–          Mikirnya lama, dan banyak pertimbangan.

 

Kekuatan dan Kelemahan Melankolis :

Kekuatan :

–          Analitis, mendalam, dan penuh pikiran.

–          Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal, pokoknya serba teratur deh hidupnya oran ini.

–          Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis).

–          Sensitif.

–          Mau ngorbanin diri dan idealis.

–          Standar tinggi dan perfeksionis.

–          Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi) pakek bingit.

–          Hemat.

–          Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan.

–          Kreatif.

–          Kalau sudah mulai, dituntaskan.

–          Berteman dengan hati-hati.

–          Puas di belakang layar, menghindari perhatian.

–          Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi.

–          Sangat memperhatikan orang lain.

–          Menghindari perhatian.

Kelemahan :

–          Cenderung ngelihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan).

–          Mengingat yang negatif & pendendam.

–          Mudah ngerasa bersalah dan memiliki citra diri rendah.

–          Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan.

–          Tertekan pada situasi yang enggak sempurna dan berubah-ubah.

–          Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan (if..if..if..).

–          Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan.

–          Hidup berdasarkan definisi.

–          Sulit sosialisasi.

–          Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya. (eeeh … -_-)

–          Sulit ngungkapin perasaan yang lagi dirasain (cenderung menahan kasih sayang).

–          Rasa curiganya buuuuuuesar (skeptis terhadap pujian).

 

 

  1. Koleris (Yang kuat)

Kepribadian Koleris “Si Kuat” ( Ekstrovert – Pelaku – Optimis )

Ciri-ciri sifat Koleris :

–          Mereka ini seeeeneeng biiingiiit ngatur orang.

–          Suka nunjak – nunjuk atau merintah – merintahin orang lain. Bahkan tamu pun bisa saja ia `suruh’ melalukan sesuatu untuknya. (Ehhh .. orang ini -_-)

–          Dia enggak pingin ada penonton dalam aktivitasnya.

–          Akibat sifatnya yang `bossy’ itu membuat banyak orang koleris enggak punya banyak teman .

–          Orang-orang berusaha ngehindar, menjauh agar enggak jadi `korban’ karakternya yang suka `ngatur’ dan enggak mau kalah itu .

–          Orang koleris seneng banget sama tantangan dan petualangan.

–          Mereka punya pemikiran, “cuma gue yang bisa nyelesain segalanya, tanpa gue pokoknya berantakan semua”. (Eh .. siape elu? #ngupil)

–          Mereka sangat “goal oriented”, jadi pokoknya apapun yang dipinginin harus tercapai.

–          Tegas, kuat, cepat dan tangkas mengerjakan sesuatu.

–          Buat dia enggak ada istilah enggak mungkin dihidupnya.

–          Seorang cewek koleris, mau dan berani naik tebing, memanjat pohon, bertarung ataupun memimpin peperangan. #wajahshock

–          Kalau ia sudah kobarkan semangat “ya pasti jadi…” maka hampir dapat dipastikan apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia katakan. Sebab ia tak mudah menyerah, tak mudah pula mengalah .

–          Sorot matanya tajam, dan berani bertatap pandangan lama.

–          Duduk sikapnya tegak, gayanya defensif dan atau superior (tangan bersilang di depan dada, kedua tangan diletakkan di belakang tengkuk).

–          Tiba-tiba aja suka betulin kerah baju kalian yang melenceng.

–          Gigih banget ngebuat orang lain buat nerima pendapatnya dia.

–          Suka berdebat dan beda pendapat dengan orang lain.

–          Suka menjadi pemimpin

–          Orang lain harus ikut caranya, kalo ngga suka, ya udah, tinggalin ajah!

 

Kekuatan Dan Kelemahan Koleris :

Kekuatan :

–          Seneng mimpin, buat keputusan, dinamis dan aktif (Seorang Leader).

–          Pengambil Keputusan.

–          Dinamis dan Aktif.

–          Bener – bener butuhin perubahan dan harus ngoreksi kesalahan.

–          Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran.

–          Bebas dan mandiri.

–          Berani menghadapi tantangan dan masalah.

–          “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini”, prinsip mereka.

–          Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat.

–          Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus  pada produktivitas.

–          Membuat dan menentukan tujuan.

–          Terdorong oleh tantangan dan tantangan.

–          Enggak begitu perlu teman. (Ih, songong lu #sambilkorekkuping)

–          Mau mimpin dan mengorganisasi.

–          Biasanya bener dan punya visi ke depan.

–          Unggul dalam keadaan darurat.

Kelemahan :

–          Enggak sabaran dan cepat marah (kasar dan tidak taktis).

–          Seneng merintah orang – orang.

–          Terlalu bergairah dan susah buat santai.

–          Menyukai kontroversi dan pertengkaran.

–          Terlalu kaku dan kuat/ keras.

–          Engga suka air mata dan emosi enggak simpatik.

–          Enggak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci.

–          Sering ngebuat keputusan tergesa-gesa.

–          Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain.

–          Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuannya.

–          Workaholics (kerja adalah “tuhan”-nya).

–          Sulit gilaaak gaku salah dan minta maaf.

–          Mungkin selalu bener tapi enggak populer.

 

  1. Plegmatis (Yang Cinta Damai)

Kepribadian Phlegmatis “Si Cinta Damai” ( Introvert – Pengamat – Pesimis )

Ciri – Ciri Sifat Pleghmatis :

–          Kelompok ini enggak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau lakukan, sekalipun ia sendiri nggak suka.

–          Baginya kedamaian adalah segala-galanya .

–          Kalo timbul masalah atau pertengkaran, ia bakalan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran .

–          Ia mau merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya nggak terus berkepanjangan .

–          Kaum phlegmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin .

–          Cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan .

–          Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda .

–          Kalo kalian lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus, maka pastilah Para pendengar yang berkerumun itu orang-orang phlegmatis. Sedang yang bicara tentu saja sang Sanguinis.

–         Kadang sedikit serba salah berurusan dengan para phlegmatis ini. Ibarat keledai, “kalau didorong ngambek, tapi kalau dibiarin nggak jalan”.

–         Kalo ngomong pelan, lebih suka dengerin ketika ada yang cerita.

–         Orangnya nurut, nggak bisa nolak request orang lain.

–         Menghindari konflik. Easy going, enak diajak ngobrol.

–          Orangnya Santai

Kekuatan Dan Kelemahan Pleghmatis :

Kekuatan :

–          Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh.

–          Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik.

–          Enggak banyak bicara, tapi cenderung bijaksana.

–          Simpatik dan baik hati (sering nyembunyiin emosi mereka).

–          Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi.

–          Penengah masalah yang baik.

–          Cenderung berusaha menemukan cara termudah.

–          Baik di bawah tekanan.

–          Menyenangkan dan enggak suka nyinggung perasaan orang lain.

–          Rasa humor yang tajam.

–          Seneng ngelihat dan ngawasi. #lirikkanankiri

–          Berbelaskasihan dan peduli.

–          Mudah banget diajak rukun dan damai

Kelemahan :

–          Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru.

–          Takut dan khawatir.

–          Menghindari konflik dan tanggung jawab.

–          Keras kepala, sulit kompromi (karena ngerasa bener).

–          Terlalu pemalu dan pendiam.

–          Humor kering dan mengejek (Sarkatis).

–          Kurang berorientasi pada tujuan.

–          Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri.

–          Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat.

–          Enggak suka didesak-desak atau dipaksa – paksa.

–          Menunda-nunda / menggantungkan masalah.

 

Naaaaah !!! Hayooooo .. mana type kepribadian kalian chingu ???

Tanpa orang sanguinis, dunia ini akan terasa sepi.

Tanpa orang melankolis, mungkin enggak ada kemajuan  di bidang riset, keilmuan dan budaya.

Tanpa kaum koleris, dunia ini akan berantakan  tanpa arah dan tujuan.

Tanpa sang Phlegmatis, tiada orang bijak yang  mampu mendamaikan dunia.

Gomawo udah mau mampir #bungkuk

LIBRARY

Gambar

Anyeeeooong chingu-deul ^^

Hehehehe … #ketawagaje

Aku buat library ini untuk semua reader-deul yang pasti kesusahan nyari ep-ep aku yang berserakan kayak kapal pecah T^T

Jadi … silahkan memilih yang kalian suka. 😀

*Chapter

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect : Chapter 1 // Chapter 2 // Chapter 3 // Chapter 4 // Chapter 5 // Chapter 6 // Chapter 7 // Chapter 8 // Chapter 9 // Ending (Part 1 || Part 2)

Love Is Crazy : Chapter 1 // Chapter 2 // Chapter 3 // Chapter 4 // Chapter 5 // Chapter 6 // Chapter 7 // Chapter 8 // Chapter 9 // Chapter 10

Firefly In The Dark : Chapter 1

*OneShot

Something In Our Heart

A-Z (The Way I Love You) Kim Ryeowook

GOD Always Loves Me!

My Secret Admirer

There Is Story

Last Letter

ADANTE (Sequel Last Letter)

*TwoShot

I Will Cure You : Chapter 1