Uncategorized

Home Is In Your Eyes

y

Frisca Freshtie Presents ….

*

~ Home Is In Your Eyes ~

*

Pairing : KyuWook

Rate : T

Genre : Romance, Hurts/Angst, Genderswitch, OneShot

Cast : Cho Kyuhyun as namja >< Kim Ryeowook as yeoja

*

*

WARNING !!!

Ini FF Genderswitch, dan main pair-nya KyuWook. Jadi yang enggak suka dimohon untuk tidak membaca saja :p

Saya hanya meminjam nama mereka saja, semuanya milik orang tua mereka dan milik Tuhan. Dan cerita ini murni dari pikiran saya.

Kalo yang masih penasaran dan pengen tahu ceritanya, silahkan dibaca dan saya anjurkan kalian mencari tempat yang paling nyaman untuk membaca. O:)

Dan satu lagi, OS ini terinspirasi dari lagu Greyson Chance yang berjudul “Home Is In Your Eyes”, mirip dengan judul OS ini. Lirik lagu yang sudah diterjemahkan saya kasih tanda tebal miring dan saya kurung.

Nah, selamat membaca chingu-deul.

*

*

~ Home Is In Your Eyes ~

 

[Jantungku berdetak sedikit lebih pelan.

Malam – malam ini terasa sedikit lebih dingin.

Karena kini kau telah pergi.]

Di sebuah kamar yang bernuansa khas seorang yeoja, dengan cahaya lampu yang agak remang, seorang yeoja mungil bersurai hitam agak bergelombang berdiri di balkon kamarnya mencoba menikmati keindahan malam di kota Seoul yang muram, karena langitnya sungguh hitam dan kelam tanpa ada satu bintang-pun yang menghiasinya. Yeoja itu memandang kosong lurus ke depan sambil berpegangan pada pembatas balkon.

Setelah beberapa lama waktu ia habiskan dalam kesunyian, ia akhirnya menghembuskan nafas beratnya dan mengalihkan pandangannya ke kalung bertuliskan “KR” yang melingkar manis di leher putihnya.

Ia memegang kalung itu dengan pandangan mata yang tersirat akan kerinduan, kesedihan, dan kerapuhan yang menjadi satu.

“Kenapa kita harus seperti ini?” gumamnya.

“Apa kau tak tahu aku sangat merindukanmu. Rindu dan rasa bersalah ini menyiksaku.” Gumamnya lagi.

Angin bertiup dengan lembut menerpa kulit putih halus milik yeoja mungil itu yang terbalut piyama berwarna kuning muda dengan berhias jerapah. Ia merekatkan pelukannya pada tubuhnya sendiri, mencoba mengindahkan tiupan angin yang berhasil membuat tubuhnya agak menggigil kedinginan. Suara guntur yang pelan mewarnai malam itu, dan tak lupa kilat yang bergantian dengan petir juga ikut mewarnai malam yang kelam itu. Dan ia tetap tak bergeming dari posisinya, ia hanya merekatkan pelukannya ke tubuh mungilnya dengan tatapan sendu.

“Ryeowook, masuk ke kamar sekarang. Hujan akan turun chagi.” Tiba – tiba seorang yeoja separuh baya datang dan menepuk bahu Ryeowook dengan pelan dan berhasil membuat Ryeowook agak kaget, dan membalikkan badannya secara tiba – tiba sebagai gerakan refleks.

“Ah, eomma.” Ujar Ryeowook dengan ekpressi kaget.

“Hahahah. Eomma mengagetkanmu eoh? Mian ne.” Ujar eomma Ryeowook dengan tersenyum geli tanpa rasa berdosa.

Ryeowook tersenyum simpul. “Gwenchanayyo eomma.” Ujar Ryeowook sambil membalikkan tubuh mungilnya kembali menatap pemandangan langit kota Seoul. Eomma-nya yang mengerti akan sikap aegya semata wayangnya ini, menghembuskan nafas beratnya lalu tersenyum mencoba meyakinkan dirinya dan mendekati Ryeowook, lalu berdiri di sampingnya dan ikut memandang pemandangan langit kota Seoul yang tak bertabur bintang sama sekali. Yang ada hanya kilatan – kilatan cahaya petir yang bergantian.

“Apa yang kau pikirkan chagi?” tanya eommanya tanpa menolehkan pandangannya ke Ryeowook.

“Eomma, aku berbuat salah pada seseorang.” Jawab Ryeowook dengan tersenyum masam.

Eommanya yang mendengar jawaban aegya kesayangannya hanya bisa tersenyum. “Orang spesial ya.” Ujar eommanya tanpa menolehkan kepalanya lagi, tetap lurus memandang langit hitam. Ryeowook menolehkan kepalanya ke arah eommanya, ketika ia mendengar perkataan itu. Matanya menyiratkan keingintahuan yang besar, bagaimana eommanya ini bisa mengetahuinya. Namun, ia hanya diam saja, tak berkata apa – apa.

“Minta maaflah, ketika kau meminta maaf, itu adalah awal sebuah kebenaran.” Ujar eommanya dengan tegas namun lembut sambil mengalihkan pandangannya ke Ryeowook dengan tersenyum tulus.

Ryeowook menautkan kedua alisnya. “Kau hanya perlu minta maaf, entah kau yang salah atau yang benar.” Ujar eommanya lagi sambil mengelus – elus surai Ryeowook yang lembut.

“Ayo masuk, jika berlama – lama diluar sini, kau akan sakit, angin malam ini begitu dingin dan sepertinya hujan akan turun dalam waktu yang dekat.” Ujar eommanya mengajak dirinya masuk ke kamar.

“Malam sebelumnya juga sangat dingin.” Gumam Ryeowook dengan pandangan sendu, lalu masuk ke kamarnya bersama eommanya.

~ Home Is In Your Eyes ~

 

[Langitku terasa sedikit lebih gelap.

Mimpi indah terasa sedikit sulit kudapatkan.

Aku benci ketika kau pergi.]

“Setelah Anda mendengar suara beep, silahkan Anda meninggalkan pesan.” Lagi – lagi kalimat itu yang Ryeowook dapat ketika menghubungi namja paling spesial dalam hidupnya selain appanya tentunya. Ia menghembuskan nafas beratnya dengan kecewa.

“Apa kau sangat marah padaku?” ujarnya dengan pelan bahkan sangat pelan dengan meneteskan setetes air mata yang turun melewati pipinya.

“Hanya untuk menjawab panggilanku saja kau tak mau oppa. Aku harus bagaimana?” ujarnya dengan suara yang penuh kekecewaan dan kesedihan yang mendalam. Ia meletakkan telepon rumah itu kembali, lalu menyeka air matanya.

“Ah tidak, aku harus kuat. Ini akan segera berakhir.” Ujarnya meyakinkan diri sambil mendongakkan kepalanya agar air matanya tak turun lagi.

“Lebih baik aku tidur saja, mungkin saja dengan tidur, semua masalahku akan menghilang.” Ujarnya sambil tersenyum dan segera naik ke ranjang besarnya, lalu ia merebahkan tubuh mungilnya dengan tak lupa menyelimuti dirinya dengan selimut bermotif jerapah besar berwarna kuning – kuning kecoklatan.

Ia memejamkan matanya, mencoba untuk tidur dan berharap semua masalahnya akan lenyap dengan cepat. Namun, belum lama ia memejamkan matanya, ia membuka matanya dan terlihatlah matanya yang berkaca – kaca dengan bibir bergetar.

“Hiks … Kenapa jadi seperti ini … hiks ….?”

“Aku tak bisa tidur tanpa pesan darimu. Hiks …”

“Aku tak bisa tidur … hiks .. jika tak mendengarmu berkata selamat tidur padaku … hiks …”

“Aku tak bisa .. hiks … aku benar – benar tak bisa … hiks …”

“Maafkan aku .. hiks .. maafkan aku .. aku memang salah … hiks .. salah ….”

“Kenapa harus seperti ini? Hiks …. aku benar – benar membenci diriku sendiri …”

“Aku merindukanmu ….”

~ Home Is In Your Eyes ~

 

[Setiap hari, waktu terus berjalan.

Semakin lelah pada semua hiruk pikuk ini.

Bawa aku ke tempatmu berada.]

Ryeowook merenggangkan kedua tangannya, mencoba melampiaskan kelelahannya karena hampir dua jam ia berkutat dengan banyak buku – buku untuk tugas skripsinya di perpustakaan kampusnya.

Setelah merenggangkan tangannya dan juga lehernya, ia memandang buku – buku yang berserakan di mejanya. Entah kenapa melihat buku – buku itu malah mengingatkannya pada Kyuhyun.

Flashback

Ryeowook dengan rambut sebahu sedang membaca buku untuk mengerjakan tugas dari dosennya dengan sangat serius, bahkan ia sampai tak menyadari Kyuhyun yang datang dengan senyuman yang menghiasi wajahnya dan duduk di depan Ryeowook dengan manis. Karena di depan Ryeowook ada tumpukan buku yang tinggi, Kyuhyun mengambil dan menempatkan buku – buku itu kemana – mana sehingga wajah Ryeowook bisa terlihat, karena menurutnya buku itu menghalangi keindahan dunia yang satu ini. Dengan tatapan lembut, Kyuhyun terus menatap Ryeowook sambil menopang dagunya dengan salah satu tangannya. Dari Ryeowook yang menggumamkan sesuatu namun tak bisa di dengar Kyuhyun, dari Ryeowook membalikkan halaman per halaman, dari ekpressi Ryeowook yang menyatukan kedua alisnya bingung dengan penjelasan yang dijelaskan dalam buku yang dibacanya sampai saat Ryeowook membaca dengan serius, Kyuhyun terus memandanginya dalam diam.

Karena merasa belum cukup dengan penjelasan dalam buku yang ia baca, ia berniat untuk mencocokkan dengan buku yang satunya. Ia menjulurkan tangannya mencoba mencari tumpukan buku di depannya, namun apa yang di dapatnya? Hanya angin. Tak ada tumpukan buku di depannya, tentu saja ini membuat Ryeowook bingung dan meletakkan buku yang ia baca ke meja. Dan betapa terkejutnya Ryeowook ketika melihat tumpukan buku – bukunya kini tak ada dan digantikan dengan tersebarnya buku – buku tersebut di meja dan jangan lupa dengan namja yang tersenyum bodoh di depannya itu.

“Apa yang kau lakukan dengan bukunya oppa?” tanya Ryeowook.

Kyuhyun tambah tersenyum lebar pada Ryeowook. “Buku itu menghalangiku untuk melihatmu, jadi aku menyebarkannya.” Ujar Kyuhyun dengan pembawaan sangat santai.

Tentu saja mendengar perkataan Kyuhyun, Ryeowook jadi bersemu merah.

“Ke .. ke .. kenapa tidak di .. di .. dipindahkan saja oppa?” tanya Ryeowook dengan hati – hati.

“Karena jika hanya dipindahkan, aku tak bisa melihatmu dari berbagai sisi atau sudut. Aku ingin melihatmu dari berbagai sisi dan sudut.” Ujar Kyuhyun dengan santai lagi dan jangan lupa senyum tanpa dosa itu.

Mendengar itu, semakin bersemu merah pipi Ryeowook, dan Ryeowook hanya bisa menunduk malu mencoba menyembunyikan rona merah di pipinya dari Kyuhyun.

Fashback End

Ryeowook mengalihkan pandangannya ke samping sambil menghembuskan nafas, mencoba mengenyahkan kenangan itu dari kepalanya.

Ryeowook keluar dari pepustakaan kampus dengan memakai tas selempang kecilnya. Seperti biasa, Ryeowook akan berjalan melewati lapangan basket untuk menuju ke taman utama kampus.

Saat ia berjalan, sebuah bola basket menggelinding ke arahnya dan berhenti tepat di kakinya. Tentu saja ia berhenti berjalan dan menatap basket yang ada di depan kakinya.

Entah mungkin karena terlalu terlalu kalut dengan perasaannya sekarang, Ryeowook kembali teringat salah satu kenangan bersama Kyuhyun.

Flashback

Ryeowook dan teman – temannya tengah berjalan dan bercanda sembari berjalan. Kyuhyun yang tengah bermain basket dan tak sengaja melihatnya langsung tersenyum smirk. Bola basket yang ia bawa, ia gelindingkan ke arah Ryeowook dan berhasil berhenti tepat di samping kaki milik Ryeowook.

Ryeowook yang melihat itu, tentu saja menghentikan kegiatan berjalannya dan berjongkok untuk mengambilkan bola basket itu dan berniat mengembalikannya ke orang yang berhak atas bola basket itu.

Dan betapa terkejutnya Ryeowook, ketika ia berdiri dan hendak mengembalikan bola basket itu Kyuhyun sudah ada di depannya dengan senyuman mengembang di wajah tampannya dan bisa dipastikan senyuman itu bisa membuat luluh dan terpana bagi yeoja yang melihatnya, termasuk Ryeowook.

Ryeowook diam membeku menatap Kyuhyun yang mengenakan seragam basket dan tersenyum padanya masih dengan memegang bola basket di kedua tangannya yang ada di depan perut Ryeowook, seperti pembatas jarak antara Kyuhyun dan Ryeowook.

“Ehm .. bisakah kau mengembalikannya?” ujar Kyuhyun memecahkan situasi yang awkward itu. Ryeowook terhenyak dengan pertanyaan Kyuhyun, buru – buru ia menyodorkan bola basket yang ia pegang pada Kyuhyun. Namun, lama Ryeowook menyodorkannya, Kyuhyun tak mengambilnya.

“Ini ku kembalikan padamu oppa.” Ujar Ryeowook dengan menyodorkan bola basket itu lagi dengan pandangan bingung. Kyuhyun menggelengkan kepalanya dengan tersenyum. Lalu menjawab, “bukan itu.”

“Bukan? Lalu apa?” tanya Ryeowook bingung.

“Bisakah kau mengembalikan hatiku yang kutitipkan padamu?”

Ryeowook hanya bisa berdiri mematung dengan pandangan shock dan sangat tak percaya.

Flashback End

Kembali ke masa sekarang, Ryeowook tersenyum masam mengenang kenangan manis itu.

“Hei .. kau. Bisakah kau mengembalikan bolanya?” teriak seorang namja bertubuh kekar dari pinggir lapangan basket.

Ryeowook menganggukan kepalanya dengan tersenyum manis, lalu ia mengambil bola basket itu dan mengembalikan bolanya pada orang itu.

“Gomawo ne.” Ujar namja tadi dengan tulus, lalu kembali bermain basket bersama teman – temannya lagi. dan ryeowook lagi – lagi hanya merespon dengan senyumannya.

“Aku benar – benar lelah dengan semua ini.” Gumamnya dengan pandangan sendu.

“Aku lelah dengan semua kenangan ini. Tak bisakah aku melihatmu sekarang?” gumamnya lagi dengan tetesan air mata.

~ Home Is In Your Eyes ~

 

[Aku ingin menggenggam tanganmu.

Di pasir. Di dekat ayunan ban.

Dimana dulu kita sering berada.

Kasih, kau dan aku.]

Ryeowook mengayunkan dirinya di ayunan ban yang agak usang dan tua itu dengan pelan dan tatapan kosong. Tanpa alas kaki, kaki telanjang Ryeowook bersentuhan dengan lembutnya pasir putih yang terseret kakinya yang agak panjang.

Ia bermain ayunan sendirian, tanpa ada seseorang di sampingnya. Ia hanya seorang diri di tempat itu, sendirian.

Semilir angin menemaninya dengan daun – daun kering yang terbawa angin, mereka berterbangan dan menari – nari dalam gerakan pelan. setelah berayun lama, Ryeowook menghentikan ayunannya dan menyandarkan kepalanya ke tali yang mengikat ayunan itu dengan pandangan sendu.

“Kenapa masih tak ada kabar darimu?” gumamnya.

“Apa kau lupa denganku?”

“Apa sekarang kau tak mencintaiku lagi?”

“Apa kau sudah bosan denganku?”

“Apa aku tak ada artinya bagimu oppa?”

“Apa kau benar – benar marah padaku?”

“Aku benci diriku.”

Flashback

Kyuhyun mendorong Ryeowook yang duduk di ayunan ban itu dengan tempo sedang dengan tersenyum tulus. Ryeowook yang diayunkan juga tak bisa melepaskan senyuman lepas di wajahnya. Mereka tampak begitu bahagia.

“Oppa ..” panggil Ryeowook sambil menolehkan kepalanya ke belakang mencoba menatap Kyuhyun yang masih mendorongnya.

“Iya Wookie?” jawab Kyuhyun masih terus mendorong ayunan ban itu.

“Apa kau tak lelah?” tanya Ryeowook.

“Tentu saja aku lelah.” Ujar Kyuhyun dengan santainya masih terus mendorong ayunan.

“Kenapa oppa tak bilang? Kalau begitu berhenti sekarang.” Ujar Ryeowook dengan menurunkan kakinya mencoba menghentikan pergerakan ayunan itu. Ayunan itu kini berhenti, dan dengan cepat Kyuhyun memutar tali ayunan itu sehingga Ryeowook sekarang menghadap Kyuhyun.

Ryeowook menatap Kyuhyun bingung, sedangkan Kyuhyun menatap Ryeowook dengan pandangan lembut.

“Aku lelah menanti dirimu menerima hatiku.” Ujar Kyuhyun blak-blakan.

Ryeowook membeku. Kyuhyun memang sudah lama mengutarakan bahwa Kyuhyun mempunyai rasa ketertarikan padanya, tapi ia tak menyangka rasa ketertarikan Kyuhyun padanya adalah sebuah cinta.

“A .. a .. aku .. aku …” dengan gagap Ryeowook mencoba menjelaskan pada Kyuhyun, tapi apa daya ternyata Ryeowook tak bisa mengeluarkan suaranya dengan tatapan Kyuhyun yang begitu intens padanya.

Ryeowook menundukkan kepalanya, ia bingung harus bagaimana.

Kyuhyun menyentuh dagu Ryeowook dan mengangkatnya dengan perlahan sehingga tatapan mereka bertemu kembali.

“Kenapa menundukkan kepalamu?” tanya Kyuhyun.

“A .. a .. aku aku tak tahu.” Ujar Ryeowook dengan suara yang memelan di bagian akhir katanya.

Kyuhyun tersenyum, lalu berkata, “Tak perlu berkata apapun, biarkan ini yang menjawab.” Kyuhyun mendekatkan bibirnya ke bibir ranum milik Ryeowook. Tanpa sadar Ryeowook memejamkan matanya dan begitu pula Kyuhyun. Mereka mencoba menikmati ciuman pertama mereka. Bibir mereka bersentuhan, pertama hanya sebuah kecupan, namun lama kelamaan menjadi lumatan dan membuat Ryeowook bergetar menikmati ciuman mereka. Mereka saling melumat. Decap saliva begitu terdengar, ciuman itu berakhir setelah mereka merasa pasokan oksigen di paru – paru mereka habis.

Bibir mereka terpisah. Mereka saling bertatapan dalam diam.

“Aku artikan ini sebagai jawaban iya.” Ujar Kyuhyun dengan tersenyum.

Flashback End

“Aku harap masih ada kita.” ucap Ryeowook dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya, mencoba menyembunyikan air mata yang turun dari pelupuk matanya.

~ Home Is In Your Eyes ~

 

[Aku menjelajahi ribuan mil.

Hanya agar aku bisa melihat senyummu.

Terasa begitu jauh ketika kau menangis.

Karena rumah ada di matamu.]

Ryeowook berdiri di depan pintu apartemen Kyuhyun dengan dress ungu muda selutut, dengan menggenggam sebuah bekal yang dibuat untuk Kyuhyun yang berisi makanan kesukaan Kyuhyun. Ia menghembuskan nafas beratnya, dan mencoba meyakinkan dirinya agar berani mengetuk pintu dan mengatakan yang ada di isi hatinya pada Kyuhyun, namjachingunya.

Sebenarnya Ryeowook hari ini berniat untuk meminta maaf dan mengakui kesalahannya pada Kyuhyun atas masalah yang membuat hubungan Ryeowook dan Kyuhyun hilang seperti ditelan angin. Karena setelah kejadian itu, Kyuhyun tak pernah menampakkan dirinya pada Ryeowook. Kyuhyun benar – benar pintar menyembunyikan dirinya.

Flashback

Ryeowook mengemasi barang – barangnya ke tas. Kelas memang sudah selesai, namun ia sengaja mengemasi paling lambat, karena ia harus mencatat lebih dahulu tentang pembahasan tadi karena memang dasarnya Ryeowook tak akan mencatat jika ia belum paham benar. Tiba – tiba saja Kyuhyun masuk dengan ekpressi penuh emosi dan langsung menarik tangan mungil Ryeowook dengan kasar.

“Wae?” tanya Ryeowook tak percaya.

“Apa yang kau lakukan kemarin?” bentak Kyuhyun.

“Apa?” tanya Ryeowook balik, karena ia memang benar – benar tak tahu maksud dari pertanyaan Kyuhyun.

“Jangan berpura – pura tak tahu. Dasar yeoja munafik.” Ujar Kyuhyun tanpa perasaan dan menghempaskan tangan mungil Ryeowook dengan sangat kasar. Ryeowook memandang Kyuhyun tak percaya.

“Oppa, aku benar – benar tak tahu maksudmu. Aku mohon jangan begini. Kita bicarakan baik – baik ne?” Ujar Ryeowook dengan pelan, ia benar – benar takut dengan sikap Kyuhyun padanya sekarang.

Kyuhyun mendecih. “Apa yang kau lakukan dengan Henry kemarin?” ujar Kyuhyun dengan nada mengejek.

“Henry-ssi?” barulah Ryeowook sadar apa yang dimaksud Kyuhyun, kemarin ia memang pergi berdua dengan Henry, tapi bukan dalam hal berkencan, namun karena mereka menjadi partner dalam tugas yang diberikan dosen pada mereka. Dan kemarin mereka pergi berdua untuk meneliti hubungan sosial yang ada di kota metropolitan seperti Seoul. Ryeowook benar – benar tak menyangka akan seperti ini kejadiannya.

“Oppa, kau salah paham. Kami .. kami ..” belum sempat Ryeowook menjelaskan, Kyuhyun memotongnya.

“Aku tak butuh penjelasanmu. Lakukan sesukamu saja!” ujar Kyuhyun tanpa perasaan dan meninggalkan Ryeowook sendirian di dalam kelas yang sepi. Ryeowook yang mendapatkan perlakuan seperti itu, hanya bisa meneteskan air matanya. Ia kalut, ia tak tahu harus berbuat apa.

Tubuh Ryeowook merosot, ia tak kuat menopang tubuhnya sendiri. Kata – kata Kyuhyun seperti ribuan pisau tajam yang menyayat tubuhnya secara perlahan. “Kenapa seperti ini? Setidaknya dengarkan aku dahulu oppa.” isaknya.

Flashback End

Ryeowook menghembuskan nafasnya kembali. Lalu dengan pelan ia mengetuk pintu apartemen milik Kyuhyun.

Ia meremas – remas pegangan kotak bekal makanan yang ia bawa menunggu pintu dibukakan sambil mengetuk – ngetukkan sepatunya ke lantai yang ia pijak.

Ceklek

Pintu apartemen terbuka, dan betapa terkejutnya Ryeowook, matanya terbuka lebar melihat seorang yeoja yang membukakan pintunya.

“Ada apa?” tanya yeoja itu dengan bingung dan berhasil membuyarkan ketidakpercayaan Ryeowook.

“Ah … eung .. ano .. itu .. aku mencari Kyuhyun oppa. Aku ada perlu dengannya. Apakah Kyuhyun oppa ada?” ujar Ryeowook dengan hati – hati. yeoja itu menatap Ryeowook dari ujung sepatu sampai ke puncak kepala, lalu menolehkan kepalanya ke belakang.

“Chagi .. chagi .. ada yang mencarimu!” pekik yeoja itu dan berhasil Ryeowook kembali menatap yeoja itu tak percaya.

“Chagi?” Gumam Ryeowook tak percaya.

Belum sempat Ryeowook selesai dengan ketidakpercayaannya, Ryeowook kembali disuguhi pemandangan yang membuatnya shock berat dan menyadari sesuatu.

“Siapa yang mencariku chagi?” tanya Kyuhyun sambil memeluk pinggang yeoja itu dari belakang dan meletakkan kepalanya di bahu yeoja itu dengan manja. Melihat itu, tak terasa sebuah senyuman masam terpampang di wajah Ryeowook dengan diikuti jatuhnya setetes air mata dari pelupuk matanya.

Bukan hanya Ryeowook yang kaget dan shock, Kyuhyun-pun juga. Ia kaget setengah mati melihat orang yang ada di depannya adalah Ryeowook.

“Ryeowook.” Kyuhyun segera melepaskan pelukannya dan berdiri dengan salah tingkah di samping yeoja itu yang menatapnya dengan bingung.

“Ba .. ba .. bagaimana kau bisa kemari?” tanya Kyuhyun dengan gagap seperti orang tertangkap basah mencuri.

Ryeowook menyeka air matanya dengan tersenyum.

“Ah tak apa oppa, lagipula aku hanya ingin memberimu ini dan mengucapkan rasa bersalahku atas kejadian kemarin yang membuatmu marah. Mianhae ne oppa. Aku benar – benar minta maaf. Aku mohon maafkan aku.” Ujar Ryeowook dengan membungkuk dan menyodorkan bekal yang ia bawa pada Kyuhyun. Kyuhyun terhenyak, ia memandang Ryeowook yang masih membungkukkan badannya. Dengan ragu, Kyuhyun mengambil bekal yang Ryeowook bawa. Dan setelah ia ambil, Ryeowook menegakkan tubuhnya dengan air mata yang membasahi pipinya walaupun tak ada isakan yang keluar dari bibir cherrynya.

Ryeowook tersenyum masam dalam tangisannya. “Terima kasih oppa atas segalanya, dan aku benar – benar minta maaf sedalam – dalamnya. Aku harap kau bisa mengerti.” Setelah mengatakan itu, Ryeowook membalikkan badannya dan segera berlari menjauh dari mereka, ia benar – benar tak tahan jika berlama – lama disana.

Ryeowook berhenti dengan tangisan yang semakin menjadi – jadi di jalanan yang ramai. Orang – orang yang melihatnya hanya bisa menatapnya bingung, namun tak ada niatan untuk membantunya.

“Hiks .. kenapa malah seperti ini?”

“Hiks … kenapa?”

“Wae?”

“Wae?”

“Wae?”

“Rasanya sangat sakit .. hiks .. sangat sakit . hiks … benar – benar sakit.” Isaknya sambil menepuk – nepuk dadanya.

Tubuh Ryeowook merosot, ia benar – benar merasa tersakiti. Ia berniat untuk meminta maaf dan mengembalikan hubungannya ke semula, bukan untuk melihat kejadian seperti tadi, ia tak mengharapkan itu semua. “Kenapa seperti ini?” tanyanya dengan nada melemah.

~ Home Is In Your Eyes ~

[Jantungmu berdetak lebih cepat.

Ada air mata dimana digantikan dengan tawa.

Karena kini aku telah pergi.]

Setelah kejadian itu, Ryeowook benar – benar menjaga jarak dengan Kyuhyun. Ia tak bisa berhadapan langsung dengannya. Luka yang Kyuhyun buat padanya benar – benar membekas di hati dan benak Ryeowook. Ryeowook benar – benar tak sanggup jika diharuskan untuk berhadapan langsung dengan Kyuhyun. Yang hanya bisa ia lakukan hanyalah memperhatikan Kyuhyun dengan bersembunyi, walaupun sangat sakit namun ia tetap melakukannya, karena ia ingin meyakinkan pada dirinya bahwa Kyuhyun baik – baik saja tanpa dirinya ada disisinya.

Sudah seminggu lebih Ryeowook terus memperhatikan Kyuhyun dari kejauhan, dari Kyuhyun berangkat ke kampus, bercanda dengan teman – temannya dan tentu saja ketika Kyuhyun dan yeoja yang ditemuinya dulu di apartemen berduaan atau bercengkrama dengan lepas. Seperti sekarang, ia memperhatikan Kyuhyun dari kejauhan, semakin hari wajah Kyuhyun seperti menyiratkan kesenangan dan keyakinan. Wajahnya berseri – seri. Ryeowook menyunggingkan senyum masamnya. Itu artinya Kyuhyun benar – benar sudah bahagia dengan yeoja itu dan telah melupakan Ryeowook. Itu artinya juga ia harus mengakhiri ini semua.

Dari kejauhan ia bisa melihat Kyuhyun tengah tertawa lepas bersama yeoja itu di bangku taman. Mereka saling bercanda dan bercengkrama satu sama lain. Melihat itu, tak terasa Ryeowook kembali meneteskan air matanya.

“Luka ini semakin lebar ya?” tanyanya pada diri sendiri sambil menyentuh dadanya dengan pandangan miris.

“Bodoh.” Umpatnya pada diri sendiri dengan tersenyum masam, menyalahkan kebodohannya selama ini.

[Bicaramu sedikit lebih pelan.

Segalanya terasa sedikit lebih lama.

Kau benci dengan kepergianku.]

Ryeowook melangkahkan kakinya dengan lesu keluar dari kelasnya sambil menunduk dan menenteng tasnya.

“Wookie-ah.” Suara panggilan itu begitu familiar, suara yang ia benar – benar ingin hilangkan dari pikirannya, namun terus saja tinggal dipikirannya.

“Wookie-ah.” Ryeowook menggigit bibirnya yang bergetar, ia benar – benar tahu siapa pemilik suara itu. Rasanya ia benar – benar ingin menghilang dari muka bumi sekarang. Ia tak siap berhadapan dengan Kyuhyun.

“Maaf, aku sibuk.” Ujarnya dengan suara agak bergetar dan mencoba berlalu pergi dari hadapan Kyuhyun dengan menunduk.

Tak putus asa, Kyuhyun menarik pergelangan tangan Ryeowook sehingga membuat Ryeowook berhenti.

“Aku ingin bicara.” Ujar Kyuhyun dengan tegas namun penuh kerapuhan dalam tatapan matanya.

“Apa yang perlu dibicarakan? Bukankah sudah tak ada kata “kita”?” ujar Ryeowook dengan masih suara bergetar dan masih menundukkan kepalanya.

Kyuhyun menarik nafas dalam – dalam.

“Aku minta maaf.” Ujar Kyuhyun dengan tulus.

“Tak apa. Aku sudah memaafkanmu. Sudah selesai kan? Aku sibuk oppa.” ujar Ryeowook dengan menggigit bibirnya yang bergetar. Ia benar – benar harus bisa menahan tangisan ini.

Dengan kesal Kyuhyun membalikkan tubuh mungil Ryeowook untuk menghadapnya.

“Apanya yang sudah selesai?!?!??! Bisakah kau tak bersikap seolah – olah kau benar – benar baik – baik saja, namun kenyataannya berkebalikan 180 derajat !!!!!” bentak Kyuhyun tak habis pikir dengan pola pikir yeoja mungil di depannya.

Setelah mendapat bentakan dari Kyuhyun itu, pertahanan Ryeowook jebol. Ia menangis tersedu – sedu masih dengan menundukkan kepalanya.

“Hiks … hiks .. hiks .. mian ..” isak Ryeowook pelan.

“Maafkan aku ..”

Dengan gerakan pelan dan gentle Kyuhyun menarik tubuh mungil yeoja di depannya ke pelukannya.

“Tidak. Bukan kau yang salah. Aku yang salah. Maafkan aku Ryeowook-ah.” Ujar Kyuhyun sambil mengeratkan pelukannya pada yeoja mungil itu.

“hiks … Kau menyebalkan oppa. Kau menyebalkan. hiks …”

“Aku merindukanmu setiap saat .. hiks … tapi kau tak datang – datang .. hiks .. memberiku kabar-pun tidak ..”

“Aku pikir kau sangat marah padaku karena kejadian kemarin .. hiks ..”

“Kau benar – benar membuatku tak bisa tidur dengan tenang .. hiks ..”

“Aku berniat untuk meminta maaf .. hiks .. tapi apa yang kudapat? Hiks .. kau malah bermain dengan yeoja lain .. hiks ..”

“Kau memeluknya .. hiks .. kau juga mencumbunya … hiks ..”

“Apa kau tak tahu kalau itu sangat menyakitiku oppa .. hiks ..”

“Rasanya dadaku sesak, tapi tak ada luka yang terlihat .. hiks ..”

“Kau jahat .. hiks .. benar – benar jahat ..”

Ryeowook dalam pelukan Kyuhyun, hanya bisa terisak dan memukul – mukuli daya Kyuhyun, ia menumpahkan segala kekesalan, kemarahan, kesedihan, kerinduan dan segala yang ia rasakan selama ini dalam pelukan Kyuhyun.

“Maafkan aku Ryeowook-ah.” Ujar Kyuhyun meminta maaf dengan tulus, Kyuhyun benar – benar merasa buruk telah memperlakukan Ryeowook seperti itu selama ini hanya karena kesalahpahaman belaka. Ya, setelah kejadian kemarin, ia mencoba untuk terus mengorek informasi yang benar dari Henry, dan ternyata Ryeowook dan Henry hanya menjadi partner saja, tak lebih. Merasa bersalah dengan prasangkanya, Kyuhyun mulai mencari keberadaan Ryeowook. Namun sepertinya Ryeowook benar – benar tersakiti karena sikapnya kemarin, ia tak pernah menemukan Ryeowook, entah di perpustakaan, di taman bahkan di cefe favorit Ryeowook dan menunggunya keluar kelas, namun Ryeowook tetap tak ia temui, padahal ia sudah menunggunya lama. Dan hari ini juga, Kyuhyun membolos satu kelasnya hanya untuk menemui Ryeowook dan meminta maaf.

“Aku benar – benar minta maaf Ryeowook-ah.” Ujar Kyuhyun dengan tulus kembali.

“Oppa ..” cicit Ryeowook.

“Ne Ryeowook?”

Ryeowook mengeratkan pelukannya ke Kyuhyun.

“Oppa, biarkan seperti ini untuk beberapa waktu.” Ujar Ryeowook sambil menyandarkan kepalanya ke dada Kyuhyun.

“Tentu. Aku tak keberatan.” Ujar Kyuhyun dengan tersenyum.

Setelah beberapa lama berpelukan seperti itu. Ryeowook melepas pelukannya dan menatap Kyuhyun.

“Oppa, aku minta kita break.” Ujarnya dengan tersenyum.

[Andai bisa kutulis akhir cerita yang berbeda.

Maka ini tak akan menjadi lagu kita.

Kan kutemukan cara agar kita takkan pernah berpisah.

Sejak awalnya.]

Ryeowook sekarang tengah berada di Incheon airport bersama dengan kedua orang tuanya.

“Jangan lupa makan dan jaga kesehatanmu.” Ujar eomma Ryeowook sambil memeluk aegya semata wayangnya dengan erat dan linanga air mata. Ryeowook menganggukan kepalanya manis. “Ne eomma, aku akan mengingatnya.” Jawab Ryeowook.

“Jangan lupa hubungi kami terus menerus, jika perlu langsung katakan pada kami.” Ujar ibunya lagi seperti tak rela membiarkan Ryeowook pergi.

Ryeowook melepaskan pelukan eommanya dengan tersenyum.

“Nde eomma, aku janji. Aku bukan anak kecil lagi.” Ujar Ryeowook menenangkan eommanya.

“Appa, aku pergi.” Ujar Ryeowook sambil membungkuk memberi hormat pada appa kesayangannya.

Appa Ryeowook menatap Ryeowook dengan pandangan lembut.

“Pergilah dan gapai cita – citamu chagi. Apapun yang kau lakukan, kami bangga terhadapmu.” Ujar appa Ryeowook dengan tersenyum, ia benar – benar bangga dengan aegya-nya ini. Putri kecilnya ini tak terasa sudah besar dan sudah harus menentukan jalan hidupnya sendiri.

Mendengar itu, mata Ryeowook langsung berkaca – kaca. Ia benar – benar terharu dibuatnya. Setelah itu, ia langsung memeluk erat kedua orang tuanya.

“Terima kasih untuk segalanya eomma, appa. Aku sangat menyayangi kalian. Aku akan benar – benar merindukan kalian.” Ujar Ryeowook dengan tulus.

Ryeowook melepaskan pelukannya dan menatap kedua orang tuanya sambil tersenyum.

“Aku pergi dulu.” Ujarnya sambil membungkuk, lalu setelah itu ia segera membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju jalan masuk ke pesawat.

Kedua orang tuanya menatap Ryeowook dengan pandangan haru sambil berpegangan tangan. Tiba – tiba Kyuhyun dengan nafas ngos – ngosan datang dan menghampiri mereka berdua.

“Hosh . hosh .. ah anyeong ..” ujar Kyuhyun sambil membungkuk.

“Ah, Kyuhyun.” Ujar nyonya Kim dengan alis bertautan.

“Anda mengenal saya?” tanya Kyuhyun tak percaya.

“Tak perlu heran begitu, Ryeowook senang sekali membicarakanmu padaku.” Ujar nyonya Kim dengan tersenyum.

Tak terasa senyum Kyuhyun mengembang, ia tak menyangkanya sama sekali. Namun sedetik kemudian ia baru sadar dan berubah ekpressi menjadi panik.

“Apa Ryeowook sudah pergi?” tanya Kyuhyun.

“Ah, dia baru pergi tadi. Baru saja.” Ujar nyonya Kim sambil menunjuk jalur masuk ke pesawat yang dijaga oleh seorang petugas bandara.

“Gamsahamnida.” Dengan cepat setelah mengetahui itu, Kyuhyun segera berlari menuju jalur itu, namun tentu saja dia di hadang oleh petugas.

“Tiket dan passpor Anda tuan.” Ujar petugas itu.

Kyuhyun menggeram. “Aku bukan penumpang, aku ingin mencari seseorang.” Ujar Kyuhyun dengan kesal. Yang ada di pikirannya sekarang hanyalah Ryeowook dan Ryeowook.

“Maaf Tuan, Anda tak bisa masuk jika Anda tak punya tiket.”

BUG

Kyuhyun menonjok pipi petugas itu dengan kesal sehingga petugas itu jatuh tersungkur. “Maaf, kesabaranku sudah habis.” Ujar Kyuhyun dengan kesal, lalu berlari masuk.

Kyuhyun terus berlari mencari Ryeowook. Beberapa kali ia membalikkan tubuh orang yang salah hanya karena postur tubuhnya hampir sama dengan Ryeowook dan berkali – kali juga Kyuhyun meminta maaf atas perbuatannya itu.

“Wookie.. kau dimana?” tanya Kyuhyun frustasi sambil menarik rambutnya kesal.

“Aku disini oppa.” Ujar Ryeowook dengan lembut yang tiba – tiba sudah berada di belakang Kyuhyun dengan senyuman manis.

“Wookie ..” ucap Kyuhyun dengan senang sambil memeluk Ryeowook dengan erat seakan tak ingin kehilangan Ryeowook lagi.

“Ah .. ah .. sesak oppa.” Ujar Ryeowook karena pelukan Kyuhyun yang terlalu erat.

“Mian Wookie.” Ujar Kyuhyun dengan tulus sambil merenggangkan sedikit pelukannya.

Ryeowook tersenyum, lalu mendorong tubuh Kyuhyun dengan pelan.

“Maaf. Lukaku belum sembuh benar oppa.” Ucap Ryeowook dengan tersenyum lagi.

Mendengar itu Kyuhyun langsung blank, ia membeku. Ah, luka yang ia buat pada Ryeowook-nya ini benar – benar sangat besar.

Ryeowook yang melihat Kyuhyun seperti itu tetap tersenyum, lalu membuka kalung yang melingkar di lehernya dengan gerakan pelan.

“Oppa, aku kembalikan ini. Ketika lukaku benar – benar pulih, aku akan mengambilnya darimu. Berikan aku waktu.” Ujar Ryeowook sambil menaruh kalung itu di tangan Kyuhyun. Kyuhyun melihat kalung yang berada di telapak tangannya itu tanpa berkata apapun.

Ryeowook kembali tersenyum. “Hanya ..” kyuhyun menatap bingung Ryeowook.

“Tunggu aku oppa.” Lanjut Ryeowook dengan mencium bibir Kyuhyun dengan cepat dna berhasil membuat Kyuhyun kembali membeku.

Setelah itu, Ryeowook kembali tersenyum. “Aku tak akan mengucapkan selamat tinggal padamu oppa dan aku juga tak berharap kau mengucapkannya padaku. Sampai bertemu di lain waktu oppa.” Ujar Ryeowook, lalu melewati Kyuhyun untuk masuk ke lorong yang disambungkan ke pesawat.

Kyuhyun tersenyum, lalu membalikkan tubuhnya untuk melihat punggung mungil Ryeowook yang menjauh.

“Seperti yang kau minta, aku akan menunggumu.”

FIN

Haaaaiih .. ini sebenernya udah lama dekem di notebook ane. Ane kagak sreg ajah sih, selain ceritanya gantung .. ya pokoknya aku enggak yakin sama cerita ini :p wkwkwkkwkwk

Please like and coment chingu ^^

With Love ❤

Frisca Freshtie

Advertisements

D E B T !!!!!!

tumblr_me8l3eArdf1rkxo3ko1_500_large

Hai hai hai hai chingu-deul ….

Selamat malam .. pagi .. siang .. sore … pokoknya seterah saat kalian baca ini xD plak

Pasti kalian bingung saya ini sebenernya update apaan kan? ‘.\

Jadi, begini lhoh chingu-deul tercinta. #pasangmukaserius

Ehm ehm .. #dehemunyuk

Frisca yang unyuk dan menggemaskan ini ingin membahas D E B T alias hutang ep-ep saya xD plak

Aduuuh, skaing banyaknya utangnya, saya sampek lupa. Jadi mohon bagi para pembaca berkenang untuk mengomentari ep-ep apa ajah yang belon clear. #deepbow

Seingat saya, utang saya ini – ini, kalo ada yang kurang, langsung komentar, oce !

1. Firefly In The Dark chapter 2

2. Love Is Crazy chapter 13

3. Sequel I Will Cure You, buat jelasin kenapa Kyuhyun bisa sembuh cepet dan hubungan Henry dan Kyuhyun sebenarnya, dll.

4. Everytime chapter 1

5. FF pilihan yang Ryeowook enggak kenal Kyuhyun, tapi Kyuhyun ngajakin nikah Ryeowook.

Terus apa lagi chingu??? :/

Komentar ya 😀

Udah ah, saranghae ❤ ❤ ❤

Frisca Freshtie

Password!!!

b65ab7-horz

Anyeeeeeeoooong #senyumunyuk

Jadi karena ada yang saya protect, jadi minta pw-nya ke pin bb saya atau nomor saya atau message di fb saya.

Pin BB : 25AB7C79

Nomor : 08990114833

FB : Frisca Bayu Melati

Saya protect bukan karena alasan biar kalian mau komentar atau gimana yak, tapi ini beneran aku protect  karena ada unsur dewasa-nya. Aku enggak akan sejahat itu kok chingu :’)

Jadi mohon dimaklumi jika ada cerita saya yang saya protect. Itu bukan karena saya ingin kalian komentar dan silent reader saya bumi hanguskan -.-

Itu murni karena ada begonoannya xD plak

Ya udah, selamat bertemu di cerita – cerita saya ^^

Find Your Personality!

doremi

Anyeeeeoong chingu-deul … ^^

 

Aduuuuh .. mianhae ne aku tadi malem enggak jadi update LIC 😥

Om aku yang dari Semarang pulang ke rumah, kalo aku dekem di kamar sama notebook takutnya dikira gimana gituuuh, jadi aku enggak bisa ngelanjutin proyek saya yang atuh itu T^^T #alasan.ditimpukreaderpakekkolor

 

Ya udah, daripada blog aku kosong dan banyak jaring laba – laba yang bergentayangan di blog, mending diisi ama apaan gituh #apainithor?

 

Heheheh :p #senyumgaje

Hari ini aku mau nge-share sama kalian semua tentang 4 kepribadian manusia. Selamat membaca dan semoga bermanfaat O:)

 

  1. Sanguinis (Yang Populer)

Kepribadian Sanguinis “Si Populer” ( Ekstrovert – Membicara – Optimis )

Naah .. ini sifat saya #kibasrambut

Kalo yang pengen tahu saya lebih dalem lagi, mending baca ini. Semuanya sama, mau itu postive dan negative-nya xD plak.

Ciri-ciri sifat Sanguinis :

–          Mereka seneng banget dan ngebet pingin populer dan disenangi sama orang – orang .

–          Hidupn mereka penuh dengan bunga warna – warni. Bunga kamboja, bunga melati, bunga mawar, bunga anggrek, bunga tulip sampek bunga bangke -_-

–          Mereka demen banget ngomong gak berhenti – henti.

–          Gejolak emosinya bergelombang dan transparan. Pada suatu saat dia teriak kegirangan kemudian beberapa saat kemudian dia bisa jadi menangis tersedu-sedu.

–          Seneng nolong orang lain tetapi dia enggak dapet jadi sandaran .

–          Umumnya sih enggak penakut, tapi kalau bermasalah suuliiit banget buat bertaubat, sampek ngeden – ngeden mereka pasti sulit banget tobatnya xD plak

–          Agak pelupa (Kalo gue suka amnesia dadakan), sulit berkonsentrasi cenderung berfikir pendek,dan hidupnya serba tak teratur dan amburadul.

–          Kemungkinan besar mereka kurang mampu berdisiplin dengan waktu, sering lupa pada janji apalagi bikin planning/rencana. Beuuuuh … jadi kalo janjian sama orang sanguinis yang sabar ajah.

–          Dia kalau disuruh ngelakuin sesuatu, dia bakalan cepet mengiyakan dan terlihat kayak bener – bener hal itu bakalan dikerjain. Dengan semangat 45 dia ingin buktikan bahwa ia bisa dan bakalan ngelakuinnya. Tapi percayalah, beberapa hari kemudian ia tak lakukan apapun juga. :p Sorot matanya sering berbinar dan tampak berkaca-kaca ceria, pupil matanya cenderung besar.

–          Dia banyak bicara dan ketawa, heboh, serta punya banyak guyonan, suka ngerjain orang juga.

–          Waktu dia bicara seluruh wajah dan kebanyakan anggota tubuhnya ikut gerak untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan.

–          Pada waktu duduk enggak bisa diem.

–          Ngga sungkan untuk nanya-nanya.

–          Suka pakai pakaian yang warnanya ngejreng bukan main, atau apapun yang bikin dia tampak mudah dibedakan dengan yang lain.

–          Minta dikomentari sama temen-temennya tentang apa aja yang dia punya.

–          Mikirnya cepat, dan itu karena dia tahu manakah alternatif yg paling atau lebih menyenangkan.

Kekuatan dan Kelemahan Sanguinis:

Kekuatan  :

–          Seneng ngomong.

–          Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstrative.

–          Antusias dan ekspresif.

–          Ceria dan penuh rasa ingin tahu.

–          Hidup di masa sekarang.

–          Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan), pokoknya banyak banget yang dipengenin.

–          Berhati tulus dan kekanak-kanakan.

–          Seneng kumpul buat ngrumpi biasanya -_-

–          Mudah berteman dan menyukai orang lain

–          Seneng banget sama pujian dan pingin jadi pusat perhatian.

–          Menyenangkan dan dicemburui orang lain.

–          Mudah maafin kesalahan orang (dan enggak nyimpen dendam).

–          Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan.

–          Menyukai hal-hal yang spontan.

Kelemahan :

–          Suara sama ketawanya keras kayak orang pakek toa xD plak

–          Suka banget besar – besarin suatu masalah atau kejadian.

–          Susah banget buat diem. #guebanget

–          Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka nge-Gank). #senyumgaje (yang ini gue enggak, tapi cuma ikut – ikutan doank :p)

–          Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele sekalipun.

–          RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek)

–          Kalo kerja lebih suka ngomong dan nglupain kewajiban (awalnya aja antusias).

–          Sebagian terlalu bahagia.

–          Mudah marah, tapi gampang banget ditenangin.

–          Suka nyela pembicaraan orang. (gue kalo enggak nyela, gatel rasanya tenggorokan gue)

–          Suka ngeluh terus mudah berubah-ubah.

–          Susah dateng tepat waktu, molor mulu kerjaannya alias telat.

–          Prioritas kegiatan kacau balau.

–          Mendominasi percakapan dan susah mendengarkan dengan tuntas.

–          Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya.

–          Egoistis.

–          Sering nge-les dan mengulangi cerita-cerita yang sama.

–          Konsentrasi ke “How to spend money” daripada “How to earn/save money”.

 

Naaah .. hayooo .. siapa yang sanguinis kayak aku ???? #maininalis

Okay, next …

 

  1. Melankolis (Yang sempurna)

Kepribadian Melankolis “Si Sempurna” ( Introvert – Pemikir – Pesimis )

Ciri – Ciri Sifat Melankolis :

–          Agak berseberangan dengan sang sanguinis. #nadasinis xD plak

–          Serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola.

–          Umumnya mereka ini demen banget sama yang namanya fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam.

–          Dalam sebuah pertemuan, orang sanguinis selalu saja mendominasi pembicaraan, namun orang melankolis cenderung menganalisa, memikirkan, mempertimbangkan, lalu kalau bicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang ia pikirkan secara  mendalam sekali.

–          Orang melankolis tuh pingin serba sempurna pokoknya.

–          Segala sesuatu ingin teratur. Jadi jangan heran kalo ada orang yang `melankolis’ gak `kan bisa tidur cuma gara-gara selimut yang membentangi tubuhnya belon  ketata rapi. Dan jangan pula coba-coba mengubah isi  lemari yang telah disusun orang `melankolis’, sebab betul-betul ia tata-apik sekali, sehingga warnanya, jenisnya, klasifikasi pemakaiannya sudah ia perhitungkan dengan rapi. (kalo gue .. #lirikalmari xD) Kalau perlu ia bakalan tulisin satu per satu tata letak setiap jenis pakaian tersebut. Dia bakalan dongkol dan dendam kesumat kalau susunan itu tiba-tiba jadi lain.

–          Sering pakek kata kayak “tergantung” atau apapun yg menunjukkan dia banyak banget yang dipertimbangin.

–          Kalo dengerin kalian ngomong dia sering banget pakek pose non verbal (tangan ke wajah/nopang dagu).

–          Sering banget bilang “minta maaf”.

–          Saat duduk sikap nonverbalnya tampak kayak orang yang sedang mengevaluasi (i.e. tangan di dagu, tangan di pipi).

–          Peka pada bagaimana orang lain memberi tanggapan.

–          Bisa sampe menangis kalau denger cerita orang lain.

–          Model pakaian dan style-nya konservatif (i.e. bukan motif berani, kemeja dimasukkan baju, dst

–          Mikirnya lama, dan banyak pertimbangan.

 

Kekuatan dan Kelemahan Melankolis :

Kekuatan :

–          Analitis, mendalam, dan penuh pikiran.

–          Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal, pokoknya serba teratur deh hidupnya oran ini.

–          Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis).

–          Sensitif.

–          Mau ngorbanin diri dan idealis.

–          Standar tinggi dan perfeksionis.

–          Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi) pakek bingit.

–          Hemat.

–          Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan.

–          Kreatif.

–          Kalau sudah mulai, dituntaskan.

–          Berteman dengan hati-hati.

–          Puas di belakang layar, menghindari perhatian.

–          Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi.

–          Sangat memperhatikan orang lain.

–          Menghindari perhatian.

Kelemahan :

–          Cenderung ngelihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan).

–          Mengingat yang negatif & pendendam.

–          Mudah ngerasa bersalah dan memiliki citra diri rendah.

–          Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan.

–          Tertekan pada situasi yang enggak sempurna dan berubah-ubah.

–          Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan (if..if..if..).

–          Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan.

–          Hidup berdasarkan definisi.

–          Sulit sosialisasi.

–          Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya. (eeeh … -_-)

–          Sulit ngungkapin perasaan yang lagi dirasain (cenderung menahan kasih sayang).

–          Rasa curiganya buuuuuuesar (skeptis terhadap pujian).

 

 

  1. Koleris (Yang kuat)

Kepribadian Koleris “Si Kuat” ( Ekstrovert – Pelaku – Optimis )

Ciri-ciri sifat Koleris :

–          Mereka ini seeeeneeng biiingiiit ngatur orang.

–          Suka nunjak – nunjuk atau merintah – merintahin orang lain. Bahkan tamu pun bisa saja ia `suruh’ melalukan sesuatu untuknya. (Ehhh .. orang ini -_-)

–          Dia enggak pingin ada penonton dalam aktivitasnya.

–          Akibat sifatnya yang `bossy’ itu membuat banyak orang koleris enggak punya banyak teman .

–          Orang-orang berusaha ngehindar, menjauh agar enggak jadi `korban’ karakternya yang suka `ngatur’ dan enggak mau kalah itu .

–          Orang koleris seneng banget sama tantangan dan petualangan.

–          Mereka punya pemikiran, “cuma gue yang bisa nyelesain segalanya, tanpa gue pokoknya berantakan semua”. (Eh .. siape elu? #ngupil)

–          Mereka sangat “goal oriented”, jadi pokoknya apapun yang dipinginin harus tercapai.

–          Tegas, kuat, cepat dan tangkas mengerjakan sesuatu.

–          Buat dia enggak ada istilah enggak mungkin dihidupnya.

–          Seorang cewek koleris, mau dan berani naik tebing, memanjat pohon, bertarung ataupun memimpin peperangan. #wajahshock

–          Kalau ia sudah kobarkan semangat “ya pasti jadi…” maka hampir dapat dipastikan apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia katakan. Sebab ia tak mudah menyerah, tak mudah pula mengalah .

–          Sorot matanya tajam, dan berani bertatap pandangan lama.

–          Duduk sikapnya tegak, gayanya defensif dan atau superior (tangan bersilang di depan dada, kedua tangan diletakkan di belakang tengkuk).

–          Tiba-tiba aja suka betulin kerah baju kalian yang melenceng.

–          Gigih banget ngebuat orang lain buat nerima pendapatnya dia.

–          Suka berdebat dan beda pendapat dengan orang lain.

–          Suka menjadi pemimpin

–          Orang lain harus ikut caranya, kalo ngga suka, ya udah, tinggalin ajah!

 

Kekuatan Dan Kelemahan Koleris :

Kekuatan :

–          Seneng mimpin, buat keputusan, dinamis dan aktif (Seorang Leader).

–          Pengambil Keputusan.

–          Dinamis dan Aktif.

–          Bener – bener butuhin perubahan dan harus ngoreksi kesalahan.

–          Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran.

–          Bebas dan mandiri.

–          Berani menghadapi tantangan dan masalah.

–          “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini”, prinsip mereka.

–          Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat.

–          Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus  pada produktivitas.

–          Membuat dan menentukan tujuan.

–          Terdorong oleh tantangan dan tantangan.

–          Enggak begitu perlu teman. (Ih, songong lu #sambilkorekkuping)

–          Mau mimpin dan mengorganisasi.

–          Biasanya bener dan punya visi ke depan.

–          Unggul dalam keadaan darurat.

Kelemahan :

–          Enggak sabaran dan cepat marah (kasar dan tidak taktis).

–          Seneng merintah orang – orang.

–          Terlalu bergairah dan susah buat santai.

–          Menyukai kontroversi dan pertengkaran.

–          Terlalu kaku dan kuat/ keras.

–          Engga suka air mata dan emosi enggak simpatik.

–          Enggak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci.

–          Sering ngebuat keputusan tergesa-gesa.

–          Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain.

–          Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuannya.

–          Workaholics (kerja adalah “tuhan”-nya).

–          Sulit gilaaak gaku salah dan minta maaf.

–          Mungkin selalu bener tapi enggak populer.

 

  1. Plegmatis (Yang Cinta Damai)

Kepribadian Phlegmatis “Si Cinta Damai” ( Introvert – Pengamat – Pesimis )

Ciri – Ciri Sifat Pleghmatis :

–          Kelompok ini enggak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau lakukan, sekalipun ia sendiri nggak suka.

–          Baginya kedamaian adalah segala-galanya .

–          Kalo timbul masalah atau pertengkaran, ia bakalan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran .

–          Ia mau merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya nggak terus berkepanjangan .

–          Kaum phlegmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin .

–          Cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan .

–          Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda .

–          Kalo kalian lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus, maka pastilah Para pendengar yang berkerumun itu orang-orang phlegmatis. Sedang yang bicara tentu saja sang Sanguinis.

–         Kadang sedikit serba salah berurusan dengan para phlegmatis ini. Ibarat keledai, “kalau didorong ngambek, tapi kalau dibiarin nggak jalan”.

–         Kalo ngomong pelan, lebih suka dengerin ketika ada yang cerita.

–         Orangnya nurut, nggak bisa nolak request orang lain.

–         Menghindari konflik. Easy going, enak diajak ngobrol.

–          Orangnya Santai

Kekuatan Dan Kelemahan Pleghmatis :

Kekuatan :

–          Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh.

–          Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik.

–          Enggak banyak bicara, tapi cenderung bijaksana.

–          Simpatik dan baik hati (sering nyembunyiin emosi mereka).

–          Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi.

–          Penengah masalah yang baik.

–          Cenderung berusaha menemukan cara termudah.

–          Baik di bawah tekanan.

–          Menyenangkan dan enggak suka nyinggung perasaan orang lain.

–          Rasa humor yang tajam.

–          Seneng ngelihat dan ngawasi. #lirikkanankiri

–          Berbelaskasihan dan peduli.

–          Mudah banget diajak rukun dan damai

Kelemahan :

–          Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru.

–          Takut dan khawatir.

–          Menghindari konflik dan tanggung jawab.

–          Keras kepala, sulit kompromi (karena ngerasa bener).

–          Terlalu pemalu dan pendiam.

–          Humor kering dan mengejek (Sarkatis).

–          Kurang berorientasi pada tujuan.

–          Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri.

–          Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat.

–          Enggak suka didesak-desak atau dipaksa – paksa.

–          Menunda-nunda / menggantungkan masalah.

 

Naaaaah !!! Hayooooo .. mana type kepribadian kalian chingu ???

Tanpa orang sanguinis, dunia ini akan terasa sepi.

Tanpa orang melankolis, mungkin enggak ada kemajuan  di bidang riset, keilmuan dan budaya.

Tanpa kaum koleris, dunia ini akan berantakan  tanpa arah dan tujuan.

Tanpa sang Phlegmatis, tiada orang bijak yang  mampu mendamaikan dunia.

Gomawo udah mau mampir #bungkuk

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect 7

Gambar\

Pairing : KyuWook/Slight KyuMin, SiWook, SiMin, HaeHyuk

Rate : K+ Genre : Romance, Genderswitch, Hurts/Comfort, Abal, Gaje, Failed

Author : Frisca Freshtie

Cast :

  1. Cho Kyuhyun (Namja)
  2. Kim Ryeowook (Yeoja)
  3. Lee Sungmin (Yeoja)
  4. Choi Siwon (Namja)
  5. Lee Hyukjae (Yeoja)
  6. Lee Donghae (Namja)

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect

.

.

.

.

Hati yang hampa.

Menulis rindu pada sehelai daun.

Adakah kau menungguku, dengan seribu lagu ragu?

 

Angin berharap membelai batu.

Hingga gerimis membalut malam.

Lusuh tertunduk, mengiringi sisa – sisa do’a.

Pada goresan di batu itu, yang kini tertanam kokoh di dasar laut ..

Membiru, sepanjang jalan.

.

.

.

.

Kyuhyun melajukan mobilnya ke sebuah kafe di pusat kota. Setelah sampai, ia langsung masuk ke kafe dengan tergesa – gesa.

“Bisakah aku menemui pemilik kafe ini?” Tanya Kyuhyun dengan tak sabaran pada penjaga kasir kafe.

“Ahjussi, tenanglah. Apa ahjussi sudah membuat janji dengan tuan Tan?” Tanya penjaga kasir itu setenang mungkin.

“Ppalli .. dimana pemilik kafe ini?” Tanya Kyuhyun dengan emosi memuncak sambil mencengkram kerah penjaga kasir itu. Entahlah, apa yang ia pikirkan. Setelah kembali bertamu ke rumah tetangga Ryeowook yang dulu untuk bertanya Ryeowook dulu bekerja dimana, Kyuhyun seperti kesetanan mengetahui Ryeowook bekerja di sebuah kafe sebagai penyanyi malam, dan kerap kali dilecehkan oleh banyak namja berhidung belang.

“Aku Tan Hanggeng! Pemilik kafe ini!” ucap seorang namja berbadan tegap dengan tegasnya dari belakang Kyuhyun.

Entah kerasukan apa, Kyuhyun segera mencengkram kerah namja itu tanpa basa – basi.

“Dimana Ryeowook? Katakan dimana kau sembunyikan dia?” teriak Kyuhyun kesetanan.

“Lepaskan tanganmu ini Tuan!” ujar namja itu dengan tegas.

Kyuhyun segera melepas cengkramannya dengan kesal. Namja itu merapikan bajunya yang kusut karena kelakuan Kyuhyun tadi.

“Dimana Ryeowook?” Tanya Kyuhyun lagi.

Namja itu menatap Kyuhyun dengan seringaian.

“Ada apa kau mencari gadis jalang itu, maksudku wanita jalang itu?” tanyanya dengan tatapan picik.

Kyuhyun melemparkan bogem mentahnya pada pipi mulus namja itu.

“Jangan pernah memanggil Ryeowook’ku dengan sebutan hina itu!” ancam Kyuhyun. Ryeowook’mu Kyu??? Sejak kapan kau mengakui Ryeowook sebagai milikmu? Padahal Ryeowook sekarang bukan milikmu lagi Kyu? Kau melepaskannya!

Namja itu mengelus pipinya dengan senyuman meremehkan. “Cih! Ryeowookmu? Siapa kau ini?” ujar namja itu.

“Aku .. aku ..” nada suara mulai ragu. Hah! Apa kau baru sadar kalau Ryeowook bukan milikmu lagi Kyu?

“Aku tak menyangka, wanita jalang itu bisa menjeratmu seperti ini! Dengar, lupakan dia! Lagipula disini masih banyak penyanyi yang lebih baik darinya, bahkan lebih sexy.” Ujar namja itu tanpa dosa sama sekali.

Lagi – lagi, Kyuhyun memberikan bogem mentah gratis pada namja itu.

“Berengsek kau! Sudah ku bilang jangan memanggilnya dengan sebutan hina itu!” ujar Kyuhyun emosi.

“Apa yang salah? Dia memang wanita jalang! Ia wanita yang tak punya harga diri! Dia hamil di luar nikah!” ujar namja itu enteng. Kyuhyun membelalakkan matanya, apa benar yang ia dengar itu?

“Dia bekerja untukku selama 3 bulan dulu, setelah itu ia ku pecat! Untuk apa aku memelihara gadis yang berbadan dua? Tak akan laku disini! Walaupun suaranya bagus, namun fisiknya. Ck! Sungguh disayangkan, gadis sepolos dia harus terenggut mahkotanya oleh pemuda yang berhasrat tinggi di luar sana.” ujar namja itu tanpa perasaan.

Kyuhyun menggertakan giginya, ia meremas tangannya dengan erat. Rasanya ia ingin sekali memukul mulut kotor itu.

“Ia memang cantik, dan eeer .. sexy tentunya. Bahkan, aku pernah sangat bernafsu untuk menidurinya. Namun, sayang. Ternyata bukan aku laki – laki beruntung yang bisa mendapatkan mahkotanya itu. Ternyata orang lain, sungguh sangat disayangkan. Aku tak tahu dibalik wajah polosnya, ia begitu nakal.” Ujar namja itu enteng.

Dengan emosi memuncak, Kyuhyun meninju perut namja itu dengan keras sampai namja itu jatuh tersungkur dan di sudut bibirnya keluar darah.

Namja itu menggertakan giginya. Ia sangat kesal dengan Kyuhyun.

“Tutup mulut kotormu itu, berengsek. Dimana Ryeowook?” ujar Kyuhyun sambil mencengkram kerah baju namja itu.

“Aku tak tahu!” ujar namja itu tegas.

“Dimana Ryeowook?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Aku tak tahu!” ujar namja itu lagi.

“Aku bertanya sekali lagi, dimana Ryeowook?” Tanya Kyuhyun mencoba tenang.

“Sudah kubilang, aku tak tahu!” ujar namja itu dengan keras.

“Setelah ku pecat, ia tak pernah kesini lagi! Bahkan, aku tak pernah lagi bertemu dengannya!” ujar namja itu.

Kyuhyun menatap mata namja itu, mencoba mencari kebohongan di sorot matanya, namun Kyuhyun tak menemukannya. Kyuhyun mendecih kesal. Ia lepaskan cengkraman tangannya.

Lalu, ia meninju namja itu lagi.

“Itu untuk panggilan hina yang kau buat untuk Ryeowook.” Ujar Kyuhyun.

Lalu, Kyuhyun kembali memberikan bogem mentahnya pada namja itu.

“Dan yang ini untuk pikiranmu yang mesum itu!” ujar Kyuhyun, lalu meninggalkan namja itu dengan tatapan bingung dan ketakutan milik mata para pengunjung.

.

.

.

.

Bercermin di malam hari.

Merajut sepi dalam hati.

Melihat diri dan debu, bercampur menjadi satu.

Bersetubuh dengan waktu.

 

Diriku masih terpaku di cermin.

Ketika bayang wajahku dulu hadir di sampingku.

Tersenyum lalu menangis, selalu begitu.

 

Benang biru akan kusulam satu persatu.

Untuk membuat langit baru yang lebih biru

.

.

.

.

Kyuhyun memberhentikan mobilnya di tengah jalan yang sepi, mengingat ini sudah menginjak jam 1 dini hari waktu setempat.

Kyuhyun keluar dari mobilnya, lalu berdiri di depan mobilnya. Ia memukul angin dengan kesal, lalu berteriak dengan keras.

“Aaaaaaaaaaaah …………..” teriak Kyuhyun.

“Ryeowook .. Kau ada dimana ???” tanyanya dengan teriakan keras.

Mata Kyuhyun mulai berkaca – kaca dan mulai meneteskan butiran – butiran tangisan yang membasahi pipinya.

Kyuhyun jatuh terduduk di jalan. Hujan mulai turun, seperti mengiringi kesedihan hati Kyuhyun.

“Ryeowook .. mianhae .. mianhae .. neomu mianhae ….” Ujarnya dengan diiringi isakan tangisan.

“Jebal .. Ryeowook, kembalilah .. kembalilah .. mianhae ..”

“Mian .. aku tak pernah melihat perasaanmu! Mian telah membuat banyak goresan luka di hatimu itu. Mian …”

Hah? Kau baru menyadarinya Kyu? Setelah sekian lama?

“Aku sangat bodoh! Sungguh bodoh! Kenapa aku melepaskanmu hanya karena emosi sementaraku itu?”

“Ryeowook .. bogoshippoyo ryeowook ..”

“Mian ..” lirih Kyuhyun.

Ia mendongakkan kepalanya, merasakan tetesan air dari Tuhan yang semakin deras.

“Ryeowook, apa tak ada sedikitpun petunjuk tentang keberadaanmu sekarang?”

“Tuhan, aku mohon padamu. Pertemukan kami, aku ingin membenahi semuanya. Kabulkanlah Tuhan … aku merindukannya … aku merindukan senyumnya yang tulus .. aku merindukan suaranya .. aku merindukannya Tuhan …”

.

.

.

.

Izinkan aku menepi sejenak.

Melupakan rencana tentang rumah dan tawa bocah – bocah.

Terlalu lelah ku lewati jalan yang kau bentangkan, sementara tanganku pun kerap kali kau lepaskan.

 

Aku ingin singgah di antara lenggang jalan.

Di sebuah rumah sederhana berdinding buram, lalu sejenak melupakanmu.

Sudut sajak yang selalu membuatku gemetar.

Membuka pintu lain yang mungkin akan membuka ruang baru di dadaku yang sesak.

.

.

.

.

“Eomma, dimana kaos kakiku?” teriak Hyunkie dengan suara cemprengnya.

“Eih, di sofa tak adakah chagi?” Tanya eomma-nya dengan berteriak dari dapur.

“Tak ada eomma!” teriak Hyunkie sambil mengobrak – abrikan sofa yang sudah tertata rapi.

“Tunggu sebentar ne! eomma akan mencarinya setelah ini. Sebentar saja!” teriak Ryeowook.

Hyunkie mem-pout bibirnya kesal. Lalu menyilangkan tangannya di dadanya dengan kesal dan duduk di sofa itu.

“Hyunkie ..” sapa Siwon lembut.

“Ahjussi … kalau masuk ke rumah seseorang harus mengetuk pintu dulu atau memencet bel dulu, lalu setelah pemilik rumah mengijinkan , ahjussi bisa masuk.” Cibir Hyunkie kesal.

Mendengar itu, Siwon tak bisa menahan tawa gelinya. Ia diajari oleh anak berumur 4 tahun? Sungguh memalukan dan menggelikan. Seorang Choi Siwon diajari tata krama oleh seorang anak kecil berumur 4 tahun yang belum genap?

“Mian, maafkan ahjussi okay. Ahjussi akan mengulanginya lagi.” Tawar Siwon.

“Tak usah diulang ahjussi! Sudah melewati batas waktu, atau lebih tepatnya sudah expayred (Baca expired)!” ujar Hyunkie ketus.

Siwon terkekeh mendengar penjelasan bocah itu.

“Eih, kenapa wajahmu kau tekuk begitu Hyunkie?” Tanya Siwon penasaran.

“Kaos kakiku hilang!” ujar Hyunkie ketus.

“Aiss, jinja?” Tanya Siwon.

“Jangan cerewet ahjussi! Aku sangat kesal!” ujar Hyunkie tak berperasaan.

Siwon mengelus rambut Hyunkie lembut.

“Kesal kenapa Hyunkie?” Tanya Siwon.

“Eomma menyebalkan ahjussi, dia sangat sibuk. Sampai lupa untuk mempersiapkan kaos kakiku untuk sekolah!” jelas Hyunkie dengan cemberut.

Siwon mengulum senyumnya, ia tahu jalan pikiran bocah ini.

“Bukankah Hyunkie sekarang sudah dewasa?” tanya Siwon.

“Tentu saja ahjussi. Aku sudah dewasa!” ucap Hyunkie bangga.

“Kalau begitu, karena Hyunkie adalah namja dewasa. Mulai hari ini Hyunkie yang akan mempersiapkan kaos kakinya sendiri untuk sekolah.” Ujar Siwon.

“Eh?” ujar Hyunkie kaget.

“Itu benar. Semua namja dewasa mempersiapkan kaos kakinya sendiri. Ahjussi juga begitu, karena ahjussi adalah namja dewasa dan ahjussi tak ingin menyulitkan orang lain terutama eommamu!” jelas Siwon.

Mendengar itu, mata Hyunkie berbinar – binar. Ia menganggukkan kepalanya mantap.

***

“Hyunkie .. ini kaos kakimu ..” ujar Ryeowook.

“Tak perlu eomma, aku sudah menemukannya. Aku pergi dulu ne.” ujar Hyunkie sambil mengikat sepatu hitamnya.

“Eh? Itu ..” belum sempat Ryeowook mengutarakan kalimatnya, Hyunkie menyelanya.

“Aku hampir terlambat eomma. Aku pergi dulu ne.” ucap Hyunkie sambil mencium pipi Ryeowook, lalu mencium pipi Siwon.

“Pai – pai eomma, pai – pai ahjussi ..” ujarnya riang, lalu keluar rumah. Ia tak pernah diantar atau dijemput, karena jarak sekolah dengan apartemen eommanya dekat, hanya beberapa blok.

Ryeowook menatap Siwon bingung. “Itu ..” ucap Ryeowook ragu.

“Kaos kakiku.” Ujar Siwon dengan tersenyum.

Ryeowook menahan tawanya melihat Siwon yang tak mengenakan kaos kaki.

“Kau berhutang kaos kaki denganku nona Kim.” Ujar Siwon sambil mengecup pipi Ryeowook.

Ryeowook memegang pipinya yang tadi dicium Siwon dengan tersipu malu. Apa kau mulai jatuh cinta pada namja ini Wookie?

.

.

.

.

Di beranda ini aku melihat daun – daun berguguran yang berserakan di halaman.

Dan nampak begitu ringan dalam buaian angin pagi.

Aku menyaksikan hujan dan cahaya yang berbeda.

Luruh bagaikan air mata para dewa.

Juga bunga – bunga yang tetap tumbuh, bahkan lebih kukuh dari candi yang kerap runtuh.

 

Seperti halnya perjalanan yang telah menempa kita dalam getir dan bahagia.

Melintasi sebentang jurang dan curam perbukitan.

Persinggahan ini pun menggemakan peristiwa lain yang berjalinan pula.

Dengan peristiwa yang berpusar dalam lingkaran panjang.

.

.

.

.

Sungmin menatap kertas di tangannya dengan tatapan sendu. Lalu, ia menatap eomma-nya yang terbaring lemah di ranjang dengan tatapan sendu lagi.

“Kali ini aku akan mengalah!” gumamnya.

Lalu, ia mulai berjalan menuju jendela kamar rawat inap itu. Ia buka gorden biru itu dengan hati – hati. Ia menatap lurus.

“Kembalilah .. mereka semua merindukanmu ..” innernya.

Tiba – tiba ia membelalakkan matanya, ia terkejut setengah mati.

“Ryeowook ..” gumamnya.

Kakinya terasa kaku melihat Ryeowook yang tengah berjalan sendiri dengan senyum mengembang di wajah manis itu.

“Kau-kah itu Ryeowook?” ujar Sungmin lagi dengan tak percaya.

Angin mulai mengelus jendela kaca, sedikit memburamkan jendela itu. Awan hitam mulai menampakkan sosoknya. Dan tetesan – tetesan air mulai berjatuhan mengguyur bumi.

Ryeowook diam menatap awan mendung itu, lalu mulai menjulurkan tangannya untuk menyentuh tetesan – tetesan air hujan dengan tangan menengadah.

Sungmin semakin kaku melihat Ryeowook sedekat itu.

Seperti memori – memori yang terlepas dengan sendirinya. Surat Ryeowook untuk Sungmin menggema di kepala Sungmin, seperti pengiring pertemuan tak terduga mereka.

 

Untuk Sungmin eonnie.

 

Maafkan aku eonnie. Maafkan aku. Aku mempunyai dosa besar denganmu.

Maafkan aku, karena terlalu egois dengan perasaanku ini.

Maafkan aku, mencoba mencari celah pada hubungan kalian berdua.

Aku tahu beribu – ribu aku meminta maaf, dosaku tak akan terampuni.

Walaupun aku membunuh diriku, dosaku tak akan terhapus.

Eonnie, aku akan sangat berterima kasih padamu jika kau mau memaafkan aku.

Aku memang batu dalam hubungan kalian. Aku tahu itu.

Tapi eonnie, jangan menyalahkan dirimu. Sikapmu padaku itu memang sudah sepantasnya kau berikan padaku! Gadis murahan yang rela merusak hubungan sepasang kekasih hanya karena ego tingginya.

Jika aku ada di posisi eonnie, mungkin aku juga akan melakukannya. Aku sadar itu eonnie.

Rasa bencimu padaku patut dibenarkan. Gadis mana yang rela untuk dibagi cintanya? Tentu saja tak ada!

Maafkan aku atas keegoisanku eonnie.

Aku tahu Kyuhyun oppa tak pernah menyukaiku, tapi aku sangat menyukainya eonnie, bahkan mencintainya. Aku harus apa? Aku haus atas rasa cintanya padamu eonnie. Aku cemburu padamu eonnie.

Aku ingin sekali memakaikan dasi setiap pagi padanya, seperti yang kau lakukan eonnie.

Aku sangat ingin dipangil dengan kata ‘Chagi’ olehnya seperti caranya memanggilmu eonnie.

Aku ingin sekali merasakan pelukan hangatnya. Aku ingin sekali menatap wajahnya lama dan memegang tangannya erat. Namun itu, hanya angan – angan belaka.

Entah sudah berapa banyak usaha yang telah kulakukan untuk membuat Kyuhyun oppa melihatku, tapi semuanya gagal eonnie. Dan aku sadar, cintanya hanya untukmu seorang eonnie. Posisimu tak bisa digeser dari hatinya yang kokoh itu eonnie.

Eonnie, sekali lagi maafkan aku ne.

Sebagai pesan terakhirku, apakah aku boleh meminta sesuatu padamu eonnie? Hanya sebuah permintaan kecil dariku.

Eonnie, cintailah Kyuhyun oppa hari ini, besok lusa dan seterusnya.

Aku tahu eonnie akan melakukannya, walaupun tak kuminta sekalipun. Hidup yang lebih baik ne eonnie.

Gomawo eonnie.

Akan kupastikan kau tak akan melihatku lagi.

Saranghae eonnie.

 

Ryeowook membalikkan badannya, lalu mulai berjalan. Sungmin menatap gusar Ryeowook yang hilang ditelan lorong rumah sakit. Ia ingin mengejarnya, tapi kakinya rasanya tak bisa digerakkan sama sekali. Yang ia lakukan hanya bisa menangis menatap kepergian ryeowook.

.

.

.

.

Ya, aku ingin sejenak melupakanmu.

Menepi dari jalan yang telah kau bentangkan.

Singgah di sebuah rumah berdinding buram, lalu bersunyi dan mempertanyakan :

“Mengapa kita selalu butuh alasan untuk terus berjalan?”

 

Di persinggahan yang sunyi ini.

Hari – hari menjadi biru dan abu – abu.

Sebilah pintu yang juga menatap ragu.

Menawan bayanganku hingga berdarah.

Percikan darah itu, lalu ia kekalkan sebagai penawar luka bagi tubuhnya yang berniat ku masuki.

.

.

.

.

Hyunkie tengah sibuk bermain dengan psp terbarunya yang dibelikan oleh Siwon kemarin.

“kau sedang bermain apa?” Tanya namja bertubuh tegap dengan warna kulit putih pucat yang tiba – tiba duduk di samping Hyunkie.

“Eih .. ahjussi? Kau mengagetkan aku.” Ujar Hyunkie sambil menatap Kyuhyun riang.

“Sekarang, apa yang kau lakukan disini? Apa menunggu eommamu lagi?” tanya Kyuhyun penasaran.

“Ah, daebak ahjussi. Kau memang pintar!” ujar Hyunkie sambil menunjukkan kedua ibu jarinya pada Kyuhyun.

“Kau pasti sangat menyayangi eomma-mu eoh?” ujar Kyuhyun.

“Jangan ditanyakan lagi ahjussi, aku sangat menyayanginya. Oleh karena itu, aku ingin di masa yang akan datang, saat dewasa nanti aku akan mencari pendamping hidup yang seperti eomma.” Ujar Hyunkie dengan mata berbinar – binar.

“Jinja? Memangnya bagaimana eommamu itu?” tanya Kyuhyun penasaran.

“Ia sangat cantik dengan mata caramelnya, hidung mungilnya, tubuh mungilnya yang penuh dengan kehangatan dari kasih sayangnya, kecantikannya, kehalusannya, kesabarannya, dan senyumnya ahjussi … megalihkan duniaku.” Ujar Hyunkie puitis.

“Darimana kau mendapat kata – kata seperti itu, huh? Kau mencontek, eoh?” Tanya Kyuhyun tak percaya bocah sekecil itu bisa membuat rangkaian kata yang begitu puitis.

“Aku tak mencontek! Aku ini namja dewasa, tentu saja aku bisa mendapatkan kata – kata itu dengan mudah.” Ujar Hyunkie bangga.

Kyuhyun tertawa geli mendengar penjelasan Hyunkie.

“Aigooo .. kau tak percaya ahjussi?” Tanya Hyunkie kesal.

“Ahjussi, lihatlah mataku ahjussi. Apa aku terlihat sedang ebrbohong ahjussi?” Tanya Hyunkie pada Kyuhyun.

Kyuhyun dengan menahan tawa, mencoba menatap mata Hyunkie.

“Apa kau sudah melihatnya ahjussi? Apa kau melihat kebohongan disana?” Tanya Hyunkie.

“Tidak, lalu?” tanya Kyuhyun bingung.

“Namja dewasa tak akan berbohong, eommaku selalu bilang begitu. Dan satu lagi ahjussi, mataku berwarna almond, campuran warna mata eommaku dan appaku. Caramel dan hitam.” Jelas Hyunkie.

“Lalu?” Tanya Kyuhyun masih bingung.

“Aiigoo .. kau sangat menyusahkan ahjussi. Appaku adalah namja yang dewasa, dan kedewasaannya menurun padaku dari sorot matanya. Appaku juga tak pernah berbohong, oleh karena itu aku susah untuk berbohong!” jelas Hyunkie, entah dari mana ia mendapatkan alibi serumit itu.

Kyuhyun menatap mata Hyunkie lagi. Lama ia memandangnya.

“Aku seperti melihat seseorang pada anak kecil ini, tapi siapa?” inner Kyuhyun.

.

.

.

.

Ada yang memahatkan kata – kata.

Dalam susunan yang hampir tak terbaca.

Dadaku kian sesak, atap rumah kian jauh.

Tawa bocah – bocah dan kamu mewaktu di dada dan kepalaku.

Bunga mawar di luar pagar.

Aku seperti memulai perjalanan yang lain lagi.

.

.

.

.

“Hyunkie …” teriak Ryeowook dengan tersenyum manis sambil melambaikan tangannya.

Hyunkie menolehkan kepalanya pada Ryeowook dengan riang. “Eomma …” teriaknya tak kalah senang.

Beep beep

Ponsel Ryeowook berdering dari tasnya.

Ia segera mengangkat dan membalikkan badannya.

 

“Eommamu?” Tanya Kyuhyun.

“Ne, ahjussi. Mau bêrtemu dengannya? Ia wanita yang ramah, kau pasti menyukainya ahjussi.” Ujar Hyunkie sambil mengandeng tangan Kyuhyun.

“Anio.” Ujar Kyuhyun.

“Ayolah ahjussi, hanya berkenalan saja. Tak akan lebih.” Ujar Hyunkie meyakinkan.

Kyuhyun mengembangkan senyumnya. “Lakukan sesukamu.” Ujar Kyuhyun pasrah.

Hyunkie menggandeng tangan Kyuhyun dan menyeretnya menuju tempat eommanya berdiri.

 

Kyuhyun memasukkan tangannya ke sakunya, sedangkan Hyunkie menarik – narik mantel eomma-nya tanpa perasaan agar eomma-nya mau membalikkan badannya.

“Eomma ..” panggil Hyunkie.

Ryeowook membalikkan badannya karena merasa terganggu dengan tingkah Hyunkie. Setelah membalikkan badannya, ia membelalakkan matanya melihat namja yang ada di hadapannya.

Dengan gerakan slow motion, ponsel yang dipegang Ryeowook terjatuh. Ponsel itu jatuh berkeping – keping terbentur lantai rumah sakit. Mulutnya sedikit menganga, entah apa yang ingin ia bicarakan.

“Kyu ..” cicitnya hampir tak terdengar.

 

Sedangkan namja di depannya tak kalah terkejut melihat Ryeowook.

“Ryeowook ..” ujar Kyuhyun pelan.

Sorot mata Kyuhyun menyiratkan akan kerinduan, kebahagiaan, dan keterkejutan.

 

Lama, mereka masih menatap satu sama lain. Sampai akhirnya, Ryeowook bersuara.

“Ayo pulang Hyunkie, ini sudah malam.” Ujar Ryeowook sambil menarik Hyunkie dari sisi Kyuhyun.

Ia membalikkan tubuhnya, lalu melangkahkan kakinya sebisa mungkin.

Baru beberapa langkah ia berjalan, tangannya dicekal oleh Kyuhyun.

Ia menoleh pada Kyuhyun. “Aku mempunyai hutang es krim coklat jumbo pada anakmu.” Ujar Kyuhyun.

 

…………………………………………….

……………………………….

………………….

 

 

TBC

Fiuuuh #NgelapKeinget

Masih pendekkah ini?

Aku membuat ini dengan ditemani secangkir kopi yang sudah tak hangat lagi. Plak xD

 

Chingu-deuul, gimana pertemuan mereka ??? jedeer enggak ?? #GigitKuku

Buat yang ngebet pengen mereka ketemu, nih udeh aku kabulin! Dan yang kepo akut buat surat ryeowook buat sungmin, udeh aku paparin di chapter ini.

 

Masih membingungkan kah chingu-deul?

Terima kasih banyak buat semua yang udah review. Aku sangat menghargainya.

Last. Review ne 😉

With Love! ~ Frisca

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect 6

<a href="https://friscabayumelati.files.wordpress.com/2014/04/sad-alone-lonely-girl-cute“>Gambar

Pairing : KyuWook/Slight KyuMin, SiWook, SiMin, HaeHyuk
Rate : K+, Romance, Genderswitch, Hurts/Comfort, Abal, Gaje, Failed
Author : Frisca Freshtie
Cast :
1. Cho Kyuhyun (Namja)
2. Kim Ryeowook (Yeoja)
3. Lee Sungmin (Yeoja)
4. Choi Siwon (Namja)
5. Lee Hyukjae (Yeoja)
6. Lee Donghae (Namja)

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect

.
.
.
.
Selain sunyi yang terpantul dari sketsa hidupmu, adakah gemercik daun bersembunyi di antara belaian embun?
Menyimpan selaksa luka yang beku.
Atau tangis kian mengalun mengikuti debur waktu..
Langit masih kelabu mengeram hujan, sayang.
Berhentilah memintal duka yang kusam.

Mungkin tak akan sampai selembar salam dari mimpiku.
Pada sedihmu yang mencoreng warna pagi.
Karena di awal pertemuan kau lempar segumpal kebencian.
Sementara senja mulai mengetuk ruang sesalku.
Aku ingin menyulam robekan rindu yang melambai kumal dalam matamu.

.
.
.
.

Kyuhyun menatap eomma-nya yang sedang beristirahat dengan tatapan sendu. Lalu, ia mengelus pucuk kepala eomma-nya dengan penuh kasih sayang.
“Eomma .. akan ku pastikan kau akan baik – baik saja.” Gumam Kyuhyun.
Tiba – tiba, dengan lembut Sungmin memeluk Kyuhyun dari belakang dengan lembut. “Chagia .. ayo pulang ..” bisiknya lembut.
Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Anio, aku masih ingin disini, menemani eomma. Jika kau ingin pulang, pulanglah. Kau pasti lelah.” Ujar Kyuhyun lembut.
“Anio. Jika suamiku disini, maka aku akan berada disini bersama suamiku, karena tempatku berada di sampingmu.” Ucap Sungmin tulus. Mendengar pernyataan Sungmin, Kyuhyun mengembangkan senyumnya.
“Gomawo.” Ujar Kyuhyun.
Sungmin mengeratkan pelukannya. “Ne.” bisiknya lagi.

.
.
.
.
Inginku berlari menjauh.
Dari wajah – wajah semu setengah tengadah.
Kemudian berbaring, di antara senyum – senyum kuncup bunga.
Membawakanmu, seikat kasih sayang dan seuntai senyuman.
Dan kita akan datang pada bulan merah jambu.
Untuk menopangkan semua rasa yang tak bertepi ini.
.
.
.
.

 

Tit Tit Tit Tit Tit
Suara mesin itu, bergerak dengan cepat, naik turun dengan drastis.
Suara panik terdengar dimana – mana.
Suara gesekan roda dengan lantai putih.
Lalu, berakhir di sebuah ruangan serba putih dan dilingkari banyak orang – orang berpakaian serba putih dengan alat – alat medis mereka.

“Ada apa lagi ini Tuhan?” pekik Ahra meratapi keadaan yang terjadi pada eomma-nya. Tiba – tiba saja, eomma-nya kambuh lagi.
Yunho menggertakan giginya, lalu meninju dinding keras rumah sakit. Melihat kegaduhan seperti itu, Kyuhyun membuka suara.
“Aku akan membawa Ryeowook kembali.” Ujarnya tegas dan tanpa keraguan di matanya.
Semua orang menatapnya tak percaya. Sebenarnya mereka sudah tahu tentang permintaan kecil Kibum, namun mereka tak akan menyangka Kyuhyun mau melakukannya mengingat rasa bencinya pada Ryeowook dulu.
“Aku akan membawanya pulang. Aku akan mencarinya.” Ulangnya lagi dengan serius.
Sungmin mengembangkan senyumnya tulus, ia sudah tahu tentang ini. Bahkan ia sangat mendukung permintaan eomma-nya itu. Seetelah perceraian itu, Sungmin sangat merasa bersalah pada Ryeowook, apalagi setelah mendapat surat dari Ryeowook dulu. Ia semakin menjadi merasa bersalah. Ia ingin menebus kesalahannya yang ia buat dulu.
Kyuhyun menatap Sungmin.
“Pergilah ..” ujar Sungmin dengan lembut.
“Bawa dia kembali.” Ujarnya lagi. Kyuhyun mengangguk, lalu mulai berjalan meninggalkan mereka untuk mencari Ryeowook.

.
.
.
.
Sinarmu kini redup.
Cahayamu keluhkan kesedihan.
Gelapmu menambah getir hidup.
Angin pun berhenti berhembus.
Menyeka nafas dalam derita.
Tanah ini kini kelam.
Mentari perlahan pergi.
Menjauh dari kebisingan.
Surya kini menyepi.
.
.
.
.

Kyuhyun mengemudikan mobilnya ke rumah keluarga Kim dengan cepat. Mobilnya membelah jalanan yang sepi itu. Namun, ada yang aneh disini. Apakah itu sorot MATA KERINDUAN-kah itu Kyu? Atau itu sorot mata KESEDIHAN Kyu? Apa sekarang kau MENYESAL Kyu?
Ia tepikan mobilnya di depan rumah itu. Lampunya meyala dengan terang, pintunya juga terbuka. Itu artinya ada orang di dalam. Ia menghembuskan nafasnya, mencoba menguatkan dirinya. Lalu, ia keluar dari mobil.
Dengan ragu, ia memencet bel rumah.
Ting Tong
Sura itu menggema di telinga Kyuhyun. Ia meremas – remas tangannya, mencoba menetralkan getaran dalam jantungnya.
Suara gerbang dibuka terdengar, lalu keluarlah seorang gadis muda dari balik pagar itu.
“Mian, mencari siapa ahjussi?” tanyanya sopan.
“Oh, euung itu .. aku mencari Kim Ryeowook, apakah dia ada?” Tanya Kyuhyun.
“Kim Ryeowook?” tanya gadis itu dengan bingung.
“Ne.” ujar Kyuhyun mantap.
“Mungkin kau salah rumah ahjussi, disini tak ada yang bernama Kim yeowook. Ini kediaman keluarga Jung.” Ujar gadis itu menjelaskan.
“Hah? Okay, gomawo ne.” ujar Kyuhyun sambil membungkuk, lalu membalikkan badannya.
“Kau dimana Ryeowook?” lirihnya kalut.

Kyuhyun berjalan menuju rumah yang berada di samping rumah kediaman keluarga Kim dulu. Ia ingin mencari tahu, apakah mungkin tetangganya itu tahu Ryeowook pergi kemana.
Ia tekan bel, dengan harap – harap cemas ia menunggu sang empu-nya rumah keluar.
“Sedang mencari siapa nak?” Tanya seorang perempuan paruh baya.
“Ah, anyeong ahjumma.” Ujar kyuhyun sambil membungkuk.
“Nugu?” tanya bibi itu bingung.
“Kyuhun imnida.” Ujar Kyuhyun.
“Kyuhyun?” tanyanya bingung.
“Ahjumma, aku ingin bertanya sesuatu.” Ujar Kyuhyun.
“Ah, ne. Kau ingin bertanya tentang apa anak muda?” tanya bibi itu penasaran.
“Apakah ahjumma tahu orang yang dulu mendiami rumah itu?” ujar Kyuhyun sambil menunjuk rumah disamping rumah ahjumma itu.
“Oh, apa yang kau maksud Kim Ryeowook?” tanya ahjumma itu tepat sasaran.
“Nde ahjumma.” Ujar Kyuhyun dengan sorot mata kebahagiaan.
“Aku tak tahu ia pergi kemana.” Ujar bibi itu sambil mengingat – ingat mungkin.
Senyum Kyuhyun sirna entah kemana.
“Yang aku tahu dulu, ia pulang ke rumah ini dengan menangis. Entah, tak ada yang tahu kenapa. Ia lebih memilih berdiam diri di rumah, jika keluar-pun ia hanya bekerja dan berbelanja sesuatu yang ia perlukan saja. Ia tak pernah membaur lagi dengan kami, padahal dulu ia sangat sering bermain ke sini, bahkan ia suka sekali memberikan makanannya pada kami. Mungkin ia frustasi, karena ternyata ia hamil, dari desas – desus yang beredar ia dihamili oleh pemuda tak bertanggung jawab. Setelah itu, kami tak pernah melihatnya lagi. Ia seperti hilang ditelan bumi, tak ada yang tahu kemana ia pergi, yang kami tahu rumah itu sudah dibeli oleh keluarga Jung.” Ujar bibi itu panjang lebar menjelaskan.
“Itu saja yang ku tahu nak.” Ujar bibi itu.
“Ah, gomawo ahjumma atas info-nya ne.” ujar Kyuhyun sambil membungkuk, lalu pergi meninggalkan bibi itu.
Kyuhyun memasuki mobilnya, lalu ia menatap lurus jalan. Mesin mobilnya belum dihidupkan, yang ada hanya suara nafas Kyuhyun yang terdengar berat. Apa sekarang kau menyesal Kyu? Kenapa sorot matamu sekarang berubah menjadi sendu? Kenapa tersirat kekecewaan di matamu itu?

.
.
.
.
Ketika kau serupa rindu.
Ku hirup ruap kopi senikmat harum tubuhmu.
Seteguk kafein sekental ludahmu.
Deraskan darahku di sungai – sungai waktu.

Jantungku berdegup dengan kencang.
Memompa badai dari lubuk lautan.
Tempat paling tenang mengendapkan kesenangan.

Serbuk kenangan teraduk jadi mimpi, sepekat dan sepahit kopi.
Tenggelam aku bagai tersesat dalam lebat gerai rambutmu yang hitam dan lembut.
Mengurai hitam semesta, melupa segala warna sampai terbit inti cahaya di ufuk jiwa.
Dan karena kau serupa rindu.
Kala di dasar cangkir tinggal ampas kelam membeku yang tersisa tetap saja ingin meregukmu tak dingin – dingin.
.
.
.
.

Hyunkie tengah bermain dengan namja berlesung pipi di rumahnya, sedangkan Ryeowook tengah memasak di dapur untuk makan malam.
“Hyunkie .. apa kau tak lelah?” tanya namja itu.
“Anio ahjussi, aku tak lelah.” Ujar Hyunkie sambil terus bergulat dengan namja itu.
“Eh, kau lupa lagi eoh? Kenapa memanggil ahjussi lagi?” tanya namja itu dengan cemberut layaknya anak kecil.
“Heheheh, mian ne. aku belum terbiasa appa, hari ini mungkin aku ingat, besoknya aku tak ingat.” Ujar Hyunkie blak – blakan.
Namja itu mendudukkan Hyunki di karpet. “Kau harus terus mengingatnya Hyunkie.” Ujar namja itu.
“Kenapa harus begitu?” tanya Hyunkie tak mengerti.
“Appa ingin melamar eomma-mu secepatnya.” Bisik namja itu di telinga Hyunkie.
“MWO ?????” jerit Hyunkie melengking di telinga namja itu.
“Kalau begitu aku akan berganti marga Choi?” tanyanya blak – blakan.
“Hahah, tentu saja Hyunkie. Tapi kau jangan bilang – bilang pada eomma-mu itu, appa ingin memberikan kejutan untuknya.” Bisik namja itu lagi.
“Hhoohoh, tentu saja Siwon ahjussi.” Ujar Hyunkie sambil mengedipkan matanya nakal.
“Eh? Kau memanggilku ahjussi lagi?” tanya Siwon.
“Tak apa, yang ini memang aku sengaja ahjussi. Karena kau belum melamar eommaku, maka ku putuskan sekarang kau kupanggil ahjussi saja.” Ujar Hyunkie sambil berdiri tegap.
“Eh, sekarang kau mulai nakal eoh?” ujar Siwon gemas.
“Selama ahjussi belum berani melamarnya, aku tak ingin memanggil ahjussi dengan sebutan appa. Cepatlah, lamar eommaku. Ia begitu kesepian menunggu appaku.” Ujar Hyunkie polos.
“Eh? Jika eomma menikah dengan ahjussi, lau appaku?” Tanya Hyunkie bingung.
“Bagaimana kalau kau mempunyai appa 2?” tanya Siwon.
“Huaaaa .. aku tak pernah memikirkannya sebelumnya. Tapi, sepertinya akan menarik! Aku merestuimu ahjussi, ayo membahagiakan eommaku bersamaku dan juga appaku yang tak pulang – pulang.” Ujar Hyunkie dengan puitis.
Mendengar penuturan Hyunkie, Siwon jadi gemas. Ia mencubit hidung Hyunkie dengan lembut. “Baik. Ayo, membahagiakannya bersama – sama.” Ujar Siwon.

“Membahagiakan siapa?” Tanya Ryeowook yang tiba – tiba sudah berada di samping mereka.
“Euung .. itu .. apa .. anu .. eung …” Siwon jadi gugup sendiri berada di dekat Ryeowook.
Hyunkie menghambur ke eomma-nya. “Siwon ahjussi ingin membahagiakan eomma.” Teriak Hyunkie dengan kerasnya dan berhasil membuat pipi Siwon seperti kepiting rebus. Dan Ryeowook? Ia tersipu malu. Apa kau sudah melupakan Kyuhyun? Tapi, bukankah itu lebih baik?

Siwon menatap tajam Hyunkie dan Hyunkie? Ia malah cengengesan tak karuan tanpa dosa membebaninya. “Heheh, mian ahjussi.” Ujar Hyunkie dengan nyengir kuda.
“Ayo makan, kajja.” Ajak Ryeowook.
“Hahah, ayo makan eomma. Yang terlambat ke meja makan yang mencuci piring.” Ujar Hyunkie sambil melirik Siwon, melihat itu Siwon hanya bisa terkekeh geli. Anak itu mempunyai banyak kejutan.

.
.
.
.
Berabad jemari mengemis pelangi, yang terukir di bibir senja.
Bagai keras ombak yang menabrak karang.
Aku akan tetap teguh berpegang.

Kamu adalah kabut dalam hembusanku.
Menyelimuti ruang sunyi hatiku.
Dalam gemerlap cakrawala fana.
Bersenandung mengikuti jejak awan.

Andai aku mampu ..
Membuka pintu waktu.
Aku akan melangkah menuju cahaya.
Lewati penantianku yang tak pasti, akan sekeping hati.
Yang telah menyulam erat jiwaku.
.
.
.
.

Kyuhyun menatap gundukan tanah di depannya, lalu ia berjongkok dan meletakkan rangkaian bunga indah di atas gundukan itu. Ia menghembuskan nafas beratnya. Lalu, ia membuka kacamata hitamnya.
“Ahjumma, mianhae .. aku tak menemukan putrimu itu. Mian ..” ujarnya sedih.
“Maaf, aku membuat anakmu kesusahan dan jatuh dalam kesedihan dan kepahitan kehidupan. Mian ..” ujarnya lagi dengan mata berkaca – kaca.
“Namun, kau tak perlu khawatir ahjumma, aku berjanji. Aku akan membawanya pulang.” Ujar Kyuhyun mantap.
***
Kyuhyun berjalan menuju mobilnya, lalu ia membuka pintu mobilnya.
Tiba – tiba saja ada yang memanggilnya. “Ahjussi ..” teriak seorang bocah berambut mangkok.
“Eh, kau disini?” uajr Kyuhyun tak percaya.
“heheh, kita bertemu lagi ahjussi. Sepertinya kita berjodoh. Heehhe .” ujar Hyunkie.
“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Kyuhyun.
“Aku sedang menunggu eomma-ku yang tengah menjenguk halmoniku.” Ujar Hyunkie.
“Oh ..” ujar Kyuhyun manggut – manggut.
“Ahjussi sendiri, kenapa ada disini?” Tanya Hyunkie polos.
“Hanya sedang menemui seseorang.” Ujar Kyuhyun.
“Eh ??? Mwo ?? Apa ahjussi sudah mulai gila? Ahjussi bertemu dengan seseorang di makam seperti ini?” tanyanya tak percaya.
Kyuhyun terkekeh mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut kecil itu.
“Kau belum dewasa.” Ujar Kyuhyun lembut sambil mengacak poni Hyunkie. Hyunkie mem-pout bibirnya kesal. Ia sangat tak suka jika dibilang belum dewasa oleh seseorang, apalagi yang tak dikenalnya dekat.
“Aku sudah dewasa ahjussi, bahkan aku tak pernah diantar dan dijemput jika berangkat dan pulang sekolah. Aku juga bisa membersihkan kotoranku sendiri, dan aku makan tak disuapi seperti anak – anak yang lain.” Ujarnya ketus.
“Hehhe .. mian ne.” ujar Kyuhyun.
“Tiada maaf untukmu ahjussi.” Ujar Hyunkie sambil membuang muka. Melihat itu, Kyuhyun semakin tertawa geli.
“Apa yang harus ku lakukan agar kau mau memaafkan ahjussi, huh?” tanya Kyuhyun.
“Ahjussi, bisakah kau membelikan aku es krim coklat jumbo?” tanay Hyunkie dengan mata besarnya.
“Oh, tentu. Tapi, ahjussi tak bisa membelikannya. Apa kau mau ahjussi berikan uang untuk membelinya sendiri? Ahjussi sangat sibuk.” Ujar Kyuhyun.
“Euuung ….” Hyunkie mengetuk – ngetukkan jari manisnya di dagunya, ia bingung.

Beep beep
Suara dering ponsel Kyuhyun bordering.
“Yeoboseo …” ujar Kyuhyun menjawab pangggilan.
Kyuhyun menatap Hyunkie sebentar, lalu mengeluarkan dompetnya dan mengambil uang.
Lalu, ia berikan pada Hyunkie dan masuk ke mobilnya. Hyunkie manatap tak percaya pada uang yang ada di tangannya, ini uang yang sangat banyak. Uang ini bahkan bisa dibuat untuk membeli banyak es krim coklat jumbo.
Mobil Kyuhuyun sudah bergerak jauh. Hyunkie berlari ke tengah jalan.
“Gooomaaawoooo ahjussi …” teriaknya keras – keras.

“Apa yang kau lakukan di tengah jalan Hyunkie?” tanya Ryeowook.
“Berterima kasih eomma.” Ujar Hyunkie polos.
“Berterima kasih pada siapa?” Tanya Ryeowook lagi.
“Pada ahjussi yang memberiku uang ini.” Ujar Hyunkie dengan memperlihatkan uang yang ia dapat.
“Eh ?? Siapa ahjussi itu?” Tanya Ryeowook penasaran.
“Entahlah, aku tak tahu.” Ujar Hyunkie sambil menegdikkan bahunya.
“Eh ?? Kau tak tahu? Lalu, kenapa kau diebri uang?” Tanya Ryeowook bingung.
“Untuk minta maaf.” Ujar Hyunkie blak – blakan.
“Minta maaf?” ulang Ryeowook bingung.
“Eomma, kau sangat cerewet.” Ujar Hyunkie, lalu berjalan di depan Ryeowook.
Mendengar penuturan aegya-nya, Ryeowook tertawa geli. Lalu, ia mengikuti jalan Hyunkie.

 

…………………………………………….
……………………………….
………………….

Huuuuaaah .. Ini aku buat dengan ilham yang mentok T^T
Masih pendekkah??? Apa kalian masih bingung dengan cerita saya yang abal ini??

Baiklah, kemarin yang bertanya ini itu apakah sudah terjawab semuanya chingu-deul ???

Gomawo ne, buat yang udah mau meninggalkan jejak di cerita saya.
Saya sampai terhura, terhenyak dan tercengang membaca komenan – komenan kalian ^^
Gomawo 😀
#TebarPetasan

Last. Review ne 😉
With Love! ~ Frisca

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect 5

Gambar

Pairing : KyuWook/Slight KyuMin, SiWook, SiMin

Rated : K+, Failed, Gaje, Hurts/Comfort, Abal – Abal, Romance, GS

Author : Frisca Freshtie

Cast :

  1. Cho Kyuhyun (Namja)
  2. Kim Ryeowook (Yeoja)
  3. Lee Sungmin (Yeoja)
  4. Choi Siwon (Namja)

I’m Sorry, I Can’t Be Perfect

.

.

.

.

Aku akan memikirkanmu

Hanya sekali dalam sehari, merindukanmu

Aku mencoba untuk melupakanmu hanya sekali dalam sehari

Bisakah aku?

Jika aku bisa, lalu apa yang akan kulakukan?

(CN Blue – Can’t Stop)

.

.

.

.

 

[5 Tahun Berlalu]

Ryeowook menutup bukunya dengan helaan nafas yang sangat berat. Ia menutup matanya, membayangkan semua yang telah terjadi pada hidupnya, ia biarkan angin – angin dingin musim gugur menerpa kulit putihnya itu, menggerakkan rambutnya yang tergelung dengan rapi.

Ia membuka matanya dengan perlahan – lahan, lalu ia menghembuskan nafas beratnya lagi. Ia menatap lurus taman yang ada di depannya, anak – anak saling berkejaran, tukang sapu membersihkan daun – daun kering yang jatuh ke tanah, daun – daun yang menguning, para pasangan muda – mudi, dewasa yang saling berpegangan tangan untuk menghangatkan diri mereka dari angin musim gugur yang terkenal begitu jahatnya dengan dinginnya.

“Ini musim gugur yang ke-empat kan?” gumamnya.

Ia eratkan syalnya yang tergantung manis di lehernya, lalu ia menggosok – gosok tangannya, mencoba mengusir angin musim gugur.

Tiba – tiba semua menjadi gelap.

“Eomma …” suara anak kecil yang sedang mengagetkan ibunya.

Ryeowook tersenyum manis. “Hyunkie?” ujar Ryeowook dengan gembira.

“Ah, daebak eomma. Hihihi ..” ujar anak laki – laki kecil itu dengan senang, menunjukkan deretan giginya yang tak lengkap sambil melepas tangannya dari kedua mata Ryeowook.

Anak kecil yang dipanggil ‘Hyunkie’ itu-pun dengan langkah cepat menghampiri Ryeowook dan duduk di pangkuan Ryeowook dengan manja.

Ryeowook mengulum senyum manisnya. “Ada apa Hyunkie?” Tanya Ryeowook sambil mengelus rambut aegya-nya yang lembut dan hitam itu.

Anak berkepala jamur itu mendongakkan kepalanya menatap eommanya, menatap mata caramel Ryeowook.

“Eomma ..” cicitnya manja.

“Iya Hyunkie?” Tanya Ryeowook penasaran.

“Eomma, kapan Appa pulang?” Tanya Hyunkie dengan wajah polosnya.

DEG

Senyum Ryeowook langsung hilang mendengar pertanyaan aegya-nya itu.

Pertanyaan itu. Pertanyaan yang sangat menohok relung hatinya. Pertanyaan yang sangat ia ingin tak dengarkan. Itu pertanyaan yang akan membawanya untuk mengingat masa lalu yang susah payah ia rapikan dari kehidupannya.

“Kapan eomma? Kapan appa pulang? Aku ingin bermain dengannya, eomma.” Ujar Hyunkie dengan rasa penasarannya yang membeludak.

Ryeowook mengembangkan senyumnya dengan terpaksa mendengar penuturan aegya-nya yang belum mengerti apa – apa, Ayoolaah .. Hyunki baru berumur 4 tahun, itu saja belum genap, masih kurang 3 bulan lagi.

Ryeowook mengacak poni mangkok Hyunkie dengan gemas.

“Appa akan pulang, akan pulang secepatnya.” Ujar Ryeowook berdusta.

Hyunkie menatap Ryeowook dengan terkejut. “Jinja? Benarkah itu eomma?” tanay Hyunkie antusias. Ryeowook tersenyum getir, lalu menganggukan kepalanya pertanda iya.

“Yeeeeeeeee .. Appa-ku akan pulang. Jadi, teman – temanku tak akan menertawaiku jika bermain dengan mereka. Aku akan mengajak appa mengambil raporku, menemaniku bermain di taman, piknik bersama – sama eomma dan aku, membeli mobil – mobilan dan robot di toko mainan, membeli es krim jumbo rasa coklat untuk kita bertiga, dan .. euuung .. apalgi ya???” ujarnya dengan riang gembira.

Sedangka Aegya-nya tengah mempersiapkan semuanya dengan riang gembira, Ryeowook hanya bisa menatap sayu anaknya itu.

“Ah, eomma. Apa appa itu tampan sepertiku?” tanyanya dengan kenarsisannya.

“Appa? Tentu saja appa tampan, appa sangat tampan.” Ujar ryeowook dengan menatap langit sore dengan pandangan mata kerinduan, kesedihan.

“Uwaaaah .. Jinja?? Tampan mana appa dengan aku, eomma?” tanyanya lagi dengan kenarsisannya.

Ryeowook terkekeh geli dengan sikap anaknya ini. Ryeowook menaruh jari telunjuknya ke dagunya, lalu mengetuk – ngetukkannya. “Tampanan mana ya???” goda Ryeowook.

“Aiss .. cepatlah eomma! Cepat jawab Hyunkie!” desak anaknya dengan tak sabaran.

“Heheh, mian ne. Euung, tentu saja Hyunkie dan appa sama tampannya.” Ujar Ryeowook blak – blakan.

“Hah??? Tidak boleh, harus ada yang lebih tampan!” ujar Hyunkie ngotot.

Mendegar penuturan aegya-nya, Ryeowook tertawa geli.

“Ayo pulang Hyunkie, sudah hampir gelap.” Ujar Ryeowook sambil menurunkan Hyunkie dari pangkuannya.

“Ah .. eomma. Aku masih ingin disini. Lebih lama lagi, ne?” tawar Hyunkie.

Ryeowook berjongkok di depan Hyunkie, lalu merapikan ikatan tali sepatu Hyunkie. “Andwae, angin malam musim gugur bisa membuatmu sakit.” Ujarnya dengan lembut.

“Aku kuat, aku tak akan sakit eomma.” Alibinya.

“Bagaimana kalau saat appa pulang, kau sakit? Hah .. pasti rencanamu berantakan.” Bujuk Ryeowook.

“ANDWAE …. AKU TAK INGIN SAKIT !!” pekiknya dengan keras. “Heheh, ayo pulang eomma. Jangan terlalu lama disini, nanti kau sakit.” Ujar Hyunkie dengan semangat sambil menggandeng tangan Ryeowook.

Ryeowook tersenyum tipis melihat kelakuan anaknya.

‘Maafkan eomma chagi .. maaf, eomma harus berbohong.’ Innernya sedih.

.

.

.

.

Dari kepala hingga ujung kaki semuanya basah

Air mata yang mengalir karenamu

Apa yang harus kulakukan mulai sekarang, hatiku sudah merasa sakit,
seperti tusukan dalam kenangan

(G.Na – Without You)

.

.

.

.

“Eomma .. eomma … ireona eomma … eomma ..” suara itu terus bergema sepanjang perjalanan Kibum dibawa ke rumah sakit.

“Kalian disini, biar dokter yang menanganinya.” Ujar perawat memerintah, lalu menutup pintu.

Yunho terduduk lemas di bangku. Ahra menangis di pelukan suaminya, dan Kyuhyun? Ia hanya bias menatap pintu dengan sayu.

“Hah .. hah .. hah ..” suara hembusan nafas tersengal – sengal milik Sungmin karena kelelahan berlari.

“Mian .. mian baru sampai sekarang. Bagaimana keadaan eomma? Apa ia baik – baik saja?” tanya Sungmin dengan nada khawatir.

Yunho menundukkan kepalanya.

“Bagaimana keadaannya Kyu?” tanyanya sambil mengguncangkan badan suaminya. Kyuhyun hanya diam seribu bahasa.

“Eonnie, apa yang sebenarnya terjadi disini? Bagaimana keadaan eomma?” Tanya Sungmin semakin panik.

Ahra menatap sayu Sungmin.

Setalah beberapa lama menunggu. Terbukalah pintu kamar rumah sakit yang ditempati Kibum. Dan keluarlah dokter setengah baya.

Mereka semua langsung menghambur ke dokter itu.

“Bagaimana keadaannya?” Tanya mereka serempak.

“Siapa disini yang bernama Kyuhyun?” Tanya dokter itu dengan serius.

“A..aku Kyuhyun, ada apa dok?” Tanya Kyuhyun bingung.

“Ia terus memanggilmu, ia ingin bicara denganmu. Masuklah!” Ujar dokter itu menjelaskan.

“Dan cukup Kyuhyun saja yang masuk, lainnya diluar saja. Terlalu banyak orang, mungkin bisa membuatnya semakin memburuk.” Ujar dokter itu menasehati.

.

.

.

.

Terkadang saat hujan mengguyur

Seseorang yang kembali aku pikirkan

Kerinduan hati terdalam tidak pernah berhenti

Berdiri dalam guyuran hujan yang lebat

Jika air mata akan berhenti

Aku mungkin satu-satunya yang merasa sakit

(Melody Day feat Ravi of VIXX – When It Rains)

.

.

.

.

Kyuhyun membuka pintu dengan hati – hati, lalu ia menatap eomma-nya yang terbaring lemah diranjang.

“Kyu ..” cicit eomma-nya dengan lemah.

“Kemarilah Kyu ..” lanjutnya lagi dengan lemah. Kyuhyun mengangguk, lalu segera duduk di samping ranjnag eomma-nya.

“Ada apa eomma? Apa kau baik – baik saja?” Tanya Kyuhyun.

Eommanya mengangguk lemah sambil mencoba tersenyum. “Gwenchana.” Ujarnya lemah. Lalu, ia mengambil tangan Kyuhyun, lalu dipegangnya dengan erat.

“Kyu ..” cicitnya.

“Ne, eomma?” jawab Kyuhyun.

“Apa kau mau mengabulkan permintaan kecil eomma?” tanyanya.

Kyuhyun mengangguk.

“Apakah benar itu?” tanyanya memastikan kembali.

“Ne eomma. Aku akan mengabulkannya.” Jawab Kyuhyun tegas.

Kibum tersenyum mendengar jawaban putranya.

“Bawa Ryeowook kembali! Cari dia Kyuhyun!” ujar eommanya dengan maat berkaca – kaca.

DEG

Kyuhyun membelalakkan matanya. Sudah lama ia tak pernah mendengar nama itu. Sudah sangat lama. Entahlah.

“Eomma mohon, cari dia Kyuhyun! Cari ryeowook. Eomma sangat merasa bersalah pada Kangin dan juga Leeteuk, terutama dengan Ryeowook. Eomma mohon, bawa dia pulang. Ini permintaan eomma yang terakhir, setelah ini eomma tak akan meminta apa – apa lagi padamu Kyuhyun.” Ujar eommanya dengan linangan air mata.

“Eomma ..” cicit Kyuhyun.

“Eomma memohon padamu Kyu. Setiap malam eomma tak bisa tidur dengan nyenyak, eomma selalu memimpikannya. Eomma mohon padamu Kyu!” pintanya lagi dengan linangan air mata.

“Eomma mohon Kyu.”

“Eomma mohon Kyu.”

“Bawa Ryeowook kembali. Eomma ingin melihatnya.”

“Eomma mohon ..”

Kibum menangis dengan menggenggam tanagn Kyuhyun erat, sedangkan Kyuhyun hanya bisa menatap lurus kamar itu dengan pandangan yang sulit diartikan.

.

.

.

.

Sekarang aku tak bisa memutar balik segalanya tapi hanya kenangan yang tersisa

Akan ada baiknya jika aku dapat mendekatimu seiring berjalannya waktu

(Ailee – Ice Flower)

.

.

.

.

Kyuhyun keluar dari kamar dengan ekpressi yang sulit untuk dibaca, antara sedih atau kecewa atau mungkin dan tertekan. Entahlah.

“Bagaimana keadaannya?” Tanya Sungmin.

Kyuhyun hanya tersenyum simpul.

“Masuklah, aku harus menyendiri dahulu.” Ujar Kyuhyun lembut, lalu meninggalkan mereka dengan beribu pertanyaan berkecamuk di pikiran mereka.

.

.

.

.

Diam-diam satu hari berakhir lagi, seperti itulah kehidupanku

Aku tak bisa berbuat apa-apa, yang tersisa hanyalah kenangan

Akan ada baiknya jika aku bisa mencinta lagi seiring berjalannya waktu

(Ailee – Ice Flower)

.

.

.

.

Kyuhyun duduk termenung di bangku taman rumah sakit.

Ia memikirkan permintaan eomma-nya yang menurutnya sangat sulit.

“Ahjussi, mau ini?” Tanya seorang anak laki – laki yang dengan tiba – tiba sudah berada di sampingnya dan menjulurkan sebuah coklat batang padanya.

Kyuhyun menolehkan kepalanya, melihat siapa yang menawarinya. Ia tersenyum simpul.

“Gomawo. Tapi, tak perlu, untukmu saja.” Ujar Kyuhuyun menolak dengan lembut.

“Anio ahjussi, kau terlihat begitu tertekan.” Ucap anak itu dengan polosnya.

Kyuhyun terkekeh, “apa begitu terlihat?” tanyanya.

“Sangat terlihat ahjussi! Makanlah ini, eommaku bilang coklat bisa menetralkan pikiran.” Ujar anak itu lagi.

“Gomawo, ne.” ujar Kyuhyun sambil mengacak – acak rambut anak kecil itu, lalu mengambil coklat batang itu dari tanagn anak kecil itu.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Kyuhyun.

“Oh, itu. Aku sedang menunggu eommaku ahjussi.” Ujarnya polos.

“Eommamu sakit?” tanya Kyuhyun mencoba menebak.

“Anio, kau salah ahjussi. Eommaku bekerja disini ahjussi.” Ujarnya dengan riang gembira.

“Oh, apa dia dokter atau perawat disini?” tanya Kyuhyun lagi.

“Hhihihi, anio. Kau salah lagi ahjussi.” Ujarnya sambil tertawa manis.

“Lalu?” Tanya Kyuhyun penasaran.

“Ahjussi, apa kau lihat lantai yang bersih ini?” tanyanya sambil menunjuk lantai.

“Ne?”

“Itu pekerjaan ibuku dan juga kawan – kawannya. Dia bekerja sebagai cleaning service di rumah sakit ini.” Ujarnya bangga.

Kyuhyun menatap tak percaya pada bocah di sampingnya ini, biasanya bocah seperti ini akan malu atau minder. Namun, bocah ini malah bangga.

“Eh? Kau sangat bangga dengannya?” Tanya Kyuhyun penasaran.

Mendengar penuturan Kyuhyun, bocah itu langsung mem-pout bibirnya kesal.

“Ahjussi, jangan memandang rendah pekerjaan eommaku ini! jika tak ada ibuku, rumah sakit ini akan kotor dan pasien yang sakit disini akan semakin sakit!” ujar bocah itu dengan kesal karena menganggap Kyuhyun merendahkan pekerjaan ibunya.

Kyuhyun tertawa geli mendengar penjelasan bocah cilik di sampingnya ini.

“Ah, ne. kau sangat pintar dan menggemaskan.” Ujar Kyuhyun sambil mencubit pipi bocah itu.

“Hyunkie …” panggil seseorang dengan berteriak dari kejauhan.

“Appa ..” gumam anak itu. Bocah itu menoleh ke asal suara dengan bahagia.

“Appa ..” teriaknya.

“Itu appamu?” Tanya Kyuhyun memastikan.

“Ne ahjussi.” Ujar bocah itu sambil menganggukan kepalanya.

Laki – laki berbadan tegap dengan lesung pipi dan senyum yang menawan.

“Hyunkie, ayo pulang. Eommamu sudah menunggumu dibawah.” Uajr laki – laki itu dengan lembut.

“Ah, ne appa.” Ucapnya dengan riang lalu langsung berlari keluar rumah sakit.

“Gomawo, telah menjaga Hyunkie.” Ujar laki – laki itu pada Kyuhyun.

“Oh, ne. Dia anak yang baik dan menggemaskan dan juga pintar.” ujar Kyuhyun jujur.

Tiba – tiba saja Hyunkie kembali lagi.

“Hosh .. hossh .. aku lupa ..” ujarnya dengan nafas tersengal – sengal.

“Gomawo ne ahjussi sudah menemaniku. Aku pulang dulu ne, eommaku sudah menungguku.” Ujarnya sambil membungkuk di hadapan Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum melihat kelakuan bocah itu. Ia sangat gemas dengannya.

“Ayo pulang Hyunkie.” Ujar laki – laki itu.

“Gendong ya?” pinta Hyunkie.

“Oh, ne. kemarilah.” Ujar laki – laki itu sambil berjongkok.

“YEEEE ……….. ” ujarnya dengan riang gembira.

“Eomma aku datang …” teriaknya dengan keras setelah berada di punggung laki – laki itu.

“Ahjussi .. selamat tinggal .. pai – pai ..” ujar Hyunkie sambil melambaikan tangannya pada Kyuhyun.

Kyuhyun membalas lambaian tangan Hyunkie dengan tersenyum.

Kyuhyun tersenyum manis sambil menatap kepergian 2 orang itu sampai bayangan mereka hilang ditelan lift.

“Bocah itu mengingatkan aku dengan seseorang.” Gumamnya.

~ TBC~

Yes! Akhirnya selesai. Apakah ini masih pendek cingu-deul? Kayaknya iya deh.

Aku ini mengerjakannya dengan diiringi badai sepanjang malam dan juga radio petir yang super cetar membahana xD wkwkkww

Oh iya, berhubung notebook saya masuk rumah sakit. Jadilah ff ini mungkin akan aku update seminggu sekali mungkin. Karena aku buatnya di computer, sedangkan jadwalku itu padet! #LemparAuthorUpil5Kg

Kalau notebook masih bisa dibawa ke sekolah, lha computer?? Mau ditaroh dimana???

Okay, iyu ajah dari saya.

Terima kasih buat semua yang udah review ^^

Review ne 😉

With Love! ~ Frisca